Anda di halaman 1dari 1

Nama : Anissa Juliyana

NPM : 163112340340039

Prosedur & Bukti Audit

Bagaimana auditor berfikir dan bertindak dalam pengumpulan bukti audit, serta bagaimana
prosedur yang diperlukan agar rekomendasi perbaikan dapat mencegah pelanggaran berulang.

Contoh :

1. Bukti potong TKPKN tidak ditemukan untuk pegawai yang terlambat


2. Bukti pembayaran ganda untuk satu jenis barang yang dibeli

Kebanyakan BA hanya menjawab bagaimana bukan mengapa hal tersebut terjadi? Alhasil
pelanggaran terus berulang.

Lalu bagaimana cara meningkatkan kualitas audit? Berikut 3 cara meningkatkan kualitas audit :

1. Meningkatkan Profesionalism Skepticism (PF) and Reasonable Assurance (RA)


Profesionalism Skepticism (PF) adalah perilaku untuk tidak menerima begitu saja bukti audit
atau selalu mempertanyakan dan menilai bukti secara kritis. Sedangkan Reasonable
Assurance (RA) adalah perilaku untuk selalu berupaya keras mendapatkan bukti yang cukup.
2. Bukti audit harus relevan, andal, cukup
3. Jenis prosedur audit :
Pemeriksaan Fisik, meninjau, melihat dan menguji sendiri keberadaan fisik
asset/kewajiban
Konfirmasi, mendapatkan pertanyaan tertulis/lisan dari pihak k-3
Pemeriksaan dokumen, menguji keberadaan dokumen pendukung atau kelengkapan
traksasi
Wawancara, respon jawaban dari pertanyaan auditor harus dipertimbangkan
Observasi, auditor menjadi saksi langsung pengujian, penghitungan, dan penelitian
Reperfomance, memperoleh fakta yang sama dari prosedur lain

Kata kunci pengumpulan bukti adalah TUNTAS, upaya pembuktian selesai apabila sudah dapat
menjawab semua pertanyaan yang mungkin muncul terutama mengapa temuan itu terjadi.
Penggunaan lebih dari satu prosedur audit untuk pembuktian harus dilakukan untuk menjaga
keadilan dan kecukupan fakta