Anda di halaman 1dari 26

ergonomi industri

human error

Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja


Jurusan Teknik Industri - ITS
Tentang hubungan manusia
dengan permesinan [alat – alat
bantu kerja] Human –
Machine Tentang
Tentang hubungan manusia dengan
hubungan manusia
Interface
technology aspek behavioral – cognitive
dengan lingkungan [mental, kecepatan respon,
fisik kerja [panas, stress, perilaku, memory, dll.]
getaran, noise, dll.]

Human – Human –
environment software
interface interface
technology technology

Tentang
Human – Human –
hubungan manusia Tentang kajian
dengan pekerjaan job organization sistem perusahaan
[pembagian kerja, interface interface [organisasi]
shift kerja, dll.] technology technology dan sosio-masyarakat
1 JANUARI 2007
Adam Air Penerbangan KI-574
adalah sebuah penerbangan
domestik terjadwal Adam Air
jurusan Surabaya-Manado, yang
sebelum transit di Surabaya berasal
dari Jakarta, yang hilang dalam
penerbangan. Kotak hitam
ditemukan di kedalaman 2000 meter
pada 28 Agustus 2007. Seluruh
penumpang dan awak yang
berjumlah 102 hilang dan dianggap
tewas. Pada 25 Maret 2008,
penyebab kecelakaan seperti yang
diumumkan oleh Komisi Nasional
Keselamatan Transportasi (KNKT)
adalah cuaca buruk, kerusakan pada
alat bantu navigasi Inertial Reference
System (IRS), dan kegagalan kinerja
pilot dalam menghadapi situasi
darurat.
STATISTICS SHOW …
Hasil penelitian yang dilakukan
International Civil Aviation Or-ganization
(ICAO) 2007 mengungkapkan bahwa 80 -
90 persen kecelakaan pesawat merupakan
kontribusi kesalahan manusia (human
error).
STATISTICS SHOW …
Penelitian yang dilakukan Boeing terhadap faktor penyebab
kecelakaan pesawat antara tahun 1980 -1999 menunjukkan bahwa
kesalahan awak pesawat mencapai 72.5 %. Kesalahan akibat
pesawat itu sendiri sebesar 10.8 % , perawatan 2.5 %, cuaca 5 %,
badan udara atau Air Traffic Control (ATC) 5 % dan lain - lain 4.2 %.
Selama ini kecelakaan pesawat diturunkan dengan pendekatan
teknologi dan regulasi, di mana teknologi makin canggih dan
regulasinya makin kuat, kecelakaan pesawat berkurang. Namun
setelah teknologi dan regulasi bagus, belakangan kecelakaan
pesawat makin sering terjadi. Grafik mesin sebagai penyebab
kecelakaan semakin menurun dan sebaliknya grafik manusia
sebagai penyebab kecelakaan pesawat cenderung naik. Metode
pendekatan teknologi dan regulasi ini hanya sampai tahun 1980an.
Sebab ternyata perlu pendekatan human factor yakni interaksi
manusia dengan peralatan, prosedur dan sebagainya untuk
minimasi human error.
doctors gun - owners

which one more dangerous

STATISTICS SHOW ….
700,000 doctors in the US kill 44,000 to 98,000 people each year
80,000,000 gun - owners kill 1,500 people by mistake

Doctors are 7,500 times more likely to kill by mistake than gun - owners.
[Dekker, 2007]
what is human error ???

Suatu keputusan/ tindakan yang mengurangi


atau berpotensi untuk mengurangi
efektivitas, keamanan, atau performansi
suatu sistem. (Mc Cormick dan Sanders)

suatu penyimpangan dari suatu performansi


standar yang telah ditentukan sebelumnya,
yang mengakibatkan adanya penundaan waktu
yang tidak diinginkan (G.A. Peters)

Sebagai tindakan yang dilakukan manusia,


yang melanggar satu/ melebihi batasan
toleransi dari suatu sistem (Matthews)
why do safe system fail ???
LATENT FAILURE
ORGANIZATIONAL
INFLUENCES
LATENT FAILURE

UNSAFE
SUPERVISION
LATENT FAILURE

PRECONDITIONS FOR
UNSAFE ACTS
ACTIVE FAILURE

FAILED OR UNSAFE ACTS


ABSENT
DEFENSES

swiss-cheese model of human error


[Systems have multiple layers of defense, but all of
them have holes] MISHAP
human error classification
klasifikasi human error dapat dibagi
menjadi tiga yaitu:
 Pure Human error, adalah
human error yang murni datang
dari dalam diri manusia.
 Designed Induced Human error,
adalah human error yang terjadi
akibat atau dipengaruhi oleh
desain peralatan atau desain
tempat yang digunakan atau
yang terlibat dalam pekerjaan
seseorang.
 System Induced Human error,
adalah human error yang terjadi
akibat mekanisme sistem atau
interaksi antar komponen sistem
di tempat seseorang bekerja.
human reliability assessment [HRA]
 Human Reliability Assesment atau HRA merupakan suatu pendekatan yang
digunakan untuk mengetahui tingkat KEANDALAN MANUSIA yang menjadi
anggota dari suatu sistem.

KEANDALAN MANUSIA didefinisikan


KEANDALAN MANUSIA didefinisikan
sebagai probabilitas suatu aktivitas yang
sebagai suatu probabilitas
dilakukan manusia berhasil sesuai
performansi seseorang akan BEBAS
dengan tujuannya dalam suatu sistem
DARI KESALAHAN selama jangka
operasi pada periode waktu yang
waktu tertentu.
ditentukan.

 Tujuan dari HRA adalah mengidentifikasikan area dengan resiko tinggi, mengukur
keseluruhan resiko dan mengindikasikan dimana dan bagaimana perbaikan
seharusnya dibuat untuk sistem
human reliability assessment [HRA]
 Metode yang dapat digunakan dalam
HRA diantaranya adalah HEART
[Human error Assesment and
Reduction Technique], SPAR – H
[Standarized Plant Risk–HRA], THERP
[Technique for Human Error Rate
Prediction], CREAM [Cognitive
Reliability and Error Analysis
Method], ATHEANA [A Technique for
Human Event Analysis].
 HEART memasukkan unsur penilaian
(judgement) dari seorang pakar/ahli
(expert opinion) yang diyakini cukup
berpengalaman dalam bidang yang
menjadi objek penelitian
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
Langkah - langkah dalam aplikasi Metode HEART :

3. Identifikasi kondisi
yang menimbulkan
kesalahan [EPCs].
5. Menentukan
HEP [Human
4. Menentukan Error
Asumsi Proporsi Probability]
Kesalahan
[Assessed
2. Menentukan nilai Proportion of
ketidakandalan Affect/APOA]
task
1. Mengklasifikasikan
jenis task
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
STEP 1 : Mengklasifikasikan jenis task STEP 2 : Menentukan nilai ketidakandalan task
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
STEP 3 : Identifikasi kondisi yang
menimbulkan kesalahan [EPCs]
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
STEP 3 : Identifikasi kondisi yang
menimbulkan kesalahan [EPCs].
CONT’D
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
STEP 3 : Identifikasi kondisi yang
menimbulkan kesalahan [EPCs].
CONT’D

APOA ditentukan oleh analis/ pakar untuk tiap EPC yang


STEP 4 : Menentukan APOA
telah teridentifikasi pada langkah 3. APOA merupakan
nilai pada keseluruhan ketidakandalan yang
mempengaruhi tugas.
HEART
[Human error Assesment & Reduction Technique]
STEP 5 : Menentukan HEP

Penentuan HEP dapat dihitung dengan


memperkirakan penilaian ketidakandalan
dari suatu tugas operator.

untuk generic tasks tipe A-C

untuk generic tasks tipe D-H dan M

KETERANGAN :
r : besaran nilai ketidakandalan manusia
(nominal human unreliability)
П : fungsi perkalian
pi : asumsi proporsi kesalahan setiap EPC
fi : total effect tiap EPC
i : menandakan keseluruhan hasil
case study : PT. Industri Sandang Nusantara

Blowing
Kapas -- lap

Carding
Lap -- sliver

Drawing Speed / Flyer


Sliver -- sliver Sliver -- roving

Ring Spinning
Roving-benang tube

Finishing
Benang tube – benang cone
task analysis operator ring spinning
identifikasi error operator ring spinning
HEP mengabaikan pemeriksaan kualitas roving
F. Memulihkan atau mengganti suatu sistem ke bentuk awal
kuantifikasi human error Generic Task atau baru, dengan mengikuti prosedur dengan beberapa
pemeriksaan
dengan metode HEART Mendeteksi feeding kosong, Mengganti feeding roving dan
Deskripsi aksi operator
Mengecheck kualitas roving
Nominal human unreliability 0.003
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
11. Keraguan pada standar
performansi yang diharuskan/
5 0.7 3.8
ketidakjelasan standar performansi
yang diminta
21. Ketidaksesuaian antara tingkat
pencapaian pendidikan dari individu
2 0.6 1.6
dengan persyaratan yang
diharuskan dalam tugas
24. Peralatan instrument yang tidak
andal/ kurang mendukung 1.6 0.4 1.24
pemeriksaan
Probability of failure 0.023
HEP terlambat mengatasi lapping
Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Deskripsi aksi operator Mendeteksi dan Mengatasi Terjadinya Lapping
Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
8. Kapasitas yang berlebih dalam
saluran, khususnya salah satunya
diakibatkan oleh informasi yang
6 0.75 4.75
datang secara bersamaan dalam
suatu informasi yang tidak
berlebihan
27. Tidak ada langkah yang nyata
untuk tetap berada pada jalur
1.4 0.6 1.24
kemajuan selama aktivitas
(mengawasi proses)
24. Peralatan instrument yang tidak
1.6 0.1 1.06
andal
Probability of failure 0.125
HEP terlambat menyambung benang
kuantifikasi human error Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Mendeteksi dan Mengatasi Putus Benang
Deskripsi aksi operator
dengan metode HEART Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
8. Kapasitas yang berlebih dalam
saluran, khususnya salah satunya
diakibatkan oleh informasi yang
6 0.7 4.5
datang secara bersamaan dalam
suatu informasi yang tidak
berlebihan
27. Tidak ada langkah yang nyata
untuk tetap berada pada jalur
1.4 0.4 1.16
kemajuan selama aktivitas
(mengawasi proses)
24. Peralatan instrument yang tidak
andal / kondisi mesin yang kurang 1.6 0.1 1.06
ergonomis
Probability of failure 0.111
HEP salah gerakan menyambung benang
Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Deskripsi aksi operator Kesalahan gerakan menyambung benang
Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
21. Ketidaksesuaian antara tingkat
pencapaian pendidikan dari individu
2 0.6 1.6
dengan persyaratan yang
diharuskan dalam tugas
3. Rendahnya rasio antara
penerimaan informasi (signal)
terhadap gangguan (noise) sekitar 10 0.1 1.9
/kurang jelasnya tanda bahwa
operasi yang dilakukan salah
24. Peralatan instrument yang tidak
andal / kondisi mesin yang kurang 1.6 0.1 1.06
ergonomis
Probability of failure 0.064
HEP mengabaikan pemeriksaan apron
kuantifikasi human Generic Task F. Memulihkan atau mengganti suatu sistem ke bentuk awal
Deskripsi aksi operator Pengecheckan Apron
error dengan metode Nominal human unreliability 0.003
HEART Error Producing Conditions
Total HEART
effect
Assessed
Proportion
Assessed effect
11. Keraguan pada standar
performansi yang diharuskan/
5 0.5 3
ketidakjelasan standar performansi
yang diminta
26. Tidak jelasnya alokasi fungsi
1.6 0.5 1.3
dan tanggung jawab
Probability of failure 0.012
HEP Tangan ikut Terproses dalam mesin
Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Deskripsi aksi operator Kesalahan Prosedur sehingga Tangan Ikut Terproses dalam
Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
28. Bahaya yang disebabkan
1.4 0.7 1.28
terbatasnya kemampuan fisik
Probability of failure 0.026

HEP Terlambat Memancing Kembali Spindle yang Idle


Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Deskripsi aksi operator Memancing kembali spindle yang idle
Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
8. Kapasitas yang berlebih dalam
saluran, khususnya salah satunya
diakibatkan oleh informasi yang
6 0.5 3.5
datang secara bersamaan dalam
suatu informasi yang tidak
berlebihan
27. Tidak ada langkah yang nyata
untuk tetap berada pada jalur 1.4 0.3 1.12
kemajuan selama aktivitas
Probability of failure 0.078
kuantifikasi human error dengan metode HEART

HEP Terlambat mengganti bobbin yang kosong


Generic Task E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Deskripsi aksi operator Mengganti bobbin yang kosong
Nominal human unreliability 0.02
Total HEART Assessed
Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
8. Kapasitas yang berlebih dalam
saluran, khususnya salah satunya
diakibatkan oleh informasi yang
6 0.6 4
datang secara bersamaan dalam
suatu informasi yang tidak
berlebihan
Probability of failure 0.080

Terlambat Mengeluarkan Waste Pneumafil


E. Rutin, sangat praktis, pekerjaan cepat dengan melibatkan
Generic Task
keterampilan yang relatif rendah
Deskripsi aksi operator Mengeluarkan waste pneumafil

Nominal human unreliability 0.02

Total HEART Assessed


Error Producing Conditions Assessed effect
effect Proportion
8. Kapasitas yang berlebih dalam
saluran, khususnya salah satunya
diakibatkan oleh informasi yang
6 0.5 3.5
datang secara bersamaan dalam
suatu informasi yang tidak
berlebihan
Probability of failure 0.070
kuantifikasi human error dengan metode HEART
Rekapitulasi HEP dengan No Kegagalan Tugas HEP
1 HEP mengabaikan pemeriksaan kualitas roving 0.023
metode HEART 2 HEP terlambat mengatasi lapping 0.125
3 HEP terlambat menyambung benang 0.111
4 HEP salah gerakan menyambung benang 0.064
5 HEP mengabaikan pemeriksaan apron 0.012
6 HEP Tangan ikut Terproses dalam mesin 0.026
7 HEP Terlambat Memancing Kembali Spindle yang Idle 0.078
8 HEP Terlambat mengganti bobbin yang kosong 0.080
9 HEP Terlambat mengeluarkan waste pneumafil 0.070
perhitungan probabilitas kegagalan dan sukses
No Tasks Possible Error HEP F R

Mengganti feeding Mengabaikan kualitas roving 0.022618


1 0.100808192 0.8991918
roving Terlambat mengganti bobbin yang kosong 0.08
Menyambung Benang kesalahan gerakan menyambung benang 0.064448
2 yang putus pada tiap gagal menyambung benang tepat waktu 0.110664 0.18927964 0.8107204
spindel Tangan ikut terproses dalam mesin 0.0256
Terlambat mengatasi lapping yang melilit roller 0.124868
Mengatasi terjadinya
3 Mengabaikan pemeriksaan apron 0.0117 0.157248304 0.8427517
lapping
Tangan ikut terproses dalam mesin 0.0256
Mengeluarkan Waste Terlambat mengeluarkan waste pneumafil 0.07
4 0.093808 0.906192
Pneumafil Tangan ikut terproses dalam mesin 0.0256
Memisahkan roving Gagal memisahkan roving cacat dan baik /
5
yang cacat Mengabaikan kualitas roving 0.022618
0.09924438 0.9007556
Memancing kembali
6 Terlambat memancing kembali spindle yang idle
spindle yang idle 0.0784

Rsistem = 0,5014
[thank you]

LABORATORIUM
ERGONOMI & PERANCANGAN SISTEM KERJA
TEKNIK INDUSTRI – ITS SURABAYA