Anda di halaman 1dari 8

Nama: Any Syahputri

NIM:7201220006

Prodi: Akuntansi (A)

Mata Kuliah :Pengantar Bisnis

TUGAS RUTIN

1. Deskripsikan pengertian bisnis !

2. Untuk menjalankan usahanya, perusahaan memerlukan apa yang dinamakan

faktor-faktor produksi. Di Era digital dan Era Revolusi Industri 4.0. factor

produksi apa yang diperlukan dalam kegiatan bisnis, jelaskan

3. Terdapat beberapa faktor yang ikut menentukan iklim bisnis, sebutkan

faktor-faktor tersebut beserta penjelasannya !

4. Sistem bisnis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebutkan faktor-faktor

tersebut dan beri penjelasan !

5. Tunjukkan perbedaan karakteristik dan aktivitas bisnis pada Revolsi Industri

(RI) Pertama, RI Kedua, RI ketiga dan RI Keempat

Jawab:

1. Pengertian bisnis dalam ilmu ekonomi:


bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen
atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis
dari bahasa inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Adapun pengertian bisnis, antara lain sebagai berikut;

 Menurut Steinhoff; ‘’business is all those activities innoived in providing the goods
and services needed or desired by people’’.
 ‘’Bisnis merupakan seluruh aktivitas yang mencakup pengadaan barang dagang yang
diperlukan oleh konsumen’’.
 Menurut Griffin dan Ebert; ‘’Business is an organization that provides goods or
service in order to earn profit’’.
 ‘’Bisnis merupakan aktivitas melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk
menghasilkan laba’’.
 Menurut Hugnes dan Kapoor’’Business is the organized effort of individuals to
produce and sell for a profit, the goods services that satisty society needs’’.
 ‘’Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang diorganisasi untuk
menghasilkan atau menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat’’.
 Menurut Brown dan Protello ‘’Business is institution which produce good and
services demanted by people’’.
 ‘’Bisnis merupakan suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang
dibutuhkan oleh masyarakat’’.

Kesimpulan:Bisnis adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau


sekelompok orang untuk menyediakan barang atau jasa dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan.

2. Faktor produksi apa yang diperlukan dalam kegiatan bisnis,antara lain sebagai
berikut;

Adapun keempat faktor produksi tersebut yaitu:

 Sumber Daya Alam

Faktor produksi yang pertama dan harus ada adalah sumber daya alam seperti tanah,
ruko, lahan sebagai tempat usaha maupun bangunan, dimana hal utama dari faktor
produksi ini semuanya berasal dari kekayaan alam atau ketersediaan yang ada di
alam.

 Tenaga Kerja

Yang dimaksud dengan faktor produksi tenaga kerja ialah sesuatu yang mengelola
sumber daya alam tersebut dengan menggunakan tenaga dari manusia atau biasa
disebut dengan sumber daya manusia. Dalam faktor ini ada pengelompokkan
tersendiri bagi tenaga kerja yaitu berdasarkan sifatnya dan kemampuan atau
kualitasnya.

Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja terbagi menjadi dua, (1) tenaga kerja jasmani,


dimana seluruh kegiatan atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan lebih banyak
menggunakan kekuatan fisik seperti: kuli bangunan, tukang kuli cangkul sawah,
tukang becak, buruh pengangkut barang, dls. Dan (2) tenaga kerja rohani
dimana kegiatan yang dilakukan lebih banyak menggunakan otak atau pikiran
seperti: direktur, guru, penulis, pengacara, dls.

Berdasarkan kualitas atau kemampuannya, tenaga kerja terbagi menjadi tiga, yaitu
(1) tenaga kerja terdidik, dimana tenaga kerjanya membutuhkan pendidikan yang
sesuai seperti profesi dokter, guru, bidan, dosen,dls. (2) terampil dimana tenaga
kerja yang dibutuhkan mengharuskan pengalaman, skill, terlatih dan biasanya
mengikuti kursus sebelumnya seperti contoh: penjahit, tukang rias, tukang las,
tukang pembuat kue dls. Dan (3) tidak terdidik dan tidak terampil yang biasa disebut
tenaga kerja kasar dimana tidak membutuhkan keterampilan atau pendidikan khusus
seperti contoh tukang penjual koran, pemulung, tukang cangkul dls.

 Modal

Dengan modal yang memadai akan terjadinya kelancaran dalam menjalankan


kegiatan ekonomi. Tanpa adanya modal yang cukup, tentu akan menghambat proses
pengadaan barang dan jasa. Faktor produksi modal merupakan benda-benda hasil
dari produksi barang dan jasa yang berfungsi sebagai penunjang dalam melancarkan
atau mempercepat kemampuan dalam memproduksinya

 Kewirausahaan

Agar proses yang dijalankan berjalan lancar dan tidak ada hambatan serta terkendali,
pasti membutuhkan seorang pengusaha atau tenaga ahli untuk proses yang sedang
dijalankan.

3. beberapa faktor yang ikut menentukan iklim bisnis,antara lain:

 Investasi
Penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan model baru. Sejumlah uang seperti seperti
itu dapat dibelanjakan untuk peralatan , bangunan dan persediaan.

 Tabungan
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat-lemahnya
multiplier tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan
semakin lemah multiplier tersebut.

 Pemerintah
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah dapat meminjam
uang membelanjai kegiatannya. Dalam hal ini kita menggunakan 2 kebijaksanaan, yaitu
kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter. Kebijakan Fiskal digunakan untuk
mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak atau meningkatkan pengeluaran
Pemerintah. Sedangkan Kebijaksanaan Moneter berkaitan dengan pengelolaan supply uang
untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.

 Lingkungan Ekonomi

Pasar membutuhkan daya beli seperti halnya orang banyak. Daya beli keseluruhan
merupakan fungsi dari pendapatan saat itu, harga, tabungan dan kredit yang tersedia.
Perusahaan perlu menyadari keempat kecenderungan itu, dalam lingkungan ekonomi.
Lingkungan ekonomi yang mempengaruhi bisnis perusahaan, di antaranya adalah tingkat
pendapat per kapita, kebijakan kebijakan pemerintah (fiskal, moneter, perdagangan luar
negeri, dan neraca pembayaran), siklus bisnis (masa ekonomi cerah atau suram), munculnya
pasar bebas dan kerja sama regional (blok blok ekonomi seperti NAFTA, MEE),
perjanjian/peraturanperaturan internasional, kekuatan ekonomi utama, pergerakan modal,
pergerakan investasi langsung, dan perubahan persaingan.

 Lingkungan Teknologi

Kekuatan yang paling dramatis yang membentuk nasib manusia adalah teknologi. Teknologi
telah menghasilkan karya mengagumkan seperti penisilin, pembedahan jantung, dan pil
pembatas kelahiran. Teknologi telah menghasilkan berkah seperti mobil, permainan video
dan roti putih. Sikap seseorang terhadap teknologi tergantung pada apakah seseorang lebih
terpikat dengan faedah positifnya yang mengagumkan atau akibatnya yang mengerikan.
Setiap teknologi baru merupakan satu kekuatan untuk “penghancuran kreatif”. Transistor
melumpuhkan industri tabung gelas hampa udara, fotokopi melumpuhkan perusahaan kertas
karbon, mobil melumpuhkan kereta api, televisi dan video melumpuhkan bioskop. Industri
tua tidak bergerak menuju ke sesuatu yang baru, malah menolak atau mengakibatkannya, dan
usaha mereka merosot.
Dari uraian di atas apabila perusahaan ingin meraih kesuksesan maka perusahaan tersebut
harus membangun kompetensi teknologinya sebagai pusat keunggulan. Produk yang baik
dengan dukungan kompetensi dalam teknologi akan menghasilkan tawaran produk yang
benar benar selaras dengan kebutuhan pasar, sehingga produk tersebut benar benar akan
diterima oleh konsumen.

 Lingkungan Politik/Hukum

Keputusan keputusan perusahaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan


politik/hukum. Lingkungan ini terbentuk oleh hukum hukum, lembaga, pemerintahan, dan
kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak gerik berbagai organisasi dan
individu dalam masyarakat.
Hal hal seperti siapa yang berkuasa di suatu negara, bagaimana ia menjalankan
pemerintahannya, apa peran dan kekuasaan yang dimiliki oleh pelaku pelaku dalam
percaturan politik suatu negara dan bagaimana dampaknya terhadap pemilik usaha dan
penciptaan profit oleh pengusaha, bagaimana peran pelaku ekonomi dalam negara tersebut,
serta bagaimana distribusi pendapatan yang ada; merupakan faktor faktor penentu peluang
dan ancaman bisnis di dalam suatu negera.
Lingkungan sosial budaya berkaitan dengan keadaan dan perkembangan nilai nilai, kaidah,
dan persepsi dalam suatu masyarakat. Masyarakat desa dan kota memiliki lingkungan sosial
yang berbeda. Masyarakat desa cenderung membentuk sistem kekerabatan perluasan keluarga
(extended family), sedangkan masyarakat perkotaan cenderung membentuk sistem
kekerabatan keluarga inti (nuclear family).
Masyarakat Indonesia saat ini sedang berada dalam masa transisi. Artinya, masyarakat
Indonesia pada saat ini sedang bergerak dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.
Dalam masa transisi ini, masyarakat sedang mengalami kebingungan budaya. Untuk bertahan
pada kehidupan tradisional akan dianggap ketinggalan zaman, sedangkan untuk
meninggalkan sama sekali juga tidak mampu. Misalnya: dalam masyarakat Indonesia
hubungan kekerabatan memegang peranan yang penting. Pada saat perusahaan melakukan
penarikan tenaga kerja, seringkali keunggulan individu bukanlah satu satunya syarat yang
dapat dihandalkan. Praktek nepotisme, koneksi, dan pencaloan tenaga kerja sudah menjadi
bagian budaya masyarakat Indonesia. Mereka tahu hal itu menyimpang dari ketentuan hidup
modern, tetapi mereka tidak mampu mengubahnya. Praktek praktek nepotisme dan koneksi di
atas, tanpa mempertimbangkan keunggulan individu akan dapat menjadi penghambat bagi
laju pertumbuhan dan perkembangan usaha dan mengurangi daya saing usaha.

 Faktor Jenis Bisnis

Faktor ini juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap klim bisnis di Indonesia. Dalam
berbisnis tentunya kita harus memilih bisnis di bidang apa yang akan kita jalani. Dalam
memilih jenis bisnis tersebut, sebaiknya kita memilih jenis bisnis yang banyak dibutuhkan
oleh masyarakat. Misalnya bisnis di bidang pertanian. Kita juga harus mempertimbangkan
keuntungan yang akan kita peroleh sebelum kita menentukan bisnis di bidang apa yang akan
kita jalani.

 Faktor Jumlah Penduduk Yang Mempengaruhi Permintaan


Jumlah penduduk yang sangat banyak sudah pasti mempengaruhi pertumbuhan iklim bisnis
di Indonesia. Penduduk pasti menginginkan semua kebutuhannya bisa di penuhi sehingga
para pelaku bisnis berlomba lomba untuk bisa memenuhi semua kebutuhan para penduduk.

 Selera Masyarakat Yang Selalu Mengikuti Trend


Selera yang mengikuti trend, itu merupakan hal yang sangat penting di ketahui oleh para
pelaku bisnis. Apabila para pelaku bisnis tidak mengetahui selera masyarakat, maka
kemungkinan besar para pelaku bisnis tidak bisa mendapatkan laba dari bisnis yang sedang ia
jalankan,

 Kemajuan Teknologi Yang Memudahkan Orang Untuk Melakukan Bisnis


Kemajuan di bidang teknologi sangat membantu para pelaku bisnis dan para konsumen.
Misalnya saja internet, dengan internet semua orang bisa melakukan bisnis online. Dan
metode ini tidak memerlukan biaya yang sangat mahal, karena sebagai pelaku bisnis kita
hanya menggunakan laptop dan jaringan internet. Dan dengan ini kita dengan mudah
memaparkan barang yang tengah kita produksi.
 Faktor Kondisi Negara

Kondisi negara yang dimaksud dapat berupa kondisi perekonomian, sosial politik maupun
pertahanan dan keamanan negara. Kondisi negara yang tidak menentu bisa menghambat
bisnis yang dijalani. Misalnya saat terjadi inflasi. Tentu saja kondisi ini turut mempengaruhi
bisnis yang sedang dijalani.

4. Faktor faktor yang mempengaruhi sistem bisnis,yaitu:

 faktor politik

Bagi para pengusaha, tujuan, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam
berusaha atau berbisnis. Situasi politik yang tidak mendukung akan berdampak negatif bagi
dunia usaha dan begitu pula sebaliknya.

 faktor ekonomi

Kondisi perekonomian disuatu negara secara langsung dapat mempengaruhi kestabilan bisnis
dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula kestabilan
bisnisnya.

 faktor sosial

Kondisi sosial masyarakat selalu bersifat dinamis dan berubah dari masa ke masa, oleh
karena itu perusahaan selalu dituntut untuk mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial
masyarakat.
Beberapa penyebab terjadinya kondisi seperti ini misalnya karena gaya hidup, kultural, adat-
istiadat, sikap, demografis, pendidikan, ekologis maupun etnis.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup akibat
peningkatan pendapatan , perubahan strata sosial maupun peningkatan dari perkembangan
teknologi.

 faktor teknologi

Setiap perusahaan yang ingin tetap unggul dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu
mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan
dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen

 Jenis usaha yang dipilih harus jenis usaha yang memproduksi kebutuhan
masyarakat belum jenuh pasarnya, menguntungkan. Alasannya barang yang
dihasilkan akan laku terjual karena benar-benar dibutuhkan masyarakat, pasar
yang dimasuki, jumlah produsennya masih sedikit sehingga mungkin akan
memenangkan persaingan usaha masih besar, usaha yang menguntungkan akan
memperbesar modal dan kemampuan untuk mengembangkan usaha.
 besar kecilnya modal harus diperhitungkan dengan matang karena dapat
menentukan mutu dan jumlah produk yang akan dihasilkan.

 Bahan mentah dan bahan penolong yaitu ketersediaanya harus terjamin agar
mutu dan harga produk tetap bersaing.

 Tenaga kerja merupakan faktor ekonomi yang merencanakan,


mengorganisasikan, melaksanakan kegiatan, mengontrolnya.

5. perbedaan karakteristik dan aktivitas bisnis pada Revolsi Industri (RI) Pertama, RI
Kedua, RI ketiga dan RI Keempat, antara lain sebagai berikut:

 Revolusi Industri 1.0

Mula mula, revolusi ini mengacu pada tahun 1750-1850. Perubahan besar-besaran ada pada
pertanian, pertambangan, manufaktur dan teknologi. Pada masa ini mulainya Revolusi 1.0
dengan kemunculan mesin uap yang ditemukan oleh James Watt yang mengembangkan
berbagai alat industri lainnya sebut saja Spinning Jenny, Flying Shuttle, mesin bertenaga
air, dan berbagai inovasi industri lainnya.

 Revolusi Industri 2.0

Mulainya revolusi dimulai tahun 1870-1914. Revolusi ini muncul karena dihasilkannya


pada tenaga listrik dan motor pembakar (pabrik), yang memunculkan berbagai alat
elektronik seperti telepon, pesawat terbang dan mobil. Pada masa ini muncul
pada eksploitasi  dan produksi besar-besaran pada pertanian, yang dilakukan oleh kaum
imperalis modern (kapitalisme) ke wilayah koloninya.
 Revolusi Industri 3.0

Revolusi 3.0 merupakan revolusi dimulai dari tahun 1950 sampai 2010. Revolusi ini muncul
pada pada penemuan digital, internet, pengembangan teknologi yang seringkali disebut
dengan revolusi digital yang menganggap bahwa jarak tidak menghalangi dan tidak ada
sekat di antara siapapun.

 Revolusi industri 4.0

Munculnya revolusi di Jerman dari tahun 2011 dan masih berdampak sekarang.


Penyebabnya adalah semakin banyaknya pengguna internet dan pada masa ini, Revolusi 4.0
juga dipicu oleh adanya Revolusi Cyber Physical,   yang membuat manusia berada di dunia
virtual, data, konektivitas dan lazimnya penggunaan internet. Untuk itulah di dalam Revolusi
4.0  selalu dikaitkan dengan maraknya perusahaan Start-Up yang berbasis multimedia,
teknologi dan virtual. Istilah internet, konektivitas manusia, mesin dan data yang semakin
lazim dinamakan Internet of Things. Yang tak kalah penting adalah semakin dibutuhkannya
keahlian digital seperti Big Data, Business Digital, Cyber and Security, Cloud Computing
dan lain sebagainya.  

Catatan;

Revolusi Industri 1: dimulai pada abad ke-18 perusahaan tenun menggunakan


mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil.

Revolusi Industri 2:   dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi industri 2.0


ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik.

Menurut Menperin Airlangga Hartarto, pada fase ekonomi ini, beberapa


industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signfikan, seperti
sektor agro dan pertambangan. Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan
teknologi di lini produksi.

Revolusi Industri 3: saat otomatisasi dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an
hingga saat ini karena sebagian negara masih menerapkan industri ini.

Revolusi Industri 4: Menperin menyampaikan, efisiensi mesin dan manusia


sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. Hal ini termasuk sistem
cyber-fisik, Internet, komputasi awan dan komputasi kognitif. Industri 4.0
biasanya disebut sebagai revolusi industri keempat.

Ragam AI di antaranya Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IOT),


Unmanned Vehicles (UAV), Mobile Technology (5G), Shared Platform, Block
Chain, Robotics dan Bio-Technology.

Industri 4.0 bakal menghasilkan banyak kreativitas dan kebaruan, yaitu


kekayaan intelektual yang perlu dilindungi dan ditegakkan.

Airlangga juga menjelaskan, perbedaan penerapan Industri 3.0 dengan


Industri 4.0 adalah dari faktor penggeraknya.