Anda di halaman 1dari 4

Sumber:

Sastroasmoro S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. 5th ed. Jakarta: Sagung Seto;
2014.

Zainuddin, M. (2011). Metodologi penelitian kefarmasian dan kesehatan. Surabaya:


Airlangga University Press.

Sampel adalah sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian yang
digunakan apabila ukuran populasinya relatif besar. Sampel yang diambil dari sebuah
populasi harus mewakili populasinya, sehingga data yang diperoleh dari sampel tersebut
dapat digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri karakteristik populasinya. Sampel yang
memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya
disebut sampel representatif. Ciri karakteristik sampel disebut statistik.

Dalam metode ini pengambilan sampel yang dipergunakan perlu diperhatikan lebih lanjut
dengan memperhatikan beberapa ketentuan yaitu:

1. Populasi Penelitian

Data penelitian yang diperoleh dari sample populasi deangan


mempertimbangkan keterkaitan antara individu dengan populasi, prosedur dan jenis
penelitian.

2. Cara Pemilihan Sample

Sampel yang digunakan harus representatif dan akurat. Representatif ditentukan


oleh homogenitas populasi, besar sample, banyaknya karakter subjek yang akan
diteliti dan kecocokan teknik pemilihan sample. Prosedur pengambilan sampel dapat
dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu:

a. Probability Sampling

1) Simple Random Sampling

2) Sistematik Random Sampling

3) Stratified Random Sampling

4) Cluster Random Sampling


5) Multistage Random Sampling

b. Non Probability Sampling

1) Convenience atau accidental Sampling

2) Purposive Sampling

3) Judgment Sampling

4) Expert Sampling

5) Quota Sampling

3. Penetapan Besar Sample

Dalam penetapan besar sample perlu adanya teori sampling yang melibatkan
rumus statistik, tetapi tidak mencakup semua penelitian. Pada Penelitian Deskriptif,
dapat menggunakan Non Probability Sampling yang tidak memerlukan rumus statistic
dan pada penelitian Analitik dapat menggunakan Probability Sampling yang
memerlukan rumus statistik. Ketentuan umum yang perlu diperhatikan dalam
penetapan besar sampel untuk menaksir parameter atau menguji hipotesis:

 Data yang digunakan merupakan kontinyu atau kategorikal / diskrit.

 Untuk penelitian Observasional atau Experimental.

 Berapa presisi yang dikehendaki

 Adakah nilai parameter populasi yang diketahui

Menurut Zainuddin (2011), langkah-langkah atau tahapan yang perlu diperhatikan dalam
melakukan sampling adalah sebagai berikut:

1. menetapkan populasi penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian


2. menentukan variabel-variabel yang akan diamati dan diukur

3. menentukan kerangka sampel (sampling frame) yang akan digunakan

4. menentukan teknik sampling yang relevan dengan tujuan penelitian

5. menentukan jumlah sampel yang akan digunakan


6. menyesuaikan dan mempertimbangkan biaya yang harus disediakan

Teknik Sampling pada desain penelitian Kohort menggunakan Randomisasi (simple random
sampling), yaitu individu-individu pada sampel mempunyai kesempatan yang sama untuk
menjadi kelompok exposure (E+) atau tidak mendapatkan exposure (E-). Random sampling,
memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Zainuddin, 2011):

1. Tiap unit atau individu populasi mempunyai kesempatan atau probabilitas yang sama
untuk menjadi sampel. jadi nilai probabilitas tiap unit populasi untuk terpilih sebagai
unit sampel adalah sama, tidak = 0 dan atau tidak = 1.
2. Random sampling merupakan salah satu asumsi pemakaian statistik inferensial.

3. Jika menggunakan teknik random sampling dapat dilakukan generalisasi dengan


tingkat validitas generalisasi sangat baik. Dengan kata lain, jika tujuan penelitian
adalah untuk melakukan generalisasi, maka teknik sampling yang terbaik adalah
random sampling.

Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul
dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error.
Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil
secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat. Contohnya ada sebuah populasi
yang terdiri dari 12 orang dan disusun dalam bentuk abjad A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L.
Bila dari populasi tersebut diambul 2 orang sebagai sampel maka akan diperoleh kombinasi
sebagai berikut:

 AB, AC, AD, AE, AF, AG, AH, AI, AJ, AK, AL, BC, BD, BE, BF, BG, BH, BI, BJ,
BK, BL, CD, CE, CF, CH dan seterusnya sebanyak 66 buah kombinasi sampel.

 Berdasarkan kombinasi tersebut, A mempunyai peluang untuk diambil sebagai sampel


sebanyak 11 kali, demikian pula dengan B, C, D, E dan seterusnya.

Dengan demkian, setiap unit mempunyai peluang 11/66 atau 1/6. Secara umum, bila
diambil sampel sebanyak n dari populasi N maka peluang setiap unit untuk diambil sebagai
sampel adalah n/N