Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. D.

R DENGAN
TUBERCULOSA DI RT. 03 RW. 01 DRAJAT KELURAHAN
DRAJAT KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON

BIODATA KELUARGA
A. Biodata kepala keluarga
Nama : Tn.Didi Rosadi
Umur : 64 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SD
Pekerjaan : tidak bekerja
Alamat : Jl. P. Drajat Gg. 04 RT.03 RW.01 kelurahan Drajat
Kecamatan kesambi Kota Cirebon.
1. Anggota keluarga
Status
No Nama JK Umur Pendidikan Pekerjaan kesehatan Ket
saat ini

1. Mirah P 61 thn SD IRT Sehat Isteri


2. Dede. S L 21 thn SMP Bengkel Sehat Anak
3. Peri. S L 15 thn SMA Pelajar Sehat Anak
4. Dian. K P 13 thn SMP Pelajar Sehat Anak
5. Agum. G L 11 thn SD Pelajar Sehat Anak

A. PENGKAJIAN KLIEN INDIVIDU


1. Keluhan utama : pada saat dikaji pada tanggal 03 Oktober 2014
Klien mengatakan mual dan tidak nafsu makan
2. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengatakan menderita Tbc sejak 5 bulan yang lalu, dan baru ± 2
bulan minum obat Tbc program dari puskesmas, setelah minum obat Tbc
klien sering mual dan tidak nafsu makan.
b. Riwayat kesehatan dahulu
Klien mengatakan sebelumnya tidak mempunyai riwayat penyakit
keturunan dan tidak ada riwayat penyakit menular seperti DM, Tbc,
hepatitis dan lain-lain.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan kalau di dalam keluarganya tidak ada yang menderita
penyakit yang sama dengan klien.
3. Riwayat pengobatan
Tn.D.R dalam pengobatan Tbc ± 2 bulan (minum obat program puskesmas).
4. Riwayat tumbuh kembang
-
5. Pemeriksaan fisik
a. Tingkat kesadaran
Compos mentis (sadar penuh), GCS : 15 ( E4 M6 V5 )
b. Tanda vital
a. Tekanan Darah : 140/90 mmHg
b. Nadi : 88 x/menit
c. Respirasi : 24 x/menit
d. Suhu : 36,7 ºC
e. Berat badan : 50 kg
f. Tinggi badan : 165 cm
c. Pengkajian head to toe
1) Kepala
Bentuk simetris, benjolan tidak ada, lesi dan nyeri tekan tidak ada,
kebersihan cukup.
2) Mata
Bentuk simetris, pupil isokor, sklera putih, konjungtiva merah muda,
pergerakan bola mata terkoordinasi.
3) Hidung
Bentuk simetris, mukosa hidung merah muda, tidak terdapat sekret,
tidak ada lesi dan nyeri tekan, perdarahan hidung tidak ada.
4) Mulut
Bentuk simetris, tidak ada luka, mukosa bibir kering, lidah cukup
bersih, terdapat carises, gusi tidak berdarah, kebersihan cukup.
5) Telinga
Bentuk simetris, benjolan tidak ada, lesi dan nyeri tekan tidak ada,
pendengaran cukup baik dimana pertanyaan yang diberikan dapat
dijawab kebersihan cukup.
6) Leher
Bentuk simetris, bendungan vena jugularis tidak ada, pembesaran
kelenjar tiroid tidak ada, nyeri tekan tidak ada.
7) Thorak
Bentuk simetris, retraksi otot dada tidak ada, pergerakan dada
simetris, ronchi -/-, whezing -/-, bunyi nafas vaskuler, bunyi jantung
S1S2 tunggal reguler.
8) Abdomen
Bentuk simetris, distensi tidak ada, nyeri tekan tidak ada, pergerakan
terkoordinasi
9) Ekstremitas
Atas : Bentuk simetris, oedema tidak ada, lesi tidak ada, pergerakan
terkoordinir.
Bawah : Bentuk simetris, oedema tidak ada, nyeri tekan tidak ada, lesi
tidak ada, pergerakan terkoordinir.
10) Genetalia
Kebersihan cukup, tidak ada nyeri tekan.
11) Anus
Tidak ada haemoroid, kebersihan cukup, tidak ada nyeri tekan
6. Hasil pemeriksaan diagnostik
a. Hasil rontgen thoraks tgl 19 mei 2014
Kesan : Tb Paru duplek aktif
b. Hasil sputum BTA tgl 21 mei 2014
Sputum BTA 3 x : hasil positif
7. Aktivitas hidup sehari-hari (ADL)
1) Nutrisi
a. Makan
- Frekuensi : 3 x sehari
- Banyak : 1/2 porsi
- Jenis makanan : Nasi, lauk dan sayur
b. Minum
- Jenis minuman : Air putih
- Banyaknya : 6-7 gelas (@. 250 cc/gelas)
2) Eliminasi
a. BAK
- Frekuensi : 6-7 x sehari
- Warna : kuning jernih
- Keluhan : tidak ada
b. BAB
- Frekuensi : 1 x sehari
- Konsistensi : padat
- Keluhan : tidak ada
3) Istirahat dan tidur
a. Siang : kadang-kadang
b. Malam : 6-7 jam
c. Keluhan : tidak ada
4) Kebersihan diri
a. Mandi : 2 x sehari
b. Gosok gigi : 2 x sehari
c. Keramas : 2 x seminggu
d. Ganti pakaian : 1 x sehari
e. Memotong kuku : 1 x sebulan
5) Pola aktifitas
Aktifitas sehari-hari klien bersama isteri merawat cucu yang di titipkan
anaknya kalau pagi hari dan di jemput sore hari.
B. PENGKAJIAN KELUARGA
1. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.D.R adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, anak,
yaitu Tn.D.R, Ny.M, An.D, An.P, An.D dan An. A tinggal dalam satu rumah.
2. Tahap perkembangan keluarga dan pelaksanaan tugas perkembangan
keluarga
Tahap perkembangan pada keluarga saat ini adalah tahap perkembangan
menghadapi anak usia sekolah (An.P, An.D, An.A),dan tahap anak remaja
(An.D). Tn.D.R berharap jika anak-anaknya sudah besar nanti menjadi orang
yang sukses dan dapat membantu orang tua.
3. Status sosial ekonomi keluarga
Menurut Tn.D.R sebelum dirinya sakit Tbc klien bekerja sebagai sopir
dengan pendapatan ± Rp. 2.000.000,- perbulan untuk biaya sehari-hari
termasuk untuk biaya sekolah anaknya tetapi setelah sakit Tbc klien sudah
tidak bekerja lagi sebagai sopir untuk biaya kehidupan sehari-hari sekarang
Tn.D.R dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja.
4. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Antar anggota keluarga terbina hubungan yang harmonis, dalam
menghadapi suatu permasalahan, biasanya dilakukan musyawarah
keluarga sebelum memutuskan suatu permasalahan. Komunikasi
dilakukan dengan sangat terbuka.Komunikasi yang biasa digunakan
sehari-hari adalah  bahasa jawa. Hubungan komunikasi antar anggota
keluarga cukup baik.
b. Struktur kekuatan keluarga
Struktur kekuatan keluarga merupakan keluarga inti yang terdiri dari
suami, istri dan 3 orang anak dan saling perhatian.
c. Struktur peran
a. Tn.D.R sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam mengatur
rumah tangganya.
b. Ny.M sebagai istri bekerja sebagai ibu rumah tangga.
c. An.D sebagai anak keempat yang sudah bekerja di bengkel, An.P
anak kelima Kelas 3 SMA, An.D anak keenam kelas 1 SMP dan An.A
anak ketujuh kelas 5 SD.
d. Nilai dan norma keluarga
Keluarga beragama Islam, menghormati dan menjalankan norma agama
dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.
5. Fungsional keluarga
a. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga saling menyayangi dan keluarga merasa bangga
apabila salah satu anggota keluarga berhasil. Respon keluarga terhadap
kehilangan yaitu berduka, namun selama ini keluarga saling menguatkan
dan menjaga satu sama lain.
b. Fungsi sosialisasi
Tn.D.R mengatakan bahwa sosialisasi antara dirinya dan lingkungan
dirasakan baik, setiap memiliki waktu luang Tn.D.R menyempatkan
waktu untuk berinteraksi dengan tetangga sekitar rumahnya serta untuk
mengikuti beberapa kegiatan, contohnya kegiatan kerja bakti. Begitu juga
dengan Ny.M, An.D, An.P, An.D dan An.A yang terlihat dapat
bersosialisasi dengan lingkungan disekitar rumahnya.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga meyakini bahwa kesehatan merupakan hal yang penting.
Namun keluarga masih sering mengkhwatirkan biaya untuk berobat
walaupun sekarang ini sudah ada jaminan untuk masyarakat. Keluarga
juga mengatakan tidak memiliki waktu luang. Oleh sebab itu, keluarga
Tn.D.R baru memeriksakan anggota keluarganya ketika sudah tidak bisa
ditangani sendiri atau oleh obat warung.
d. Fungsi reproduksi
Tn.D.R mempunyai 7 (tujuh) orang anak terdiri 5 anak laki-laki dan 2
anak perempuan, 3 anak (laki-laki 2 dan perempuan 1) yang lain sudah
berkeluarga dan mempunyai rumah sendiri sedangkan yang 4 anak lagi
tinggal serumah dengan Tn.D.R.
e. Fungsi Ekonomi
Keluarga Tn.D.R untuk saat ini dibantu anaknya yang sudah bekerja
dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan, karena setelah
sakit Tbc Tn.D.R tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya seperti
waktu Tn.D.R masih bekerja sebagai sopir.
6. Tugas kesehatan keluarga
a. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga Tn.D.R tidak dapat mengenal masalah atau gangguan terhadap
anggota keluarganya.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan keperawatan
Keluarga Tn.D.R dapat mengambil keputusan untuk segera periksa ke
puskesmas atau ke dokter kalau ada keluarga yang sakit.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Semua anggota keluarga Tn.D.R selalu memberikan perawatan kepada
anggota keluarga yang sakit.
d. Kemampuan keluarga memodifikasi/memelihara lingkungan rumah yang
sehat
Semua anggota keluarga Tn.D.R mempertahankan suasana rumah yang
menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggotanya.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Semua anggota keluarga Tn.D.R selalu memanfaatkan fasilitas kesehatan
yang ada seperti puskesmas dan dokter praktek untuk berobat bila ada
keluarga yang sakit.
7. Stres dan koping keluarga
Stress yang dihadapi keluarga Tn. D.R adalah apabila keluarga tidak memiliki
dana pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan terdapat anggota keluarga yang
sakit.
Penanggulangan masalah kesehatan dalam keluarga diatasi secara bersama-
sama. Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami masalah, keluarga
berusaha mencari jalan keluar dengan membicarakannya dengan anggota
keluarga yang lain.
8. Lingkungan rumah dan sekitarnya
1) Karakteristik rumah
Tipe rumah permanen dengan lantai dari plester.
a. Jenis bangunan : permanen
b. Status rumah : rumah pribadi
c. Atap rumah : genteng
d. Ventilasi : cukup.
e. Cahaya : cukup
f. Penerangan : cukup
g. Lantai : plester
h. Saluran limbah : dibuang kebelakang rumah.
i. Jamban : jenis kloset angsa
2) Denah rumah

Ruang Ruang kamar mandi

Keluarga makan dan WC

Jalan Ruang

Dapur

Ruang

Tamu kamar tidur kamar tidur kamar tidur

Teras

Jalan

S U

3) Karakteristik tetangga dan keluarga


Interaksi tetangga dengan keluarga Tn.D.R cukup harmonis, dibuktikan
Tn.D.R rajin mengikuti pertemuan rutin warga. Tn.D.R dan Ny.M rajin
mengikuti Posyandu Lansia.
4) Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Klien Tn.D.R tinggal di rumah milik sendiri yang ditempatinya
sejak tahun 1950 (64 tahun). Keluarga Klien Tn.D.R adalah penduduk asli
Jl.P. Drajat Gg. 04 RT.03 RW.01 Drajat kelurahan Drajat Kecamatan
kesambi Kota Cirebon.Keluarga Klien Tn.D.R mengatakan tidak pernah
pindah rumah.
5) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn.D.R tidak mempunyai waktu tertentu untuk mengadakan
pertemuan khusus dalam keluarga, mereka cukup melakukan komunikasi
setiap hari dengan anggota keluarga. Sedangkan interaksi dengan tetangga
cukup baik dengan mengikuti pertemuan RT.
6) Sistem pendukung keluarga
Anggota keluarga Tn.D.R termasuk dalam kategori kurang sehat karena 
Tn.D.R menderita Tbc. Fasilitas kesehatan yang dapat digunakan keluarga
adalah Puskesmas.
9. Harapan keluarga terhadap layanan kesehatan
Keluarga Tn.D.R mengharapkan agar petugas kesehatan dapat memberikan
pelayanan kesehatan terhadap mereka dan membantu bila keluarga
mengalami kesulitan dalam hal kesehatan semaksimal mungkin.
10. Ecomap

Keterangan :
= Tinggal serumah
= Laki-laki
= Perempuan
= Klien
11. Analisa data

No Data Etiologi Masalah


1 Data Subjektif : Ketidakmampuan Resiko terjadinya
 Tn.D.R mengatakan sakitkeluarga merawatpenularan Tbc pada
Tbc sejak 5 bulan yanganggota keluarga yanganggota keluarga yang
lalu. sakit. lain.
 Tn.D.R mengatakan
minum obat Tbc ± 2 bulan.
 Tn.D.R mengatakan tidak
tahu tentang penyakitnya.
Data Objektif :
 Kesadaran compos mentis.
 Tanda-tanda vital: TD
140/90 mmHg, Nadi 88
x/menit, Pernafasan 24
x/menit, Suhu 36,70C
 Berat badan sebelum sakit
Tbc : 67 kg
 Berat badan setelah sakit
Tbc : 50 kg.
 Hasil rontgen thoraks tgl
19 mei 2014, kesan : Tb
Paru duplek aktif
 Hasil sputum BTA tgl 21
mei 2014, sputum BTA
3x : hasil positif.

C. PENGKAJIAN KOMUNITAS
1. Vital statistik
Kejadian kesakitan dalam 6 bulan terakhir
No Nama Berat Tinggi Keluhan Lamanya Upaya
pemeriksaan &
yang
badan badan keluhan pengobatan yang
dirasakan
dilakukan
1. Tn.D.R 50 kg 165 cm Mual dan 2 bulan Pemeriksaan rutin
tidak nafsu ke puskesmas.
makan.

2. Pengkajian epidemiologi terkait vital statistik


Instrumen pengkajian kesehatan
a. Identitas
Nama : Tn.D.R
Tanggal lahir : Cirebon, 03 mei 1950
Umur : 64 tahun
Nama Ayah/Ibu : Ny.M
Pendidikan Ayah/Ibu : SD
Alamat : Jl. P. Drajat Gg. 04 RT.03 RW.01 Drajat
kelurahan Drajat Kecamatan kesambi Kota
Cirebon.
b. Status gizi
 Tinggi Badan (TB) : 165 cm
 Berat Badan (BB) : 50 kg
3. Pelayanan kesehatan dan sosial
a. Perilaku Kesehatan Keluarga

No Aspek Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah


1. Merokok didalam rumah ˅
2. Membuka jendela rumah ˅
pagi hari
3. Membersihkan lantai
˅
4. Menggantung pakaian
˅
bekas pakai di dalam
ruangan
5. Mengeluarkan dahak
sembarangan
˅
6. Membuang ludah ˅
sembarangan ˅
7. Kunjungan kesehatan ke
sarana kesehatan
˅
8. Kunjungan rumah oleh
petugas kesehatan
˅
9. Keluarga menggunakan air
bersih untuk keperluan
rumah tangga
10. Mencuci tangan ˅
mengunakan air bersih
dengan sabun sebelum
makan ˅
11. Mencuci tangan
menggunakan air bersih
dengan sabun setelah
makan
˅
12. Mencuci tangan
menggunakan air bersih
dengan sabun setelah dari
kamar mandi ˅

13 Makan buah dan sayur

Keterangan :
Selalu : Jika dilakukan setiap hari
Sering : 4-6 kali/ minggu
Kadang-kadang : 1-3 kali/ minggu
Tidak Pernah : Tidak pernah dilakukan
b. Nilai dan Keyakinan tentang Kesehatan
No Aspek Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju
1. Menurut saudara, pencegahan ˅
penyakit lebih mudah
dilakukan.
2. Menurut saudara, masalah ˅
kesehatan terjadi karena
perilaku dari tiap individu.
3. Menurut saudara, pergi ke ˅
sarana kesehatan merupakan
pilihan terbaik dalam
menangani masalah kesehatan.
4. Menurut saudara, pemahaman ˅
mengenai kesehatan dapat
meningkatkan derajat
kesehatan.
5. Menurut saudara, terjadinya ˅
penyakit dimasyarakat
disebabkan karena masyarakat
melanggar adat istiadat yang
berlaku.

c. Pelayanan Kesehatan
1. Sarana kesehatan yang terdekat dengan rumah :
a. puskesmas b. RS c. Dokter praktek d. mantri/bidan
e. dukun
2. Sarana kesehatan yang sering digunakan jika anggota keluarga ada
yang sakit :
a. puskesmas b. RS c. Dokter praktek d. mantri/bidan
e. dukun
d. Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga
1. Apa jenis air yang digunakan ?
a. Air mata air b. Air sumur c. Lainnya
2. Apa jenis jamban yang digunakan ?
a. Jamban leher angsa b. Cemplung c. Lainnya
3. Kemana tempat pembuangan tinja ?
a. Septic Tank b. Kolam c. Lainnya
4. Kemana pembuangan air limbah : Selokan / saluran air
e. Penanganan Bencana
1. Apakah pernah mendapatkan pendidikan mengenai P3K ?
a. Ya b. Tidak
2. Apakah pernah mendapatkan pelatihan mengenai P3K ?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah pernah mendapatkan pendidikan tentang penanganan
bencana?
a. Ya b. Tidak
4. Apakah pernah mendapatkan pelatihan mengenai penanganan
bencana?
a. Ya b. Tidak
f. Perilaku Hidup Bersih
1. Rumah berdebu ?
a. Ya b. Tidak
2. Binatang / vektor yang ada dalam rumah ?
a. Nyamuk b. Lalat c. Kecoa d. Tikus
3. Terdapat jentik nyamuk di bak mandi ?
a. Ya b. Tidak
4. Berapa kali menguras bak mandi dalam seminggu : 1 kali
5. Menjaga lingkungan rumah tampak bersih ?
a. Ya b. Tidak
6. Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya ?
a. Ya b. Tidak
g. Posyandu & Kader
1. Apakah terdapat posyandu di lingkungan anda ?
a. Ya b. Tidak
2. Berapa kali sekali dilaksanakan Posyandu : 1 x sebulan
3. Apakah terdapat kader kesehatan di lingkungan anda ?
a. Ya b. Tidak
4. Berapa orang jumlah kader ? 3 0rang
5. Apakah kader diwilayah anda aktif dalam kegiatan ?
a. Ya b. Tidak
6. Apakah pernah dilakukan penyuluhan kesehatan oleh kader ?
a. Ya b. Tidak
4. Politik dan pemerintahan (kebijakan kesehatan)
Hakekat pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada
masyarakat, sebagai mana tercantum dalam Kep Men PAN No 25 tahun 2014
tentang pedoman umum kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi
pemerintah.
5. Komunikasi
Keluarga selalu menggunakan bahasa Jawa dalam melaksanakan komunikasi
dan setiap ada masalah selalu dibicarakan satu sama lain.
6. Faktor risiko masalah kesehatan
Resiko terjadinya penularan Tbc pada anggota keluarga yang lain
berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
yang sakit.
7. Potensi kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan
Perkumpulan dengan keluarga baik begitu juga interaksi dengan masyarakat
dan kurang mengikuti kegiatan seperti kumpulan rutin atau pengajian rutin.
8. Kader kesehatan
Di keluarga binaan puskesmas Drajat Kel.drajat Kec.kesambi terutama Rt
03/Rw 01 para kader kesehatan tanpa pamrih selalu mendukung dan bekerja
sama dalam setiap penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat.

FORMAT IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA/KOMUNITAS


Waktu pelaksanaan
No Tindakan yang dilakukan Hasil (Evaluasi) Paraf
(hari/tgl/jam)
1. Selasa , 07 Oktober - Mengkaji tingkat S = Keluarga
2014 jam 09.00 pengetahuan keluarga mengatakan
wib tentang cara penularan mengerti
Tbc. tentang cara
- Mendiskusikan dengan penularan Tbc
keluarga tentang cara dan akan
penularan Tbc. menghindari
- Memotivasi keluarga hal-hal yang
untuk menghindari hal- dapat
hal yang dapat menularkan
menularkan Tbc. Tbc.
O = Keluarga
mampu
menjelaskan
kembali
tentang cara
penularan Tbc.
A = Masalah
sebagian
teratasi setelah
dilakukan
tindakan
perawatan.
P = Lanjutkan
intervensi.
2. Selasa , 07 Oktober - Mendiskusikan dengan S = Keluarga
2014 jam 09.30 keluarga manfaat mengatakan
wib pengobatan secara mengerti
teratur tentang
- Beri pujian tentang manfaat
keputusan yang pengobatan
diambil secara teratur
- Memotivasi keluarga dan akan
untuk selalu selalu
mengingatkan klien mengingatkan
minum obat klien untuk
minum obat
O = Klien tampak
minum obat
tepat pada
waktunya
A = Masalah
sebagian
teratasi setelah
dilakukan
tindakan
perawatan.
P = Lanjutkan
intervensi.
3. Selasa , 07 Oktober - Mendiskusikan dengan S = Keluarga
2014 jam 10.00 keluarga cara mengatakan
wib penularan TB Paru mengerti
- Mengajarkan keluarga tentang cara
untuk merawat diri dan merawat diri
klien dan klien dan
- Jelaskan cara mengerti
menghindari hal-hal tentang hal-hal
yang dapat menularkan yang dapat
TB paru menularkan
Tbc.
O = Keluarga
dapat
menjelaskan
kembali
tentang cara
penularan Tbc
dan cara
menghindari
hal-hal yang
dapat
menularkan
Tbc.
A = Masalah
sebagian
teratasi setelah
dilakukan
tindakan
perawatan.
P = Lanjutkan
intervensi.
4. Selasa , 07 Oktober - Menganjurkan S = Keluarga
2014 jam 10.30 keluarga agar selalu mengatakan
wib menjaga kebersihan akan berusaha
rumah dan untuk
membedakan peralatan memelihara
makan lingkungan
- Memotivasi keluarga rumah agar
untuk memelihara tetap bersih.
lingkungan rumah agar O = Barang-barang
tetap bersih dan tampak belum
membuka jendela tertata rapi,
setiap hari agar sinar kamar masih
matahari menyinari lembab dan
seluruh ruangan pengap,
peralatan
makan klien
dibedakan.
A = Masalah
teratasi
sebagian
setelah
dilakukan
tindakan
perawatan.
P = Lanjutkan
intervensi.
5. Selasa , 07 Oktober - Mendiskusikan dengan S = Keluarga
2014 jam 11.00 keluarga tentang mengatakan
wib pentingnya fasilitas akan datang ke
kesehatan dalam pelayanan
perawatan kesehatan kesehatan
keluarga apabila ada
- Memotivasi keluarga anggota
untuk mengajak keluarga yang
anggota keluarga yang sakit atau obat
sakit berobat ke klien habis
pelayanan kesehatan O = Keluarga
tampak
termotivasi
untuk
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan
A = Masalah
tercapai
P = pertahankan
dan tingkatkan
kesehatan
keluarga.

FORMAT PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

NO KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN


1. Sifat masalah : 1 2/2 x 1 Masalah yang bersifat nyata
sudah terjadi. Yang perlu
resiko diatasi segera yaitu
penularan Tbc lebih lanjut.
Keluarga sangat kooperatif
dalam mendengarkan
Kemungkinan penyuluhan tentang cara
masalah untuk penularan Tbc dan akan
2. 2 2/2 x 2
diubah : dengan berusaha untuk
mudah melaksanakan anjuran-
anjuran yang disarankan
dalam upaya penyembuhan.
Potensial masalah untuk
Potensi masalah dicegah cukup karena
3. untuk dicegah : 1 2/3 x 1 keinginan keluarga untuk
cukup tahu tentang cara penularan
penyakit Tbc.
Menonjolnya Keluarga menyadari tentang
masalah : masalah masalahnya dan perlu segera
4. 1 2/2 x 1
berat dan harus ditangani sebelum terjadi
ditangani penyebaran lebih lanjut.
Jumlah 5 5

FORMAT PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA


DIAGNOSA TUJUAN TUJUAN
No KRITERIA STANDAR INTERVENSI
KEPERAWATAN UMUM KHUSUS
1. Resiko terjadinya Setelah - Setelah Verbal Keluarga dapat - Kaji tingkat
penularan Tbc pada diberikan diberikan memahami dan pengetahuan
anggota keluarga askep selama perawatan menyebutkan keluarga
yang lain 4 hari selama 1 kali cara penularan tentang cara
berhubungan diharapkan kunjungan Tbc. penularan Tbc.
dengan keluarga selama 30 - Diskusikan
Ketidakmampuan dapat menit dengan
keluarga merawat mengerti diharapkan keluarga
anggota keluarga tentang keluarga tentang cara
yang sakit. penularan mampu penularan Tbc.
penyakit Tbc mengenal - Anjurkan
dan tidak penularan Tbc. keluarga untuk
terjadi menjaga
penularan lingkungan
lebih lanjut. agar tetap
bersih.
- Memotivasi
keluarga untuk
menghindari
hal-hal yang
dapat
menularkan
Tbc.
- Setelah Verbal - Keluarg - Diskusikan
diberikan a mengerti dengan
perawatan tentang keluarga
selama 1 kali pemberian obat manfaat
kunjungan secara teratur pengobatan
selama 30 - Pemberi secara teratur.
menit an lama - Beri pujian
diharapkan pengobatan tentang
keluarga selama 6-8 keputusan
mampu bulan yang diambil.
mengambil Keluarga - Motivasi
keputusan mampu keluarga untuk
mengenai memotivasi selalu
pengobatan klien untuk mengingatkan
pada klien. berobat secara klien minum
teratur. obat.

- Setelah Psikomotor - Keluarg - Diskusikan


diberikan a mampu dengan
perawatan merawat klien keluarga cara
selama 1 kali Tn.D.R penularan Tbc.
kunjungan - Dapat - Ajarkan
selama 30 menghindari keluarga
menit hal-hal yang merawat diri
diharapkan dapat dan klien.
keluarga menularkan - Jelaskan pada
mampu penyakit Tbc. keluarga cara
merawat menghindari
anggota hal-hal yang
keluarga yang dapat
sakit. menularkan
Tbc.
- Setelah Psikomotor - Keluarg - Anjurkan
diberikan a selalu keluarga agar
perawatan membersihkan selalu
selama 1 kali rumah, menata menjaga
kunjungan barang- kebersihan
selama 30 barangnya dan rumah,
menit membedakan menata
diharapkan peralatan untuk barang-
keluarga makan barang dan
mampu Sinar matahari membedakan
memelihara dapat peralatan
lingkungan menyinari untuk
rumah. seluruh makan.
ruangan. - Motivasi
keluarga
untuk
memelihara
lingkungan
rumah agar
tetap bersih
dan
membuka
jendela
setiap hari
agar sinar
matahari
menyinari
seluruh
kamar.
- Setelah Psikomotor - Keluarg - Diskusikan
diberikan a dapat dengan
perawatan memanfatkan keluarga
selama 1 kali fasilitas tentang
kunjungan kesehatan yang pentingnya
selama 30 ada, keluarga fasilitas
menit dapat mengajak kesehatan
diharapkan anggota dalam
keluarga keluarga yang perawatan
mampu sakit untuk kesehatan
memanfaatkan berobat. keluarga.
fasilitas - Motivasi
pelayanan keluarga untuk
kesehatan mengajak
yang ada. anggota
keluarga yang
sakit berobat
ke puskesmas.