Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS TINGGI

“Implementasi Teori Belajar Van Hiele dalam Pembelajaran Geometri


(Bangun Datar)”

Oleh

Reska Sri Harida

18129135

18 BKT 13

Dosen Pengampu : Drs. Syafri Ahmad, S.Pd, M.Pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020
A. Teori Belajar Van Hiele
Menurut van Hiele, terdapat tiga unsur utama dalam pengajaran
geometri, yaitu waktu, meteri pengajaran, dan metode pengajaran. Apabila
ketiga unsur itu dikelola dengan baik, maka peningkatan kemampuan berpikir
anak lebih tinggi.
Menurut van Hiele, terdapat lima tahapan pemahaman geometri, yaitu:
1. Tahap Pengenalan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Pengurutan
4. Tahap Deduksi
5. Tahap Keakuratan
B. Konsep Bangun Datar
1. Segitiga
Segitiga adalah bangun bersisi tiga yang tertutup dan sederhana. Apabila
hanya memperhatikan sisi-sisinya saja, maka ada tiga jenis segitiga:
a. Segitiga dengan Sisi Berlainan
Segitiga dengan sisi berlainan ialah segitiga yang ketiga sisinya
berlainan panjangnya.

b. Segitiga sama Kaki


Segitiga sama kaki Segitiga disebut samakaki jika memiliki dua
sisi yang sama. Masih ada kemungkinan bahwa sisi yang ketiga juga
sama panjang.

c. Segitiga sama Sisi


Segitiga samasisi ialah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.
Apabila yang diperhatikan sudut-sudutnya saja, terdapat tiga jenis
segitiga:
a. Segitiga Tumpul
Segitiga disebut tumpul jika salah satu sudutnya tumpul.

b. Segitiga Siku-Siku
Segitiga disebut siku-siku jika salah satu sudutnya siku-siku.

c. Segitiga Lancip
Segitiga disebut lancip jika semua sudutnya lancip.

2. Segiempat
Segiempat ialah bangun bersisi empat yang tertutup dan sederhana.
a. Persegi
1) Keempat sisinya sama panjang
2) Keempat sudutnya sama besar
Persegi ialah belah ketupat yang salah satu sudutnya siku-siku. atau
Persegi ialah persegi panjang yang dua sisinya yang berdekatan sama panjang.
Luas= s x s = s2
Keliling= 4x sisi (sisi+sisi+sisi+sisi)
b. Persegi Panjang
a. Sisi yang berhadapan sama panjang
b. Keempat sudutnya sama besar

Persegipanjang ialah jajar genjang yang salah satu sudutnya siku-siku


atau Persegipanjang ialah segiempat yang keempat sudutnya siku-siku.
Sifat-sifat persegipanjang:
1) Jumlah sudut-sudutnya sama dengan dua sudut lurusnya atau °360.
2) Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang.
3) Kedua diagonal sama panjang.
4) Persegi panjang mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat.
Luas= panjang x lebar
Luas= p x l
Keliling= panjang + lebar + panjang + lebar = 2 panjang + 2 lebar
= 2 (panjang+lebar) = 2 (p+l)
c. Belah ketupat
Belah ketupat ialah segiempat yang keempat sisinya sama panjang atau
Belah ketupat ialah jajargenjang yang dua sisinya yang berdekatan sama
panjang.

Sifat-sifat belah ketupat:


1) Jumlah sudut-sudutnya sama dengan dua sudut lurusnya atau °360.
2) Kedua diagonal membentuk sudut siku-siku (diagonal yang lain berdiri
tegak lurus pada diagonal lain)
3) Tiap-tiap sudut dibagi dua sama besar oleh diagonal.
4) Belahketupat mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat.
d. Jajar Jenjang
Jajargenjang ialah segiempat yang sisi-sisinya sepasang-sepasang
sejajar.
Sifat-sifat jajar genjang:
1) Jumlah sudut-sudutnya sama dengan dua sudut lurusnya atau °360.
2) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar.
3) Diagonal yang satu membagi diagonal yang lain menjadi dua bagian
yang sama panjang.
4) Mempunyai 2 simetri putar.

e. Trapesium
Trapesium ialah segiempat yang tepat sepasang sisi yang berhadapan
sejajar.
Jenis-jenis trapesium:
1) Trapesium samakaki
Trapesium samakaki ialah trapesium yang kedua sisi tegaknya
sama panjang.

2) Trapesium siku-siku
Trapesium siku-siku ialah trapesium yang salah satu sudutnya
siku-siku.
3) Trapesium sembarang

Sifat-sifat trapesium:
1) Jumlah sudut-sudutnya sama dengan dua sudut lurusnya atau °360.
2) Dalam trapesium sama kaki kedua sudut alasnya sama besar dan
kedua diagonalnya sama panjang.
3) Dalam trapesium sama kaki terdapat 1 simetri lipat.
4) Trapesium tidak mempunyai simetri putar.
f. Layang-layang
Layang-layang ialah segiempat yang dua sisinya yang berdekatan sama
panjang, sedangkan kedua sisinya yang lain juga sama panjang.

Sifat-sifat layang-layang:
1) Jumlah sudut-sudutnya sama dengan dua sudut lurusnya atau °360.
2) Kedua diagonal membentuk sudut siku-siku.
3) Salah satu diagonal dibagi dua sama panjang oleh diagonal yang
lain.
C. Pembelajaran yang Dilaksanakan ada Setiap Fase Pembelajaran
1. Aktivitas yang dilaksanakan pada fase 1 (Informasi)
a. Dengan memakai gambar bermacam-macam bangun segiempat, siswa
diinstruksikan untuk memberi nama masing-masing bangun.
b. Guru mengenalkan kosa kata khusus, seperti: simetri lipat, simetri putar,
sisi berhadapan, sudut berhadapan, dan sisi sejajar.
c. Dengan metode tanya jawab, guru menggali kemampuan awal siswa.
2. Aktivitas yang dilaksanakan pada fase 2 (Orientasiasi)
a. Siswa disuruh membuat suatu model bangun segiempat dari kertas.
1) Dengan menggunakan model bangun tersebut serta kertas berpetak
siku-siku, siswa diinstruksikan untuk menyelidiki:
a) Banyaknya sisi berhadapan yang sejajar
b) Sudut suatu bangun siku-siku atau tidak
2) Dengan menggunakan suatu model bangun, siswa diminta untuk
melipat model bangun tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
menemukan sumbu simetri. Selanjutnya siswa diinstruksikan untuk
menyelidiki banyaknya sumbu simetri yang dimiliki oleh suatu
bangun.
3) Melipat model tersebut pada diagonalnya, kemudian menempatkan
yang satu di atas yang lain. Siswa diminta untuk menyelidiki
banyaknya pasangan sudut berhadapan yang besarnya sama.
4) Memotong pojok yang berdekatan, kemudian menempatkan salah satu
sisi potongan pertama berimpit dengan salah satu sisi potongan yang
kedua. Siswa diminta untuk menyelidiki apakah sudut yang berdekatan
membentuk sudut lurus.
5) Memotong semua pojoknya dan menempatkan potongan-potongan
tersebut sedemikian sehingga menutup bidang rata. Selenjutnya siswa
diminta untuk menyelidiki apakah keempat sudut itu membentuk sudut
putaran.
a) Siswa diinstruksikan untuk mengukur panjang sisi-sisi suatu
segiempat, apakah ada sisi yang sama panjang?
b) Siswa diinstruksikan untuk mengukur diagonal suatu segi empat,
apakah diagonalnya sama panjang?
3. Aktivitas yang dilaksanakan pada fase 3 (Penjelasan)
Siswa diberi bemacam-macam potongan segiempat. Mereka diminta
untuk mengelompokkan segiempat berdasarkan sifat-sifat tertentu, seperti:
a. Segiempat yang mempunyai sisi sejajar
b. Segiempat yang mempunyai sudut-sudut siku-siku c
c. Segiempat yang mempunyai sisi-sisi sama panjang
4. Aktivitas yang dilaksanakan pada fase 4 (Orientasi Bebas)
Dengan menggunakan potongan segitiga, siswa diminta untuk
membentuk segiempat, dan menyebutkan nama segiempat yang telah
terbentuk.
5. Aktivitas yang dilaksanakan pada fase 5 (Integrasi)
Siswa dibimbing untuk menyimpulkan sifat-sifat segiempat tertentu,
seperti:
a. Sifat persegi adalah ....
b. Sifat persegipanjang adalah ....
c. Sifat belahketupat adalah ....
d. Sifat jajargenjang adalah ....
e. Sifat layang-layang adalah ....
f. Sifat trapesium adalah ....

Daftar Pustaka

Purwoko. 2014. Teori Belajar Van Hiele. Yogyaarta: UNY.

Anda mungkin juga menyukai