Anda di halaman 1dari 7

1

PEMAHAMAN KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


SEBAGAI DASAR JIWA NASIONALISME

Agung Nugroho
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP-PGRI Lubuklinggau
nugrohoagung329@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pemahaman terhadap kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia dapat menjadi dasar
menumbuhkan jiwa nasionalisme kaum muda dan pelajar. Dalam hal ini bahasa Indonesia
mempunyai dua kedudukan yaitu sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara. Dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional bahasa berfungsi sebagai lambang
kebanggaan kebangsaan, indentitas nasional, alat perhubungan antarwarga,
antardaerah dan antarbudaya, dan alat pemrsatu suku, budaya dan bahasa di
Nusantara. Sedangkan dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa Indonesia
berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, alat
perhubungan tingkat nasional dan alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan
dan teknologi. Mengimgat pentingnya kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia penulis
mengajak kaum muda dan pelajar untuk menjaga dan terus mengembangkan agar
bahasa Indonesia terus bertahan dan berkembang dalam masa yang akan datang.

Kata Kunci: Kedudukan, Fungsi, bahasa Indonesia, dan Jiwa Nasionalisme

A. PENDAHULUAN pemerintahan maupun dalam kehidupan


1. Latar Belakang sehari-hari. Banyaknya masyarakat asing
Bahasa Indonesia adalah salah satu yang singgah di Nusantara dengan
bahasa yang memiliki sejarah cukup berbagai bentuk bahasa, maka
panjang dalam pembentukannya, baik digunakanlah bahasa melayu sebagai
lisan maupun dalam bahasa tulisnya. bahasa perhubungan. Hal yang menjadi
Bahasa Indonesia merupakan bahasa dasar pemilihanya karena bahasa malayu
melayu yang sudah berada di Nusantara tidak mengenal tingkatan seperti bahasa-
sejak zaman krajaan-krajaan di bahasa yang lainya, sehingga
Nusantara. Menurut Arifin (2008:5) mempermudah penggunanya. Jadi dapat
bukti bahasa melayu digunakan ditarik kesimpulan bahwa bahasa melayu
dinusantara, dengan ditemukanya yang menjadi cikal bakal bahasa
berbagai batu tulis kuno di nusantara, Indonesia sudah memiliki fungsi dan
seperti prasasti kedukan di Palembang, kedudukan tertentu di masyarakat.
prasasti talang tuo di Palembang,
prasasti kota kapur di Banka Barat dan Bahasa Indonesia mengalami
masih banyak lainya. perkembangan yang cukup pesat baik
dalam bentuk lisan maupun tulis sejak
Pada zamanya bahasa melayu yang zaman penjajahan sampai zaman
menjadi cikal bakal bahas Indonesia globalisasi pada saat ini. Berkembang
sudah memiliki peranan dan kedudukan dari ejaan Van Ophuijsen, Soewandi,
yang cukup penting, baik dalam

Melindo sampai Ejaan Yang Disempurnakan yang kita pakai pada saat ini.
Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB2015
2

Kegiatan-kegiatan yang berkaitan


masih dianggap resmi dan tidak keren di
dengan bahasa Indonesia terus
kalangan muda dan pelajar. Lingkungan
ditingkatkan seperti penelitian bahasa,
tempat tinggal indentik dengan bahasa
seminar bahasa sampai dengan kongres
Ibu, lingkungan sosialisasi indentik
bahasa Indonesia yang dilaksanakan
dengan bahasa prokem dan lingkungan
setiap satu tahun sekali, hal ini
sekolah jarang menggunakan bahasa
membuktikan batapa pentingnya
Indonesia dengan baik dan benar,
kedudukan dan fungsi bahasa di mata
membuat bahasa Indonesia semangkin
pemerintahan dan masyarakat Republik
tersisihkan dimata kaum muda dan
Indonesia.
terpelajar. Persoalan-persoalan di atas
Berdasarkan penjelasan di atas sudah apa bila tidak cepat di atasi akan
seharusnya bagi setiap warga negara menimbulkan permasalahan yang lebih
Indonesia merasa bangga dan menjaga rumit dan akan susah untuk di
bahasa Indonesia sebagai bahasa selesaikan, sehingga harapan untuk
persatuan dan nasional kita. Tapi memajukan bahasa Indonesia kedepanya
kenyataan pada masa kini masih banyak nanti hanya tinggal harapan.
kaum muda dan pelajar yang justru
Berdasarkan uraian di atas maka
bangga dengan bahasa asing yang lebih
penulis akan sedikit memaparkan
keren dibandingkan dengan bahasa
makalah yang mengarah pada
Indonesia. Hal ini terlihat seringnya kaum
pemahaman akan kedudukan dan fungsi
muda dan pelajar menggunakan bahasa
bahasa Indonesia di mata kaum muda,
asing dalam pergaulan dan belajar
pelajar dan pembaca umumnya.
ketimbang menggunakan bahasa
Adapun judul makalah yang penulis tulis
Indonesia. Selain itu mencampurkan
adalah “Pemahaman Kedudukan dan
bahasa slank pada bahasa Indonesia
Fungsi Bahasa Indonesia, sebagai Dasar
yang merusak tatanan aturan dan ajaan
Jiwa Nasionalisme Kaum Muda dan
bahasa Indonesia yang benar, sehingga
Pelajar”. Makalah ini nanti diharapkan
para pelajar terbiasa salah dalam
mampu memberikan sedikit dorongan,
penggunaanya.
pupuk dan motifasi baru untuk kaum
Rasa cinta terhadap bahasa muda dan pelajar untuk meningkatkan
Indonesia tidak tertanam dalam jiwa jiwa Nasionalisme akan bahasa
dan raga kaum muda dan pelajar, Indonesia, sehingga nantinya bahasa
dikarenakan mereka tidak pernah tahu Indonesia dapat berkembang dan
dan paham akan kedudukan dan fungsi mendunia.
bahasa Indonesia di NKRI ini. Tidak
Masalah ang dikaji dalam
tertanamnya rasa nasionalisme terhadap
makalah ini adalah “Apakah
bahasa Indonesia, karena faktor
pemahaman kedudukan dan fungsi
lingkungan, baik tempat tinggal, tempat
bahasa Indonesia dapat dijadikan dasar
bersosialisasi maupun di sekolah tidak
jiwa nasionalisme kaum muda dan
mendukung penggunaan bahasa
pelajar?” Sejalan dengan rumusan
Indonesia secara baik. Bahasa Indonesia
masalah, tujuan penulisan makalah ini
adalah untuk memberikan pemahaman
terhadap kedudukan dan fungsi Bahasa
Indonesia

sebagai dasar jiwa nasionalisme kaum muda dan pelajar.


Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa
UNIB2015
3

Makalah ini diharapkan berman-


faat untuk: keluarga krajaan di sekitar Sumatera,
a. Penulis, melatih kemampuan menulis Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini
ilmiah sekaligus sebagai alat ukur lebih sulit kerana penggunaanya sangat
pemahaman penulis terhadap halus, penuh sindiran, dan tidak
pemahaman kedudukan dan fungsi seekspresif bahasa Melayu pasar.
bahasa Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda yang
b. Kaum Muda dan Pelajar, menganggap kelenturan Melayu pasar
memberikan pemahaman akan mengancam keberadaan bahasa dan
kedudukan dan fungsi bahasa budaya. Belanda berusaha meredamnya
Indonesia, sehingga nantinya mampu dengan mempromosikan bahasa Melayu
memupuk jiwa nasionalisme tinggi, di antaranya dengan penerbitan
terhadap bahasa Indonesia. karya sastra dalam bahasa Melayu tinggi
c. Pembaca umum, memberikan oleh Balai Pustaka. Tetapi bahasa Melayu
gambaran betapa pentingnya pasar sudah terlanjur diambil oleh
bahasa Indonesia bagi NKRI, banyak pedagang yang melewati
sehingga kita sebagai warga negara Indonesia.
Bahasa Indonesia dengan
Indonesia yang baik harus mampu
perlahan-lahan, tetapi pasti, berkembang
menjaga dan memelihara bahasa
dan tumbuh terus. Pada waktu akhir-
Indonesia sebagai bahasa persatuan
akhir ini perkembangannya itu menjadi
dan kesatuan NKRI.
demikian pesatnya sehingga bahasa ini
B. PEMBAHASAN telah menjelma menjadi bahasa
1. Sejarah Singkat Bahasa Indonesia moderen, yang kaya akan kosakata dan
Bahasa Indonesia berasal dari mantap dalam strukturnya.
bahasa melayu termasuk ke dalam Pada tanggal 28 oktober 1928,
rumpun bahasa Austronesia yang telah para pemuda dan pelajar mengikrarkan
digunakan sebagai lingua franca di Sumpah Pemuda. Naskah Putusan
Nusantara sejak abad-abad awal Kongres Pemuda tahun 1928 itu berisi
penanggalan modern, paling tidak tiga butir kebulatan tekad sebagai
dalam bentuk informalnya (Alek,dkk. berikut:
2010:8). Bentuk bahasa sehari-hari ini “Pertama: Kami putra dan putri
sering dinamai dengan istilah melayu Indonesia mengaku bertumpah
pasar. Jenis ini sangat lentur sebab darah yang satu, tanah
sangat mudah dimengerti dan efektif, Indonesia. Kedua: Kami putra
dengan toleransi kesalahan sangat dan putri Indonesia mengaku
besar dan mudah menyerap istilah- berbangsa yang satu, bahasa
istilah lain dari berbagai bahasa yang Indonesia. Ketiga: Kami putra dan
digunakan para penggunanya. putri Indonesia menjujung bahasa
Selain Melayu pasar terdapat persatuan, bahasa Indonesia”.
pula istilah Melayu Tinggi. Pada masa Berdasarkan putusan kongres
lalu Melayu tinggi digunakan kalangan pemuda di atas tergambar begitu
tingginya Nasionalisme kaum muda dan
pelajar pada masa itu untuk
mengangkat derajat dan martabat
bahasa Indonesia
di Nusantara, tanpa paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Kaum muda dan

Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB2015


4

pelajar begitu bekobarnya semangat


memperjuangkan pasal khusus (Bab XV, pasal 36). Jadi
kemerdekaan dan pengakuan bahasa dapat disimpulkan jika kedudukan
Nasional yaitu Bahasa Indonesia di mata bahasa Indonesia adalah bahasa nasional
dunia. dan bahasa negara. Hal ini yang selama
ini tidak diketahui oleh semua kaum
Berdasarkan penjelassan di atas kita muda dan pelajar, dimana bahasa
kaum muda dan pelajar masa kini Indonesia begitu fital di Negara
tinggal melanjutkan Kesatuan Republik Indonesia ini. Bahasa
perjuangan untuk Indonesia menjadi jantung dari bangsa
kedepanya. Kaum muda dan pelajar Indonesia yang sudah menjadi
harus mampu memupuk jiwa keharusan sebagai generasi penerus
nasionalisme terhadap bahasa Indonesia, untuk menjaga dan mengembangkanya.
bersemangat untuk mengembangkan
dan melestarikan agar bahasa yang Dalam kedudukanya bahasa
selama ini diperjuangkan keberadaanya Indonesia harus benar-benar dipahami
tidak rusak apa lagi hilang tergerus oleh semua kalangan terutama kaum
zaman dan masa. Kita harus mampu muda dan pelajar, agar jiwa patriotisme
menyesejajarkan bahasa Indonesia dan nasionalisme mereka terus terjaga,
dalam barisan bahasa Internasional hal ini berkenaan dengan keadaan saat
yang lainya, tidak boleh kalah dengan ini yang semangkin hari semangkin krisis
bahasa asing yang selama ini terus akan jiwa nasionalisme tersebut. Kaum
masuk dan di agung-agungkan. Kaum muda dan pelajar lebih bangga akan
muda dan pelajar NKRI harus bersatu bahasa asing, seperti bahasa Inggris,
dengan tekad Mandarin, Arab dan lainya, yang
28 Oktober 1928 untuk terus menjaga menyampingkan bahasa nasional dan
bahasa Indonesia sebagai bahasa negara kita, hal ini karena bahasa
persatuan. Indonesia adalah bahasa Ibu yang mudah
untuk dipahami dan tidak memerlukan
2. Kedudukan Bahasa Indonesia Dasar belajar khusus. Dalam kenyataanya
Jiwa Nasionalisme masih banyak kaum muda dan pelajar
Bahasa Indonesia mempunyai yang tidak tahu bahsa Indonesia yang
kedudukan yang sangat penting, seperti baik dan benar, mulai dari tingkatan
tercantum pada ikrar ketiga Sumpah pendidikan dasar sampai dengan
Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra tingkatan perguruan tinggi, hal ini sesuai
dan putri Indonesia menjunjung bahasa dengan kenyataan yang pernah diteliti
persatuan, bahasa Indonesia”. Ini oleh salah satu mahasiswa yang pernah
berarti bahwa bahasa Indonesia penulis bimbing. Dari hasil penelitian
berkedudukan sebagai bahasa nasional; tentang kedudukan dan fungsi bahasa
kedudukanya berada di atas bahasa- Indonesia dalam kegiatan belajar
bahasa daerah. mengajar terlihat jika sebagian besar
pelajar tidak menggunakan bahasa
Menurut (Arifin,dkk. 2008:12) Bahasa
Indonesia dengan baik dan benar,
Indonesia juga berkedudukan sebagai
mereka lebih sering menggunakan
bahasa negara, hal ini tercantum dalam
bahasa daerah dengan campuran
Undang-Undang Dasar 1945 tercantum
bahasa asing yang sudah jelas merusak
tatanan

Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa


UNIB2015
5

kebahasaan yang telah dibakukan di


dan pelajar membina dan
Indonesia. Selain itu pendidik dalam hal
mengembangkanya sedemikian rupa
ini Guru dalam kegiatan belajar mengajar
sehingga bersih dari unsur-unsur
juga masih banyak yang tidak
bahasa lain.
menggunakan bahasa Indonesia secara
c. Alat Perhubungan Antarwarga,
efektif, hal ini juga berpengaruh
Antardaerah, Antarbudaya
terhadap pola pikir pelajar, sehingga
Bahasa Indonesia memiliki peranan
mereka tidak terbiasa untuk
yang fital dimasyarakat umum dan
menggunakan bahasa Indonesia dengan
nasional. Berkat adanya bahasa
baik dan benar, dimana tujuan akhir
Indonesia masyarakat dapat
akan mengarah pada tidak terjaganya
berhubungan satu dengan yang lain
kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
sedemikian rupa sehingga
dengan baik di mata kaum muda dan
kesalahpahaman sebagai akibat
pelajar.
perbedaan latar belakang sosial
3. Fungsi Bahasa Indonesia Dasar Jiwa budaya dan bahasa tidak perlu
Nasionalisme. dikawatirkan. Masyarakat dapat
Menurut buku Arifin (2008:12) berpergian ke seluruh plosok tanah
kedudukan bahasa Indonesia sebagai air dengan hanya memanfaatkan
bahasa nasional memiliki fungsi, bahasa Indonesia sebagai satu-
diantaranya: satunya alat komunikasi.

a. Lambang Kebanggaan Kebangsaan d. Alat Pemersatu Suku Budaya dan


Di dalam fungsinya sebagai Lambang Bahasanya.
Kebangaan Kebangsaan, bahasa Bahasa Indonesia sebagai alat
Indonesia mencerminkan nilai-nilai pemersatu suku, budaya dan bahasa
sosial budaya yang mendasari rasa maksudnya, bahasa Indonesia
kebangsaan. Atas dasar kebangaan memungkinkan keserasian di antara
ini, bahasa Indonesia harus terus suku-suku, budaya dan bahasa di
dijaga, pelihara dan kembangkan Nusantara, tanpa harus
serta rasa kebanggan pemakainya menghilangkan indentitas kesukuan
senantiasa kita bina. dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial
b. Lambang Indentitas Nasional budaya serta latar belakang bahasa
Bahasa Indonesia fungsinya sebagai daerah yang bersangkutan. Lebih dari
Indentitas Nasional, yang mengarah itu, dengan bahasa nasional itu
pada penghargaan terhadap bahasa masyarakat dapat meletakkan
Indonesia selain bendera dan kepentingan nasional jauh di atas
lambang negara. Di dalam fungsinya kepentinggan daerah atau golongan.
bahasa Indonesia tentulah harus Sedangkan kedudukan bahasa
memiliki indentitasnya sendiri, Indonesia sebagai bahasa negara
sehingga serasi dengan lambang memiliki fungsi diantaranya:
kebangsaan yang lain. Bahasa
Indonesia memiliki indentitasnya a. Bahasa Resmi Kenegaraan
hanya apabila masyarakat Maksud dari Bahasa Indonesia
pemakainya terutama kaum muda sebagai bahasa resmi kenegaraan,
bahwa bahasa Indonesia dipakai di
dalam kegiatan-kegiatan resmi peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik
kenegaraan seperti upacara, dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk
Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB2015
6

tulisan. Salah satu kegiatan tersebut


dan indentitasnya sendiri, yang
adalah penulisan dokumen dan
membedakanya dengan kebudayaan
putusan-putusan serta surat-surat
daerah.
yang dikeluarkan oleh pemerintah
dan badan-badan kenegaraan lainya,
4. Hubungan Bahasa Indonesia
serta pidato- pidato kenegaraan.
dengan Nasionalisme
b. Bahasa Pengatar dalam Pendidikan
Bahasa Indonesia adalah bahasa
Bahasa Indonesia memiliki fungsi fital
nasional dan bahasa kenegaraan yang
di dunia pendidikan di nusantara ini,
memiliki fungsi dan arti tersendiri bagi
mulai dari taman kanak-kanak
rakyat Indonesia. Peranan bahasa
sampai dengan perguruan tinggi di
Indonesia sangat fital sebagai alat
seluruh Indonesia, kecuali pada
pemersatu NKRI, di segala bidang. Jadi
daerah-daerah tertentu yang masih
sudah sepantasnya bahasa Indonesia
menggunakan bahasa daerah sebagai
terus dijaga, dan itu merupakan
bahasa pengantarnya seperti Aceh,
tanggungjawab bersama terutama kaum
Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan
muda dan pelajar.
Makasar, akan tetapi hanya sampai
Nasionalisme adalah paham atau
tahun ke tiga pendidikan Sekolah
ajaran untuk mencintai bangsa dan
Dasar.
c. Alat Perhubungan pada Tingkat negara sendiri (Alwi, dkk. 2003:775).
Nasional Jadi nasionalisme adalah kesadaran
Dalam hal ini bahasa Indonesia masyarakat suatu negara secara iklas dan
dipakai bukan saja sebagai alat rela berkorban untuk bangsa dan
komunikasi timbal-balik antara negaranya sendiri. Jiwa nasionalisme
pemerintah dan masyarakat luas, dan sudah semestinya tertanam di semua
bukan saja sebagai alat lapisan masyarakat, terutama kaum
perhubungan antardaerah, dan muda dan pelajar agar negara kesatuan
antarsuku, melainkan juga sebagai tetap utuh dan berkembang sesuai
alat perhubungan di dalam dengan yang diharapkan.
masyarakat yang sama latar Berdasarkan penjelasan di atas
belakang sosial budaya dan tergambar jelas bahwa bahasa
bahasanya. Indonesia yang menjadi tiang penegak
d. Alat Pegembangan Kebudayaan, persatuan secara langsung akan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. menumbuhkan bibit nasionalisme pada
Di dalam hubungan ini, bahasa semua kalangan. Rasa cinta dan bangga
Indonesia adalah satu-satunya alat menggunakan bahasa Indonesia akan
yang memungkinkan kita membina memupuk rasa bangga terhadap NKRI
dan mengembangkan kebudayaan yang mengarah pada semangkin utuh
nasional sedemikian rupa sehingga dan kuatnya Indonesia ini. Peran kaum
bahasa Indonesia memiliki ciri-ciri muda dan pelajar memiliki peranan
sentral pada pelaksanaannya,
dengan tidak
menyampingkan bahasa Indonesia dan
mengelu-elukan bahasa Asing, akan
tetapi justru terus berusaha

menduniakan bahasa kebanggaan kita


bahasa Indonesia. C. Kesimpulan

Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa


UNIB2015
7

Berdasarkan penjelasan di atas


jiwa nasionalisme terhadap bahasa
dapat diketahui bahwa kedudukan
Indonesia.
dan fungsi bahasa Indonesia yang
teramat penting di Negara Kesatuan
D. Saran
Republik Indonesia ini, sehingga
Berdasarkan kesimpulan di atas
memerlukan perjuangan yang tidak
ada beberapa saran yang inggin
mudah untuk kita sebagai kaum
penulis sampaikan diantaranya:
muda dan pelajar mempertahankan
Pertama: Sebagai kaum muda dan
dan mengembangkannya.
pelajar harus terus membekali diri
Bahasa Indonesia memiliki fungsi
dengan kemampuan-kemampuan
dalam segala bidang, baik sosial,
budaya, pendidikan dan Ilmu yang bermanfaat, terutama bidang
Pengetahuan. Peranan bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
Indonesia sebagai pengatar dan Kedua: Kaum Muda dan Pelajar harus
penghubung di masyarakat sangat terus bangga menggunakan bahasa
penting, sehingga masyarakat kita Indonesia dan tidak terus mengelu-
mampu mengembangkan pemikiran elukan bahasa asing, karena dengan
dan ide-ide dengan baik. bangga terhadap bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia dalam berarti kita ikut berperan
kenyataannya sekarang ini mulai mengembangkan dan
redup di dalam jiwa kaum muda dan mempertahankan salah satu jati diri
pelajar. Hal ini terlihat kenyataan di NKRI. Ketiga: Pembaca, harus
masyarakat, dimana mereka lebih mampu menjaga, mengembangkan
bangga dan senang apa bila mampu dan mempertahankan bahasa
berbahasa asing ketimbang kebanggaan kita yaitu bahasa
menggunakan bahasa Indonesia. Indonesia dengan jiwa dan raga
Bahasa Indonesia di campur-campur yang kita miliki.
sehingga tatanan atau Ejaan Yang
Disempurnakan tidak diindahkan lagi,
yang mengarah tidak sesuainya lagi Daftar Pustaka
tatanan itu. Di lingkungan keluarga,
orang tua sudah membiasakan anak- Alek, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk
anak untuk menggunakan bahasa Perguruan Tinggi. Jakarta:
asing karena bahasa asing dianggap Kencana.
penting di dunia pendidikan
nantinya, sehingga tidak jarang Alwi, dkk. 2003. Kamus Besar Bahasa
remaja sekarang engan lagi Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
berbahasa Indonesia. Jadi dapat
disimpulkan sekarang Indonesia Arifin, dkk. 2010. Cermat Berbahasa
mengalami darurat atau krisisnya Indonesia. Jakarta: AKAPRESS.

Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata


Kuliah Pengembangan di PT.
Jakarta: Grasindo.

Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB2015