Anda di halaman 1dari 23

PENGERTIAN, KARAKTERISTIK, SYARAT & KRITERIA

PROFESI GURU

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Pengembangan Profesi Keguruan”

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag

Disusun Oleh :

Niken Kesuma Wardani 11140150000032

Githa Ciptaningtyas 111401500000

Yunita Dwi Nurindah Sari 11140150000077

Gilang Fajar Septianto 111401500000

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2017

1
2
Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb

Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kami
kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah Pengembangan Profesi Keguruan
dengan tema “Pengertian, Karakteristik, Syarat, dan Kriteria Guru” sesuai dengan waktu yang
kami rencanakan. Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari berbagai pihak yang telah
memberikan bantuan secara materil dan moril, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag Dosen
mata kuliah Pengembangan Profesi Keguruan, dan semua pihak yang ikut dalam penyusunan
makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin, kami sangat
menerima kritik dan saran apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini agar
nantinya kami bisa menjadi lebih baik dalam membuat makalah atau tugas akhir perkuliahan.

Kami berharap makalah yang sudah kami buat bisa bermanfaat sebagaimana mestinya
dan dapat memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Profesi Keguruan.

Wassalamualaikum wr.wb

Jakarta, 7 Maret 2017

PENYUSUN

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................

DAFTAR ISI.................................................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


...........................................................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah
...........................................................................................................................
1
1.3 Tujuan Masalah
...........................................................................................................................
1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PROFESI


................................................................................................................................................
2
2.2 PENGERTIAN PROFESI GURU
................................................................................................................................................
3
2.3 KARAKTERISTIK PROFESI GURU
4
................................................................................................................................................
6
2.4 SYARAT PROFESI GURU
...........................................................................................................................
6
2.5 KRITERIA PROFESI GURU
................................................................................................................................................
9
2.6 TUGAS GURU
...........................................................................................................................
11
2.7 TUNTUNAN RASULULLAH TENTANG SIFAT-SIFAT GURU
...........................................................................................................................
13

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
.....................................................................................................................................
15

DAFTAR PUSTAKA
.....................................................................................................................................
17

5
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Guru menjadi ujung tombak pembangunan ditengah-tengah masyarakat, bukan
hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam bidang sosial dan keagamaan pun
peran guru tidak terpisahkan. Keberadaan sosok guru disebuah lingkungan masyarakat
banyak terasa manfaatnya. Guru merupakan agen perubahan (agent of change) di
masyarakat sehingga keberadaannya mampu membawa perubahan ke arah yang lebih
baik.
Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan
keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang luar diluar
bidang pendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar
bidang kependidikan.
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud jabatan dalam suatu hierarki
birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta etika khusus untuk jabatan tersebut serta
masyarakat profesi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian profesi ?
2. Apa yang dimakud dengan pengertian profesi guru ?
3. Apa saja karakteristik profesi guru ?
4. Apa saja syarat-syarat profesi guru?
5. Bagaimana kriteria profesi guru?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian profesi ?
2. Mengetahui apa yang dimakud dengan pengertian profesi guru ?
3. Mengetahui apa saja karakteristik profsi guru ?
4. Mengetahui apa saja syarat-syarat profesi guru?
5. Mengetahui bagaimana kriteria profesi guru?

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Profesi


Howard M. Vollmer dan Donald L. Mills (1966)
Profesi adalah sebuah jabatan yang memerlukan intelektual khusus, yang di peroleh
melalui kegiatan belajar dan pelatihan yang bertujuan untuk menguasai keterampilan atau
keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain, dengan memperoleh
upah atau gaji dalam jumlah tertentu. Selanjutnya dikatakan pula bahwa profesi berarti
juga suatu kompetensi khusus yang memerlukan kemampuan intelektual tinggi, yang
mencangkup penguasaan atau didasari pengetahuan tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan,


kejuruan , dan sebagainya) tertentu. Professional adalah : (1) bersangkutan dengan profesi
(2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, dan (3) mengharuskan
adanya pembayaran untuk melakukannya. Profesionalisasi adalah proses membuat sutau
badan organisasi agar menjadi professional (Depdiknas. 2005: 897)

Webster’s New World dictionary

Menunjukkan lebih lanjut bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut
pendidikan tinggi (kepada pengembannya) dalam liberal arts atau science, dan biasanya
meliputi pekerjaan mental dan bukan pekerjaan manual, seperti mengajar, keinsinyuran,
mengarang, dan sebagainya; terutama kedokteran, hukum, dan teknologi.

Good’s Dictionary of Education

7
Lebih menegaskan lagi bahwa profesi itu merupakan suatu pekerjaanyang meminta
persiapan spesialisasi yang relatif lama di perguruan tinggi (kepada pengembannya) dan
diatur oleh sebuah kode etik khusus.

Pada umumnya masyarakat awam memaknai kata profesionalisme bukan hanya


digunakan untuk pekerjaan yang telah diakui sebagai suatu profesi, melainkan pada
hampir setiap pekerjaan.1

2.2 Pengertian Profesi Guru


A. Etimologi

Dalam Bahasa inggiris ditemukan beberapa kata untuk sebutan guru, yaitu
teacher,tutor, educator, dan instructor. Teacher diartikan seseorang yang mengajara,
tutor diartikan seorang guru yang memberikan pengajaran terhadap siswa, instructor
diartikan sesorang yang mengajar, educator diartikan dengan seseorang yang
mempunyai tanggung jawab pekerjaan mendidik yang lain.

Sedangkan term guru dalam Bahasa arab bila dihubungkan dengan fungsi dan
tugasnya maka terdapat istilah, yaitu :

1. Ustadz, yaitu orang yang memperbaiki dan memperbahrui model-model atau cara
kerjanya sesuai dengan tuntutan zaman.
2. Mu’allim, berarti orang yang menagkap hakekat sesuatu. Ini mengandung makna
bahwa guru adalah orang yang dituntut untuk mampu menjelaskan hakekat dalam
pengetahuan yang diajarkannya.
3. Muaddib, artinya orang yang menciptakan, mengatur, dan memelihara. Dilihat
dan pengertian ini maka guru adalah orang yang mendidik dan menyiapkan
peserta didik agar mampu berkreasi, sekaligus mengatur dan memelihara hasil
kreasinya untuk tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya sendiri, masyarakat,
dana lam sekitarnya.
4. Mursyid, orang yang berusaha menularkan penghayatan akhlak dana atau
kepribadian kepada peserta didiknya.

1
Ali mudofir. Pendidik professional : konsep, strategi dan aplikasinya dalam peningkatan mutu pendidik di Indonesia. Jakarta :
rajawali press. 2012 halaman 3

8
5. Muddaris, yang berarti terhapus, hilang bekasnya, menghapus, melatih, dan
mempelajari. Artinya orang yang berusaha mencerdaskan peserta didikya,
menghilankan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan, serta melatih
keterampilan peserta didik sesuai dengan bakat dan minat.
6. Muaddib, yang berarti moral, etika, dana dab. Artinya dalah orang yang berdab
sekaligus memiliki peran dan fungsi untuk membangun peradaban yang
berkualitas di masa depan. Dalam Bahasa Indonesia, guru yang berasal dari
untaian kata orang yang di gugu dan ditiru. Guru dalam Bahasa Indonesia disebut
juga pendidik.
B. Terminologi

Para ahli mendefinisikan kata guru atau pendidik sebagai berikut

1. Moh. Uzer Usman (1991)


profesi guru adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian
khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini mestinya tidak dapat dilakukan oleh
sembarang orang diluar bidan kependidikan.2
2. Zakiah Daradjat
Guru (pendidik) adalah pendidik professional, karenanya secara implisit ia telah
merelakan dirinya menerima, dan memikul sebagai tanggung jawab pendidikan
yang terpikul di pundak orang tua.
3. Ramayulis
Guru (pendidik) adalah orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing
peserta didik menjadi manusia yang manusiawi.
4. Zahara Idris dan Lisma Jamal
Mengatakan bahwa guru (pendidik) adalah orang dewasa yang bertanggung jawab
memberikan bibmbingan kepada peserta didik dalam perkembangan jasmani dan
rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan (mampu berdiri sendiri) memenuhi
tugasnya sebagai makhluk tuhan, makhluk individu yang mandiri dan makhluk
sosial.
5. Samsul Nizar

2
Sudarwan Danim, Profesionalisasi dan Etika Proesi Guru (Bandung : Alabeta, 2013), hlm. 56

9
Beliau berpendapat bahwa pendidik dalam perspektif pendidikan islam adalah :
Orang yang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan rohani
peserta didik agar mencapai tingkat kedewasaan sehingga ia mampu menunaikan
tugas-tugas kemanusiaannya (baik sebagai khalifatullah fi al-ardh maupun sebagai
‘abd Allah) sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam. Oleh karena itu pendidik dalm
kontek ini bukan hanya terbatas pada orang-orang yang bertugas di sekolah, tetapi
semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan anak mulai sejak dalam
kandungan hingga ia dewasa, bahkan sampai meninggal dunia.
6. Laurence D. Hazkew dan Jonathan C. Mc Lendon
“Teacher is professional person who conduct classes.” (Guru adalah seseorng
yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengelola kelas)
7. Jean D. Grambs dan C. Morris Mc Clare
“Teacher are those persons who consciously direct the experiences and behavior
of an individual so that education takes places.”(Guru adalah mereka yang secara
sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seseorang individu hingga
dapat terjadi pendidikan).

Dari definisi diatas dapat dikatakan bahwa guru adalah seseorang yang
menjalankan tugas utamanya yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi muridnya dalam pendidikan. Sedangkan guru
profesioanal mempunyai beberapa tanggung jawab berupa:

1. tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya,


mengendalikan dirinya dan menghargai serta mengembangkan dirinya.
2. tanggung jawab sosial diwujudkan melalui kompensasi guru dalam memahami
dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan lain dari lingkungan sosial serta
memiliki kemampuan interaksi yang efektif.
3. tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugas
utamanya.

10
4. tanggung jawab moral, mental dan spiritual diwujudkan melalui penampilan guru
sebagai makhluk beragama yang prilakunya senantiasa tidak menyimpang dari
norma-norma agama dan moral.

11
2.3 Karakteristik Profesi Guru

Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 7 ayat 1 , prinsip
professional guru mencakup karakteristik sebagai berikut :

1. Memiliki bakat, minat, panggilan, dan idealism


2. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang
tugas
3. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
4. Memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi
5. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja
7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi berkelanjutan
8. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang
berkaitan dengan keprofesian.
(Sekertariat Negara, 2005 : 15)

Paling sedikit ada enam tugas dan tanggungb jawab guru dalam mengembangkan
profesinya, yakni :

1. Guru bertugas sebagai pengajar


2. Guru bertugas sebagai pembimbing
3. Guru bertugas sebagai administrator kelas
4. Guru bertugas sebagai pengembang kurikulum
5. Guru bertugas untuk mengembangkan profesi
6. Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat

2.4 Syarat-syarat Profesi Guru

Guru adalah pendidik professional karena secara implisit ia telah merelakan dirinya
menerima dan memikul sebagian amanah pendidikan yang terpikul di pundak orang tua.
Ini berarti bahwa orang tua telah memberikan amanah atau sebagian tanggung jawabnya

12
kepada guru. Orang tua tidak mungkin menyerahkan anaknya kepada sembarang guru
yang tidak professional.

Dalam undang-undang no.20 Tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19


Tahun 2005 bab VI tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan memuat tentang
persyaratan menjadi guru seperti dimuat pada pasal 28, yaitu :

a. guru harus memliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agent pembelajaran,
sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasioanal.
b. kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tingkat pendidikan minimal
yang harus dipenuhi oleh seseorang guru yang dibuktikan dengan ijazah dan/ atau
sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.
c. kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
serta pendidikan anak usia dini meliputi :
a) kompetensi pedagogic
b) kompetensi kepribadian
c) kompetensi professional
d) kompetensi sosial
d. seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan
dapat diangkat menjadi guru setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.
Sehubungan dengan hal diatas maka persyaratan tersebut, harus dibandingkan dengan
persyaratan lainnya dalam pendidikan islam. Kalau perlu disempurnakan.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik, diantaranya adalah
menguasi bidang pelajaran yang diasuh, menjadi teladan dalam perkataan dan
perbuatan, mampu mengamalkan apa-apa yang diajarkan, berperan sebagai pelanjut
perjuangan para nabi, memiliki keluhuran akhlak dan tingkat pendidikan, saling
membantu dengan sesame pendidik, mengakui suatu kebenaran sebagai hal yang
utama, senantiasa berlaku jujur dalam bertutur, dan berhias diri dengan sifat sabar
dalam setiap hal.

13
Abudin Nata, secara garis besar menjelakan ada tiga syarat khusus untuk profesi untuk
seorang pendidik, yaitu :

1. seorang guru yang professional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan
diajarkannya dengan baik. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang
diajarkannya. Selanjutnya karna bidang pengetahuan apapun juga mengalami
perkembangan, maka seorang guru juga harus terus menerus meningkatkan dan
mengembangkan ilmu yang diajarkannya, sehingga tidak ketinggalan zaman. Untuk itu
seorang guru harus terus menerus melakukan penelitian menggunakan berbagai macam
metode.
2. Seorang guru yang profesioanal harus memiliki kemampuan menyampaikan atau
mengajarkan ilmu yang dimilikinya (transfer of knowledge) kepada murid-muridnya secara
efektif dan efisien. Untuk ini, seorang guru harus memiliki ilmu keguruan yang dahulu
terdiri dari 3 bidang keilmuan yaitu pedagogic, didaktik, dan metodik.
3. seorang guru yang professional harus berpegang teguh pada kode etik profesi. Kode etik
disini lebih dikhususkan lagi tekanannya pada pelunya memiliki akhlak yang mulia.
Dengan akhlak mulia, seorang guru akan dijadikan panutan, contoh dan teladan. Dengan
demikian ilmu yang diajarkan atau nasihat yang diberikan kepada siswa akan didengarkan
dan dilaksanakan dengan baik.

Zakiah Daradjat, mengemukakan syarat menjadi guru yang baik dan diperkirakan dapat
memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya adalah:

1. takwa kepada Allah. Guru tidak mungkin mendidik anak agara bertakwa kepada Allah,
jika ia sendiri tidak bertakwa kepada-Nya. Sebab ia adalah teladan bagi murid-muridnya
sebagaimana rasullullah menjadi teladan bagi umatnya. Sejauh mana seorang guru
mampu memberikan teladan yang baik bagi murid-muridnya sejauh itu pula lah ia
diperkirakan akan berhasil mendidik agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan
mulia
2. Berilmu. Ijazah bukan semata mata secarik kertas, tetapi suatu bukti, bahwa pemiliknya
telah mempunyai ilmu pengetahuan dan kesanggupan tertentu yang diperlukannya untuk
suatu jabatan. Dalam keadaan normal, ada patokan bahwa makin tinggi pendidikan guru
makin baik mutu pendidikan dan pada gilirannya makin tinggi pula derajat masyarakat.

14
3. Sehat jasmani. Kesehatan badan sangat mempengaruhi semangat kerja,guru yang sakit
sakitan kerap sekali terpaksa absen dan tentunya akan merugikan anak-anak.
4. Berkelakuan baik. Budi pekerti guru sangat penting dalam pendidikan karakter murid.
Guru harus menjadi suri tauladan, karena anak-anak bersifat suka meniru. Diantara tujuan
pendidikan adalah membentuk akhlak yang baik pada anak, dan ini hanya mungkin jika
guru itu berakhlak baik pula. Guru yang tidak berakhlak baik tidak mungkin
dipercayakan pekerjaan mendidik.

2.5 Kriteria Profesi Guru


Khusus untuk jabatan guru, sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun
kriteriannya. Misalnya National Education As-sociation (NEA) (1948) yang menyatakan
bahwa kriteria profesi guru diantaranya :
a. Jabatan yang Melibatkan Kegiatan Intelektual
Jabatan guru memenuhi kriteria ini, karena mengajar melibatkan upaya-upaya
yang sifatnya sangat didominasi kegiatan intelektual. Lebih lanjut dapat diamati,
bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan anggota proesi ini adalah dasar bagi
persiapan dari semua kegiatan profesional lainnya.
b. Jabatan yang Menggeluti Batang Tubuh Ilmu yang Khusus
Terdapat berbgai pendapat tentang apakah mengajar memenuhi persyaratan kedua
ini. Mereka yang bergerak di bidang pendidikan menyatakan bahwa mengajar
telah mengembangkan secara jelas bidang khusus yang sangat penting dalam
mempersiapkan guru yang berwewenang. Sebaliknya, ada yang berpendapat
bahwa mengajar adalah suatu sains, sementara kelompok kedua mengatakan
bahwa mengajar adalah suatu kiat.
c. Jabatan yang Memerlukan persiapan Latihan yang Lama
Anggota kelompok guru dan yang berwewenang di departemen pendidikan dan
kebudayaan berpendapat bahwa persiapan profesional yang cukup lama amat
perlu untuk mendidik guru yang berwewenang. Konsep ini menjelaskan
keharusan memenuhi kurikulum perguruan tinggi, yang terdiri dari pendidikan
umum, profesional, dan khusus, sekurang-kurangnya empat tahun bagi guru
pemula (S1 di LPTK).

15
d. Jabatan Yang Memerlukan Latihan dalam Jabatan yang Sinambung
Jabatan guru cenderung menunjukan bukti yang kuat sebagai jabatan profesional,
sebab hampir tiap tahun guru melakukan berbagai kegiatan profesional, baik yang
mendapatkan penghargaan kredit maupun tanpa kredit. Malahan pada saat
sekarang bermacam –macam pendidikan proesional tambahan diikuti guru-guru
dalam menyertakan dirinya dengan kualifikasi yang telah ditetapkan.
e. Jabatan yang Menjanjikan Karier Hidup dan keanggotaan yang permanen
Di luar negeri banyak guru baru yang hanya bertahan selama satu atau dua tahun
saja pada profsi mengajar setelah itu mereka pindah bekerja kebidang lain, yang
lebih banyak menjanjikan bayaran yang lebih tinggi. Untunglah di
Indonesiakelihatannya tidak begitu banyak guru yang pindah ke bidang lain,
walaupun bukan berarti pula bahwa jabatan guru di indonesiamempunyai
pendapatan yang tinggi.
f. Jabatan yang Menentukan Bakunya Sendiri
Karena jabatan guru menyangkut hajat banyak orang, maka baku jabatan guru
masih sangat banyak diatur oleh pihak pemerintah, atau pihak lain yang
menggunakan tenaga guru tersebut seperti yayan pendidikan swasta. Sementara
kebanyakan jabatan mempunyai patokan dan persyaratan yang seragam untuk
menyakinkan kemampuan minimum yang diharuskan , tidak demikian halnya
dengan jabatan guru. Dari pengalaman beberapa tahun terakhir penerimaan calon
mahasiswa LPTK didapat kesan yang sangat kuat bahwa skor nilai calon
mahasiswa yang masuk ke lembaga pendidikan guru jauh lebih rendah
dibandingkan dengan skor calon yang masuk ke bidang lainnya.
g. Jabatan yang Mementingkan Layanan di Atas Keuntungan Pribadi
Jabatan guru telah terkenal secara universal sebagai suatu jabatan yang
anggotanya termotivasi oleh keinginan untuk membantu orang lain, bukan
disebabkan oleh keuntungan ekonomi atau keuangan. Kebanyakan guru memilih
jabatan ini berdasarkan apa yang dianggap baik oleh mereka yakni mendapatkan
kepuasan rohaniah ketimbang kepuasan ekonomi atau lahiriah.
h. Jabatan yang Mempunyai Organisasi Profesional yang Kuat dan Terjalin Rapat

16
Semua profesi yang dikenal mempunyai organisasi profedional yang kuat untuk
dapat mewadahi tujuan bersama dan melindungi anggotanya. Dalam beberapa hal,
jabatan guru telah memenuhi kretiria ini. Di indonesia telah ada Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) yang merupakan wadah seluruh guru mulai dari guru
taman kanak-kanak sampai guru sekolah lanjut atas. 3

Selanjutnya Conny R. Semiawan mengemukakan bahwa kopetensi guru memiliki tiga


kriteria yang terdiri dari :
a. Knowledge criteria, Ykni kemampuan intelektual yang dimiliki seseorang guru
yang meliputi kekuasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar,
pengetahuan mengenai belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang
bimbingan dan penyuluhan, pengetahuan tentang kemasyarakatan dan
pengetahuan umum.
b. Peformance criteria, adalah kemampuan guru yang berkaitan dengan berbagai
keterampilan dan prilaku, yang meliputi keterampilan mengajar, membimbing,
menilai, menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul dn berkomunikasi dengan
siswa dan keterampilan menyusus persiapan mengajar atau perencanaan
mengajar.
c. Product criteria, yakni kemampuan guru dalam mengukur kemampuan dan
kemajuan siswa setelah mengikuti proses belajar-mengajar.

2.6 Tugas Guru

Guru merupakan figure sentral dalam mengantarkan manusia (murid) kepada tujuan
yang mulia. Khoe Yao Tung, menyebutkan guru merupakan ujung tombak sekaligus
faktor kunci dalam meningkatkan kualilitas pendidikan dan pengembangan sumber daya
manusia. Nana syahodih sukmadinata, menyebutkan guru memegang peran kunci bagi
keberlangsungan pendidikan. Pendidikan pada dasarnya berintikan interaksi antara guru
dengan murid. Ternate eksistensi guru dalam pendidikan menempati posisi kunci dalam
mencapai tujuan pendidikan. Guru dikatakan berhasil tidak terlepas dan kesuksesannya
dalam menjalankan tugas-tugasnya secara proporsional dan professional.
3
Seotjipto Dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan ( Jakarta: Rineka Cipta, 2007), Hlm. 18

17
Tugas sebagai guru adalah mendidik. Mendidik adalah tugas yang amat luas.
Mendidik itu sebagiannya dilakukan dalam bentuk mengajar. Tugas guru di sekolah
sebagian besar adalah mengajar sedangkan dalam rumah tangga biasanya berupa
pembiasaan, memberi contoh dan lain-lain. Dalam pendidikan islam tugas guru yang
utama menurut Al-Ghazali. Adalah menyempurnakan, membersihkan, mensucikan serta
membawa hati manusia untuk bertaqarub kepada Allah SWT. Karena pendidikan adalah
upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selanjutnya Abdurrahman Al-Nahlawi juga
mengungkapkan bahwa tugas pokok guru adalah mengkaji dan mengajarkan ilmu ilahi.
Berangkat dari konsep ilmiah tugas guru dibagi menjadi dua macam, yakni tugas secara
umum, dan tugas secara khusus.

Pertama, tugas secara umum adalah sebagai warasatul anbiya yang pada
hakikatnya mengemban tugas hampir sama dengan tugas seorang rasul. Artinya tugas
guru sebagai warasat al anbiya pada hakikatnya mengemban misi rahmatan li al alamin,
yakni suatu misi yang mengajar manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum
Allah, guna keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Misi ini kemudian dikembangkan
melalui pembentukan kepribadian yang berjiwa tauhid, kreatif, beramal shaleh dan
bermoral tinggi.

Kedua, tugas secara khusus adalah :


1) Sebagai pengajar (intruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran
dan melaksanakan program pengajaran yang telah disusun, dan penilaian setelah
program itu dilaksanakan. Sebagai guru (educator) yang mengerahkan murid pada
tingkat keewasaan yang berkepribadian insan kamil, seiring dengan tujuan Allah
menciptakan manusia.
2) Sebagai pemimpin ( manajerial), yang memimpin dan mengendalikan diri sendiri,
murid dan masarakat yang terkait. Menyangkut upaya pengarahan, pengawasan,
pengorganisasian, pengontrolan partisipasi atas program yang dilakukan itu.

18
Pada akhirnya, keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai seorang pengajar sangat tergantung pada diri pribadi masing – masing guru dalam
lingkungan tempat ia bertugas. 4

2.7 Tuntutan Rasulullah Tentang Sifat-sifat Guru

Pasal 1 undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen


menyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah. Berkaitan dengan tugasnya tersebut, kita tentu setuju bahwa posisi
guru sangat penting dalam mengajar dan mendidik siswa. Dengan kata lain, guru adalah
ujung tombak kegiatan belajar mengajar.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW merasa


kebingungan ketika menerima wahyu pertama QS Al-Alaq ayat 1-5 dan diperintahkan
membaca (Iqra) oleh malaikat jibril dengan mengatakan “Ma ana biqari” (aku tak bisa
membaca). Tetapi malaikat jibril teus membimbing dan memberikan motivasi kepada
beliau sehingga beliau pun akhirnya dapat membaca dan menerima wahyu allah tersebut.
Dari pertama kali diangkat menjadi rasul sampai kepada wafatnya. Sang guru, malaikat
jibril ditugaskan oleh Allah untuk setia menemani dan membimbing beliau.

Berkaitan dengan hal tersebut, rasulullah SAW memberikan tuntunan tentang sebelas
sifat yang perlu dimiliki oleh guru sebagaimana yang diuraikan oleh Muhammad Syafi’I
Antonio (2010)5 yaitu :

a. Ikhlas d. Adil dan egaliter


b. Jujur e. Berakhlak mulia
c. Walk the Talk (melakukan f. Tawadhu (rendah hati)
apa yang diucapkan) g. Berani

4
Prof. Hamzah B Uno. Profesi Kependidikan. Problema, Solusi, Dan Reformasi Pendidikan Di Indonesia. 2008. Jakarta : Bumi
aksara. Cet. Ke-3. Halaman. 30
5
Idris, apandi. Guru Kalbu. 2015. Bandung: Smile’s Publishing. Halaman 157

19
h. Jiwa humor yang sehat
i. Sabar dan menahan amarah
j. Menjaga lisan
k. Sinergi dan musyawarah

2.8 Guru yang baik dan berhasil


Parameter yang bisa menjadi penilaian bahwa guru tersebut sudah baik dan berhasil
dijelaskan oleh Prof Dr. Hamzah B. Uno dalam bukunya “Profesi kependidikan”. Yaitu6 :
a. Harus adil dan dapat dipercaya
b. Sabar, rela berkorban, dan menyayangi peserta didiknya
c. Memiliki kewibawaan dan tanggung jawab akademis.
d. Bersikap baik padarekan guru, staf di sekolah, dan masyarakat
e. Harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan menguasai benar mata pelajaran
yang dibinanya
f. Harus selalu intropeksi diri dan siap menerima kritik dari siapapun
g. Harus berupaya meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

6
Uno. Loc. cit

20
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa guru adalah orang
yang yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan
membimbing peserta didik. Karakteristik profesi guru termaktub dalam UU Nomor
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 7 ayat 1, yaitu : (1) Memiliki bakat,
minat, panggilan, dan idealism. (2) Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar
belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. (3) Memiliki kompetensi yang
diperlukan sesuai dengan bidang tugas. (4) Memiliki ikatan kesejawatan dan kode
etik profesi. (5) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. (6)
Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. (7) Memiliki
kesempatan untuk mengembangkan profesi berkelanjutan. (8) Memiliki organisasi
profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan
keprofesian.
Dalam undang-undang no.20 Tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19
Tahun 2005 bab VI tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan memuat
tentang persyaratan menjadi guru seperti dimuat pada pasal 28, yaitu : (1) guru
harus memliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agent pembelajaran,
sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional. (2) kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang guru yang
dibuktikan dengan ijazah dan/ atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan
perundang undangan yang berlaku. (3) kompetensi sebagai agen pembelajaran pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional¸ dan
kompetensi sosial. (4) seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat
keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tetapi memiliki keahlian khusus yang
diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi guru setelah melewati uji kelayakan
dan kesetaraan. Sehubungan dengan hal diatas maka persyaratan tersebut, harus
dibandingkan dengan persyaratan lainnya dalam pendidikan islam. Kalau perlu
disempurnakan.

21
National Education As-sociation (NEA) (1948) yang menyatakan bahwa
kriteria profesi guru diantaranya ; (1) Jabatan yang Melibatkan Kegiatan Intelektual.
(2) Jabatan yang Menggeluti Batang Tubuh Ilmu yang Khusus. (3) Jabatan yang
Memerlukan persiapan Latihan yang Lama. (3) Jabatan Yang Memerlukan Latihan
dalam Jabatan yang Sinambung. (4) Jabatan yang Menjanjikan Karier Hidup dan
keanggotaan yang permanen. (5) Jabatan yang Menentukan Bakunya Sendiri. (6)
Jabatan yang Mementingkan Layanan di Atas Keuntungan Pribadi . (7) Jabatan yang
Mempunyai Organisasi Profesional yang Kuat dan Terjalin Rapat.
Tugas sebagai guru adalah mendidik. Mendidik itu sebagiannya dilakukan
dalam bentuk mengajar. Dalam pendidikan islam tugas guru yang utama menurut
Al-Ghazali, adalah menyempurnakan, membersihkan, mensucikan serta membawa
hati manusia untuk bertaqarub kepada Allah SWT. Karena pendidikan adalah upaya
untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selanjutnya Abdurrahman Al-Nahlawi juga
mengungkapkan bahwa tugas pokok guru adalah mengkaji dan mengajarkan ilmu
ilahi.
Parameter yang bisa menjadi penilaian bahwa guru tersebut sudah baik dan
berhasil dijelaskan oleh Prof Dr. Hamzah B. Uno diantaranya ; (1) Harus adil dan
dapat dipercaya. (2) Sabar, rela berkorban, dan menyayangi peserta didiknya. (3)
Memiliki kewibawaan dan tanggung jawab akademis. (4) Bersikap baik padarekan
guru, staf di sekolah, dan masyarakat. (5) Harus memiliki wawasan pengetahuan yang
luas dan menguasai benar mata pelajaran yang dibinanya. (6) Harus selalu intropeksi
diri dan siap menerima kritik dari siapapun.(7) Harus berupaya meningkatkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

22
Daftar Pustaka

Apandi, Idris. 2015. Guru Kalbu (Penguatan Soft Skill Untuk Mewujudkan Guru
Professional Dan Berkarakter. Bandung: Smile’s Publishing.

Mudofir Ali. 2012. Pendidik Professional : Konsep, Strategi Dan Aplikasinya Dalam
Peningkatan Mutu Pendidik Di Indonesia. Jakarta : Rajawali Press.

Antonio, Muhammad Syafi’i. 2008. Muhammad, The Super Leader Super Manager. Jakarta:
Tazkia Multimedia&Prolm Center

Danim, Sudarwan. 2013. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

Seotjipto. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta

Uno, B, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Problema, Solusi, Dan Reformasi Pendidikan
Di Indonesia. Jakarta : Bumi aksara

Ramayulis, Haji. 2013. Profesi dan etika keguruan. Jakarta : Kalam Mulia

Musfah, Jejen. 2015. Redesain pendidikan guru : teori, kebijakan, dan praktik. Jakarta :
Penamedia Group.

23