Anda di halaman 1dari 12

MATERI

UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK)


KOMPETENSI KEAHLIAN ASISTEN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2021/2022

PERSONAL HYGIENE:
1. MEMANDIKAN PASIEN
2. PERAWATAN KUKU
3. PERAWATAN RAMBUT
4. PERINIUM HYGENE

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 MURUNG PUDAK


KOMPETENSI KEAHLIAN ASISTEN KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2021/2022
Personal Hygienee
1. Pengertian
Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam
memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya untuk memperoleh
kesejahteraan fisik dan psikologis (Wartonah, 2010).
2. Tujuan
Tujuan personal hygiene adalah untuk memelihara kebersihan diri,
menciptakan keindahan, serta meningkatkan derajat kesehatan
individu sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit pada diri
sendiri maupun orang lain (Wartonah, 2010).
3. Jenis
Personal hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan dasar
yang rutin dilakukan oleh perawat setiap di rumah sakit. (Depkes RI,
1987). Tindakan tersebut meliputi :
a. Perawatan kulit kepala dan rambut serta seluruh tubuh
b. Perawatan mata
c. Perawatan hidung
d. Perawatan telinga
e. Perawatan gigi dan mulut
f. Perawatan kuku tangan dan kaki
g. Perawatan perineum
h. Perawatan tubuh (mandi)
4. Faktor yang mempengaruhi personal hygiene
Faktor – faktor yang mempengaruhi antara lain :
a. Budaya
Sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat menjelaskan
bahwa saat individu sakit ia tidak boleh dimandikan karena dapat
memperparah penyakitnya.

8
9

b. Status sosial – ekonomi


Untuk melakukan personal hygiene yang baik dibutuhkan sarana
dan prasarana yang memadai, seperti kamar mandi, peralatan
mandi, serta perlengkapan mandi yang cukup (sabun, sikat gigi,
shampoo, pasta gigi, dll). Itu semua tentu membutuhkan biaya.
Dengan kata lain, sumber keuangan individu akan berpengaruh
pada kemampuannya dalam mempertahankan personal hygiene
yang baik.
c. Agama
Agama juga berpengaruh pada keyakinan individu dalam
melaksanakan kebiasaan sehari – hari. Agama islam misalnya,
umat islam diperintahkan untuk selalu menjaga kebersihan karena
kebersihan adalah sebagian dari iman. Hal ini tentu akan
mendorong individu untuk meningkatkan pentingnya kebersihan
diri bagi kelangsungan hidup.
d. Tingkat pengetahuan atau perkembangan individu
Kedewasaan seseorang akan berpengaruh tertentu pada kualitas
diri orang tersebut, salah satunya adalah pengetahuan yang lebih
baik. Pengetahuan ini penting dalam meningkatkan status
kesehatan individu. Sebagai contoh, agar terhindar dari penyakit
kulit, kita harus mandi dengan bersih setiap hari.
e. Status kesehatan
Kondisi sakit atau cidera akan menghambat kemampuan individu
dalam melakukan perawatan diri. Hal ini tentunya berpengaruh
pada tingkat kesehatan individu. Individu akan semakin lemah
yang pada akhirnya jatuh sakit.
f. Kebiasaan
Ini ada kaitannya dengan kebiasaan individu dalam menggunakan
showers, sabun padat, sabun cair, shampoo, dll.
g. Cacat jasmani atau mental bawaan
Kondisi cacat dan gangguan mental menghambat kemampuan
individu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri.
5. Upaya mencegah gangguan personal hygiene
a. Mempertahankan kulit sehat
b. Menghindari bahan penyebab
c. Mengamati perubahan kulit
d. Tidak melakukan terapi sendiri
6. Prinsip personal hygiene
Kebersihan kulit dan membran mukosa sangatlah penting karena kulit
merupakan garis pertahanan tubuh yang pertama dari kuman penyakit.
Dalam menjalankan fungsinya, kulit menerima berbagai rangsangan
dari luar dan menjadi pintu masuk utama kuman pathogen ke dalam
tubuh. Bila kulit bersih dan terpelihara, kita dapat terhindar dari
berbagai penyakit, gangguan, atau kelainan yang mungkin muncul.
Selain itu, kondisi kulit yang bersih akan menciptakan perasaan segar
dan nyaman, serta membuat seseorang terlihat bersih dan cantik.

Prinsipnya meliputi beberapa hal yaitu :

a. Kulit
Umumnya, kulit dibersihkan dengan cara mandi. Ketika mandi,
kita sebaiknya menggunakan jenis sabun yang banyak
mengandung lemak nabati karena dapat mencegah hilangnya
kelembaban dan menghaluskan kulit. Sabun detergen jarang
digunakan untuk mandi karena sifatnya iritatif. Dalam memilih
dan memakai sabun, make up, deodorant, dan shampoo
hendaknya pilih produk yang tidak menimbulkan rasa perih atau
iritasi. Kulit anak – anak cenderung lebih tahan terhadap trauma
dan infeksi. Meski demikian, kita harus rutin membersihkannya
karena anak sering sekali buang air dan senang bermain dengan
kotoran.
Cara perawatan kulit adalah sebagai berikut :
1) Biasakan mandi minimal 2 kali sehari atau setelah
beraktifitas.
2) Gunakan sabun yang tidak bersifat ititatif.
3) Sabuni seluruh tubuh, terutama area lipatan kulit seperti sela –
sela jari, ketiak, belakang telinga, dll.
4) Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah.
5) Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari
wajah, tangan, badan, hingga kaki.
b. Kuku
Kuku merupakan pelengkap kulit. Kuku terdiri atas jaringan
epitel. Badan kuku adalah bagian yang tampak di sebelah luar,
sedangkan akarnya terdapat didalam lekuk kuku tempat kuku
tumbuh dan mendapat makanan. Kuku sehat berwarna merah
muda. Cara – cara merawat kuku antara lain :
1) Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau
memotongnya dalam bentuk oval (bujur) atau mengikuti
bentuk jari. Sedangkan kuku jari kaki dipotong dalam bentuk
lurus.
2) Jangan memotong kuku terlalu pendek karena bisa melukai
selaput kulit dan kulit disekitar kuku.
3) Jangan membersihkan kotoran di balik kuku dengan benda
tajam, sebab akan merusak jaringan di bawah kuku.
4) Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan.
5) Khusus untuk jari kaki, sebaiknya kuku dipotong segera
setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih
dahulu.
6) Jangan menggigit kuku karena akan merusak bagian kuku.
c. Rambut
Rambut merupakan struktur kulit. Rambut terdiri atas tangkai
rambut yang tumbuh melalui dermis. Rambut yang sehat terlihat
mengkilap, tidak berminyak, tidak kering, atau mudah patah.
Pertumbuhan rambut bergantung pada keadaan umum tubuh/
normalnya, rambut tumbuh karena mendapat suplai darah dari
pembuluh – pembuluh darah disekitar rambut. Bila rambut kotor
dan tidak dibersihkan lama kelamaan akan menjadi sarang kutu
kepala. Cara merawat rambut antara lain :
1) Cuci rambut 1-2 kali seminggu ( atau sesuai kebutuhan )
dengan memakai shampoo yang cocok.
2) Pangkas rambut agar terlihat rapi. Gunakan sisir yang
bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi
rambut dengan minyak.
3) Jangan gunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa
melukai kulit kepala.
4) Pijat – pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk
merangsang pertumbuhan rambut.
5) Pada jenis rambut ikal dan keriting, sisir rambut mulai dari
bagian ujung hingga ke pangkal dengan pelan dan hati – hati.
d. Gigi dan mulut
Mulut merupakan bagian pertama dari system perncernaan dan
merupakan bagian tambahan dari system pernafasan. Dalam
rongga mulut terdapat gigi dan lidah yang berperan penting dalam
proses pencernaan awal. Selain gigi dan lidah, ada pula saliva
yang penting untuk membersihkan mulut secara mekanis. Mulut
merupakan rongga tidak bersih sehingga harus selalu dibersihkan.
Salah satu tujuan perawatan gigi dan mulut adalah untuk
mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui mulut
(misal : tifus, hepatitis) mencegah penyakit mulut dan gigi,
meningkatkan daya tahan tubuh (Adam, syam sunir, 1994). Cara
merawat gigi antara lain :
1) Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam.
2) Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel
benda keras. (misal : membuka tutup botol).
3) Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat
menyebabkan gigi patah.
4) Menyikat gigi sesudah makan dan khusunya sebelum tidur.
5) Memakai sikat gigi yang berbulu banyak, halus, kecil
sehingga dapat menjangkau bagian dalam gigi.
6) Meletakkan sikat pada sudut 450 di pertemuan antara gigi dan
gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi.
7) Menyikat gigi dari atas ke bawah dan seterusnya.
8) Memeriksakan gigi secara teratur tiap 6 bulan sekali
e. Mata
Mata yang sehat akan tampak jernih dan bersih dari kotoran.
Kotoran dapat menempel pada bulu mata dan sudut mata. Cara
merawat mata antara lain :
1) Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam ke bagian
luar.
2) Saat mengusap mata, gunakanlah kain yang paling bersih dan
lembut.
3) Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran.
4) Bila menggunakan kaca mata, hendaklah selalu dipakai.
5) Bila mata sakit cepat periksakan ke dokter.
f. Hidung
Cara merawat hidung antara lain :
1) Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air atau benda kecil.
2) Jangan biarkan benda kecil masuk kedalam lubang hidung,
sebab nantinya dapat terhisap dan menyumbat jalan nafas
serta menyebabkan luka pada membran mukosa.
3) Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung, hembuskan
secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung
tetap terbuka.
4) Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan
menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung.
g. Telinga
Saat membersihkan telinga bagian luar hendaklah kita tetap
memperhatikan telinga bagian dalam. Cara – cara merawat telinga
adalah sebagai berikut :
1) Bila ada kotoran yang menyumbat telinga, keluarkan secara
perlahan dengan menggunakan penyedot telinga.
2) Bila menggunakan air yang disemprotkan, lakukan dengan
hati – hati agar tidak menimbulkan kerusakan pada telinga
akibat tekanan air yang berlebih.
3) Aliran air yang masuk hendaklah dialirkan ke saluran telinga
dan bukan langsung ke gendang telinga.
4) Jangan gunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan
kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga.
h. Perineum
Tujuan dari perawatan perineum adalah untuk mencegah dan
mengontrol infeksi, mencegah kerusakan kulit, meningkatkan
kenyamanan, serta mempertahankan kebersihan diri (Poter &
Perry, 2000).

7. Upaya perawat dalam melakukan personal hygiene


Perawat memiliki peran penting didalam upaya menjaga dan
memenuhi kebutuhan personal hygiene pasien. Upaya tersebut dapat
dilakukan dengan cara melakukan proses keperawatan yaitu (Hidayat,
2006) :
a. Pengkajian
1) Riwayat Keperawatan
Tanyakan tentang pola kebersihan individu sehari-hari,
sarana dan prasarana yang dimiliki, serta faktor-faktor yang
mempengaruhi hygiene personal individu baik faktor
pendukung maupun faktor pencetus.
2) Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik, kaji personal hygiene individu, mulai
dari ekstremitas atas sampai bawah:

a) Rambut : Amati kondisi rambut (warna, tekstur,


kualitas), apakah tampak kusam? Apakah ditemukan
kerontokan?
b) Kepala : Amati dengan seksama kebersihan kulit kepala.
Perhatikan adanya ketombe, kebotakan, atau tanda-tanda
kemerahan.
c) Mata : Amati adanya tanda-tanda ikterus., konjungtiva
pucat, sekret pada kelopak mata, kemerahan dan gatal-
gatal pada kelopak mata.
d) Hidung : Amati kondisi kebersihan hidung, kaji adanya
sinusitis, perdarahan hidung, tanda-tanda pilek yang tak
kunjung sembuh, tanda-tanda alergi, atau perubahan pada
daya penciuman.
e) Mulut : Amati kondisi mulut dan amati kelembabannya.
Perhatikan adanya lesi, tanda-tanda radang gusi atau
sariawan, kekeringan atau pecah-pecah.
f) Gigi : Amati kondisi dan kebersihan gigi. Perhatikan
adanya tanda-tanda karang gigi, karies, gigi pecah-pecah,
tidak lengkap atau gigi palsu.
g) Telinga : Amati kondisi dan kebersihan telinga.
Perhatikan adanya serumen atau kotoran pada telinga,
lesi, infeksi, atau perubahan pada daya pendengaran.
h) Kulit : Amati kondisi kulit (tekstur, turgor, kelembaban)
dan kebersihannya. Perhatikan adanya perubahan warna
kulit, kulit keriput, lesi, atau pruritus.
i) Kuku tangan&kaki : Amati bentuk dan kebersihan kuku.
Perhatikan adanya kelainan atau luka.
j) Genetalia : Amati kondisi dan kebersihan genetalia
berikut area perineum. Perhatikan pola rambut pubis.
Pada laki-laki perhatikan kondisi skrotum dan testisnya.
k) Personal hygiene secara umum : Amati kondisi dan
kebersihan kulit secara umum. Perhatikan adanya
kelainan kulit atau bentuk tubuh.

b. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi


1) Kurangnya perawatan diri:mandi/hygiene berhubungan dengan
gangguan kognitif, kurangnya motivasi, gangguan penglihatan.
Intervensi :
a) Cegah kulit dari iritasi dan injury
b) Kuku tajam, cincin yang dapat membuat luka kecil perlu
dihindari
c) Hindarkan penggunaan handuk yang kasar serta menggosok
badan secara kasar yg dapat menyebabkan kerusakan
jaringan.
d) Anjurkan klien untuk mandi atau seka kurang lebih 2x/hari.
e) Anjurkan klien setelah mandi kulit dikeringkan secara hati-
hati terutama di area bawah payudara, ketiak, sela paha
diantara jari kaki.
f) Anjurkan klien untuk memakai lotion setelah mandi.
g) Cegah kulit dari iritasi dan injury
2) Gangguan integritas kulit berhubungan dengan immobility,
gangguan sirkulasi vena dan arteri.
Intervensi :
a) Anjurkan klien untuk memakai lotion setelah mandi
b) Anjurkan klien untuk miring kanan miring kiri saat tidur
untuk menghindari gangguan integritas kulit berlebih.
c) Jika klien merasa gatal-gatal, anjurkan klien agar tidak
menggaruk secara berlebihan untuk mengurangi luka
berlebih.
3) Gangguan Body Image berhubungan dengan penampilan fisik.
halitosis, tidak adanya gigi.
Intervensi :
a) Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang
ganguan body image saat ini.
b) Observasi tentang kebiasaan klien saat menyikat gigi
c) Anjurkan klien untuk memakai gigi palsu untuk
meningkatkan body image klien.
d) Berikan pengertian pada klien bahwa keaadan tersebut
sangat fisiologis dan semua orang akan mengalami hal
tersebut
4) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan trauma mukosa
mulut.
Intervensi :
a) Gosok gigi setelah makan
b) Irigasi diperlukan untuk cleaning mencegah plaq.
c) Pilihlah sikat gigi yang lunak untuk menghindari luka pada
daerah mulut
d) Klien yg infeksi oral
 Jangan gunakan gigi palsu
 Beriobat kumur–kumur (betadine kumur)
 Gunakan liquid topikal antibiotik