Anda di halaman 1dari 3

Ustadz Moch. Asmuin, S.H, S.

Pd Mapel : PPKN Kelas VII


Semester : Gasal

Pada sidang BPUPKI yang pertama istilah Pancasila disepakati


menjadi dasar negara Indonesia. Sejak saat itu, tanggal 1 Juni 1945 di
peringati sebagai “Hari Lahir Pancasila”.
- Sidang kedua pada tanggal 10 Juli – 16 Juli 1945 membahas tentang
pembentukan Undang-Undang Dasar.

1. Rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta


Pada akhir masa persidangan pertama, ketua BPUPKI membentuk panitia
kecil yang bertugas untuk mengumpulkan usul-usul para anggota yang kan
dibahas pada sidang berikutnya (10-16 Juli 1945).
Panitia kecil yang resmi ini beranggotakan 8 orang (panitia delapan) dibawah
pimpinan Soekarno, terdiri atas enam orang wakil golongan kebangsaan dan dua
orang wakil golongan Islam. Panitia delapan ini terdiri atas :
- Soekarno
- Moh. Hatta
- Muh. Yamin
- A.A Marimis
- M. Sutardjo
- Kartohadikoesoemo
- Otto Iskandardinata (Golongann kebangsaan)
- Ki Bagoes Hadikoesoemo
- K.H Wachid Hasjim (Golongan Islam)
Panitia kecil ini mengadakan pertemuan unruk mengumpulkan dan memeriksa
usul-usul menyangkut :
- Indonesia merdeka selekas-lekasnya
- Dasar negara
- Bentuk negara Uni atau Federasi
- Daerah negara Indoensia
- Badan perwakilan rakyat
- Badan penasihat
- Kepala negara
- Masalah pembelaan
- Masalah keuangan

Pada akhir pertemuan tersebut Ir. Soekarno juga mengambil inisiatif


membentuk panitia kecil beranggotakan sembilan orang, yang kemudian
dikenal dengan “Panitia Sembilan”. Yang terdiri atas :

- Soekarno (Ketua)
- Drs, Mohammad Hatta (Anggota)
- Mr. Muhammad Yamin
- Mr. Achmad Subarjo
- Mr. A.A Marimis
- Abdul Kahar Muazakar
- K.H Wachid Hasyim
- H. Agus Salim
- Abikusno Tjokrosujoso

1
Panitia sembilan berhasil membuat kesepakatan yang diberi nama
Piagam Jakarta atau Jakarta Charter isi rumusan dasar negara dalam
piagam jakarta sebagai berikut :
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebikjaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Piagam Jakarta yang dirumuskan panitia sembilan ini menjadi


bahan untuk dilaporkan dalam sidang pleno BPUPKI selanjutnya
pada tanggal 10-16 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang yang
kedua pada masa persidangan kedua ini BPUPKI membahas
tentang hal-hal berikut ini :
a. Bentuk negara
b. Wilayah negara
c. Kewarganegaraan
d. Rancangan Undang-Undang Dasar
e. Ekonomi dan keuangan
f. Pembelaan negara
g. Pendidikan dan pengajaran

Untuk membahasa rancangan Undang-Uandang dasar, dibentuk


panitia perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir.
Soekarno pada tanggal 14 Juli 1945, Ir Soekarno menyampaikan
hasil kerja Panitia Perancang Undang-Uandang Dasar yang isinya
sebagai berikut :

a. Pernyataan Indonesia merdeka


b. Pembukaan Undang-Undang Dasar
c. Batang tubuh Undang-Undang Dasar (konsepnya diambil dari
Piagam Jakarta)

Pada tanggal 15 dan 16 Juli diadakan sidang untuk menyusun UUD


berdasarkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar.
Pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusun UUD.
Laporan diterima sidang pleno BPUPKI. Selesai melaksanakan
tugasnya BPUPKI dibubarkan. Badan yang mengantikan tugas
BPUPKI adalah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI).

Lembaga PPKI dibentuk pada taanggal 7 Agustus 1945 dengan


tugas mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari Jepang kepada
Indonesia. ketua PPKI adalah Ir. Soekarno dan wakilnya adalah
Drs. Mohammad Hatta. Dan bernanggotakan 21 Orang yang
mewakili seluruh lapisan masyarakat Indonesia, yaitu 12 Orang
dari Jawa, 3 orang dari Sumatera, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang
dari Sunda kecil, Maluku serta penduduk Tiongkok.

2
Pada tanggal 18 Agustus 1945, anggota PPKI bertambah enam
orang lagi sehingga semua anggota PPKI berjumlah 27 Orang.
PPKI dalam bahasa Jepang disebut “Dokuritsu Junbi Inkai”.