Anda di halaman 1dari 22

15

Migren
2

1.1 Migren tanpa aura


Istilah sebelumnya : Common migren, Hemikrania simpleks.

Deskripsi:
Nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4-72 jam.
Karekteristik nyeri kepala unilateral, berdenyut, intensitas sedang atau
berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti
dengan nausea dan atau fotofobia dan fonofobia.

Kriteria diagnostik :
A. Sekurang-kurangnya terjadi 5 serangan yang memenuhi kriteria
B-D
B. Serangan nyeri kepala berlangsung selama 4-72 jam (tidak
diobati atau tidak berhasil diobati).
C. Nyeri kepala mempunyai sedikitnya dua diantara karakteristik
berikut:
1. Lokasi unilateral
2. Kualitas berdenyut
3. Intensitas nyeri sedang atau berat
4. Keadaan bertambah berat oleh aktifitas fisik atau penderita
menghindari aktivitas fisik rutin (seperti berjalan atau naik
tangga).
D. Selama nyeri kepala disertai salah satu dibawah ini:
1. nausea dan atau muntah
2. fotofobia dan fonofobia.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain.
16

1.2 Migren dengan aura

Istilah Sebelumnya: Migren Klasik, oftalmik, hemiparestetik, hemiplegi


atau afasia migren, migren accompagnee, migren komplikasi.

Deskripsi:
Suatu serangan nyeri kepala berulang dimana didahului gejala
neurologi fokal yang reversible secara bertahap 5-20 menit dan
berlangsung kurang dari 60 menit. Gambaran Nyeri kepala yang
menyerupai migren tanpa aura biasanya timbul sesudah gejala aura.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya terjadi 2 serangan yang memenuhi kriteria
B
B. Migren dengan aura yang memenuhi kriteria B dan C satu
diantara 1.2.1-1.2.6.
C. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

1.2.1. Migren dengan aura tipikal.

Deskripsi:
Aura tipikal terdiri dari gejala visual dan/atau sensoris dan/atau
berbahasa. Yang berkembang secara bertahap, durasi tidak lebih dari
1 jam, bercampur gambaran positif dan negatif, kemudian
menghilang sempurna yang memenuhi kriteria 1.1 dari migren tanpa
aura.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya terjadi 2 serangan yang memenuhi kriteria
B-D.
B. Adanya aura yang terdiri paling sedikit satu dari dibawah ini
tetapi tidak dijumpai kelemahan motorik:
1. Gangguan visual yang reversibel seperti : positif ( cahaya
yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis) dan
negatif (hilangnya penglihatan).
2. Gangguan sensoris yang reversible termasuk positif (pins
and needles), dan atau negatif (hilang rasa/kebas).
3. Gangguan bicara disfasia yang reversible sempurna.
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. Gejala visual homonim dan/atau gejala sensoris unilateral
17

2. paling tidak timbul satu macam aura secara gradual > 5


menit dan /atau jenis aura yang lainnya > 5menit.
3. masing gejala berlangsung > 5 dan < 60 menit.
D. Nyeri kepala memenuhi kriteria B-D 1.1. Migren tanpa aura
dimulai bersamaan dengan aura atau sesudah aura selama 60
menit.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

1.2.2 Nyeri kepala non migren dengan aura tipikal.

Deskripsi:
Aura berisikan gangguan visual dan atau gangguan sensoris dan atau
gangguan bicara. Perkembangan gradual, durasi tidak melebihi 1jam,
bercanpur dengan gambaran postif dan negatif dan berisikan komplet
dari karakteristik dengan aura yang tidak memenuhi syarat migren
tanpa aura.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan yang memenuhi kriteria B-D.
B. Adanya aura yang berisikan paling sedikit satu dari dibawah ini
tetapi tidak dijumpai kelemahan motorik:
1. Gangguan visual yang berulang seperti : positif ( cahaya
yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis) dan
negatif (hilangnya penglihatan).
2. Gangguan sensoris termasuk positif (pins and needles),dan
atau negatif ( hilang rasa).
3. Gangguan bicara disfasia.
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. Gejala visual homonim dan atau gejala sensoris unilateral.
2. Paling sedikit 1 gejala aura timbal secara gradual > 5 menit
dan/ atau gejala aura yang lainnya terdapat > 5menit.
3. Setiap gejala berlangsung > 5 dan < 60 menit.
D. Nyeri kepala yang tidak memenuhi kriteria B-D pada 1.1. Migren
tanpa aura yang dimulai selama aura atau diikuti aura selama
60 menit.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.
18

1.2.3 Aura tipikal tanpa nyeri kepala

Deskripsi:
Aura yang tipikal berupa gangguan visual dan /atau sensorik dengan
atau tanpa gangguan berbicara. Timbul secara gradual, durasi tidak
melebihi dari1 jam, campuran gambaran positif dan negatif dan akan
pulih secara reversible sempurna dan tidak berhubungan dengan nyeri
kepala.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan yang memenuhi kriteria B-D.
B. Adanya aura paling sedikit satu dari dibawah ini dan tidak
dijumpai kelemahan motorik:
1. Gangguan visual yang reversible seperti : positif (cahaya
yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis) dan/atau
negatif (hilangnya penglihatan).
2. Gangguan sensoris yang reversible seperti positif (pins and
needles), dan /atau negatif ( hilang rasa/kebas)
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. Gejala visual homonim dan/ atau gejala unilateral sensoris.
2. Paling tidak ada satu gejala aura yang timbal secara gradual
> 5 menit dan/ atau aura yang lainnya > 5menit.
3. Tiap gejala berlangsung > 5 dan < 60 menit.
F. Tidak didapati Nyeri kepala selama aura atau sesudah timbulnya
aura dalam waktu 60 menit.
G. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

1.2.4 Familial hemiplegik migren (FHM)

Deskripsi:
Migren dengan aura termasuk kelemahan motorik dan paling tidak
ada satu keturunan pertama atau kedua dari keluarga menderita
migren dengan aura termasuk kelemahan motorik.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan yang memenuhi kriteria B dan
C
B. Adanya aura berupa kelemahan motorik yang reversible disertai
paling sedikit satu dari dibawah ini:
19

1. gejala visual yang reversible sempurna berupa gejala: positif


(cahaya yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis)
dan negatif (hilangnya penglihatan).
2. Gejala sensoris yang reversible sempurna berupa positif (pins
and needles), dan atau negatif (hilang rasa/kebas).
3. Gangguan bicara disfasia yang reversible.
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. paling tidak ada satu gejala aura yang timbul secara gradual
> 5menit dan /atau aura yang lainnya terjadi > 5menit.
2. Tiap gejala aura berlangsung > 5 menit dan < 24 jam
3. Nyeri kepala yang memenuhi kriteria B-D pada 1.1. migren
tanpa aura dimulai selama aura atau sesudah onset aura
selama 60 menit.
D. Paling tidak ada satu dari keluarga keturunan pertama atau
kedua yang menderita serangan yang memenuhi kriteria A-E.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

1.2.5 Sporadik hemiplegik migren

Deskripsi :
Migren dengan aura termasuk kelemahan motorik tetapi tidak terdapat
pada keluarga pada keturunan pertama atau kedua yang mempunyai
aura termasuk juga kelemahan motorik.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan yang memenuhi kriteria B dan
C.
B. Adanya aura yang terdiri atas kelemahan motorik yang reversible
sempurna dan disertai paling tidak satu dibawah ini:
1. Gejala visual yang reversible sempurna seperti : positif
(cahaya yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis)
dan negatif (hilangnya penglihatan).
2. Gejala sensoris yang reversible sempurna termasuk positif
(pins and needles), dan /atau negatif ( hilang rasa).
3. Gangguan bicara disfasia yang reversible sempurna .
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. Paling tidak ada satu gejala aura yang timbul secara gradual
> 5menit dan/ atau gejala aura lain > 5menit.
2. Tiap gejala aura berlangsung > 5 menit dan < 24 jam
20

3. Nyeri kepala yang memenuhi kriteria B-D pada 1.1. migren


tanpa aura dimulai selama adanya aura atau sesudah onset
aura dalam waktu 60 menit.
D. Tidak ada riwayat keluarga keturunan pertama atau kedua
mengalami serangan yang memenuhi kriteria A-E.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

1.2.6 Migren tipe basiler

Istilah sebelumnya : Migren arteri basiler, basiler migren.

Deskripsi:
Migren dengan aura yang berasal dari keterlibatan brain stem dan
atau keterlibatan kedua hemisfer secara simultan tetapi tidak
dijumpainya kelemahan motorik.

Kriteria diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan yang memenuhi kriteria B-D.
B. Dijumpainya paling tidak 2 serangan aura yang reversible
sempurna, tanpa ada kelemahan motorik:
1. disartria
2. vertigo
3. tinitus
4. Hypacusia
5. diplopia
6. gejala visual yang simultan kedua lapang pandang temporal
dan nasal dari kedua mata.
7. ataksia
8. kesadaran menurun
9. parestesis bilateral simultan.
C. Paling sedikit satu dari dibawah ini :
1. Paling tidak satu gejala Aura yang timbul secara gradual >
5menit dan/ atau gejala aura lain yang terjadi lebih dari 5
menit.
2. Tiap gejala aura berlangsung > 5 menit dan < 60 menit.
D. Nyeri kepala yang memenuhi kriteria B-D pada 1.1. migren
tanpa aura timbul pada waktu bersaman dengan aura ataupun
sesudah onset aura dalam waktu 60 menit.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.
21

1.3 Sindroma periodik pada anak yang sering menjadi prekursor


migren

1.3.1 cyclical vomiting

Deskripsi :
Cyclic vomiting adalah suatu serangan episodik yang berulang,
biasanya stereotipik pada seseorang berupa muntah & mual terus
menerus.
Serangan tersebut disertai dengan kulit pucat dan lethargi. Di antara
dua serangan di dapatkan resolusi komplet dari gejala.

Kriteria Diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya terjadi 5 serangan yang memenuhi kriteria
B&C
B. Serangan episodik, stereotipik pada seseorang berupa mual terus
menerus, muntah yang berlangsung dari 1 jam sampai 5 hari.
C. Muntah selama serangan berlangsung sekurang-kurangnya
4x/jam selama 1 jam
D. Di antara 2 serangan tidak terdapat gejala.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain.

Gejala-gejala yang biasanya menyertai cyclical vomiting:


Abdominal pain, Diare, Nyeri kepala, Demam, Social withdrawl,
Dehidrasi, Photophobia,
Trigger factor: stress, kelelahan, mabuk perjalanan.

Terapi:
Terapi saat serangan
1. Erythromycin ethylsuccinate 20 mg/kg/hr dalam dosis terbagi
2x/hari selama 7 hari
2. Anti migren
3. Anti muntah
Terapi profilaksis:
1. Amitriptillin
2. Cyproheptadin

1.3.2 Migren abdominal

Deskripsi:
Suatu gangguan idiopatik dan berulang terutama pada anak-anak
yang ditandai dengan nyeri abdomen bagian tengah, dan episodik
22

berlangsung antara 1 – 72 jam dengan episode bebas gejala di antara


2 serangan. Intensitas Nyeri biasanya sedang sampai berat disertai
gejala vasomotor, mual dan muntah.

Kriteria Diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 5 serangan memenuhi kriteria B – D
B. Serangan nyeri abdominal berlangsung antara 1 – 72 jam (tanpa
terapi/gagal terapi)
C. Nyeri abdominal mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Lokasi midline, peri-umbilikal atau sulit dilokalisir
2. Nyeri tumpul
3. Intensitas sedang sampai dengan berat
D. Selama serangan nyeri abdominal sekurang-kurangnya ada 2
gejala yang menyertai yaitu:
1. Anoreksia
2. Nausea
3. muntah
4. Pucat
E. Tidak berkaitan dengan kelainan lain

Catatan:
Serangan migren Abdominal bisa diprovokasi oleh: stress, kelelahan,
kurang tidur, salah makan. Biasanya tidak dijumpai aura spesifik. Pada
beberapa anak dilaporkan mengalami gejala prodromal non spesifik:
perubahan perilaku, perasaan tidak enak, nyeri kepala dan anoreksia.

Terapi:
1. Anti emetik: metoclopramide
2. Analgesik: parasetamol, diklofenak, kodein
3. Ergotamin
4. Triptans
5. Terapi cairan bila muntah berat.
6. Hidroterapi
7. Abdominal castor oil

Terapi profilaksis:
Beta blockers, Cyproheptadin, Tricyclic antidepresan, Pizatifen, Aspirin,
Diet tinggi serat, Anti konvulsan
23

1.3.3 Benigna paroksismal vertigo pada anak

Deskripsi:
Suatu gangguan heterogen dengan karakteristik serangan vertigo
episodik, rekuren yang terjadi tanpa ada peringatan dan biasanya
membaik secara spontan.

Kriteria Diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 5x serangan yang memenuhi kriteria B
B. Episode multiple dari vertigo yang berat, terjadi tanpa peringatan
dan membaik spontan setelah beberapa menit sampai 1 jam
C. Pada pemeriksaan neurologis audiometri dan fungsi vestibular
normal selama serangan
D. EEG normal

Catatan:
Menurut umur saat kejadian, BPV dibagi 2 bentuk:
1. Early Childhood BPV
Gejala:
- Gangguan keseimbangan, nistagmus, kepucatan yang terjadi
mendadak dan berat
- Tidak didapatkan nyeri kepala maupun penurunan
kesadaran
- Pada usia < 1 tahun didapatkan tortikolis selama beberapa
jam sampai beberapa hari disertai dengan muntah dan
kepala berputar ke satu sisi.
2. Idiopatic BPV
Gejala: Kepucatan dan mual serta vertigo yang berlangsung 5 –
10 menit dan bisa memanjang sampai 2 jam.

Terapi:
- Tidak ada terapi spesifik
- Biasanya sembuh spontan dengan istirahat

1.4 Migren Retinal

Deskripsi:
serangan berulang dari gangguan visual monokuler termasuk skintilasi,
skotoma atau kebutaan pada serangan migrain.

Kriteria Diagnostik:
A. Sekurang-kurangnya 2 serangan memenuhi kriteria B dan C
24

B. Phenomena visual positif/negatif monokuler yang reversible


penuh (skintilasi, skotoma, kebutaan) yang dibuktikan dengan
pemeriksaan selama serangan atau penderita menggambarkan
adanya gambaran defek lapangan pandang monoculer selama
serangan
C. Nyeri kepala yang memenuhi kriteria B – D untuk migrain tanpa
aura dimulai selama serangan atau sesudahnya selama kurang
dari 60 menit.
D. Pemeriksaan oftalmologik di antara serangan adalah Normal.
E. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain

Terapi:
Terapi profilaksis: Calcium Channel Blocker, Beta blocker

1.5 Komplikasi migren

1.5.1 Migren kronik

Deskripsi : Sakit kepala yang terjadi t 15 hari dalam satu bulan


selama lebih dari 3 bulan dan tidak adanya penggunaan obat
berlebihan

Kriteria Diagnostik:
A. Nyeri kepala yg memenuhi kriteria C & D pada 1.1 Migren tanpa
aura yang terjadi • 15 hari / bulan selama > 3 bulan
B. Tidak berkaitan dengan gangguan lain

1.5.2 Status migren

Deskripsi: Suatu serangan migren berat yang berlangsung • 72 jam.

Kriteria Diagnostik :
A. Adanya serangan pada pasien 1.1.Migren tanpa Aura yang khas
seperti serangan sebelumnya kecuali lama serangannya.
B. Gambaran nyeri kepala adalah 2 hal berikut ini :
1. Tidak hilang t 72 jam
2. Intensitas berat
C. Tidak berkaitan dengan gangguan lain
25

1.5.3 Aura persisten tanpa infark

Deskripsi: Tanda aura yang persisten lebih dari 1 minggu tanpa


adanya gambaran infark pada pemeriksaan radiologis

Kriteria Diagnostik:
A. Adanya serangan pada pasien 1.2. Migren dengan aura yang
khas seperti serangan sebelumnya kecuali satu atau lebih tanda-
tanda aura yang berlangsung selama > 1 minggu.
B. Tidak berkaitan dengan gangguan lain

1.5.4 Migrenous infark

Deskripsi: Satu atau lebih tanda - tanda aura migren sehubungan


dengan lesi iskemia otak pada teritori yang sesuai, dibuktikan dengan
pemeriksaan neuroimaging

Kriteria Diagnostik:
A. Adanya serangan pada pasien migren dengan aura yang khas
seperti serangan sebelumnya kecuali satu atau lebih tanda-tanda
aura yang menetap lebih dari 60 menit
B. Pemeriksaan neuroimaging menunjukkan infark iskemia dengan
area yg sesuai
C. Tidak berkaitan dengan kelainan yg lain

1.5.5. Migraine triggered seizure

Deskripsi: Suatu bangkitan yang dicetuskan oleh migraine aura.

Kriteria Diagnostik:
A. Migren yang memenuhi kriteria 1.2 Migren dengan aura
B. Suatu bangkitan yang memenuhi kriteria diagnostik untuk satu
tipe serangan epilepsi yang terjadi selama / dalam 1 jam
sesudah suatu aura migren
26

PENANGANAN KOMPLIKASI MIGREN

ALUR SKEMA PENANGANAN MIGREN


Aspirin or paracetamol
NSAID p.o + anti emetik Intensitas moderat

Oral/nasal triptan
(nasal dehidroergotamine)

Intensitas severe

Sumatriptan 6mg s.c

Dehydroergotamine
1 mg 1.m/s.c +antiemetik

Refractory attack

DHE 1mg +tiapride 100mg im


Or DHE 0.5mg iv kmd 1 mg iv/8jam
+ antiemeti
k

Pengobatan ini cukup jika


serangan jarang/poorly disabling Bila perlu pengobatan profilaksi
27

ALGORITMA PENANGANAN STATUS MIGREN

SERANGAN AKUT MIGREN


Menetap > 72 jam

Singkirkan penyebab lain nyeri kepala persisten

STATUS MIGRAINE

Penatalaksanaan

Jika dg obat bebas gagal/ Jika dg obat anti migraine


Serangan tak terobati gagal / jika muntah shg
dehidrasi

MRS

Muntah - Muntah

Tx dg po,nasal Kontrol inj.metoklopramid/ Rehidrasi Kontrol Abortif


Rektal,SC rektal/inj. muntah
Dehidroergotamin phenothiatzine + inj dg inj.
Inj/intranasal(Jika nasal atau rektal triptan phenot-
Tx ini kontra indks atau inj narkotik jika thiasin/
Dg po,rektal atau diatas gagal. metoklo
Inj phenothiazine/ pramide
Metoklopramid

Penggunaan triptan parenteral Dehidroergotamin 8 – 12 jam


bisa diberikan tanpa ergot dlm sesudah dosis terakhir dari
24 jam. Diulang 3x per 24 jam triptan
jika diperlukan dan tdk hilang
28

1.6 Probable Migren

Istilah sebelumnya : Migrainous disorder

Deskripsi:
Serangan dengan/atau nyeri kepala yang tidak mengandung salah
satu kondisi gejala yang diperlukan dalam memenuhi kriteria migren

1.6.1 Probable migren tanpa aura.

Kriteria diagnostik:
A. Serangan nyeri kepala memenuhi semua kriteria A s/d D dari
Migren tanpa aura, kecuali ada salah satu yang tidak sama.
B. Tidak ada berkaitan dengan kelainan lainnya.

1.6.2 Probable migren dengan aura.

Kriteria diagnostik:
A. Serangan nyeri kepala memenuhi semua kriteria A s/d D
dari Migren dengan aura ataupun jenis-jenis dibawah nya,
kecuali ada salah satu yang tidak sama.
B. Tidak ada berkaitan dengan kelainan lainnya.

1.6.3. Probable Sindroma periodik pada anak yang sering menjadi


isyarat awal daripada migren Æ belum ditentukan oleh IHS

1.6.4 Migren Retinal Æ belum ditentukan oleh IHS

1.6.5. Probable migren kronik

Kriteria diagnostik:
A. Serangan nyeri kepala memenuhi semua kriteria C dan D dari
Migren tanpa aura dalam waktu > 15 hari/ bulannya dan lebih
dari 3 bulan.
29

B. Tidak ada berkaitan dengan kelainan lainnya yang terdaftar


dalam grup 5 - 12, meskipun pada penderita didapati
pemakaian obat berlebihan dalam 2 bulan terakhir ini.

TERAPI MIGREN

Sasaran Pengobatan Migren


Sasaran pengobatan tergantung lama dan intensitas nyeri, gejala
penyerta, derajat disabilitas serta respon awal dari pengobatan dan
mungkin pula ditemukan penyakit lain seperti epilepsi, ansietas, stroke,
infark miokard. Karena itu harus hati-hati memberikan obat.
Bila ada gejala mual/muntah, obat diberikan rektal, nasal, subkutan
atau intra vena.

Penatalaksanaan Pengobatan Migren


Tatalaksana pengobatan migren dapat dibagi kepada 4 kategori :
A. Langkah umum
B. Terapi abortif
C. Langkah menghilangkan rasa nyeri
D. Terapi preventif

A. Langkah Umum
Perlu menghindari pencetus nyeri, seperti perubahan pola tidur,
makanan, stress dan rutinitas sehari-hari, cahaya terang, kelap
kelip, perubahan cuaca, berada ditempat yang tinggi seperti
gunung atau di pesawat udara.

B. Terapi Abortif
x Pada serangan ringan sampai sedang atau serangan berat
yang berespon baik terhadap obat yang sama dapat dipakai :
analgetik OTCs(Over The Counters), NSAIDs (oral)
x Bila tidak respon terhadap NSAIDs, dipakai obat spesifik
seperti: Triptans (naratriptans, rizatriptan, sumatriptan,
zolmitriptan), Dihydro ergotamin (DHE), Obat kombinasi
(mis.nya : aspirin dengan asetaminophen dan kafein), Obat
golongan ergotamin
x
Yang tidak respon terhadap obat-obat diatas dapat dipakai
opiate dan analgetik yang mengandung butalbital
30

Pada tabel dibawah ini dicantumkan daftar obat non spesifik untuk
serangan migren ringan sampai sedang. Monitor agar jangan sampai
“over use” yang memicu “rebound headache”.

Tabel Pengobatan “Non Spesifik”


Jenis obat **
Analgetik/NSAIDs
parasetamol Dosis: 500-1000 mg/6-8 jam
Aspirin 3 Dosis: 650-1000 mg /4-6 jam,dosis maksimal
4 gr/hr
Ko
ontra indikasi : gangguan/penyakit
perdarahan
Adverse reaction : GI upset
Ibuprofen 3 Dosis : 400-800 mg/6 jam, dosis maksimal
2.4 gr/hari)
Kontra indikasi : Aspirin/NSAID-induced
asthma
Adverse react : Dizziness, rash, GI upset
Naproxen sodium 3 Dosis: 275-550 mg/2-6 jam/hari, dosis
maksimal 1.5 gr/hari
Kontra indikasi : Aspirin/NSAID-induced
asthma
Adverse reaction : Dizziness, rash, pruritus, GI
upset
Ketorolac 3 Dosis : 60 mg IM/ 15-30 menit/ 15-30 min
Dosis maksimal: 120 mg/hr. Tidak lebih dari 5
hari
Kontra indikasi: Aspirin induced asthma,
hamil, perdarahan serebrovaskular
Adverse react : Edema, drowsiness, dizziness,
GI upset
Diclofenac potasium 3 Dosis: 50mg-100mg/d single dose
Kontra indikasi : asthma, gangguan hepar,
cardiac, renal, diuretic
Adverse react : dizziness, rash, peptic ulcer, GI
upset
Narkotik analgetik
Meperidine 3 Dosis : 50-150 mg IM or IV/ 3-4 jam
Kontra indikasi : hamil, menyusui, MAOI
Adverse react : Hipotensi, fatigue, drowsiness,
dizziness, vomiting, muscle weakness,
respiratory depression
Butorphanol 4 Dosis : spray (1 mg) sediaan nostril, dapat
diulang 1 jam lagi, Maksimal 4 spray/hr.
31

Penggunaan terbatas 2x seminggu


kontra indikasi : gagal ginjal, hepar, pulmonal
Adverse react : Drowsiness
Adjunctive therapy
Metoclopramide 2 Dosis : 10 mg IV atau oral 20-30 min sebelum
atau bersamaan dengan pemberian analgetik,
NSAID, atau ergotamine derivative
Kontra indikasi : seizure disorder, GI bleeding,
GI obstruction
Adverse react : Restlessness, drowsiness,
muscle weakness, dystonic reaction
Prochlorperazine 4 Dosis : 25 mg oral atau suppose.Dosis maks 3
dosis per 24/jam Kontra indikasi : CNS
depression
Adverse react : Hypotension, arrhythmias,
pseudo-parkinsonism, dystonia, dizziness,
urinary retention, nasal congestion
Isometheptene, 3 Dosis : Maksimal dosis initial: 2 kapsul,
acetaminophen, diulang 1 caps/jam sampai maksimal 5 kaps
dichloralphenazone per 12 jam ( 20 caps perbulan), penggunaan
terbatas 2 x seminggu
Kontra indikasi : gangguan hepar, renal,
diabetes, MAOI hipertensi, glaukoma,
penyakit jantung
Adverse react : Hypertension, dizziness, rash
**=skala impresi klinik mengenai efektifitas obat 1 s/d 4, nilai 4 adalah
paling efektif

Ketorolac , mempunyai efek lebih cepat (+ 6 jam) menghilangkan


nyeri.
Metoclopramide menghilangkan nyeri disertai mual, muntah dan
memperbaiki motilitas gastrik, mempertinggi absorbsi obat dalam usus
dan efektif di kombinasikan dengan dihidroergotamine i.v.
Prochlorperazine juga meredakan nyeri. Kombinasi isomethepten,
acetaminophen dan dichloralphenazone untuk serangan ringan
Steroid merupakan “drug of choice” untuk status migrainosus seperti
dexametasone, methyl prednison.

Obat abortif migren spesifik :


x Ergotamin dan derivat
Merupakan obat yang pemakaiannya dibatasi, karena
menimbulkan nyeri “over use” dan meningkatkan frekuensi
serangan serta ber-efek negatif untuk obat-obat preventif.
32

x Kombinasi ergotamin dan caffein tersedia oral dan supositoria


x DHE(dihydroergotamine) alkaloid cocok untuk migren berat,
tersedia obat parenteral dan semprot hidung mempunyai efek
oxytocic dan vasokonstriksi perifer sehingga tidak diberikan untuk
jangka panjang.
x Triptans
Untuk migren sedang sampai berat atau migren ringan sampai
sedang yang tidak respon terhadap analgesik atau NSAIDs.

Tabel obat migren spesifik


Jenis obat **
Ergotamine 3 Dosis : 1-2 mg oral/jam, maksimal 3 dosis
sehari, gunakan dosis efektif terkecil
Suppos : 1 mg, dosis maks, 2-3/ hr dan
12/bulan
Kontra indikasi : pengguna triptans, hamil,
menyusui, uncontrolled hypertension, sepsis,
coronary, cerebral, peripheral vascular
disease.
Adverse react: Increased incidence of
migraines, daily headaches, tachycardia,
arterial spasm, numbness and tingling,
vomiting, diarrhea, dizziness, abdominal
cramps.
Caffeine plus 3 Dosis: 2 tablet (100 mg caffeine/1mg ergot)
Ergotamine pada saat onset, kemudian 1 tab tiap 30
menit, dapat naik sampai 6 tab.(jangan lebih
10 tab/minggu nya)
Suppos (2 mg ergot/100 mg caff), 1 supp
saat onset, dapat diulang 1 lagi 1 jam
kemudian
Kontra indikasi : idem diatas
Adverse react: idem diatas
Dihydro 4 Dosis: 1 mg IM, SC Max initial dose: 0.5 to
ergotamine 1.0 mg; dapat diulang tiap jam sampai dosis
(DHE) maksimal 3 mg IM atau 2 mg IV per hari,
dan 6 mg per minggu.
Intranasal: 0.5-mg spray pada tiap nostril,
dosis maksimal 4 spray (2 mg) per hari
Kontra indikasi : idem
Adverse react : idem
Triptans
Sumatriptan 4 Dosis: 6 mg SC, dapat diulang dalam 1 jam,
dosis maksimal 12 mg/hr.
25 -100 mg oral /2 jam, dosis maks: 200
mg/hari
33

Max initial dose: 100 mg


Intranasal: 5 -10 mg (1-2 spray) pada satu
nostril; dapat diulang sesudah 2 jam, dosis
maksimal 40 mg/hari
Kontra indikasi : Ergotamine, hemiplegic atau
basilar migraine, hamil, gangguan fungsi
hepar, CAD, MAOI
Adverse react : vomiting, vertigo, headache,
chest pressure and heaviness

Naratriptan 3 Dosis: 1.0 - 2.5 mg ooral/4 jam, dosis maks


5 mg per hari
Kontra indikasi : Ergot-type medications,
kontrasepsi oral, merokok, CAD
Adverse react : Dizziness, nausea, fatigue
Rizatriptan 4 Dosis: 5 - 20 mg oral/2jam, dosis maks 30
mg per hari
Kontra indikasi : Ergot-type medications, other
triptans, propranolol, cimetidine, CAD
Adverse react : Tachycardia, throat tightness
Zolmitriptan 4 Dosis: 2.5-5.0 mg oral/2 jam, dosis maks 10
mg per hari.
Kontra indikasi: Ergot-type medications, other
triptans, CAD

- Sumatriptan sc lebih efektif karena cepat mencapai terapeutik efek


(+ 15 menit) pada 70-82 % penderita.
Penderita harus mencoba satu macam obat untuk 2-3 kali
serangan sebelum ingin menukar obat dengan jenis triptan lain

C. Langkah Menghilangkan Rasa Nyeri :


Terapi abortif mungkin belum mengatasi nyeri secara komplit,
mungkin dibutuhkan analgesik NSAIDs. Obat OTCs yang
direkomendasikan FDA ialah kombinasi aspirin 250 mg,
acetaminophen 250 mg dan caffein 65 mg. Ketoralac
tromethamin “non narcotic, non habituating” dapat dipakai, efek
sampingnya minim, dosis 60 mg i.m. Analgesik narkotik, anti
emetik, pheno-tyhiazines, dan kompres dingin bisa mengurangi
nyeri. Analgesik narkotik (codein, meperidine HCL , methadone
HCL ) diberikan parenteral, efektif menghilangkan nyeri, hanya
menyebabkan ketergantungan. Anti emetik diberikan parenteral
atau suppositoria (phenergan, chlopromazine dan
prochlorperazine) mempunyai efek sedatif dan anti mual.
Transnasal butorphanol tartrate diberikan parenteral. Pemberian
nasal efektif karena sifat mukosa hidung lebih cepat mengabsorbsi.
34

D. Terapi preventif
Prinsip umum terapi preventif :
1. Mengurangi frekuensi berat dan lamanya serangan
2. Meningkatkan respon pasien terhadap pengobatan
3. Meningkatkan aktivitas sehari-hari, serta pengurangan
disabilitas

x Indikasi terapi preventif berdasarkan faktor-faktor sebagai


berikut:
1. Serangan berulang yang mengganggu aktifitas
2. Nyeri kepala yang sering
3. Ada kontra indikasi terhadap terapi akut
4. Kegagalan terapi atau “over use”
5. Efek samping yang berat pada terapi akut
6. Biaya untuk terapi akut dan preventif
7. Keinginan yang diharapkan penderita
8. Munculnya gejala-gejala dan kondisi yang luar biasa,
umpamanya migren basiler hemiplegik, aura yang manjang

Formula Prevensi Migren.


- Pemakaian obat :
Dosis rendah yang efektif dinaikkan pelan-pelan (start low go slow)
sampai dosis efektif. Efek klinik tercapai setelah 2-3 bulan
- Pendidikan terhadap penderita :
Teratur memakai obat, perlu diskusi rasional tentang pengobatan,
efek samping.
- Evaluasi :
“Headache diary” merupakan suatu “gold standart” evaluasi
serangan, frekuensi, lama, beratnya serangan, disabilitas dan
respon obat
- Kondisi penyakit lain :
Pedulikan kelainan yang sedang diderita seperti stroke, infark
myocard, epilepsi dan ansietas, penderita hamil (efek teratogenik),
hati-hati interaksi obat-obat.

Tabel Obat profilaksis Migren


Level of
Jenis Obat Dosis Efek samping
evidence
E-blokers
Atenolol 50-150mg/hr Fatigue, I
Metaprolol 100-200 mg/hr bronchospasm,
35

Nadolol 20-160 mg/hr bradikardi,


Propanolol 40-240 mg/hr hipotensi, depresi,
congestive heart
failure, impotensi,
gangguan tidur
Calcium-
channel
blockers 5-10 mg/hr Fatigue, berat I
Flunarizine 240-320 mg/hr badan bertambah,
Verapamil depresi(flunarizine)
, bradikardi,
hipotensi,
konstipasi
(verapamil),
nausea, edema,
nyeri kepala,
ekstrapyramidal
Serotonin
receptor
antagonists 2 mg tiap Retroperitoneal, I
Methysergide malam, naik cardiac and
secara gradual pulmonary fibrosis
tid (max 8mg/hr)
Pizotyline 0.5 mg tiap Weight gain, I
(pizotifen) malam, naik fatigue
secara gradual
tid (max 3-6
mg/hr)
Tricyclic
analgesics Mulut kering, I
Amitriptiline 10-150 mg tiap konstipasi, weight I
Nortriptiline malam gain, drowsiness,
10-150 mg tiap reduced seizure
malam threshold, cardio-
vascular effects
Anti-epileptik I
Divalproex 500-1500 mg/d Nausea, tremor,
Sodium 500-1500 mg/d weight gain,
valproate 500-1500 mg/d alopecia,
Valproic acid increased liver
enzyme levels

Gabapentin 900-1800 Dizzines, fatique, I


mg/hr ataxia, nausea,
dosis max 2400 tremor
36

mg/hr
Topiramate Dosis Initial Paresthesia, weight I
25mg/hr loss, memory
dinaikkan 25 impairment,
mg/minggu dizziness
Maintenance
100 mg/12 jam

Obat preventif berdasarkan pertimbangan kondisi penderita.


- E-blokers, menurunkan frekuensi serangan
Kontra indikasi penderita asthma, diabetes mellitus, penyakit
vaskuler perifer, heart block, ibu hamil.
- Calcium-channel blockers, efeknya agak lambat sampai
beberapa bulan mengurangi frekuensi serangan +50%. Kontra
indikasi: ibu hamil, hipertensi, aritmia dan “congestive heart
failure”
- Serotonin receptor antagonists, (pizotifen) efektif mengurangi
frekuensi sampai 50%-64%, efek sampingnya lesu, berat badan
meningkat
- Methysergide, untuk profilaksis serangan berat, yang tidak
respon terhadap obat-obat abortif
Kontra indikasinya : hipertensi, kelainan liver, ginjal, paru,
jantung, kehamilan, tromboflebitis.
Efek samping : mual, kaku otot, batuk, halusinasi. Pemakaiannya
tidak lebih dari 6 bulan.
- Tricyclic
Amitriptiline dosisnya 25mg tiap malam sampai 50mg.
Nortriptiline efek anticholinergik ngantuknya lebih rendah.
Kontra indikasinya kelainan liver, ginjal, paru, jantung,
glaukoma, hipertensi
- Anti-epileptics drugs
Sodium valproate, Valproic acid efektif. Efek sampingnya mual,
tremor, alopecia. Topiramate terbukti baik 50% penderita
dengan dosis 2 x 100mg/hari mengurangi serangan + 26,3%.
Efek samping astenia, tremor, pusing, ataksia, berat badan
menurun. Gabapentin dengan dosis 900-2400 mg/hari
menurunkan frekuensi serangan 46%