Anda di halaman 1dari 1

Seorang artis atau publik figur dikenal memiliki jadwal yang sangat padat setiap harinya.

Tak
heran jika banyak artis Indonesia yang mengorbankan berbagai hal termasuk untuk
melanjutkan pendidikan. Tak sedikit artis Indonesia yang memilih berhenti dari sekolah atau
tidak melanjutkan kuliah lantaran sedang berada di puncak karier.

Di satu sisi, masih banyak pula artis Indonesia yang memprioritaskan pendidikannya meski
memiliki karier yang sukses. Bahkan, ada artis Indonesia yang melanjutkan pendidikannya
hingga berkuliah di luar negeri. Bagi mereka, pendidikan itu sangat penting dan berguna
untuk masa depan. Seperti Maudy Ayunda yang memilih rihat saat di puncak karier demi
mengejar pendidikan.

Sejak September 2013, Maudy Ayunda melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford,


Inggris untuk mengambil jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics). Menurut
pelantun 'Jakarta Ramai' itu, belajar politik akan sangat bagus jika didukung pengetahuan
ekonomi. Begitu juga sebalikya. Sedangkan belajar filsafat dirasakan membantu berpikir
lebih kritis akan suatu kebijakan atau aturan.  Selain sibuk menyanyi, Maudy juga pernah
menjadi pembicara termuda dalam forum internasional bertajuk 'The regional Conference
Evaluates the Millennium Development Goals and Looks to Creating a Foundation for the
Post-2015'.

Tahun pertama belajar filsafat, Maudy mendapatkan pengetahuan dasar mengenai


Existentialism (eksistensi, kebebasan dan pilihan). Lalu di tahun kedua, pelantun lagu 'Perahu
Kertas' ini belajar lebih dalam mengenai filsafat dalam konteks politik. Maudy banyak
membaca literatur dan pandangan dari filsuf masa lampau seperti Plato, Jean-Jaques Rosseau,
John Locke, Thomas Hobbes, hingga Nicolo Machiavelli.

Tak jauh berbeda dengan Cinta Laura, sejak kuliah di Amerika Serikat pada pertengahan
2011 lalu, Cinta Laura sudah mengincar target tinggi. Ia kemudian lulus cum laude dan lebih
cepat satu tahun dari masa belajar normal. Cinta mengambil jurusan Psikologi dan Ilmu
Politik di Universitas Columbia, Cinta juga mengambil jurusan Sastra Jerman. Bintang film
'After The Dark' itu meraih dua gelar sarjana sekaligus dalam waktu tiga tahun, dan meraih
predikat Cum Laude karena Indeks Prestasi Kumulatifnya mencapai 3,9. Selama kuliah,
Cinta juga sempat menjadi asisten dosen di jurusan psikologi.

Nggak kalah keren dari Maudy Ayunda, Cinta juga memiliki yayasan keluarga bernama
Soekarseno Peduli yang fokus untuk membantu murid dan guru yang membutuhkan., Cinta
Laura mulai terjun ke dunia aktivis dan secara vokal menyuarakan isu-isu terkait perempuan
di Indonesia. Kepedulian Cinta Laura terhadap isu-isu tersebut membawa kesempatan
baginya untuk menjadi duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Berprestasi di bidang akademik, nampaknya tidak menghalangi seorang Cinta Laura untuk
juga memperhatikan karier keartisannya. Di Amerika, ia tergabung dalam Luber Roklin
Entertainment, ia juga beberapa kali menjajal peruntungannya bermain di film-film
Hollywood. Pada 2011 Cinta Laura berkolaborasi dengan Guy Sebastian yang merupakan
pemenang Australian Idol 2003. Lagu berjudul “Who’s That Girl” pun berhasil menduduki
chart 1 di beberapa tangga lagu di Australia dan Selandia Baru. Di tahun 2013 Cinta Laura
terlibat dalam film berjudul The Philosophers atau Afther The Dark. Setelah itu ia berperan di
beberapa film Hollywood lainnya seperti TAR (2017), The Ninth Passenger (2017), dan
lainnya.