Anda di halaman 1dari 2

Salat secara bahasa berarti doa, sedangkan secara istilah, salat adalah ibadah yang terdiri dari

perkataan dan perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbir, dan diakhiri dengan salam
Hukum melaksanakan salat lima waktu ini adalah wajib atau fardu ain, yaitu sesuatu yang
diharuskan dan yang mengikat kepada setiap individu seorang muslim yang telah dewasa,
berakal sehat, balig (mukalaf)
Apabila salat wajib ini ditinggalkan, maka orang yang meninggalkannya mendapat dosa dari
Allah swt
Dasarnya wajibnya salat fardu ini adalah firman Allah QS al-Baqarah/2: 43, QS al-Nisa’/4: 103
Salat dalam Islam menempati kedudukan sangat penting, karena salat adalah perbuatan yang
pertama kali akan dihisab (dihitung) pertanggungjawabannya kelak di hari kiamat
Syarat Salat Fardu (Syarat salat merupakan suatu hal yang harus dipenuhi sebelum
mengerjakan salat)
- Beragama Islam
- Balig atau dewasa
- Berakal
- Telah mengetahui dakwah tentang salat
- Tidak dalam keadaan haid atau nifas
Syarat sah salat meliput
- Suci badan dari hadas (hadats besar dan kecil)
- Suci badan, pakaian dan tempat dari najis
- Menutup aurat
- Telah masuk waktu salat
- Menghadap kiblat

Rukun Salat (setiap perkataan atau perbuatan yang akan memben-tuk hakikat salat)

- Niat
- Berdiri bagi yang berkuasa
- Takbiratul ihram
- Membaca Surat al-Fatihah
- Ruku dan thuma’ninah
- I'tidal dengan thuma'ninah
- Sujud dua kali dengan thuma'ninah
- Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah
- Duduk untuk tasyahud akhir
- Membaca tasyahud akhir di waktu duduk di rakaat yang terakhir
- Membaca salawat atas Nabi, artinya setelah selesai tasyahud akhir, maka dilanjut-kan
membaca pula salawat atas Nabi dan keluarganya
- Mengucapkan salam yang pertama
- Tertib (berturut-turut menurut peraturan yang telah ditentukan)
Sunah Salat Fardu

- Sunah `Ab`ad (amalan sunah dalam salat yang apabila terlupakan harus diganti dengan
sujud sahwi), ialah : Tasyahud awal, Membaca salawat pada tasyahud awal, Membaca
salawat atas keluarga Nabi pada tasyahud akhir, Membaca qunut pada salat Subuh dan
salat Witir pada pertengahan hingga akhir bulan Ramadan
- Sunah Hai`at (amalan sunah dalam salat yang apabila terlupakan tidak perlu diganti
dengan sujud sahwi), ialah: Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, Meletakkan
tangan kanan di atas tangan kiri ketika sedekap, Memandang ke tempat sujud, Membaca
do`a iftitah, Tuma`ninah (diam sejenak) sebelum atau sesudah membaca surat al-Fatihah,
Membaca lafald “amin” sesudah membaca surat al-Fatihah, Membaca surat selain surat
al-Fatihah setelah membaca surat al-Fatihah, Memperhatikan/mendengarkan bacaan
imam (bagi makmum), Mengeraskan suara pada dua rakaat pertama salat Magrib, Isya
dan Subuh, Membaca takbir intiqa setiap ganti gerakan, kecuali ketika berdiri dari ruku,
Membaca sami’allahu liman hamidah ketika i`tidal.

Hal-hal yang Membatalkan Salat Fardu diantaranya: Berbicara dengan sengaja, Bergerak
dengan banyak (3 kali gerakan atau lebih berturut-turut), Berhadas, Meninggalkan salah satu
rukun salat dengan sengaja, Terbuka auratnya, Merubah niat, Membelakangi kiblat, Makan dan
minum, Tertawa, Murtad

Ketentuan Waktu Salat Fardu

- Zuhur (imulai sejak tergelincirnya matahari di ufuk barat hingga masuknya waktu Asar)
- Asar (dimulai sejak bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut hingga
menguningnya matahari di ufuk barat)
- Magrib (dimulai sejak matahari terbenam hingga awan (mega) merah di ufuk barat
menghilang)
- Isya (dimulai sejak menghilangnya awan merah hingga tengah malam)
- Subuh (dimulai sejak terbitnya fajar sadiq hingga terbitnya matahari)

Tata Cara Pelaksanaan Salat Fardu

Nilai-Nilai Pendidikan dalam Salat Lima Waktu

- Salat Diawali dengan Bersuci


- Salat Mendidik untuk Berlaku Jujur
- Salat Diakhiri Salam ke Kanan dan ke Kiri yang Mengandung Do’a
- Wujud Terhadap Nilai Keikhlasan kepada Allah swt.