Anda di halaman 1dari 12

TUGAS PERKEMBANGAN INDIVIDU

DISUSUN OLEH :

Nindah Nurul Mentari 200404502035

Rezki Nurkiama 200404502034

Sherli Arnianza 200404502031

Lukman Prananda Hakim 200404502036

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan kesempatan kepada penulis agar dapat
menyelesaikan tugas makalah pertama dalam mata kuliah Perkembangan Individudengan tepat
waktu.Shalawat serta salam senantiasa penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
mudah-mudahan kita semua mendapatkan safa‟at Nya di yaumil akhir nanti, Aamiin. Makalah
Perkembangan Individu ini di susun guna memenuhi tugas dari bapak Tarmizi S.pd, M.pd pada prodi
Perkembangan Individu Di Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Makassar.Selain itu penulis juga
berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca.Pada kesempatan ini perkenankan
penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:

1. Bapak Tarmizi S.pd, Mp.d selaku Dosen mata Kuliah Perkembangan Individu
2. Teman–teman kelompok yang bersedia bekerja sama menyusun makalah jarak jauh
ini walaupun berada di situasi tidak efisien.
3. Dan kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini
.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik di
perlukan untuk menyempurakan makalah ini.
.
Makassar, 11 maret 2021

Kelompok 7
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................................2


BAB 1.............................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN .........................................................................................................................................4
A. LATAR BELAKANG ..........................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................................4
C. Tujuan ............................................................................................................................................4
D. Manfaat ..........................................................................................................................................4
BAB 2.............................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN ...........................................................................................................................................5
A. Definisi Perkembangan Dewasa Tengah ............................................................................................5
B. Karakteristik Perubahan Perkmbangan Dewasa Tengah ..............................................................5
1. Perubahan Fisik ................................................................................................................................5
2. Perkembangan Kognitif....................................................................................................................5
3. Perkembangan Sosioemosional ........................................................................................................5
Teori-Teori Fase Dewasa:....................................................................................................................5
1. Teori Perkembangan Psikososial Erikson – Fase Generativitas Vs. Fase Stagnasi ...................5
2. Teori Transformasi Gould ..............................................................................................................6
3. Musim-Musim Kehidupan Manusia – Levinson ...........................................................................6
4. Perluasan Teori Erikson oleh Vaillant ...........................................................................................7
C. MASA KRISIS USIA DEWASA TENGAH ...............................................................................7
BAB III ........................................................................................................................................................11
A. KESIMPULAN ...................................................................................................................................11
B. SARAN ...................................................................................................................................................11
DAFTAR ISI ...............................................................................................................................................12
BAB 1

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masa dewasa pertengahan (madya) atau yang disebut juga usia setengah baya dalam terminologi
kronologis yaitu pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, merupakan periode yang panjang
dalam rentang kehidupan manusia. Dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik
maupun mental (Hurlock, 1999 : 320).
Usia pertengahan dipenuhi tanggung jawab berat dan berbagai peran yang menyita waktu dan energi,
seperti menjalankan rumah tangga, departemen atau perusahaan, memiliki anak dan mungkin
memelihara orangtua yang sudah uzur atau memulai karir baru. (Gallagher, 1993; Lachman, 2001;
Lachman Lewkowicz, Markus, & Peng, 1994; Merrill & Verbrugge, 1999).
Selanjutnya usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti, diantaranya adalah banyaknya
stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya, yaitu kepercayaan tradisional tentang
kerusakan mental dan fisik (Hurlock, 1999 : 320). Dimana individu merasa takut akan terjadinya
perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya terutama fisiknya. Perubahan-perubahan itu akan
berpengaruh terhadap penyesuaian yang harus dilakukan oleh individu dewasa madya, dimana ia
harus menerima bahwa kini kulitnya mulai keriput, timbulnya uban, terjadinya menopause pada
wanita, menurunnya fungsi pendengaran dan penglihatan serta kondisi kesehatan yang semakin
rentang akan menurun.
B. Rumusan Masalah
1. definisi masa perkembangan dewasa tengah
2. bagaimana karakteristik perkembangan dewasa tengah
3. Bagaimana Masa Krisis perkembangan dewasa tengah

C. Tujuan
Penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan, yaitu :
1. Untuk mengetahui definisi perkembangan dewasa tengah
2. Untuk mengetahui karakteristik perkembangan dewasa tengah
3. Untuk mengetahui Masa Krisis perkembangan dewasa tengah

D. Manfaat
Teoritis
a. Sebagai bahan ajar dalam mata kuliah

b. Sebagai pengetahuan mata kuliah Perkembangan Individu


BAB 2
PEMBAHASAN
A. Definisi Perkembangan Dewasa Tengah

Usia dewasa tengah (Middle adulthood) disebut sebagai periode perkembangan yang dimulai kira-
kira 35-45 tahun hingga memasuki usia 60an tahun. (Santrock, 1995).

Masa dewasa Madya atau Tengah mencakup waktu yang lama dalam perancangan hidup pada
masa dewasa Madya ini individu melakukan penyesuaian diri secara mandiri terhadap kehidupan dan
harapan sosial Kebanyakan orang mampu menentukan masalah-masalah mereka dengan cukup baik
sehingga menjadi cukup stabil dan matang secara emosi.

B. Karakteristik Perubahan Perkmbangan Dewasa Tengah


1. Perubahan Fisik
Pada masa ini, mulai terjadi perubahan fungsi-fungsi fisik yang dimiliki manusia. Perubahan fungsi
melihat dan mendengar merupakan perubahan yang paling tampak pada masa dewasa tengah ini. Fungsi
melihat berkurang dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya menurunnya daya akomodasi mata, retina
mata menjadi kurang sensitive terhadap intensitas cahaya yang rendah, dan berkurangnya aliran darah pada
mata . Khususnya, individu pada usia tengah baya mulai mengalami kesulitan melihat obyek-obyek yang
dekat (Kline & Scheiber, 1985). Sedangkan fungsi mendengar berkurang, disebabkan oleh sensitivitas pada
nada tinggi mulai menurun. Selain fungsi melihat dan pendengaran, juga terjadi penurunan terhadap
kekuatan otot dan piringan sendi seseorang pada masa ini sehingga menyebabkan tulang-tulang bergeser
lebih dekat antara satu dengan yang lainnya dan berakibat seseorang menjadi semakin pendek.

2. Perkembangan Kognitif

Aspek kognitif yang terlihat menurun pada masa dewasa tengah ini adalah daya ingat. Banyak hal
yang menyebabkan daya ingat menurun. Menurut penelitian Craik (1997), daya ingat menurun pada masa
dewasa tengah lebih mungkin terjadi ketika memori jangka panjang (long term memory) terlibat daripada
memori jangka pendek (short term memory). Daya ingat juga lebih mungkin turub ketika organisasi dan
pembayangan tidak digunakan (Hultsch, 1971 ; Smith, 1977). Daya ingat juga cenderung menurun ketika
informasi yang coba diingat kembali adalah informasi yang disimpan baru-baru ini atau tidak sering
digunakan (Riege 7 Inman, 1980). Daya ingat pada masa dewasa tengah akan menurun juga jika
kesehatannya jelek dan sikapnya negative (Poon, 1985 ; Salthouse, 1989). Dan akhirnya, daya ingat
cenderung menurun jika diharapkan mengingat (recall) daripada mengenali (recognize) (Mandler, 1980).

3. Perkembangan Sosioemosional
Teori-Teori Fase Dewasa:
1. Teori Perkembangan Psikososial Erikson – Fase Generativitas Vs. Fase Stagnasi

 Erikson (1968) percaya bahwa orang dewasa tengah menghadapi persoalan yang signifikan, yaitu
generativitas vs. stagnasi. Generativitias mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka
harap dapat dikerjakan guna meninggalkan warisan dirinya sendiri pada generasi selanjutnya. Melalui
generativitas, orang dewasa mencapai semacam imortalitas dengan meninggalkan warisan seseorang pada
generasi selanjutnya (McAdams, 1990). Sedangkan Stagnasi berkembang ketika individu merasa bahwa
mereka tidak melakukan apa-apa bagi generasi selanjutnya
2. Teori Transformasi Gould
 Roger Gould (1975, 1978, 1980, 1994) menghubungkan fase dan krisis dalam pandangannya tentang
transformasi perkembangan.
Berikut adalah tabel transformasi perkembangan Gould:
Fase Perkiraan Usia Perkembangan
1 16 hingga 18 Keinginan untuk lepas dari kontrol orang tua
2 18 hingga 22 Meninggalkan keluarga ; orientasi kelompok sebaya
3 22 hingga 28 Mengembangkan kemandirian; komitmen pada karir dan anak-anak
4 29 hingga 34 Mempertanyakan diri; kebingungan peran; pernikahan dan karir yang
mudah menimbulkan ketidakpuasan
5 35 hingga 43 Periode urgensi untuk mencapai tujuan hidup; kesadaran akan
keterbatasan waktu; penysusunan kembali tujuan hidup
6 43 hingga 53 Menetap; menerima kehidupan seseorang
7 53 hingga 60 Lebih toleran; menerima masa lalu; negativisme berkurang; pematangan
dan pendewasaan umum

Dia menekankan bahwa paruh kehidupan adalah sama bergejolaknya dengan masa remaja, dengan
pengecualian bahwa selama masa dewasa tengah usaha untuk menangani krisis barangkali akan
menghasilkan kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat. Menurut Gould, menangani krisis paro baya
kehidupan dan menyadari bahwa perasaan urgensi merupakan reaksi alami terhadap fase ini membantu kita
menuju jalan kematangan yang dewasa (Santrock, 1995).
3. Musim-Musim Kehidupan Manusia – Levinson
 Lavinson menekankan tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai pada masing-masing fase seperti
halnya Havighurst (1972).
Berikut adalah tabel dari teori perkembangan orang dewasa Levinson
Fase Usia Tugas perkembangan
Novice phase 20-an Transisi dari depndensi menuju independensi harus terjadi; ditandai
dengan pembentukan impian; waktu untuk eksperimen terhadap
penhujian mimpi di dunia nyata
Masa 28 hingga 33 Penentuan tujuan hidup yang serius; fokus pada keluarga dan karir
Transisi
BOOM 40-an Mencapai tempat yang stabil dalam karir; mengatasi dan
(Becoming menguasai usaha-usaha sebelumnya yang lebih lemah untuk belajar
One’s Own menjadi orang dewasa; melihat kedepan pada jenis kehidupan yang
Man) – akan dijalaninya sebagai manusia dewasa usia tengah baya
menjadi diri
sendiri
Menurut Levinson, perubahan ke masa dewasa tengah membutuhkan waktu sekitar 5 tahun dan
mengharuskan orang dewasa untuk mengatasi empat konflik utama yang telah ada dalam kehidupannya
sejak remaja, yaitu:
Konflik
Menjadi muda
Vs.
Menjadi tua
Menjadi destruktif
Vs.
Menjadi konstruktif
Menjadi maskulin
Vs.
Menjadi feminin
Terikat pada orang lain
Vs.
Terlepas dari orang lain

4. Perluasan Teori Erikson oleh Vaillant


 George Vaillant (1977; Vaillant,& Koury, 1994) berpendapat bahwa dua fase tambahan seharusnya
ditambahkan pada fase-fase dewasa Erikson. Dua fase itu adalah:
1. Fase Konsolidasi Karir
 adalah fase Vaillant yang terjadi antara kira-kira usia 23 hingga 34 tahun yang merupakan periode
dimana karir individu menjadi semakin stabil dan koheren
2. Fase Menjaga Arti (Rigiditas) Vs. Kekakuan
 adalah fase Vaillant yang terjadi antara kira-kira usia 45 hingga 55 tahun yang merupakan masa
rileks atau santai sebagai karakteristik orang dewasa yang telah mencapai tujuan-tujuannya, atau jika
mereka tidak dapat mencapai tujuannya, mereka akan menerima kenyataan itu. Pada masa ini, orang
dewasa memfokuskan perhatian terhadap usaha untuk mencari makna tertentu dari kehidupannya dan
berjuang agar tidak jatuh ke dalam orientasi kaku.

C. MASA KRISIS USIA DEWASA TENGAH

Dalam ilmu psikologi, setiap tahap kehidupan mempunyai ciri-ciri yang khas. Beberapa ahli
menekankan bahwa masa kanak-kanak adalah paling penting dalam kehidupan seseorang, sedangkan tokoh
yang lain mengatakan bahwa tahap kehidupan lainlah yang lebih penting. Freud misalnya, beliau
mengatakan bahwa dasar kepribadian seseorang dibentuk pada masa lima tahun pertama dalam kehidupan
seseorang. Oleh karena itu masa balita ini adalah masa yang sangat penting. Kejadian-kejadian yang dialami
pada masa kecil seorang individu akan menjadi bagian dari ketidaksadaran dan mempengaruhi tahap-tahap
selanjutnya dalam kehidupan individu. Sebaliknya, Jung lebih menekankan pentingnya tahap usia dewasa
pertengahan (40-60 tahun) daripada tahap-tahap lainnya. Pada masa-masa ini mulai terjadi transisi dan
perubahan yang banyak. Kehidupan seseorang menurut Jung, sangat ditentukan bagaimana ia mengatasi
midlife crises-nya ini.
Masa krisis ialah masa dimana usaha individu untuk mengatasi kesenjangan antara masa lalu dan
masa depan yang akan mengancam kontuinitas kehidupannya (Daniel Levinson). Merupakan suatu dekade
untuk menilai dan mencatat kebenaran tahun – tahun remaja dan masa dewasa dan hanya sebagian kecil
saja individu yang mengalaminya (George Vaillant). Midlife crisis atau krisis paruh baya seringkali lebih
dikenal dengan istilah puber kedua. Sebagaimana hal-nya dengan masa pubertas yang dialami remaja, puber
kedua ini terkait dengan terjadinya perubahan fisik yang signifikan dalam diri individu. Perbedaannya,
karakter utama perubahan fisik pada masa remaja adalah penambahan kapasitas, sementara perubahan fisik
pada usia paruh baya ditandai dengan penyusutan kapasitas. Puber pertama merupakan masa perpindahan
dari seorang anak menjadi seorang remaja, sementara puber kedua adalah tahapan dari seorang dewasa
berpindah menjadi tua. Berbeda dengan masa puber pertama yang ditunggu-tunggu dan disambut dengan
suka cita, masa puber kedua justru menjadi masa-masa di mana seseorang dihinggapi rasa takut dan
keraguan diri, yaitu takut menjadi tua, takut menjadi tidak menarik lagi, takut mati, takut tidak berguna lagi,
takut tidak kuat lagi, dan sebagainya.
Pada usia paruh baya, banyak peristiwa besar yang dapat menimbulkan masa-masa penuh stress dan
depresi seperti meninggalnya orang yang dicintai (orang tua ataupun pasangan hidup), kemunduran dalam
karir, anak-anak yang mulai meninggalkan rumah (untuk hidup mandiri), gejala penuaan secara umum
(munculnya keriput, uban, kulit berkurang elastisitasnya, berkurangnya vitalitas, menopause, dan lain-lain).
Akibatnya, menurut satu kajian, 15% dari mereka akan mengalami “midlife turnmoil” yang mungkin saja
berupa keinginan untuk membuat perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan seperti karir,
perkawinan, atau hubungan romantis.
Beberapa ahli perkembangan yakin bahwa zaman yang berubah dan ekspektasi sosial yang berbeda
akan mempengaruhi kelompok usia (kohort) yang berbeda. Sebagai contoh kelompok yang lahir dan besar
pada masa penjajahan Belanda akan memiliki pemikiran dan ekspektasi yang berbeda dengan kelompok
yang lahir dan besar pada masa setelah penjajahan. Neugarten percaya bahwa kohort tertentu dapat merubah
jam sosial, yaitu jadwal yang mengatur individu untuk menyelesaikan tugas – tugas kehidupan seperti
menikah, memiliki anak, atau berkarir.
Usia tengah baya merupakan suatu waktu dalam hidup dimana terjadi banyak peristiwa besar yang
memaksa kita untuk mengadakan penataan kembali. Penilaian kembali ini diadakan bukan hanya karena
seseorang memasuki usia 36 atau 39 tahun, bukan juga karena kehidupan pernikahan menjadi tawar atau
karena mengalami suatu kehilangan yang menimbulkan trauma dalam kehidupan. Penataan kembali ini
tampaknya terjadi karena adanya satu gabungan faktor-faktor berikut yang bertemu dalam usia tengah baya.

Stres apakah yang dimaksud di sini?


1. Pandangan kebudayaan kita saat ini mengenai pemuda dan usia.
2. Situasi pernikahan yang tidak bahagia atau hampir tidak hadirnya suatu kehidupan pernikahan.
3. Krisis usia tengah baya dari teman hidup kita sendiri.
4. Tuntutan dari anak-anak dan keinginan mereka yang semakin bertambah.
5. Prioritas karier.
6. Penumpukan kehilangan traumatis seperti: kematian, sakit, atau menjadi tua.
7. Desakan dari dalam diri kita agar mewujudkan impian hidup kita.
8. Keharusan untuk menilai kembali masa lampau dan merencanakan masa yang akan datang.

Dalam usia tengah baya, laki-laki dan perempuan sangat mirip dalam beberapa bidang: Keduanya
dipengaruhi tekanan kebudayaan mengenai masa muda dan keduanya menyadari akan tubuh mereka yang
semakin tua. Akan tetapi mereka jelas berbeda dalam beberapa bidang :
1. Karier
Seorang pria yang memasuki usia tengah baya bertanya, "Mengapa saya harus bekerja? Apa
yang telah saya capai dalam hidup saya? Bagaimana saya dapat memperlambat atau mengarahkan
kembali tenaga saya untuk mengalami karier yang lebih berarti?" Tetapi wanita tengah baya akan
bertanya, "Kapan saya dapat mulai bekerja? Bagaimana saya dapat mengembangkan karier saya?"
Ia memikirkan kemungkinan bersekolah kembali guna meraih gelarnya. Ia memikirkan untuk dapat
mengikuti seminar-seminar. Singkatnya, ia sungguh-sungguh mulai berkembang dengan cita-cita
kariernya.
2. Keintiman
Seorang pria bersikap intim pada awal pernikahannya untuk mengokohkan pernikahannya,
tetapi kemudian konsentrasinya beralih pada kariernya, yang telah menjadi pusat hidupnya
sepanjang tahun ketika anak-anak masih berada di rumah. Tetapi pada waktu ia memasuki saat krisis
usia tengah baya, ia mulai memikirkan hubungan antarpribadi yang telah hilang, terutama
hubungannya dengan anak- anaknya. Ia juga menghendaki agar istrinya menjadi pacar dan
kekasihnya, bukan hanya sekadar seorang ibu dan pengelola rumah tangga saja.
Wanita tengah baya sering menukar keintiman dengan sikap yang tegas. Ia melihat dengan
jelas ke mana ia menuju dan mulai mencapai sasarannya. Kadang-kadang, wanita tengah baya yang
berorientasi pada sasaran mengorbankan beberapa kualitas keintiman yang sebelumnya dilakukan
untuk mencapai sasaran hidupnya. Mungkin ia kembali mengikuti kuliah secara penuh sebagai
seorang mahasiswa. Ini merupakan waktu yang sempit dan jika ia terlalu letih pada akhir hari itu
dan tidak dapat berbicara lagi -- maka pembicaraan harus ditunda sampai keesokan harinya lagi.
3. Sikap tegas
Pria usia tengah baya yang selama ini menjadi pemegang kemudi dan pendorong, dalam
sebagian besar dari kehidupan pernikahannya, kini mulai mundur ke belakang, mulai bersenang-
senang, dan mulai menikmati beberapa hal yang telah dicapainya. Ia menghendaki masa liburan
yang lebih banyak, "Marilah kita keluar kota untuk berakhir pekan lebih lama sedikit", "Marilah kita
sedikit bersantai."
Wanita tengah baya melakukan yang sebaliknya. Ia berkata, "Saya ingin kembali kuliah.
Saya ingin maju terus. Segala sesuatu akhirnya tiba ke tempat di mana saya mampu bergerak maju.
Marilah kita bergerak maju.
Pandangan terhadap keluarga. Pada awal usia tengah baya pria melalaikan keluarganya
sementara ia memusatkan pada kariernya. Sekarang ia sedang menghadapi rasa penyesalan yang
dalam dan merasa bersalah, karena ia berharap untuk dapat mengalami kembali sebagian dari saat-
saat itu. Tomy berkata, "Saya benar-benar berhasil sebagai seorang usahawan, tetapi pada waktu
saya menuju proses keberhasilan itu, saya kehilangan anak-anak saya."
Wanita usia tengah baya telah memakai sebagian besar waktunya dengan keluarganya.
Sekarang ia telah siap menghadapi suatu tantangan baru dalam hidupnya. Ini tidak berarti bahwa ia
tidak mempedulikan keluarganya, tetapi keluarga sekarang tidak menduduki tempat yang terlalu
penting dalam hidupnya.
4. Seksualitas
Selama masa usia tengah baya, kapasitas seksual seorang pria menjadi perhatiannya yang
terutama. Nafsu seksualnya sekarang lebih lambat ketimbang dahulu ketika mencapai puncaknya
pada masa remajanya; ia memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai ereksi dan
berejakulasi. Tetapi seorang pria pada usia empat puluhan adalah seorang kekasih yang jauh lebih
efektif. Ia memahami kebutuhan istrinya dengan lebih utuh dan nafsu seks yang lebih lambat
menyebabkan hubungan seksualnya lebih memuaskan.
Sebaliknya, kebanyakan wanita usia tengah baya, sedang mengalami suatu kebangkitan
seksual yang baru. Dorongan seksualnya yang bertambah menyebabkan mereka lebih tegas,
mengalami frekuensi orgasme yang lebih banyak dan mengalami orgasme ganda dalam tempo yang
lebih pendek. Dengan perkataan lain, wanita usia tengah baya sungguh-sungguh sedang memasuki
masa puncak kehidupan seksualnya.
5. Pandangan terhadap kematian
Pada usia empat puluhan terjadi kenaikan yang tajam dari jumlah pria yang meninggal secara
mendadak, misalnya karena sakit jantung. Pria mulai memikirkan kehidupan dan kematian --
memikirkan sampai usia berapa ia akan hidup -- berapa lama lagi ia masih memiliki waktu untuk
menyelesaikan kewajibannya -- apa yang benar-benar penting dalam hidupnya. Ia sedang
menghadapi kematiannya sendiri.
Akan tetapi seorang wanita usia tengah baya tidak terlalu memikirkan tentang kematian.
Wanita cenderung untuk hidup lebih lama dan kematian mendadak karena penyakit jantung dan
penyakit-penyakit yang lain tidak akan dialami oleh seorang wanita sampai ia melampaui masa
menopause. Jadi, di satu pihak, pria sedang memikirkan kematian dan bertanya-tanya kapan
hidupnya akan berakhir, sementara istrinya berkata, "Bagi saya, hidup baru saja dimulai
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Masa Dewasa Pertengahan (Madya) Atau Yang Disebut Juga Usia Setengah Baya Dalam Terminologi
Kronologis Yaitu Pada Umumnya Berkisar Antara Usia 40 - 60 Tahun, Merupakan Periode Yang Panjang
Dalam Rentang Kehidupan Manusia. Dimana Pada Usia Ini Ditandai Dengan Berbagai Perubahan Fisik
Maupun Mental (Hurlock, 1999 : 320).

2. Dalam California longitudinal study pada waktu individu berusia 34 sampai 50 tahun mereka adalah
kelompok usia yang paling sehat paling tenang paling bisa mengontrol diri dan juga paling
bertanggung jawab(levinson dan pskin,1981 santrock,2002).
3. Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin terasa lebih menakutkan dilihat
dari seluruh kehidupan manusia. Oleh karena itu orang-orang dewasa tidak akan mau mengakui bahwa
mereka telah mencapai usia tersebut

B. SARAN

Demikianlah yang dapat saya sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini,
tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau
referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para
pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis.
DAFTAR ISI

Saswati, N., & Harkomah, I. (2019). Stimulasi Perkembangan Psikososial Usia Dewasa Tengah (30-60
Tahun). Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 1(1), 24–28.

Tiara, M., & Qudsyi, H. (2018). Citra Tubuh dan Kepuasan Pernikahan Istri pada Usia Dewasa Tengah.
PSYCHOPOLYTAN (Jurnal Psikologi), 1(2), 76–85.