Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II


“ Menata Tempat Tidur Pasien tidak dapat Meninggalkan Tempat Tidur ”

Dosen Pembimbing :
Sukini,S.ST,M.H.Kes.

Disusun Oleh :
Nama : Suyatmi
Nim : P1337425218015
Prodi : D IV Keperawatan Gigi
Semester : 4

D IV KEPERAWATAN GIGI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2020
A. JUDUL
Menata Tempat Tidur Pasien tidak dapat Meninggalkan Tempat Tidur

B. TUJUAN
Dapat mengetahui cara menata tempat tidur pasien tidak dapat meninggalkan
tempat tidur .

C. LANDASAN TEORI
a. Definisi tempat tidur
Tempat tidur pasien adalah tempat tidur yang diperuntukan bagi pasien
atau orang yang sedang sakit (Andi, 2012). Suatu tempat tidur secara umum
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Individu harus dengan mudah masuk dan keluar. Baik dengan bantuan
maupun sendiri.
2. Keamanan harus terjamin, meskipun dengan beberapa alat bantu.
3. Pasien atau penghuni harus dengan mudah dapat dirawat (terutama tinggi
tempat kerja penting disini).
4. Diatas tempat tidur harus dapat dietkkan beberapa alat bantu.
5. Tempat tidur, kasur dan bantal harus dapat dibersihkan dengan baik.

b. Jenis - jenis tempat tidur


1. Tempat tidur gatch
Tempat tidur yang tidak bisa digerakkan dengan tinggi 26 inci. Fasilitas
modern dilengkapi dengan tempat tidur yang bisa dinaikkan sampai tinggi
yang sesuai untuk memberikan askep dan dapat diturunkan sampai 13 inci.
Untuk mengakomodasi Pasien yang bisa turun dari tempat tidur posisi
daerah kepala dan lutut pada tempat tidur dapat diatur untuk kenyamanan.
Hal ini dapat dilakukan dengan memutar engkol tempat tidur.
2. Tempat tidur elektrik
Hampir sama dengan tempat tidur gatah, dalam hal bisa dinaikkan dan
diturunkan serta bagian kepala dan lutunya bisa disesuaikan. Tempat tidur
ini dioperasikan secara elektrik, dan sering digunakan dari fasilitas-fasilitas
yang besar.
3. Tempat tidur circ o lectric
Kerangka tempat tidur khusus yang diletakkan didalam kerangka
sirkuler. Kerangka sirkuler ini dapat diputar. Pasien diletakkan dengan aman
terlebih dahulu dikerangka dalam sebelum digerakkan. Keseluruhan
kerangka dalam berputar kedepan. Hal ini memberikan perubahan posisi
tanpa menimbulkan tekanan pada pasien. Tempat tidur ini dioperasikan
secara elektrik. Setelah diputar, Pasien bersandar diabdomennya
4. Tempat Tidur Stryker/Tempat Tidur Spinal
Kerangka berputar yang bertujuan sama dengan tempat tidur circ o
lectric tetapi di operasikan secara manual. Setelah pasien aman di kerangka
atas, sebuah engkol di gunakan untuk memutar keseluruhan kerangka dan
pasiennya. Pasien berbaring di atas kerangka tersebut sampai di putar sekali
lagi.

c. Definisi Bed making


Bed making adalah Tindakan mengganti alat tenun kotor dengan alat
tenun yang bersih pada tempat tidur klien dengan klien di atas tempat tidur
& pada tempat tidur kosong (Rabiah, 2011).

d. Prinsip - prinsip dasar bed making


Menurut Rabiah, 2011 prinsip – prinsip dasar bed making adalah
sebagai berikut :
1. Menggunakan prinsip asepsis dengan menjaga alat tenun lama agar jauh
dari badan perawat ( tidak menempel pada seragam)
2. Jangan mengibaskan alat tenun lama, karena hal ini dapat menyebarkan
mikroorganisme lewat udara.
3. Linen (alat tenun) lama jangan diletakan dilantai untuk menjegah
penyebaran infeksi.
4. Ketika mengganti alat tenun, gunakan prinsip body mechanics.
5. Jaga privasi, kenyamanan dan keamanan dari klien.
6. Tetap perhatikan keadaan umum pasien selama proses menyiapkan tempat
tidur.
7. Untuk meletakkan linen yang kotor gunakan kantong khusus sebelum
membuang kedalam keranjang.
8. Jika linen bersih menyentuh lantai segera ganti dengan yang baru.
9. Bila pasien kurang kooperatif gunakan rails
e. Tujuan bed making
1. Untuk memberikan lingkungan yang bersih, tenang dan nyaman
2. Mencegah terjadinya dekubitus dan mengontrol penyebaran
mikroorganisme
3. mencegah/menghindari iritasi kulit dengan menciptakan alas tempat tidur
dan selimut yang bebas dari kotoran/lipatan
4. meningkatkan gambaran diri dan harga diri klien dengan menciptakan
tempat tidur yang bersih, rapi dan nyaman

f. Klasifikasi bed making


Menurut Subagiastra dkk, 2014, klasifikasi bed making terdiri dai
beberapa bagian yaitu :
a. Unoccupied bed
1). Closed bed ( tempat tidur tertutup)
Mempersiapkan tempat tidur tertutup (closed bed) adalah tindakan
yang dilakukan untuk memasang perlengkapan tempat tidur dengan
memberikan sprei penutup diatas (overlaken)
Tujuan :
a). Agar siap dipakai sewaktu-waktu
b). Agar tampak selalu rapi
c). Memberikan perasaan senang dan nyaman pada klien
2). Open bed ( tempat tidur terbuka)
Tempat tidur terbuka adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk
memasang perlengkapan tempat tidur tanpa sprei penutup. Tindakan ini
dilakukan jika ada pasien baru dan untuk mengganti alat tenun dengan
pasien diatasnya.

Tujuan :
a). Agar dapat segera digunakan
Merapikan tempat tidur terbuka dilakukan jika ada pasien baru,
pada tempat tidur pasien yang dapat / boleh turun dari tempat tidur.
b. Occupied Bed
Occupied Bed adalah mengganti alat tenun kotor pada tempt tidur
pasien tanpa memindahkan pasien dari tempat tidur.
Tujuan :
1). Memberikan perasaan senang pada pasien
2). Mencegah terjadinya dekukbitus
3). Memelihara kebersihan dan kerapian
Menganti alat tenun ini dilakukan pada tempat tidur pasien yang
sedang mengalami tirah baring total

D. PERALATAN
1. Seprai
2. Perlak
3. Pelintang
4. Bantal
5. Sarung bantal
6. Selimut
7. Tempat sampah improvisasi
8. Kasur
9. Keranjang pakaian kotor

E. PROSEDUR
1. Beritahu sisakit bahwa tempat tidur akan dirapikan
2. Ambil batal , guling ,selimut dan tempat sampah improvisasi masukan
kedalam keranjang pakaian kotor
3. Lepaskan ujung seprai , perlak dan pelintang dari selipan bawah kasur .
4. Lalu sisakit dimiringkan membelakangi pelaku
5. Gulung seprai, perlak ,dan pelintang kotor ke arah punggung sisakit
6. Pasang seprai bersih letakan lipatan seprai pada pertengahan kasur dan
perhatikan bahwa pada sisi seprai di lebihkan sedikit sekitar 25 cm Setengah
bagian seprai digulung dibawah seprai kotor
7. Letakan perlak dan pelintang diatas seprai bersih setengah bagian digulung
dibawah seprai kotor dan rapikan sisi pelintang yang berlebih .
8. Kemudian sisakit dibalik dan dimiringkan kearah pelaku, lalu pelaku dapat
berpindah kesisi belakang sisakit
9. Gulung seprai, perlak , dan pelintang kotor lalu masukan kedalam keranjang
pakaian kotor .
10. Setengah bagian seprai, perlak dan pelintang bersih dirapikan dan kemudian
sisakit dikembalikan ke posisi semula .
11. Masukan sisi seprai pada bagian kepala terlebih dahulu kemudian baru pada
bagian kaki
12. Buat lipatan diagonal pada ke4 sudut seprai
13. Selipkan sisi seprai, pelak dan pelintang dibawah kasur lalu rapikan
14. Pasang srung bantal bersih usahakan tangan pelaku tidak langsung
bersentuhan dengan bantal
15. Pasang selimut bersih dengan cara pertengahannya diletakan pada
pertengahan kasur pada bagian kaki
16. Letakan tempat sampah improvisasi di sebelah kiri tempat tidur
17. Beritahu sisakit dan rapikan peralatan .

F. KESIMPULAN
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan
harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan sangat penting karena akan
berdampak pada proses penyembuhan.
Menyiapkan tempat tidur dengan tepat dan sesuai dengan prosedur yang ada
merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang perawat karena berhubungan
dengan kebutuhan dasar pasien yaitu kebutuhan akan rasa aman dan nyaman.

G. LAMPIRAN