Anda di halaman 1dari 8

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN

EKSPOSITORI DIKAITKAN DENGAN TEKNIK MENCATAT


PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IVMADRASYAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) MEDAN.

Halim Simatupang

Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas


Negeri Medan, Jl. Williem Iskandar Psr V Medan Estate 20221, Medan, Indonesia

halimsimatupang@yahoo.co.id

ABSTRAK
Halim Simatupang, Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri dan Ekspositori
Dikaitkan dengan Teknik Mencatat Peta Pikiran Terhadap Hasil Belajar IPA
Kelas IV Madrasyah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh strategi pembelajaran


inkuiri terhadap hasil belajar siswa, (2) pengaruh teknik mencatat peta pikiran
terhadap hasil belajar siswa. Sampel penelitian dipilih secara acak dengan
mengundi 5 kelas yang ada untuk mendapat 4 kelas, penentuan kelas eksperimen
dan kelas control juga ditentukan secara ajak sederhana yaitu: kelas pertama diajar
dengan strategi pembelajaran inkuiri dan teknik mencatat peta pikiran, kelas
kedua diajar dengan strategi pembelajaran inkuri dengan mencatat biasa, kelas
ketiga diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori dan teknik mencatat peta
pikiran, dan kelas keempat diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori dengan
mencatat biasa. Teknik analisis data dilakukan dengan Uji GLM Univariat dengan
taraf signifikan α = 0,05. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa: (1) hasil belajar
siswa yang mengikuti pembelajaran IPA dengan strategi pembelajaran inkuiri,
secara signifikan lebih tinggi dibanding dengan hasil belajar siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori, (2) siswa yang mencatat
menggunakan teknik peta pikiran secara signifikan memiliki hasil belajar yang
lebih tinggi dibanding dengan siswa yang mencatat menggunakan teknik catatan
biasa.

Kata kunci:Inkuri, Ekspositori, Teknik Mencatat, Peta Pikiran


1. Pendahuluan guru menyelenggarakan pem-
belajaran, minimal sesuai dengan
Sekolah Dasar (SD) sebagai standar proses.
lembaga pendidikan formal ber- Kenyataan menunjukkan di
peran strategis untuk menghasilkan sejumlah SD/MI di Indonesia,
sumber daya manusia (SDM) yang khusus pada pembelajaran IPA,
cerdas dan kompetitif. Untuk itu, telah mengalihkan anak dari
pemerintah telah melakukan pendekatan "global learning" yang
langkah-langkah pembaharuan menyenangkan dan holistik men-
untuk meningkatkan mutu pen- jadi pendekatan kaku, linear, dan
didikan khusus di SD/MI, antara verbalistis. Masih sering terjadi,
lain melalui perbaikan kurikulum dalam pembelajaran IPA guru
(Kurikulum Tingkat Satuan Pen- mengharapkan siswa diam dengan
didikan/KTSP), peningkatan profe- sikap duduk tegak dan bersidekap
sionalitas guru melalui sertifikasi tangan, dalam deretan bangku-
guru, pemberian bantuan bangku yang berjajar menghadap
operasional sekolah (BOS), pem- ke depan, sementara guru dengan
berdayaan Kelompok Kerja Guru fasih menceramahkan materi IPA.
(KKG) dalam melakukan Tidak ditemukan kinerja saintis
perbaikan pembelajaran melalui anak yang begitu cekatan me-
kegiatan Lesson Study dan ngobservasi dan memperlakukan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). benda-benda apa saja yang ada di
Namun hingga kini belum tampak sekitarnya (Hendrik, 2010).
adanya perubahan yang signifikan Demikian pula hasil
dalam pengelolaan pembelajaran observasi langsung yang dilakukan
yang efektif di kelas. penulis di Madrasyah Ibtidaiyah
Agar pelaksanaan kurikulum Negeri (MIN) Medan, bahwa pem-
baru ini dalam pembelajaran di belajaran IPA masih cenderung
kelas lebih efektif dan produktif, mencatat dan mengerjakan
pemerintah telah menerbitkan penyelesaian soal-soal latihan yang
Peraturan Menteri Pendidikan ada di buku; Guru cenderung
Nasional (Permendiknas) RI No. menggunakan metode ceramah
41 Tahun 2007 tentang Standar (menjelaskan materi ajar) dan
Proses untuk Satuan Pendidikan sesekali tanya jawab dalam
Dasar dan Menengah. Di mana mengelola pembelajaran IPA;
proses pendidikan dasar dan pembelajaran yang dilakukan
menengah harus memiliki standar masih berpusat pada guru (teacher
sejak proses perencanaan, pe- centered), teknik mencatat yang
laksanaan, penilaian hasil dan dilakukan juga monoton yaitu
pengawasan proses pembelajaran teknik mencatat biasa. Slameto
(Pasal 1). Dalam hal ini tentunya (2003) mengungkapkan, bahwa
guru memegang peranan penting. Guru yang menggunakan metode
Kapasitas guru menyelenggarakan ceramah saja mengakibatkan siswa
pembelajaran aktif, inovatif, menjadi bosan, mengantuk, pasif
kreatif, efektif dan menyenangkan dan hanya mencatat saja. Adanya
(PAIKEM) sangat dibutuhkan pendapat tersebut akan ber-
dalam pembelajaran khususnya di pengaruh terhadap prestasi belajar
SD/MI. Langkah awal perbaikan IPA siswa dan secara tidak
mutu pendidikan setelah kurikulum langsung akan mempengaruhi
adalah peningkatan kemampuan keberhasilan pelajaran IPA.
Terlebih lagi pada materi yang untuk mengembangkan dan
bersifat abstrak yang akan lebih memperkaya pemahaman siswa
mudah jika dilakukan eksperimen, terhadap pembelajaran IPA. Hasil
seperti pada materi “Energi panas penelitian Quitadamo,dkk (2008)
dan energi bunyi” di kelas IV efek CBI (community-based
SD/MI semester II. Penyampaian inquiry) juga diperoleh pembelajar-
materi ini tidak akan memperoleh an inkuiri dapat meningkatkan ke-
hasil yang maksimal jika proses mampuan berpikir kritis siswa.
belajar mengajar yang dilakukan Otak manusia dapat me-
dengan metode ceramah dan nyimpan segala sesuatu yang
pemberian tugas. dilihat, didengar dan dirasakan.
Khusus untuk pembelajaran Tujuan pencatatan adalah mem-
IPA, telah banyak publikasi yang bantu mengingat informasi
memberikan informasi tentang tersimpan dalam memori tanpa
strategi-strategi pembelajaran yang mencatat dan mengulangi informasi
inovatif dan efektif. Pada standar isi yang tersimpan dalam memori tanpa
IPA SD/MI (Permendiknas No. 22 mencatat dan mengulangi informasi,
Tahun 2006) diamanatkan, bahwa: siswa hanya mampu mengingat
“pendidikan IPA diarahkan untuk sebagian kecil materi yang
inkuiri dan berbuat sehingga dapat diajarkan. Umumnya siswa menbuat
membantu peserta didik untuk catatan tradisional dalam bentuk
memperoleh pemahaman yang lebih tulisan linier panjang yang
mendalam tentang alam sekitar ...” mencakup seluruh isi materi
“…Pembelajaran IPA sebaiknya pelajaran, sehingga catatan terlihat
dilaksanakan secara inkuiri ilmiah sangat monoton dan membosankan.
(scientific inquiry) untuk Umumnya catatan monoton akan
menumbuhkan kemampuan ber- menghilangkan topik-topik utama
pikir, bekerja dan bersikap ilmiah yang penting dari materi pelajaran.
serta mengkomunikasikannya Otak tidak dapat langsung
sebagai aspek penting kecakapan mengolah informasi menjadi bentuk
hidup. Oleh karena itu pembelajaran rapi dan teratur melainkan harus
IPA di SD/MI menekankan pada mencari, memilih, merumuskan dan
pemberian pengalaman belajar merangkainya dalam gambar-
secara langsung melalui pengguna- gambar, simbol-simbol, suara, citra,
an dan pengembangan keterampilan bunyi dan perasaan sehingga
proses dan sikap ilmiah”. informasi yang keluar satu persatu
Strategi pembelajaran inkuiri, dihubungkan oleh logika, diatur
yaitu mengajak siswa untuk dapat oleh bahasa dan menghasilkan arti
menemukan masalah-masalah yang yang dipahami. Teknik cara
berkaitan dengan materi pelajaran mencatat yang dapat digunakan
sehingga siswa dapat terlibat secara adalah peta pikiran. Menurut Buzan
aktif dalam pembelajaran. Guru (2008) peta pikiran adalah cara
sebagai fasilitator menciptakan mencatat yang kreatif, efektif, dan
proses belajar aktif dan kreatif. secara harfiah “menekankan”
National Science Education pikiran-pikiran siswa.
Standards developed in the U.S.
(NRC, 1996) dalam Ling Mao
(1998) menyebutkan, guru yang
mengajar menggunakan Inkuiri
memberi kesempatan kepada siswa
2. Tujuan Penelitian Tabel 3.1 Rancangan Penelitian,
Secara umum penelitian ini Semi Eksperimen 2 Faktor
bertujuan untuk mendapatkan Strategi Strategi
gambaran pengaruh strategi pem- Pembelajaran Pembelajaran
belajaran inkuiri terhadap hasil Inkuiri (A1) Ekspositori (A2)
belajar belajar IPA siswa kelas IV Teknik Teknik Teknik Teknik
SD/MI. Secara khusus pengaruh Mencatat Mencat Mencat Mencat
tersebut ditunjukkan oleh: (1) Peta at at Peta at
Perbedaan hasil belajar siswa yang pikiran Catatan pikiran Catatan
mengikuti pembelajaran IPA (B1) Biasa (B1) Biasa
dengan strategi inkuiri dan (B2) (B2)
ekspositori di kelas IV SD/MI. (2) A1B1 A1B2 A2B1 A2B2
Perbedaan hasil belajar siswa yang B1 B2 B1 B2
mengikuti pembelajaran IPA A1 A2
dengan teknik mencatat peta
pikiran dan catatan biasa di kelas Sumber: Ary, Jacob, Razavieh (1982).
IV SD/MI.
Keterangan:
3. Populasi dan Sampel  Data penelitian diperoleh dari
kombinasi perlakuan A1B1,
Populasi penelitian ini
A1B2, A2B1 dan A2B2.
adalah seluruh siswa kelas IV MIN
Medan berjumlah 221 orang yang  Data pengaruh teknik mencatat
tersebar ke dalam 5 kelas paralel. peta pikiran (B1) diperoleh dari
Teknik pengambilan sampel dalam akumulasi data B1 pada A1 dan
penelitian ini dilakukan melalui data B1 pada A2.
pengambilan sampel secara simple  Data pengaruh teknik mencatat
random sampling. Masing-masing dengan catatan biasa (B2)
unit kelas diberi nomor, kemudian diperoleh dari akumulasi data B2
sampel yang diinginkan diambil pada A1 dan data B2 pada A2.
secara random. Dalam hal ini, kelas  Data pengaruh strategi inkuiri
yang menjadi kelas uji dipilih (A1) diperoleh dari akumulasi
secara acak dengan mengundi 5 data A1B1 dan A1B2.
kelas yang ada untuk mendapat 4  Data pengaruh strategi
kelas sebagai sampel penelitian. ekspositori (A2) diperoleh dari
Penentuan kelas eksperimen dan akumulasi data A2B1 dan A2B2.
kelas kontrol juga ditentukan
secara acak sederhana yaitu: kelas 4. Teknik Analisis Data
pertama akan diajar dengan strategi Dilakukan dengan Analisis
pembelajaran inkuiri dan teknik Varians (ANAVA). Keseluruhan
mencatat peta pikiran, kelas kedua analisis data dilakukan
akan diajar dengan strategi pem- menggunakan bantuan program
belajaran inkuri dengan mencatat aplikasi IBM SPSS 19.0 pada taraf
biasa, kelas ketiga akan diajar kepercayaan α = 0,05.
dengan strategi pembelajaran
ekspositori dan teknik mencatat 5. Hasil Penelitian
peta pikiran, dan kelas keempat 5.1 Deskripsi Data
diajar dengan strategi pembelajaran Hasil analisis deskriptif data
ekspositori dengan mencatat biasa. hasil belajar IPA siswa kelas IV
SD/MI diperoleh skor tertinggi 24
dan skor terendah 11, dengan rata-
rata 18,34 serta standar deviasi Medan. Siswa yang mencatat
2,41. menggunakan teknik peta pikiran
Hasil uji normalitas data (19,24±2,10) secara signifikan
dengan uji Kolmogorov-Smirnov memiliki hasil belajar yang lebih
dan uji homogenitas data dengan tinggi dibanding dengan siswa
uji Levene’s diperoleh, bahwa data yang mencatat menggunakan
hasil belajar IPA siswa SD/MI teknik catatan biasa (17,43±2,36)
berdistribusi normal (Z = 2,049; (Gambar 2). Hasil ini berarti
P=0,000) dan variasi data dalam bahwa hasil belajar siswa yang
populasi homogen (F=2,603; belajar dengan teknik mencatat
P=0,054). Dengan demikian dapat peta pikiran memberikan hasil
dinyatakan bahwa data penelitian belajar siswa yang lebih tinggi
ini telah memenuhi prasyarat dibanding teknik mencatat dengan
pengujian hipotesis menggunakan teknik catatan biasa.
statistik parametrik, dalam hal ini
analisis varians banyak jalur 25

(univariat).

Skor Hasil Belajar Siswa


5.2 Pengaruh Strategi Pembelajaran
20
Terhadap Hasil Belajar Siswa

Hasil analisis varian skor


hasil belajar siswa menunjukkan 15
bahwa strategi pembelajaran
(inkuiri dan ekspositori)
berpengaruh signifikan (Fhitung =
10
4,069; P= 0,045) terhadap hasil Ekspositori Inkuiri
belajar IPA siswa kelas IV MIN Strategi Pembelajaran
Medan. Hasil belajar siswa yang Gambar 1 Strategi pembelajaran
mengikuti pembelajaran IPA berpengaruh signifikan (Fhitung = 4,069;
dengan strategi pembelajaran P= 0,045) terhadap hasil belajar IPA
siswa kelas IV MIN Medan.
inkuiri, 18,67±2,53 ( ±SB), secara
signifikan lebih tinggi dibanding
dengan hasil belajar siswa yang 25

mengikuti pembelajaran dengan


Skor Hasil Belajar Siswa

strategi pembelajaran ekspositori


(18,01±2,24) (Gambar 1). Hasil ini 20
berarti, bahwa hasil belajar siswa
yang mengikuti pembelajaran IPA
dengan strategi inkuiri lebih baik
dibanding hasil belajar siswa yang 15

mengikuti pembelajaran IPA


dengan strategi ekspositori.
10
Catatan Biasa Peta Pikiran
5.3 Pengaruh Teknik Mencatat Teknik Mencatat
Terhadap Hasil Belajar Siswa
Teknik mencatat siswa juga Gambar 2. Teknik mencatat berpengaruh
berpengaruh signifikan terhadap signifikan (Fhitung = 31,058; P= 0,000) terhadap
hasil belajar IPA (Fhitung = 31,058; hasil belajar IPA siswa kelas IV MIN Medan.
P= 0,000) siswa kelas IV MIN
suatu masalah yang dipertanyakan
6. Pembahasan (Sanjaya, 2009), dan melalui
6.1 Pengaruh Strategi Pembelajaran pembelajaran dengan strategi inkuiri
Terhadap Hasil. siswa dilibatkan secara maksimal
dengan seluruh kemampuan yang
Hasil penelitian menunjukkan dimilikinya untuk mencari dan
bahwa kelompok siswa yang menyelidiki secara sistematis, kritis,
mengikuti pembelajaran IPA logis, analitis, sehingga mereka
dengan strategi pembelajaran inkuiri dapat merumuskan sendiri pe-
menunjukkan hasil belajar yang nemuannya dengan penuh percaya
lebih tinggi dibanding dengan diri (Gulo, 2002). Dalam penelitian
kelompok siswa yang mengikuti ini ditemukan kemampuan siswa
pembelajaran IPA dengan strategi berpikir kritis dan logis dan analisis
ekspositori. contoh yang ditemukan dalam
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) penelitin yaitu untuk mengetahui
atau sains berhubungan dengan cara apa itu getaran siswa melakukan
mencari tahu tentang alam secara kegiatan memukul meja, atau
sistematis, sehingga proses berteriak dan memegang lehernya.
pembelajarannya menekankan pada Dari kegiatan tersebut beberapa
pemberian pengalaman langsung siswa yang ditanya peneliti
untuk mengembangkan kompetensi menjawab bahwa getaran adalah
agar menjelajahi dan memahami ada bunyi ada maka keluar getaran,
alam sekitar secara ilmiah. ada benda di pukul atau di sentuh
Pendidikan IPA di sekolah dasar mengeluarkan bunyi, benda sumber
(SD) diarahkan untuk inkuiri dan bunyi. Hasil penelitian yang relevan
berbuat sehingga dapat membantu yang dilakukan Suyoto (2009)
peserta didik untuk memperoleh menyebutkan bahwa terdapat
pemahaman yang lebih mendalam perbedaan prestasi hasil belajar
tentang alam sekitar. siswa aspek (kognitif, afektif dan
Melalui pembelajaran inkuiri sosial) pada mata pelajaran IPA
siswa dibantu untuk belajar Sekolah Dasar antara model pem-
merumuskan dan menguji pendapat- belajaran inkuiri dengan model
nya sendiri dan memiliki kesadaran pembelajaran konvensional.
akan kemampuannya (Joyce, 2000).
Dalam penelitian yang dilakukan 6.2 Pengaruh Teknik Mencatat
penulis dalam proses belajar Peta Pikiran Terhadap Hasil
mengajar ditemukan siswa dapat Belajar.
merumuskan masalah dalam setiap
topik pelajaran yang dilakukan Salah satu temuan penting dari
contohnya, pada materi sumber hasil penelitian ini sebagaimana
energi panas dan energi bunyi, telah diuraikan di muka adalah
rumusan masalah yang dibuat siswa bahwa strategi pembelajaran inkuiri
yaitu air terjun merupakan salah memfasilitasi siswa untuk me-
satu sumber energi alternatif, ningkatkan hasil belajarnya dan
bagaimana memanfaatkannya?. memfasilitas proses berpikir tingkat
Pada pembelajaran dengan strategi tinggi. Untuk itu sudah tentu harus
inkuiri siswa dilatih melakukan didukung dengan teknik merekam
proses berpikir secara kritis dan proses belajar mengajar dalam
analitis untuk mencari dan bentuk catatan yang lebih memadai.
menemukan sendiri jawaban dari Peta pikiran adalah salah satu
alternatif yang mungkin sesuai 7. Simpulan
untuk diterapkan. Sebagaimana
dikemukakan oleh Buzan (2007), Simpulan dari penelitian ini
bahwa peta pikiran merupakan alat dapat diungkapkan sebagai berikut:
yang sesuai untuk melatih siswa (1) Hasil belajar siswa yang
berpikir dengan lebih berdayaguna, mengikuti pembelajaran IPA
melalui pemetaan pikiran sebagai dengan strategi pembelajaran
salah satu teknik mencatat tingkat inkuiri, secara signifikan lebih
tinggi, di mana informasi berupa tinggi dibanding dengan hasil
materi pelajaran (baik berupa belajar siswa yang mengikuti pem-
informasi maupun pengalaman belajaran dengan strategi pem-
langsung) yang diterima siswa dapat belajaran ekspositori, (2) Teknik
diingat dengan bantuan catatan mencatat siswa juga berpengaruh
tersebut. Buzan (2007) juga signifikan terhadap hasil belajar
mengemukakan, bahwa peta pikirin IPA siswa kelas IV MIN Medan.
merupakan bentuk catatan yang Siswa yang mencatat menggunakan
memadukan fungsi otak secara teknik peta pikiran secara signifikan
bersama dan saling berkaitan satu memiliki hasil belajar yang lebih
sama lain. Sehingga akan terjadi tinggi dibanding dengan siswa yang
keseimbangan kerja kedua belahan mencatat menggunakan teknik
otak. catatan biasa.
Pandangan di atas telah
didukung oleh informasi yang
diperoleh melalui penelitian ini, di Daftar Pustaka.
mana kelompok siswa yang
mencatat dengan peta pikiran Ary, Donald, Jacobs, L.C., Razavieh,
menunjukkan hasil belajar yang A. 1982, Pengantar Penelitian
lebih baik dibanding dengan teknik dan Pendidikan. Terjemahan
mencatat biasa, dan teknik mencatat oleh: Furchan, Arief. Surabaya:
peta pikiran lebih baik digunakan Usaha Nasional.
pada strategi pembelajaran inkuiri Buzan, Tony. 2007. Buku Pintar Mind
dibanding dengan strategi pem- Map Untuk Anak. Jakarta:
belajaran ekspositori (Gambar 1). Gramedia Pustaka Utama.
ini di dukung dengan hasil Gulo, W., 2002. Pendekatan Belajar
penelitian Silaen (2009) ada Mengajar. Jakarta: Grasindo
hubungan yang signifikan antara Hendrik.2010.www.scribd.com/doc/he
pencatatan peta pikiran dengan hasil ndrik/karakteristik
belajar siswa SMA pada materi pembelarajan IPA SD. Diakses
pokok bakteri dan Setyaningsih tanggal 10 Januari 2010
(2010) bahwa penerapan pem- Joyce,B. dan Weil, M.2000. Models of
belajaran IPS dengan menggunakan Teaching. Second Edition
metode peta pikiran dapat me- Prencite.Inc. Englewood Clilfts,
ningkatkan proses dan hasil belajar N.J
siswa. Ling-Mao Song & Chun_Yeng Chang.
Impacts of an Inquiry Teaching
Method on Earth Science
Students’ Learning Outcomes
and Attitudes at the Secondary
School Level. Department of
Earth Sciences National Taiwan
Normal University Taiwan,
R.O.C Vol. 8, No. 3, 1998. pp.
93-101.
Quitadamo, Ian J and marth j Kurtz.
2007. Learning to Improve:
Using Writing to Increase
critical Thinking Performace in
General Education Biologi.
CBE-Life Science Education
Vol.6: 140-154.
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi
Pembelajaran Berorientasi
Standar Proses Pendidikan.
Jakarta : Prenada Media Group.
Setyaningsih, Endang.2010.
Penerapan Mind Mapping
Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Pada Pembelajaran
IPS Kelas IV SDN Binangun
03. Skripsi
Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-
Faktor yangMempengaruhinya,
Rineka Cipta, Jakarta.