Anda di halaman 1dari 29

RESUME 3

ILMU KEALAMAN DASAR


“Alam Semesta Dan Tata Surya, Bumi Sebagai Planet,
Struktur Bumi”

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
18 BKT 13

Elva Riani (18129171)


Irma Achmarani (18129062)
Ririn Sukrina (18129205)
Rita Indah Mesra Yani (18129078)

DOSEN PEMBIMBING : Dra. Zuryanty,M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Kealaman
Dasar (IKD) yang berjudul“Bumi dan Alam Semesta”.Salawat dan salam kita
haturkan kepada Nabi Muhammad SAW karena berkat beliau lah kita bisa merasakan
ilmu pengetahuan pada sekarang ini.Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima
kasih kepada ibuk Dra. Zuryanty M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Ilmu
Kealaman Dasar yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran kepada kami.

Kami telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian makalah ini,
namun kami menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata
bahasanya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari pembaca demi sempurnanya makalah ini. Kiranya isi makalah ini bermanfaat
dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan. Terima kasih.

Bukittinggi, 21 September 2020

Kelompok 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................


DAFTAR ISI .............................................................................................................
BAB I ..........................................................................................................................
PENDAHULUAN ....................................................................................................
A. Latar Belakang ....................................................................................................
B. Rumusan Masalah ...............................................................................................
C. Tujuan ..................................................................................................................
BAB II .......................................................................................................................
PEMBAHASAN .......................................................................................................
A. Komponen dan Isi Alam Semesta (Mikrokosom dan Makrokosmo)...............
B. Terjadinya Alam Semesta...................................................................................
C. Tata Surya ...........................................................................................................
D. Kedudukan Bumi sebagai bagian dari tata surya.............................................
BAB III ......................................................................................................................
PENUTUP .................................................................................................................
A. Kesimpulan...........................................................................................................
B. Saran .....................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................
SOAL .......................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu alamiah atau sering disebut juga Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala dalam alam semesta
dengan akal sehingga timbul konsep. Sedangkan ilmu alamiah dasar hanya
membahas prinsip-prinsip dasar dari ilmu alamiah.
Salah satu konsep dasar dari ilmu alamiah yaitu alam semesta. Alam
semesta atau jagat raya didefinisikan sebagai ruang dan waktu dimana semua
energi dan materi berpadu. Terjadinya alam semesta telah dipelajari oleh
manusia sejak dahulu. Terbentuknya alam semesta menjadi teka-teki yang
menyibukkan bagi umat manusia. Tata surya adalah kumpulan benda langit
yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang
terikat oleh gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet
yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, satelit alami yang telah
teridentifikasi dan jutaan benda langit lainnya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang dikemukakan dapat dirumuskan sebagai
berikut :
1. Apa saja komponen dan isi alam semesta?
2. Bagaimana proses terjadinya alam semesta.
3. Apa itu tata surya,proses terbentuknya beserta anggota dari tata surya?
4. Bagaimana kedudukan bumi sebagai bagian dari sistem tata surya?
C. Tujuan
1. Mengetahui komponen dan isi alam semesta
2. Mengetahui proses terjadinya alam semesta
3. Mengetahui apa itu tata surya,proses terbentuknya tata surya serta anggota
dari tata surya
4. Mengetahui kedudukan bumi sebagai bagian dari sistem tata surya
BAB II

PEMBAHASAN

A. Komponen dan Isi Alam Semesta (Mikrokosom dan Makrokosmos).


Soerjani (2016 : 1.3) alam Semesta, alam raya, jagat raya atau universe dalam
arti luas berarti totalitas dari segenap pengada (entities) dan semua tatanan dari proses
yang ada. Dalam istilah ini tercakup semua modus dari eksistensi Alam, maka
segenap ilmu pengetahuan, seperti astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika,
sosiologi, antropologi, dan psikologi memberikan saham pengertian tentang apa yang
terkandung dalam subjek, materi, tatanan, dan masalah yang menyeluruh ini. Dalam
pengertian yang lebih sempit, di dalam alam semesta tercakup sistem dari seluruh
benda astronomi. Atas dasar batasan ini maka ilmu yang mempelajari jagat raya
disebut kosmologi. Ilmu pengetahuan tentang jagat raya ini menjangkau wilayah
astronomi yang dengan sistem fisik melewati batas yang dapat dijangkau oleh
teleskop modern, kemudian dengan menggunakan fisika matematik mampu
menghasilkan gambaran tentang alam semesta.
Sudjatinah (2010 :38) berpendapat bahwa Alam semesta adalah ruang dan
benda-benda langit yang ada di dalamnya. Alam semesta terdiri dari mikrocosmos
dan makrokosmos.
Harmoni (1994: 28) memaparkan pengertian alam semesta mencakup tentang
mikrokosmos dan makrokosmos.Mikrokosmos adalahbenda-benda yang mempunyai
ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya.
Sedang makrokosmos adalah benda-benda yangmempunyai ukuran yang sangat
besar, misalnyabintang, planet, galaksi.
Alam semesta atau jagad raya juga didefinisikan sebagai ruang dan waktu
dimana semua energi dan materi berpadu. Alam semesta kadang disebut alam raya
atau mayapada. Trjadinya alam semesta telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu
hari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan akal pikiran manusia yang diikuti
oleh kemanjuan teknologi. Pandangan terhadap alam semesta semakin luas.
Keberadaan Bumi yang merupakan benda alam sebagai salah satu planet
dalam sistem Matahari. Dijelaskan pula bahwa makna pemahaman dari ekologi
adalah mempelajari kehidupan dalam ekosistem di Bumi. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa Bumi dalam Kosmologi melalui biologi (ilmu hayat atau ilmu
tentang kehidupan) memperkenalkan benda-benda alam mikro yang terdiri atas unsur
insani (makhluk hidup, biota) dan unsur ragawi (benda nirhidup, abiota) yang berada
bersama dalam suatu ekosistem. Artinya Bumi sebagai unsur kosmologi menjelaskan
secara jelas melalui biologi hubungan kosmologi dengan unsur kehidupan,Soerjani (
2014:1.9)
1. Mikrokosmos.
Pada tahun 1665 ilmuan bangsa inggris Robert Hooke dengan menggunakan
mikroskop yang masih sederhana, melihat bahwa gabus terdiri dari struktur
gelembung berdinding seperti sarang lebah. Rongga berdinding ini disebut sel
oleh para ilmuan dan sel ini sebagai kotak-kotak kecil yang berisi kehidupan.
Pada tahun 1869, Frederich miescher, seorang ahli bi kimia, berhasil
memisahkan suatu zat dari inti sel. Zat ini sekarang diberi nama asam-
dioksiribonukleat (DNA). DNA ini merupaan mata rantai antara zat bernyawa dan
tidak bernyawa.
Pada tahun 1950, Maurice Wilkins, seorang ahli bifisika, mulai meneliti
rahasia kehidupan yang menyangkut perbanyakan diri atau berkembang. Dengan
bantuan kristalografi sianar X Wilkins berusaha menyingkap struktur DNA.
Pada tahun 1953, James Watson, seorang ahli biologi dan Francis Crick,
seorang ahli fisika dapat membuktikan bahwa struktur DNA berupa pilin rangkap
yang dapat terbelah menjadi dua, Harmoni (1994 : 28-29)
Mikroskop yang mempunyai perbesaran seribu kali dapat dipergunakan untuk
mengamati Euglena. Euglena ialah organisme bersel tunggal dan dapat diambil
sebagai contoh dari prilaku sel dan sebagai suatu kesatuan. Dari organisme ini
ternyata dapat diterapkan pada organisme tinggkat tinggi seperti manusia,
sehingga proses kehidupan dapat dipelajari. Mempelajari mikrokosmos benar-
benar menakjubkan karena dalam ukuran yang sangat kecil. Kenyataan awal
kehidupan yang di pelajari pada mikrokosmos sama menariknya dalam dunia
makrokosmos yang berukuran sangat besar sebagai awal perkenalan untuk alam
semesta.
2. Makrokosmos.
Mulai saat sebelm mengenal huruf sampai dengan berkembangnya astronomi,
manusia berusaha mengenal alam semesta dengan baik. Usaha itu antara lain:
a. Memberi nama bendabenda angkasa, dan menghormatinya sebagai dewa-
dewa yang berpengaruh terhadap kehidupan makhluk bumi. misalnya Dewa
Matahari yang memberi cahaya dan tenaga, Dewi Venus sebagai dewi
kecantikan, dan pada mitologi Mesir, bumi dan langit dikuasai oleh dewa Keb
dan dewi Nut, sedangkan menurut mitologi Yunani dikuasai oleh Gaia dan
Ouranos.
b. Membaca gerak gerik langit, kemudian menentukan lamanya hari, bulan dan
tahun. Dengan memperhatikan letak bintang, perubahan letak bulan dan
matahari, petani dapat menentukan musim bertanam, para pengembara dan
nelayan dapat menentukan arah jalan perjalanan.
c. Gallileo (1564-1642), seorang ahli mekanika dan dinamika, membuktikan
untuk pertama kalinya bahawa bumi hanya sebuah planet kecil diantara
planet-planet yang lain. Dengan menggunakan teleskop ia dapat melihat
bahwa Yupiter dikelilingi oleh empat bulan, sedangkan Bumi hanya
mempunyai satu bulan. Setelah Galilie menemukan teleskop, makin banyak
benda langit ditemukan. Teleskop refraktor yang di temukannya mampu
menjadikan mata manusia ”lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang
tidak bisa diamati melalui mata telanjang.
d. Dengan dipengaruhi oleh ajaran Copemicus, Keppler (1571-1830)
mengemukakan tentang Hukum Keppler yang memperkuat ajaran
Heliocentris.
Hukum Keppler:
1) Orbit planet-planet yang mengelilingi matahari berupa elips dan matahari
sebagai pusat di dalam orbit tersebut.
2) Semakin jauh planet matahari, laju planet di dalam orbitnya semakin
lambar.
3) Pangkat dua periode tempuh planet sebanding dengan pangkat tiga jarak
planet ke matahari.
e. Isaac Newton (1642-1772), mengembangkan hukum keppler, dan dengan
dilandasi mekanika menghasilkan Hukum Gravitasi Semesta. Dikemukakan
bahwa ada dua gaya yang bekerja pada planet ketika mengelilingi matahari
yaitu:
1) Inersi atau manifestasi kelembaman yag mendorong planet untuk
meninggalkan matahari dengan garis lurus.
2) Gaya gravitasi, yaitu merupakan gaya yang pasti dimiliki oleh semua
benda yang selalu menarik benda lain untuk tetap pada orbit matahari.
f. Terdorong oleh masalah-maslah dalam astronomi timbul hukum-hukum
cahaya, gelombang elektromagnetik, kimia, fisika atom, dan lain-lain.
g. Albert Einstain (1879-1955), berhasil merumuskan kembali makanika klasik
dan mengubah persamaanpersamaan seuai dengan hukum-hukum baru tentang
cahaya. Keberhasilan Enstain tersebut mengubah pandangan manusia tentang
pusat orbit matahari yang bernama galaksi dan ternyata di angkasa lepas
terdapat berjuta-juta galaksi. Galaksi Bhimasakti yang merupakan orbit
matahari kita hanya merupakan satu diantara berjuta galaksi yang lain.
h. Dalam abad 20 manusia berhasil mendarat di bulan, mendekati Venus,
mengamati planet Mars, dan dapat tinggal di ruang angkasa. Harmoni (1994
:29-30), Harmoni (2994 : 29-30)

Soerjani (2014 : 1.3) memaparkan dalam perkembangan kosmologi tercatat


nama pakar-pakar dari berbagai bangsa, seperti Alearghani ahli astronomi dari
abad 9, sebelumnya juga dikenal Eudoxus Cnidus (Abad 4 SM), Calippus Cyzicus
(Abad 4 SM), Aristoteles (384-322 SM) dan sebagainya. Kemudian pada tahun
1543 Nicolaus Copernicus mengajukan teori matematik tentang pergerakan planet
yang lebih dapat diterima daripada teori sebelumnya. Nama pakar-pakar ini
bertambah dengan Rene Descartes, Isaac Newton, dan sebagainya. Demikian juga
tercatat seorang pakar astronomi Indonesia bernama Prof. Dr. Bambang Hidayat,
guru besar astronomi, ITB, Bandung.

Sedangkan untuk kompenan dan isi alam semesta, Harmoni (1994: 30-32)
menjelaskan alam semesta itu sendiri terdiri dari semua materi, termasuk tenaga dan
radiasi serta segala hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa
pasti ada di antarariksa. Bumi, Bulan, planet-planet dan matahari yang termasuk
dalam Tata Surya hanyalah titik kecil diantara 200 milyar bintang penyusun galaksi
Bhimasakti. Perhitungan sampai angka 200 milyar bintang ini merupakan perkiraan
untuk sebuah galaksi (yakni galaksi Bhimasakti) yang mempunyai garis tengah sektar
100.000 tahun cahaya.

1. Bintang.
Matahari adalah satu bintang diantara 200 milyar bintang lain yang bergerak
dalam satu sistem yang disebut Galaksi Bhimasakti. Menurut catatan George O.
Abell, terdapat 39 bintang terdekat dengan matahari kita. Misalnya Proxima
Century berjarak 1.31 PC atau 1.31 x 206.265 AU (Australia Unit). Satu AU
adalah jarak antara matahari ke bumi sama dengan 149,6 km.
Matahari bersama sistemnya atau tata-suryanya mengitari galaksi Bimasakti
di dalam garis edaranya dengan kecepatan 240 km per detik atau 864.00 km per
jam. Untuk sekali edar dan kembali ke posisi semula, matahari memeriukan
200.000 tahun.
Dilihat dari Bumi, bintang-bintang di langit tampak berkelompok dan terdiri
dari belasan, puluhan sampai ratusan bintang. Kelompok-kelompok bintang
.tersebut dinamakan Ras Bintang. Pengelompokkan di dalam rasi bintang hanya
didasarkan pada letak kelompok tersebut dilihat dari Bumi.
2. Galaksi.
Di alam semesta ini terdapat beratus-ratus galaksi dengan bethagai bentuk dan
ukuran. Dilihat dari bentuknya ten lapat beberapa tipe galaksi, diantaranya galaksi
spiral, galaksi spiral berbatang, galaksi elips dan galaksi yang tidak beraturan.
Berdasarkan umumnya, diduga berturut-turut galaksi yang tidak beraturan
merupakan galaksi yang tennuda, kemudian galaksi spiral dan yang tertua adalah
galaksi elips.
Berikut tipe-tipe Galaksi yaitu:
a. Galaksi tidak beraturan.
Terdiri dan bermilyar-milyar bintang muda berwama putih kebiruan dan
bintang raksasa bins yang sangat panas. Diantara bintang-bintang tersebut
bertebaran gas dan debu angkasa luar.
b. Galaksi spiral.
Berbentuk spiral amat besar dengan inti di tengah (nukleus), mempunyai
lengan spiral dan cakram atau disk. Bila dilihat dari samping, galaksi ini
tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi annosfir bercahaya, serta
terdapat linglcaran-linglcaran kumpulan beribu-ribu bintang yang disebut
globular-cluster yang bertebaran di pinggir galaksi berbaur dengan corona.
Matahari berada di lengan galaksi. Di sekeliling pusat dan selubung galaksi
terdapat bintang-bintang yang lebih tua yang berwama merah, bintang yang
berukuran kerdil dan bintang yang terkadang tampak terang dan terkadang
tampak suram atau bintang molahmalih. Tipe galaksi spiral merupakan tipe
galaksi yang terbanyak
c. Galaksi Elips.
Merupakan galaksi yang sudah tua, tidak membentuk bintang-binang
bane lagi. Galaksi ini merupakan galaksi yang amat besar dan tersusun oleh
bintangbintang yang telah tua.

Bedasarkan pengamatan, Galaksi Bimasakti berwujud spiral raksasa yang


bergerak berputar. Dan samping tampak sebagai elips sangat besar. Bintang-bintang
bertebaran dalam lengan spiral. Di antara bintang-bintang tersebut Matahari berada
pada jarak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau 20.000 tahun cahaya dari
ujung galaksi.

Galaksi Bimasakti bergaris tengah 100.000 tahun cahaya. Makin ke pusat


galaksi, tebaran bintang-bintang tampak makin rapat dan diperkirakan dikitari pula
oleh corona atau atmosfer angkasa luar. Nama-nama galaksi diberikan berdasarkan
simbol nama penemunya, sebagai contoh Andromeda dikenal sebagai galaksi Messer
31. Sebelum ditetapkan sebagai galaksi atau benda angkasa lain, para astmnom
menyebut suatu temuan di angkasa sebagai nebula.

Nebula adalah kabut suram yang terdiri dari debu dan gas antar bintang. Banyak
temuan-temuan yang alchimya terbukti sebagai galaksi sehingga penamaannyapun
terns berkembang, maka dikenal nama-nama kale NGC (New General Catalogue)
yang terdiri dan 8.000 nebula. Muncul pula nama-nama IC (Index Catalogue) dengan
13.000 nebula, yang temyata sebagai besar nebula tersebut adalah galaksi.

B. Terjadinya Alam Semesta


Pendapat tentang terbentuknya alam semesta barn merupakan teori, yang
meskipun sudah banyak penelitian dilakukan namun masih tetap dalam tingkat teori
saja. Pada dasamya ada dua pendapat tentang terbentuknya alam semesta ini, yaitu
sebagai berikut
1. Teori keadaan tetap (steady state theory).
Harmoni (1992 : 32) Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi
dan Thomas Gold. Teori ini berdasarka prinsip kosmologi sempuma yang
menyatakan bahwa alam semesta ini dimanapun dan bilamanapun selalu sama.
Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi barn mempunyai jumlah yang
sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara ringkas
menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh, menjadi tua dan
akhimya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta tidak tethingga
besamya dan tidak tethingga tuanya (tanpa awal dan tanpa akhir).
Dari hasil pemotretan satelit telah diketahui kecepatan radial galaksi-galaksi
menjauhi Bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi dan bumi, maka
disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi
tersebut bergerak menjauhi bumi. Dan hasil penemuan ini menguatkan bahwa
alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontralcsi). Dengan
demikian baru ada ledakan atau dentuman yang mendahului adanya
pengembangan.
Sudjatinah (2010 :38-39) menjelaskan poin-poin penting dari teori keadaan
tetap ini yaitu:
a. Berdasarkan prinsip kosmologi sempurna, yaitu alam semesta dimanapun dan
bilamanapun selalu sama.
b. Alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu.
c. Segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama, walaupun galaksi-galaksi
saling bergerak menjauhi satu sama lain.
d. Tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati
(galaksi baru memiliki jumlah sebanding dengan galaksi lama).
e. Alam semesta tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa awal
dan tanpa akhir)
2. Teori dentuman besar (big-bang theory).
Harmoni (1992 : 32-33) Teori ini berlandaskan asumsi bahwa ada suatu massa
yang sangat besar dan mempunyai massa jenis yang sangat besar. Karena adanya
reaksi inti, kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian
mengembang dengan tangat cepat menjauhi pusat ledakan. Menunit teori ini ada
beberapa masa yang penting selama terjadinya alam semesta, yaitu :
a. Masa batas dinding Planck, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-49
detik benlasatica basil perhitungan Planck.
b. Masa Jiffy, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-23 detik, dengan
jarijari− alam semesta 10-3 cm dengan kerapatannya 1055 kali kerapatan air.
c. Masa Quatk, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-4 detik. Pada
masa ini partikel-partikel sating bertumpang tindih dan tidak berstruktur serta
diikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai kerapatan 109 ton per
cm3 .
d. Masa pembentukan Lipton, yaitu masa pada saat alam semesta berumur
setelah− 10-4 detik.
e. Masa radiasi, yaitu masa alam semesta berumur 1 detik sampai 1 juta detik
kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi helium. Mempunyai
suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat berumur 108 sampai 106 tahun,
mempunyai suhu 3.000 derajat Kelvin.
f. Masa pembentukan galaksi, yaitu pada usia alam semesta 108 sampai 109
tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut pilin yang berputar
membentuk piringan raksasa.
g. Masa pembentukan tata surya, yaitu pada usia 4,6 x 109− taltun. Pada saat
usia galaksi masih berupa kabut pilin yang berputar membentuk piringan
raksasa. masa pembentukan tata surya, yaitu pada usia 4,6 x 109− tahun.

Selanjutnya Sudjatinah (2010 :39) menjelaskan poin penting dari teori


dentuman besar (big-bang theory) yaitu:

a. Landasan teori adalah asumsi adanya massa yang sangat besar dan memiliki
massa jenis yang sangat besar.
b. Karena adanya reaksi inti, kemudian meledak dengan dahsyat. Massa tersebut
kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan
C. Tata Surya
1. Pengertian Tata Surya
Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari,
delapan planet, planet-kerdil, komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil
lainnya. Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di mana anggota Tata Surya
yang lain beredar mengelilingi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar
mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing.
2. Asal Usul Tata Surya
Tentang teori asal tata surya ini banyak dikemukakan orang, tetapi
belum ada satu pun yang dapat diterima oleh semua pihak. Berikut ini di antara
teori-teori tersebut.
a. Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jef-fres
pada tahun 1919. Menurut teori ini, ratusan juta tahun yang lalu sebuah
bintang bergerak mendekati Matahari dan kemudian menghilang. Pada saat
itu, sebagian Matahari tertarik dan lepas. Dari bagian Matahari yang lepas
inilah kemudian terbentuk planet-planet.
b. Teori Bintang Kembar
Menurut teori ini, kemungkinan dahulu matahari merupakan
sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab, salah satu bintang meledak
dan oleh gaya tarik gravitasi bintang yang sa unya (Matahari yang
sekarang), pecahan tersebut tetap berada di sekitar dan beredar
mengelilinginya.
c. Teori Nebular
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Kant dan Laplace pada
tahun 1796. Menurut teori ini, mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebule.
Kabut gas ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan sedikit Helium.
Nebule ini mengisi seluruh ruang alam semesta. Karena proses
pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berpusing. Proses ini
mula-mula lambat, kemudian semakin cepat dan bentuknya berubah dari
bulat bola menjadi semacam cakram.
d. Teori Big Bang
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini,
pada mulanya alam semesta berupa sebuah "primeval atom" yang berisi
semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika, atom ini
meledak dan seluruh materinya terlempar ke ruang alam semesta. Sejak itu,
dimulailah ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus
berlangsung jutaan tahun lagi. Timbul dua gaya saling bertentangan, yang
satu disebut gaya gravitasi, dan lainnya dinamakan repulsi kosmis. Dari kedua
gaya tersebut, gaya kosmis lebih dominan sehingga alam semesta masih
terus akan ekspansi. Pada suatu saat nanti, ekspansi tersebut pasti
berakhir.
e. Teori-Creatio Continua
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle. Bendi, dan Gold. Menurut
teori creatio continua atau continuous creation, saat diciptakan, alam
semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap
ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan
tidak akan berakhir. Pada setiap saat, ada partikel yang dilahirkan dan ada
yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi
kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta.
Karena partikel yang dilahirkan lebih besar daripada yang lenyap, maka
jumlah materi semakin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam
semesta.
f. Teori G.P. Kuiper
Pada tahun 1950, G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan
keadaan yang ditemui di luar tata surya dan menyuarakan
penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikemukakan yang
mengandaikan bahwa Matahari serta semua planet berasal dari gas purba
yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini, terdapat banyak kabut gas
dan di antara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang
D. Anggota Tata Surya
Tata surya terdiri dari Matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti
planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu, dan gas antarplanet beredar
mengelilinginya. Keseluruh-an sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi:
1. Matahari
Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar. Pada tata surya
kita di mana 98 % massa tata surya terkumpul pada Matahari. Di samping
sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-
masing fotosfer, chromosfer, dan corona. Pada pusat Matahari, suhunya
mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit
fotosfer suhunya ± 6000° C dan memancarkan hampir semua cahaya.
Menurut J.R. Meyer, panas Matahari berasal dari batu meteor yang
berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan Matahari. Sedangkan
menurut teori kontraksi H. Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola
gas. Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena:
a. Merupakan sumber energi (sinar panas).
Energi yang terkandung dalam batubara dan minyak bumi sebenarnya
juga berasal dari matahari.
b. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol
terjadinya siang dan malam, bulan, tahun, serta peredaran planet lain.
Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat,
berarti mempelajari bintang-bintang laina
2. Planet
Berdasarkan kriteria IAU, planet adalah benda langit yang:
1) Mengorbit Matahari
2) Bentuk fisiknyanya cenderung bulat
3) Orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain
Planet-planet yang berada dalam sistem Tata Surya adalah : Merkurius,
Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Sejak tahun 2006, Pluto tidak dikategorikan lagi sebagai planet karena
kriteria ke-3 dari tiga kriteria di atas tidak dipenuhi oleh Pluto. Pluto
memiliki orbit yang memotong orbit Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto
belum bersih dari benda angkasa lain. Ukuran Pluto tidak lebih besar dari Bulan
dan jika dilihat dengan teleskop maka akan tampak benda angkasa lain yang
ukurannya hampir sama dengan Pluto yaitu yang diberi nama Charon
3. Planet-Kerdil
Planet-kerdil (Dwarf Planet) merupakan kategori baru dalam keanggotaan
Tata Surya berdasarkan resolusi IAU tahun 2006. Sebuah benda
angkasa dikatakan planet kerdil jika:
1) mengorbit Matahari
2) bentuk fisiknya cenderung bulat
3) orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain.
4) bukan merupakan satelit

Contoh dari planet kerdil ini adalah Pluto seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya. Contoh lain dari planet kerdil ini adalah Ceres yang
orbitnya berada di lingkungan asteroid. Ceres tadinya dikategorikan
sebagai salah satu asteroid terbesar yang berada di sabuk asteroid.
Sejak tahun 2006, Ceres dikategorikan sebagai planet kerdil karena
memenuhi kriteria di atas.

4. Planetoida atau Asteroida


Pada tahun 1801, Piazzi, seorang astronom bangsa Italia melalui
observasinya dengan teleskop menemukan benda langit yang berdiameter± 900
km (Bulan berdiameter 3000 km) beredar mengelilingi Matahari. Dalam
beberapa tahun kemudian ternyata ditemukan pula beberapa benda semacam
itu. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi Matahari pada jarak antara
Mars dan Yupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak +
2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbesar bernama Ceres dengan
diameter 750 km. Benda-benda langit itu disebut planetoida atau "bukan
planet", untuk membedakannya dengan planet utama yang telah diterangkan.
5. Komet atau Bintang Berekor
Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, tetapi komet bukan
tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan
anggota tata surya, yang beredar me-ngelilingi Matahari dan menerima
energinya dari Matahari.
6. Meteor
Meteor adalah benda langit yang sangat kecil,bergerak mengelilingi matahari
seperti planet. Meteor berada jauh dari bumi,tetapi ketika melintas terlalu dekat
dengan bumi dan memasuki lampisan atmosfer akan terlihat sebagai jalur cahaya.
Cahaya itu timbul karena bergerak dengan lampisan udara bumi. Karena meteor
bergerak sangat cepat ketika memasuki lapisan udara bumi,benda itu menjadi
panas,terbakar dan menyala,kemudian mehilang karena hancur.
7. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet,
dan bersama-sama beredar mengelilingi Matahari. Peredaran satelit
mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Di samping itu, satelit
juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri.
Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan
revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur, kecuali satelit dari planet
Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius,
Venus, dan mungkin juga Pluto.
E. Kedudukan Bumi Sebagai Bagian Dari Sistem Tata Surya
Bumi termasuk planet dalam (planet inferior) yang merupakan planet
ketiga setelah planet Merkurius dan planet Venus. Berdasarkan perbandingan
besarnya planet, Bumi termasuk kelompok planet minor/planet terestrial
(Merkurius, Venus, Bumi, Mars) yang ukuran dan massanya relatif kecil. Planet
Bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup. Seperti
planet lain dalam sistem Tata Surya, dari jauh Bumi tampak sebagai bola yang
melayang mengedari Matahari. Bumi mempunyai atmosfer yang terdiri dari 78% N2,
21% O2 sedangkan sisanya terdiri dari Argon 0,9%, Karbondioksida 0,03% dan gas-
gas mulia termasuk Ozon 0,07%. Permukaan Bumi sebagian besar tertutup air
hingga 71%, komposisi dalam bumi merupakan selubung yang sebelah luarnya
terdiri dari campuran Silisium dan Aluminium (Si Al), yang sebelah dalam terdiri
dari campuran Silisium dan Magnesium (Si Ma). Bagian inti lebih banyak
mengandung Nikel dan Ferum. Bumi hanya memiliki satu satelit yaitu Bulan atau
Luna. Di Bulan tidak terdapat atmosfer, tekanannya hanya 10 –9 atm.
Bumi disebut juga “planet biru” karena tampak berwarna biru apabila dilihat
dari luar angkasa. Planet bumi sangat unik dalam Tata Surya karena terdapat air
dalam tiga fasa (padat, cair, dan gas) sehingga memiliki lautan dan kutub es serta
terjadinya siklushidrologi (di antaranya hujan) yang berkesinambungan. Di bumi juga
berlangsung proses geologis secara aktif, yaitu terjadinya daur (siklus) geologi
yang menyebabkan permukaan Bumi terus mengalami perubahan dan
peremajaan (rejufenation) sepanjang waktu
Jarak antara Bumi dengan Matahari adalah 149 juta km. Jarak ini sering
diubah menjadi satuan jarak Astronomis atau Astronomical Unit (AU). Jadi 1 AU =
140 juta km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi = 24 jam. Satu hari
Venus = 247 hari bumi atau 247 x 24 jam bumi.
Bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit, yaitu
Bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 1/4 hari. Sekali memutar
keliling Matahari disebut juga 1 tahun. Bandingkan 1 tahun Merkurius = 88 hari,
sedangkan 1 tahun Mars lamanya 1,9 tahun Bumi. Massa jenis Bumi rata-rata ± 5,52.
1) Gerak Rotasi Bumi
Gerak Bumi berputar pada porosnya disebut rotasi dari bumi. Arah
rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari Barat ke Timur. Inilah
sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian Jaya dari pada di Jawa.
Satu kali rotasi Bumi menjalani 360° yang ditempuh selama 24 jam. Jadi,
setiap derajat ditempuh dalam 4 menit. Rotasi Bumi ini tidak dapat kita
saksikan. Gerak dari Timur ke Barat Matahari serta benda-benda langit
lainnya disebut gerak semu harian Matahari. Tempat-tempat yang terletak
pada garis bujur yang sama, maka sama pula waktunya.
Akibat Rotasi Bumi yaitu :
a) Gerak semu harian dari Matahari, yang seakan-akan Matahari, bulan,
bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya terbit di Timur dan
terbenam di Barat.
b) Pergantian siang dan malam di mana separuh dari bola bumi
menerima sinar Matahari (siang), sedangkan separuh bola lainnya
mengalami kegelapan (malam). Batas siang dan malam ini merupakan
sebuah lingkaran di sekeliling bumi.
c) Penyerangan atau penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat
diterangkan dengan hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak
bergerak lurus dari daerah maksimum ke daerah minimum, tetapi
membias ke kanan bagi belah bulatan Utara dan membias ke kiri bagi
belah bulatan Selatan. Hukum ini tidak hanya berlaku bagi arus hawa,
tetapi juga bagi arus air laut dan arus air sungai. Penggelembungan di
Khatulistiwa serta Pemepatan di kedua kutub Bumi.
d) Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan Bumi tersebut
serta pengurangan saya tarik hingga arah vertikal (unting-unting) tidak tepat
menuju ke titik pusat Bumi, kecuali di khatulistiwa dan di Kutub.
e) Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.
f) Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
2) Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan tiga sarjana, yaitu Galileo Galilei. Tycho Brahe, dan
Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus diakui
keunggulannya. Dalam susunan ini, aka bumi berevolusi mengelilingi
Matahari. Bumi beredar mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama
waktu satu tahun.
Selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah
yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya
23 1/2° terhadap bidang ekliptika tersebut.
Akibat dari revolusi bumi ialah:
a. Pergantian empat musim, yakni di sebelah Utara garis balik Utara (23
1/2 LU). Perubahan lamanya siang dan malam.
b. Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan.
Struktur Bumi
Seperti halnya kebanyakan benda langit, Bumi berbentuk bola, meskipun
agak pepat pada kedua kutubnya. Kepepatan itu akibat gerak rotasi mengelilingi
sumbunya. Oleh karena itu, jarak pusat Bumi terhadap khatulistiwa lebih
panjang daripada terhadap kutubnya. Panjang diameter pada khatulistiwa =
12.762 km, sedangkan panjang diameter pada kutub = 12.306 km. Diameter
rata-rata Bumi = 12.784 km. Berat jenis Bumi adalah 5.5, sedangkan
beratnya adalah 6,6 x 102' ton.
Bumi diselimuti oleh gas yang disebut atmosfer. Pada permukaan Bumi
terdapat lapisan air yang disebut hidrosfer. Bagian Bumi yang padat terdiri
atas kulit (kerak) atau lithosfer, dan bagian inti yang disebut centrosfer.
1. Lithosfer dan Centrosfer
Lithosfer tebalnya hanya kurang lebih 32 km (=32.000 m) dan
merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia yang berupa
benua-benua dan pulau-pulau sebagai tempat tinggal. Ketebalan lithosfer tidak
sama. Bagian tebal berupa benua setebal 8 km, bagian tipis berupa dasar laut
yang dalam setebal 3,5 km dan terdiri atas 2 lapisan, yaitu lapisan sebelah
atas. terdiri dari silikon dan aluminium dengan Berat Massa (BM) rata-rata
2,65 dan lapisan sebelah dalam, terdiri dari silikon dan magnesium dengan
BM 2,9. Di bawah lithosfer terdapat centrosfer yang dapat dibagi atas: Bagian
paling dalam yang disebut inti dalam, Bagian luar disebut inti luar, dan
Bagian mantel (lihat bagan); BM inti Bumi = 10,7
Berdasarkan BM sebesar 10,7 maka orang menduga bahwa inti
Bumi terdiri atas campuran logam Nikel dan Ferum (besi), dan inti inilah
yang menimbulkan adanya sifat-sifat kemagnetan Bumi, dengan kutub Utara
di bagian Selatan dan kutub Selatan terletak di bagian Utara. Letak itu tidak
tepat, tetapi mempunyai penyimpangan 17° dilihat dari pusat Bumi.
2. Hidrosfer
Hidrosfer tidak sepenuhnya menutupi seluruh permukaan Bumi, tetapi
hanya 75 % yang meliputi lautan, danau-danau, dan es yang terdapat dalam
kedua kutub. Kedalaman laut rata-rata 4000 m dan yang terdalam adalah di
dekat pulau Guam dengan kedalaman 11000 m.
Hidrosfer mempunyai pengaruh yang besar terhadap atmosfer karena
air yang menguap akan membentuk awan yang selanjutnya menimbulkan
hujan, kembali ke laut lagi. Siklus air semacam itu berlangsung berabad-abad.
Siklus itu menyebabkan air laut menjadi asin karena garam mineral yang
mudah larut pada kerak Bumi terbawa ke laut secara terus-menerus.
3. Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelubungi Bumi, yang
dalam kehidupan sehari-hari disebut udara. Tebal atmosfer sebesar 4800 km,
terhitung dari permukaan air laut. BJ bagian bawah 0,013, dan semakin ke
atas semakin kecil sampai mendekati 0.
Atmosfer terbagi atas tiga lapisan, yaitu (1) lapisan terbawah
setebal 16 km disebut troposfer; (2) lapisan tengah di atas 16-80 km
disebut Stratosfer, dan (3) lapisan teratas di atas 80 km disebut ionosfer.
Berikut ini uraian lebih terinci.
a. Troposfer
Lapisan setebal 16 km ini, pada daerah khatulistiwa menipis
hingga hanya 8 km pada kutub-kutub Bumi. Hampir seluruh uap air
yang terkandung dalam atmosfer terdapat di dalam lapisan ini.
Sehubungan dengan kandungan uap air itulah terjadi hujan, salju,
angin, dan badai. Pesawat terbang mengarungi udara hanya sampai batas
troposfer. Suhu troposfer terhitung dari permukaan Bumi ke atas
ternyata turun secara teratur, setiap 1,6 km turun secara drastis
menjadi 0. 2).
b. Stratosfer
Lapisan ini n.ulai dari 16 km sampai 80 km di atas Bumi. Suhu rata-
rata sekitar -35° C. Pesawat terbang sebenarnya masih dapat
mengarungi pada lapisan terbawah dari stratosfer, asal semua pintu
kabin dapat ditutup rapat dan udara di dalam pesawat diatur, terutama
kadar oksigennya hingga seperti kondisi dalam troposfer.
c. Ionosfer
Lapisan ini terdapat di atas 80 km dengan tekanan udara sangat rendah
sehingga semua partikel terurai menjadi ion-ion. Lapisan ionosfer
sangat penting sehubungan dengan komunikasi radio jarak jauh karena
lapisan ini merupakan pemantul gelombang radio. Fungsi pemantul
gelombang radio, sehubungan dengan permukaan Bumi melengkung
dan dalam troposfer sering terjadi gangguan cuaca
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan
makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran
yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya.
Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang
sangat besar, misalnya bintang, planet dan galaksi.
Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari
Matahari, delapan planet, planet-kerdil, komet, asteroid dan benda-benda
angkasa kecil lainnya. Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di mana
anggota Tata Surya yang lain beredar mengelilingi Matahari. Benda-benda
langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada
lintasannya masing-masing
Ada empat macam teori asal usul tata surya yaitu :
1. Teori kabut (nebula),
2. Teori planetesimal,
3. Teori bintang kembar, dan
4. Teori protoplanet.
Pengertian Bumi adalah suatu planet yang memiliki urutan ke tiga dari
matahari dan planet terbesar kelima dari semua planet yang ada di tata surya
Bumi mempunyai bentuk bulat tak sempurna dan juga pepat (padat). Luas
permukaan bumi sekitar 510.072.000 kilometer persegi dengan jari- jari rata-
rata 6.371 kilometer. Planet bumi memiliki gravitasi atau gaya tarik dengan
percepatan sebesar 9,780327 m/s2 yang dalam perhitungan matematis sering
dibulatkan menjadi 9,81 m/s2.
B. Saran
Sebaiknya semua pihak mempelajari tentang alam semesta dan tata
surya aga mengetahui berapa besar kekuasaan Allah SWT.
DAFTAR PUSTAKA

Harmoni, Ati (1994). Pengantar Ilmu Alamiah Dasar. Depok: Universitas


Gunadarma

Soerjani Mohammad. (2016). Ekologi Manusia. Tanggerang Selatan : Universitas


Terbuka

Sudjatinah. (2010). Ilmu Kealaman Dasar. Semarang : Universiti Press Semarang.

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319978/lainlain/Sistem+Tata+Surya+ver_Akhir_
hasil+proses+editing.pdf
SOAL

1. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar tentang matahari,kecuali..


a. Suhu permukaannya mencapai 6000oC
b. Terbentuk dari awan gas hidrogen dan debu yang memadat
c. Salah satu bintang anggota galaksi andromeda
d. Merupakan sumber energi bagi kehidupan di bumi
2. Planet yang tidak memiliki satelit yaitu...
a. Yupiter
b. Venus dan markurius
c. Saturnus dan uranus
d. Bumi dan venus
3. Penyataan di bawah ini yang menyatakan kedudukan bumi sebagai bagian
dari tata surya yaitu..(kecuali)
a. Bumi merupakan planet nomor 3 dari tata surya
b. Merupakan satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup
c. Planet bumi sangat unik dalam Tata Surya karena terdapat air dalam
tiga fasa (padat, cair, dan gas) sehingga memiliki lautan dan kutub es
serta terjadinya siklus hidrologi (di antaranya hujan) yang
berkesinambungan
d. Bumi merupakan planet yang tidak memiliki satelit
4. Bumi berotasi setiap 24 jam akibatnya...
a. Terjadi pergantian tahun
b. Terjadi pergantian bulan
c. Terjadi pergantian siang dan malam
d. Bumi beredar mengelilingi matahari
5. Susunan benda angkasa yang membentuk suatu sistem dengan matahari
sebagai pusatnya dinamakan ....
a. komet
b. galaksi
c. tata surya
d. planet dalam
e. bintang berekor
6. yang termasuk kedalam pembahasan mikrokosmos adalah
a. atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya.
b. bintang, planet, galaksi.dan sebagainya.
c. Sel bintang, amuba, bumi
d. Alam semesta, galaksi, bumi
e. Manusia, hewan, tata surya
7. Apa temuan James Watson tahun 1953 pada bidang mikrokosmos...
a. Melihat bahwa gabus terdiri dari struktur gelembung berdinding seperti
sarang lebah. Rongga berdinding ini disebut sel.
b. Berhasil memisahkan suatu zat dari inti sel.
c. Berhasil menyingkap struktur DNA.
d. Membuktikan bahwa struktur DNA berupa pilin rangkap yang dapat
terbelah menjadi dua.
e. Ditemukannya DNA ini merupaan mata rantai antara zat bernyawa dan
tidak bernyawa.
8. Pada umumnya teori terbentuknya alam semesta di bagi dua yaitu....
a. Teori Kant-Laplace (Hipotesis Kabut dari Kant-Laplace) dan
Teori Dentuman Besar ( Big-bang Theory )
b. Teori keadaan tetap (steady state theory), Teori dentuman besar (big-bang
theory).
c. Teori Planetisimal dan Teori Jean dan Jeffreys
d. Teori keadaan tetap (steady state theory) dan Teori Jean dan Jeffreys
e. Teori dentuman besar (big-bang theory) dan Teori Jean dan Jeffreys
9. Materi atau partikel yang terdapat di jagat raya yang tidak memiliki massa dan
bergerak dengan kecepatan cahaya disebut ....
a. Blackhole
b. dark matter
c. dark enegry
d. materi baryonic
e. radiasi
10. Daya tarik yang sangat besar dari matahari menyebabkan ….
a. planet-planet beredar mengelilingi matahari
b. terjadinya matahari
c. terjadinya planet-planet
d. temperatur yang sangat tinggi
e. massa yang besar dari matahari
KUNCI JAWABAN
1. C
2. B
3. D
4. C
5. C
6. A
7. D
8. B
9. E
10. E

Anda mungkin juga menyukai