Anda di halaman 1dari 39

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II CALON PENJAGA TAHANAN

PENINGKATAN PEMBINAAN KEDISIPLINAN DAN


KETERTIBAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)
LAPAS KELAS II B SEKAYU

Oleh :

Ardiansya

h
NIP. 199008102017121002

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Penjaga Tahanan


Angkatan 1 (Satu)
NDH : 8 (Delapan)

KEMENTERIAN HUKUM
DAN HAK ASASI MANUSIA BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN I
TAHUN 2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN

PENINGKATAN PEMBINAAN KEDISIPLINAN DAN


KETERTIBAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
(WBP) LAPAS KELAS II B SEKAYU

Oleh :

Ardiansyah
NDH : 8 (Delapan)

Telah Diseminarkan dan disetujui pada:

Hari/ Tanggal : Rabu/ 23 Mei 2018


Tempat : Asrama Haji Provinsi Sumatra Selatan

COACH, MENTOR,

Um Salamah, SH, M.Si Perimansyah, S.Sos


Widyaiswara Ahli Muda KPLP Lapas Sekayu
NIP. 197005212000032002 NIP.196811061992031002

Diketahui/ Disetujui Oleh:


Kepala Lapas kelas II B Sekayu

Herman Sawiran, Bc.Ip, SH, MH


Pembina / IV a
NIP. 196601171990011001

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah ii


LEMBAR PENGESAHAN

PENINGKATAN PEMBINAAN KEDISIPLINAN DAN


KETERTIBAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
(WBP) LAPAS KELAS II B SEKAYU

COACH, MENTOR,

Um Salamah, SH, M.Si Perimansyah, S.Sos


Widyaiswara Ahli Muda KPLP Lapas Sekayu
NIP. 197005212000032002 NIP.196811061992031002

MENGESAHKAN
a.n KEPALA BPSDMD PROVINSI SUMATERA SELATAN
KABID PENGEMBANGAN KOMPETENSI MANAJERIAL

Hj. Holijah, SH, MH


Pembina Tingkat I/ IV b
NIP. 196909071996032004
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................iii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR............................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
A. Latar Belakang........................................................................................1
B. Tujuan dan Manfaat.................................................................................2
C. Ruang Lingkup........................................................................................3
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)..............................4
A. Deskripsi Organisasi................................................................................4
1. Profil Organisasi.................................................................................4
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi........................................................6
B. Deskripsi Isu/ Situasi Problematik Lembaga Pemasyarakatan................8
C. Analisis Isu..............................................................................................12
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih.............................................15
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS..................................................................16
F. Matrik Rancangan....................................................................................18
G. Jadwal Kegiatan.......................................................................................26
H. Kendala dan Antisipasi............................................................................27
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI ..............................................
A. Pendalaman Core Isu Terpilih.....................................................
B. Capaian Kegiatan Habituasi .......................................................
BAB IV PENUTUP...................................................................................
A. Kesimpulan .................................................................................
B. Saran...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................
LAMPIRAN .............................................................................................
BIODATA ................................................................................................
DAFTAR TABEL
1. Tabel Deskripsi Isu/Kondisi Unit Kerja Saat Ini..............................................11
2. Tabel Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AK.............................................12
3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK..........................................................13
4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG.............................................................14
5. Tabel Rancangan Aktualisasi (Habituasi).........................................................19
6. Jadwal kegiatan Aktualisasi (Habituasi)...........................................................26
DAFTAR GAMBAR

1. Struktur Organisasi............................................................................................5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia dari
Sabang sampai Merauke memiliki semua
prakondisi untuk mewujudkan visi negara
sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, yang ditandai dengan kekayaan alam yang
melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang
pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil.
Namun prakondisi yang sudah terpenuhi itu belum
mampu dikelola secara efektif dan efisien oleh
para aktor pembangunan, sehingga Indonesia
masih tertinggal dari cepatnya laju pembangunan
global dewasa ini. Aparatur Sipil Negara (ASN)
memiliki peranan yang menentukan dalam
mengelola prakondisi tersebut. Sejumlah
keputusan-keputusan strategis mulai dari
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta
perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karena itulah
penting bagi ASN untuk memahami dan
menjalankan fungsi-fungsi ini dalam
melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan
kesehariannya.
Hal ini sejalan dengan UU No.5 tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam UU
ini dijelaskan bahwa ASN memiliki tugas
melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
memberikan pelayanan publik yang profesional
dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan
kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1
Sosok pemersatu bangsa.
Pegawai Dalam upaya mengimplementasikan
Negeri Sipil pelaksanaan tugas sebagai PNS, maka sangat
(PNS) yang penting untuk menanamkan nilai-nilai dasar
mampu kepada PNS agar tugas dan jabatan tersebut dapat
melaksanaka dijalankan secara profesional, adapun nilai-nilai
n peran dasar tersebut meliputi kemampuan untuk
tersebut berakuntabilitas,
adalah PNS
yang
memiliki
kompetensi
yang
diindikasikan
dari sikap
dan
perilakunya,
penuh
kesetiaan dan
ketaatan pada
negara,
bermoral dan
bermental
baik,
profesional,
sadar akan
tanggung
jawabnya
sebagai
pelayan
publik serta
mampu
menjadi
Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 2
mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik,
berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas dan jabatannya, serta tidak
korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan
instansinya.
Dalam membentuk sosok PNS seperti yang disebut di atas maka perlu
dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan (Diklat),
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN Nomor 24 Tahun 2017 Tentang
penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Golongan II dan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
dan merujuk pasal 63 ayat 3 dan 4; calon PNS wajib menjalani massa percobaan
yang dilaksanakan untuk melalui proses pendidikan dan pelatihan (Diklat).
Melalui mata pelatihan dasar CPNS agenda tiga, peserta pelatihan dasar
diharapkan untuk merancang kegiatan aktualisasi yang dilatarbelakangi dengan
isu-isu mengenai manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of
Government (WoG). Selanjutnya agar nilai-nilai dasar tersebut dapat terpatri
kuat dalam diri PNS maka dilakukan internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
melalui aktualisasi (habituasi) pada tempat tugas masing-masing dengan
menerapkan inovasi dan prinsip-prinsip lainnya sehingga kehadiran PNS dapat
memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah di instansi atau unit kerja.
Melalui pelatihan dasar ini diharapkan dapat menghasilkan PNS yang profesional,
yang dewasa ini sangat dibutuhkan dalam mengelola sumber daya pembangunan
yang ada sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa.

B. Tujuan Dan Manfaat


Tujuan Aktualisasi
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam bentuk nilai-nilai ANEKA ini memiliki
tujuan:
Menanamkan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu, dan anti korupsi (ANEKA) dalam kondisi kerja yang nyata.
Mampu meningkatkan penerapan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) dalam setiap kegiatan.

Manfaat Aktualisasi
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam bentuk nilai-nilai ANEKA ini
memiliki manfaat:
1. PNS diharapkan mampu mengimplementasikan nilai– nilai akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA)
dalam kondisi kerja yang nyata.
2. PNS mampu menjadi penggerak implementasi nilai – nilai akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA)
dalam kondisi kerja masing – masing.

C. Ruang Lingkup Aktualisasi

Ruang lingkup laporan aktualisasi ini peserta di harapkan mampu


mengidentifikasi, menyusun dan menetapkan isu atau permasalahan yang terjadi
dan harus segera dipecahkan, mendeskripsikan keterkaitan antara isu dan kegiatan
yang diusulkan dengan substansi mata pelatihan manajemen ASN, pelayanan
publik, dan whole of government, dalam satu atau keseluruhan persfektif mata
pelatihan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil, yang terdiri dari lima nilai dasar, yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Arti Korupsi
dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di instansi masing-masing.
Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan
pada saat off campus selama 24 Mei 2018 sampai dengan 31 Agustus 2018.
Aktualisasi dilakukan di tempat kerja yaitu pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas
II B Sekayu.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 3


BAB II
DESKRIPSI AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Deskripsi Organisasi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (Kemenkumham RI) adalah kementerian dalam Pemerintah
Indonesia yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia. Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin oleh seorang
Menteri yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Yasonna Laoly.
Kemenkumham beberapa kali mengalami pergantian nama yakni: "Departemen
Kehakiman" (1945-1999), "Departemen Hukum dan Perundang-undangan"
(1999-2001), "Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia" (2001-2004),
"Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia" (2004-2009), dan "Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia" (2009-sekarang).
Kantor wilayah (kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
merupakan instansi vertikal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang
berkedudukan di setiap provinsi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kanwil terdiri atas beberapa
divisi serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Kantor Imigrasi,
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lapas Narkotika, Rumah Tahanan Negara
(Rutan), Cabang Rutan, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan),
Balai Pemasyarakatan (Bapas), Balai Harta Peninggalan (BHP), serta Rumah
Detensi Imigrasi (Rudenim).

1. Profil Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sekayu


Lapas Sekayu merupakan Lembaga Pemasyarakatan yang berlokasi di
Jalan Inpres Penjara, Kel. Serasan Jaya, Kec. Sekayu, Kabupaten Musi
Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Struktur Organisasi Lapas Sekayu bisa
dilihat pada gambar berikut:

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 4


KA.LAPAS
Nama : Herman Sawiran, Bc.Ip, SH, MH
Pangkat : Pembina (IV/a)
KASUBAG TATA USAHA
Nama : Edho Dwi Saputra Kurniasep, SH, MH
Pangkat : Pembina (IV/a)
i KAURAvental, S.sos
KEPALA KPLP a KEUANGAN
Nama : Perimansyah, S.Sos n Nama
Pangkat : Penata Tk. 1(III/d)
d R :
REGU
I i E Pangkat
Karu G (III/b)
pam U
: : 1.
Raye I 2.
ndra I 3.
P, SH Karupam : Eko
P2U: Sudarto
Abdu P2U : M. Ridwan
rrah Saidi, SH
man Anggota KA
Saleh 1. Irfan Burfal SI
Angg 2. Irwanto BI
ota M
3. Abdus Salam
1. W BI
e NG
n AN
di NA
Sa PI
st /
ra AN
, DI
S K
H &
GI
2. A AT
g JA
us N
G a
u m
n a
a
w :
a
n D
3. D e
ef d
ri d
Ar y
a k ERJ M
KAU
Pe a A u
REG KA P
na SU t N a d
UM U IV
ta BSI a n a
UM Karup
M RE : m g
Nama am :
ud GIS a k T
Sugiy
: a KASI TR : Apeni a k
Yusriadi ADMINIS arto P
Tk ASI K t .
P2U : e
P .1TRASI & a
Ikhsa n
a (IIKAM & BI s : 1
n a
n I/TATIB MK b
Prayu t
N
g b) : Abdul EM a
da, SH a P (
a
k St Hamid, AS r KASUBSI KEAMANAN
Angg e I
m
a aff S.Sos N u Nama I
t ota M n
: a a : Pangkat
1. D u a I
Pangkat m , :
od d t /
a Staff b : 1. Alhadri, SH
i a a
Pangkat S )
Ti
B H
sn (

REGU
n
g
il Umamsyah a
A
a
m I
I
St as II B
ru
b
Sekayu
g
K mi a I
o
ar ja n /
u
p
t
a ya
2. Eri
g a
)
kt
a
m
1. Ja
n k
Su
S
Staff : 1. Laysah Afrika, SH, MH
2. Yulia
ur
Rancangan Aktualisasi
O
d e
: 3. Medy Oktari, SH
ri w p (Habituasi) Ardiansyah
E 4. Anton Staloni, SH
an t
rg
r Fi 5. Rozani Ahmad KASUBSI KEAMANAN
r to i Nama : Alamsyah, SH
h 6. Ria Wahyuni, S.Kep
a
an
a s 3. D Pangkat : Penata Tk. 1 (III/d)
a en d Staff : 1. Mardona, SH
n,
i K 2. Marena Purwantini, SKM
is
S d ny
Ja , A
T a
S
as
P 2. Iv nu
an A U
2 a
m B
U
:
n
F
sy
ah d
.
S
I
i
L
M e
. I
b P K
H
ar
is
ri
a
, E
G
ap
S
et
n
t
S
H
I
A as
K
o T
ia
w 3. S A
P
N
a
n
y
a
a
n el
A fr g K
Staff : )
-
S
KAS t
UBSI a
PER f
AW f
ATA :
N
NAP 1
I& .
AND
IK J
Nama : o
Ina n
Sumpena
P H
a e
n r
g i
k
a K
t u
r
: n
i
P a
e w
n a
a n
t ,
a
S
M E
u ,
d
a M
M
T 2. Tukijan, SH
k 3. Tamrin,
AMK
.
5
1

(
I
I
I
/
b
2. Visi, Misi dan Nilai- nilai Organisasi
Visi
Memberikan pelayanan yang akuntabel, Transparan, dan Profesional oleh
petugas yang memiliki kompetensi tinggi dalam rangka melaksanakan
reformasi birokrasi dan mewujudkan budaya tertib pemasyarakatan serta
turut mendorong terciptanya rasa keadilan masyarakat.

Misi
 Melaksanakan pelayanan, perawatan, pengelolaan, pengamanan dan
pembinaan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka
terlaksananya sistem pemasyarakatan;
 Mengembangkan kompetensi dan potensi sumber daya manusia petugas
LAPAS Klas II B Sekayu menuju LAPAS yang aman dan tertib.

Nilai- nilai Organisasi


Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7
Tahun 2015, Untuk memandu pencapaian visi dan misi serta untuk
mewujudkan tujuan dan sasaran diperlukan nilai-nilai yang digunakan
sebagai pedoman bagi seluruh insan Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif
(PASTI).
1. Profesional
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja
keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang
tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 6


2. Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan
atau peraturan yang berlaku.
3. Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama
yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik,
bermanfaat dan berkualitas.
4. Transparan
Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan
dan pelaksanaannya, serta hasil- hasil yang dicapai.
5. Inovatif
Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.
B. Deskripsi Isu Lembaga Pemasyarakatan
Di dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 disebutkan “bahwa
perlakuan terhadap WBP berdasarkan sistem kepenjaraan tidak sesuai dengan
sistem pemasyarakatan berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945
yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan; bahwa sistem
pemasyarakatan sebagaimana dimaksud merupakan rangkaian penegakan hukum
yang bertujuan agar Warga Binaan Pemasyarakatan menyadari kesalahannya,
memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima
kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan,
dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab”.
Dalam menetapkan isu penulis menggunakan landasan teoritik dari agenda
kedudukan dan peran PNS dalam NKRI (Manajemen ASN, Whole of
Government, dan Pelayanan Publik) dengan ditambah pemahaman tentang
substansi tuntutan pekerjaan dan lingkungan tempat kerja. Selain itu untuk
menjaga relevansi dengan kondisi nyata di tempat kerja, dilakukan juga proses
konsultasi dengan atasan di lingkungan kerja sehingga isu yang disampaikan valid
dan reliabel.
Manajemen ASN sendiri merupakan pengelolaan ASN dalam menghasilkan
petugas ASN yang profesional, memiliki dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Terlepas dari usaha
menciptakan ASN yang profesional, Lapas kelas II B Sekayu mengalami beberapa
permasalahan terkait manajemen ASN dan Pelayanan Publik yaitu :
1. Kurangnya pelatihan peningkatan kompetensi bagi Petugas
Pemasyarakatan
Deskripsi Isu: Pengembangan karir PNS dilakukan berdasarkan kualifikasi,
kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan instansi pemerintah.
Pengembangan karir PNS dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan
moralitas. Salah satu poin yang perlu diperhatikan adalah kompetensi teknis
diukur dari tingkat dan
spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja
secara teknis, dan seterusnya. Oleh karena itu isu kurangnya pelatihan
peningkatan kompetensi bagi Petugas Pemasyarakatan perlu diperhatikan.
2. Kurangnya Pengawasan Terhadap WBP didalam blok Hunian
Deskripsi Isu: Laju pertumbuhan penghuni lapas tidak sebanding dengan sarana
lapas. Input tidak sebanding output. Jumlah narapidana yang masuk lebih
besar daripada narapidana bebas. Selanjutnya, penghuni Lapas kelas II B
Sekayu tidak hanya orang terhukum saja, akan tetapi ada juga tahanan
kepolisian dan kejaksaan yang dititipkan di Lapas. Banyaknya jumlah
narapidana dan tahanan tanpa diimbangi sumber daya manusia (petugas)
dan sarana prasarana memadai rentan menimbulkan pelanggaran. Jumlah
petugas yang sedikit menyebabkan rendahnya tingkat pengamanan/
pengawasan.
3. Kurangnya Jumlah Petugas Penjagaan di lapas Kelas II B Sekayu
Deskripsi Isu: Pada dasarnya Petugas Penjagaan di Lapas sudah ditambah
oleh Kementerian Hukum dan HAM pada akhir tahun 2017. Di Lapas kelas II
B Sekayu sendiri mendapat tambahan petugas penjagaan sebanyak 33 orang,
tetapi setelah dibagi dalam regu jaga masing-masing mendapat tambahan 7
orang petugas sehingga dalam setiap regu jaga menjadi 12 orang, akan tetapi
banyaknya jumlah WBP yang ada di Lapas Sekayu yaitu sekitar 900 orang,
menyebabkan satu orang petugas harus menjaga sekitar 75 orang, sedangkan
idealnya hanya 25 orang.
4. Kelebihan Kapasitas di Lapas kelas II B Sekayu
Deskripsi Isu: Overcapacity, Kapasitas hunian di Lapas Kelas II B Sekayu
hanya 350 Sedangkan Jumlah WBP sampai hari ini sudah lebih dari 900 orang.
Kondisi tersebut membuat warga binaan berada dalam situasi yang sangat
mudah mengalami gangguan psikologi seperti mudah marah, gelisah, dan
menutup diri. Kondisi tersebut juga menimbulkan tingginya potensi konflik
antar WBP, potensi melarikan diri serta menjadi salah satu pemicu terjadinya
kerusuhan di Lapas.
5. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang kurang memadai
Deskripsi Isu: Pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 tentang
syarat dan tata cara pelaksanaan Hak WBP disebutkan bahwa salah satu hak
Warga Binaan (Napi dan Tahanan) adalah memperoleh pelayanan kesehatan
secara promotif, preventif, dan rehabilitatif di Lapas. Akan tetapi akibat
fasilitas klinik pengobatan yang kurang memadai para WBP yang sakit tidak
bisa diobati secara maksimal di Klinik Lapas dan terpaksa dirujuk ke Rumah
Sakit Daerah.

6. Kurangnya Sarana dan Prasarana penjagaan di Lapas


Deskripsi Isu: Kurangnya Sarana dan Prasarana penjagaan seperti; tembok
keliling rendah hanya 4,5 meter. Sementara kondisi Ideal tembok Lapas
minimal 6 meter, tidak adanya pagar ornames antar blok, kawat duri diatas
tembok yang sudah rapuh, kurangnya senjata api dan kurangnya alat
komunikasi yaitu Handy Talky (HT). Pengamanan WBP akan terwujud dengan
baik jika dengan sarana dan prasarana serta fasilitas yang memadai.

7. Kurangnya pembinaan terhadap kedisiplinan dan ketertiban WBP


Deskripsi Isu : Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), narapidana berhak
menerima pembinaan sebagai wujud tanggung jawab pemerintah
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995. Wujud
pembinaan yang wajib diberikan kepada narapidana adalah pembinaan
kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian terkait dengan
pengembangan karakter dan mental, sedangkan pembinaan kemandirian terkait
dengan pengembangan bakat dan keterampilan narapidana. Kepatuhan
terhadap tata tertib yang berlaku di dalam lembaga pemasyarakatan dan
rumah tahanan negara menjadi salah satu indikator dalam menentukan kriteria
berkelakuan baik terhadap narapidana dan tahanan.
Adapun ketujuh permasalahan tersebut secara ringkas dijelaskan pada tabel
di bawah ini :
Keterkaitan
Identifikasi Isu/ dengan Identifikasi Akar
No Kondisi Ideal
Kondisi Sekarang Materi Permasalah

1. Kurangnya pelatihan Petugas Manajemen 1. Tidak adanya


peningkatan Pemasyarakatan ASN alokasi anggaran
kompetensi bagi mempunyai pelatihan terhadap
Petugas kompetensi dan petugas
Pemasyarakatan keahlian dalam pemasyarakatan.
membina dan 2. kurangnya
mengamankan motivasi petugas
WBP. mengikuti pelatihan
karena merasa
nyaman dengan
posisi saat ini

2. Kurangnya Diadakan rolling Manajemen 1. Kurangnya


Pengawasan Terhadap pengawasan blok ASN & jumlah petugas
WBP didalam blok hunian secara Pelayanan regu jaga
Hunian berkala. Publik 2. Banyaknya
Didalam blok jumlah napi dan
hunian minimal tahanan
ada CCTV
3. Kurangnya jumlah Satu orang petugas Whole of Banyaknya petugas
Petugas Penjagaan di menjaga 25 WBP Government yang pensiun dan
Lapas Kelas II B & diangkat menjadi
Sekayu Manajemen Staff
ASN
4. Kelebihan Kapasitas Maksimal Pelayanan 1. Belum adanya
di Lapas kelas II B penghuni blok Publik pembangunan
Sekayu 350 orang. Lapas baru
2. Jumlah WBP
yang terus
bertambah
5. Fasilitas Pelayanan Fasilitas Klinik Whole of 1. kurangnya
Kesehatan yang kesehatan yang Government anggaran dana dari
kurang memadai memadai. & Pelayanan pemerintah
Memiliki dokter Publik 2. Alokasi dokter
umum. untuk Lapas Tidak
Ada
6. Kurangnya Sarana Tembok kelililing Manajemen Belum adanya
dan Prasarana Lapas 6 meter. ASN anggaran dana
penjagaan di Lapas Ada pagar pembangunan dan
ornames antar pengadaan sarana
blok. penjagaan dari
Persenjataan lengkap pemerintah
Alat komunikasi
lengkap
7. Kurangnya pembinaan Terlaksananya Manajemen 1. Belum adanya
terhadap kedisiplinan Pembinaan ASN tata tertib tentang
dan ketertiban WBP kedisiplinan dan Pelayanan pembinaan
pembinaan Publik& kedisiplinan dan
ketertiban secara Whole of ketertiban
rutin Governmen 2. Belum adanya
t reward bagi
petugas yang
berhasil membina
WBP
3. Kurangnya minat
petugas membina
kedisiplinan dan
ketertiban

Tabel 1. Deskripsi Isu/ Kondisi Unit Kerja Saat Ini

C. Analisis Isu

Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, maka diperlukan analisis


lanjutan dari isu-isu tersebut. Analisis isu dilakukan bertujuan untuk menetapkan
kriteria kualitas isu. Penetapan kriteria isu tulisan ini dilakukan dengan
menggunakan beberapa dua metode/ alat bantu penetapan kriteria kualitas isu,
yaitu;
1. Metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematika, Kelayakan).
2. Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Analisis isu yang dilakukan akan menghasilkan penetapan isu yang memiliki
kualitas isu tertinggi untuk dilakukan dalam proses habituasi peserta di tempat
kerja, dimana penetapan isu tersebut didukung berdasarkan data dan fakta relevan.
Pada tahapan analisis isu, penulis menggunakan metode/ alat bantu AKPK
dan USG dalam proses penetapan kriteria kualitas isu. Dalam pembelajaran isu
aktual sesuai tema ini, tidak semua isudapat dikategorikan sebagai isu aktual. Isu
aktual yang dibahas adalah isu yang memenuhi kriteria berdasarkan metode
AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematika, Kekhalayakan), yaitu isu yang
mengandung kriteria sebagai berikut:
1. Aktual (Terjadi/akan Terjadi). Isu yang sedang terjadi atau dalam proses
kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat,
atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. Bukan isu yang
sudah lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi.
2. Kekhalayakan. Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang
banyak banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya
untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
3. Problematik. Isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentutan yang
menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan
pemecahannya.
4. Kelayakan. Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat dibahas
sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.
Disamping pemenuhan kriteria, penggalian isu juga dapat diperoleh melalui
berbagai aspek antara lain: aspek manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole
of Governement (WOG). Namun tidak semua isu yang berhubungan dengan
ketiga aspek tersebut di atas perlu dibicarakan dan dipecahkan melainkan harus
disesuaikan dengan organisasi atau unit kerja. Penentuan kualitas kriteria isu
dengan metode AKPK dilakukan dengan pembobotan 1 sampai dengan 5 untuk
setiap kriterianya, adapun keterangan dari setiap bobot, yaitu pada Tabel 2:
Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya
Tabel 2. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

Isu yang ada di unit kerja ini kemudian dianalisis dengan menggunakan
metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan), maka
analisis dari isu tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

No ISU A K P K Jml Peringkat


(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
1. Kurangnya pelatihan 4 3 3 2 12 4
peningkatan kompetensi bagi
Petugas Pemasyarakatan
2. Kelebihan Kapasitas di Lapas 3 3 4 3 13 3
kelas II B Sekayu
3. Kurangnya Jumlah Petugas 2 3 3 3 10 5
Penjagaan di Lapas Sekayu
4. Kurangnya Pengawasan 2 2 2 2 8 7
Terhadap WBP didalam blok
Hunian
5. Fasilitas Pelayanan 4 3 3 4 14 2
Kesehatan yang kurang
memadai
6. Kurangnya Sarana dan 2 3 2 2 9 6
Prasarana penjagaan di
Lapas
7. Kurangnya pembinaan 4 5 4 4 17 1
kedisiplinan dan ketertiban
WBP
Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

Berdasarkan analisis penetuan kriteria kualitas isu dengan menggunakan


metode AKPK, maka dari enam core issue yang ditemukan di lingkungan kerja
penulis, maka yang menjadi tiga core issue dengan prioritas tinggi, yaitu;
1. Kelebihan Kapasitas di Lapas kelas II B Sekayu (Total= 13).
2. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang kurang memadai (Total=14)
3. Kurangnya pembinaan terhadap kedisiplinan dan ketertiban WBP
(Total=17)
Dari ketiga core issue tersebut di atas selanjutnya dilakukan analisis
penentuan kriteria kualitas isu dengan metode USG. Penilaian secara USG
dilakukan dengan menggunakan nilai dengan rentang nilai 1 sampai dengan 5.
Semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat
serius untuk segera ditangani. Variabel penetapan kriteria kualiatas isu pada USG,
yaitu;
1. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan
ditindaklanjuti.
2. Seriousness merujuk pada seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth menekankan pada seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.
Analisis dengan metode USG ditunjukkan pada Tabel 4, sebagai berikut:

No Penilaian Kriteria Jml Peringkat


Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
1. Kelebihan Kapasitas di Lapas 3 4 4 11 3
kelas II B Sekayu
2. Fasilitas Pelayanan 4 3 5 12 2
Kesehatan yang kurang
memadai
3. Kurangnya pembinaan 5 4 4 13 1
kedisiplinan dan ketertiban
WBP
Tabel 4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

Analisis Isu dengan menggunakan pisau ukur USG, merupakan analisis


final dari Isu yang ditentukan. Berdasarkan analisis diatas maka ditemukan isu
yang paling tinggi urgensinya untuk dicarikan solusi yaitu “Kurangnya
Pembinaan kedisiplinan dan Ketertiban WBP”.

D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih


Berdasarkan hasil penetapan kriteria kualitas dan urgensi isu dengan
metode AKPK dan USG, maka Core issue yang telah terpilih untuk dicarikan
solusi pemecahan masalahnya secara kreatif, dan direncakan aktivitas dalam
memberikan kontribusinya dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi.
Dalam Hal ini “Kurangnya Pembinaan kedisiplinan dan Ketertiban WBP”.
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 menyatakan bahwa sistem
pemasyarakatan dilaksanakan berdasarkan asas pengayoman, persamaan
perlakuan dan pelayanan pendidikan, penghormatan harkat dan martabat
manusia, kehilangan kemerdekaan
merupakan satu-satunya derita, serta terjaminnya hak untuk berhubungan dengan
keluarga dan orang-orang tertentu.
Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), narapidana berhak menerima
pembinaan sebagai wujud tanggung jawab pemerintah. Wujud pembinaan yang
wajib diberikan kepada narapidana adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan
kemandirian. Pembinaan kepribadian terkait dengan pengembangan karakter dan
mental, sedangkan pembinaan kemandirian terkait dengan pengembangan bakat
dan keterampilan narapidana.

E. Nilai- nilai Dasar Profesi PNS


Ada lima nilai dasar profesi PNS, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan antikorupsi. Lima nilai dasar yang biasa disingkat
ANEKA ini merupakan modal awal PNS dalam menjalankan tugasnya. Sebelum
mengimplementasikan nilai dasar PNS, ada satu tahap yang dilalui yaitu tahap
internalisasi. Internalisasi merupakan proses pemahaman atas nilai yang
terkandung dari masing-masing poin ANEKA.
Akuntabilitas merupakan kesadaran adanya tanggung jawab dan
kemauan untuk bertanggung jawab. PNS memiliki tugas pokok fungsi yang wajib
untuk dijalankan. Setiap PNS hendaknya sadar akan tugasnya. Tidak hanya
sekadar sadar. Mereka juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah
dilaksanakan. Sebagai abdi masyarakat, PNS memiliki tanggung jawab yang
besar. Maka tidak salah jika setiap PNS melakukan perencanaan yang matang
sebelum melaksanakan tugasnya. Adanya transparansi juga penting untuk
dilaksanakan. Tanpa transparansi PNS akan kesulitan dalam menjalankan tugas.
Nasionalisme merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai kemuliaan. Sila pertama,
Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketiga,
Persatuan Indonesia. Keempat, Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kelima,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sila ini merupakan pondasi
dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai motor penggerak suatu negara,
PNS harus mampu menjadi teladan.
Etika publik merupakan pemberian pelayanan yang layak kepada
masyarakat. Seorang PNS harus mampu memberi pelayanan yang ramah selama
menjalankan tugasnya. Dalam kondisi apapun, PNS tidak boleh terlihat sombong,
angkuh, galak, apalagi tidak sopan.
Komitmen mutu merupakan sikap menjaga keefektifan dan efisiensi
kerja. Mutu PNS dalam menjalankan tugas hendaknya mengalami kemajuan dari
waktu ke waktu. Ada tuntutan kreativitas bagi setiap individu dalam menjalankan
tugas sehari-hari.
Antikorupsi merupakan sikap tegas memerangi korupsi. Memutus mata
rantai korupsi dapat diawali dari diri sendiri. Baik itu korupsi waktu, korupsi
uang, maupun korupsi tugas. Setiap individu hendaknya dapat menjadi pengingat
bagi dirinya masing-masing. Contohnya berada di lokasi sebelum jam kerja
dimulai, tidak meninggalkan tempat kerja tanpa alasan jelas sebelum jam kerja
usai, dan tidak menggunakan uang negara untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Menjadi PNS bukanlah hal yang mudah. tapi bukan berarti kita tidak bisa menjadi
PNS yang baik.
F. Matrik Rancangan
Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sekayu
Identifikasi Isu : (1) Kurangnya pelatihan peningkatan kompetensi bagi Petugas Pemasyarakatan
(2) Kelebihan Kapasitas di Lapas kelas II B Sekayu
(3) Kurangnya Petugas Penjagaan di Lapas Kelas II B Sekayu
(4) Kurangnya Pengawasan Terhadap WBP didalam blok Hunian
(5) Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang kurang memadai
(6) Kurangnya Sarana dan Prasarana penjagaan di Lapas
(7) Kurangnya pembinaan kedisiplinan dan ketertiban WBP
Isu yang Diangkat : Kurangnya Pembinaan kedisiplinan dan ketertiban Warga Binaan Pemasyarakatan
Gagasan Pemecahan Isu :
1. Menyusun aturan tata tertib untuk pembinaan kedisiplinan dan ketertiban WBP.
2. Mensosialisasikan aturan tata tertib kepada petugas pemasyarakatan untuk peningkatan kedisiplinan dan ketertiban Warga Binaan
Pemasyarakatan.
3. Pelaksanaan Kegiatan pembinaan kedisiplinan dan ketertiban WBP. (kepada WBP)
4. Menggunakan Media Group Whatsapp untuk mensosialisasikan secara rutin peningkatan pembinaan kedisiplinan dan ketertiban
WBP.
5. Membentuk Tim Pemeriksa terhadap kedisiplinan dan ketertiban WBP.
6. Melakukan Evaluasi terhadap pembinaan kedisiplinan dan ketertiban WBP yang dilakukan oleh petugas.
7. Memberikan reward kepada petugas yang melaksanakan pembinaan kedisiplinan dan ketertiban WBP.

18
Tabel 5. Tabel Rancangan kegiatan Aktualisasi (Habituasi)
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai-Nilai Dasar ANEKA Kontribusi terhadap Penguatan Nilai-
. Kegiatan Kegiatan Visi-Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Menyusun aturan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
Tata Tertib Petugas 1. Membentuk Tim 1. Surat tugas tim Kejelasan dalam membina Mewujudkan budaya bekerja dengan
terhadap Penyusun Tata penyusun tata WBP sehingga dapat tertib pemasyarakatan membuat Aturan
pembinaan Tertib tertib dipertanggung jawabkan pembinaan kedisiplinan
kedisiplinan dan 2. Koordinasi 2. Susunan Tata 2. Nasionalisme Terhadap Misi Akuntabel karena
Ketertiban WBP. dengan atasan Tertib Pembinaan Pembuatan Aturan Tata Tertib Melaksanakan Pembinaan bekerja berdasarkan
3. Menyiapkan kedisiplinan dan akan membuat persatuan dalam WBP dalam rangka peraturan dan Undang-
Agenda ketertiban pembinaan WBP terlaksananya system undang Sinergi
peraturan 3. Hardcopy Aturan 3. Etika Publik pemasyarakatan. dengan atasan maupun
tentang Tata Terib Melaksanakan amanat sesama petugas
pembinaan 4. Foto kegiatan Undang-undang dalam pemasyarakatan
kedisiplinan membuat Aturan Tata Tertib Transparan dalam
4. Penyusunan 4. Komitmen Mutu membuat Aturan Tata
Aturan Tata Meningkatkan keefektifan dan Tertib pembinaan
Tertib konsistensi petugas Inovatif dalam
5. Anti Korupsi membuat Aturan Tata
Berlaku Adil dalam membuat Tertib pembinaan
Aturan pembinaan kedisiplinan kedisiplinan

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 19


2 Mensosialisasikan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
Aturan Tata Tertib 1. Berkoordinasi 1. Masing-masing Memberikan Transparansi Menjadikan petugas yang mensosialisasikan aturan
Pembinaan kepada dengan atasan petugas memiliki terkait aturan tata tertib memiliki kompetensi tata tertib pembinaan
petugas dan sesama hardcopy Aturan pembinaan kedisiplinan tinggi dalam rangka kedisiplinan baik
pemasyarakatan petugas tata tertib 2. Nasionalisme melaksanakan reformasi terhadap sesama
2. Mempersiapkan 2. Foto Bermusyawarah dalam birokrasi dan mewujudkan petugas/ dengan WBP
Hardcopy Aturan Dokumentasi penerapan aturan tata tertib budaya tertib Akuntabel karena
Tata Tertib yang kegiatan pembinaan kedisiplinan WBP pemasyarakatan aturan tata tertib yang
sudah dibuat. 3. Etika Publik dibuat berdasarkan
3. Melibatkan Tetap sopan dan santun dalam Terhadap Misi Undang-undang dan
petugas dalam mensosialisasikan aturan tata Mengembangkan peraturan pemerintah
Sosialisasi tertib pembinaan. kompetensi dan potensi Sinergi dengan atasan
Aturan Tata 4. Komitmen Mutu Meningkatkan sumber daya manusia maupun sesama petugas
Tertib mutu pembinaan melalui petugas LAPAS Klas II B pemasyarakatan
4. Berdiskusi penerapan aturan tata tertib WBP Sekayu menuju LAPAS Transparan dalam
tentang cara 5. Anti Korupsi yang aman dan tertib. mensosialisasikan aturan
terbaik untuk Mensosialisasikan Aturan tata tata tertib pembinaan
menerapkan tertib pembinaan dengan tepat kepada petugas
Aturan tata tertib dan jujur Inovatif dalam
berdiskusi aturan
Tata tertib
3 Pelaksanaan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
kegiatan 1. Mensosialisasikan 1. Terlaksananya Memberikan Transparansi Memberikan pelayanan tugas berdasarkan
pembinaan tata tertib kepada Pembinaan terkait aturan tata tertib yang akuntabel, aturan tata tertib
kedisiplinan dan WBP melalui kedisiplinan pembinaan kedisiplinan Transparan, dan pembinaan terhadap
ketertiban WBP penyampaian lisan 2. Naskah Tata 2. Nasionalisme Profesional oleh petugas WBP
(Kepada WBP) setiap apel Tertib dipasang/ Melaksanakan Undang- undang yang memiliki kompetensi Akuntabel karena
2. Memasang dan ditempel pada dalam aturan tata tertib pembinaan tinggi dalam rangka Melaksanakan amanat
menempel naskah tiap blok/kamar kedisiplinan WBP melaksanakan reformasi Undang-undang dan
tata tertib di setiap 3. Jadwal Patroli 3. Etika Publik birokrasi dan mewujudkan peraturan pemerintah
blok/kamar agar Keliling Tetap sopan dan santun dalam budaya tertib Sinergi dengan atasan
dapat dibaca oleh 4. Foto mensosialisasikan aturan tata pemasyarakatan serta turut maupun sesama petugas
WBP. dokumentasi tertib pembinaan kepada WBP. mendorong terciptanya pemasyarakatan
3. Melaksanakan kegiatan 4. Komitmen Mutu rasa keadilan masyarakat. Transparan dalam
Patroli kelililing di Meningkatkan mutu pembinaan Terhadap Misi melaksanakan aturan
tiap blok setiap jam melalui pelaksanaan aturan tata Melaksanakan pelayanan, tata tertib kepada WBP
tertib WBP perawatan, dan pembinaan Inovatif dalam
5. Anti Korupsi warga Binaan menerapkan aturan
Mensosialisasikan Aturan tata Pemasyarakatan (WBP) Tata tertib
tertib pembinaan dengan tepat dalam rangka
dan jujur terlaksananya sistem

pemasyarakatan.
4. Menggunakan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
1. Upload file/ Foto
Media Group 1. Menyampaikan Membuat tata tertib pembinaan Petugas yang memiliki menggunakan grup
mengenai tata
Whatsapp untuk aturan Tata Tertib tertib Pembinaan, dengan jelas dan transparan. kompetensi tinggi dalam whatsapp.
mensosialisasikan lewat media WA Kewajiban dan 2. Nasionalisme rangka melaksanakan Akuntabel karena
secara rutin aturan grup Lapas Sekayu Larangan WBP Bermusyawarah tentang tata reformasi birokrasi dan memiliki file pdf yang
2. Foto
tata tertib WBP secara rutin Screenshot tertib pembinaan yang mewujudkan budaya tertib dapat dipertanggung
(Kepada Petugas) 2. Membuka ruang Tanya Jawab disosialisasikan secara rutin pemasyarakatan serta turut jawabkan.
Tanya Jawab untuk anggota grup 3. Etika Publik mendorong terciptanya Sinergi dengan
semua anggota Mensosialisasikan tata tertib rasa keadilan masyarakat. atasan maupun
grup terkait Tata pembinaan dengan sopan dan sesama petugas
Tertib bagi WBP cara- cara yang ber-etika. Terhadap Misi pemasyarakatan
4. Komitmen Mutu Mengembangkan Transparan dalam
Meningkatkan kesadaran dan kompetensi dan potensi memberikan
komitmen petugas dalam sumber daya manusia penjelasan tentang
pembinaan kedisiplinan secara petugas LAPAS Klas II B tata tertib
rutin. Sekayu menuju LAPAS Inovatif dalam
5. Anti Korupsi yang aman dan tertib. mensosialisasikan
Membuat jadwal yang pasti dan agar pembaca tidak
akurat kapan waktu untuk bosan dengan
mensosialisasikan tata tertib. penjelasan materi.
5. Membentuk Tim Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
Pemeriksa 1.Menyusun Tim 1. SK Pelaksanaan pemeriksaan dapat Petugas yang memiliki kegiatan untuk
terhadap Pemeriksa 2. Jadwal dipertanggung jawabkan dan kompetensi tinggi dalam meningkatkan
kedisiplinan dan 2.Menetapkan SK Pemeriksaan belajar kepemimpinan. rangka melaksanakan pembinaan kedisiplinan
ketertiban WBP Tim Pemeriksa 3. Foto 2. Nasionalisme reformasi birokrasi dan Akuntabel dalam
3.Penyampaian SK dokumentasi Bermusyawarah dalam mewujudkan budaya tertib melaksanakan kegiatan
dan penjelasan kegiatan membuat jadwal pemeriksaan pemasyarakatan serta turut sesuai dengan jadwal
tugas Tim dan bersatu dalam keputusan. mendorong terciptanya Sinergi dengan atasan
4.Membuat jadwal 3. Etika Publik rasa keadilan masyarakat. maupun sesama petugas
pemeriksaan Tetap sopan dan santun dalam pemasyarakatan
kedisiplinan dan
melaksanakan pemeriksaan. Terhadap Misi Transparan dalam
ketertiban
4. Komitmen Mutu Mengembangkan menyusun jadwal agar
Meningkatkan mutu petugas kompetensi dan potensi terciptanya rasa keadilan
dalam hal membina kedisiplinan sumber daya manusia dalam melaksanakan
dan ketertiban. petugas LAPAS Klas II B kegiatan
5. Anti Korupsi Sekayu menuju LAPAS Inovatif dalam
Melaksanakan kegiatan yang aman dan tertib. pemeriksaan agar
pemeriksaan secara mandiri, WBP lebih disiplin
disiplin dan jujur.
6 Melakukan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi Profesional dalam
1. Daftar hasil
Evaluasi terhadap 1. Membuat daftar Membuat daftar evaluasi Petugas yang memiliki pemberian reward
kriteria
pembinaan kriteria penilaian pembinaan dengan jelas dan kompetensi tinggi dalam kepada petugas yang
penilaian
kedisiplinan dan keberhasilan transparan. rangka melaksanakan berhak.
2. Disposisi
ketertiban WBP pembinaan oleh 2. Nasionalisme reformasi birokrasi dan Akuntabel dalam
persetujuan
yang dilakukan petugas Berkoordinasi dengan atasan dan mewujudkan budaya tertib membuat daftar
pimpinan
oleh petugas. 2. Meminta saran sesama petugas dalam hal evaluasi pemasyarakatan serta turut penilaian untuk
3. Notulen hasil
dan persetujuan pembinaan. mendorong terciptanya memberikan reward
pemeriksaan
kepada pimpinan 3. Etika Publik rasa keadilan masyarakat. Sinergi dengan atasan
4. Foto
3. Memeriksa dan Menyampaikan hasil evaluasi secara maupun sesama petugas
Dokumentasi
meninjau langsung terbuka dan membuat daftar evaluasi Terhadap Misi pemasyarakatan
kegiatan
keadaan/situasi dengan bersinergi pada atasan/ Mengembangkan Transparan dalam
dalam upaya cross sesame petugas. kompetensi dan potensi memberikan penilaian
check hasil 4. Komitmen Mutu sumber daya manusia agar terciptanya rasa
pembinaan oleh Membuat daftar evaluasi dengan petugas LAPAS Klas II B keadilan
petugas. baik berdasarkan target dan mutu Sekayu menuju LAPAS Inovatif dalam
yang ingin dicapai. yang aman dan tertib. pemberian reward
5. Anti Korupsi kepada petugas
Membuat daftar evaluasi dengan
adil dan jujur tentang hasil
pembinaan.
7 Memberikan Tahapan Kegiatan : Output : 1. Akuntabilitas Terhadap Visi
reward kepada 1. Konsultasi dengan 1. Foto Petugas Membuat daftar penilaian yang Petugas yang memiliki
petugas yang pimpinan mengenai Pembina Terbaik jelas dan transparan. kompetensi tinggi dalam
melaksanakan pelaksanaan setiap bulan pada 2. Nasionalisme rangka melaksanakan
aturan pembinaan pemberian reward Papan Bermusyawarah dalam reformasi birokrasi dan
kedisiplinan dan 2. Membuat daftar Pengumuman melakukan penilaian terhadap mewujudkan budaya tertib
ketertiban WBP. penilaian untuk 2. Foto petugas yang melaksanakan pemasyarakatan serta turut
memberikan dokumentasi aturan tata tertib pembinaan. mendorong terciptanya
reward. kegiatan 3. Etika Publik rasa keadilan masyarakat.
3. Menetapkan petugas Memberikan penilaian secara
yang mendapat profesional dan tidak memihak. Terhadap Misi
reward. 4. Komitmen Mutu Mengembangkan
4. Pengumuman Meningkatkan kreativitas kompetensi dan potensi
petugas yang petugas dengan memberi sumber daya manusia
mendapat reward. reward/ penghargaan yang petugas LAPAS Klas II B
memotivasi. Sekayu menuju LAPAS
5. Anti Korupsi yang aman dan tertib.
Memberikan reward dengan adil
berdasarkan pembinaan yang
terbaik.
G. Jadwal Kegiatan Aktualisasi (Habituasi)

Tabel 6. Jadwal kegiatan Aktualisasi (Habituasi)


Minggu Pelaksanaan
No Kegiatan Mei Juni Juli Agustus
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Menyusun aturan tata tertib untuk pembinaan
kedisiplinan dan Ketertiban WBP.
2 Mensosialisasikan Aturan Tata Tertib Pembinaan
kepada petugas pemasyarakatan
3 Pelaksanaan kegiatan pembinaan kedisiplinan dan
ketertiban. (Kepada WBP)
4 Menggunakan Media Group Whatsapp untuk
mensosialisasikan secara rutin aturan tata tertib
WBP. (Kepada Petugas)
5 Membentuk Tim Pemeriksa kedisiplinan dan
ketertiban WBP
6 Melakukan Evaluasi terhadap pembinaan
kedisiplinan dan ketertiban WBP oleh petugas
7 Memberikan reward kepada petugas yang
melaksanakan aturan pembinaan kedisiplinan dan
ketertiban WBP.
H. Kendala & Antisipasi
Pembinaan narapidana di Lapas Kelas II B Sekayu semakin sulit dilakukan
terkait terus meningkatnya jumlah napi maupun tahanan. Pembinaan terhadap
napi sulit dilakukan akibat jumlah napi yang terlalu banyak tidak seimbang
dengan jumlah tenaga maupun fasilitas pembinaan. Warga binaan di Lapas kelas
II B Sekayu tidak hanya Narapidana tetapi juga ada anak-anak dan wanita. Karena
itu, petugas diharapkan memiliki inovasi dan gagasan yang kreatif dalam hal
pembinaan para WBP ini.
Selain itu, kendala dalam menjalankan proses pembinaan narapidana
adalah kurangnya kesadaran dari dalam diri narapidana itu sendiri untuk
mengikuti pembinaan di Lapas Sekayu. Cara yang paling mendasar
menumbuhkan kesadaran WBP yaitu dengan mendidik mereka untuk disiplin dan
menghargai waktu, dengan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan emosional
hal ini bertujuan agar WBP selalu berpikir positif tentang apa yang akan
dilakukannya sehingga mereka bisa menilai tentang baik dan buruknya pekerjaan
yang akan dilakukan. Karena orang yang melanggar hukum biasanya hidup tidak
teratur dan jarang berpikir positif. Karena itu dalam hal peningkatan kedisiplinan
dan dan ketertiban tidak hanya kepada WBP tetapi yang lebih utama kepada para
petugasnya.

Rancangan Aktualisasi (Habituasi) Ardiansyah 27


BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pendalaman Core Isu Terpilih

B. Capaian Kegiatan Habituasi


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkumham. “Sejarah singkat”. 12 Mei 2018.


https://kemenkumham.go.id/profil/sejarah?view=article

Marta, D. “Nilai-nilai dasar Profesi PNS”. 13 Mei 2018.


http://wikipns.com/nilai-nilai-dasar-profesi-pns/
REFERENSI

Peraturan Kepala LAN Nomor 24 Tahun 2017 Tentang penyelenggaraan


Pelatihan Dasar (Latsar)

Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan