Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TUGAS KELOMPOK

FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN,


DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Dina Sarah Syahreza,SE.,M.Si

DISUSUN OLEH KELOMPOK:

HAMIDAH HASIBUAN (7201220002)

INDAH ANGGRAINI (7201220005)

ANY SYAHPUTRI (7201220006)

DIYA AYU MIRZA (7201220010)

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga


kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. ini guna
memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Pengantar Manajemen yang
bertuujuan untuk memberikan pengetahuan yang berjudul Fungsi Perencanaan
dan Pengambilan Keputusan,Desain dan Struktur Organisasi.

Kami sadar bahwa dalam makalah ini banyak sekali kekurangan dan
kelemahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat
diharapkan demi perbaikan yang semestinya pada makalah ini sangat kami
harapkan pada semua pihak yang berkenan memperhatikan isi dan
penulisannya.

Kami berharap mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi para pembaca


makalah ini.

Medan 17 Oktober 2020


DAFTAR ISI

Kata pengantar.........................................................................................1

Daftar isi....................................................................................................2

Bab I...........................................................................................................3

Pendahuluan ........................................................................................3

Bab II..........................................................................................................4

Pembahasan.........................................................................................4

a. Fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan...........................4


b. Tahapan perencanaan......................................................................7
c. Pengambilan keputusan...................................................................8
d. Struktur dan desain organisasi.......................................................10

Bab III........................................................................................................13

Penutup................................................................................................13

a. Kesimpulan.....................................................................................13
b. Saran ..............................................................................................13

Daftar pustaka............................................................................................14
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap
kegiatan yang terjadi dalam berbagai organisasi. Perencanaan merupakan
langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi.
Perencanaan yang kurang baik sama saja dengan membuat rencana untuk
gagal. Namun, perencanaan yang baik bukanlah segala-galanyauntuk
mencapai kesuksesan. Karena reencana yang baik tanpa disertai
implementasi hanya menjadi rencana di atas kertas dan angan-angan saja.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari perencanaan?
2. Apa manfaat perencanaan?
3. Apa saja tahap- tahapan perencanaan?
4. Apa pengertian pengambilan keputusan?
5. Apa yg dimaksud struktur organisasi dan desain organisasi?
6. Apa saja jenis struktur organisasi?
7. Model-model desain organisasi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan maksud dari
perencanaan,pengambilan keputusan dan desain, struktur organisasi
2. Untuk mengetahui tahap-tahap dari perencanaan
3. Untuk mengetahui struktur-struktur organisasi dan desain organisasi
4. Untuk mengetahui model-model desain organisasi
BAB II

PEMBAHASAN

A. Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

Pengertian fungsi perencanaan

Perencanaan ( planning ) merupakan proses menetapkan tujuan dan memilih


cara untuk merealisasikan rencana tersebut. Menurut Robins dan Coulter
(2002),”Planning is a proces that involves defining the organization’s goals,
estabilishing an overall strategy for achieving those goals, and develoving a
comperensive set of plans to integrate and coordinate organizational work”.
Artinya, Perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan
organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut
secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh
untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisai
hingga tercapainya tujuan organisasi.

Pengertian fungsi perencanaan menurut para ahli:


1. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel

Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih


tujuan-tujuan, kebijakaan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program, dari
alternatif yang ada.

2. G.Terry

Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta


asumsi-asumsi mengenai masa datang dengan jalan menggambarkan dan
merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang
diinginkan.

3. Lois A. Allen

perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil


yang diinginkan.
4. Billy E. Goetz

Perencanaan adalah pemilihan yang fundamental dan masalah perencanaan


timbul, jika terdapat alternatif-alternatif.

Fungsi perencanaan:

Pada umumnya perencanaan itu fungsinya untuk mencapai efektivitas serta


efisiensi dalam sebuah kegiatan atau aktivitas organisasi. Oleh karena itu untuk
selanjutnya jika kita dapat melakukan usaha mengidentifikasi segala jenis
hambatan, melakukan koreksi terhadap penyimpangan itu dengan secepat
mungkin, sehingga sebuah organisasi dapa dikendalikan dengan baik.

Tujuan Perencanaan (Objective Of Planning)

• perencanaan bertujuan untuk menentukan tujuan, kebijakaan-kebijakaan,


prosedur, dan program serta memberikan pedoman cara-cara pelaksanaan
yang efektif untuk mencapai tujuan.
• bertujuan untuk menjadikan tindakan ekonomis, karena semua potensi
yang dimiliki terarah dengan baik kepada tujuan.
• satu usaha untuk memperkecil resiko yang dihadapi pada masa yang akan
datang.
• kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara teratur dan bertujuan.
• memberikan gambaran yang jelas dan lengkap tentang seluruh pekerjaan.
• perencanaan membantu penggunaan suatu alat pengukuran hasil kerja.
• perencanaan menjadi suatu landasan untuk pengendalian.
• perencanaa merupakan usaha untuk menghindari mismanagement dalam
penempatan karyawan.
• perencanaan membantu peningkatan daya daya guna dan hasil guna
organisasi.

Jenis-Jenis Perencanaan
Secara Umum Perencanaan itu dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Perencanaan Berdasarkan Ruang Lingkup

• Rencana strategis (strategic planning), yaitu perencanaan yang di


dalamnya terdapat uraian mengenai suatu kebijakan jangka panjang serta
juga waktu pelaksanaan yang lama. Pada Umumnya jenis perencanaan ini
akan sangat sulit untuk diubah.
• Rencana taktis (tactical planning), yaitu perencanaan yang di dalamnya
terdapat sebuah penjelasan mengenai kebijakan yang memiliki sifat
jangka pendek, mudah untuk disesuaikan kegiatannya selama tujuannya
tersebut masih sama.
• Rencana terintegrasi (integrated planning), yaitu perencanaan yang di
dalamnya terdapat sebuah ulasan secara menyeluruh serta memiliki sifat
terpadu.

2. Perencanaan Berdasarkan Tingkatan

• Rencana induk (master plan), yaitu perencanaan yang mempunyai fokus


pada kebijakan sebuah organisasi yang mana di dalamnya terdapat tujuan
jangka panjang dan ruang lingkupnya luas.
• Rencana operasional (operational planning), yaitu perencanaan yang
mempunyai fokus pada pedoman atau juga petunjuk dalam pelaksanaan
program-program organisasi.
• Rencana harian (day to day planning), adalah perencanaan yang di
dalamnya terdapat suatu kegiatan harian yang sifatnya rutin.

3. Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu

• Rencana jangka panjang (long term planning), adalah perencanaan


yang dibuat dan juga berlaku untuk jangka waktu 10 sampai dengan 25
tahun.
• Rencana jangka menengan (medium range planning), yaitu
perencanaan yang dibuat dan juga berlaku untuk jangka waktu 5 sampai
dengan 7 tahun.
• Rencana jangka pendek (short range planning), adalah perencanaan
yang dibuat serta hanya berlakunya itu selama kurang lebih 1 tahun.
B. Tahapan perencanaan

• Menetapkan target atau tujuan, perencanaan dimulai dengan


keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan
organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan target atau
tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya
secara tidak efektif.
• Merumuskan keadaan saat ini, pemahaman akan posisi atau
keadaan organisasi sekarang ini dari pada tujuan yang hendak
dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk
pencapaian tujuan merupakan hal sangat penting, karena tujuan
dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya
setelah keadaan organisasi saat ini dianalisa, rencana dapat
dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih
lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi-terutama
keuangan dan data statistik yang didapat melalui komunikasi
dalam organisasi.
• Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, segala
kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu
diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam
mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor
lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi
mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah.
Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan
kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu
mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.

• Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk


pencapaian tujuan, Tahap terakhir dalam proses perncanaan
meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk
pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan
pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara
berbagai alternatif yang ada.
C. Pengambilan Keputusan
1. Pengertian pengambilan keputusan

Pengambilan Keputusan, merupakan suatu tindakan yang menentukan hasil


dalam memecahkan masalah dengan memilih suatu jalur tindakan di antara
beberapa alternatif yang ada melalui suatu proses mental dan berfikir logis dan
juga mempertimbangkan semua pilihan alternatif yang ada yang mempunyai
pengaruh negatif atau pun positif.

Pengambilan keputusan mempunyai peranan penting dalam manajemen karena


keputusan yang diambil oleh manajer merupakan keputusan akhir yang harus
dilaksanakan dalam organisasi-nya atau bisnis yang dijalankannya. Keputusan
manajer sangat penting karena menyangkut semua aspek. Kesalahan dalam
mengambil keputusan bisa merugikan organisasi, mulai dari merusak nama baik
organisasi atau perusahaan sampai pada kerugian uang. Maka oleh sebab itu
manajer harus berhati – hati dalam mengambil keputusan.

Beberapa Pengertian Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli, Sebagai


Berikut:

1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah


sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih
alternatif yang mungkin.
2. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis
terhadap suatu masalah,pengumpulan fakta dan data.
3. Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan
keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara
bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan
tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya,
petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

4. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu


dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan
pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara
sejumlah alternatif.
Contoh kasus dalam tipe-tipe proses pengambilan keputusan : Dalam
sepanjang hidupnya manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan atau
alternatif dan pengambilan keputusan.

Hal ini sejalan dengan teori real life choice,yang menyatakan dalam kehidupan
sehari-hari manusia melakukan atau membuat pilihan – pilihan di antara
sejumlah alternatif. Pilihan-pilihan tersebut biasanya berkaitan dengan alternatif
dalam penyelesaian masalah yakni upaya untuk menutup terjadinya kesenjangan
antara keadaan saat ini dan keadaan yang diinginkan. Begitu pula dengan
perusahaan. Perusahaan juga butuh mengambil keputusan-keputusan yang
nantinya akan mempengaruhi perusahaan itu ke depannya.

Dan tentunya dalam pengambilan keputusan, keputusan-keputusan tersebut


harus dipikirkan secara matang terlebih dahulu agar tidak merugikan
perusahaan tersebut dan pihak-pihak yang terkait. Pengambilan keputusan
secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternativ.

Fungsi dan Tujuan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah


memiliki fungsi antara lain sebagai pangkal permulaan dari semua aktivitas
manusia yang sadar dan terarah, baik secara individual maupun secara
kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional. Selain itu
pengambilan keputusan juga merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya
bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, di mana efeknya
atau pengaruhnya brlangsung cukup lama.

Adapun tujuan dari pengambilan keputusan antara lain:

1.Tujuan yang bersifat tunggal

Tujuan pengambilan kputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan


yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali
diputuskan, tidak akan ada kaitannya dengan masalah lain.

2. Tujuan yang bersifat ganda

Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan


yang dihasilkan itu menyangkut satu masalah, artinya bahwa satu kepputusan
yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah (atau lebih), yang bersifat
kontradiktif atau yang tidak bersifat kontradiktif.
D.Struktur dan Desain Organisasi

Pengertian struktur organisasi

Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai komponen atau unit-unit


kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Dengan adanya struktur
organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau
kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik. Selain itu, dengan
adanya struktur tersebut maka kita bisa mengetahui beberapa spesialisasi dari
sebuah pekerjaan, saluran perintah, maupun penyampaian laporan.Dalam
penjelasan struktur tersebut terdapat hubungan antar komponen dan posisi yang
ada di dalamnya, dan semua komponen tersebut mengalami saling
ketergantungan. Artinya, masing-masing komponen di dalamnya akan saling
mempengaruhi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada sebuah organisasi
secara keseluruhan.

Pengertian desain organisasi

adalah sebuah proses memilih dan mengelola aspek-aspek struktural dan


kultural yang dilakukan oleh para manajer sehingga organisasi mampu
mengendalikan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
bersama.

Prinsip-prinsip organisasi

Menurut Henri Fayol mencoba mengembangkan prinsip-prinsip umum yang


dapat diaplikasikan pada semua manajer dari semua tingkatan organisasi, dan
menjelaskan fungsifungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer. Fayol
mengusulkan empat belas prinsip yang menurutnya dapat digunakan secara
universal. Keempat belas prinsip itu sebagai berikut

. 1. Pembagian kerja. Prinsip ini sama dengan ”pembagian kerja” Adam Smith.
Spesialisasi menambah hasil kerja dengan cara membuat para pekerja lebih
efisien.

2. Wewenang. Manajer harus dapat memberi perintah. Wewenang memberikan


hak ini kepadanya. Tetapi wewenang berjalan seiring dengan tanggung jawab.
Jika wewenang digunakan, timbullah tanggung jawab. Agar effektif, wewenang
seorang manajer harus sama dengan tanggung jawabnya.
3. Disiplin. Para pegawai harus mentaati dan menghormati peraturan yang
mengatur organisasi. Disiplin yang baik merupakan hasil dari kepemimpinan
yang effektif, suatu saling pengertian yang jelas antara manajemen dan para
pekerja tentang peraturan organisasi serta penerapan hukuman yang adil bagi
yang menyimpang dari peraturan tersebut.

4. Kesatuan komando. Setiap pegawai seharusnya menerima perintah hanya


dari seorang atasan.

5. Kesatuan arah. Setiap kelompok aktivitas organisasi yang mempunyai tujuan


sama harus dipimpin oleh seorang manajer dengan menggunakan sebuah
rencana

. 6. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu.


Kepentingan seorang pegawai atau kelompok pegawai tidak boleh
mendahulukan kepentingan organisasi secara keseluruhan.

7. Remunerasi. Para pekerja harus digaji sesuai dengan jasa yang mereka
berikan.

8. Sentralisasi. Ini merujuk kepada sejauh mana para bawahan terlibat dalam
pengambilan keputusan. Apakah pengambilan keputusan itu di sentralisasi
(pada manajemen) atau didesentralisasi (pada para bawahan) adalah masalah
proporsi yang tepat. Kuncinya terletak Pada bagaimana menemukan tingkat
sentralisasi yang optimal untuk setiap situasi.

9. Rantai skalar. Garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat


yang paling rendah merupakan rantai skalar. Komunikasi harus mengikuti rantai
ini. Tetapi, jika dengan mengikuti rantai tersebut malah tercipta kelambatan,
komunikasi silang dapat diizinkan jika disetujui oleh semua pihak, sedangkan
atasan harus diberitahu.

10. Tata tertib. Orang dan bahan harus ditempatkan pada tempat dan waktu
yang tepat.

11. Keadilan. Para manajer harus selalu baik dan jujur terhadap para bawahan

12. Stabilitas masa kerja para pegawai. Perputaran (turnover) pegawai yang
tinggi adalah tidak efisien. Manajemen harus menyediakan perenanaan
personalia yang teratur dan memastikan bahwa untuk mengisi kekosongan harus
selalu ada pengganti.

13. Inisiatif. Para pegawai yang diizinkan menciptakan dan melaksanakan


rencana-rencana akan berusaha keras.
14. Esprit de corps. Mendorong team spirit akan membangun keselarasan dan
persatuan di dalam organisasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi
manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang
berubah dinamis. Dalam era globalisasi, perencanaan harus lebih
mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis, bukan hanya
intuisi 8 dugaan.
Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaitu
perencanaan organisasi dan perencanaan kontijensi. Perencanaan
organisasi terbagi menjadi tiga yaitu perencanaan strategis, taktis, dan
operasional.
Dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentujk
organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa
perencanaan. Dalam sebuah perencanaan perlu memperhatikan sifat
rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan
secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi
yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai
suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Struktur organisasi merupakan out line di dalam skema organisasi,
dari penempatan tugas yang paling atas sampai pada penetapan tugas
yang paling bawah.
Desain organisasi merupakan konstruksi dan mengubah struktur
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

SARAN
Dengan adanya makalah ini penulis dan pembaca dapat mengetahui
secara mendalam tentang Fungsi Perencanaan dan Pengambilan
Keputusan, Desain dan Struktur Organisasi. Serta penulis berharap
dengan adanya makalah ini juga dapat berguna bagi mahasiswa dan
semua kalangan serta semua pihak. Melalui makalah ini kita bisa
memahami lebih lanjut tentang Fungsi Perencanaan dan Pengambilan
Keputusan, Desain dan Struktur Organisasi dengan baik sehingga
dapat membentuk generasi yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/33429891/STRUKTUR_DAN_DESAIN_ORGANI
SASI_docx

https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-perencanaan.html