Anda di halaman 1dari 4

Pertemuan: LEMBARAN KERJA 9 SKS : 3

11 Kode :
Hari/ Tanggal: MATA KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN Waktu: 60’
Rabu./04 november
2020
Materi: Motivasi dan Kepemimpinan
Indikator Capaian : Mampu menganalisis peran motivasi dan kepemimpinan dalam organisasi
manajemen

Soal.
1. Menurut Anda bagaimana motivasi dan kepemimpinan dapat mempengaruhi manajemen!
2. Menurut Anda bagaimana sebaiknya menciptakan motivasi di tempat kerja !
Jawaban:

Penyelesaian nomor 1 antara lain,yaitu:

Motivasi dan kepemimpinan mempengaruhi manajemen yaitu dengan cara memberikan


pengaruh terhadap semua bawahan, seorang pemimpin yang memiliki motivasi yang baik,
akan mempengaruhi bawahannya dan secara otomatis akan  mempengaruhi manajemen,
karena seorang pemimpin memiliki wewenang dan tanggung jawab atas pencapaian tujuan
perusahaan dan tentunya harus diiringi dengan manajemen yang baik untuk mencapainya.

Motivasi merupakan tujuan seseorang untuk melakukan sesuatu atau n untuk mencapai tujuannya.
motivasi bisa menjadi sebuah kekuatan seseorang dalam melakukan sesuatu, baik yang bersumber
dari dalam diri maupun sumber dari luar diri. Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk
melihat motivasi individu antara lain :

- Durasi kegiatan  atau berapa lama kegiatan

- Frekuensi kegiatan  atau jarak antar kegiatan

- Presistensi pada kegiatan

- Keuletan dan kemampuan dalam menghadapi rintangan dan kesulitan

- Devosi serta pengorbanan untuk mencapai tujuan

- Tingkat aspirasi yang harus dicapai dengan kegiatan yang dilakukan

- Tingkat kualifikasi dan prestasi atau produk (output) yang dapat dicapai dari kegiatan yang
dilakukan

-Arah sikap terhadap sasaran kegiatan tersebut.

Ada beberapa faktor motivasi yang dilakukan seseorang yaitu pekerjaan, keberhasilan yang diraih,
kesempatan untuk tumbuh, kemajuan dalam karier serta mendapat pengakuan dari orang lain.
Sedangkan faktor-faktor  pemeliharaan antara lain yaitu status seseorang dalam organisasi atau
instansi, hubungan seorang individu dengan atasannya, dan hubungan seseorang dengan rekan-
rekan sekerjanya.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pimpinan/manajer untuk memberikan motivasi kepada
bawahannya. Hal ini muncul dari anggapan (basic assumption) bahwa motivasi karyawan
(employee motivation) muncul karena berbagai faktor. Manajer profesional mengetahui tentang
cara meningkatkan motivasi karyawan. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi
adalah sebagai berikut:

        1. Rasa hormat (respect)

Berikan rasa hormat secara adil, demikian juga penghargaan. Adil tidak berarti sama rata. Dengan
demikian, dilihat dari aspek prestasi kerja, atasan tidak mungkin memberikan penghargaan atau
rasa hormat yang sama kepada semua orang. Berikan penghargaan kepada karyawan atas dasar
prestasi, kepangkatan, pengalaman, dan sebagainya.

2. Informasi (information)

Berikan informasi kepada bawahan mengenai aktivitas organisasi, terutama tentang apa yang harus
mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya. Informasikan standar prestasi, tentukan dan
beritahukan apa yang harus diperbuat. Kebanyakan karyawan bertanya mengenai “apa yang harus
mereka perbuat“ bukan menyatakan “kami memang suka berbuat begitu“. Berikan penjelasan-
penjelasan mengenai kesalahan mereka secara edukatif dan persuasif.

3.  Perilaku (behavior)

Usahakan mengubah perilaku sesuai dengan harapan bawahan dan dengan demikian dia mampu
membuat bawahan berperilaku atau berbuat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh organisasi.
Berikan pujian kepada bawahan yang rajin dan berprestasi sehingga mereka berusaha lebih baik.

4. Hukuman (punishment)

Berikan hukuman kepada staf yang bersalah di ruang terpisah. Jangan menghukum bawahan di
depan orang lain, baik di depan rekan kerja maupun orang luar. Hukuman yang diberikan di depan
orang lain dapat menimbulkan frustasi dan merendahkan martabat.

5.  Perintah (command)

Perintah yang diberikan kepada bawahan sebaiknya bersifat tidak langsung (non-directive
command). Adakalanya perintah yang seharusnya di –ya- kan, karena disampaikan secara salah
akibatnya di-tidak-kan. Berikanlah perintah laksana ajakan, dan jika perlu diawali dengan contoh.

6. Perasaan (sense)

Interaksi atasan dengan bawahan adalah interaksi antar manusia. Manusia adalah insan yang penuh
perasaan. Tanpa mengetahui bagaimana harapan bawahan dan perasaan yang ada pada diri mereka,
sangat sukar bagi pimpinan untuk memotivasi bawahan. Perasaan dimaksud antara lain rasa
memiliki, rasa partisipasi, rasa bersatu, rasa bersahabat, rasa diterima dalam kelompok, dan rasa
mencapai prestasi

Penyelesaian nomor 2 yaitu:

Cara meningkatkan motivasi ditempat kerja antara lain sebagai berikut:

1. Berikan Inspirasi

Semua pemimpin yang hebat mampu untuk menginspirasi tim yang dipimpinnya. Berikan
pandangan jauh ke depan mengenai bisnis dan perusahaan yang bisa dicapai dengan berkaca
terhadap kesuksesan bisnis lain misalnya.

2. Berikan Kesempatan

Ada banyak anggapan bahwa micromanagement akan menghambat kreativitas dan membunuh
motivasi. Oleh karenanya, berikan karyawan Anda kesempatan dan “kekuatan” untuk
mengekspresikan diri mereka. Mulailah dari hal sederhana seperti menerima dan menjalankan
salah satu masukan yang disampaikan karyawan.

3. Tetapkan Tujuan

Semua orang membutuhkan tujuan pribadi agar mampu konsisten dalam mnejalankan sesuatu demi
mencapai tujuan itu. Coba berikan mereka tujuan jelas yang akan mereka capai (misalnya tujuan
jalan-jalan, rumah, benda fisik dan sebagainya). Kemudian biarkan mereka mencari cara dan
menjalankannya sendiri untuk segera mencapai tujuan tersebut.

4. Jangan Terlalu Mengkritik Kesalahan

Tidak semua kesalahan sama. Kecerobohan dan kelalaian memang perlu segera diatasi, namun jika
kesalahan tersebut terjadi setelah karyawan sudah bekerja keras, maka pujilah usaha mereka. Jika
kerja keras mereka sama sekali tak dihargai maka sama saja dengan Anda membunuh kreativitas,
inovasi dan inisiatif karyawan.

5. Berikan Penghargaan

Walaupun sederhana, namun cara ini harus dilakukan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa
salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan terhadap karyawan adalah mengenali usaha mereka
dengan mengatakan terima kasih ketika mereka melakukan sesuatu yang baik. Jelaskan secara
spesifik mengenai prestasi yang telah dicapai untuk mendapatkan efek yang lebih besar.

6. Berikan Feedback yang Membangun

Karyawan memerlukan feedback positif untuk merasa termotivasi, namun mereka juga
membutuhkan feedback negatif yang disampaikan secara konstruktif karena ini akan menunjukkan
bahwa Anda peduli terhadap mereka dan tidak meninggalkannya saat keadaan menjadi sulit.

7. Sampaikan Perkembangan Bisnis

Ciptakan rasa urgensi yang lebih besar kepada karyawan dengan cara memberikan informasi
mengenai perkembangan bisnis khususnya aspek keuangan. Biarkan mereka khawatir mengenai
keuangan perusahaan dan motivasi mereka untuk bekerja keras agar keuangan perusahaan stabil
dan bisa memberikan bonus bagi karyawan.

8. Berikan Reward Bagi Karyawan Berprestasi

Coba untuk memberikan bonus dari keuntungan perusahaan bagi karyawan (walaupun kecil).
Dengan demikian mereka akan terus termotivasi untuk semakin bekerja keras.

9. Jangan Biarkan Karyawan Bekerja di Luar Kemampuan

Jangan terlalu memberikan atau memaksakan suatu pekerjaan kepada karyawan jika mereka tidak
sanggup, baik dalam hal jam kerja atau bobot pekerjaan. Pahami kemampuan dan kehidupan lain
mereka di luar kantor, jika tidak maka produktivitas karyawan akan menurun.

10. Berikan Perhatian

Karyawan perlu untuk merasa penting, mereka harus tahu bahwa posisi dan hasil pekerjaan mereka
dibutuhkan oleh perusahaan. Pastikan manajer senior dan CEO memberikan perhatian pribadi
kepada karyawan.

11. Menerapkan gamification dengan insentif

Cara ini terinspirasi dari permainan atau game. Pada dasarnya, situasi kerja di perusahaan dapat
dibuat serupa dengan sebuah permainan yang memiliki beberapa aturan, level, dan hadiah.
Penerapan sederhananya bisa dengan menggunakan sistem leader board bagi karyawan
perusahaan Anda.

Buat daftar bulanan yang menampilkan ranking karyawan beserta nilai atau pencapaian mereka. Di
akhir bulan, karyawan yang berada di peringkat pertama berhak atas intensif atau bonus. Cara ini
akan memicu karyawan untuk saling berkompetisi dengan sehat. Mereka akan lebih termotivasi
saat bekerja untuk mengumpulkan nilai agar menjadi karyawan terbaik.

12.Berikan tanggung jawab sesuai kemampuannya

Terkadang seorang karyawan tidak termotivasi dengan baik karena merasa kurang dipercayai.
Anda mungkin memberikan beban kerja yang kurang sesuai dengan kemampuan mereka atau
justru tidak seperti yang mereka harapkan. Akibatnya, mereka tidak bersemangat saat bekerja atau
menyelesaikan tugas.

Sebagai solusi, coba Anda beri tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan karyawan.
Berikan kepercayaan terhadap mereka untuk menangani sebuah proyek kerja. Percayalah, hal ini
akan membuat karyawan semakin termotivasi untuk bekerja. Rasa percaya dari Anda akan
membuat mereka bersungguh-sungguh membuktikan kinerjanya.
13.Hindari membuat goal yang tampak mustahil

Tidak ada salahnya membuat goal  atau target besar untuk perusahaan. Toh pepatah berkata
“gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Meski begitu, Anda juga harus realistis dengan kondisi
dan kemampuan karyawan. Membuat goal yang tampak mustahil diraih juga berpotensi
menyebabkan motivasi kerja karyawan menurun.

Alih-alih memasang target untuk mencapai penjualan Rp500.000.000 di akhir tahun, ubah target
menjadi mendapatkan 100 pelanggan baru setiap minggu. Walau jika dihitung ulang keduanya
memberikan hasil akhir yang sama, target yang kedua terdengar lebih mudah dicapai oleh
karyawan Anda. 

14. Menciptakan work and life balance

Apa yang membuat karyawan Anda kurang termotivasi saat bekerja tidak selalu berada di kantor.
Bisa jadi ada suatu hal terjadi di kehidupan pribadinya yang kemudian memengaruhi performanya.
Jika ini yang terjadi pada karyawan Anda, apa yang sebaiknya dilakukan? Cobalah untuk
menciptakan work and life balance.

Konsep work and life balance ini berusaha menyeimbangkan antara karier dan kehidupan sosial.
Misalnya Anda bisa menerapkan sistem “remote working” agar karyawan dapat bekerja di tempat
favorit mereka atau bisa juga dengan memberikan waktu libur setelah mereka mencapai target
perusahaan. Dengan begitu, karyawan bisa memiliki kehidupan sosial yang sehat dan karier yang
baik.

Nama : Any Syahputri Nilai :


NIM : 7201220006
Prodi : Akuntansi Paraf Dosen:
Kelas : A