Anda di halaman 1dari 8

AGORA Vol. 1, No.

2, (2013)

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA TISU PADA


PERUSAHAAN KELUARGA UD.LELYTA DI SURABAYA

Feliana Santoso dan Dhyah Harjanti


Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: feliana_09060@yahoo.com, dhyah@peter.petra.ac.id

Abstrak²Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Indonesia Timur (Badan Perencana Pembangunan Nasional,
pengelolaan usaha di bidang industri kertas dan barang dari 2011, para. 1).
kertas yaitu industri tisu makan dan merumuskan alternatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengemukakan
strategi pengembangan usaha tisu makan bagi perusahaan hal yang sama terhadap potensi perdagangan antar pulau
UD.LELYTA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui Jawa Timur. Nilai perdagangan antar pulau melalui
kualitatif dengan wawancara sebagai metode pengumpulan data
Jawa Timur terus meningkat sejak tahun 2010 sebesar Rp
dan teknik triangulasi sebagai metode untuk uji keabsahan data.
204,2 triliun, tahun 2011 sebesar Rp 222,7 triliun hingga tahun
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan
bahwa pengelolaan internal perusahaan keluarga pada 2012 yang diperkirakan mencapai Rp 240 triliun (Badan
UD.LELYTA telah dilakukan sesuai dengan fungsi manajemen Perencana Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, 2010,
untuk masing-masing fungsi bisnis. Meskipun demikian, para. 2). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
perusahaan masih perlu melakukan perbaikan dan Jawa Timur berkomitmen untuk memperkuat perdagangan
pengembangan pada departemen produksi dan sumber daya antarpulau untuk industri kertas dan barang dari kertas ke
manusia. Dari hasil analisa lingkungan eksternal diketahui bahwa kawasan Indonesia Timur (Rosdiansyah, 2010, para.6).
terdapat peluang dan ancaman persaingan harga dengan Di sisi lain, pertumbuhan produksi industri kertas dan
kompetitor perusahaan, sehingga perusahaan perlu menyusun barang dari kertas di Jawa Timur juga terus meningkat dari
strategi. Formulasi strategi Cost Leadership dinilai mampu untuk tahun ke tahun. Pertumbuhan industri kertas dan barang dari
dapat mengelola kekuatan dan kelemahan perusahaan agar
kertas mengalami peningkatan terhitung sejak triwulan I pada
pengembangan usaha dapat berjalan dengan baik.
tahun 2012 yang meningkat sebesar 0,84% dibandingkan tahun
2011 pada industri manufaktur besar dan sedang. Sama halnya
Kata Kunci²Analisa Internal dan Eksternal, Strategi Cost
Leadership ditinjau dari industri manufaktur mikro dan kecil, pertumbuhan
industri kertas dan barang dari kertas juga mengalami
peningkatan produksi terhitung sejak triwulan I pada tahun
I. PENDAHULUAN 2012 yaitu sebesar 14,78% dibandingkan pada tahun 2011.
Menurut survei yang telah dilakukan oleh The Jakarta Prospek yang luas dan dukungan pemerintah tersebut
Consulting Group, 80% dari ribuan perusahaan yang ada di dapat menjadi peluang bagi perusahaan UD. LELYTA untuk
Indonesia merupakan perusahaan keluarga dan bahkan 90% melakukan pengembangan usahanya. Untuk itu UD. LELYTA
dari jumlah perusahaan skala besar di Indonesia juga perlu meningkatkan kinerjanya dengan menerapkan strategi
merupakan perusahaan keluarga (Suhendra, 2010, para.11). yang tepat agar perusahaan memiliki keunggulan bersaing
Menurut Susanto, Susanto, Wijanarko, dan Mertosono sehingga dapat menuntun perusahaan menjadi semakin
(2007, p.4), ada dua tipe perusahaan keluarga, antara lain: berkembang.
1. Family Owned Enterprise (FOE) Untuk menentukan strategi yang tepat diperlukan analisis
Merupakan perusahaan yang dimiliki oleh keluarga, tetapi lingkungan, baik lingkungan internal maupun lingkungan
dikelola oleh eksekutif profesional yang berasal dari luar eksternal. Dalam penelitian ini, analisis lingkungan internal
lingkaran keluarga. pada UD. LELYTA dilakukan dengan menganalisis seluruh
2. Family Business Enterprise (FBE) fungsi bisnisnya, yang terdiri dari fungsi pemasaran, fungsi
Merupakan perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh keuangan, fungsi produksi, dan fungsi sumber daya manusia,
anggota keluarga pendirinya. Perusahaan keluarga tipe ini kemudian menganalisis fungsi manajemen yang terdiri dari
dicirikan oleh dipegangnya posisi-posisi kunci dalam Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian),
perusahaan oleh anggota keluarga. Actuating (Pengarahan) dan Controlling (Pengontrolan) pada
UD. LELYTA merupakan salah satu perusahaan setiap fungsi bisnis tersebut.
keluarga di Indonesia yang bergerak di bidang produksi tisu Pemasaran dapat dideskripsikan sebagai proses
makan. Wilayah pasar UD. LELYTA saat ini meliputi kawasan pendefinisian, pengantisipasian, penciptaan, serta pemenuhan
Jawa Timur dan Indonesia Timur. Saat ini, kawasan Indonesia kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk dan jasa.
Timur memiliki prospek pangsa pasar potensial. Hal ini terbukti Terdapat tujuh fungsi pemasaran, yakni: analisis konsumen,
dari pernyataan Badan Perencana Pembangunan Nasional penjualan produk/ jasa, perencanaan produk dan jasa,
(Bappenas) yang mengemukakan bahwa pembangunan penetapan harga, distribusi, riset pemasaran, dan analisis
infrastruktur pada tahun 2012 akan berfokus pada kawasan peluang (David, 2009, p. 198).
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

Kekuatan-kekuatan keuangan terkait dengan dua hal, Pendatang baru pada suatu industri membawa kapasitas
yakni keputusan investasi dan keputusan pembiayaan. baru, keinginan untuk mendapatkan bagian pasar serta sering
Keputusan investasi merupakan keputusan untuk kali juga sumber daya utama. Ancaman masuknya pendatang
mengalokasikan dan merealokasikan modal dan sumber daya baru ke dalam industri tergantung pada rintangan masuk yang
untuk berbagai proyek, produk, aset, dan divisi sebuah ada, digabung dengan reaksi dari para pesaing yang sudah ada
perusahaan. Keputusan pembiayaan merupakan keputusan yang dapat diperkirakan oleh pendatang baru (Porter, 2007,
untuk menentukan struktur modal terbaik bagi perusahaan dan p.37-38). Terdapat 7 sumber rintangan masuk : skala ekonomi,
meliputi usaha mencermati beragam metode yang bisa diferensiasi produk, kebutuhan modal, biaya beralih pemasok,
digunakan perusahaan untuk mengucmpulkan modal (David akses dari jalur distribusi, Ketidakmampuan perusahaan baru
(2009, p. 204). (new comer) dalam mengadopsi teknologi yang digunakan
Produksi/operasional terkait dengan semua aktivitas pada suatu industri, Kebijakan dan peraturan pemerintah.
perusahaan untuk mengubah input menjadi barang atau jasa Pemasok disebut kuat apabila:
yang terdiri dari beberapa fungsi mulai dari proses, kapasitas, - Para pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih
persediaan, angkatan kerja dan kualitas (David, 2009, p. 214), terpusat daripada industri dimana mereka menjual.
Sumber daya manusia terdiri dari karyawan-karyawan - Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk
yang bekerja berdasarkan keahlian yang dimiliki dan bekerja dijual kepada industri.
dibidang atau departemen yang sesuai dengan keahlian masing- - Industri bukan merupakan pelanggan yang penting bagi
masing. Serangkaian proses cccmanajemen sumber daya kelompok pemasok.
manusia dimulai dari tahap rekrutmen (recruitment), pemilihan - Produk pemasok merupakan input penting bagi bisnis
(selection), pengembangan (development), pemeliharaan pembeli.
tenaga kerja (maintenance) dan pemutusan hubungan kerja - Produk kelompok pemasok terdiferensiasi.
(separation) (Sembiring, 2010, p. 3). Pembeli disebut kuat apabila:
Fungsi manajemen terdiri dari Planning, Organizing, - Kelompok pembeli terpusat atau membeli dalam jumlah besar
Actuating dan Controlling. Menurut Bateman dan Snell (2008, relatif terhadap penjualan pihak penjual.
p.21), perencanaan (planning) merupakan langkah awal untuk - Produk yang dibeli dari industri adalah produk standar atau
membuat rincian tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tidak terdiferensiasi.
perusahaan serta memutuskan sejak awal tindakan apa saja - Pembeli menghadapi biaya pengalihan yang kecil.
yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. - Pembeli mendapatkan laba kecil.
³3HQJRUJDQLVDVLDQ organizing) adalah mengumpulkan dan - Pembeli menunjukkan ancaman untuk melakukan integrasi
mengoordinasikan manusia, keuangan, hal-hal fisik, hal yang balik.
besifat informasi, dan sumber daya lainnya yang diperlukan - Produk industri tidak penting bagi kualitas produk atau jasa
XQWXN PHQFDSDL WXMXDQ RUJDQLVDVL´ (Bateman dan Snell, 2008, pembeli.
p.21). Menurut Bateman dan Snell (2008, p.22), kepemimpinan - Pembeli mempunyai informasi lengkap.
meliputi pemberian motivasi dan interaksi komunikasi dengan Produk pengganti yang perlu mendapatkan perhatian
para pekerja yang digunakan untuk merangsang seluruh besar adalah produk-produk yang (1) mempunyai
anggota organisasi untuk berkinerja tinggi agar tujuan-tujuan kecenderungan untuk memiliki harga atau prestasi yang lebih
dalam tim dan organisasi dapat tercapai. Pengendalian baik daripada produk industri, atau (2) dihasilkan oleh industri
(controlling) merupakan kegiatan pemantauan kinerja dan yang berlaba tinggi.
pengimplementaian perubahan-perubahan yang diperlukan SWOT analysis dilakukan setelah analisis
dalam perusahaan (Bateman dan Snell, 2008, p.22). lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal
Setelah melakukan analisis lingkungan internal, diidentifikasi. Menurut Bateman dan Snell (2009, p. 149-150),
berikutnya akan dilakukan analisa lingkungan eksternal analisis SWOT adalah menilai kekuatan, kelemahan, peluang,
perusahaan dengan 3RUWHU¶V )LYH )RUFHV analysis, yang terdiri dan ancaman organisasi dari informasi yang didapat dari
dari intensitas persaingan, ancaman masuk pendatang baru, menganalisis sumber internal dan lingkungan eksternal
kekuatan tawar-menawar pemasok, kekuatan tawar-menawar organisasi. David merumuskan delapan tahapan menyusun
pembeli, dan ancaman produk pengganti. matriks SWOT adalah sebagai berikut : (dalam Umar, 2008, p.
Persaingan di kalangan pesaing yang ada berupa 227)
perlombaan untuk memperoleh posisi-dengan menggunakan - Membuat daftar peluang eksternal perusahaan.
taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, perkenalan - Membuat daftar ancaman eksternal perusahaan.
produk, dan meningkatkan pelayanan atau jaminan (garansi) - Membuat daftar kekuatan kunci internal perusahaan.
kepada pelanggan. Persaingan terjadi karena satu atau lebih - Membuat daftar kelemahan kunci internal perusahaan.
pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat peluang untuk - Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan peluang-
memperbaiki posisi. Pada kebanyakan industri, gerakan peluang eksternal dan catat hasilnya dalam sel strategi SO.
persaingan oleh suatu perusahaan mempunyai pengaruh yang - Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan peluang-
besar terhadap para pesaingnya, dengan demikian dapat peluang eksternal dan catat hasilnya dalam sel strategi WO.
mendorong perlawanan atau upaya untuk menandingi gerakan - Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan ancaman-
tersebut, artinya, perusahaan-perusahaan saling bergantung ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam sel strategi ST.
satu sama lain (Porter, 2007, p.50-51).
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

- Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan ancaman- diperoleh dari bisnis-bisnis lain, kerja sama erat dengan
ancaman eksternal dan catat hasilnya dalam sel strategi WT. saluran distribusi.
- Persyaratan Organisasi yang Lazim
Berikut gambaran mengenai diagram analisis SWOT: Koordinasi yang kuat diantara fungsi-fungsi pada Litbang,
Faktor Kekuatan Kelemahan pengembangan produk dan pemasaran; pengukuran dan
Internal (Strengths) (Weaknesses)
insentif subjektif sebagai ganti pengukuran kuantitatif;
Catat kekuatan- Catat kelemahan- fasilitas untuk menarik tenaga kerja yang sangat terampil,
kekuatan internal kelemahan internal
Faktor perusahaan perusahaan ilmuwan atau orang yang kreatif.
Eksternal
3. Fokus
Peluang Strategi SO Strategi WO Menurut Porter (1987, p. 37), persyaratan untuk
(Opportunities)
Daftar kekuatan Daftar untuk strategi ini adalah:
Catat peluang- untuk meraih memperkecil - Keterampilan dan sumber daya umum yang diperlukan
peluang eksternal keuntungan dari kelemahan dengan
yang ada peluang yang ada memanfaatkan adalah kombinasi dari kebijakan-kebijakan di atas yang
keuntungan dari
peluang yang ada ditujukan kepada target strategis tertentu.
Ancaman Strategi ST Strategi WT
- Persyaratan organisasi yang lazim adalah kombinasi
(Threats) kebijakan-kebijakan di atas yang ditujukan kepada target
Daftar kekuatan Daftar untuk
Catat ancaman- untuk menghindari memperkecil strategis tertentu.
ancaman eksternal ancaman kelemahan dan
yang ada menghindari
Menurut David (2011, p. 388), penerapan strategi
ancaman meliputi penetapan tujuan tahunan, pembuatan kebijakan,
alokasi sumber daya, perubahan struktur organisasi yang ada,
Gambar 1. Matriks SWOT pembuatan kebijakan, alokasi sumber daya, perubahan struktur
Sumber: Umar, 2008, p. 228 organisasi yang ada, restrukturisasi dan rekayasa ulang,
Setelah menganalisis analisa SWOT kemudian perbaikan program penghargaan dan insentif, minimalisasi
dirumuskan formulasi strategi untuk pengembangan usaha. penolakan terhadap perubahan. Hal tersebut dapat diawali
Menurut Griffin (2004, p. 227), formulasi strategi dengan : (1) Penetapan tujuan tahunan. Tujuan tahunan penting
adalah serangkaian proses yang terlibat dalam penciptaan atau bagi pelaksanaan strategi karena tujuan merupakan landasan
penentuan strategi organisasi, yang diawali dengan analisa untuk mengalokasikan sumber daya, mekanisme utama untuk
SWOT dengan menggunakan misi perusahaan sebagai mengevaluasi manajer, instrumen utama untuk memonitor
konteksnya dan nantinya akan membantu perusahaan untuk kemajuan arah pencapaian tujuan jangka panjang dan
mencapai suatu tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan menetapkan prioritas organisasi, divisi, dan departemen. (2)
perusahaan dengan mengimplementasikan strategi yang Penetapan kebijakan. Kebijakan secara umum didefinisikan
diformulasikan tersebut. Salah satunya adalah strategi generik sebagai pedoman, metode, prosedur, aturan, bentuk, dan
Porter yang terdiri atas: praktik administrasi spesifik yang ditetapkan untuk mendukung
1. Keunggulan biaya menyeluruh dan mendorong pekerjaan kearah tujuan yang ditetapkan.
Menurut Porter (1987, p. 36-37), persyaratan untuk strategi Penelitian ini membahas mengenai:
ini adalah: a.Bagaimana pengelolaan usaha pada UD. LELYTA?
- Keterampilan dan Sumber Daya Umum yang Diperlukan: b.Bagaimana lingkungan internal dan eksternal pada UD.
Investasi modal terus - menerus dan kemudahan LELYTA?
mendapatkan modal, keterampilan rekayasa proses, c.Bagaimana analisa SWOT pada UD. LELYTA?
pengawasan yang ketat terhadap tenaga kerja, produk d.Bagaimana strategi pengembangan usaha pada UD.
dirancang agar mudah dibuat, sistem distribusi biaya LELYTA?
rendah.
Tujuan dari penelitian ini adalah:
- Persyaratan Organisasi yang Lazim:
a.Melakukan analisis pengelolaan usaha pada UD. LELYTA.
Pengendalian biaya yang ketat, laporan pengendalian yang
b.Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal pada
terinci dan sering, organisasi dan tanggung jawab yang
UD. LELYTA untuk mengidentifikasi daya saing
terstruktur, insentif didasarkan atas pemenuhan target
organisasi.
kuantitatif yang ditentukan secara ketat.
c.Melakukan analisis SWOT pada UD. LELYTA.
2. Diferensiasi d.Memformulasikan strategi yang dapat digunakan UD.
Menurut Porter (1987, p. 37), persyaratan untuk LELYTA dalam menghadapi persaingan yang semakin
strategi ini adalah: ketat dan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
- Keterampilan dan Sumber Daya yang Diperlukan
Kemampuan pemasaran yang kuat, rekayasa produk, II. METODE PENELITIAN
kemampuan kreatif, kemampuan yang kuat dalam riset Jenis Penelitian
dasar, reputasi perusahaan dalam hal kepelaporan mutu Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif
atau teknologi, tradisi yang panjang dalam industri atau GHVNULSWLI \DLWX ³SHQHOLWLDQ \DQJ GLJXQDNDQ XQWXN PHQJDQDOLVLV
kombinasi yang khas dari keterampilan-keterampilan yang data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud Dalam penelitian ini, digunakan wawancara semi terstruktur
membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau dengan teknik wawancara in-depth interview, yang
JHQHUDOLVDVL´ 6XJL\ono, 2008, p.147). merupakan merupakan metode pengumpulan data yang
sering digunakan dalam penelitian kualitatif. In-depth
Objek Penelitian interview adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
Objek dari penelitian ini adalah UD. LELYTA yang penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka
merupakan sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di antara pewawancara dengan informan atau orang yang
bidang industri tisu makan. diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman
(guide) wawancara, pewawancara dan informan terlibat
Jenis Data dalam kehidupan sosial yang relatif lama. (Boyce and Neale,
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 2006, p.3).
1. Data kualitatif 2. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2011, p.6), data kualitatif adalah data Menurut Sugiyono (2012, p.82), dokumen bisa berbentuk
yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, gerak tubuh, tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari
ekspresi, wajah, bagan, gambar dan foto. Data kualitatif yang seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan yang didapat
akan didapat dalam penelitian ini adalah struktur organisasi, dalam penelitian ini adalah sejarah perusahaan, biografi
bagian fungsi bisnis, dan data kualitatiflainnya yang perusahaan, dan peraturan serta kebijakan perusahaan.
berhubungan dengan penelitian ini.
2. Data kuantitatif Penentuan Informan
Menurut Sugiyono (2011, p.6), data kuantitatif adalah data Metode penentuan informan yang digunakan dalam
yang berbentuk angka-angka hasil pengukuran atau penilaian penelitian ini adalah menggunakan teknik nonprobability
secara langsung yang dapat dianalisis secara statistik. Data sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
kuantitatif yang akan didapat dalam penelitian ini seperti peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau
jumlah karyawan, jumlah omset dan data angka lainnya yang anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik yang
berhubungan dengan penelitian ini. digunakan adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan
sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.Untuk
Sumber data membantu proses penelitian ini maka pemilihan narasumber
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dengan pertimbangan tertentu adalah yang memiliki
primer dan data sekunder. Data primer yang didapat dalam pengetahuan mengenai informasi yang dibutuhkan yaitu :
penelitian ini melalui proses wawancara. Wawancara adalah
sebuah proses memperoleh keterangan untuk mengetahui 1. Pemilik usaha
tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap Pemilik usaha merupakan seseorang yang memiliki
muka antar pewawancara dengan responden atau orang yang pengetahuan dan mampu untuk menjabarkan usaha secara
diwawancarai (Nazir, 1999). Dalam penelitian ini wawancara keseluruhan meliputi sejarah dan gambaran perusahaan,
dilakukan dengan pemimpin perusahaan, general manager, dan pengelolaan secara menyeluruh pada bagian pemasaran,
beberapa karyawan perusahaan yang sudah lama bekerja dan produksi dan operasional, keuangan, serta pengelolaan
memiliki pengalaman kerja selama lebih dari 2 tahun. sumber daya manusia di perusahaan.
Sedangkan data sekunder merupakan sumber data kedua
sesudah data primer, karena suatu dan lain hal, peneliti tidak 2. Manager Keuangan
atau sukar memperoleh data dari sumber data primer, dan Manager keuangan merupakan seseorang yang memiliki
mungkin juga karena menyangkut hal ± hal yang sangat pribadi pengetahuan akan bidang keuangan perusahaan dan mampu
sehingga sukar data itu didapat langsung dari sumber data untuk menjabarkan pengelolaan usaha khususnya pada
primer (Bungin, 2009, p.122). Data yang diperoleh dalam bagian keuangan, terkait dengan perencanaan keuangan,
penelitian ini berupa struktur organisasi, laporan-laporan serta perencanaan pembiayaan untuk operasional perusahaan serta
buku-buku dan lain sebagainya yang berkenaan dengan investasi pada perusahaan.
penelitian ini. 3. Manager SDM
Manager Manager Sumber Daya Manusia merupakan
Metode Pengumpulan Data seseorang yang memiliki pengetahuan akan bidang sumber
Dalam penelitian ini, data primer dan data sekunder daya manusia dan diharapkan mampu untuk menjabarkan
yang terkait langsung dengan UD. LELYTA akan dikumpulkan pengelolaan usaha khususnya pada bagian sumber daya
dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data, yakni: manusia, terkait dengan serangkaian proses manajemen
1. Wawancara sumber daya manusia dimulai dari tahap rekrutmen,
0HQXUXW 6XJL\RQR S ³ZDZDQFDUD GLJXQDNDQ pemilihan, pengembangan, pemeliharaan tenaga kerja, dan
sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin pemutusan hubungan kerja.
melakukan studi pendahuluan untuk menemukan
permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti 4. Manager Pemasaran
ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih Manager pemasaran merupakan seseorang yang memiliki
PHQGDODP GDQ MXPODK UHVSRQGHQQ\D VHGLNLW DWDX NHFLO´ pengetahuan akan bidang pemasaran dalam usaha dan
diharapkan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

khususnya pada bagian pemasaran, terkait dengan fungsi tersebut adalah triangulasi. Triangulasi adalah teknik
pemasaran pada perusahaan yang meliputi analisis konsumen, keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar
penjualan produk, perencanaan produk, penetapan harga, data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
distribusi, riset pemasaran, dan analisis peluang. pembanding terhadap data itu.
5. Mengadakan penafsiran data. Penafsiran data merupakan
5. Manager Produksi
rancangan yang dikembangkan dari kategori-kategori yang
Manager produksi merupakan seseorang yang memiliki
telah ditemukan dan mencari hubungan yang disarankan atau
pengetahuan akan bidang produksi dalam usaha dan
yang muncul dari data.Data-data yang ada dianalisis
diharapkan mampu untuk menjabarkan pengelolaan usaha
kemudian ditafsirkan sesuai dengan konsep dan teori yang
khususnya pada bagian produksi, terkait dengan fungsi
sudah ada.
produksi pada perusahaan yaitu proses, kapasitas, persediaan,
angkatan kerja, kualitas.
III. ANALISA DAN PEMBAHASAN
6. Karyawan perusahaan yang sudah bekerja selama lebih dari 2 Perusahaan UD. LELYTA sebagai Perusahaan Keluarga
tahun. Perusahaan UD. LELYTA merupakan perusahaan
Karyawan yang dipilih merupakan karyawan yang sudah keluarga yang termasuk dalam kategori family business
bekerja selama lebih dari 2 tahun karena dinilai lebih enterprise di mana perusahaan ini dimiliki oleh keluarga dan
mengetahui informasi yang berkaitan dengan perusahaan dikelola oleh anggota keluarga. Setiap anggota keluarga
dibandingkan dengan karyawan yang bekerja kurang dari 2 memiliki kedudukan penting di dalam perusahaan yaitu
tahun. menjabat sebagai manager dan memegang peranan penting
dalam masing-masing department di dalam perusahaan yaitu:
Uji Keabsahan Data
bidang pemasaran, bidang keuangan, bidang produksi atau
Dalam menguji keabsahan data digunakan teknik
operasional dan bidang sumber daya manusia. Jabatan pemilik
triangulasi. Dimana teknik triangulasi dalam pengujian
dipegang oleh Bapak Yuwono Santoso yang merupakan
kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai
pendiri perusahaan. Berikutnya untuk jabatan manager
sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. (Sugiyono,
pemasaran, keuangan, produksi atau operasional, dan sumber
2012,p.273-274).
daya manusia dipegang oleh anggota keluarga dari pemilik.
Teknik triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi
sumber. Triangulasi sumber digunakan untuk menguji Analisa Lingkungan Internal UD. LELYTA
kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang Analisa internal yang ada pada perusahaan ini berdasarkan
telah diperoleh melalui beberapa sumber, kemudian data yang fungsibisnis yang ada, yaitu: pemasaran, keuangan, produksi
didapat tersebut dideskripsikan, dikategorisasikan dan atau operasional, dan sumber daya manusia.
dianalisis sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.
Pemasaran
Teknik Analisa Data Terdapat 7 fungi pemasaran yang dilakukan oleh
Menurut Miles and Huberman (dalam Sugiyono 2009, UD.LELYTA, antara lain:
p.246), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data 1. Analisis konsumen
kualitatif dilakukan, secara interaktif dan berlangsung secara Dalam tahap analisis konsumen ini UD. LELYTA
terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. melakukan survei lapangan yang dilakukan oleh tenaga
Dalam penelitian ini proses analisa data dimulai dengan: salesmannya. Adapun target yang ditetapkan oleh
1. Menelaah seluruh data dari berbagai sumber. Dalam perusahaan tisu makan ini adalah kalangan menengah ke
penelitian ini dilakukan wawancara dan dicatat hasil bawah hingga kalangan menengah.
wawancara yang berasal dari informan. 2. Penjualan produk/jasa
2. Mereduksi data yang dilakukan dengan membuat abstraksi. penjualan produk yang dilakukan oleh UD. LELYTA
Abstraksi adalah usaha membuat rangkuman inti, proses dan yaitu berupa promosi setiap pembelian minimal 20 dos
penyertaan tetap sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah akan mendapatkan free 2 dos untuk pelanggan baru yang
dilakukan reduksi data-data tersebut disusun dalam satuan- berlaku untuk semua jenis merk. Sementara untuk
satuan (unityzing). Dalam penelitian ini dibuat kesimpulan pelanggan lama diberikan potongan harga sebesar 15%
dari hasil wawancara yang sudah diperoleh. setiap pembelian minimal 40 dos.
3. Kategorisasi, adalah langkah lanjutan dengan memberikan 3. Perencanaan produk dan jasa
coding pada gejala atau hasil dari seluruh proses penelitian. perencanaan produk UD. LELYTA dilakukan pada
Kategorisasi disusun atas dasar pemikiran, institusi, pendapat aspek-aspek seperti berikut:
atau kriteria tertentu. Setelah dilakukan wawancara, - Perusahaan melakukan pengemasan barang (packaging)
selanjutnya dikategorikan kesimpulan-kesimpulan dari hasil yang diinovasi setiap 6 bulan sekali.
wawancara yang telah diperoleh. - Perusahaan tidak memberikan garansi kepada konsumen
4. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data. Keabsahan data namun memberikan penanganan komplain dengan
merupakan konsep seperti halnya validitas dan reliabilitas mengganti produk yang cacat.
dalam penelitian kuantitatif. Untuk menetapkan keabsahan - Perusahaan memiliki kualitas produk yang baik.
data diperlukan teknik pemeriksaan, teknik pemeriksaan
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

- Perusahaan memberikan layanan konsumen dengan Keuangan


mendatangi agen dan distributor untuk menjaga hubungan Dalam tahap perencanaan keuangan, manager
baik dengan mereka. keuangan dan karyawan keuangan menyatakan bahwa
4. Penetapan harga perusahaan tidak menetapkan anggaran, melainkan hanya
Proses penetapan harga tisu makan UD. LELYTA ini melakukan pencatatan laporan keuangan bersama secara
ditentukan dengan mempertimbangkan harga pasaran dan manual karena sistem pencatatan keuangan hanya pencatatan
juga kualitas produk tisu makan. sederhana. Pengorganisasian pada fungsi ini tidak adanya
5. Distribusi pembagian tugas secara khusus karena manager keuangan
Saluran distribusi yang yang digunakan oleh UD. beserta karyawannya sama-sama melakukan pencatatan
LELYTA ini dikirim langsung oleh perusahaan sendiri keuangan sehingga pembukuan perusahaan dibuat oleh
dengan menggunakan mobil pick up untuk daerah di Jawa manager beserta karyawannya. Namun, metode pembukuan
Timur sedangkan yang diluar pulau menggunakan kapal yaitu pencatatan kas masuk dan kas keluar perusahaan dicatat
dengan jasa ekspedisi. secara jelas sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi yang
6. Riset pemasaran dilakukan dengan sistem cross-check antara manager dengan
Riset pemasaran yang dilakukan dalam perusahaan ini karyawannya. Bagian pengarahan pada fungsi bisnis keuangan
dilakukan menggunakan 2 cara. Pertama, salesman atau ini adalah dilakukan dengan pengecekan laporan keuangan oleh
manager pemasaran yang bertanya ke agen dan distributor manager keuangan dan juga pemilik. Pengarahan dilakukan
lain untuk mengecek kualitas produk mereka. Jika cara dengan pengecekan laporan keuangan oleh atasan setiap
pertama ini tidak berhasil, maka dilakukan cara kedua seminggu dua kali. Pada pengontrolan fungsi ini dilakukan
yaitu dengan membeli produk agen dan distributor lain. secara rutin dan berkala dimana manager keuangan akan
7. Analisis peluang melakukan pencatatan mengenai pengeluaran dan pemasukan
Dalam analisis peluang UD. LELYTA memperhitungkan tiap harinya.
biaya transportasi dalam memasarkan produk. Manfaat
yang diperoleh adalah perusahaan dapat memahami Produksi / operasi
pangsa pasar yang berpotensi dan menambah pelanggan Perencanaan pada fungsi produksi atau operasi UD.
baru sedangkan resiko yang didapat adalah tidak semua LELYTA yaitu barang yang sudah selesai diproduksi sebelum
agen dan distributor bisa menerima produk perusahaan. dikirim atas permintaan konsumen akan disimpan digudang
Dalam tahap perencanaan strategi yang digunakan UD. terlebih dahulu dan tidak adanya waktu pengiriman tertentu
LELYTA adalah dengan keliling dari toko ke toko untuk untuk setiap wilayah. Waktu untuk pengiriman barang sesuai
mencari pelanggan baru. Rencana ke depan yang akan dengan permintaan konsumen. Pengorganisasian dalam fungsi
dilakukan adalah meningkatkan omzet penjualan melalui produksi dan operasi ini adalah terdapat pembagian kerja yang
penambahan salesman dan memperluas daerah pemasaran di jelas yaitu bagian pabrik, gudang, dan pengiriman barang. Pada
Jawa Timur. Pengorganisasian pada fungsi pemasaran ini sudah tahap pengarahan ini menurut manager produksi dan karyawan
berjalan cukup baik karena manager pemasaran dan dibantu produksi, pengarahan dilakukan dengan evaluasi kinerja setiap
oleh karyawan pemasaran (salesman) yang ada selalu seminggu sekali agar tidak terjadi kesalahan selama proses
menjalankan tugas dengan baik. Salesman selalu siap produksi berlangsung. Pada tahap pengontrolan, karyawan
ditugaskan ke luar untuk mencari pesanan ke agen dan produksi mengatakan bahwa pengontrolan hasil kualitas
distributor UD. LELYTA. Fungsi pengorganisasian dapat produksi dilakukan saat jam kerja berlangsung. Pada bagian
dikatakan cukup berhasil karena tidak adanya mis komunikasi produksi, evaluasi karyawan akan dilihat berdasarkan
yang terjadi antara kedua belah pihak. Pembagian tugas antar kecepatan pengerjaan dan ketepatan hasil pengerjaan. Untuk
bagian juga sudah jelas. Dalam aspek pengarahan pemasaran karyawan bagian gudang, evaluasi dilakukan dengan melihat
yang telah dilakukan oleh UD. LELYTA ini, manager apakah ada barang yang hilang atau rusak ketika barang
pemasaran memberikan pengarahan kepada salesman agar tersebut berada di gudang. Sedangkan untuk karyawan di
tujuan perusahaan untuk meningkatkan omzet setiap bulan bagian pengiriman, evaluasi dilihat berdasarkan biaya yang
tercapai. bagian pemasaran mengetahui tujuan pemasaran dari dibutuhkan untuk pengiriman tersebut dan pengiriman yang
target yang ditentukan oleh perusahaan dan mereka sesuai dengan permintaan konsumen.
mendapatkan komisi atas target yang berhasil dicapai. Untuk
pengontrolan kegiatan pemasaran, yang dilakukan perusahaan Sumber Daya Manusia
untuk meningkatkan efektivitas kinerja karyawan yaitu melalui Perencanaan pada fungsi SDM ini adalah merekrut
motivasi. Menurut manager pemasaran dan salesman karyawan yang dibutuhkan oleh UD. LELYTA untuk proses
melakukan pengawasan terhadap pengadaan tisu makan yaitu operasional sehari-harinya. Proses seleksi dilihat dari keahlian
dengan melakukan pengecekan harga dan kualitas produk pelamar, usia minimal 21 tahun, pengalaman kerja yaitu
pesaing. Dalam mengevacbbcccluasi hasil pemasaran dengan minimal 2 tahun untuk semua bidang, pendidikan minimal SMA
rencana dalam UD.LELYTA manager pemasaran mengatakan (kecuali dibidang produksi tanpa syarat pendidikan), serta
bahwa dilakukan dengan melihat dari jumlah pesanan juga kepribadian individu pelamar. Pengorganisasian fungsi SDM
target yang sudah ditetapkan ke salesman. pada UD. LELYTA adanya koordinasi yang dilakukan masing-
masing divisi melalui manager masing-masing. Pengarahan
yang dilakukan oleh UD. LELYTA pada fungsi SDM ini
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

Faktor Internal STRENGTH (S) WEAKNESS (W)


adalah dengan memberikan peringatan secara lisan apabila
1. Modal perusahaan cukup 1. Kurangnya tenaga
karyawan mengalami kesalahan kerja hingga kedua kalinya
besar. salesman
akan tetapi jika karyawan masih melakukan kesalahan lagi
2. Kualitas yang baik dengan 2. Kurangnya pekerja
maka manager SDM akan mengeluarkan karyawan tersebut
harga yang terjangkau. bagianproduksi.
atas pertimbangan pemilik. Pada tahap pengontrolan di
3. Perusahaan mempunyai 3. Mesin yang terkadang
perusahaan UD. LELYTA ini manager SDM melakukan proses hubungan yang baik dengan rusak.
pengontrolan kepada karyawannya menggunakan pemantauan konsumen.
langsung dan juga camera CCTV yang dipasang di kantor. 4. Perusahaan mempunyai
hubungan yang baik dengan
Analisa Lingkungan Eksternal UD. LELYTA beberapa supplier.
Persaingan antar perusahaan cukup ketat dengan harga 5. Terdapat diferensiasi yaitu
yang kompetitif karena perbedaan harga sangat berpengaruh packaging.
Faktor Eksternal
pada konsumen terutama konsumen yang membeli dalam 6. Perusahaan memiliki brand
jumlah yang besar, juga banyaknya usaha yang bergerak yang kuat.
dibidang tisu makan ini.
Ancaman pendatang baru kepada perusahaan terbilang OPPORTUNITIES (O) STRATEGI SO STRATEGI WO

rendah, dilihat dari dibutuhkannya modal yang cukup besar 1. Produk yang 1. Ekspansi pasar (S1,S2,O1) 1. Menambah jumlah

untuk membuka usaha tisu makan ini, diferensiasi yang dibutuhkan oleh 2. Melakukan inovasi produk karyawan. (W1,W2,O1)
konsumen. (S3,S6,O1)
membedakannya dengan produk pesaing, serta dibutuhkan
2. Jumlah supplier yang 3. Menambah jumlah relasi
pengetahuan dan keahlian dalam mengadopsi teknologi.
banyak. dengan supplier (S4, O2)
Pemasok memiliki kekutan penawaran yang rendah
terhadap perusahaan, karena perusahaan dapat dengan mudah
THREAT (T) STRATEGI ST STRATEGI WT
menyuplai bahan baku dari pemasok lain, pemasok yang tidak
1. Banyak pesaing 1. Memberikan kualitas hasil 1. Melakukan Pembelian
memberikan diferensiasi produk dibandingkan produk lainnya,
2. Harga bahan baku tidak produksi yang lebih baik. mesin baru. (W3,T1)
harga pemasok yang umumnya mengikuti harga pasar. stabil (S1,S5,T1)
Pembeli tidak memiliki pengaruh yang kuat bagi 2. Melakukan survey dan
perusahaan dalam mempengaruhi harga jual dikarenakan membeli bahan baku dalam
perusahaan mengutamakan kualitas, harga , dan servis dimana jumlah besar. (S1,T2)
harga produk perusahaan yang lebih rendah dari harga pasaran 3. Memilih bahan baku yang
dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk pesaing. termurah. (S4,T2)
Produk pengganti tidak memiliki pengaruh yang kuat
sehingga perusahaan memiliki peluang yang cukup besar
Formulasi Strategi
disebabkan harga produk pengganti yang lebih tinggi.
Peneliti memilih strategi keunggulan biaya menyeluruh
(Cost Leadership Strategy) untuk dapat mengembangkan
Analisa SWOT perusahaan dari kondisi saat ini menjadi kondisi yang
Analisa kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan UD.
diinginkan. Sarana prasarana yang dibutuhkan adalah mesin
LELYTA antara lain: modal perusahaan cukup besar, kualitas
baru agar tidak mengganggu proses produksi ketika perbaikan
yang baik dengan harga yang terjangkau, perusahaan
dilakukan pada satu mesin tertentu, tenaga kerja yang terampil
mempunyai hubungan yang baik dengan konsumen dan
dan berkualitas guna mempercepat proses produksi dan
supplier, adanya diferensiasi dan brand yang kuat. Namun disisi
bertumbuhnya omzet perusahaan. Strategi ini dapat diterapkan
lain, UD. LELYTA masih memiliki kelemahan yaitu kurangnya
perusahaan hingga jangka panjang karena salah satu sarana
tenaga dibidang produksi dan tenaga salesman serta mesin
penerapan strategi ini yaitu dengan investasi mesin dan
produksi yang terkadang masih rusak. Peluang yang dimiliki
pelatihan karyawan. Tentunya kedua hal itu dapat berdampak
oleh perusahaan ini yaitu produk yang dibutuhkan konsumen
untuk jangka panjang.
dan jumlah supplier yang banyak. Sementara ancaman yang
dimiliki yaitu banyaknya pesaing dan harga bahan baku yang
Pengembangan Usaha
tidak stabil. Berdasarkan analisa diatas, maka dapat
a. Pemasaran
disimpulkan strategi alternatif sebagai berikut: Strategi SO
Tujuan Tahunan di bagian pemasaran
yaitu dengan melakukan ekspansi pasar, melakukan inovasi
- Meningkatkan omzet penjualan perusahaan setiap
produk, dan menambah jumlah relasi dengan supplier. Strategi
tahunnya.
ST yaitu dengan memberikan kualitas hasil produksi yang lebih
Kebijakan yang mendukung di bagian pemasaran
baik, melakukan survey dan membeli bahan baku dalam jumlah
- Melakukan pemasaran rutin untuk mendapatkan
yang besar dan memilih bahan baku yang termurah. Strategi
konsumen-konsumen baru.
WO yaitu dengan menambah jumlah karyawan. Strategi WT
- Melakukan pengecekan harga dan kualitas produk pesaing
yaitu dengan melakukan pembelian mesin baru. Berikut
sehingga kualitasnya tidak kalah dengan pesaing.
merupakan gambaran analisa SWOT perusahaan UD.
LELYTA:
b. Keuangan
Tujuan Tahunan di bagian keuangan
AGORA Vol. 1, No. 2, (2013)

- Memperbaiki sistem keuangan yang masih sederhana Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah:
menjadi lebih baik. 1. Perusahaan disarankan melakukan pembelian mesin baru
Kebijakan yang mendukung di bagian keuangan agar tidak mengganggu proses produksi ketika perbaikan
- Membuat perincian keuangan atau anggaran dengan jelas dilakukan pada satu mesin tertentu.
dan teratur yang selama ini belum dilakukan dan bila perlu 2. Perusahaan disarankan melakukan perekrutan dan pelatihan
menggunakan sistem komputerisasi untuk memudahkan karyawan yang lebih selektif agar menghasilkan tenaga
perusahaan. kerja yang terampil dan berkualitas guna mempercepat
proses produksi dan bertumbuhnya omzet perusahaan.
c. Produksi atau Operasi 3. Strategi yang diimpelementasikan harus disertai dengan
Tujuan Tahunan di bagian produksi atau operasi pengawasan dan evaluasi dari manajer masing-masing
- Menjaga kualitas produk dan pengiriman yang tepat bagian dan pemilik perusahaan, sehingga strategi yang
waktu sesuai dengan permintaan konsumen. dijalankan tersebut dapat membantu perusahaan mencapai
Kebijakan yang mendukung di bagian produksi atau tujuan yang diinginkan.
operasi
- Menginvestasikan modal untuk membeli mesin baru. DAFTAR PUSTAKA
- Melakukan pengawasan yang ketat selama proses Bateman, T.S., & Snell, S.A. (2008). Manajemen:
produksi. Kepemimpinan dan Kolaborasi Dalam Dunia yang Kompetitif
- Meningkatkan etos kerja karyawan dengan memberikan Buku 1 (7th ed). Jakarta: Salemba Empat.
pelatihan dan pengarahan oleh manager produksi.
Bateman, T.S., & Snell, S.A. (2009). Managemen (8th ed).
d. Sumber Daya Manusia USA: Mc Grawhill
Tujuan Tahunan di bagian Sumber Daya Manusia
- Meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih maksimal Boyce, Carolyn and Palena Neale. (2006). Conducting in
dan menambah tenaga kerja produksi dan pemasaran Depth-Interview : A Guide for Designing and Conducting In-
(salesman). Depth Interviews for Evaluation Input. USA : Pathfinder
Kebijakan yang mendukung di bagian Sumber Daya International.
Manusia
- Penempatan karyawan yang tepat sesuai keahlian sehingga David,F.R. (2011). Manajemen strategi (14th ed.) Jakarta:
dapat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan Salemba Empat.
operasional perusahaan.
- Pengawasan yang lebih ketat dan sering terhadap Griffin, R.W. (2004). Manajemen (7th ed.). (Gina Gania,
karyawan. Trans). Jakarta: Erlangga.
- Memperhatikan pemberian kompensasi non-finansial
kepada karyawan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2011).
Pembangunan infrastruktur 2012 fokuskan Indonesia Timur.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Perusahaan sudah mampu melakukan pengelolaan dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur.
baik mulai dari penentuan pemasok yang memiliki produk (2010). Peningkatan perdagangan antar pulau di Jawa Timur.
berkualitas, penentuan jadwal distribusi yang dinamis,
pembagian tugas dan tanggung jawab karyawan sejak awal Porter, M.E. (2007). Strategi Bersaing: Teknik Menganalisa
bekerja serta pemberian motivasi kepada karyawan dan Industri dan Pesaing. (Sigit Suryanto, Trans.) Tangerang:
pengontrolan kinerja karyawan. Namun, dalam fungsi Kharisma Publishing Group.
keuangan perusahaan tidak menetapkan anggaran karena Rosdiansyah (2012). Bidik potensi, Jatim perkuat perdagangan
sistem pencatatan laporan keuangan perusahaan yang masih ke Indonesia Timur. Lensa Indonesia.
sederhana. Disisi lain, perusahaan masih memiliki kendala
berkaitan dengan kurangnya jumlah tenaga kerja khususnya Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,
di bidang produksi dan pemasaran serta proses produksi dan R&D. Bandung: CV.Alfabeta.
perusahaan yang terkadang masih kurang maksimal
diakibatkan kerusakan pada mesin produksi. Formulasi Suhendra (2010). Kebanyakan Pengusaha Bingung
strategi perusahaan adalah strategi kepemimpinan biaya Mewariskan Kerajaan Bisnisnya. Jakarta : detik finance.
(Cost Leadership Strategy). Sarana prasarana yang
dibutuhkan adalah mesin baru agar tidak mengganggu Susanto, A.B., Susanto, P., Wijanarko, H., dan Mertosono, S.
proses produksi ketika perbaikan dilakukan pada satu mesin (2007). The Jakarta Consulting Group On Family Business.
tertentu, tenaga kerja yang terampil dan berkualitas guna Jakarta: The Jakarta Consulting Group.
mempercepat proses produksi dan bertumbuhnya omzet
perusahaan. Umar, H. (2008). Strategic Management in Action. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.