Anda di halaman 1dari 26

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


KABUPATEN ACEH TAMIANG
GOLONGAN II ANGKATAN LXXIX (79)

“UPAYA PENINGKATAN BUDAYA TERTIB ANTRE PADA LAYANAN


PENITIPAN BARANG DI LAPAS KELAS IIB KUALASIMPANG 2021”

Di Susun Oleh :

NAMA : MUHAMMAD AFRINALDI SIREGAR


NIP : 19990407 202012 1 003

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAM
KEPULAUAN RIAU
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa rancangan


Aktualisasi peserta pelatihan dasar calon pegawai Negeri sipil golongan II
angkatan LXXIX Tahun 2021.

Nama : Muhammad Afrinaldi Siregar


NDH : 13
NIP : 19990407 202012 1 003
Jabatan : Penjaga Tahanan
Unit Kerja : Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kualasimpang
Judul Aktualisasi : Upaya peningkatan budaya tertib antre pada layanan
penitipan barang di lapas kelas IIB Kualasimpang
2021

Disampaikan pada seminar rancangan aktualisasi


Hari/Tanggal :
Tempat :

Menyetujui,

Coach, Mentor

Artati P. Humokor,SST,M.Kes Ramli,S.H


NIP.19682304 198803 2 004 NIP.19680108 199203 1 001.

i
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa rancangan


Aktualisasi peserta pelatihan dasar calon pegawai Negeri sipil golongan II
angkatan LXXIX tahun 2021.

Nama : Muhammad Afrinaldi Siregar


NDH : 13
NIP : 19990407 202012 1 003
Jabatan : Penjaga Tahanan
Unit Kerja : Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kualasimpang
Judul Aktualisasi : Upaya peningkatan budaya tertib antre pada layanan
penitipan barang di lapas kelas IIB Kualasimpang
2021

Disampaikan pada seminar rancangan aktualisasi


Hari/Tanggal :
Tempat :

Mengesahkan,

Coach, Mentor

Artati P. Humokor,SST,M.Kes Ramli,S.H


NIP.19682304 198803 2 004 NIP.19680108 199203 1 001.

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan
aktualisasi pada pelatihan dasar CPNS Golongan II angkatan LXXIX (79) ini
dengan baik dan tepat pada waktunya tanpa adanya hambatan yang menghalangi,
rancangan aktualisasi ini dibuat dengan tujuan dan harapan untuk dapat
menemukan solusi dan menyelesaikan permasalahan atau su yang terjadi di satuan
kerja asal penulis yaitu Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kualasimpang.
Dalam penulisan rancangan aktualisasi ini penulis telat banyak
mendapatkan dukungan bimbingan, arahan, motivasi, serta pengalaman dari
berbagai pihak. Maka dari itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1. Bapak Atmawijaya, S.H selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas
IIB Kualasimpang yang telah memberikan arahan dan dukungan terhadap
penulis dalam penyusunan rancangan aktualisasi.
2. Bapak Ramli, S.H selaku Kepala Satuan Pengamanan Lapas serta Mentor
pada penulisan rancangan aktualisasi.
3. Ibu Artati P. Humokor,SST,M.Kes selaku coach atau pembimbing penulis
dalam menyelesaikan rancangan ini dengan penuh tanggung jawab dan
kesabaran.
4. Balai pendidikan dan pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepulauan
Riau yang telah menjadi penyelenggara atas pelatihan dasar CPNS pada
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia tahun 2021.
5. Seluruh widyaiswara, fasilisator, dan tenaga pengajar yang telah
memberikan pengetahuan serta berbagai pengalaman dan pemahaman
perihal nilai-nilai dasar PNS serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
yang menjadi pedoman dalam melaksanakan aktualisasi.
6. Orang tua, saudara dan keluarga saya yang selalu memberikan doa,
semangat,motivasi, dukungan material dan moral kepada penulis dalam
membuat rancangan aktualisasi.
7. Seluruh rekan kerja pada lembaga pemasyarakatan kelas IIB
Kualasimpang yang telah memberikan masukan, kritik dan saran kepada
penulis dalam pemuatan rancangan aktualisasi.

iii
8. Rekan-rekan latsar CPNS Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
tahun 2021 atas kerjasama dan dukungan yang diberikan.
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
membantu dan memberikan saran sehingga penyusunan rancangan
aktualisasi ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini


masih terdapat kekurangan serta jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik
dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan ini.
Akhir kata, saya berharap ALLAH SWT berkenan membalas segala
kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga rancangan aktualisasi ini
membawa manfaat dalam bidang pekerjaan serta penerapannya dilapangan dan
mampu untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kualasimpang, 08 Juni 2021


Penulis,

Muhammad Afrinaldi Siregar


NIP : 19990407 202012 1 003

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ................................................................... ii
KATA PENGANTAR............................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................ v
DAFTAR TABEL ................................................................................... vi

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Analisis Isu .................................................................................. 2
1.2.1 Enviromental Scanning...................................................... 2
1.2.2 Alat Bantu Analisis ........................................................... 4
1 Apkl ................................................................................. 5
2 Usg ................................................................................... 5
1.3 Rumusan Isu ................................................................................ 6
1.4 Identifikasi Isu ............................................................................ 6
1.5 Analisis Dampak ......................................................................... 7
1.6 Judul Rancangan Aktualisasi ...................................................... 8
1.7 Lembar Konfirmasi Isu ............................................................... 8

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI............................................... 9


2.1 Rancangan Aktualisasi ................................................................ 9
2.1.1 Unit Kerja ............................................................................ 9
2.1.2 Identifikasi Isu .................................................................... 9
2.1.3 Isu yang di Angkat .............................................................. 9
2.1.4 Gagasan Pemecah Isu ......................................................... 9
2.1.5 Matriks Rancangan Aktualisasi ........................................... 10
2.2 Jadwal Kegiatan ........................................................................... 17

BAB III PENUTUP ................................................................................ 18


3.1 Kesimpulan ................................................................................. 18

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 19

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Penetapan Core Isu dengan metode APKL............................... 4


Tabel 1.2 Deskripsi Indikator Penilaian APKL ........................................ 5
Tabel 1.3 Penetapan Core Isu Dengan Metode USG................................ 5
Tabel 1.4 Deskripsi Indikator Penilaian USG........................................... 6
Tabel 1.5 Penentuan Penyebab Utama Isu Dengan Teknik Fishbone
Diagram ..................................................................................... 7
Tabel 2.1 Kegiatan Penyelesaian Isu ....................................................... 9
Tabel 2.2 Matriks Rancangan Aktualisasi ................................................ 10
Tabel 2.3 Jadwal Kegiatan ........................................................................ 17

vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara
sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 perlunya dibangun karakter aparatur sipil negara
yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan
pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur
perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Maka, dibentuklah UU No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara. Menurut UU No.5 Tahun 2014, Aparatur Sipil
Negara atau yang disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. ASN berfungsi sebagai perencana, sebagai pelaksana sekaligus
sebagai pengawas dan pengendali dalam pelaksanaan pembangunan bangsa.
Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat
pembina kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta adil
agar tercipta persatuan dan kesatuan. Sistem pemasyarakatan terhadap pemberian
hak-hak warga binaan pemasyarakatan yang salah satunya adalah hak untuk
dikunjungi oleh keluarga atau orang-orang tertentu disesuaikan dengan proses dan
tahap pemberian hak warga binaan pemasyarakatan yang telah direncanakan. .
Adapun tujuan pelayanan penitipan bagi warga binaan pemasyarakatan
tersebut adalah agar warga binaan pemasyarakatan tidak merasa diasingkan dan
dirampas kemerdekaannya akan tetapi WBP yang sedang menjalani masa
pidananya tetap diberikan hak-hak sesuai Undang-Undang yang berlaku, sehingga
mereka merasa bahwa tidak semua hak-hak mereka dirampas oleh Negara.
Akan tetapi, dalam hal pelaksanaannya seringkali didapati keluarga yang
ingin mengunjungi atau menitipkan barang tidak disiplin akan peraturan, salah
satunya tidak menerapkan budaya tertib antre, tidak tertibnya individu dalam hal
antre seringkali menjadi permasalahan dalam masyarakat. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) antre adalah berdiri berderet-deret memanjang

1
menunggu untuk mendapat giliran. Berkenaan dengan sikap tertib antre, dapat
dikatakan masyarakat sudah sangat familiar dengan hal tersebut, namun masih
saja mereka abai akan budaya tertib antre tersebut.
Secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat yang berkunjung ke
Lapas Kelas IIB Kualasimpang dengan keperluan mengunjungi sanak saudaranya
atau hanya sekedar menitipkan barang untuk saudaranya kurang menerapkan
budaya antre tersebut. Rendahnya budaya antre yang terjadi di Lapas Kelas IIB
Kualasimpang hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang belum
terselesaikan dengan baik. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar
dalam fasilitas layanan penitipan barang di Lapas Kelas IIB Kualasimpang
berjalan dengan kondusif.
Melihat keadaan pada layanan titipan di Lapas Kelas IIB Kualasimpang
kurang kondusif dikarenakan masyarakatnya yang abai akan budaya antre, penulis
merancang aktualisasi dan mengangkat isu “Upaya peningkatan budaya tertib
antre pada layanan penitipan barang di lapas kelas IIB Kualasimpang”. Upaya
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas ini yaitu dengan cara
meningkatkan kualitas peraturan yang selama ini telah dibuat. Hal ini dilakukan
guna mengatasi kurangnya budaya tertib antre yang dimiliki masyarakat, penulis
berupaya mencari solusi agar masyarakat sadar betapa pentingnya budaya antre
guna memperoleh kesempatan menurut urutan kedatangan dan memenuhi
kebutuhan secara bergantian satu demi satu supaya pelaksanan pembagian
kesempatan bagi setiap orang dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

1.2 Analisis Isu


1.2.1 Enviromental Scanning
Enviromental scanning merupakan suatu proses pemantauan, evaluasi, dan
penyebaran informasi dari lingkungan eksternal maupun internal dalam suatu
lingkungan. Untuk dapat mengamati permasalahan yang ada maka perlu
dilakukan environmental scanning.
Berdasarkan hasil pengamatan selama masa orientasi dan latihan dasar
CPNS, terdapat beberapa isu di lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang terkait
Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik dan Whole of

2
Government (WOG) yang ditemukan. Isu-isu tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:

1. Kurang optimalnya kebersihan lingkungan di lapas kelas IIB


Kualasimpang
Jumlah warga binaan di Lapas kelas IIB kualasimpang yang semakin
bertambah banyak mengakibatkan jumlah sampah meningkat, sehingga
menurunnya kualitas kebersihan, lalu rendahnya kesadaran WBP untuk
membuang sampah pada tempatnya menyebabkan lingkungan lapas menjadi
tercemar., hal ini berdampak buruk bagi kesehatan WBP akibat banyaknya
sampah yang berserakan.

2. Rendahnya budaya tertib antri pada layanan penitipan barang di lapas


kelas IIB Kualasimpang
Ketertiban adalah salah satu factor yang sangat diperlukan ketika
berlangsungnya layanan penitipan barang. Hal ini diharapkan agar tidak terjadinya
saling berebut antrian dan juga saling berdesakan, hal ini dapat mengurangi
kenyamanan pengunjung dalam menitipkan barang, akan tetapi masih saja
terdapat pengunjung yang masih tidak tertib dan kurang paham dalam melakukan
layanan penitipan barang.

3. Rendahnya minat membaca WBP


Membaca merupakan jendela dunia, dengan membaca dapat memeperoleh
ilmu dan informasi penting yang dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitas
WBP, membaca juga dapat mengurangi kejenuhan WBP dalam menjalani masa
hukuman sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh negatif
bagi WBP itu sendiri, namun perpustakaan yang telah disediakan oleh lembaga
pemasyarakatan kelas IIB Kualsimpang sangat sedikit peminat bacanya.

4. Kurangnya pembinaan kebugaran jasmani bagi WBP


Kebugaran merupakan hal yang penting bagi tubuh, dikarenakan dapat
meningkatkan immun tubuh agar terhindarnya dari berbagai macam penyakit,
meskipun sudah disediakan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, futsal, dan

3
badminton, WBP masih saja jarang melakukan kegiatan olahraga, hal ini
diakibatkan kurangnya himbauan dari petugas tentang pentingnya kebugaran
jasmani bagi tubuh.

5. Belum optimalnya bimbingan kerohanian untuk WBP


Bimbingan rohani merupakan hal pokok didalam pemahaman keagamaan,
Lembaga pemasyarakatan adalah suatu wadah atau tempat bagi warga binaan
pemasyarakatan (WBP) untuk berproses memperbaiki diri sehingga dapat kembali
diterima di tengah masyarakat. Bimbingan rohani sangat penting bagi warga
binaan pemasyarakatan agar ketika sudah bebas atau keluar dari lapas menjadi
lebih baik dari sebelumnya.

1.2.2 Alat bantu analisis


Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu.
Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu yang paling layak dan
paling tinggi tingkat kepentingan dari isu tersebut.
1. APKL
Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis ketepatandan
kualitas isu dengan memperhatikan tingkat actual, problematic, kekhalayakan dan
layak dari isu-isu yang ditemukan di lingkungan unit kerja. Setelah diperoleh
analisis analisis APKL, maka dapat dipilih isu yang menjadi priotitas utama yang
selanjutnya diidentifikasi.
Tabel 1.1
Penetapan core isu dengan metode APKL
No Isu/Masalah A P K L Total Rank
1 Kurang Optimalnya kebersihan 5 4 4 4 17 III
lingkungan di lapas kelas IIB
Kualasimpang.
2 Rendahnya budaya tertib antri pada 5 5 4 5 19 I
layanan penitipan barang di lapas
kelas IIB Kualasimpang
3 Rendahnya minat membaca WBP 4 4 4 3 15
4 Kurangnya pembinaan kebugaran 5 5 4 4 18 II
jasmani bagi WBP
5 Belum optimalnya bimbingan 4 4 4 4 16
kerohanian untuk WBP

4
Tabel 1.2
Deskripsi indikator penilaian APKL

Indikator
Nilai Deskripsi iIndikator
Aktual 5 Isu sedang terjadi dan menjadi masalah kritis
4 Isu sedang terjadi dan diketahui banyak pihak
3 Isu sedang terjadi dan diketahui sedikit pihak
2 Isu sedang terjadi namun tidak diketahui
1 Isu sedang tidak terjadi
Problematik 5 Masalah sangat kompleks dan segera mendapatkan solusi
4 Masalah kompleks dan segera mendapatkan solusi
3 Masalah cukup kompleks dan perlu solusi
2 Masalah kurang kompleks dan perlu solusi
1 Masalah tidak kompleks
Khalayak 5 Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
4 Menyangkut hajat hidup orang banyak
3 Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
2 Kurang menyangkut hajat hidup orang banyak
1 Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
Kelayakan 5 Sangat masuk akal dan dapat dicarikan solusi masalah
4 Masuk akal dan dapat dicarikan solusi masalah
3 Cukup masuk akal
2 Kurang masuk akal
1 Tidak masuk akal

2. USG
Analisis USG merupakan salah satu scoring untuk menyusun urutan prioritas
isu yang harus diselesaikan. Metode USG menilai dari tingkat urgensi, keseriusan,
dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total
skor tertinggi merupakan isu prioritas.
Melalui tapisan isu dengan menggunakan metode APKL yang telah dilakukan,
didapatkan tiga isu yang dianggap lebih prioritas dari isu lainnya, yaitu:
Tabel 1.3
Penetapan core isu dengan metode USG
No Isu/Masalah U S G Total Rank
1 Rendahnya budaya tertib antre pada 5 5 4 14 I
layanan penitipan barang di lapas kelas IIB
Kualasimpang
2 Kurangnya pembinaan kebugaran 5 4 4 13 II
jasmanibagi WBP
3 Belum optimalnya kebersihan lingkungan 4 4 4 12 III
lapas kelas IIB Kualasimpang

5
Tabel 1.4
Deskripsi indikator penilaian USG

Indikator Deskripsi keterangan indicator


Urgency 1: tidak mendesak,
2: agak mendesak
3: cukup mendesak dan belum perlu ditindaklanjuti
4: mendesak dan perlu untuk ditindaklanjuti
5: sangat mendesak dan harus segera ditindaklankjuti
Seriousness 1: tidak serius
2: agak serius
3: cukup serius tapi belum memiliki dampak
4: serius dan memiliki dampak
5: sangat serius dan memiliki dampak yang besar
Growth 1: tidak buruk
2: agak buruk
3: cukup buruk
4: buruk
5: sangat buruk

Melalui tapisan isu dengan metode USG telah dilakukan, didapatkan


kesimpulan bahwa isu prioritas adalah :
“Upaya peningkatan budaya tertib antri pada layanan penitipan
barang di lapas kelas IIB Kualasimpang”

1.3 Rumusan Isu


Melalui penapisan isu yang telah dilakukan dengan menggunakan teknik
APKL dan USG untuk menemukan isu prioritas, rumusan isu yang ditetapkan
adalah sebagai berikut :
“Rendahnya budaya tertib antre pada layanan penitipan barang di
lapas kelas IIB Kualasimpang”

1.4 Indentifikasi sumber isu


Setelah melakukan analisis menggunakan metode APKL dan USG, dan
telah didapatkan isu prioritas yaitu “upaya peningkatan budaya tertib antre pada
layanan penitipan barang di Lapas kelas IIB Kualasimpang” dengan skor 14,
maka untuk mengidentifikasi sumber isu digunakan teknik analisis isu dengan
metode Fishbone Diagram untuk menemukan penyebab utama dari isu yang telah

6
ditetapkan. Berikut hasil analisis isu menggunakan teknik analisis Fish Bone
sebagai berikut :
Tabel 1.5
Penentuan penyebab utama isu dengan teknik Fishbone Diagram

Penyebab Akibat

Man Rendah nya


Method
kesadaran
Kurang lengkapnya Rendahnya kesadaran budaya
informasi pada banner pengunjung dalam
yang sudah ada tertib antri
mengantri
pengunjung

Tempat duduk Kurangnya alat pada


pengunjung terlalu penunjang layanan
layanan
berdekatan pelayanan
titipan
Machine
Material barang

Berdasarkan hasil analisis diagram fishbone, diketahui penyebab utama


dari isu tidak tertibnya antrean pengunjung pada layanan penitipan barang adalah :
1. Kurang lengkapnya informasi pada banner yang sudah ada.
2. tempat duduk pengunjung yang terlalu berdekatan.
3. kurangnya kesadaran tertib masyarakat saat berkunjung.
4. Kurangnya alat penunjang layanan

1.5 Analisis dampak


Apabila isu tersebut tidak segera ditindaklajuti, maka diperkirakan akan
terjadi dampak negatif sebagai berikut:
1. Timbul nya suasana tidak kondusif pada saat pelayanan titipan barang.
2. Dapat menimbulkan kegaduhan antar pengunjung.
3. Timbulnya sikap acuh pada sesama, dan mementingkan kepentingan
pribadi.
4. Memberikan citra buruk bagi instansi.
5. Mengurangi rasa nyaman

7
1.6 Judul Rancangan Aktualisasi
Gagasan pemecahan isu yang dapat dilakukan untuk memecahkan core
issue di atas adalah “Upaya peningkatan budaya tertib antre pada layanan
penitipan barang di lapas kelas IIB Kualasimpang”

1.7 Lembar Konfirmasi Isu

Lembar persetujuan coach dan mentor


Coach Mentor

Artati P. Humokor,SST,M.Kes Ramli,S.H


NIP. 19682304 198803 2 004 NIP.19680108 199203 1 001

8
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 RANCANGAN AKTUALISASI


2.1.1 Unit Kerja
Unit kerja yang menjadi lokus dalam rancangan aktualisasi ini adalah Lapas
Kelas IIB Kualasimpang.
2.1.2 Identifikasi Isu
a. Kurang optimalnya kebersihan lingkungan di lapas kelas IIB Kualasimpang
b. Rendahnya budaya tertib antri pada layanan penitipan barang di lapas kelas
IIB Kualasimpang
c. Rendahnya minat membaca WBP
d. Kurangnya pembinaan kebugaran jasmani bagi WBP
e. Belum optimalnya bimbingan kerohanian untuk WBP
2.1.3 Isu yang di Angkat
Melalui analisis isu yang telah dilaksanakan, maka isu yang di angkat
adalah: “Rendahnya budaya tertib antri pada layanan penitipan barang di lapas
kelas IIB Kualasimpang”
2.1.4 Gagasan Pemecahan Isu
Meningkatkan tertib antri pada layanan penitipan barang di Lapas Kelas IIB
Kualasimpang
Table 2.1
Kegiatan penyelesaian Isu
No Jenis Kegiatan Sumber Kegiatan
1 Membuat kartu antrean pengunjung Kreatifitas/Inovasi
2 Membuat jarak tempat duduk antar pengunjung Kreatifitas/Inovasi
3 Menambahkan informasi pada banner alur layanan Kreatifitas/Inovasi
penitipan barang yang sudah ada
4 Mengontrol alur layanan penitipan barang SKP
5 Membuat banner benda-benda yang dilarang masuk Kreatfitas/inovasi

9
2.1.5 Matriks rancangan aktualisasi

Tabel 2.2
Matriks Rancangan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Mata Pelatihan Terhadap Visi- Nilai
Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Konsultasi 1. Membuat janji 1. Output : Waktu EtikaPublik: Visi : Profesional :
terkait dan bertemu dan tempat/ bukti Dalam melaporkan Terciptanya Bertugas sesuai
identifikasi isu dengan mentor : foto kegiatan aktualisasi,saya suasana yang bidang tugas,
memasuki ruangan tertib, aman menjunjung
2. Menyampaikan 2. Output : mentor dengan dan damai tinggi etika dan
maksud dan Notulensi/ bukti : mengucapkan salam integirtas
tujuan pertemuan foto
kemudian duduk setelah profesi;
untuk
mengidentifikasi 3. Output dipersilahkan, lalu
isu :Notulensi hasil menyampaikannya Transparan :
konsultasi /Bukti kepada mentor dengan Mengemukakan
3. Meminta izin, : foto bahasa yang sopan dan seluruh langkah-
arahan, masukan juga berkonsultasi langkah
dan dukungan 4. Output: dengan mentor mengenai kegiatan tanpa
untuk mengambil Notulensi hasil langkah-langkah mengurangi
core isu yang konsultasi / kegiatan selanjutnya maupun

10
akan dijadikan Bukti : foto Akuntabilitas : melebihkan
rancangan Dengan memaparkan
akttualisasi langkah-langkah
kegiatan kepada mentor,
4. Melakukan saya bertanggung jawab
koordinasi dan dan berkonsistensi
meminta untuk melaksanakan
masukan dari
kegiatan sampai
mentor selaku
dengan langkah
pimpinan di unit
kerja terkait kegiatan akhir.
pemilihan core
isu dan rancangan
aktualisasi
2 Membuat 1. Mendesain 1. Output : desain Komitmen mutu : Visi : Inovatif
kartu antrean Kartu antrean selesai / bukti : Dengan adanya nomer Terciptanya Ide baru untuk
pengunjung foto antrean dan tempat suasana yang meningkat kan
2. Mencetak tunggu pengunjung tertib, aman dan pelayanan prima
nomor antrean 2. Output : kartu membuat pelayanan damai dan keamanan
tercetak / bukti : lebih efektifdan efesien dan ketertiban di
3. Meletakkan foto
lapas
nomor antrean
Antikorupsi :
yang telah 3. Output : nomor
Saya akan jujur dan
dicetak pada antrian
tempat yang menolak suap terhadap
diletakkan pada
telah tempat yang tamu yang berkunjung
disediakan ditentukan / meminta waktu
Bukti : foto kunjungan yang tidak

11
sesuai dengan batas
waktu yang sebenarnya
dan merugikan
pengungjung lainnya

3 Membuat jarak 1. Mempersiapk 1. Output : Komitmen Mutu : Visi : Inovatif :


tempat duduk an ruang Tempat dengan membuat jarak Terciptanya Ide baru untuk
antrian tunggu tersedia/ Bukti : dalam mengantri agar suasana yang meningkat-kan
pengunjung pengunjung foto tidak terjadinya desak tertib, aman dan pelayanan
desakan antar damai prima dan
2. Menyediakan 2. Output: Kursi pengunjung dan lebih keamanan dan
kursi untuk tersedia/Bukti tertib ketertiban
:foto
pengunjung
menunggu 3. Output : Etika publik : Sinergi :
terdapat jarak Memberi kenyamanan Kerja sama
3. Memberikan antar tempat dan keamanan bagi antar petugas
tanda jarak duduk / Bukti pengunjung yang
tempat duduk : foto mengantri
menggunakan
lakban. 4. Output :
Tertib
4. Memastikan
tamu yang
berkunjunga

12
gar mengantri
sesuai dengan
tempat duduk
yang telah
disediakan
4 Menambahkan 1. Mendesain 1. Output : Etikapublik: Visi : Akuntabel :
informasi pada banner serta desain/Bukti : memudahkan Terciptanya suasanaTanggung jawab
banner alur Menambah- foto pengunjung untuk yang tertib, aman dan
layanan kan informasi melakukan layanan damai Profesional :
penitipan barang yang belum 2. Output : banner penitipan barang Menjunjung
yang sudah ada lengkap pada tercetak /bukti : tinggi etika dan
banner foto integritas profesi
Nasionalisme :
sebelumnya Dalam pembuatan
3. Output : banner
banner / pamplet ini
terpasang / bukti :
2. Mencetak foto saya menggunakan
banner yang bahasa Indonesia yang
telah didesain baik dan benar dan
sebelumnya mudah di pahami oleh
pengunjung dan lainnya
3. Memasang hasil
banner yang telah
dicetak ditempat
yang strategis

13
5 Mengontrol alur1.Memastikan 1. Output : EtikaPublik: Visi : Profesional:
pengunjung kendaraan Ketika saya mengontrol, Terciptanya suasana Tetap
layanan penitipan
sudah teratur / bukti : saya tidak lupa menyapa yang tertib, aman menjalankan
barang memarkirkan foto dengan sopan WBP dan damai tugas sesuai
kendaraan nya maupun tamu yang dengan SOP
dengan benar 2. Outpu : berkunjung yang masih
pada tempat berada ditempat Akuntabel :
Pengunjung
parkir yang telah Tanggung jawab
sudah memakai penitipan barang
disediakan
masker, mencuci
2. menghimbau tangan dan Akuntabilitas :
kepada menjaga jarak / Saya mengecek langsung
pengunjung bukti : foto ditempat penitipan barang
untuk memakai dengan rasa tanggung
masker, mencuci 3. Output : aman jawab
tangan, dan tetap dan tertib / bukti
menjaga jarak : foto

3. Mengarahkan
pengunjung sesuai
dengan alur
layanan penitpan
barang

14
6 Membuat 1. Mendesain banner1. Output : desain /Etika publik: Visi : Akuntabel :
banner benda benda-benda apa bukti : foto memudahkan pengunjung Terciptanya Tanggung jawab
benda yang saja yang dilarang untuk mengetahui barang suasana yang
dilarang masuk masuk 2. Output : banner apa apa saja yang tidak tertib, aman dan Profesional :
tercetak / Bukti :boleh dititpkan/ masuk damai Menjunjung
2. Mencetak hasil foto tinggi etika dan
desain barang Nasionalisme : integritas
3. Output : Banner
barang terlarang Dalam pembuatan banner /
terpasang pada
pamplet ini saya
tempat yang / Bukti
3. Memasang hasil : foto menggunakan
banner yang telah Bahasa Indonesia yang baik
dicetak ditempat dan benar dan mudah di
yang strategis pahami oleh pengunjung
dan lainnya

7 Melaporkan hasil1. Menyusun hasil 1. Output : notulensi /Etika Publik : Visi : Profesional :
kegiatan kepada kegiatan yang bukti : foto Melaporkan tentang Terciptanya suasanaAparatur
pimpinan bersama akan dilaporkan hasil kegiatan-kegiatan yang tertib, aman danKementerian
dengan mentor kepada mentor 2. Output : Notulensi yang telah damai /pimpinanHukum danHAM
hasil aktualisasi / dilaksanakan dengan sampai penyusunanadalah aparat
2. Melaporkan Bukti : foto sikap yang sopan. laporan akhir yang bekerja
hasil kegiatan keras untuk
yang telah Akuntabilitas: mencapai tujuan
disusun kepada Saya menyusun hasil organisasi
mentor dari kegiatan-kegiatan melalui
dengan jelas. penguasaan

15
bidang tugasnya,
menjunjung
tinggi etika dan
integirtas profesi

16
2.2 JADWAL KEGIATAN
Pelaksanaan aktualisasi ini dilaksanakan pada Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Kualasimpang pada bulan Juni 2021 hingga
Agustus 2021 dengan melakukan upaya peningkatan budaya tertib antri pada layanan penitipan barang di lapas kelas IIB Kualasimpang
kegiatan yang didalamnya terkandung nilai-nilai dasar ASN yaitu : akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi atau dikenal juga dengan ANEKA.

Tabel 2.3
Jadwal Kegiatan

Bulan
No Jenis Kegiatan Juni Juli Agustus
I II III IV I II III IV I II
1 Konsultasi terkait identifikasi isu
2 Membuat kartu antrean pengunjung
3 Membuat jarak tempat duduk antrian pengunjung
4 Menambahkan informasi pada banner alur layanan penitipan barang
yang sudah ada
5 Mengontrol jalur penitipan barang
6 Membuat banner benda benda yang dilarang masuk
7 Melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan bersama dengan mentor

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah melakukan berbagai metode analisis penentuan isu, maka isu yang
di angkat ialah “Upaya peningkatan budaya tertib antri pada layanan penitipan
barang di lapas kelas IIB Kualasimpang”. Isu tersebut diangkat karena memiliki
bobot kualifikasi paling tinggi berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, hal
ini juga di dukung oleh data di lapangan bahwa permasalahan ini merupakan
masalah yang perlu diselesaikan dengan segera. Setelah menentukan isu yang
akan diangkat, penulis menysun rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan
untuk menyelesaikan masalah tersebut yang kemudian akan dilaksanakan dan
diterapkan agar budaya tertib antre di Lapas kelas IIB Kualasimpang terlaksana
setiap hari.
Adapun kegiatan yang akan adalah sebagai berikut:
1. Membuat kartu antrean pengunjung
2. Membuat jarak tempat duduk antrian pengunjung
3. Menambahkan informasi pada banner alur layanan penitipan barang yang
sudah ada
4. Mengontol alur layanan penitipan barang
5. Membuat banner benda-benda yang dilarang masuk

18
DAFTAR PUSTAKA

 Akuntabilitas : Modul Massive Open Online Courses (MOOC).


Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
 Anti Korupsi : Modul Massive Open Online Courses (MOOC).
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
 Etika Publik : Modul Massive Open Online Courses (MOOC).
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
 Komitmen Mutu : Modul Massive Open Online Courses (MOOC).
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
 Nasionalisme : Modul Massive Open Online Courses (MOOC).
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.

19