Anda di halaman 1dari 9

BENTUK-BENTUK NEGARA BESERTA CIRINYA

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata Kuliah : Kewarganegaraan

Dosen Pengampu :
Rohman, S.Pd, M.Pd

Oleh :
Siti Wahyuni
(2015301029)

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG


PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
TANJUNG KARANG
TINGKAT 1 REGULER 1
2020/2021
BENTUK-BENTUK NEGARA
1. Negara Kesatuan

Negara yang menganut bentuk Negara kesatuan salah satunya adalah Negara kita tercinta
Indonesia, maka dari itu Indonesia juga sering disebut dengan Negara Kesatuan Republik
Indonesia atau NKRI.

Negara kesatuan adalah Negara yang pemerintahan tertingginya dilakukan oleh pemerintah
pusat yang memberlakukan aturan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pemerintah
pusat juga diberi hak untuk dapat melimpahkan kekuasaannya kepada daerah-daerah yang
tingkatannya lebih kecil di dalamnya seperti provinsi dan kabupaten.

Pemerintah bisa memberikan hak otonomi daerah kepada daerah di bawahnya untuk dapat
menjalankan aturannya sendiri namun tentunya tetap berdasarkan aturan dan keputusan dari
pusat.

Contoh negara yang memiliki bentuk kesatuan, seperti Spanyol, Brunei Darussalam,
Indonesia, Belanda, Philipina, Jepang dan Itali.

Ciri-Ciri Negara Kesatuan

 Negara kesatuan hanya mempunyai satu pemerintah pusat dengan beberapa daerah
kekuasaan di bawahnya.
 Masing- masing negara kesatuan di dunia hanya memiliki satu bendera dan satu
Undang- Undang Dasar sebagai dasar hukumnya.
 Dalam pemerintahan negara kesatuan hanya memiliki 1 dewan perwakilan rakyat.
 Negara kesatuan hanya membuat satu kebijakan yang berkaitan dengan bidang
politik, sosial, ekonomi, dan keamanan.

2. Negara Federasi

Bentuk Negara federasi ini sangat cocok digunakan oleh Negara yang memiliki kawasan
yang sangat luas sehingga untuk dapat melaksanakan semua pemerintahannya secara
menyeluruh dengan baik maka dibutuhkan adanya pembagian pusat dari pemerintah pusat
kepada unsur-unsur daerah dibawahnya seperti Negara bagian, wilayah, republic, provinsi
dan lainnya.
Kedaulatan Negara tersebut tetap dimiliki oleh pemerintah federal yang berada di pusat
namun Negara-negara bagian lain di dalamnya juga memiliki kekuasaan yang besar untuk
mengatur rakyatnya sendiri.

Hal ini tentunya merupakan kekuasaan yang lebih besar daripada daerah-daerah yang ada di
Negara kesatuan. Akibatnay Negara federasi lebih mudah dalam mengatur pemerintahannya
karena kekuasaan dan kewajiban langsung dibagikan kepada Negara bagian di dalamnya.
Negara federasi ini dikenal dengan nama bentuk Negara Serikat. Salah satu contoh bentuk
Negara federasi adalah Amerika Serikat, India, dan Jerman.

Ciri-Ciri Negara Federasi

 Kepala Negara yang berada di pusat dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan
umum dan memiliki tanggungjawab yang besar kepada rakyat.
 Setiap Negara bagian di dalamnya memiliki kekuasaan asli terhadap daerahnya
sendiri namun tidak memiliki kedaulatan sebab kedaulatan Negara tetap dipegang
oleh kepala Negara.
 Setiap Negara bagian itu berhak mengatur undang-undangnya namun tetap harus
selaras dengan undang-undang yang ada pada pemerintah pusat.
 Pemerintah pusat juga memiliki kedautan bagi Negara bagian terutama untuk urusan
yang berkaitan dengan bagian luar, sedangkan pada urusan dalam Negara bagian
pemerintah pusat memiliki sebagian kedaulatan.

3. Negara Konfederasi

Bentuk Negara ini adalah bentuk Negara yang dibuat tidak permanen karena adanya
perjanjian antara Negara yang berkonfederasi untuk tujuan bersama yaitu mempertahankan
kedaulatan. Urusan di dalam Negara masing-masing tetap menjadi urusan masing-masing
pihak, namun untuk urusan bersama dilakukan karena adanya perjanjian.

Masalah yang ada dalam negeri yang bergabung dalam sebuah konfederasi tidak boleh
dicampur dengan kepentingan bersama dalam Negara-negara yang melakukan konfederasi.
Dulu Malaysia dan Singapura pernah menjalin kerjasama dan bergabung menjadi Negara
konfederasi karena adanya politik luar negeri yang terjadi di Indonesia masa pemerintahan
Presiden Soekarno.

Meski sifatnya sementara namun dengan adanya kerjasama maka masalah yang dialami oleh
Negara-negara yang berkonfederasi itu bisa dicari solusinya dan cepat terselesaikan.

Ciri-ciri negara konfederasi :

 Bentuk negara konfederasi hanya bertahan sampai abad 19 saja.


 Negara yang dulunya berbentuk konfederasi lama kelamaan beralih ke bentuk federal,
contohnya negara Swiss.
 Negara tersebut dulunya berbentuk konfederasi, tetapi sejak tahun 1848 Swiss
cenderung menggunakan sistem federal dimana hubungan internasional
diselenggarakan oleh pemerintah pusat.

4. Negara Federal
Bentuk  negara pertama yang akan dipaparkan dalam pembahasan kali ini adalah negara
federal. Negara federal sering kali disebut dengan istilah negara serikat. Negara federal dapat
diartikan sebagai bentuk negara yang terdari dari kumpulan beberapa negara
bagian. Keseluruhan dari negara bagian tersebut diatur dengan peraturan yang mengatur
tentang pembagian kewenangan antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. Hal
ini dapat diartikan juga bahwa setiap negara bagian memiliki pemerintah dan konstitusi
sendiri. Meski demikian yang menjalankan hubungan internasional dengan pihak luar negeri
tetaplah menjadi kewenangan negara federal.

Contoh dari beberapa negara yang mempunyai bentuk negara federal / serikat yakni Amerika
Serikat, Meksiko, Australia, Malaysia, Brasil, India, Swiss dan Jerman. Kembali dengan
pernyataan sebelumnya yakni pembagian kewenangan antara pemerintah federal dan
pemerintah negara bagian. Pasti akan terlontar pertanyaan, apa saja pembagiannya? Apa saja
kewenangan negara federal yang berbeda dengan negara bagiannya.

Ciri-ciri negara federal :

 Negara federal memiliki kedaulatan keluar dan ke dalam negara bagian atau yang
disebut dengan limitatif. Ini juga menegaskan bahwa negara bagian tidak memiliki
kedaulatan, tetapi kekuasaan sebenarnya tetaplah dimiliki oleh negara bagian.
 Masing- masing negara bagian mempunyai pemerintahan sendiri termasuk kepala
negara beserta kabinetnya, serta anggota parlemen.
 Masing- masing negara bagian boleh membuat dasar hukumnya sendiri. Meski
demikian, dasar hukum dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian harus selaras
dengan dasar hukum dari negara federal.
 Pengaturan hubungan negara dengan warga negara yang berada di wilayahnya tidak
dilakukan secara langsung melainkan melalui negara bagian. Hal tersebut tidaklah
berlaku untuk semua peraturan. Ada juga hubungan yang terjadi secara langsung,
misalnya dalam hal penyebutan jabatan kepala negara. Pendudukan biasa menyebut
istilah kepala negara untuk pemimpin negara federal, sedangkan istilah gubernur
digunakan untuk menyebut kepala negara bagian.

5. Negara Netral

Bentuk negara yang selanjutnya yakni negara netral. Pengertian dari bentuk negara netral
yakni sebuah negara yang secara sengaja menahan diri untuk tidak terlibat dalam konflik
internasional. Meski demikian, netral memiliki arti yang luas. Bentuk negara netral bisa
bersifat tetap atau pun sementara. Selain itu, bentuk negara netral juga bisa diartikan politik
netral (netralisme positif). Selanjutnya akan muncul pertanyaan, bagaimana negara bisa
dikatakan berbentuk netral tetap atau netral sementara? Negara yang berbentuk netral tetap
mempunyai sifat netral yang dijamin oleh perjanjian- perjanjian internasional. Contohnya
Austria dan Swiss.

Sementara itu, negara yang netralnya hanya sementara mempunyai sifat netral sesuai
kenginannya sendiri. Sifat netralnya bisa berubah atau dihilangkan sesuai kondisi yang ada,
contohnya negara Swedia. Arti bentuk negara netral yang selanjutnya yakni politik netral.
Negara- negara yang melaksanakan politik netral yang dalam sejarah Indonesia dikenal
dengan politik luar negeri Indonesia bebas aktif tergabung dalam sebuah gerakan yang
disebut dengan Non-Blok. Negara- negara non blok tidak memihak kepada kekuatan negara
manapun dan juga aktif memberikan usulan mengenai konflik yang terjadi di dunia
internasional.
Negara netral juga memiliki tiga segi yang menjadi dasar- dasar politiknya. Ketiga segi
tersebut tediri dari :

 Segi politik – Dalam segi politik ini dijelaskan bahwa negara netral tetap merupakan
negara menjalankan politik secara seimbang dan melindungi negara tertentu agar tidak
diperebutkan oleh negara besar lainnya.
 Segi yuridis – Dalam segi yuridis dijelaskan bahwa negara yang bersifat netral
mempunyai instrumen hukum yang membahas tentang pengakuan negara- negara lain
atas peran Indonesia dalam gerakan non blok netralitas tersebut.
 Segi sosiologis – Dalam segi sosiologis dijelaskan bahwa negara netral menilai segala
sesuatu secara objektif demi terwujudnya keseimbangan dan perdamaian. Hal tersebut
merupakan suatu kewajiban sosial yang bersumber dari latar belakang negara yang
bersangkutan.

6. Gabungan Negara- Negara Merdeka

Berikutnya akan dibahas mengenai bentuk negara yang merupakan gabungan dari negara-
negara merdeka. Bentuk negara seperti ini terdiri dari dua macam yaitu uni riil dan uni
personil. Berikut adalah penjelasan keduanya.

 Uni Riil
Tipe gabungan negara- negara merdeka yang pertama yakni uni riil. Uni riil merupakan
gabungan dua buah negara atau lebih yang terbentuk dari adanya perjanjian internasional .
Negara- negara tersebut memiliki satu kepala negara dan melaksanakan hubungan
internasionalnya secara bersama- sama.  Dalam hal ini, Uni Riil merupakan subjek dari
hukum internasional. Sedangkan negara- negara yang berada di dalamnya mempunyai
kedaulatan ke dalam.

Antar negara yang tergabung dalam uni riil tidak diperbolehkan untuk berperang. Mereka
juga tidak diperkenankan berperang secara terpisah dengan negara lain di luar uni riil.
Contoh dari penerapan uni riil di masa lalu yakni Uni Austria. Negara- negara timur tengah
seperti Mesir dan Suriah juga pernah bergabung dalam United Arab Republic. Selain itu,
Islandia dan Denmark juga pernah bergabung selama tahun 1918 sampai tahun 1944.

 Uni Personil
Tipe gabungan negara- negara merdeka yang kedua yakni uni personil. Uni personil
terbentuk dari dua negara merdeka yang bergabung karena memiliki kepala negara yang
sama. Berbeda dengan uni riil, yang menjadi subjek hukum internasional di sini adalah
masing- masing negara yang bergabung dengan sistem politik di berbagai negara. Di masa
lalu negara yang pernah menjadi uni personil yaitu Luksenburg dan Belanda. Keduanya
bergabung kurang lebih selama 75 tahun yakni dari tahun 1815 sampai tahun 1890. Selain itu,
negara Belgia dan Republik Kongo juga pernah menjadi berbentuk uni personil pada tahun
1855 hingga tahun 1908.
Pada era sekarang tidak ada lagi negara yang berbentuk uni riil maupun uni personil. Bentuk
gabungan negara- negara merdeka sudah menjadi sejarah dalam hubungan internasional,
kecuali negara yang tergabung dalam British Comonwealth of Nation. Mereka sama- sama
mengakui Ratu Elizabeth II sebagai pemimpin negara. Contohnya negara Australia dan
Kanada.

7. Negara Terpecah

Berikutnya yakni bentuk negara terpecah. Bagaimana suatu negara bisa dikatakan negara
terpecah? Negara dikatakan terpecah ketika suatu negara yang diduduki oleh negara yang
berkonflik pada Perang Dunia 2 memiliki ideologi yang berbeda. Perbedaan ideologi tersebut
terjadi akibat perang dingin dan juga konflik antara blok barat dan blok timur. Sebuah negara
yang berbeda hakekat ideologi nya kemudian terpecah menjadi 2 negara dengan sistem
pemerintahannya masing- masing. Kedua negara tersebut cenderung saling bermusuhan dan
mencurigai satu sama lain. Terdapat 4 negara yang terpecah setelah perang dunia kedua.
Keempat negara tersebut adalah :
 Korea
Korea dulunya merupakan negara jajahan Jepang pada perang dunia kedua. Setelah Jepang
kalah pada tahun 1945, Korea terbagi menjadi dua yang sering kita sebut sebagai Korea Utara
dan Korea Selatan. Keduanya menjalankan sistem pemerintahan yang berbeda. Korea Utara
dengan sistem politik komunisnya, sedangkan Korea Selatan menganut sistem politik
demokrasi.
Pasca perang dingin, kedua korea diterima sebagai anggota PBB dengan nama Democratic
People’s Republic of Korea dan Republic of Korea.  Keduanya masih sering terlibat konflik
hingga sekarang. Pada tahun 1950, Korea Utara pernah menyerang Korea Selatan akan tetapi
gagal. Genjatan senjata pada tahun 1953 berhasil meredam keadaan dan mengembalikannya
pada status quo ante. Sampai saat ini Korea Utara dan Korea Selatan menjadi negara terakhir
yang terpecah.
 Jerman
Negara yang pernah terpecah selanjutnya yakni Jerman. Dahulu kala, Jerman diduduki oleh
Uni Soviet dan juga Amerika Serikat yang ideologinya saling bersebrangan satu sama lain.
Jerman kemudian terpecah menjadi 2 negara yang bernama Republik Demokratik Jerman dan
Republik Federal Jerman. Oleh masyarakat keduanya dikenal sebagai Jerman Barat dan
Jerman Timur. Kedua Jerman bersatu kembali setelah peristiwa perobohan tembok Berlin
pada tahun 1989. Jerman Barat dan Timur secara resmi bersatu pada tanggal 3 Oktober 1990.

 Cina
Setelah perang dunia kedua selesai, China terbagi menjadi 2 negara yakni RRC (Republik
Rakyat China) dan Taiwan. Meski keduanya terpecah, RRC yang sekarang dikenal sebagai
Tiongkok menganggap bahwa Taiwan masih menjadi bagian dari salah satu propinsi di
negaranya. RRC telah mengambil kursi di Perserikatan Bangsa- Bangsa dan mengeluarkan
Taiwan pada tahun 1971. Sebanyak 20 negara telah mengakui bahwa RRC dan Taiwan
adalah satu negara. RRC juga memutuskan hubungan diplomatik dengan negara- negara yang
mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.

 Cyprus
Terpecahnya Cyprus disebabkan oleh pengambilan kekuasaan oleh Yunani dan juga Turki.
Turki mendarangkan sebanyak 20.000 pasukan untuk fungsi majelis umum PBB menguasai
Cyprus bagian utara. Penduduk Yunani pun pergi dari wilayah bagian utara secara terpaksa.
Setelah pendudukan tersebut, Turki mendeklarasikan berdirinya Turkish Republic of
Northern Cyprus. Akan tetapi hal tersebut mendapat pertentangan dari Perserikatan Bangsa-
Bangsa. PBB menyatakan bahwa pendirian negara tersebut tidak sah. Sampai sekarang pun
hanya negara Turki yang mengakui keberadaan Turkish Republic of Northern Cyprus.
 Vietnam
Salah satu negara di Asia Tenggara juga ada yang pernah mengalami perpecahan. Vietnam
terpecah menjadi 2 setelah pengesahan Keputusan Konverensi di Jenewa pada tahun 1954.
Kedua Vietnam juga menyelenggarakan sistem pemerintahan yang berbeda. Vietnam di
sebelah utara dengan paham komunisnya, sedangakan Vietnam selatan menganut  sistem
demokrasi liberal. Hal tersebut berlangsung hingga 20 tahun lamanya. Selama itu pula sering
terjadi konflik antara Vietnam Utara dan Selatan. Hingga akhirnya Vietnam Utara berhasil
menaklukkan Saigon sebagai upaya untuk mempersatukan kembali negara Vietnam. Vietnam
bersatu kembali pada tahun 1976 dan menjadi anggota PBB sebagai negara tunggal pada
tahun 1977.

8. Negara Protektorat

Pengertian bentuk negara protektorat bisa diambil dari penamaannya, yakni protect yang


berarti melindungi. Dalam bentuk negara protektorat terdapat 2 buah negara yang mana suatu
negara kolonial melindungi negara yang berada di bawah kekuasaannya. Karena status
mereka yang berbeda, yakni melindungi dan dilindungi maka kewenangan yang dimiliki juga
berbeda. Negara kolonial mempunyai beberapa kewenangan atas negara yang berlindung
padanya, sebagai berikut:
 Negara kolonial sebagai negara pelindung berhak mengadakan hubungan dengan
pihak luar dan membuat sistem pertahanan untuk melindungi negara di bawahnya.
 Negara pelindung juga berhak turut campur urusan internal dari negara yang berada di
bawahnya. Urusan internal tersebut biasanya berkisar pada bidang ekonomi dan politik.
 Hal tersebut terlalu beresiko bagi negara yang dilindungi sehingga sistem protektorat
sudah tidak diterapkan lagi pada zaman sekarang.
 Sejumlah negara yang pernah menerapkan bentuk negara protektorat adalah Vietnam,
Laos, Kamboja, Tunisia dan Maroko.
Pada sistem sentralisasi, pembuatan peraturan lebih mudah karena adanya kesamaan aturan
bagi semua daerah. Penerapan hukum juga menjadi lebih sederhana karena hanya terdapat 1
badan yang memiliki kewenangan untuk membuatnya. Selain itu, pendapatan masing- masing
daerah bisa digunakan untuk keperluan seluruh wilayah negara.

9. Negara Kecil

Bentuk negara terakhir yang akan dijabarkan dalam pembahasan kali ini adalah sistem hukum
internasional dalam negara kecil. Sesuai dengan penamaannya, mereka yang memiliki bentuk
negara kecil adalah negara- negara yang wilayah kedaulatannya tidak begitu luas. Karena
wilayah kedaulatannya tidak luas, maka jumlah penduduknya pun tidak banyak atau sangat
sedikit. Meskipun berbentuk negara kecil, negara- negara tersebut tetap memiliki dasar
hukum dan memenuhi persyaratan untuk menjadi bagian dari subjek hukum internasional.
 Semua negara- negara kecil tersebut sudah merdeka, tetapi ada beberapa negara yang
belum bisa melaksanakan kedaulatannya secara penuh khususnya mengenai kedaulatan
keluar.
 Mereka masih memiliki kekurangan dalam hubungan internasional dan organisasi
internasional di bidang perwakilan diplomatik untuk berhubungan dengan negara- negara lain
atau berhubungan dengan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa- Bangsa.
 Permasalahan utamanya dikarenakan tidak adanya anggaran dana yang cukup untuk
mengirim perwakilan diplomatik ke luar negeri atau pun kewajiban untuk membayar
kontribusi sebagai anggota organisasi internasional.
 Sedangkan kelebihan sistem desentralisasi yakni setiap daerah akan dibangun dengan
ciri khasnya nya masing- masing, aturan yang dibuat pada tiap- tiap daerah bisa disesuaikan
dengan kebutuhan daerah yang bersangkutan, serta meningkatnya partisipasi masyarakat
dalam memajukan daerahnya.
Selain itu, beban pemerintah pusat juga jauh berkurang sehingga bisa lebih fokus dalam
menjalankan pemerintahan. Anggaran negara pun bisa lebih hemat, karena biaya
pembangunan bisa ditanggung oleh masing- masing daerah. Meskipun tidak menjadi anggota
organisasi internasional, beberapa negara kecil tetap aktif sebagai peninjau di rapat yang
diadakan oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa. Contoh negara kecil tersebut adalah Monaco dan
Vatikan.
Demikian pembahasan mengenai bentuk- bentuk negara yang ada di dunia. Semoga bisa
menambah pengetahuan dan wawasan pembaca. Permasalahan lain dari negara kecil yakni
tidak adanya angkatan bersenjata untuk melindungi negara. Mereka menyerahan masalah
pertahanan nasional pada negara tetangga. Karena hal tersebut, kebijakan luar negeri pada
negara kecil harus disesuaikan dengan negara yang berbatasan dengannya.

Bentuk Negara Lainnya

Selain bentuk Negara yang sudah dijabarkan di atas maka ada beberapa bentuk Negara
lainnya yang dibagi menjadi 3 bentuk yaitu :

 Negara Monarki

Negara monarki adalah bentuk Negara yang pemerintahannya hanya dilakukan oleh satu
orang saja. Hak dalam memerintah Negara dalam hal ini hanya dijalankan oleh satu orang
yang ditunjuk tersebut tanpa ada hal lain yang bisa mengganggu gugat.

 Negara Oligarki

Biasanya dalam Negara oligarki yang memerintah berasal dari kelompok yang disebut
sebagai kelompok feudal.

 Negara Demokrasi

Dibanding dengan dua bentuk Negara sebelumnya maka Negara demokrasi ini adalah Negara
yang lebih sering kita dengar, karena Indonesia setidaknya jug menganut sistem demokrasi.
Negara demokrasi adalah Negara dimana kekuasaan pemerintahannya sepenuhnya berada di
tangan rakyat, Artinya rakyat bebas mengendalikan pemerintahan sesuai dengan keinginan
mayoritas rakyat.

Apapun bentuk Negara yang dianut dalam suatu Negara tentunya semua memiliki tujuan
yang kurang lebih sama. Karena Negara merupakan suatu organisasi tertinggi yang terdiri
dari rakyat yang banyak maka tentunya ada bentuk Negara yang digunakan itu bertujuan
untuk memberikan kesejahteraan pada seluruh rakyatnya.

Pemerintah yang ada dalam Negara juga dibentuk agar kesejahteraan rakyat yang ada di
dalamnya bisa lebih terjamin dan lebib terarah, karena dengan adanya pemerintah yang ada di
dalamnya itu tentunya bisa sangat membantu untuk menyelesaikan berbagai macam masalah
yang terjadi di dalam sebuah Negara terlepas dari apapun bentuk Negara yang digunakannya.