Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

UMUM

Program : Pengelolaan Pendidikan

Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas

Sub Kegiatan : Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah

Lokasi : Provinsi Sumatera Barat

Tahun Anggaran : 2021

LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pentingnya pendidikan bagi warga negara adalah untuk meningkatkan kualitas hidupwarga
Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan
pendidikan di provinsi Sumatera Barat memiiki peranan penting untuk memperhatikan sarana dan
prasarana pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Atas.
Untuk mendapatkan hasil sarana dan prasarana pendidikan yang bermanfaat, efisien dan efektif
diperlukan sebuah perencanaan infrastruktur yang matang, sehingga diperlukan dokumen Detailed
Engineering Design (DED) yang terukur melalui penyedia jasa Konsultansi konstruksi sebelum
dilaksanakan pekerjaan fisiknya.

Dalam pelaksanaan pekerjaannya Konsultan kontruksi (perencana) harus bekerjasama sepenuhnya


dan bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan.
Agar pelaksanaan DED terukur, maka diperlukan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjadi
pedoman bagi pelaksanaan konsultan konstruksi pada bingkai yang terarah bagi pelaksanaan
kegiatan.
MAKSUD DAN TUJUAN

a. Maksud
Maksud dari pelaksanaan DED pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa konsultansi
konstruksi adalah aktifitas konsepsi perancangan, prarancangan, pengembangan rancangan dan
rancangan detail dari pekerjaan.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan DED pekerjaan adalah untuk membantu pengguna jasa dalam
penyusunan dokumen teknis pada dokumen lelang konstruksi fisik pekerjaan.

SASARAN

Sasaran dari pelaksanaan DED ini yaitu terwujudnya pekerjaan yang dapat dimanfaatkan untuk
kegiatan belajar dan mengajar sesuai dengan aturan yang berlaku.

SUMBER PENDANAAN

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD provinsi Sumatera Barat tahun 2021

NAMA DAN ORGANISASI KUASA PENGGUNA ANGGARAN

Nama Kuasa Pengguna Anggaran / KPA : SURYANTO, S.Pd., M.Pd


Nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) : Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat

DATA DASAR

Data dasar yang dibutuhkan pada kegiatan ini terdiri dari :

1. Data Primer
Data primer adalah data yang diambil langsung dari lokasi rencana pembangunan
maupun hasil survey yang dapat langsung dipergunakan sebagai sumber dari
perancangan struktur seperti ketersedian lahan, kondisi bangunan dikelilingnya dan bila
diperlukan juga dapat diambil data penyelidikan tanah. Saat pengambilan data primer
berkoordinasi dengan pemilik bangunan nantinya.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang berasal dari peraturan-peraturan atau ketentuan-
ketentuan yang berlaku untuk menjadi data penunjuang dalam perencanaan struktur.

STANDAR TEKNIS

Standar-Standar yang dipakai menjadi acuan termasuk, namun tidak terbatas pada standar yang
dicantumkan di bawah ini :
1. Peraturan Menteri PekerjaanUmum dan Penataan Ruang No. 22/PRT/M/2018 tentang
Pembangunan Bangunan Gedung Negara
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang No. 28/PRT/M/ 2016 tentang
Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum
3. Peraturan Beton Bertulang Indonesia PBI 1971 N.I -2
4. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002.
5. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung
SNI 1726-2012
6. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia disingkat PKKI-NI-1961.
7. Spesifikasi Desain Untuk Kontruksi Kayu SNI 7973-2013
8. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia PPBBI-1983.
9. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI 03-2739-2002.
10. Sistem Plambing Pada Bangunan Gedung SNI 8153-2015.
11. Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan ke Luar Untuk Penyelamatan Terhadap
Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung SNI 03-1746-2000.

STUDI-STUDI TERDAHULU

Dalam pelaksanaan pengambilan data dapat dilakukan referensi terhadap studi-studi terdahulu
pada bangunan-bangunan disekelilingnya yang digunakan untuk dijadikan informasi tambahan
sebagai dasar untuk pemilihan jenis, mutu dan sebagian desain yang digunakan, seperti contohnya
jenis pondasi yang digunakan, mutu material yang digunakan dan desainpondasi (tidak masuk
kategori ini apabila menggunakan desain keseluruhan / berulang).

REFERENSI HUKUM

Adapun peraturan yang akan dikaitkan pada kegiatan ini selain standar teknis yang akan diikuti
adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang No. 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi


2. PeraturanPresiden No. 73 tahun 2011 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara
3. Peraturan Presiden No. 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah
4. Peraturan Menteri PekerjaanUmum dan Penataan Ruang No. 22/PRT/M/2018 tahun 2018
tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara
5. Peraturan Menteri PekerjaanUmum dan Penataan Ruang No. 28/PRT/M/2016 tahun 2016
tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

LINGKUP KEGIATAN

Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :


1. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan, membuat
interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan konsultansi dengan
lingkungan setempat mengenai kondisi bangunan.

2. Penyusunan prarencana seperti Rencana Pembangunan, prarencana termasuk program dan


konsep ruangan, perkiraan biaya, dan konsep Perencanaan sampai finishing, keterangan
persyaratan bangunan dan lingkungan.

3. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :


a. Rencana Arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi. Rencanastruktur, beserta
uraian konsep dan perhitungannya.
b. Rencana Stuktur Pembangunan, utilitas, beserta uraian konsep dan perhitungannya.
c. Perkiraan biaya.

4. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :


a. Gambar-gambar detail arsitektur, detail struktur, detail utilitas yang sesuai dengan
gambar rencana yang telah disetujui.
b. Spesifikasi Teknis Pekerjaan
c. Rincian Volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya Perencanaan.

5. Mengadakan Persiapan Pelelangan, seperti membantu Pimpinan Proyek di dalam menyusun


dokumen pelelangan dan membantu Panitia Pelelangan menyusun program pelaksanaan
pelelangan.

6. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan, termasuk menyusun berita
acara penjelasan, menyusun kembali dokumen pelelangan dan melaksanakan tugas-tugas yang
sama apabila terjadi Lelang ulang.

7. Mengadakan Pengawasan berkala selama Pembangunan fisik dan melaksanakan kegiatan


seperti :
a. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
b. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan.
c. Memberikan saran-saran, pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan
8. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatanbangunan dan perawatannya termasuk
petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan Mekanikal – Elektrikal Bangunan
apabila ada.
KELUARAN WAJIB

Keluaran yang diharapkan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah :

1. Dokumen Perencanaan (Spesifikasi Teknis & RAB) sebanyak 3 Buku


2. Album Gambar (A3) sebanyak 3 Buku
3. Dokumentasi sebanyak 2 Buku
4. Softcopy Dokumen dalam Compact Disk sebanyak 1 Unit dengan rincian
- HPS Sesuai Format yg Diberikan ( EXCEL )
- RAB Perencanaan Lengkap ( EXCEL )
- GAMBAR RENCANA ( AUTOCAD dan PDF )
- SPESIFIKASI TEKNIS ( WORD dan PDF )
- SPESIFIKASI TEKNIS dan METODA ( WORD dan PDF ) Fisik Jika TENDER

PERALATAN, MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI KUASA PENGGUNA ANGGARAN

Dalam kegiatan ini Kuasa Pengguna Anggaran tidak menyediakan Peralatan, Material, personil dan
fasilitas khusus untuk membantu konsultan, namun pelaksanaan kegiatan ini akan didampingi oleh
tim TPT provinsi Sumatera Barat yang berasal dari instansi / OPD teknis.

PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI

Dalam kegiatan ini penyedia jasa konsultansi diharapkan menyediakan :

1. Peralatan Pengukuran yang diperlukan selama masa pelaksanaan tidak terbatas jenis dan
kuantitasnya selama dibutuhkan saat melakukan perencanaan, maka penyedia jasa
mendatangkannya pada lokasi pekerjaan

LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA

Kewenangan Penyedia sesuai dengan aktifitas yang dilakukan dalam proses pelaksanaan kegiatan
ini, yaitu :

1. Memiliki kuasa penuh untuk melakukan, penelitian, penyelidikan dan pemanfaatan secara
komprehensif lokasi pekerjaan selama kegiatan berlangsung
2. Melakukan konsepsi perancangan, prarancangan, pengembangan rancangan dan rancangan
detail dari pekerjaan.
3. Melakukan Review Desain apabila dibutuhkan selama pelaksanaan lapangan
4. Menentukan Titik Nol (awal) pelaksanaan pekerjaan fisik
5. Memiliki hak pembayaran atas hasil desainnya apabila digunakan sebagai desain berulang
sebagaimana yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

JANGKA WAKTU PENYELESAIN KEGIATAN

1. Untuk Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan adalah 30 ( Tiga Puluh ) Hari Kalender.
2. Satu kali dalam 20 hari minimal kedatangan pada saat jadwal pelaksanaan konstruksi Untuk
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan Berkala

PERSONIL

Personil yang dibutuhkan pada pelaksanaan kegiatan ini, yaitu :

NO KEBUTUHAN PERSONIL PENGALAMAN MANAGERIAL KEAHLIAN

1 TEAM LEADER 2 TAHUN SIPIL / ARSITEK SKA

2 SURVEYOR 2 TAHUN D3 / SMK -

3 DRAFTER CAD 2 TAHUN D3 / SMK -

4 ESTIMATOR 2 TAHUN D3 / SMK -

5 ADMINISTRASI 0 TAHUN SMK -

JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Tahap-Tahap yang akan dilaksanakan adalah:

1. Persiapan Perencanaan termasuk Survey.


2. Pengembangan Rencana.
3. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya.
4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Lanjutan.
5. Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja, RKS, EE, dll).
6. Persiapan Pelelangan.
7. Pelaksanaan Pelelangan.
8. Pengawasan Berkala.

PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut :

1. Data yang diambil adalah data yang terbaru yaitu saat dalam jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan perencanaan
2. Rekam Jejak pengambilan data di dokumentasikan dengan baik
3. Jumlah dan jenis data yang diambil tidak mengikat, kecuali untuk bangunan yang masuk
kategori tidak sederhana dan Non Standar harus sesuai dengan kaidah peraturan yang
berlaku.

ALIH PENGETAHUAN

Jika diperlukan, penyedia jasa konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan
pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek / OPD Kuasa Pengguna
Anggaran berikut :

1. Desain yang belum pernah ada Teknologi sebelumnya pada OPD Kuasa Pengguna Anggaran
dan membutuhkan penanganan khusus memanfaatkannya dilakukan alih pengetahuan pada
pengguna manfaat.
2. Peralatan yang belum pernah digunakan sebelumnya pada OPD Kuasa Pengguna Anggaran dan
membutuhkan pemeliharaan selama penggunanaan dilakukan alih pengetahuan pada operator
peralatan tersebut.

Padang, Juli 2021

Kuasa Pengguna Anggaran


Dinas Pendidikan Prov. Sumatera Barat

TTd

SURYANTO, S.Pd. M.Pd


NIP. 19691005 199101 1 003