Anda di halaman 1dari 185

LAPORAN AKTUALISASI

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DASAR ASN TENTANG


PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PASIEN PASCA
PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. DORIS
SYLVANUS PALANGKA RAYA

Disusun Oleh :

KRISNA EKA FIBRIANI SAPUTRI, A.Md.Keb NIP. 19920215


201903 2 019 Nomor Peserta : 020/Peldas-CPNS.II/I/19

COACH :

MAHRIFAT, S.E.
NIP. 19700319 200501 2 010

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN I KELAS A


TAHUN 2019

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI


KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai
Dasar Latsar CPNS Golongan II Angkatan I dapat tersusun dengan baik yang
berjudul “Implementasi Nilai-Nilai Dasar ASN Tentang Kebutuhan Dasar Pasien
Pasca Persalinan Di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya”.

Rancangan Aktualisasi ini merupakan salah satu perwujudan untuk


meningkatkan pemahaman atas proses internalisasi selama on campus dan off
campus di unit kerja penulis. Dibuatnya rancangan Aktualisasi ini diharapkan
nilai-nilai dasar ASN dapat diterapkan di tempat kerja.

Tidak sedikit kendala yang dihadapi oleh penulis selama pembuatan


Rancangan Aktualisas ini. Namun berkat adanya bimbingan, bantuan, dorongan
dan motivasi baik secara langsung maupun tidak baik dari mentor, coach dan
teman teman, akhirnya tugas ini dapat diselesaikan.

Proses penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh


karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk
memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu perkenankanlah penulis menghaturkan terima kasih yang


setulus-tulusnya kepada:

1. Suami dan orang tua saya yang senatiasa selalu mendoakan saya
dimanapun saya berada dan telah mendukung saya baik dengan dukungan secara finansial
maupun materil.
2. Bapak H. Sugianto Sabran sebagai Gubernur Kalimantan tengah.
3. Ibu Sri Widanarni, S.IP., M.Si selaku Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan
Tengah.
4. Bapak Mahrifat, S.E. selaku Coach yang telah banyak meluangkan tenaga
dan pikiran serta waktu dalam membimbingdan memberi petunjuk serta saran kepada
penulis.
5. Ibu Dorma Simbolon,S.Kep.,Ns selaku mentor yang sejak awal penyusunan
Rancangan Aktualisasi terus memberi arahan terkait situasi

iii
kerja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.
6. Segenap Widyaiswara dan pengasuh yang telah memberikan ilmu berguna
selama menjalani kegiatan Latsar CPNS golongan II angkatan I Tahun 2019.
7. Rekan-rekan seperjuangan kelompok Latsar CPNS golongan II angkatan
I Tahun 2019 terutama kelas A yang saya banggakan.
Dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini penulis berusaha untuk
menyelesaikan rancangan aktualisasi ini dengan sebaik-baiknya. Namun,
penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih belum sempurna,
oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk perbaikan rancangan aktualisasi ini. Semoga rancangan
aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca untuk
meningkatkan pengetahuan khususnya bagi ASN dengan profesi
Keperawatan, diiringi dengan doa yang tulus, semoga Tuhan Yang Maha Esa
membalas semua budi baik Bapak/Ibu.

Palangka Raya, 30 Juli 2019

Penulis,

Krisna Eka Fibriani Saputri, A.Md. Keb

iv
DAFTAR ISI

Halaman
Lembar Persetujuan.....................................................................................................i
Lembar Pengesahan....................................................................................................ii
Kata Pengantar...............................................................................................................iii
Daftar Isi.............................................................................................................................v
Daftar Tabel......................................................................................................................vii
Daftar Istilah.....................................................................................................................viii
Daftar Singkatan.............................................................................................................ix
Daftar Gambar.................................................................................................................x
Daftar Lampiran..............................................................................................................xi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................................1
B. Tujuan Aktualisasi.................................................................................................2
C. Ruang Lingkup.......................................................................................................2

BAB II GAMBARAN UMUM


A. Profil Tempat Penugasan...................................................................................3
B. Visi, Misi dan Motto Organisasi........................................................................6
C. Sasaran Kerja Pegawai ……………………………………………. 6
D. Penugasan dari Pimpinan..................................................................................9
E. Kegiatan Inisiatif Sendiri.....................................................................................9

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI


A. Nilai-Nilai Dasar ASN...........................................................................................10
B. Rencana Kegiatan Aktualisasi..........................................................................19
C. Jadwal Kegiatan……………………………………………. ............21

BAB IV AKTUALISASI NILAI DASAR ANEKA


A. Kegiatan Aktualisasi (Capaian Aktualisasi)..................................................31
B. Catatan Pengendalian Aktualisasi...................................................................58

v
BAB II PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................................................66
B. Saran.........................................................................................................................69

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 Tabel Arti Logo RSUD dr. Doris Sylvanus...........................................5
Tabel 3.1 Tabel Skala Likert........................................................................................20
Tabel 3.2 Tabel Skoring Pemilihan Isu.....................................................................20
Tabel 3.3 Tabel Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan.................................21
Tabel 3.4 Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi................................................23
Tabel 4.1 Tabel Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi.............................................31
Tabel 4.2 Catatan Pengendalian Aktualisasi..........................................................58

vii
DAFTAR ISTILAH

Post Partum : Suatu masa dimulai setelah plasenta lahir


dan berakhir ketika alat-alat kandungan
kembali seperti sebelum hamil, berlangsung
selama kira-kira 6 minggu.
On call : Siap dihubungi (dapat dihubungi kapan saja)
Puerperium : Masa nifas
Plasenta : Suatu organ dalam kandungan pada masa
kehamilan
Restrain : Terapi dengan alat-alat mekanik atau
manual untuk membatasi pergerakan fisik
pasien.
Dekubitus : Suatu keadaan kerusakan kulit dan jaringan
di bawah kulit

viii
DAFTAR SINGKATAN

ASN : Aparatur Sipil Negara


SKP : Sasaran Kerja Pegawai
ANEKA : Akuntabilitas,Nasionalisme,EtikaPublik,
Komitmen Mutu, Anti Korupsi
IPTEKDOK : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran
KB : Keluarga Berencana
AKDR : Alat KOntrasepsi Dalam Rahim
KPK : Komisi Pemberantasan Korupsi
PNS : Pegawai Negeri Sipil
PPPK : Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
WoG : Whole of Government
KIE : Komunikasi, Informasi, Edukasi
LATSAR : Latihan Dasar
CPNS : Calon Pegawai Negeri Sipil
PKRS : Promosi Kesehatan Rumah Sakit

ix
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 4.1 Penulis melakukan serah terima tugas jaga..................................34
Gambar 4.2 Penulis melakukan pemeriksaan fisik pasien pasca
persalinan..................................................................................................37
Gambar 4.3 Penulis melakukan identifikasi gelang identitas pasien
pasca persalinan.....................................................................................43
Gambar 4.4 Penulis memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien
pasca persalinan.....................................................................................46
Gambar 4.5 Penulis memberikan KIE tentang perawatan luka pasien
pasca persalinan.....................................................................................49
Gambar 4.6 Penulis memberikan KIE tentang manajemen menyusui
pasien pasca persalinan......................................................................51
Gambar 4.7 Penulis elakukan dokumentasi tindakan pada rekam
medis pasien............................................................................................53

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Leaflet Tentang Perawatan Luka Pasca Persalinan


SAP Perawatan Luka Operasi
SAP Perawatan Luka Perineum
Lampiran 2 Leaflet Tentang Management Laktasi
SAP Manajemen Laktasi ”ASI Eksklusif”
SAP Manajemen Laktasi ”Cara Menyusui Yang Benar”
SAP Manajemen Laktasi ”Perawatan Payudaraf”
Lampiran 3 Leaflet Tentang Mobilisasi Pasien Rawat Inap
SAP Mobilisasi Pasien Rawat Inap
Lampiran 4 Catatan Bimbingan Aktualisasi Dengan Mentor
Lampiran 5 Catatan Bimbingan Aktualisasi Dengan Coach
Lampiran 6 Konsultasi Dengan Tim PKRS RSUD dr. Doris Slvanus
Lampiran 7 Form Catatan Edukasi Terintegrasi
Lampiran 8 Lembar Monitoring
Lampiran 9 Lembar Grafik TTV
Lampiran 10 Power Point
Lampiran 11 Izin Pengambilan Data Di Rekam Medis Pasien

xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Persyaratan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) adalah dengan melalui Diklat Prajabatan. Tujuan
dilaksanakannya Diklat Prajabatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai
yang terkandung di dalam Pancasila. Dalam Undang-undang No.5 Tahun
2014 tentang aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai ASN berfungsi sebagai :
1). Pelaksana kebijakan publik, 2). Pelayan publik, 3). Perekat dan
pemersatu bangsa.
Penyelenggaraan Diklat Prajabatan di lingkup Provinsi Kalimantan
Tengah dilaksanakan menggunakan nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Dengan
demikian peserta Diklat Prajabatan diharapkan akan menjadi dasar CPNS
dalam berperilaku.
Bidan merupakan seorang perempuan yang lulus dari pendidikan
bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan (PERMENKES 1464/MENKES/PER/X/2010). Bidan merupakan
salah satu dari jenis tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan untuk
menyelenggarakan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan bidang
keahlian yang dimiliki.
Masa nifas (pasca persalinan) dimulai setelah plasenta lahir dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,
berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Prawirohardjo, 2009:237). Masa
nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu,
akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada
kehamilan dalam waktu 3 bulan (Sarwono, 2000). Puerperium adalah masa
dari kelahiran plasenta dan selaput janin hingga kembalinya reproduksi
wanita pada kondisi tidak hamil (Varney, 2007).
Saat melahirkan ibu telah banyak mengeluarkan tenaga untuk
melahirkan anaknya. Setelah melahirkan ibu biasanya kelelahan dan kurang
tenaga. Maka dari itu ibu membutuhkan kebutuhan-kebutuhan dasar dalam
masa nifas seperti kebutuhan nutrisi dan cairan, ambulasi atau mobilisasi
dini, eliminasi, kebersihan diri, istirahat, aktivitas seksual dan manajemen

1
menyusui (Saleha, 2009). Adapun komplikasi yang bisa terjadi di masa nifas
yaitu infeksi yang terjadi pada luka jalan lahir, patologi menyusui dan
perdarahan dalam masa nifas.

B. Tujuan Aktualisasi
Pelaksanaan Diklat Prajabatan dilakukan bertujuan untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
Tujuan dari kegiatan aktualisasi tentang isu Kurangnya
pengetahuan pasien tentang pemenuhan kebutuhan dasar pasien pasca
persalinan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya adalah untuk
menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi dalam
memberikan pelayanan kebidanan pada pasien pasca persalinan sehingga
kebutuhan dasar pasien pasca persalinan dapat terpenuhi.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari penulisan laporan ini adalah mencakup aspek
tentang pelayanan kebidanan yaitu, pemberian edukasi tentang kebutuhan
dasar pasien pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris
Sylvanus. Yang di dalamnya berisi tentang pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan, KIE mobilisasi dini, KIE perawatan luka, dan KIE
manajemen menyusui.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. PROFIL UNIT KERJA 1. Sejarah Umum


RSUD dr. Doris Sylvanus adalah rumah sakit negeri kelas B
pendidikan sesuai Kementerian Kesehatan RI Nomor HK
02.3/I/0115/2014, terletak di Jalan Tambun Bungai no 4, Pahandut
Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Rumah sakit ini mampu memberikan
pelayanan kedokteran spesialis dan sub spesialis terbatas. Rumah sakit
ini juga menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.
Perkembangan RSUD dr Doris Sylvanus dimulai pada tahun 1959
dengan adanya kegiatan klinik di rumah bapak Abdul Gapar Aden, Jl Suta
Negara Nomor 447 yang dikelolanya sendiri dibantu oleh isterinya, ibu
Lamus Lamon. Nama dr. Doris Sylvanus sendiri diambil nama seorang
dokter pertama asli Kalimantan Tengah.
Pada tahun1960 Klinik pindah ke Jl.Suprapto (rumah mantan
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah) dan pada tahun
1961 pindah lagi di Jl.Bahutai Dereh (sekarang Jl. Dr Sutomo Nomor 9)
dan berubah menjadi rumah sakit kecil berkapasitas 16 tempat tidur yang
dilengkapi dengan peralatan kesehatan beserta laboratorium
Sampai dengan tahun 1973 Rumah Sakit Palangka Raya masih
dibawah pengelolaan / milik Pemerintah Dati II Kodya Palangka Raya dan
selanjutnya dialihkan pengelolaannya / menjadi milik Pemerintah Propinsi
Dati I Kalimantan Tengah.
Rumah sakit terus dikembangkan menjadi 67 tempat tidur dan
pada tahun 1977 secara resmi menjadi rumah sakit kelas D (sesuai
dengan klasifikasi Departemen Kesehatan RI). Kapasitas terus meningkat
menjadi 100 tempat tidur pada tahun 1978.
Pada tahun 1980 kelas rumah sakit ditingkatkan menjadi kelas C
sesuai dengan kriteria Departemen Kesehatan RI dan SK Gubernur
Kalimantan Tengah Nomor 641/ KPTS/ 1980 dengan kapasitas 162
tempat tidur.Sembilan belas tahun kemudian pada tahun 1999 sesuai
Perda Nomor 11 tahun 1999 RSUD dr. Doris Sylvanus kelasnya

3
ditingkatkan menjadi kelas B non pendidikan walaupun belum diterapkan
secara operasional karena pejabatnya belum dilantik. Dengan dilantiknya
pejabat pengelola pada 1 Mei 2001, maka kelas B non pendidikan mulai
diberlakukan secara operasional.
Pada tahun 2014 Rumah Sakit dr. Doris Sylvanus sudah menjadi
Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI Nomor
HK 02.03/I/0115/2014 Tentang penetapan RSUD dr. Doris Sylavnus
sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Dan pada tahun 2015 Rumah Sakit dr.
Doris Sylvanus sudah memiliki 306 tempat tidur. Sedangkan sampai
dengan bulan Desember 2017 jumlah tempat tidur di RSUD dr. Doris
Sylvanus berjumlah 357 tempat tidur.
Pada Tahun 2011 RSUD dr. Doris Sylavanus terakreditasi 12
pelayanan dan menjadi Badan Layanan Umum Daerah. Saat ini RSUD
dr. Doris Sylvanus menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) wajib melaksanakan pelayanan
berdasarkan Standar Pelayanan Minimal. (PerGub, 2011).
Awal tahun 2016 RSUD dr. Doris Sylvanus sudah meningkatkan
kapasitas pelayanan rawat inap hingga mencapai sebanyak 306 tempat
tidur.RSUD dr. Doris Sylvanus mempunyai tugas melaksanakan
pelayanan kesehatan dengan mengutamakan tugas penyembuhan
(Kuratif), Pemulihan (Rehabilitatif) yang dilaksanakan secara terpadu
dengan upaya pencegahan (preventif), peningkatan (promotif) serta
upaya rujukan. (PerGub, 2011).Jenis pelayanan untuk RSUD dr. Doris
Sylvanus meliputi :
a. Pelayanan Gawat Darurat
b. Pelayanan Rawat Jalan
c. Pelayanan Rawat Inap
d. Pelayanan Bedah
e. Pelayanan Persalinan dan Perinatologi
f. Pelayanan Intensif
g. Pelayanan Radiologi
h. Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik
i. Pelayanan Rehabilitasi Medik
j. Pelayanan Farmasi

4
k. Pelayanan Pengendalian Infeksi
l. Pelayanan Gizi
m. Pelayanan Transfusi Darah
n. Pelayanan Keluarga Miskin
o. Pelayanan Rekam Medis
p. Pelayanan Limbah
q. Pelayanan administrasi Manajemen
r. Pelayanan Ambulans/ Kereta Jenazah
s. Pelayanan Laundry
t. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit.
u. Pelayanan Pemulasaran Jenazah
v. Pelayanan Instalasi Keamanan

Arti Logo RSUD dr. Doris Sylvanus

Tabel 2.1 Tabel Arti Logo RSUD dr. Doris Sylvanus

Palang Hijau Lambang Kesehatan


5 Garis Lengkung
5 Pancasila
Garis Lengkung Menggambarkan aliran sungai yang
banyak terdapat di Kalimantan Tengah,
dimana sebagian masyarakat masih
bergantung dari sungai sebaga
sumber kehidupannya
Warna Merah Putih Garis Menggambarkan semangat yang terus
Lengkung mengalir berdasarkan Pancasila

5
Warna Dasar Putih Lambang Ketulusan
Sudut Lancip Pada Bingkai Menggambarkan ketegasan dalam
pengambilan keputusan
Sudut Tumpul Pada Bingkai Menggambarkan fleksibilitas dalam
pelayanan

B. VISI DAN MISI RUMAH SAKIT


1. Visi
Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan di Kalimantan.
2. Misi
a. Meningkatkan pelayanan yang bermutu Prima dan berbasis ilmu
pengetahuan dan Teknologi Kedokteran (IPTEKDOK)
b. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang profesional dan berkomitmen
tinggi
c. Meningkatkan sarana dan prasarana yang modern
d. Meningkatkan manajemen yang efektif dan efisien
e. Menjadi pusat pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan

Motto : “Bajenta Bajorah” yang artinya memberikan pelayanan dan


pertolongan kepada semua orang dengan ramah tamah, tulus hati, dan
kasih sayang.Nilai-nilai dasar Rumah Sakit adalah kemanusiaan, kejujuran,
kemandirian, adil merata dan manfaat.

C. SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP)


Berdasarkan Permenkes no. 551 tahun 2009 tentang Petunjuk
Teknis Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya, Sasaran Kerja
Pegawai (SKP) adalah rencana kerja target yang akan dicapai oleh seorang
ASN, disusun dan disepakati bersama antara pejabat penilai dengan ASN
yang dinilai. Sasaran kerja pegawai memuat kegiatan tugas jabatan dan
target bersifat nyata serta dapat diukur. Tugas pokok dan fungsi sebagai
bidan pelaksana antara lain :
1. Mempersiapkan pelayanan kebidanan

6
2. Melaksanakan anamnesa klien/pasien pada kasus fisiologis tanpa masalah
3. Melaksanakan anamnesa klien/pasien pada kasus kegawatdaruratan
kebidanan
4. Melakukan pemeriksaan fisik klien/pasien pada kasus fisiologis tanpa
masalah
5. Melakukan pemeriksaan fisik klien/pasien pada kasus kegawatdaruratan
kebidanan
6. Pengambilan/penyediaan bahan laboratorium dengan melakukan
pengambilan sediaan/bahan laboratorium dengan melakukan pengambilan darah tepi
7. Pemeriksaan laboratorium sederhana dengan melakukan pemeriksaan HB
darah
8. Membuat diagnosa kebidanan sesuai dengan hasil pengkajian pada kasus
fisiologis tanpa masalah
9. Membuat diagnosa kebidanan sesuai dengan hasil pengkajian pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
10. Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain pada kasus fisiologis
tanpa masalah
11. Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
12. Menyusun rencana operasional asuhan kebidanan pada kasus fisiologis
tanpa masalah
13. Menyusun rencana operasional asuhan kebidanan pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
14. Melakukan persiapan pelayanan kebidanan pada klien /pasien dengan
kasus fisiologis tanpa masalah
15. Melakukan persiapan pelayanan kebidanan pada klien /pasien dengan
kasus patologis kegawatdaruratan kebidanan
16. Mempersiapkan alat dan obat pada kasus fisiologis tanpa masalah
17. Mempersiapkan alat dan obat pada kasus kegawatdaruratan kebidanan
18. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis tanpa
masalah pada persalinan kala I

7
19. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis tanpa
masalah pada persalinan kala II
20. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis tanpa
masalah pada persalinan kala III
21. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis tanpa
masalah pada persalinan kala IV
22. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis
kesehatan reproduksi remaja dan menopause, klimakterium, bayi, anak dan KB AKDR
23. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis
bermasalah pada persalinan kala I
24. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis
bermasalah pada persalinan kala II
25. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis
bermasalah pada persalinan kala III
26. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien kasus fisiologis
bermasalah pada persalinan kala IV
27. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/kasus fisiologis bermasalah
pada ibu hamil, ibu nifas, bayi baru lahir, KB sederhana, hormonal oral dan suntik
28. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
29. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien pada saat
melaksanakan tugas di kamar bedah kebidanan sebagai instrumentator tindakan
bedah/operasi
30. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien pada saat
melaksanakan tugas di kamar bedah kebidanan sebagai asisten tindakan bedah/operasi
31. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien pada saat
melaksanakan tugas di kamar bedah kebidanan sebagai on loop tindakan bedah/operasi
32. Melaksanakan asuhan kebidanan pada klien/pasien pada saat
melaksanakan tugas di kamar bedah kebidanan sebagai asisten dokter dalam tindakan
bedah/operasi

8
33. Melakukan konseling pada klien/pasien pada kasus kegawatdaruratan
kebidanan
34. Melakukan rujukan klien/pasien pada kasus fisiologis
35. Melaksanakan evaluasi asuhan kebidanan klien/pasien pada kasus
fisiologis tanpa masalah
36. Melaksanakan evaluasi asuhan kebidanan klien/pasien pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
37. Melakukan dokumentasi pada asuhan kebidanan pada kasus fisiologis
tanpa masalah
38. Melakukan dokumentasi pada asuhan kebidanan pada kasus
kegawatdaruratan kebidanan
39. Melaksanakan tugas sebagai pengelola di puskesmas sebagai
penanggungjawab tugas sore dan malam
40. Melaksanakan tugas jaga/shif di tempat/Rumah Sakit
41. Melaksanakan tugas jaga/shif on call
42. Melaksanakan tugas jaga/shif sepi pasien
43. Melaksanakan tugas pada daerah konflik/ rawan/ daerah penyakit menular
44. Melaksanakan asuhan kebidanan pada individu di keluarga
45. Melakukan dan mencatat deteksi dini resiko

D. PENUGASAN DARI PIMPINAN


Penugasan yang diberikan pimpinan adalah tugas tambahan yang
diberikan kepada pegawai di luar SKP yang diberikan. Untuk saat ini penulis
belum mendapat penugasan dari pimpinan dikarenakan belum memiliki SKP.

E. KEGIATAN INISIATIF SENDIRI


Dalam hal meningkatkan pelayanan kebidanan penulis
berkeinginan melaksanakan kegiatan yaitu :
1. Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien pasca persalinan
2. Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca persalinan
3. Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca persalinan
4. Memberikan KIE tentang manajemen menyusui pasien pasca persalinan

9
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai-Nilai Dasar ASN


Pegawai Negeri Sipil sebagai pelayan publik harus bekerja
dengan Professional, dan berintegritas untuk memberikan pelayanan yang
terbaik bagi masyarakat. Hal ini tentunya tidak lepas dari fungsi pegawai
Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam pelayanan publik
khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan diharapkan selalu
menerapkan nilai-nilai ANEKA yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang sering kali kita dengar, tetapi tidak
mudah untuk di pahami. Kata akuntabilitas sering disamakan dengan
responsibilitas atau tanggung jawab.
Akuntabilitas merupakan kewajiban setiap individu, kelompok,
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Seperti seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik
(kesejahteraan masyarakat) (Modul Akuntabilitas Lembaga Administrasi
Negara, 2015).
Nilai-nilai yang terkandung dalam akuntabilitas adalah:
a. Kepemimpinan
b. Transparansi
c. Integritas
d. Tanggung jawab
e. Keadilan
f. Kepercayaan
g. Keseimbangan
h. Kejelasan
i. Konsistensi.

10
2. Nasionalisme
Makna nasionalismme secara politis merupakan manifestasi
kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi
suatu bangsa baik untuk merebut kemerdekaan maupun sebagai
pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat,
bangsa dan negaranya (Modul Nasionalisme Lembaga Administrasi
Negara, 2015).
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila.
Diharapkan dengan jiwa nasionalisme yang kuat, maka setiap
pejabat publik atau PNS memilki orientasi berpikir mementingkan
kepentingan publik, bangsa dan negara. Prinsip nasionalisme bangsa
Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila adalah:
a. Ketuhanan:
1) Religius
2) Toleran
3) Etos kerja
4) Transparan
5) Amanah
6) Percaya diri
b. Kemanusiaan :
1) Humanis
2) Tenggangrasa
3) Persamaan derajat
4) Saling menghormati
5) Tidak diskriminatif
c. Persatuan :
1) Cinta tanah air
2) Rela berkorban
3) Menjaga ketertiban
4) Mengutamakan kepentingan publik
5) Gotong royong

11
d. Kerakyatan :
1) Musyawarah mufakat
2) Kekeluargaan
3) Menghargai pendapat
4) Bijaksana
e. Keadilan :
1) Bersikap adil
2) Tidak serakah
3) Tolong menolong
4) Kerjakeras
5) Sederhana

3. Etika Publik
Etika merupakan refleksi atas baik atau buruk, benar atau salah
yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar,
sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik
atau apa yang seharusnya.
Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang
menetukan baik atau buruk, benar atau salah prilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik
(Modul Etika Publik Lembaga Administrasi Negara, 2015).
Nilai-nilai dasar kode etik dan prilaku PNS sebagaimana
tercantum dalam Undang-Undang ASN No.5 tahun 2014 adalah sebagai
berikut:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan
etika pemerintahan

12
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif dan efisien
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j. Tidak menyalahkan informasi intern Negara, tugas, status, kekuasaan,
dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri
atau untuk orang lain
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.

4. Komitmen Mutu
Menurut Zulian Yamit (2010), mengutip pendapat sejumlah pakar
tentang pengertian mutu: Menurut Edward Deming “mutu adalah apapun
yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen”. Menurut Crosby
“mutu adalah nihil cacat, kesempurnaan dan kesesuaian terhadap
persyaratan.
Berdasarkan beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa mutu
mencerminkan nilai keunggulan produk atau jasa yang diberikan
pelanggan (customer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya,
bahkan melampaui harapannya. Jadi komitmen mutu adalah konsistensi
dari tindakan kita sabagai pelayan publik dalam memberikan pelayanan
standar yang sesuai dengan kebutuhan publik atau masyarakat (Modul
Komitmen Mutu Lembaga Administrasi Negara, 2015).
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik di
mana masyarakat akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan
baik dari segi waktu maupun hasil. Di mana hal ini harus dilakukan secara
terintegrasi dengan melibatkan seluruh komponen. Perwujudan komitmen
mutu sangat penting bagi seorang PNS dalam melakukan tugas-tugasnya
sehari-hari.

13
Nilai-nilai dasar komitmen mutu yaitu:
a. Efektifitas dan efisiensi (waktu, uang)
b. Inovasi (Terobosan baru)
c. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customers/clients
d. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan
memelihara agar customers/clients tetap setia
e. Menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat,
tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan
f. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan
pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients maupun perkembangan teknologi
g. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan
h. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara,
antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, dan kolaborasi.

5. Anti korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu corruptio yang berarti
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi merupakan
penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, dan
sebagainya) untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
Menurut Undang-Undang N0.31 tahun 1999 dan Undang-Undang
No.20 tahun 2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri
dari:
a. Kerugian keuangan negara
b. Suap-menyuap
c. Pemerasan
d. Perbuatan curang
e. Penggelapan dalam jabatan
f. Benturan kepentingan dalam jabatan
g. Gratifikasi

14
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi
nilai-niilai dasar anti korupsi , dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti korupsi
sebagai berikut:
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggung jawab
f. Kerja keras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil.
(Modul Anti Korupsi Lembaga Administrasi Negara, 2015).

6. Manajemen Aparatur Sipil Negara


Manajemen Aparatur Sipil Negara adalah pengelolaan Aparatur
Sipil Negara untuk menghasilkan pegawai Aparatur Sipil Negara yang
professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berdasarkan
jenisnya Pegawai ASN terdiri atas :
1. Pegawai Aparatur Sipi Negara terdiri atas : Pegawai Negeri Sipil (PNS).
PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai
pegawai ASN secara tetap oleh pejabat Pembina kepegawaian untuk menduduiki jabatan
pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara nasional
2. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian KErja (PPPK). PPK adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oelh Pejabat Pembina
Kepegawaian berdasarkan Perjanjian Kerja sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah
untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.

Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka pegawai ASN


berfungsi sebagai Pelaksana, Kebijakan Publik, Pelayan Publik dan
Perekat Pemersatu Bangsa.

15
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik
dapat meningkatkan produktivitasnya, menjamin kesejahteraan ASN dan
akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya
maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggung
jawabnya.
Nilai-nilai dasar manajemen ASN yaitu :
1. Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah yang sah
2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
3. Melaksanakan kebijakan yang dirumuhkan pejabat pemerintahan yang
berwenang
4. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan
5. Melakukan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,
kesadaran dan tanggung jawab
6. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan,
dan juga tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar di luar kedinasan
7. Menyimpan rahasia jabatan dan hanaya dapat mengungkapkan rahasia
jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undanagan
8. Bersedia di tempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan REpublik
Indonesia
(Modul Manajemen Aparatur Sipil Negara, 2017)

7. Whole of Government (woG)


Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendektan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip sebagai berikut
:
a. Kolaborasi

16
b. Kerjasama
c. Sharing
d. Koordinasi
Terdapat beberapa cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan,
baik sisi penataan institusi formal maupun informal.
a. Penguatan koordinasi antar lembaga
b. Membentuk lembaga koordinasi khusus
c. Membentuk gugus tugas
d. Koalisi sosial
Tantangan yangakan dihadapi dalam penerapan WoG di tataran
praktek antara lain adalah :
a. Kapasitas SDM dan Institusi
b. Nilai dan budaya organisai
c. Kepemimpinan
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan
menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik. Jenis
pelayanan publik yang dikenal yang dapat didekati oleh pendekatan WoG
adalah :
a. Pelayanan yang Bersifat Administratif
b. Pelayanan Jasa
c. Pelayanan Barang
d. Pelayanan Regulatif
(Modul Whole of Government, 2017)

8. Pelayanan Publik
Pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2009 adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pelayanan
sesuai dengan peraturan perudang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip
pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:

17
1. Partisipatif.
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
2. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai
penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga
negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan
publik yang di selenggarakan tersebut.
3. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai
penyelenggara pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan
memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya.
4. Tidak diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh
dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain
atas dasar perbedaan identitas warga negara.
5. Mudah dan murah
Penyelenggara pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi
berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan
yang meeka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah, artinya
berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masukakal dan mudah
untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang dibutuhkan oleh
masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh
seluruh warga negara.
6. Efektif dan efisien.
Penyelenggara pelayanan publik harus mampu mewujudkan tujuan-
tujuan yang hendak dicapainya (untuk melaksanakan mandat konstitusi
dan mencapai tujuan-tujuan strategis negara dalam jangka panjang)
dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang
sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.

18
7. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat
dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik
(dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat, gampang
ditemukan, dan lain-lain) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang
terkait dengan biaya danpersyaratan yang harus dipenuhi oleh
masyarakatkan untuk mendapat layanan tersebut.
8. Akuntabel
Penyelenggara pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan
fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara
melalui pajak yang mereka bayar.
9. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah
memiliki berbagai tujuan. Oleh karena itu penyelenggara pelaynan
publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan
danmampu menghasilkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika
berhadapan dengan kelompok yang kuat.
(Modul Pelayanan Publik, 2017)

B. Rencana Kegiatan Aktualisasi


Unit Kerja : RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
Identifikasi Isu :
1. Kurang optimalnya edukasi tentang manajemen obat pada pasien pasca
persalinan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
2. Kurangnya pengetahuan pasien tentang pemenuhan kebutuhan dasar
pasien pasca persalinan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
3. Kurangnya pengetahuan tentang manajemen nyeri pada ibu bersalin di
Ruang VK RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

Isu Yang Diangkat : Kurangnya pengetahuan pasien tentang pemenuhan


kebutuhan dasar pasien pasca persalinan di RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.

19
Gagasan Pemecahan Isu:
Di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya menghadapi beberapa isu yang
menghambat sasaran kerja pegawai. Untuk mendapatkan isu utama untuk
diangkat menjadi fokus penulisan, penulis menggunakan metode USG
(Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG dapat digambarkan sebagai
alat untuk menyusun urutan prioritas dlam menyelesaikan isu. Setiap isu
akan diberikan skor dari paling rendah ke paling tinggi yaitu dengan nilai 1
(satu) sampai 5 (lima). Adapun keterangan pemberian skor dapat dilihat di
tabel. Tabel ini menunjukkan penggunaan metode USG untuk menentukan
isu utama yang akan digunakan oleh penulis.

No. USG DESKRIPSI SKALA LIKERT

1 2 3 4 5

1. Urgent Sangat Tidak Cukup Mendesak Sangat


Tidak Mendesak Mendesak Mendesak
Mendesak

2. Seriousness Sangat Tidak Cukup Serius Sangat


Tidak Serius Serius Serius
Serius

3. Growth Sangat Kecil Cukup Besar Sangat


kecil Besar Besar

Tabel 3.1 Tabel Deskripsi Skala Likert

Isu Aktual U S G Total Ranking


No Nilai

1. Kurang optimalnya edukasi 3 4 4 11 3


tentang manajemen obat pada
pasien pasca persalinan di
RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.

2. Kurangnya pengetahuan pasien 5 4 5 14 1


tentang pemenuhan kebutuhan
dasar pasien pasca persalinan
20
di RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.
3. Kurangnya pengetahuan 4 4 4 12 2
tentang manajemen nyeri pada
ibu bersalin di Ruang VK RSUD
dr. Doris Sylvanus Palangka
Raya.
Isu ini diambil berdasarkan koordinasi dengan mentor.

Tabel 3.2 Tabel Skoring Pemilihan Isu

Setelah melakukan seleksi dan skoring dari isu-isu yang aktual di


dapatkan isu utama yang akan diangkat penulis yaitu : Kurangnya
pengetahuan pasien tentang pemenuhan kebutuhan dasar pasien
pasca persalinan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

C. Jadwal Kegiatan
Untuk melakukan aktualisasi nilai-nilai profesi ASN pada pengoptimalan
pemberian edukasi pada pasien pasca persalinan di ruang cempaka RSUD
dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, maka rencana kegiatan yang akan
diakukan pada klien/pasien selama proses habituasi dari tanggal 21 Juni –
25 Juli 2019 adalah seperti tabel berikut :

Tabel 3.3 Tabel Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No. Kegiatan Waktu Tempat Sasaran
Pelaksanaan Pelaksanaan Pelayanan

1. Melakukan serah 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas


terima tugas jaga 2019 Sylvanus di Ruang
Palangka Raya Rawat inap

2 Melakukan 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas


pemeriksaan fisik 2019 Sylvanus di Ruang
pada pasien pasca Palangka Raya Rawat inap

21
persalinan

3 Melakukan 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas


identifikasi gelang 2019 Sylvanus di Ruang
identitas pasien Palangka Raya Rawat inap
pasca persalinan
4 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas
tentang mobilisasi 2019 Sylvanus di Ruang
dini pasien pasca Palangka Raya Rawat inap
persalinan
5 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas
tentang perawatan 2019 Sylvanus di Ruang
luka pasien pasca Palangka Raya Rawat inap
persalinan
6 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas
tentang manajemen 2019 Sylvanus di Ruang
menyusui pasien Palangka Raya Rawat inap
pasca persalinan

7 Melakukan 21 Juni – 25 Juli RSUD dr. Doris Pasien nifas


dokumentasi 2019 Sylvanus di Ruang
tindakan pada rekam Palangka Raya Rawat inap
medis pasien

22
Tabel 3.4 Rancangan Kegiatan Aktualisasi Di Ruang Cempaka RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

Kontribusi
Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil Terhadap Visi Misi
Mata Diklat Organisasi
Organisasi

1. Melakukanserah terima a. Datang tepat waktu Mendapatkan Akuntabilitas : Dengan Nilai organisasi
tugas jaga b. Melakukan informasi tentang - Tanggung jawab atas melakukan operan yang menguat dari
konsultasi dan kondisi masing- semua pekerjaan jaga/pertukaran kegiatan ini adalah
koordinasi dengan yang telah dilakukan
masing pasien, shift yang profesional,
kepala ruangan Nasionalisme :
mengetahui menerapkan nilai- dimana nantinya
c. Membaca buku - Menggunakan
rencana asuhan nilai ANEKA maka dapat
laporan bahasa Indonesia
d. Mendengarkan, yang akan yang baik dan benar misi RSUD dr. meningkatkan
menyimak dan diberikan, - Adil, dengan tidak Doris Sylvanus pelayanan yang
memahami setiap mempermudah mebeda-bedakan akan terwujud bermutu prima
penjelasan kondisi asuhan kebidanan pasien yaitu
masing-masing Etika Publik :
selanjutnya yang meningkatkan
pasien dari shift - Sopan dalam
akan dilakukan sumber daya
sebelumnya menyampaiakan
e. Mencatat hal-hal dengan penuh informasi tentang manusia yang
tentang kondisi tanggung jawab, pasien profesional dan
pasien adil, teliti, cermat, Komitmen Mutu : berkomitmen
f. Menulis rencana sopan dan disiplin. - Teliti dalam tinggi.
tindakan/asuhan melakukan pekerjaan
sesuai dengan Anti Korupsi :
advice yang ada - Disiplin waktu
g. Berdiskusi dengan Manajemen ASN
teman satu shift - Saya akan
mengenai kondisi menerapkan sikap
masing-masing tanggung jawab
pasien dalam melakukan
h. Menyusun laporan operan jaga
mengenai kondisi WoG :
pasien - Sharing, berbagi
informasi
Pelayanan Publik :
- Jujur dalam

23
menyampaikan
informasi

2. Melakukan pemeriksaan fisik a. Mempersiapkan alat Mendapatkan Akuntabilitas : Dengan Nilai organisasi
pada pasien pasca persalinan dan bahan informasi terbaru - Tanggung jawab melakukan yang menguat dari
b. Mempersiapkan tentang kondisi dengan kegiatan pemeriksaan fisik kegiatan ini adalah
pasien kesehatan pasien yang dilakukannya pada ibu pasca profesional,
c. Melakukan dan mempermudah Nasionalisme : persalinan yang dimana nantinya
observasi keadaan untuk menentukan - Menggunakan menerapkan nilai- dapat
umum dan asuhan kebidanan bahasa indonesia nilai ANEKA maka meningkatkan
emosional pasien yang akan yang baik dan benar misi RSUD dr pelayanan yang
d. Melakukan hand diberikan Etika Publik : Doris Sylvanus bermutu prima
- Sopan, dengan selalu
hygiene selanjutnya. akan terwujud
memperhatikan
e. Melakukan yaitu
privasi pasien
pemeriksaan TTV meningkatkan
Komitmen Mutu :
pasien pelayanan yang
- Teliti dalam setiap
f. Melakukan bermutu prima
tindakan yang
pemeriksaan pada dan berbasis Ilmu
dilakukan
payudara pasien ibu Pengetahuan dan
Anti Korupsi :
pasca persalinan Teknologi
- Peduli dengan pasien
g. Melakukan Kedokteran
yang kita tangani
pemeriksaan TFU (IPTEKDOK)
Manajemen ASN
ibu pasca persalinan - Saya akan
h. Melakukan vulva menerapkan sikap
hygiene tanggung jawab
dalam rangka
i. Melakukan
pemeriksaan pada melakukan
pemeriksaan fisik
jalan lahir ibu pasca
WoG
persalinan - Kerjasama, kita
j. Membereskan alat bekerjasama dengan
dan bahan pasien dalam
melakukan kegiatan
k. Membuang bahan
Pelayanan Publik :
habis pakai kedalam
- Responsif,

24
tempat sampah yag memberikan
sesuai respon positif atas
apa yang
l. Melakukan hand
dikeluhkan pasien
hygiene
m. Melakukan dokumentasi kegiatan kedalam rekam medis pasien

3. Melakukan identifikasi gelang 1) Melakukan salam Mendapatkan Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai organisasi
identitas pasien pasca dan sapa informasi yang - Kejelasan, Sumber Daya yang menguat dari
2) Memperkenalkan Manusia yang
persalinan akurat tentang mendapatkan kegiatan ini adalah
diri profesional dan
identitas pasien. informasi yang jelas profesional,
3) Memastikan berkomitmen
tentang identitas dimana nantinya
identiras pasien di tinggi
pasien dapat
dalam rekam medis - Meningkatkan
4) Menanyakan nama Nasionalisme : manajemen meningkatkan
pasien sambil - Adil, tidak membeda- yang efektif pelayanan yang
melihat gelang bedakan pasien dan efisien bermutu prima
identitas pasien Etika Publik :
5) Menanyakan - Sopan dan santun
tanggal lahir sambil
- Ramah, dalam
melihat gelang
bertanya
identitas pasien
Komitmen Mutu :
6) Mengucapkan
- Efektivitas, tepat
salam dan berterima
kasih sasaran
Anti Korupsi :
- Tanggung jawab
dengan tidak salah
pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan identifikasi
gelang identitas

25
pasien
WoG :
- Koordinasi, antara
petugas danpasien
Pelayanan Publik :
- Transparansi, adanya
keterbukaan
informasi

4. Memberikan KIE tentang 1) Memberikan salam Pasien mengerti Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai organisasi
mobilisasi dini pasien pasca dan sapa dan paham tentang - Kejelasan, pelayanan yang menguat dari
2) Memperkenalkan
persalinan pentingnya memberikan yang bermutu kegiatan ini adalah
diri
mobilisasi dini. informasi yang jelas Prima dan profesional,
3) Mengidentifikasi
kepada pasien berbasis ilmu dimana nantinya
pasien
Nasionalisme : pengetahuan dapat
4) Menjelaskan pada
pasien tentang - Menggunakan dan Teknologi meningkatkan
pengertian bahasa Indonesia Kedokteran pelayanan yang
mobilisasi dini yang baik dan benar (IPTEKDOK) bermutu prima
5) Menjelaskan - Menggunakan
tentang tujuan
bahasa yang mudah
mobilisasi dini
dimengerti
6) Menjelaskan
Etika Publik :
tentang jenis-jenis
- Sopan dan santun
dan cara melakukan
mobilisasi dini - Ramah
7) Melakukan evaluasi - Sabar
tentang mobilisasi - Menggunakan
dini
bahasa yang sopan
8) Mengucapkan
salam Komitmen Mutu :
- Efisien, tepat guna
Anti Korupsi :
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab

26
dalam rangka
melakukan KIE
mobilisasi dini pada
pasien
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

5. Memberikan KIE tentang 1) Memberikan salam Pasien mengerti Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai organisasi
perawatan luka pasien pasca dan sapa dan paham tentang - Kejelasan, pelayanan yang menguat dari
2) Memperkenalkan
persalinan perawatan luka memberikan yang bermutu kegiatan ini adalah
diri
pasca salin. informasi yang jelas Prima dan profesional,
3) Mengidentifikasi
kepada pasien berbasis ilmu dimana nantinya
pasien
Nasionalisme : pengetahuan dapat
4) Menjelaskan
tentang pengertian - Menggunakan dan Teknologi meningkatkan
perawatan luka bahasa Indonesia Kedokteran pelayanan yang
5) Menjelaskan yang baik dan benar (IPTEKDOK) bermutu prima
tentang tujuan - Menggunakan
perawatan luka
bahasa yang mudah
6) Menjelaskan
dimengerti
tentang kapan
Etika Publik :
melakukan
- Sopan dan santun
perawatan luka
7) Menjelaskan cara - Ramah
melakukan - Sabar
perawatan luka - Menggunakan
8) Mengevaluasi bahasa yang sopan
pasien tentang kie
Komitmen Mutu :
yang telah diberikan
- Efisien, tepat guna
9) Mengucapkan
Anti Korupsi :
salam
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien

27
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan KIE
tentang perawatan
luka
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

6. Memberikan KIE tentang 1) Memberikan salam Pasien mengerti Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai organisasi
management menyusui dan sapa dan paham tentang - Kejelasan, pelayanan yang menguat dari
yang bermutu
pasien pasca persalinan 2) Memperkenalkan management memberikan kegiatan ini adalah
Prima dan
diri menyusui. informasi yang jelas profesional,
berbasis ilmu
3) Mengidentifikasi kepada pasien dimana nantinya
pengetahuan
pasien Nasionalisme : dapat
dan Teknologi
4) Menjelaskan - Menggunakan Kedokteran meningkatkan
tentang pengertian bahasa Indonesia (IPTEKDOK) pelayanan yang
management yang baik dan benar bermutu prima
menyusui - Menggunakan
5) Menjelaskan bahasa yang mudah
tentang tujuan dimengerti
management Etika Publik :
- Sopan dan santun
menyusui
6) Menjelaskan - Ramah
- Sabar
tentang macam-
- Menggunakan
macam
bahasa yang sopan
manajgement

28
menyusui Komitmen Mutu :
7) Melakukan evaluasi - Efisien,tepat guna
pada pasien Anti Korupsi :
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan KIE
tentang manajemen
menyusui
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

7. Melakukan dokumentasi 1) Menyiapkan rekam Adanya bukti Akuntabilitas : Meningkatkan Nilai organisasi
tindakan pada rekam medis medis pasien tentang tindakan - Tanggung jawab Sumber Daya yang menguat dari
pasien 2) Menulis laporan yang telah Manusia yang kegiatan ini adalah
dengan semua
sesuai teknik dilakukan. profesional dan profesional,
kegiatan yang telah
dokumentasi SOAP berkomitmen dimana nantinya
dilakukan
3) Memberikan tanda tinggi dapat
Nasionalisme :
tangan dan nama meningkatkan
terang sebagai bukti - Menggunakan tulisan pelayanan yang
bahwa asuhan telah yang mudah dibaca bermutu prima
diberikan dan dimengerti
Etika Publik :
- Sopan dalam
menuliskan semua
tindakan yang telah
dilakukan

29
Komitmen Mutu :
- Teliti dalam mendokumentasikan
tindakan
Anti Korupsi :
- Jujur, dengan tidak mengada-ada tentang data pasien

- Saya akan menerapkan sikap tanggung jawab dalam rangka


melakukan
pendokumentasian
hasil tindakan
WoG :
- Kolaborasi dengan petugas rekam medis dalam kelengkapan
data
Pelayanan Publik :
- Akuntabel, data yang dituliskan dapat dipertanggungjawabk an

30
BAB IV

AKTUALISASI NILAI DASAR ANEKA

A. KEGIATAN AKTUALISASI (CAPAIAN AKTUALISASI)


Dalam bab ini akan membahas kegiatan aktualisasi yang telah dicapai
oleh penulis, dan dijabarkan dalam bentuk formulir yang berisi penjelasan
kegiatan dengan nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara yaitu,
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi di
tempat tugas yaitu Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus Palangka
Raya selama kurang lebih 30 hari kerja ( 21 Juni 2019 s/d 25 Juli 2019).
Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan kebidanan yang terdapat
dalam uraian tugas.
Capaian aktualisasi direalisasikan berdasarkan rancangan aktualisasi
yang telah dibuat. Dalam pelaksanaannya ada 7 kegiatan yang telah
dilakukan.
Jadwal kegiatan yang telah direalisasikan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1 Tabel Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi


No. Kegiatan Waktu Tempat Sasaran
Pelaksanaan Pelaksanaan Pelayanan

1. Melakukan serah 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


terima tugas jaga 2019 Cempaka persalinandi
Ruang
Cempaka

2 Melakukan 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


pemeriksaan fisik 2019 Cempaka persalinan di
pada pasien pasca Ruang
persalinan Cempaka

3 Melakukan 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


identifikasi gelang 2019 Cempaka persalinan di
identitas pasien Ruang
pasca persalinan Cempaka

31
4 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca
tentang mobilisasi 2019 Cempaka persalinan di
dini pasien pasca Ruang
persalinan Cempaka

5 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


tentang perawatan 2019 Cempaka persalinan di
luka pasien pasca Ruang
persalinan Cempaka

6 Memberikan KIE 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


tentang 2019 Cempaka persalinan di
management Ruang
menyusui pasien Cempaka
pasca persalinan

7 Melakukan 21 Juni – 25 Juli Ruang Pasien pasca


dokumentasi 2019 Cempaka persalinan di
tindakan pada Ruang
rekam medis pasien Cempaka

Berikut penulis akan memaparkan hasil implementasi nilai-nilai dasar


profesi Aparatur Sipil Negara dalam kegiatan yang telah dilaksanakan di
tempat tugas, dan laporan ini juga disertakan penjelasan mengenai nilai-nilai
ANEKA yang ada dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh penulis, dan
juga dilampirkan foto-foto bukti pelaksanaan kegiatan. Hasil aktualisasi
kegiatan penulis adalah sebagai berikut :
1. Bukti Kegiatan
a. Melakukan serah terima tugas jaga
a) Tanggal Kegiatan : 24 Juni 2019
b) Deskripsi Kegiatan :
1) Datang tepat waktu
2) Membaca buku laporan
3) Mendengarkan, menyimak dan memahami setiap penjelasan
kondisi masing-masing pasien dari shift sebelumnya
4) Mencatat hal-hal tentang kondisi pasien

32
5) Menulis rencana tindakan/asuhan sesuai dengan advice yang
ada
6) Berdiskusi dengan teman satu shift mengenai kondisi masing-
masing pasien
7) Menyusun laporan mengenai kondisi pasien
c) Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga secara benar dan bertanggung jawab yaitu dengan
membaca, memahami, dan mencatat kondisi masing-masing
pasien .
2) Nasionalisme
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
untuk memberikan asuhan kebidanan selanjutnya. Penulis
juga bersikap adil dalam membaca laporan setiap pasien yaitu
tidak membandingkan pasien seuai kelas namun adil dalam
membaca seluruh laporan yang ada.
3) Etika Publik
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga bersikap sopan dalam mendengarkan dan menyimak
penjelasan tentang setiap kondisi pasien sehingga komunikasi
antar petugas jaga terjalin dengan baik.
4) Komitmen Mutu
Penulis dalam melakukan serah terima tugas jaga datang
tepat waktu dan bersikap teliti dalam melakukan pekerjaan
baik saat menyimak dan mencatat kondisi masing-masing
pasien sehingga mendapatkan informasi yang jelas tentang
kondisi masing-masing pasien dan tidak salah dalam
melakukan asuhan kebidanan selanjutnya.
5) Anti Korupsi
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga bersikap disipin. Disiplin disini dengan datang tepat
waktu seuai dengan jadwal pertukaran serah terima tugas

33
jaga, sehingga serah terima tugas jaga bisa berjalan dengan
baik dan semua informasi dapat tersampaikan.
6) Manajemen ASN
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga bersikap tanggung jawab yaitu dengan membaca,
memahami, dan mencatat kondisi masing-masing pasien .
7) WoG
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga terdapat nilai sharing yaitu terjadi pertukaran informasi
antara petugas jaga sebelumnya dan petugas jaga
selanjutnya dalam penyampaian informasi tentang kondisi
masing-masing pasien dan asuhan kebidanan yang diberikan.
8) Pelayanan Publik
Penulis dalam melakukan pengkajian saat serah terima tugas
jaga bersikap jujur, yaitu menerapkan sikap jujur tentang
informasi masing-masing pasien sehingga dapat melkukan
asuhan kebidanan selanjutnya secara benar dan tepat .
d) Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.1 Penulis melakukan serah terima tugas jaga

34
35
2. Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien pasca persalinan
a. Tanggal Kegiatan : 26 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
1) Mempersiapkan alat dan bahan
2) Mempersiapkan pasien
3) Melakukan observasi keadaan umum dan emosional pasien
4) Melakukan hand hygiene
5) Melakukan pemeriksaan TTV pasien
6) Melakukan pemeriksaan pada payudara pasien ibu pasca
persalinan
7) Melakukan pemeriksaan TFU ibu pasca persalinan
8) Melakukan vulva hygiene
9) Melakukan pemeriksaan pada jalan lahir ibu pasca persalinan
10) Membereskan alat dan bahan
11) Membuang bahan habis pakai kedalam tempat sampah yag
sesuai
12) Melakukan hand hygiene
13) Melakukan dokumentasi kegiatan kedalam rekam medis pasien
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan secara benar dan bertanggung jawab yaitu
melakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan pasien
sehingga pasien merasa nyaman.
2) Nasionalisme
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar sehingga dalam melakukan pemeriksaan ibu
merasa nyaman dan paham atas apa yang kita lakukan dan
dalam menyampaikan hasil pemeriksaan.
3) Etika Publik
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan bersikap sopan dengan selalu

36
memperhatikan privaci pasien, selalu meminta izin setiap
akan melakukan pemeriksaan pada pasien dan menjaga
kerahasiaan informasi pasien.
4) Komitmen Mutu
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan bersikap teliti dalam setiap tindakan yang
dilakukan, melakukan pemeriksaan sesuai dengan
kebutuhan pasien dan melakukannya dengan hati-hati
sehingga ibu merasa nyaman serta untuk melakukan evaluasi
tentang pelaksanaan asuhan kebidanan selanjutnya sesuai
dengan keluahan atau kebutuhan pasien saat itu.
5) Anti Korupsi
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan bersikap peduli. Peduli disini dengan
memperhatikan setiap kebutuhan yang diperlukan pasien dan
setiap kondisi pasien.
6) Manajemen ASN
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan secara benar dan bertanggung jawab yaitu
melakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan pasien
sehingga pasien merasa nyaman.
7) WoG
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan terdapat nilai kerjasama, yaitu penulis
melakukan kegiatan dengan bekerjasama bersama pasien
untuk memenuhi kebutuhan pasien sehingga pasien
mendapatkan rasa nyaman dan informasi yang dibutuhkan.
8) Pelayanan Publik
Penulis dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien
pasca persalinan bersikap responsif, yaitu memperhatikan
tentang keluhan pasien dam memberikan reaksi positif dalam
memberikan asuhan kebidanan terhadap semua yang
dikeluhkan oleh pasien.

37
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.2 Penulis melakukan pemeriksaan fisik pasien
pasca persalinan
1) Mempersiapkan alat dan bahan

2) Mempersiapkan pasien
3) Melakukan observasi keadaan umum dan emosional pasien

38
4) Melakukan hand hygiene

5) Melakukan pemeriksaan TTV pasien

39
6) Melakukan pemeriksaan pada payudara pasien ibu pasca
persalinan
7) Melakukan pemeriksaan TFU ibu pasca persalinan

40
8) Melakukan vulva hygiene
9) Melakukan pemeriksaan pada jalan lahir ibu pasca persalinan
10) Membereskan alat dan bahan
11) Membuang bahan habis pakai kedalam tempat sampah yag
sesuai

41
12) Melakukan hand hygiene

42
13) Melakukan dokumentasi kegiatan kedalam rekam medis pasien

3. Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan


a. Tanggal Kegiatan : 26 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
7) Melakukan salam dan sapa
8) Memperkenalkan diri
9) Memastikan identiras pasien di dalam rekam medis
10) Menanyakan nama pasien sambil melihat gelang identitas
pasien
11) Menanyakan tanggal lahir sambil melihat gelang identitas
pasien
12) Mengucapkan salam dan berterima kasih
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
dengan jelas yaitu minimal terdapat 2 (dua) suku kata, jika
pasien hanya memiliki 1 (satu) suku kata maka ditambahkan
dengan nama ibu kandungnya di bagian belakang nama pasien

43
sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memberikan asuhan
kebidanan yang akan dilakukan.
2) Nasionalisme
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan pasien satu
dengan yang lainnya.
3) Etika Publik
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bersikap sopan, santun dan ramah dalam bertanya sehingga
bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pasien.
4) Komitmen Mutu
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bernilai efektivitas. Bagi pasien di dalam melakukan asuhan
kebidanan yakin benar tanpa adanya kesalahan pasien dan
bagi tenaga kesehatan yaitu tepat sasaran dalam memberikan
asuhan kebidanan.
5) Anti Korupsi
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bersikap tanggung jawab dengan tidak salah pasien
sehingga tidak salah dalam memberikan asuhan kebidanan.
6) Manajemen ASN
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bersikap tanggung jawab sehingga tidak salah dalam
memberikan asuhan kebidanan.
7) WoG
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
terdapat nilai koordinasi, yaitu penulis melakukan kegiatan
dengan berkoordinasi bersama pasien untuk mendapatkan
informasi tentang identitas pasien.
8) Pelayanan Publik
Melakukan identifikasi gelang identitas pasien pasca persalinan
bersikap transparansi yaitu dengan adanya keterbukaan
informasi dari pasien tentang nama dan tanggal lahir pasien
sehingga adanya ketepatan informasi maupun asuhan yang

44
diberikan baik oleh penerima maupun pemberi asuhan
kebidanan terutama di tempat melakukan aktualisasi yaitu
Ruang Cempaka RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
yang terdapat 36 tempat tidur.
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.3 Penulis melakukan identifikasi gelang identitas
pasien pasca persalinan
1) Melakukan salam dan sapa
2) Memperkenalkan diri
3) Memastikan identitas pasien di dalam rekam medis

4) Menanyakan nama pasien sambil melihat gelang identitas pasien


5) Menanyakan tanggal lahir sambil melihat gelang identitas pasien

45
6) Mengucapkan salam dan berterima kasih

4. Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca persalinan


a. Tanggal Kegiatan : 26 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
9) Memberikan salam dan sapa
10) Memperkenalkan diri
11) Mengidentifikasi pasien
12) Menjelaskan pada pasien tentang pengertian mobilisasi
dini
13) Menjelaskan tentang tujuan mobilisasi dini
14) Menjelaskan tentang jenis-jenis dan cara melakukan
mobilisasi dini
15) Melakukan evaluasi tentang mobilisasi dini
16) Mengucapkan salam
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan terdapat nilai kejelasan dengan menggunakan
media leaflet yang pembuatannya sudah melalui tahapan yang
sesuai dengan melakukan konsultasi melalui bidang terkait

46
yaitu tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) sehingga
dalam penyampaian informasi kepada pasien merupakan
informasi dari sumber yang jelas dan pasien bisa menerima
informasi yang telah diberikan.
2) Nasionalisme
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan dengan menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar sehingga pasien mudah memahami informasi
yang disampaikan. Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh pasien.
3) Etika Publik
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bersikap sopan, santun dan ramah dalam
bertanya sehingga bisa menjalin komunikasi yang baik dengan
pasien.
4) Komitmen Mutu
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efisien, yaitu dalam memberikan informasi
tepat guna sesuai dengan kebutuhan pasien seingga pasien
dapat faham dan mengerti tentang informasi yang diberikan dan
dapat mengaplikasikannya didalam perawatan sehari-hari
pasien di rumah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
5) Anti Korupsi
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bersikap peduli dengan memperhatikan informasi
apa yang dibutuhkan oleh pasien serta pertanyaan atau
keluhan pasien.
6) Manajemen ASN
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bersikap tanggung jawab sesuai dengan informasi
yang dibutuhkan oleh pasien serta menggunakan bahasa
yang mudah dimengerti oleh pasien sehingga informasi yang
diberikan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh pasien.

47
7) WoG
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan terdapat nilai kerjasama, yaitu penulis melakukan
kegiatan dengan bekerjasama dengan pasien untuk
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pasien.
8) Pelayanan Publik
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efektif dan efisien yaitu tepat guna dan
tepat sasaran sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh
pasien, keluarga maupun orang lain sehingga kebutuhan dasar
pasien, keluarga maupun orang lain dapat terpenuhi.
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.4 Penulis Memberikan KIE tentang mobilisasi dini
pasien pasca persalinan

48
5. Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca persalinan
a. Tanggal Kegiatan : 27 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
10) Memberikan salam dan sapa
11) Memperkenalkan diri
12) Mengidentifikasi pasien
13) Menjelaskan tentang pengertian perawatan luka
14) Menjelaskan tentang tujuan perawatan luka
15) Menjelaskan tentang kapan melakukan perawatan luka
16) Menjelaskan cara melakukan perawatan luka
17) Mengevaluasi pasien tentang kie yang telah diberikan
18) Mengucapkan salam
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan terdapat nilai kejelasan dengan menggunakan
media leaflet yang pembuatannya sudah melalui tahapan yang
sesuai dengan melakukan konsultasi melalui bidang terkait

49
yaitu tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) sehingga
dalam penyampaian informasi kepada pasien merupakan
informasi dari sumber yang jelas dan pasien bisa menerima
informasi yang telah diberikan.
2) Nasionalisme
Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca
persalinan dengan menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar sehingga pasien mudah memahami informasi
yang disampaikan. Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh pasien.
3) Etika Publik
Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca
persalinan bersikap sopan, santun dan ramah dalam
bertanya sehingga bisa menjalin komunikasi yang baik dengan
pasien.
4) Komitmen Mutu
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efisien, yaitu dalam memberikan informasi
tepat guna sesuai dengan kebutuhan pasien seingga pasien
dapat faham dan mengerti tentang informasi yang diberikan dan
dapat mengaplikasikannya didalam perawatan sehari-hari
pasien di rumah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
5) Anti Korupsi
Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca
persalinan bersikap peduli dengan memperhatikan informasi
apa yang dibutuhkan oleh pasien serta pertanyaan atau
keluhan pasien.
6) Manajemen ASN
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bersikap tanggung jawab sesuai dengan informasi
yang dibutuhkan oleh pasien serta menggunakan bahasa
yang mudah dimengerti oleh pasien sehingga informasi yang
diberikan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh pasien.

50
7) WoG
Memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca
persalinan terdapat nilai kerjasama, yaitu penulis melakukan
kegiatan dengan bekerjasama dengan pasien untuk
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pasien.
8) Pelayanan Publik
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efektif dan efisien yaitu tepat guna dan
tepat sasaran sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh
pasien, keluarga maupun orang lain sehingga kebutuhan dasar
pasien, keluarga maupun orang lain dapat terpenuhi.
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.5 Penulis Memberikan KIE tentang perawatan luka
pasien pasca persalinan

51
6. Memberikan KIE tentang management menyusui pasien pasca
persalinan
a. Tanggal Kegiatan : 27 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
8) Memberikan salam dan sapa
9) Memperkenalkan diri
10) Mengidentifikasi pasien
11) Menjelaskan tentang pengertian management menyusui
12) Menjelaskan tentang tujuan management menyusui
13) Menjelaskan tentang macam-macam manajgement menyusui
14) Melakukan evaluasi pada pasien
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan terdapat nilai kejelasan dengan menggunakan
media leaflet yang pembuatannya sudah melalui tahapan yang
sesuai dengan melakukan konsultasi melalui bidang terkait
yaitu tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) sehingga
dalam penyampaian informasi kepada pasien merupakan

52
informasi dari sumber yang jelas dan pasien bisa menerima
informasi yang telah diberikan.
2) Nasionalisme
Memberikan KIE tentang management menyusui pasien pasca
persalinan dengan menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar sehingga pasien mudah memahami informasi
yang disampaikan. Menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh pasien.
3) Etika Publik
Memberikan KIE tentang management menyusui pasien pasca
persalinan bersikap sopan, santun dan ramah dalam
bertanya sehingga bisa menjalin komunikasi yang baik dengan
pasien.
4) Komitmen Mutu
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efisien, yaitu dalam memberikan informasi
tepat guna sesuai dengan kebutuhan pasien seingga pasien
dapat faham dan mengerti tentang informasi yang diberikan dan
dapat mengaplikasikannya didalam perawatan sehari-hari
pasien di rumah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
5) Anti Korupsi
Memberikan KIE tentang management menyusui pasien pasca
persalinan bersikap peduli dengan memperhatikan informasi
apa yang dibutuhkan oleh pasien serta pertanyaan atau
keluhan pasien.
6) Manajemen ASN
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bersikap tanggung jawab sesuai dengan informasi
yang dibutuhkan oleh pasien serta menggunakan bahasa
yang mudah dimengerti oleh pasien sehingga informasi yang
diberikan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh pasien.
7) WoG
Memberikan KIE tentang management menyusui pasien pasca
persalinan terdapat nilai kerjasama, yaitu penulis melakukan

53
kegiatan dengan bekerjasama dengan pasien untuk
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pasien.
8) Pelayanan Publik
Memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca
persalinan bernilai efektif dan efisien yaitu tepat guna dan
tepat sasaran sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh
pasien, keluarga maupun orang lain sehingga kebutuhan dasar
pasien, keluarga maupun orang lain dapat terpenuhi.
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan
Gambar 4.6 Penulis Memberikan KIE tentang management
menyusui pasien pasca persalinan

a)
b)
c)
d)
e)

54
7. Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
a. Tanggal Kegiatan : 25 Juni 2019
b. Deskripsi Kegiatan :
4) Menyiapkan rekam medis pasien
5) Menulis laporan sesuai teknik dokumentasi SOAP
6) Memberikan tanda tangan dan nama terang sebagai bukti bahwa
asuhan telah diberikan
c. Penjelasan Nilai Dasar ANEKA :
1) Akuntabiltas
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
terdapat nilai tanggung jawab yaitu bertanggung jawab atas
semua kegiatan yang telah dilakukan dengan menuliskan
semua asuhan yang telah diberikan di dalam rekam medis
pasien dan ditandatangani.
2) Nasionalisme
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
menggunakan tulisan yang mudah dibaca dan dimengerti
sehingga dapat dibaca oleh teman sejawat yang bertugas
selanjutnya.

55
3) Etika Publik
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
dengan sopan dalam menuliskan informasi yang berkaitan
dengan pasien.
4) Komitmen Mutu
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
bernilai teliti, yaitu dengan menuliskan informasi tentang
pasien dengan jelas dan asuhan kebidanan yang telah
dieberikan secara benar dan tidak dibuat-buat.
5) Anti Korupsi
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
bersikap jujur dengan tidak menuliskan informasi ataupun
asuhan kebidanan yang telah diberikan secara tidak benar dan
dibuat-buat.
6) Manajemen ASN
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
terdapat nilai tanggung jawab yaitu bertanggung jawab atas
semua kegiatan yang telah dilakukan dengan menuliskan
semua asuhan yang telah diberikan di dalam rekam medis
pasien dan ditandatangani.
7) WoG
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
terdapat nilai kolaborasi dengan petugas rekam medis
dalam kelengkapan data sehingga informasi pasien dapat
tersimpan dengan baik.
8) Pelayanan Publik
Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam medis pasien
bernilai akuntabel yaitu informasi yang dituliskan di dalam
rekam medis dapat dipertanggungjawabkan dengan
menuliskan semua asuhan kebidanan yang telah diberikan
serta diberikan informasi nama dan tanda tangan pemberi
asuhan kebidanan.
d. Foto Pelaksanaan Kegiatan

56
Gambar 4.7 Melakukan dokumentasi tindakan pada rekam
medis pasien

57
B. Catatan Pengendalian Aktualisasi
Tabel 4.2 Catatan Kegiatan Aktualisasi Di Ruang Cempaka RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

Kontribusi Penguatan Paraf Mentor


Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil Terhadap Visi Nilai
Mata Diklat
Misi Organisasi Organisasi

1. Melakukan serah i. Datang tepat waktu Mendapatkan Akuntabilitas : Dengan Nilai


terima tugas jaga j. Melakukan informasi tentang - Tanggung jawab atas melakukan organisasi
konsultasi dan kondisi masing- semua pekerjaan operan yang
koordinasi dengan masing pasien, yang telah dilakukan jaga/pertukaran menguat dari
Nasionalisme :
kepala ruangan mengetahui rencana shift yang kegiatan ini
- Menggunakan
k. Membaca buku asuhan yang akan menerapkan adalah
bahasa Indonesia
laporan
diberikan, nilai-nilai ANEKA profesional,
yang baik dan benar
l. Mendengarkan,
mempermudah - Adil, dengan tidak maka misi dimana
menyimak dan
asuhan kebidanan mebeda-bedakan RSUD dr. Doris nantinya
memahami setiap
selanjutnya yang pasien Sylvanus akan dapat
penjelasan kondisi
Etika Publik :
masing-masing akan dilakukan terwujud yaitu meningkatkan
- Sopan dalam
pasien dari shift dengan penuh meningkatkan pelayanan
menyampaiakan
sebelumnya tanggung jawab, adil, sumber daya yang bermutu
informasi tentang
m. Mencatat hal-hal
teliti, cermat, sopan pasien manusia yang prima
tentang kondisi
dan disiplin. Komitmen Mutu : profesional dan
pasien - Teliti dalam berkomitmen
n. Menulis rencana
melakukan pekerjaan
tindakan/asuhan tinggi.
Anti Korupsi :
sesuai dengan
- Disiplin waktu
advice yang ada
Manajemen ASN
o. Berdiskusi dengan
- Saya akan
teman satu shift
menerapkan sikap
mengenai kondisi
tanggung jawab
masing-masing
dalam melakukan
pasien
operan jaga
p. Menyusun laporan
WoG :
mengenai kondisi
- Sharing, berbagi
pasien
informasi
Pelayanan Publik :
- Jujur dalam

58
menyampaikan
informasi

2. Melakukan n. Mempersiapkan alat Mendapatkan Akuntabilitas : Dengan Nilai


pemeriksaan fisik dan bahan informasi terbaru - Tanggung jawab melakukan organisasi
pada pasien o. Mempersiapkan tentang kondisi dengan kegiatan pemeriksaan yang
pasca persalinan pasien kesehatan pasien yang dilakukannya fisik pada ibu menguat dari
p. Melakukan dan mempermudah Nasionalisme : pasca persalinan kegiatan ini
observasi keadaan untuk menentukan - Menggunakan yang adalah
umum dan asuhan kebidanan bahasa indonesia menerapkan profesional,
emosional pasien yang akan diberikan yang baik dan benar nilai-nilai ANEKA dimana
q. Melakukan hand selanjutnya. Etika Publik : maka misi nantinya
- Sopan, dengan selalu
hygiene RSUD dr Doris dapat
memperhatikan
r. Melakukan Sylvanus akan meningkatkan
privasi pasien
pemeriksaan TTV terwujud yaitu pelayanan
Komitmen Mutu :
pasien meningkatkan yang bermutu
- Teliti dalam setiap
s. Melakukan pelayanan yang prima
tindakan yang
pemeriksaan pada bermutu prima
dilakukan
payudara pasien ibu dan berbasis
Anti Korupsi :
pasca persalinan Ilmu
- Peduli dengan pasien
t. Melakukan Pengetahuan
yang kita tangani
pemeriksaan TFU dan Teknologi
Manajemen ASN
ibu pasca persalinan - Saya akan Kedokteran
u. Melakukan vulva menerapkan sikap (IPTEKDOK)
hygiene tanggung jawab
dalam rangka
v. Melakukan
pemeriksaan pada melakukan
pemeriksaan fisik
jalan lahir ibu pasca
WoG
persalinan - Kerjasama, kita
w. Membereskan alat bekerjasama dengan
dan bahan pasien dalam
melakukan kegiatan
x. Membuang bahan
Pelayanan Publik :
habis pakai kedalam
- Responsif,
tempat sampah yag
memberikan

59
sesuai respon positif atas
y.Melakukan hand apa yang
dikeluhkan pasien
hygiene
z. Melakukan dokumentasi kegiatan kedalam rekam medis pasien

3. Melakukan 13) Melakukan salam Mendapatkan Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai


identifikasi dan sapa informasi yang akurat - Kejelasan, Sumber Daya organisasi
14) Memperkenalkan Manusia yang
gelang identitas tentang identitas mendapatkan yang
diri profesional
pasien pasca pasien. informasi yang jelas menguat dari
15) Memastikan dan
persalinan tentang identitas kegiatan ini
identiras pasien di berkomitmen
pasien adalah
dalam rekam medis tinggi
16) Menanyakan nama Nasionalisme : - Meningkatkan profesional,
pasien sambil - Adil, tidak membeda- manajemen dimana
melihat gelang bedakan pasien yang efektif nantinya
identitas pasien Etika Publik : dan efisien dapat
17) Menanyakan - Sopan dan santun
meningkatkan
tanggal lahir sambil
- Ramah, dalam
pelayanan
melihat gelang
bertanya
identitas pasien yang bermutu
Komitmen Mutu :
18) Mengucapkan prima
- Efektivitas, tepat
salam dan berterima
kasih sasaran
Anti Korupsi :
- Tanggung jawab
dengan tidak salah
pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan identifikasi
gelang identitas
pasien

60
WoG :
- Koordinasi, antara
petugas danpasien
Pelayanan Publik :
- Transparansi, adanya
keterbukaan
informasi

4. Memberikan KIE 17) Memberikan salam Pasien mengerti dan Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai
tentang dan sapa paham tentang - Kejelasan, pelayanan organisasi
18) Memperkenalkan
mobilisasi dini pentingnya mobilisasi memberikan yang bermutu yang
diri
pasien pasca dini. informasi yang jelas Prima dan menguat dari
19) Mengidentifikasi
persalinan kepada pasien berbasis ilmu kegiatan ini
pasien
Nasionalisme : pengetahuan adalah
20) Menjelaskan pada
pasien tentang - Menggunakan dan profesional,
pengertian bahasa Indonesia Teknologi dimana
mobilisasi dini yang baik dan benar Kedokteran nantinya
21) Menjelaskan - Menggunakan (IPTEKDOK) dapat
tentang tujuan
bahasa yang mudah meningkatkan
mobilisasi dini
dimengerti pelayanan
22) Menjelaskan
tentang jenis-jenis Etika Publik : yang bermutu
- Sopan dan santun
dan cara melakukan prima
mobilisasi dini - Ramah
23) Melakukan evaluasi - Sabar
tentang mobilisasi - Menggunakan
dini
bahasa yang sopan
24) Mengucapkan
Komitmen Mutu :
salam
- Efektivitas, tepat
sasaran
Anti Korupsi :
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka

61
melakukan KIE
mobilisasi dini pada
pasien
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

5. Memberikan KIE 19) Memberikan salam Pasien mengerti dan Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai
tentang dan sapa paham tentang - Kejelasan, pelayanan organisasi
20) Memperkenalkan
perawatan luka perawatan luka memberikan yang bermutu yang
diri
pasien pasca pasca salin. informasi yang jelas Prima dan menguat dari
21) Mengidentifikasi
persalinan kepada pasien berbasis ilmu kegiatan ini
pasien
Nasionalisme : pengetahuan adalah
22) Menjelaskan
tentang pengertian - Menggunakan dan profesional,
perawatan luka bahasa Indonesia Teknologi dimana
23) Menjelaskan yang baik dan benar Kedokteran nantinya
tentang tujuan - Menggunakan (IPTEKDOK) dapat
perawatan luka
bahasa yang mudah meningkatkan
24) Menjelaskan
dimengerti pelayanan
tentang kapan
melakukan Etika Publik : yang bermutu
- Sopan dan santun
perawatan luka prima
25) Menjelaskan cara - Ramah
melakukan - Sabar
perawatan luka - Menggunakan
26) Mengevaluasi
bahasa yang sopan
pasien tentang kie Komitmen Mutu :
yang telah diberikan
- Efektivitas, tepat
27) Mengucapkan
sasaran
salam
Anti Korupsi :
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien

62
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan KIE
tentang perawatan
luka
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

6. Memberikan KIE 15) Memberikan salam Pasien mengerti dan Akuntabilitas : - Meningkatkan Nilai
tentang dan sapa paham tentang - Kejelasan, pelayanan organisasi
yang bermutu
manajemen 16) Memperkenalkan manajemen memberikan yang
Prima dan
menyusui pasien diri menyusui. informasi yang jelas menguat dari
berbasis ilmu
pasca persalinan 17) Mengidentifikasi kepada pasien kegiatan ini
pengetahuan
pasien Nasionalisme : adalah
dan
18) Menjelaskan - Menggunakan Teknologi profesional,
tentang pengertian bahasa Indonesia Kedokteran dimana
manajemen yang baik dan benar (IPTEKDOK) nantinya
menyusui - Menggunakan dapat
19) Menjelaskan bahasa yang mudah meningkatkan
tentang tujuan dimengerti pelayanan
manajemen Etika Publik : yang bermutu
- Sopan dan santun
menyusui prima
- Ramah
20) Menjelaskan - Sabar
tentang macam-
- Menggunakan
macam
bahasa yang sopan
manajgement
Komitmen Mutu :

63
menyusui - Efektivitas, tepat
21) Melakukan evaluasi sasaran
pada pasien Anti Korupsi :
- Peduli terhadap
kebutuhan pasien
Manajemen ASN
- Saya akan
menerapkan sikap
tanggung jawab
dalam rangka
melakukan KIE
tentang manajemen
menyusui
WoG :
- Kerjasama dengan
pasien dalam
melakukan KIE
Pelayanan Publik :
- Efektif dan Efisien
yaitu tepat guna dan
tepat sasaran

7. Melakukan 7) Menyiapkan rekam Adanya bukti tentang Akuntabilitas : Meningkatkan Nilai


dokumentasi medis pasien tindakan yang telah - Tanggung jawab Sumber Daya organisasi
tindakan pada 8) Menulis laporan dilakukan. Manusia yang yang
dengan semua
rekam medis sesuai teknik profesional dan menguat dari
kegiatan yang telah
pasien dokumentasi SOAP berkomitmen kegiatan ini
dilakukan
9) Memberikan tanda tinggi adalah
Nasionalisme :
tangan dan nama profesional,
terang sebagai bukti - Menggunakan tulisan dimana
bahwa asuhan telah yang mudah dibaca nantinya
diberikan dan dimengerti dapat
Etika Publik : meningkatkan
- Sopan dalam pelayanan
menuliskan semua yang bermutu
prima
tindakan yang telah
dilakukan

64
Komitmen Mutu :
- Teliti dalam mendokumentasikan
tindakan
Anti Korupsi :
- Jujur, dengan tidak
mengada-ada
tentang data pasien
Manajemen ASN
- Saya akan menerapkan sikap tanggung jawab dalam rangka melakukan
pendokumentasian
hasil tindakan
WoG :
- Kolaborasi dengan petugas rekam medis dalam kelengkapan data

- Akuntabel, data yang dituliskan dapat dipertanggungjawabk an

65
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Laporan ini dibuat sebagai hasil pelaksanaan kegiatan yang

dilaksanakan oleh penulis sebagai upaya untuk menerapkan nilai-nilai dasar

PNS, Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI untuk menjawab isu yang

dipilih oleh penulis yaitu Kurangnya pengetahuan pasien tentang

pemenuhan kebutuhan dasar pasien pasca persalinan di RSUD dr. Doris

Sylvanus Palangka Raya. Dengan demikian kesimpulan dari kegiatan

aktualisasi dapat diambil sebagai berikut :

1. Dalam melakukan kegiatan serah terima tugas jaga telah dilaksanakan

dengan baik yaitu dalam memberikan asuhan kebidanan berkualitas dan dilaksanakan

secara berkesinambungan sehingga didapatkan informasi tentang kondisi masing-masing

pasien dan rencana asuhan kebidanan yang akan diberikan serta menerapkan nilai-nilai

dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi,

Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik selama masa habituasi pada

tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

2. Dalam melakukan kegiatan pemeriksaan fisik pada pasien pasca

persalinan dilaksanakan dengan baik tanpa adanya kendala dalam memberikan asuhan

kebidanan yang berkualitas dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga

didapatkan informasi tentang kondisi masing-masing pasien dan rencana asuhan yang akan

diberikan serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas,


Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen

ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik selama masa

habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris

Sylvanus Palangka Raya.

3. Dalam melakukan kegiatan identifikasi gelang identitas pasien pasca

persalinan dilaksanakan dengan baik, benar dan berkualitas serta dilaksanakan secara

berkesinambungan sehingga didapatkan informasi yang akurat tentang identitas pasien

sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memberikan asuhan kebidanan serta menerapkan

nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti

Korupsi, Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik selama masa

habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka

Raya.

4. Dalam memberikan KIE tentang mobilisasi dini pasien pasca persalinan

menggunakan bahasa yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang mudah

dimengerti oleh pasien dalam memberikan asuhan

kebidanan yang berkualitas dan dilaksanakan secara

berkesinambungan sehingga informasi yang disampaikan dapat

dimengerti serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen

ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik selama masa

habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris

Sylvanus Palangka Raya.

5. Dalam memberikan KIE tentang perawatan luka pasien pasca persalinan

menggunakan bahasa yang baik dan benar serta

67
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien dalam

memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas dan dilaksanakan

secara berkesinambungan sehingga informasi yang disampaikan dapat

dimengerti serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen

ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik selama masa

habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris

Sylvanus Palangka Raya.

6. Dalam memberikan KIE tentang manajemen menyusui pasien pasca

persalinan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang

mudah dimengerti oleh pasien dalam memberikan asuhan kebidanan yang berkualitas dan

dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga informasi yang disampaikan dapat

dimengerti serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika

Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen ASN, Whole of Government dan

Pelayanan Publik selama masa habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 – 25 Juli 2019 di RSUD

dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

7. Dalam melakukan kegiatan dokumentasi tindakan pada rekam medis

pasien dilakukan dengan benar, teliti dan berkualitas dalam memberikan asuhan kebidanan

dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga didapatkan informasi yang jelas

tentang asuhan kebidanan yang telah diberikan serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen ASN,

Whole of Government dan

68
Pelayanan Publik selama masa habituasi pada tanggal 21 Juni 2019 –

25 Juli 2019 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

8. Dalam melaksanakan 7 (tujuh) kegiatan untuk pelaksanaan aktualisasi,

penulis berhasil melakukan seluruh kegiatan sesuai dengan tahapan-tahapan kegiatan yang

telah dirancang sebelumnya. Tidak ada kendala berarti yang membuat kegiatan tidak

terlaksana.

9. Ilmu yang didapat oleh penulis selama menjalani pelatihan dasar di

BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah yaitu nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS

dalam NKRI yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi,

Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik menjadi modal bagi penulis

untuk menjadi Aparatur Sipil Negara yang berdaya juang tinggi, professional serta

berintegritas dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

B. SARAN
a. Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Provinsi
Kalimantan Tengah
Diharapkan lebih meningkatkan dan memantapkan perlaksanaan
Latihan Dasar kepada peserta didik agar terwujudnya ASN yang
profesional yang mampu menggunakan potensinya dengan baik di
inststansi / unit masing-masing.
b. Peserta Pelatihan Dasar golongan II
Diharapkan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA, Managemen
ASN, WoG dan Pelayanan Publik secara berkesinambungan dalam
memberikan pelayanan kebidanan kepada pasien, tidak hanya pada
waktu kegiatan Off Campus saja serta terus meningkatkan kinerjanya
dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat
khususnya pasien pasca persalinan.

69
c. RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya
Diharapkan kepada semua tenaga medis dan non medis yang
bertugas di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dapat menerapkan
nilai-nilai dasar ANEKA, Management ASN, WoG, dan Pelayanan Publik
dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat sehingga
dapat meningkatkan asuhan kebidanan yang optimal dan bermutu.
Depkes RI (2008) menetapkan indikator penilaian mutu pelayanan
kesehatan sebagai berikut:
a. Keselamatan Pasien
Pasien aman dari kejatuhan, dekubitus, kesalahan pemberian obat dan
cidera akibat restrain.
b. Perawatan Diri
Kebersihan dan perawatan diri merupakan kebutuhan dasar manusia
yang harus terpenuhi agar tidak menimbulkan masalah lain, misalnya
penyakit kulit, rasa tidak nyaman, infeksi saluran kemih, dan lain-lain.
c. Kepuasan Pasien
Tingginya tingkat kepuasan pasien terdapat pelayanan keperawatan
tercapai, jika terpenuhinya kebutuhan pasien atau keluarga terhadap
pelayanan keperawatan yang diharapkan.
d. Kecemasan
Cemas adalah perasaan was-was, kuatir atau tidak nyaman seakan-
akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman.
e. Kenyamanan
Rasa nyaman (comfort) adalah bebas dari rasa nyeri atau nyeri
terkontrol.
f. Pengetahuan
Kemampuan pasien mengetahui informasi tentang penyakitnya,
kondisi dan perawatan yang diterimanya (discharge planning).

70
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan . Jakarta: EGC.


Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses
pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Farrer, H, . 2005. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.
Hamilton,.2002. Masa Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Manajemen Aparatur


Sipil Negara : Modul Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Lembaga
Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil Akuntabilitas. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil Nasionalisme. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga
Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil Etika Publik. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2015. Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil Anti Korupsi. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2017. Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS Pelayanan Publik. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia 2017.: Pelatihan Dasar Calon
PNS Whole of Goverment. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa
Swara. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mochtar, Rustam. 2002. Sinopsis Obstetri Edisi 2 Jilid 1. Jakarta : EGC.
Perinasia, 2006, Melindungi, Meningkatkan, dan Mendukung Menyusui: Peran
Khusus pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui,
Pernyataan bersama WHO/UNICEF, Perkumpulan Perinatologi
Indonesia, Jakarta.
Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatannya.
Diva Press. Yogyakarta.
Republik Indonesia. 2014. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur Sipil Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014, Nomor 6. Sekretariat Negara. Jakarta.
Retna, Diah.2008.Asuhan Kebidanan Nifas.Yogyakarta: Nuha medika.
Rosina & Pemila. 2007. Perawatan Luka “Moist Wound Healing”. Tesis. Program
Magister Ilmu Keperawatan. UniversitasIndonesia.
Rozikhin, M. 2014. Keefektifan Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap
Penurunan. http://prezi.com/frall-d4jnh6i/keefektifan-pemberian-posisi-
semi-fowler-enurunan/.15 Mei 2015 (19.00)
Saleha, Sitti. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba
Medika
Saryono dyah pramitasari poischa. (2009). Perawatan payudara. Jogjakarta:
mitra cendikia diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.52 WIB
Septiari. 2012. Infeksi Nosokomial. Nuha Medika. Yogyakarta.
Setiadi. 2012. Konsep & Penulisan Dokumentasi Asuhan Keperawatan. Graha
Ilmu.Yogyakarta.
Sjamsuhidajat. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC. Jakarta.
Suririnah, 2007. ASI menyelamatkan Jiwa Bayi. Online
Suwiyoga, (2004). Gejala-gejala dan infeksi masa nifas. Jakarta. Salemba
Medika

Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.
Salemba Medika: Jakarta
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
PERA an daerah anta
WAT yang diba
AN
kemaluan da
LUKA
JALA
N
LAHI
R

Pemen
uhan
kebutu
han
untuk
PERAWATA
melaku OPERASI
kan
perawat
Luka Tujuan :
operasi
1. Menjaga agar jalan
adalah
lahir selalu bersih dan
luka
kering
yang
2. Mencegah terjadinya
sengaja infeksi
dibuat 3. Memberikan perasaan

untuk nyaman pada pasien


4. Mempercepat proses
melahir
penyembuhan
kan
janin
dan
plasenta
dengan
membu
ka
dinding
perut
dan
dinding 1. Saat mandi
rahim 2. Saat buang air
kecil (BAK)
3. Saat buang air
besar (BAB)
2. Cuci luka dengan 4. Keringkan
menggunakan sabun menggunakan handuk
secara lembut kering dan bersih atau tisu.
Luka jalan lahir 3. Bilas dari arah 5. Ganti pembalut
depan ke belakang dengan setiap kali merasa basah
1. Cuci tangan dengan menggunakan air bersih atau penuh
sabun sebelum merawat 6. Cuci tangan
luka setelah merawat luka
Luka operasi : Faktor
yang
1. Cuci tangan
mempen
dengan sabun sebelum
merawat luka
garuhi
2. Buka balutan penyem
dengan hati-hati buhan
3. Bersihkan luka
luka :
dengan larutan
Natrium Klorida / 1. Nutrisi yang
NaCl atau cukup
menggunakan air 2. Perawatan
matang
luka yang baik
4. Olesi luka dengan
3. Istirahat
obat antiseptik
cukup
(betadine)
5. Tutup luka dengan
kasa steril dan plester
6. Cuci tangan
setelah merawat luka

67
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Luka Pasca Persalinan

Sub topik : Perawatan Luka Operasi

Sasaran : Klien pasca persalinan

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang perawatan
luka operasi.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:

1. Menyebutkan pengertian perawatan operasi


2. Menyebutkan tujuan perawatan luka operasi
3. Menyebutkan cara melakukan perawatan luka operasi
4. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi
C. Sasaran
Klien pasca persalinan

D. Materi
Perawatan Luka Pasca Persalinan

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
penyuluhan  Memperhatikan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menjelaskan tentang pengertian  Memperhatikan


perawatan luka operasi
 Menyebutkan tujuan perawatan
luka operasi  Memperhatikan
 Menyebutkan cara melakukan
perawatan luka operasi
 Menyebutkan faktor yang  Memperhatikan
mempengaruhi penyembuhan
luka operasi
 Memberi kesempatan kepada  Memperhatikan
peserta untuk bertanya

 Bertanya dan
menjawab
pertanyaan yang
diajukan

3. 3 Evaluasi :

menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan

4. 1 Terminasi :

menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


peran serta ibu.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur

67
a. Ibu siap mengikuti penyuluhan.
b. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang
Cempaka
2. Evaluasi Proses
a. Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
b. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
Ibu mengetahui tentang perawatan luka pasca persalinan
PERAWATAN LUKA OPERASI

A. Pengertian
Perawatan luka adalah luka setelah prosedur pembedahan/operatif yang
dilakukan oleh dokter. Luka operasi adalah luka yang sengaja dibuat untuk
melahirkan janin dan plasenta dengan membuka dinding perut dan dinding
rahim.

B. Tujuan Petawatan Luka


1. Melindungi luka dari kontaminasi mikroorganisme
2. Membantu homeostasis
3. Mempercepat proses penyembuhan
4. Menjaga kelembaban luka baik luka bersih maupun kotor
5. Menghilangkan sekresi yang terakumulasi dan jaringan mati dari luka atau
tempat insisi
6. Menurunkan pertumbuhan mikroorganisme pada luka atau tempat insisi

C. Cara Perawatan Luka


1. Cuci tangan dengan sabun atau anti septik sebelum merawat luka
2. Buka balutan dengan hati - hatic.
3. Bersihkan luka dengan larutan Natrium Clorida atau Nacl 0,9% atau
menggunakan air matang
4. Lalu keringkan
5. Beri salf atau bethadine sesuai instruksi dokter
6. Tutup luka dengan kasa steril
7. Cuci tangan dengan sabun setelah merawat luka

D. Berapa kali sehari ganti balutan


Ganti balutan dilakukan sebaiknya sehari sekali atau 3 hari sekali apabila
verban tidak ada rembesan atau pun kotor.

E. Komplikasi yang terjadi bila perawatan tidak baik


1. Terjadinya infeksi
2. Luka lama sembuh
3. Klien menjadi demam
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan . Jakarta: EGC.

Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses
pada tanggal 27Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa
Swara. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mochtar, Rustam. 2002. Sinopsis Obstetri Edisi 2 Jilid 1. Jakarta : EGC.

Rosina & Pemila. 2007. Perawatan Luka “Moist Wound Healing”. Tesis. Program
Magister Ilmu Keperawatan. UniversitasIndonesia.

Rozikhin, M. 2014. Keefektifan Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap


Penurunan. http://prezi.com/frall-d4jnh6i/keefektifan-pemberian-posisi-
semi-fowler-enurunan/.15 Mei 2015 (19.00)

Septiari. 2012. Infeksi Nosokomial. Nuha Medika. Yogyakarta.

Setiadi. 2012. Konsep & Penulisan Dokumentasi Asuhan Keperawatan. Graha


Ilmu.Yogyakarta.

Sjamsuhidajat. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC. Jakarta.

Suwiyoga, (2004). Gejala-gejala dan infeksi masa nifas. Jakarta. Salemba


Medika

Farrer, H, . 2005. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.

Hamilton,.2002. Masa Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT. Elex Media


Komputindo
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Luka Pasca Persalinan

Sub topik : Perawatan Luka Perineum

Sasaran : Klien pasca persalinan

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang perawatan
luka perineum.

IV. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan pengertian perawatan luka perineum
2. Menyebutkan tujuan perawatan luka perineum
3. Menyebutkan cara melakukan perawatan luka perineum
4. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum

III. Sasaran
Klien pasca persalinan

IV. Materi
Perawatan Luka Pasca Persalinan

V. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
VII. Kegiatan Penyuluhan

No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
 penyuluhan  Memperhatikan
Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menjelaskan tentang pengertian  Memperhatikan


perawatan luka perineum
 Menyebutkan tujuan perawatan
luka perineum  Memperhatikan
 Menyebutkan cara melakukan
perawatan luka perineum
 Menyebutkan faktor yang  Memperhatikan
mempengaruhi penyembuhan
luka perineum
 Memberi kesempatan kepada  Memperhatikan
peserta untuk bertanya.

 Bertanya dan
menjawab
pertanyaan yang
diajukan

3. 3 Evaluasi :

menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan

4. 1 Terminasi :

menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


peran serta ibu.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam

VIII. Kriteria Evaluasi


1. Evaluasi Struktur
a. Ibu siap mengikuti penyuluhan.
b. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang
Cempaka
2. Evaluasi Proses
a. Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
b. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui tentang perawatan luka pasca persalinan
PERAWATAN LUKA PERINIUM

F. Definisi Perawatan Perineum


Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia
(biologis, psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan
sehat (Aziz, 2004). Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang
dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000). Post Partum adalah selang
waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik
seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). Perawatan perineum
adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang
dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran
placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu
sebelum hamil.

G. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan


1. Menjaga perineum selalu bersih dan kering
2. Hindari penggunaan obat-obat tradisional pada perineum
3. Cuci perineum dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3-4 kali perhari
4. Kembali dalam seminggu untuk memeriksa penyembuhan (jika ada luka
episiotomi).
5. Ibu harus kembali lebih awal jika ia mengalami gejala-gejala seperti
demam,mengeluarkan cairan yang berbau busuk dari daerah lukanya atau jika daerah
tersebut menjadi nyeri.

H. Perawatan Perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan


hal berikut ini :
1. Infeksi Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat
menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.
2. Komplikasi Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran
kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat
3. pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemihmaupun infeksi pada
jalan lahir.
4. Kematian ibu post partum Penanganan komplikasi yang lambat dapat
menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post
partum masih lemah (Suwiyoga, 2004)

I. Faktor yang mempengaruhi perawatan perineum


1. Gizi
Faktor gizi terutama protein akan sangat mempengaruhi terhadap proses
penyembuhan luka pada perineum karena penggantian jaringan sangat
membutuhkan protein.

2. Obat-obatan
a. Steroid : Dapat menyamarkan adanya infeksi dengan menggangu respon
inflamasi normal.
b. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi.
c. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila diberikan segera sebelum
pembedahanuntuk patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika diberikan setelah luka
ditutup, tidak efektif karena koagulasi intrvaskular.
3. Keturunan Sifat genetic
Seseorang akan mempengaruhi kemampuan dirinya dalam penyembuhan
luka.Salah satu sifat genetik yang mempengaruhi adalah kemampuan dalam
sekresi insulin dapatdihambat, sehingga menyebabkan glukosa darah
meningkat. Dapat terjadi penipisan protein-kalori.

5. Sarana prasarana
Kemampuan ibu dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam
perawatan perineum akansangat mempengaruhi penyembuhan
perineum, misalnya kemampuan ibu dalammenyediakan antiseptik.

6. Budaya dan Keyakinan


Budaya dan keyakinan akan mempengaruhi penyembuhan perineum,
misalnya kebiasaantarak telur, ikan dan daging ayam, akan
mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan sangatmempengaruhi
penyembuhan luka.

J. Tujuan Perawatan Luka Perineum


Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah
mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan
terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah
kelahiran anak atau aborsi.

K. Waktu perawatan perineum


Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah :
1. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah
terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan
yang tertampung pada pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan
penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu, untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.
2. Setelah buang air kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar
terjadi kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu
pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan
perineum.
3. Setelah buang air besar
Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran
disekitar anus, untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus
ke perineum yang letaknya bersebelahan maka diperlukan proses
pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan.

L. Langkah-Langkah Perawatan Perineum.


1. Ganti pembalut wanita yang bersih setiap 4-6 jam. Posisikan pembalut dari
arah depan dengan baik tidak tergeser.
2. Melakukan cuci tangan.
3. Lepaskan pembalut dari arah depan kebelakang untuk menghindari
penyebaran bakteri dari anus ke kemaluan.
4. Cebok dari arah depan ke belakang untuk mencegah kontaminasi luka
kemaluan dari daerah anus.
5. Bilas dengan air hangat/bilas dengan cairan anti septic pada daerah
kemaluan setelah BAB.
6. Bersihkan area anus dari kotoran dan feses jika ada. Bersihkan dari arah
depan (vagina) ke belakang (anus) dengan satu usapan. Ulangi dengan kapas yang
berbedasampai bersih.
7. Keringkan menggunkan washlap dengan cara ditepuk dari arah depan ke
belakang. Pasang pembalut pada celana dalam. Celupkan pada kassa steril ke dalam
larutan bethadine, peras lembab dan tempelkan di daerah perineum (bila ada jahitan) atau
bila ada salep oleskan.
8. Pasang celana dalam yang sudah dipasang pembalut, kemudian dirapikan.
9. Pakai pakaian bawah
10. Cuci tangan
11. Jangan memegang daerah kemaluan sampai area tersebut pulih.
12. Rasa gatal disekitar jahitan adalah normal. Hal tersebut merupakan tanda
penyembuhan, untuk mengurangi rasa tidak nyaman sebaiknya berendam di air hangat atau
kompres dingin.
13. Hindari berdiri atau duduk lama, untuk mengurangi tekanan pada daerah
kemaluan. Tidur miring lebih dianjurkan.
14. Lakukan senam kegel sesering mungkin untuk merangsang peredaran
darah disekitar kemaluan, sehingga mempercepat penyembuhan dan memperbaiki fungsi
otot-otot.

M. Gejala Infeksi
Infeksi bisa terjadi karena ibu kurang telaten melakukan
perawatan pasca persalinan. Ibu takut menyentuh luka yang ada di
parenium sehingga memilih tidak membersihkannya. Padahal, dalam
keadaan luka, perineum rentan didatangi kuman dan bakteri sehingga
mudah terinfeksi. Gejala-gejala infeksi yang dapat diamati adalah :
1. Suhu tubuh melebihi
2. Menggigil, pusing dan mual
3. Keputihan
4. Keluar cairan seperti nanah dari vagina
5. Cairan yang keluar disertai bau yang menyengat
6. Keluarnya cairan disertai dengan rasa nyeri
7. Terasa nyeri di perut
8. Perdarahan kembali banyak padahal sebelumnya sudah sedikit.
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan . Jakarta: EGC.

Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses
pada tanggal 27Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa
Swara. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mochtar, Rustam. 2002. Sinopsis Obstetri Edisi 2 Jilid 1. Jakarta : EGC.

Suwiyoga, (2004). Gejala-gejala dan infeksi masa nifas. Jakarta. Salemba


Medika

Farrer, H, . 2005. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.

Hamilton,.2002. Masa Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT. Elex Media


Komputindo
LAMPIRAN 2 hingga selama TUJUAN
masa menyusui. Untuk memenuhi
kebutuhan air susu ibu
Usaha ini dilakukan
terhadap ibu dalam 3 (ASI) yang dibutuhkan
pada bayi
tahap,yaitu pada masa
kehamilan, sewaktu ibu
dalam persalinan
sampai keluar rumah
sakit dan pada masa
menyusui selanjutnya
Macam-
Upaya yang dilakukan macam
sampai anak berumur 2
untuk mencapai
tahun (Perinasia, 2007).
keberhasilan dalam 1. ASI EKSKLUSIF
menyusui. 2. CARA
MENYUSUSI YANG
Manajemen laktasi BENAR
sebaiknya sudah 3. PERAWATAN
PAYUDARA
dilakukan sejak
awal kehamilan,
Pemberian ASI (air susu 1. AIR
ibu) ke bayi baru lahir 2. KOLOSTRUM
sampai bayi berusia 6 3. KARBOHIDRAT
bulan 4. PROTEIN
5. LEMAK
6. VITAMIN DAN
MINERAL

ASI EKSKLUSIF
8. Mencegah CARA
perdarahan MENYUSUSI
9. KB Alami YANG BENAR

1. Atur posisi
senyaman mungkin
MANFAAT 2. Topang bagian
leher, kepala,
1. Zat gizi yang ideal punggung, pinggul dan
sesuai kebutuhan dan kaki bayi
kemampuan 3. Posisi kepala bayi
pencernaan bayi harus selalu lebih
2. Bayi memperoleh tinggi dari tubuh dan
zat kekebalan tubuh kakinya

3. Membangun 4. Pastikan tubuh

refleks menghisap bayi menempel betul

yang baik dengan tubuh ibu dan


muka bayi dekat
4. Tidak
menyebabkan alergi dengan payudara
5. Memperkuat ikatan 5. Biarkan bayi
batin antara ibu dan memasukkan 3/4

bayi bagian areola dan

6. Praktis dan puting ke dalam


ekonomis mulutnya
7. Mempercepat 6. Setelah selesai
pengembalian sendawakan bayi
bentuk dan ukuran
rahim
PERAWATAN
PAYUDARA
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Manajemen Laktasi

Sub topik : Asi Eksklusif

Sasaran : Klien pasca persalinan

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang asi
eksklusif.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan pengertian manajemen laktasi
2. Menyebutkan pengertian asi eksklusif
3. Menyebutkan komposisi asi eksklusif
4. Menyebutkan manfaat asi eksklusif
C. Sasaran
Klien pasca persalinan

D. Materi
1. Pengertian manajemen laktasi
2. ASI Eksklusif
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
penyuluhan  Memperhatikan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menjelaskan tentang pengertian  Memperhatikan


manajemen laktasi
 Menyebutkan pengertian asi
eksklusif  Memperhatikan
 Menyebutkan komposisi asi
eksklusif
 Menyebutkan manfaat asi  Memperhatikan
eksklusif
 Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya.  Memperhatikan

 Bertanya dan
menjawab
pertanyaan yang
diajukan

3. 3 Evaluasi :

menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan

4. 1 Terminasi :

menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


 peran serta ibu.
Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Ibu siap mengikuti penyuluhan.
b. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang
Cempaka
2. Evaluasi Proses
a. Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
b. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui tentang manajmen laktasi
b. Ibu mengetahui tentang ASI Eksklusif
MANAJEMEN LAKTASI

A. Pengertian
Manajemen laktasi merupakan segala daya upaya yang dilakukan
untuk membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya.
Usaha ini dilakukan terhadap ibu dalam 3 tahap, yaitu pada masa kehamilan
(antenatal), sewaktu ibu dalam persalinan sampai keluar rumah sakit
(perinatal), dan pada masa menyusui selanjutnya sampai anak berumur 2
tahun (postnatal) (Perinasia, 2007, p.1).

Manajemen laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh ibu,


ayah dan keluarga untuk menunjang keberhasilan menyusui (Prasetyono,
2009, p.61). Dan ruang lingkup manajemen laktasi dimulai pada masa
kehamilan, setelah persalinan, dan masa menyusui bayi.

B. Pengertian ASI eksklusif


ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak baru
lahir sampai 6 bulan tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal
(air gula, aqua, dan lainnya).

C. Tujuan pemberian asi ekslusif


1. Bagi bayi dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik,
mengandung antibody, asi mengandung komposisi yang tepat, mengurangi kejadian karies
dentis, member rasa aman dan nyaman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi,
terhindar dari alergi, asi meningkatkan kecerdasan bayi, membantu perkembangan rahang
dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan mengisap mulut bayi pada payudara .
2. Bagi ibu sebagai kontrasepsi, aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat
badan, aspek psikologi.
D. Manfaat pemberian ASI bagi bayi
1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan
pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat
kekebalan sehingga akan lebih jarang sakit, mengurangi mencret, sakit telinga dan infeksi
saluran pencernaan.
3. Melindungi anak dari serangan alergi.
4. Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak
sehingga bayi ASI eksklusif potensial lebih pandai.
5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
6. Membantu pembentukan rahang yang bagus.
7. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak,
dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
8. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih
cepat bisa jalan.
9. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional,
kematangan spiritual dan hubungan sosial yang lebih baik.
10. Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi.

E. Cara memperbanyak asi


1. Menyusui sesering mungkin
2. Motivasi yang kuat untuk menyusui bayi
3. Pemeriksaan payudara u/ meningkatkan produksi ASI jg dpt
direncanakan dari jauh hari
4. Penggunaan BH yang terlalu sempit akan mempengaruhi produksi ASI
5. Sehabis dilahirkan bayi langsung diperkenalkan dengan payudara
6. Untuk mengatasi keterbatasan ASI perbanyaklah makan daun katuk,
bayam, daun turi (sayuran hijau lainnya) yang banyak mngandung zat untuk memperbanyak
produksi ASI.
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses
pada tanggal 27Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa
Swara. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Perinasia, 2006, Melindungi, Meningkatkan, dan Mendukung Menyusui: Peran
Khusus pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui,
Pernyataan bersama WHO/UNICEF, Perkumpulan Perinatologi
Indonesia, Jakarta.

Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatannya.


Diva Press. Yogyakarta.

Retna, Diah.2008.Asuhan Kebidanan Nifas.Yogyakarta: Nuha medika.

Saleha, sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba
Medika. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.44 WIB
Saryono dyah pramitasari poischa. (2009). Perawatan payudara. Jogjakarta:
mitra cendikia. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.52 WIB
Suririnah, 2007. ASI menyelamatkan Jiwa Bayi. Online
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Manajemen Laktasi

Sub topik : Cara menyusui yang benar

Sasaran : Klien dengan Post Partum

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang cara
menyusui yang benar.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan pengertian manajemen laktasi
2. Menyebutkan cara menyusui yang benar
C. Sasaran
Klien pasca persalinan

D. Materi
1. Pengertian manajemen laktasi
2. Cara menyusui yang benar
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
penyuluhan  Memperhatikan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menjelaskan tentang pengertian  Memperhatikan


manajemen laktasi
 Menjelaskan tentang cara
menyusui yang benar  Memperhatikan
 Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya.
 Bertanya dan
menjawab
pertanyaan yang
diajukan
3. 3 Evaluasi :

menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan
4. 1 Terminasi :

menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


peran serta ibu.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Ibu siap mengikuti penyuluhan.
 Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang
Cempaka
2. Evaluasi Proses
 Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
 Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara
benar
3. Evaluasi Hasil
 Ibu mengetahui tentang cara menyusui yang benar
MANAJEMEN LAKTASI

A. Pengertian
Manajemen laktasi merupakan segala daya upaya yang dilakukan
untuk membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya.
Usaha ini dilakukan terhadap ibu dalam 3 tahap, yaitu pada masa kehamilan
(antenatal), sewaktu ibu dalam persalinan sampai keluar rumah sakit
(perinatal), dan pada masa menyusui selanjutnya sampai anak berumur 2
tahun (postnatal) (Perinasia, 2006, p.1).

Manajemen laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh ibu,


ayah dan keluarga untuk menunjang keberhasilan menyusui (Prasetyono,
2009, p.61). Dan ruang lingkup manajemen laktasi dimulai pada masa
kehamilan, setelah persalinan, dan masa menyusui bayi.

B. Pengertian Tekhnik Menyusui yang benar


Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI
kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar
(Saminem,2009). Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan
ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar
(Suradi dan Hesti, 2010,). Tekhnik menyusui yang benar adalah kegiatan
yang menyenangkan bagi ibu sekaligus memberikan manfaat yang tidak
terhingga pada anak dengan cara yang benar (Yuliarti, 2010). Tujuan
menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu dan
memperkuat refleks menghisap bayi. Jadi, Teknik Menyusui Yang Benar
adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan posisi ibu yang benar,
sehingga memudahkan bayi untuk menyusu.

C. Posisi dan perlekatan menyusui


Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyusui yang
tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.
Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar

Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar


Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar

Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti


ibu pasca operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi
kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti
memegang bola bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada
ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan
ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak
(Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011)
Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal

Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan
Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah

Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh

Gambar 8. Posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan


D. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI
Persiapan mempelancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1. Membersihkan putting susu dengan air atau minyak , sehingga epital yang
lepas tidak menumpuk.
2. Putting susu di tarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk
memudahkan isapan bayi.
3. Bila putting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu.

E. Langkah –langkah menyusui yang benar


1. Cuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun.
2. Peras sedikit ASI dan oleskan disekitar puting .
3. Duduk dan berbaring sesuai posisi yang nyaman untuk ibu. jangan hanya
leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi harus lurus dan hadapkan bayi kedada ibu,
sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting susu, biarkan bibir bayi menyentuh putting
susu ibu dan tunggu sampai terbuka lebar .
4. Segera dekatkan bayi kepayudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah
bayi terletak dibawah puting susu. Cara meletakan mulut bayi dengan benar yaitu dagu
menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bayi membuka lebar.
5. Bayi disusui secara bergantian dari payudara sebelah kiri lalu kesebelah
kanan sampai bayi merasa kenyang.
6. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan
dengan lap bersih yang telah direndam dengan air hangat.
7. Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang
terhisap bisa keluar.
8. Bila kedua payudara masih ada sisa ASI tahan puting susu dengan kain
supaya ASI berhenti keluar.
Gambar 9. Cara meletakan bayi

Gambar 10. Cara memegang payudara

Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi


Gambar 12. Perlekatan benar

Gambar 13. Perlekatan salah

F. Cara Pengamatan Tekhik Menyusui yang benar


Menyusui dengan tekhnik yang tidak benar dapat mengakibatkan
puting susu menjadi lecet dan asi tidak keluar secara optimal sehingga
mempengaruhi produksi ASI selanjut nya atau bayi enggan menyusu.
Apabila bayi telah menyusui dengan benar, maka akan memperlihatkan
tanda-tanda sebagai berikut:

1. Bayi tampak tenang.


2. Badan bayi menempel pada perut ibu.
3. Mulut bayi terbuka lebar.
4. Dagu bayi menemel pada payudar ibu.
5. Sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi, aerola bawah lebih banyak
yang masuk.
6. Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
7. Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin aerola ( tidak hanya putting
saja),lingkar aerola atas terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan lingkar aerola
bawah.
8. Lidah bayi menopang putting dan aerola bagian bawah .
9. Bibir bawah bayi melengkung keluar.
10. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
11. Puting susu tidak terasa nyeri.
12. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
13. Kepala bayi agak menengadah.
14. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang disertai
dengan berhenti sesaat.

G. Lama dan Frekuensi Menyusui


Sebaiknya tindakan menyusui bayi dilakukan disetiyap bayi
membutuhkan karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu
harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena penyebab lain
(BAK, kepanasan/kedinginan, atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah
merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu
payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam
waktu 2 jam. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam
menyusui dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik karena isapan
bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya.
Dengan menyusui tanpa jadwal dan sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah
timbulnya masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering
menyusui pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan
memicu produksi ASI.
Untuk menjaga keseimbangan ukuran kedua payudara, maka
sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan
kepada ibu agar berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar
produksi ASI menjadi lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan
payudara yang terakhir disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu
menggunakan kutang (bra) yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak
terlalu ketat. (Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011).
DAFTAR PUSTAKA

Perinasia, 2006, Melindungi, Meningkatkan, dan Mendukung Menyusui: Peran


Khusus pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui,
Pernyataan bersama WHO/UNICEF, Perkumpulan Perinatologi
Indonesia, Jakarta.

Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatannya.


Diva Press. Yogyakarta.

Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.
Salemba Medika: Jakarta
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Manajemen Laktasi

Sub topik : Perawatan Payudara

Sasaran : Klien pasca persalinan

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang perawatan
payudara.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan pengertian manajemen laktasi
2. Menyebutkan dan mempraktikan cara perawatan payudara
C. Sasaran
Klien pasca persalinan

D. Materi
1. Pengertian manajemen laktasi
2. Perawatan payudara
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
penyuluhan  Memperhatikan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menjelaskan tentang pengertian  Memperhatikan


manajemen laktasi
 Menjelaskan dan mempraktikan
tentang cara perawatan  Memperhatikan dan
payudara mempraktikan

 Memberi kesempatan kepada  Bertanya dan


peserta untuk bertanya. menjawab
pertanyaan yang
diajukan

3. 3 Evaluasi :

menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan
 Meminta kepada ibu untuk  Mempraktikan
mempraktikan cara perawatan
payudara
4. 1 Terminasi :

menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


peran serta ibu.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Ibu siap mengikuti penyuluhan.
 Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang
Cempaka
2. Evaluasi Proses
 Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
 Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
 Ibu mengetahui tentang cara menyusui yang benar
 Ibu mempraktikan cara perawatan payudara
MANAJEMEN LAKTASI

A. Pengertian
Manajemen laktasi merupakan segala daya upaya yang dilakukan
untuk membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya.
Usaha ini dilakukan terhadap ibu dalam 3 tahap, yaitu pada masa kehamilan
(antenatal), sewaktu ibu dalam persalinan sampai keluar rumah sakit
(perinatal), dan pada masa menyusui selanjutnya sampai anak berumur 2
tahun (postnatal) (Perinasia, 2007, p.1).

Manajemen laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh ibu,


ayah dan keluarga untuk menunjang keberhasilan menyusui (Prasetyono,
2009, p.61). Dan ruang lingkup manajemen laktasi dimulai pada masa
kehamilan, setelah persalinan, dan masa menyusui bayi.

B. Pengertian Perawatan Payudara (Breast Care)


Post natal breast care pada ibu nifas merupakan perawatan
payudara yang dilakukan pada ibu pasca melahirkan/nifas untuk
melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran payudara
sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan
payudara dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan
dilakukan 2 kali sehari. (Saleha, 2009)
Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan
secara sadar dan teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu
hamil dengan tujuan untuk mempersiapkan laktasi pada waktu post partum
(Saryono, 2009).
Perawatan payudara adalah perawatan yang dilakukan pada
payudara ibu setelah melahirkan dan menyusui yang merupakan suatu cara
yang dilakukan saat merawat payudara agar ASI keluar dengan lancar
(Suririnah,2007).
Jadi perawatan payudara masa nifas adalah kegiatan yang
dilakukan oleh ibu pasca melahirkan sebagai upaya untuk memelihara
kesehatan payudara dan membantu memperlancar produksi ASI.
C. Manfaat dan tujuan perawatan payudara
Perawatan payudara hendaknya dilakukan sedini mungkin selama
kehamilan dalam upaya mempersiapkan bentuk dan fungsi payudara
sebelum terjadi laktasi.Jika persiapan kurang dapat terjadi gangguan
penghisapan pada bayi akibat ukuran puting yang kecil atau mendelep.
Akibat lain bisa terjadi produksi Asi akan terlambat serta kondisi kebersihan
payudara ibu tidak terjamin sehingga dapat membahayakan kesehatan bayi.
Dipihak ibu, akibat perawatan yang kurang pada saat persalinan ibu belum
siap menyusui sehingga jika bayi disusukan ibu akan merasakan geli atau
perih pada payudaranya.
Tujuan perawatan payudara adalah :
1. Memelihara kebersihan payudara
2. Melenturkan dan menguatkan puting susu
3. Payudara yang terawat akan memproduksi ASI cukup untuk kebutuhan bayi
4. Dengan perawatan payudara yang baik ibu tidak perlu khawatir bentuk
payudaranya akan cepat berubah sehingga kurang menarik.
5. Dengan perawatan payudara yang baik puting susu tidak akan lecet sewaktu
dihisap oleh bayi.
6. Melancarkan aliran ASI
7. Mengatasi puting susu datar atau terbenam supaya dapat dikeluarkan
sehingga siap untuk disusukan kepada bayinya

D. Akibat jika tidak dilakukan perawatan payudara


Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan
payudara sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi :
1. Puting susu mendelep
2. Anak susah menyusui
3. ASI lama keluar
4. Produksi ASI terbatas
5. Pembengkakan pada payudara
6. Payudara meradang
7. Payudara kotor
8. Ibu belum siap menyusui
9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet.

E. Waktu Pelaksanaan
1. Pertama kali dilakukan pada hari kedua setelah melahirkan
2. Dilakukan minimal 2x dalam sehari

F. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Perawatan Payudara


1. Potong kuku tangan sependek mungkin,serta kikir agar halus dan tidak
melukai payudara.
2. Cuci bersih tangan dan terutama jari tangan.
3. Lakukan pada suasana santai, misalnya pada waktu mandi sore atau
sebelum berangkat tidur.

G. Langkah-langkah perawatan payudara


1. Persiapan alat untuk perawatan payudara
a. Handuk 2 buah
b. Washlap 2 buah
c. Waskom berisi air dingin 1 buah
d. Waskom berisi air hangat 1 buah
e. Minyak kelapa/baby oil
f. Waskom kecil 1 buah berisi kapas/kasa secukupnya
g. Baki, alas dan penutup
2. Pelaksanaan
a. Memberikan prosedur yang akan dilaksanakan
b. Mengatur lingkungan yang aman dan nyaman
c. Mengatur posisi klien dan alat-alat peraga supaya mudah dijangkau
d. Cuci tangan sebelum dilaksanakan perawatan payudara
e. Pasang handuk di pinggang klien satu dan yang satu dipundak

H. Teknik Perawatan Payudara


1. Tempelkan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama
± 5 menit, kemudian puting susu dibersihkan
2. Tempelkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara.
a. Pengurutan dimulai kearah atas, kesamping, lalu kearah bawah.Dalam
pengurutan posisi tangan kiri kearah sisi kiri, telapak tangan kanan kearah sisi kanan.
b. Pengurutan diteruskan kebawah,kesamping selanjutnya melintang, lalu
telapak tangan mengurut kedepan kemudian kedua tangan dilepaskan dari payudara,ulangi
gerakan 20-30 kali.
c. Gerakan-gerakan pada perawatan payudara
1) Gerakan Pertama
Kedua tangan disimpan di bagian tengah atau antara payudara,
gerakan tangan ke arah atas pusat ke samping, ke bawah
kemudian payudara diangkat sedikit dan dilepaskan, lakukan 20-30
kali.
2) Gerakan Kedua
Satu tangan menahan payudara dari bawah, tangan yang lain
mengurut payudara dengan pinggir tangan dari arah pangkal ke
puting susu, dilakukan 20-30 kali dilakukan pada kedua payudara
secara bergantian.
3) Gerakan Ketiga
Satu tangan menahan payudara di bagian bawah, tangan yang lain
mengurut dengan bahu, jari tangan mengepal, lakukan pengurutan
dari arah pangkal ke puting susu, 20-30 kali dilakukan pada kedua
payudara secara bergantian.
d. Selesai pengurutan, payudara disiram dengan air hangat dan dingin
bergantian selama ±5 menit, keringkan payudara dengan handuk bersih kemudian gunakan
BH yang bersih dan menopang.
e. Bersihkan payudara terutama bekas minyak
f. Pakailah BH yang terbuka bagian depannya (untuk Ibu menyusui) dan
yang menyangga buah dada atau langsung susui bayi. (Saryono, 2009)

I. Perawatan Payudara Dengan Masalah


1. Cara Mengatasi Bila Putting Tenggelam
Lakukan gerakan menggunakan kedua ibu jari dengan menekan
kedua sisi puting dan setelah puting tampak menonjol keluar lakukan
tarikan pada puting menggunakan ibu jari dan telunjuk lalu lanjutkan
dengan gerakan memutar puting ke satu arah.Ulangi sampai beberapa
kali dan dilakukan secara rutin.
2. Jika Asi Belum Keluar
Walaupun asi belum keluar ibu harus tetap menyusui. Mulailah
segera menyusui sejak bayi baru lahir, yakni dengan inisiasi menyusui
dini, Dengan teratur menyusui bayi maka hisapan bayi pada saat
menyusu ke ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin dan
prolaktin yang akan membantu kelancaran ASI. Jadi biarkan bayi terus
menghisap maka akan keluar ASI. Jangan berpikir sebaliknya yakni
menunggu ASI keluar baru menyusui.
3. Penanganan puting susu lecet
Bagi ibu yang mengalami lecet pada puting susu, ibu bisa
mengistirahatkan 24 jam pada payudara yang lecet dan memerah ASI
secara manual dan di tampung pada botol steril lalu di suapkan
menggunakan sendok kecil .Olesi dengan krim untuk payudara yang
lecet. Bila ada madu, cukup di olesi madu pada puting yang lecet.
4. Penanganan pada payudara yang terasa keras sekali dan nyeri, asi menetes
pelan dan badan terasa demam. Pada hari ke empat masa nifas kadang payudara terasa
penuh dan keras, juga sedikit nyeri.Justru ini pertanda baik. Berarti kelenjar air susu ibu
mulai berproduksi. Tak jarang diikuti pembesaran kelenjar di ketiak, jangan cemas ini bukan
penyakit dan masih dalam batas wajar.Dengan adanya reaksi alamiah tubuh seorang ibu
dalam masa menyusui untuk meningkatkan produksi ASI, maka tubuh memerlukan cairan
lebih banyak.Inilah pentingnya minum air putih 8 sampai dengan 10 gelas sehari. (Mellyna,
2009)
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses
pada tanggal 27Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa
Swara. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Perinasia, 2006, Melindungi, Meningkatkan, dan Mendukung Menyusui: Peran
Khusus pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui,
Pernyataan bersama WHO/UNICEF, Perkumpulan Perinatologi
Indonesia, Jakarta.

Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan, Praktik dan Kemanfaatannya.


Diva Press. Yogyakarta.

Saleha, sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba
Medika. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.44 WIB
Saryono dyah pramitasari poischa. (2009). Perawatan payudara. Jogjakarta:
mitra cendikia. diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.52 WIB
Suririnah, 2007. ASI menyelamatkan Jiwa Bayi. Online
LAMPIRAN 3
(SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Mobilisasi Pasien Rawat Inap

Sub topik : Mobilisasi Pasien Rawat Inap

Sasaran : Pasien Rawat Inap

Tempat : Ruang Cempaka (Nifas) RSUD dr. Doris Sylvanus

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Pada akhir proses penyuluhan, ibu dapat mengetahui tentang mobilisasi pasien
rawat inap.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu mampu:
1. Menyebutkan pengertian mobilisasi
2. Menyebutkan jenis-jenis mobilisasi
3. Menyebutkan tujuan mobilissi
4. Menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan pada pasien sebelum, saat dan
setelah mobilisasi
5. Menyebutkan tentang latihan mobilisasi pada pasien pasca pembedahan
6. Menyebutkan tentang latihan mobilisasi pada pasien pasca serangan stroke
C. Sasaran
Pasien rawat inap

D. Materi
1. Pengertian mobilisasi
2. Jenis-jenis mobilisasi
3. Tujuan mobilisasi
4. Hal-hal yang harus diperhatikan pada pasien sbelum, saat dan setelah mobilisasi
5. Latihan mobilisasi pada pasien pasca pembedahan
6. Latihan mobilisasi pada pasien serangan stroke
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
F. Media
 Leaflet
 Satuan Acara Penyuluhan
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN IBU

1. 1 Pembukaan :

Menit  Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam


mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan dari  Mendengarkan
penyuluhan  Memperhatikan
 Menyebutkan materi yang akan
diberikan
 Memperhatikan
2. 5 Pelaksanaan :

menit  Menyebutkan pengertian  Memperhatikan


mobilisasi
 Menyebutkan jenis-jenis
mobilisasi  Memperhatikan
 Menyebutkan tujuan mobilissi
 Menyebutkan hal-hal yang harus
diperhatikan pada pasien  Memperhatikan
sebelum, saat dan setelah  Memperhatikan
mobilisasi
 Menyebutkan tentang latihan
mobilisasi pada pasien pasca
pembedahan
 Menyebutkan tentang latihan  Memperhatikan
mobilisasi pada pasien pasca
serangan stroke

 Memperhatikan

3. 3 Evaluasi :

Menit  Menanyakan kepada ibu tentang  Menjawab


materi yang telah diberikan pertanyaan

4. 1 Terminasi :

Menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan


peran serta ibu.
 Mengucapkan salam penutup
 Menjawab salam
H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Ibu siap mengikuti penyuluhan.
b. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan diadakan di Ruang Cempaka
2. Evaluasi Proses
a. Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
b. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui tentang pengertian mobilisasi
b. Ibu mengetahui jenis-jenis mobilisasi
c. Ibu mengetahui tujuan mobilisasi
d. Ibu mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan pada pasien sebelum, saat
dan setelah mobilisasi
e. Ibu mengetahui latihan mobilisasi pada pasien pasca pembedahan
f. Ibu mengetahui latihan mobilisasi pada pasien serangan stroke
MATERI
MOBILISASI PASIEN RAWAT INAP

A. Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah,
teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat dan penting untuk
kemandirian.
Sebaliknya keadaan mobilisasi adalah suatu pembatasan gerak atau keterbatasan
fisik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan, hal ini
salah satunya disebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi berkurang
seperti saat duduk atau berbaring.
B. Jenis-jenis Mobilisasi
Mobilisasi secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Mobilisasi secara pasif yaitu : mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan
tubuhnya dengan cara dibantu dengan orang lain secara total atau keseluruhan.
2. Mobilisasi aktif yaitu : dimana pasien dalam menggerakkan tubuh dilakukan secara
mandiri tanpa bantuan dari orang lain.
C. Tujuan Mobilisasi
1. Mempertahankan fungsi tubuh.
2. Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan luka.
3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik.
4. Mempertahankan Tonus otot.
5. Mencegah kesulitan dalam BAB.
6. Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali normal dan atau
dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
7. Memberi kesempatan perawat dan pasien untuk beinteraksi atau berkomunikasi.
8. Mencegah efek samping dari tirah baring yang lama (decubitus, bronkopneumonia,
emboli, dll).
D. Hal-hal yang harus diperhatikan pada pasien sbelum, saat dan setelah mobilisasi
1. Denyut nadi frekuensinya mengalami peningkatan, irama tidak teratur.
2. Tekanan darah biasanya terjadi penurunan tekanan sistol/hipotensi orthostatic
3. Pernafasan terjadi peningkatan frekuensi, pernafasan cepat dangkal.
4. Warna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan.
5. Kecepatan dan posisi tubuh akan mengalami kecepatan aktivitas dan ketidakstabilan
posisi tubuh.
6. Status emosi labil.
E. Latihan mobilisasi pada pasien pasca pembedahan
Latihan Mobilisasi pada pasien pasca pembedahan yaitu proses aktivitas yang
dilakukan pascapembedahan dimulai dari latihan ringan di atas tempat tidur (latihan
pernafasan, latihan batuk efektif, dan menggerakkan tungkai) sampai dengan pasien
bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan keluar kamar.

Tahap-tahap mobilisasi pasien pasca pembedahan meliputi :

1. Pada hari pertama 6-10 jam setelah pasien sadar, pasien bisa melakukan latihan
pernafasan kemudian miring kanan-miring kiri sudah dapat dimulai.
2. Pada hari kedua (setelah 24 jam) pasien didudukkan selama 5 menit, disuruh latihan
pernafasan guna melonggarkan pernafasan.
3. Pada hari ke 3-5, pasien dianjurkan untuk belajar berdiri kemudian berjalan di sekitar
kamar, ke kamar mandi dan keluar kamar mandi sendiri.
F. Latihan mobilisasi pada pasien serangan stroke
Perbaikan fungsi pada penderita post stroke dapat dilakukan melalui dua cara yaitu :

1. Latihan gerak atau mobilisasi dini untuk memelihara fungsi otot dan sendi terhadap
sisi anggota yang lesi.
2. Latihan untuk mempengaruhi gerak kompensasi sebagai pengganti daerah yang lesi.
Pada fase penyembuhan ini latihan sangat berpengaruh dalam derajat maupun kecepatan
perbaikan fungsi.

Mobilisasi pasien stroke dapat dilakukan dengan :

1. Latihan pasif yaitu anggota gerak pasien digerakkan oleh orang lain untuk
merangsang aliran darah dan merangsang kontraksi otot.
2. Latihan aktif yaitu pasien mencoba menggerakkan tubuhnya sendiri. Latihan sedini
mungkin dilakukan serta berulang-ulang akan menjadi gerak yang terkontrol atau terkendali.
DAFTAR PUSTAKA

Agustin, A. (2017). Upaya peningkatan mobilisasi pada pasien post operasi fraktur
intertrochanter femur. Jurnal Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia . (2013). Riskesdas 2013 dalam Angka.


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

Hernawilly.(2012). Faktor-faktor yang berkontribusi pada pelaksanaan ambulasi dini pasien


fraktur ekstermitas bawah.Jurnal Keperawatan . Volume VIII, No. 2.
LAMPIRAN 4
Lampiran 4. Konsultasi Dengan Mentor
LAMPIRAN 5
Lampiran 5. Konsultasi Dengan Coach
LAMPIRAN 6
Lampiran 6. Konsultasi Dengan Tim PKRS
LAMPIRAN 7
Lampiran 7. Form Catatan Edukasi Terintegrasi
LAMPIRAN 8
Lampiran 8. Lembar Monitoring

Lampiran 4. Konsultasi Dengan Mentor


LAMPIRAN 9
Lampiran 9. Lembar Grafik TTV
LAMPIRAN 10
LAMPIRAN 11
LAMPIRAN 12

Anda mungkin juga menyukai