Anda di halaman 1dari 3

Rhodophyta

1. Ciri-ciri Rhodophyta
- Talus berupa helaian atau berbentuk seperti pohon. Banyak alga merah yang tubuhnya
dilapisi kalsium karbonat (CaCO 3)
- Tidak memiliki flagela
- Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam
tersusun dari mikrofibril, sedangkan sisi luar tersusun dari lendir . Dinding sel alga
merah mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial .
- Memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pirenoid yang terletak di dalam
kloroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan hasil fotosintesis .
- Tidak memiliki sentriol
- Pati Floridean sebagai produk penyimpanan dan penyimpanan pati dalam sitoplasma
- Phycoerythrin, fikosianin, dan allophycocyanin sebagai pigmen aksesori
- Tilakoid tidak-ditumpuk di plastid
- Kelompok alga ini sebagai penghuni laut, melekat pada dasar atau batu-batuan sampai
beberapa puluh meter di atas permukaan laut. Beberapa spesies terdapat di air tawar.
- Hasil asimilasi berupa tepung floridae (mirip glikogen) dan floridosida (senyawa
gliserin dan galaktosa) serta tetes minyak. Kadang terdapat pirenoid.
- Inti sel bersifat eukariotik karena inti sel telah memiliki membran.
- Sebagian besar multiseluler (bersel banyak).
- Umumnya makroskopis (dapat dilihat dengan kasat mata) dengan panjang dapat
mencapai 1 meter.
- Satu-satunya alga yang tidak memiliki fase berflagel dalam siklus hidupnya.
- Bersifat autotorof, karena memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis.tetapi ada
yang heterotrof. Yang heterotrof tidak berkromatofora dan hidup sebagai parasit pada
ganggang lain.
- Kloroplas mengandung pirenoid untuk menyimpan hasil fotosintesis.
- Cadangan makanan disimpan dalam bentuk tepung fluoride (sejenis karbohidrat),
floridosid (senyawa gliserin dan galaktosa) dan tetes-tetes minyak. Floridosid akan
bewarna kemerah-merahan jika ditambah dengan iodium.
- Talus bewarna merah sampai ungu tetapi ada juga yang pirang atau kemerah-
merahan.
- Memiliki pigmen klorofil a dan b, karotenoid, fikosianin (biru) dan pigmen dominan
fikoeritrin (merah).

2. Cara Reproduksi Rhodophyta


Ganggang merah (Rhodopyhta) bereproduksi dengan cara aseksual (vegetatif) dan
seksual (generatif).
- Aseksual dengan cara membentuk aplanospora, yaitu spora non motil (tidak
bergerak) dan berasal dari talus ganggang yang diploid. Macam-macam
aplanospora yang terjadi pada Rhodophyta :
a. Monospora berasal dari sporangium yang menghasilkan satu spora
b. Bispora berasal dari sporangium yang menghasilkan dua spora
c. Tetraspora berasal dari sporangium yang menghasilkan empat spora
d. Polispora berasal dari sporangium yang menghasilkan banyak spora
e. Spora netral ialah spora yang tidak dibentuk dalam sporangium, melainkan
terjadi perubahan sel vegetatif.
Selanjutnya spora tersebut akan tumbuh menjadi ganggang merah baru. Pada
Rhodophyta, perkembangbiakan aseksual segara fragmentasi jarang terjadi.
Contoh alga merah yang bereproduksi secara aseksual yaitu Batrachospermum,
Gellidium, Eucheuma, Gracillaria, Chondrus, Porphyra, Polyshiphonia, dan
Nemalion.

- Seksual terjadi secara oogami, dan pada beberapa jenis mengalami pergiliran
keturunan (metagenesis). Reproduksi secara generatif dilakukan dengan peleburan
antara gamet jantan yang tidak memiliki alat gerak (spermatium) dan ovum.
Gamet jantan dibentuk dalam spermatangium dan gamet betina dibentuk dalam
karpogonium. Zigot hasil pembuahan selanjutnya akan tumbuh menjadi ganggang
yang diploid. Contoh alga merah yang bereproduksi secara seksual yaitu
Porallina, Parmalia, Bateracospermum moniniformi, Gellidium, Gracilaria,
Eucheuma, dan Skinaia furkellata.

3. Klasifikasi Rhodophyta
Rhodophyta dikelompokkan menjadi beberapa ordo:
Berdasarkan perbedaan fase pergiliran keturunannya, bentuk dan struktur thallusnya
serta kandungan zat istimewa, ada beberapa ordo yaitu,
a. Ordo Gelidiales (gelidiales = menyejukkan)
- Daur hidup berfasa tiga
- Banyak mengandung zat bahan agar-agar (floridean)
- Warna kehijauan
- Famili: Gellidiaceae
- Contoh: Gelidium cartilagineum dan Gellidium lichenoides

b. Ordo Nemalionales
- Famili: Helminthocladiaceae
- Contoh: Batrachospeermum moniliforme, Bonnemisonia humifera

c. Ordo Nemastomiales/Gigartinales
- Daur hidup berfasa dua
- Banyak mengandung zat pektin, disamping zat floridean
- Contoh:
1) Famili: Gigartinaceae
Chondrus cripus
- Thallus pipih
- Percabangan dikotom pendek
- Elastis seperti tulang rawan
- Warna merah keunguan
Gigartina mamilosa
2) Famili: Rhodophyllidaceae
Euchema spinosum
Famili: Sphaerococaceae
Gracillaria lichenoides
- Thallus silindris
- Bercabang dikotom yang langsing

d. Ordo Cyrptonemiales/Torallinales
- Thallus berbuku-buku, bercabang dikotom rapat, bentuk silindris yang
mudah patah
- Banyak mengandung zat kapur (coral)
- Warna merah keunguan dan berwarna putih bila kering/terkena sinar
matahari
- Contoh: Corallina

e. Ordo Ceramiales
- Daur hidup berfasa tiga
- Tubuh silindris langsing dengan percabangan dikotom panjang
- Warna coklat
- Famili: Ceramiaceae
- Contoh: Callithamnion corymbosum

f. Ordo Rhodymeniales
- Thallus tebal memipih
- Percabangan menyirip ke salah satu sisi
- Berwarna hijau
- Banyak mengandung agar-agar
- Contoh: Rhodymenia palmata

4. Alga Rhodophyta yang Menguntungkan


- Porphyra untuk makanan suplemen kesehatan
- Rhodymenia palmata sebagai sumber makanan
- Gellidium untuk pembuatan agar dan penghasil karagen (pengental eskrim)
- Gigortina mamilosa untuk penyamak kulit, bahan pembuatan krim, dan obat
pencuci rambut
- Agardhiella sebagai penghasil agar
5. Peran Alga Rhodophyta dalam Kehidupan
Alga merah jenis tertentu dapat menghasilkan agar atau jelli yang dimanfaatkan
antara lain:
- Bahan makanan seperti Chondrus crispus dan beberapa genus Porphyra.
- Penyamak kulit, bahan pembuatan krim dan obat pencuci rambut seperti
Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa
- Bahan serupa gelatin (agar-agar) yang digunakan untuk medium biakan bakteri
pada fase gel dan fase padat untuk pengental makanan, perekat tekstill, obat
pencahar (laksatif) atau sebagai makanan penutup seperti Eucheuma spinosum,
Gracilaria lichenoides, Gelidium dan Agardhiella.
- Dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain
yang hidup di laut.