Anda di halaman 1dari 40

RANCANGAN AKTUALISASI

SIKAP PERILAKU BELA NEGARA, NILAI-NILAI


DASAR PNS, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM
NKRI

OPTIMALISASI KESELAMATAN PASIEN DENGAN


PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP) SKRINING PASIEN RISIKO JATUH DI PUSKESMAS
DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO

Disusun Oleh :
NAMA : VETRY DIAH APRILYANI, A.Md.Kep
NIP : 19940401 202012 2 016
NDH : 33
JABATAN : PELAKSANA/TERAMPIL-PERAWAT
INSTANSI/OPD : DINAS KESEHATAN KABUPATEN
PROBOLINGGO (PUSKESMAS DRINGU)

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN KE-1


BALAI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI JAWA TIMUR

TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
SIKAP PERILAKU BELA NEGARA, NILAI-NILAI
DASAR PNS, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM
NKRI

OPTIMALISASI KESELAMATAN PASIEN DENGAN


PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP) SKRINING PASIEN RISIKO JATUH DI PUSKESMAS
DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO

Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Coach, Mentor, dan Penguji pada
Seminar Rancangan Aktualisasi, hari Kamis tanggal 29 April 2021
Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur

Probolinggo, 29 April 2021

COACH MENTOR

Dr. Chusaini Mustas, Drs., M.Pd dr. Lina Wahyu Indayati


Widyaiswara Ahli Utama Kepala Puskesmas Dringu
NIP.19580706 198603 1 028 NIP. 19810304 201001 2 009
BERITA ACARA

Sehubungan dengan penyelenggaraan Diklat Pelatihan Dasar CPNS Golongan


II Angkatan I Tahun 2021, pada hari Kamis tanggal 29 April 2021, telah
dilaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi.

Nama : Vetry Diah Aprilyani, A.Md, Kep.


No. Absen : 33
Judul : Optimalisasi keselamatan pasien dengan penyusunan
Standar Operasional Prosedur (SOP) skrining pasien
risiko jatuh

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditanda tangani
oleh :

Probolinggo, 29 April 2021


Penguji, Peserta,

Prof.Dr. H. Agus Sholahuddin, M.Si Vetry Diah Aprilyani, A.Md, Kep


Pelaksana/Terampil-Perawat
NIP. 19940401 202012 2 016

Coach, Mentor,

Dr. Chusaini Mustas, Drs. M., Pd dr. Lina Wahyu Indayati


Widya Iswara Ahli Muda Kepala Puskesmas Dringu
NIP 19580706 198603 1 028 NIP 19810304 201001 2 009
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa,
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan I Tahun 2021 yang akan dihabituasikan di tempat penulis bertugas yaitu
Puskesmas Dringu.
Penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak terlepas dari bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :

1. Hj. P. Tantriana Sari, SE., selaku Bupati Kabupaten Probolinggo;


2. Aries Agung Paewai, S.Stp., M.M., selaku Kepala BPSDM Jawa Timur;
3. Hudan Syarifuddin, S.Sos, M.Si., selaku Kepala BKD Kabupaten
Probolinggo;
4. dr. Shodiq Tjahjono,MM.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Probolinggo;
5. dr. Lina Wahyu Indayati, selaku Kepala Puskesmas Dringu dan mentor;
6. Dr. Chusaini Mustas, Drs., M.Pd. selaku  Coach (pembimbing);
7. Prof.Dr. H. Agus Sholahuddin, M.Si, selaku Penguji;
8. Keluarga besar Puskesmas Dringu;
9. Seluruh rekan-rekan CPNS Angkatan I terutama Kelompok 3 dari
CPNS Pemerintah Kabupaten Probolinggo;
Penulis menyadari rancangan aktualisasi ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, saran maupun kritik sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan dan perbaikan rancangan aktualisasi ini sehingga nantinya dapat
memberi manfaat bagi bidang pekeraan dan penerapan di instansi serta bisa
dikembangkan lebih lanjut. Amin.

Probolinggo, 29 April 2021

Vetry Diah Aprilyani, A.Md.Kep


NIP. 19940401 202012 2 016
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………….…..…….….…i
LEMBAR PERSETUJUAN…...……………………………………………….ii
BERITA ACARA……………………………………………………………….iii
KATA PENGANTAR……………….………………………………………….iv
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….v
DAFTAR TABEL……………………………………………………………….vi
DAFTAR DIAGRAM…………………………………………………………...vii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………...viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………….
B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi…………………………………
C. Ruang Lingkup Aktualisasi……………………………………….
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA
A. Deskripsi Organisasi……………………………………………...
B. Visi, Misi, Tata Nilai dan Tupoksi Puskesmas.………………...
C. Profil Peserta dan Uraian Tugas Jabatan………………………
BAB III DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI
A. Internalisasi Pembelajaran
1. Sikap dan Perilaku Bela Negara……………………………..
2. Nilai – Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS)...................
3. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI…………………..
B. Identifikasi, Penetapan Isu dan Gagasan Pemecahan Isu…..
C. Diagram Alur Pemecahan Isu………….………………………..
D. Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi………………………....
E. Matriks Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi…………………
DAFTAR PUSTAKA……..………………………………………………….

LAMPIRAN KEGIATAN
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Identifikasi Isu, Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diharapkan……..
Tabel 3.2 Seleksi Kualitas Masalah/Isu Menggunakan Metode AKPL…………
Tabel 3.3 Seleksi Kualitas Masalah/Isu Menggunakan Metode USG………….
Tabel 3.4 Hasil Analisis Alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan
teknik tapisan Mc Namara………………………………………………………….
Tabel 3.5 Gagasan Pemecahan Masalah………………………………………..
Tabel 3.6 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi…………………………….
Tabel 3.7 Matriks Jadwal Kegiatan……………………………………………….

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3.1 Diagram Alur Pemecahan Isu……………………………………….

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Wilayah Puskesmas Dringu


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peranan yang menentukan dalam
mewujudkan visi dan misi negara yang tertuang dalam Pembukaan Undang-
Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam menjalankan peranan
tersebut, diperlukan sosok ASN yang mampu memenuhi standar kompetensi
sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien.
Fungsi Aparatur Sipil Negara yaitu pelaksana kebijakan publik, pelayan publik
serta perekat dan pemersatu bangsa yang harus dilakukan dengan penuh
tanggungjawab untuk masyarakat.
Untuk mendapatkan sosok ASN yang profesional, perlu dilaksanakan
pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT). LATSAR
merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS yang dilaksanakan untuk
memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan,
kepribadian dan etika. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-
nilai dasar profesi ASN yang tergabung dalam singkatan ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Kompetensi
inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter ASN yang kuat,
yaitu ASN yang berintegritas, serta mampu bersikap dan bertindak professional
dalam melayani masyarakat. Aktualisasi merupakan suatu pembelajaran bagi
peserta Latsar untuk menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN di tempat tugas.
Dimana tempat tugas yang digunakan salah satunya adalah Puskesmas Dringu
yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.
Pada permenkes no 43 tahun 2019 pasal 1 dijelaskan bahwa
Puskesmas merupakan salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang memiliki peranan penting dalam sistem kesehatan nasional,
khususnya substansi upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kepada pasien di
puskesmas sudah selayaknya merupakan pelayanan yang bermutu, dimana
harus mengutamakan keselamatan pasien. Sesuai dengan Permenkes no 11
tahun 2017, dijelaskan bahwa keselamatan pasien adalah suatu sistem yang
membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan risiko pasien sehingga mencegah terjadinya cedera. Berdasarkan
peraturan tersebut maka puskesmas melakukan peningkatan keselamatan
pasien. Dimana pasien yang datang ke puskesmas selalu memiliki risiko jatuh
terkait dengan kondisi dan penyakit yang dideritanya, seperti penurunan fungsi
indra penglihatan, kelemahan fisik, perubahan gaya berjalan, dan cara
menopang saat akan duduk.
Insiden pasien jatuh Amerika Serikat dilaporkan sebanyak 700.000
sampai dengan 1.000.000 orang yang mengalami jatuh setiap tahun. Laporan
dari rumah sakit dan unit kesehatan mental di Inggris tahun 2011 sebanyak
282.000 pasien jatuh setiap tahun, dimana 840 pasien mengalami patah tulang
pinggul, 550 pasien mengalami fraktur, dan 30 pasien mengalami cidera intra
kranial. Di Indonesia tahun 2012 menunjukan bahwa insiden pasien jatuh
termasuk ke dalam tiga besar insiden pasien jatuh, data dari laporan tersebut
memperlihatkan bahwa sebanyak 34 kasus atau setara 14% insiden jatuh di
Indonesia. Sedangkan insiden pasien jatuh di Puskesmas Dringu terdapat 2
kasus yang mengalami jatuh di tahun 2020.
Dengan berbagai macam kondisi dan keadaan pasien yang datang
maka Puskesmas harus melakukan evaluasi risiko pasien terhadap jatuh dan
bertindak untuk pencegahan risiko terjatuh. Evaluasi risiko tersebut dapat
dilakukan dengan menetapkan pencegahan risiko jatuh berdasarkan prosedur
yang tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan Standar Prosedur Operasional skrining
pasien risiko jatuh untuk memaksimalkan keselamatan pasien.

1.2. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


Tujuan dari rancangan aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Tujuan Jangka Pendek :
a. Tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) Skrining pasien risiko
jatuh di Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo.
b. Optimalnya keselamatan pasien.
Tujuan Jangka Panjang :
a. Mampu menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi sesuai kedudukan dan peran ASN.
b. Meningkatnya manajemen mutu dan keselamatan pasien.

Manfaat yang diperoleh dari hasil aktualisasi kegiatan ini adalah:


a. Manfaat bagi penulis
- Penulis menjadi lebih memahami dan dapat menginternalisasikan nilai
dasar ASN sesuai dengan peran dan kedudukan ASN di unit kerja
b. Manfaat bagi Instansi/Puskesmas
- Meningkatkan mutu pelayanan dengan peningkatan keselamatan
pasien di Puskesmas Dringu
- Membantu pengumpulan dokumen akreditasi Puskesmas Dringu
c. Manfaat bagi masyarakat/pasien
- Mengurangi risiko cedera yang menimpa pasien akibat terjatuh

1.3. Ruang Lingkup Aktualisasi


Ruang Lingkup atau batasan kegiatan aktualisasi ini adalah :

1. Internalisasi nilai-nilai sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar profesi


(ASN (ANEKA) yaitu, akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu, dan anti korupsi, serta nilai-nilai kedudukan dan peran ASN dalam
NKRI yaitu Whole of Government (WoG), Manajemen ASN dan Pelayanan
Publik.
2. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang sesuai dengan
rancangan aktualisasi yang telah dibuat yaitu Konsultasi dengan mentor,
Menyusun konsep skrining pasien risiko jatuh, Memproses penyusunan
draft SOP, Finalisasi draft SOP, Penetapan/ pengesahan SOP, Sosialisasi
pemberlakuan SOP di internal Puskesmas Dringu, Persiapan pelaksanaan
SOP, Pelaksanaan SOP dan Menyusun laporan aktualisasi di habituasi
3. Waktu pelaksanaan tanggal 30 april 2021 sampai dengan tanggal 11 juni
2021 dan tempat kegiatan di Puskesmas Dringu.
BAB II
GAMBARAN LEMBAGA / INSTITUSI

2.1 Deskripsi Organisasi (Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo)


Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. (Permenkes no 43 thn 2019 pasal 1
tentang Puskesmas)
Puskesmas Dringu merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat
yang bertempat di Jl. Raya Dringu No. 134, Desa Kedungdalem, Kecamatan
Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dimana wilayah kerjanya di sebagian
Kecamatan Dringu yang membawahi 14 desa yaitu Desa Ngepoh, Desa
Sumberagung, Desa Sumbersuko, Desa Watuwungkuk, Desa Sekarkare, Desa
Mranggon Lawang, Desa Kalirejo, Desa Tegalrejo, Desa Kedungdalem, Desa
Tamansari, Desa Randuputih, Desa Kalisalam, Desa Dringu dan Desa Pabean.
Secara administratif batas wilayah Kecamatan Dringu dinyatakan sebagai
berikut : Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Probolinggo, Sebelah Timur
berbatasan dengan Kecamatan Gending dan Kecamatan Banyuanyar, Sebelah
Utara berbatasan dengan Selat Madura, Sebelah Selatan berbatasan dengan
Kecamatan Leces dan Kecamatan Tegalsiwalan
Puskesmas Dringu merupakan Puskesmas Rawat Jalan, dimana dalam
pelaksanaan programnya mencakup program Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) maupun Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP). Untuk perluasan
jangkauan pelayanan kesehatan, maka Puskesmas Dringu perlu ditunjang
dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut
Puskesmas pembantu (Pustu), Polindes dan Ponkesdes. Puskesmas Dringu
mempunyai 5 unit Puskesmas pembantu, 5 unit Polindes dan 3 unit Ponkesdes
antara lain Puskesmas pembantu Ngepoh, Puskesmas pembantu
Watuwungkuk, Puskesmas pembantu Tegalrejo, Puskesmas pembantu
Randuputih, Puskesmas pembantu Pabean, Polindes Sumberagung, Polindes
Sumbersuko, Polindes Sekarkare, Polindes Mranggonlawang, Polindes Dringu,
Ponkesdes Tamansari, Ponkesdes Kalirejo dan Ponkesdes Kalisalam.
Puskesmas Dringu merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama
dibawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Dengan Jumlah
Penduduk Kecamatan Dringu sampai dengan tahun 2020 adalah sebesar
55.835 yang tersebar di 14 (empat belas) desa dengan jumlah rumah tangga
15.776. Desa Tamansari merupakan daerah yang kepadatan penduduknya
terbesar yaitu 7.896 jiwa/km2 sedangkan Desa Sekarkare mempunyai
kepadatan penduduk terkecil dengan 1.398 jiwa/km2
Luas gedung puskesmas induk sebesar ± 245 m2. Keterbatasan
ruangan yang terdapat pada gedung puskesmas induk menyebabkan beberapa
kegiatan pelayanan masih belum dapat dilakukan secara optimal. Secara
geografis Puskesmas Dringu (gedung puskesmas induk) mempunyai letak
pada lokasi yang kurang strategis, yaitu menjadi 1(satu) halaman dengan
Kecamatan Dringu, dimana untuk pengembangan puskesmas sudah tidak bisa
dilakukan karena status tanah yang bukan milik puskesmas.
Puskesmas Dringu merupakan puskesmas rawat jalan yang memiliki
beberapa bagian pelayanan kesehatan seperti Poli umum atau Balai
pengobatan, Ruang tindakan, Ruang Persalinan, Ruang Pelayanan Kesehatan
Gigi, Ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Farmasi, Laboratorium, Konsultasi
Gizi, Konsultasi Sanitasi dan Pelayanan Loket. Tenaga kesehatan yang ada di
Puskesmas Dringu terdiri dari tenaga dokter 2 orang, dokter gigi 1 orang,
perawat 13 orang, perawat gigi 1 orang, bidan 19 orang, analis kesehatan 1
orang, sanitarian 1 orang, ahli gizi 1 orang dan asisten apoteker 1 orang.
2.2 Visi, Misi, Tata Nilai dan Tupoksi Puskesmas
a. Visi
Visi Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah “Terwujudnya
Kabupaten Probolinggo Yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri,
Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia”

b. Misi
Misi Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah:
1. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan daya
saing daerah, Pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan
Optimalisasi pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
2. Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia melalui
peningkatan kualitas pelaksanaan otonomi daerah dalam
penyelenggaraan kepemerintahan yang baik dan bersih.

c. Motto
Motto Puskesmas Dringu adalah “Kepuasan dan Kesembuhan Pasien
adalah tujuan kami”

d. Nilai - Nilai Organisasi


Adapaun nilai-nilai dasar di Puskesmas Dringu adalah:
C : Cepat
A : Amanah
N : Nyaman
T : Tertib
I : Inovatif
K : Kompetitif

e. Tugas Puskesmas Dringu


Melayani, membina dan mengembangkan upaya kesehatan
masyarakat dan perorangan seluruh wilayah puskesmas Dringu
secara optimal
f. Fungsi Unit Kerja Puskesmas Dringu
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama

2.3 Profil Peserta dan Uraian Tugas Jabatan


a. Profil Peserta
Peserta merupakan CPNS Pemerintah Kabupaten Probolinggo
dengan profil adalah sebagai berikut :
1. Nama : Vetry Diah Aprilyani, A.Md.Kep
2. Tempat, Tanggal Lahir : Lombok, 01 April 1994
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Nomor Induk Kependudukan : 3518204104940004
6. Nomor Induk Pegawai : 199404012020122016
7. Unit Kerja : Dinas Kesehatan Kabupaten
Probolinggo ( Puskesmas Dringu )
8. Jabatan : Pelaksana/Terampil - Perawat
9. Pangkat/Golongan : Pengatur/IIC
10. Status Perkawinan : Menikah
11. E-Mail : vetrydiahap@yahoo.co.id
12. Nomor Telepon : 0895336390280
13. Alamat : Blok Sempol RT/RW.002/009
Desa.Sumberkedawung Kec.
Leces Kab.Probolinggo
14. Riwayat Pendidikan :
2001-2002 : SD Negeri 2 Tamekan, Sumbawa
2002-2006 : SD Negeri Perning II, Nganjuk
2006-2009 : SMP Negeri 2 Lengkong, Nganjuk
2009-2012 : SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk
2012-2015 : Poltekkes Kemenkes Malang
b. Uraian Tugas Jabatan
1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu
2. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan
3. Melaksanakan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
dalam rangka melakukan upaya promotive
4. Melakukan tindakan keperawatan pada kondisi gawat
darurat/bencana/kritikal
5. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman dan bebas
risiko penularan infeksi
6. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada
area medikal bedah
7. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang kompleks di area
komunitas
8. Melakukan perawatan luka
9. Melakukan dokumentasi tindakan keperawatan
10. Mengikuti seminar / lokakarya / konferensi / symposium / studi
banding lapangan
BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Internalisasi Pembelajaran


3.1.1 Sikap Perilaku Bela Negara
A. Wawasan Kebangsaan Dan Nilai Bela Negara
Arti konsepsi cara pandang yang dilandasi atas kesadaran diri
sebagai warga dari suatu Negara dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
• Sejarah bangsa Indonesia
Tanggal 20 Mei 1908 pendirian organisasi Budi Utomo
Tanggal 27-28 Oktober 1928 Kongres Pemuda Kedua
Tanggal 7 Agustus 1945 PPKI terbentuk
• 4 Konsesus dasar Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI
• Bendera bangsa adalah bendera merah putih, lambang negara
adalah Burung Garuda Pancasila yang menoleh kekanan, Lagu
kebangsaan adalah Indonesia Raya (WR Supratman)
• UU RI No 23 tahun 2019 Bela Negara meliputi; Cinta Tanah Air,
Kesadaran berbangsa dan bernegara, Setia pada Pancasila
xsebagai Ideologi Negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara,
dan Kemampuan awal bela negara.
B. Analisis Isu Kontempoter
Fungsi dan tugas ASN:
1) Melaksanakan kebijakan public yg dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan
2) Memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas 3)
Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia 4)
Menjadi PNS yang professional:
a. Mengambil tanggung jawab
b. Menunjukkan sikap mental positif
c. Mengutamakan keprimaan
d. Menunjukkan kompetensi
e. Memegang teguh kode etik
Modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis
yaitu modal intelektual, modal emosional, modal sosial, modal
ketabahan, modal etika, modal Kesehatan jasmani.
Isu-isu strategis kontemporer yaitu korupsi, narkoba, terorisme
dan radikalisme, money laundering, dan proxy war
C. Kesiapsiagaan Bela Negara
Kesiapsiagaan bela negara adalah suatu keadaan siap siaga
yang dimiliki oleh seseorang baik fisik, mental, maupun sosial. Aksi
bela negara adalah sinergi warga negara guna mengatasi segala
macam ancaman dan gangguan. ( Inpres No. 7 Tahun 2018)
Nilai-nilai bela Negara:
1. Cinta tanah air;
2. Sadar berbangsa dan bernegara;
3. Setia kepada Pancasila sebagai Ideologi Negara;
4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara;
5. Mempunyai kemampuan awal bela negara.

3.1.2 Nilai-Nilai Dasar PNS


A. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya. Indikator nilai dasar akuntabilitas, yaitu:
1. Kepemimpinan, Memberi contoh kepada orang lain, memiliki
komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
2. Transparansi, tujuannya mendorong komunikasi dan kerjasama,
meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan dan
meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan.
3. Integritas, kesesuaian antara perkataan dan tindakan.
4. Tanggungjawab, kewajiban dari individu atau lembaga terhadap
setiap tindakan yang telah dilakukan.
5. Keadilan, merupakan landasan utama dari akuntabilitas.
6. Kepercayaan, lingkungan akuntabel ada dari hal-hal yang dapat
dipercaya.
7. Keseimbangan, kinerja yang baik harus disertai keseimbangan
kapasitas sumber daya dan keahlian yang dimiliki.
8. Kejelasan, mengetahui kewenangan, peran dan tanggung jawab,
misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi.
9. Konsistensi, menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan yang
akuntabel
B. Nasionalisme
Nasionalisme adalah Suatu sikap politik dari masyarakat suatu
bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta
kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu
bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam
terhadap bangsa itu sendiri. Nasionalisme ialah cinta pada tanah air,
ras, bahasa atau sejarah budaya bersama. Nasionalisme ialah suatu
keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise
bangsa. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa
individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu
sendiri.
Prinsip – prinsip nasionalisme :
1. Hasrat untuk mencapai kesatuan
2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan
3. Hasrat untuk mencapai keaslian
4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa
ASN harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai nasionalisme
dalam menjalankan profesinya sebagai pelayanan publik yang
berintegritas, ASN sebagai pemersatu bangsa dan mendahulukan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya, ASN
sebagai pelaksana kebijakan publik yang senantiasa mementingkan
kepentingan public, ASN profesional dan melayani yang
berintegritas, ASN berwawasan kebangsaan dan memiliki
nasionalisme yang kuat.
Menurut UU no 5 Tahun 2014 pasal 66 ayat 1, 2: PNS akan
senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945,
negara dan Pemerintah. ASN pemersatu bangsa dan negara
memiliki jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat,
memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi
perekat bangsa dan mengupayakan situasi damai di
seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI
C. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan public. Adapun pengertian
Kode Etik adalah aturanaturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-
hal prinsip dalam bentuk ketentuan – ketentuan tertulis. Nilai-nilai
dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
6. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
7. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
8. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
9. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
10. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
11. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
12. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
13. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat system karir.
D. Komitmen Mutu
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak
sama mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi ada
beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu seperti :
1. Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil
kerja.
2. Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepatan realisasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan
mekanisme yang keluar alur.
3. Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai
keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.
4. Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang
dilakukan diarahkan untuk pencapaian standar mutu.
E. Anti Korupsi
Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, korupsi adalah
tindakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya
diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan
keuangan negara atau perekonomian negara. Anti korupsi dapat
diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari Nilai-nilai anti
korupsi antara lain:
1. Kejujuran
Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat di definisikan
sebagai sebuah Tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak
berbohong dan tidak curang.
2. Kepedulian
Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan
menghiraukan. Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap
lingkungan sekitar.
3. Kemandirian
Mandiri berarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak
banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal.
4. Kedisiplinan
Disiplin adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan.
5. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatu.
6. Kerja keras
Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam
kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya
kerja, pendirian keberanian.
7. Kesederhanaan
Gaya hidup yang sederhana yaitu dibiasakan untuk tidak hidup
boros.
8. Keberanian
Dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan
membela kebenaran.
9. Keadilan
Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak.
Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

3.1.3 Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI


A. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan
profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber
daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri
atas Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK).
B. Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan
Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan
administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama,
organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima
layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan, dan ketiga, kepuasan yang diberikan dan atau
diterima oleh penerima layanan (pelanggan).Sembilan prinsip
pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima
adalah partisipatif, transparan, responsif, non diskriminatif, mudah
dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
C. Whole of Government
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahanyang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen programdan pelayanan publik.
Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency,
yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang
terkait dengan urusan-urusan yang relevan
3.2 Identifikasi, Penetapan Isu dan Gagasan Pemecahan Isu
a. Identifikasi Isu
Isu dapat diartikan sebagai sebuah masalah yang muncul pada
sebuah instansi akibat kesenjangan antara realitas (kondisi saat ini)
dengan kondisi ideal (harapan para stakeholder). Apabila isu tidak
ditangani secara baik akan memberikan efek negative terhadap
instansi bahkan berlanjut ke tahap kritis.
Penulis mengidentifikasi beberapa isu berdasarkan sumber isu,
kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan yang digambarkan pada
tabel di bawah ini :
Tabel 3.1 Identifikasi Isu, Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang
Diharapkan
No Identifikasi Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang
. Diharapkan
1. Banyaknya pasien yang Menumpuknya pasien Pasien tidak
menunggu lama saat pada saat pendaftaran menunggu lama
melakukan pendaftaran saat melakukan
di loket pendaftaran
2. Rendahnya kunjungan Kurangnya kesadaran Masyarakat
konseling Gizi di masyarakat untuk melakukan
Puskesmas Dringu melakukan konseling kunjungan
gizi konseling gizi
3. Belum optimalnya Tidak adanya SOP Adanya SOP
manajemen pasien skrining pasien risiko skrining pasien
risiko jatuh di jatuh dan tanda pasien risiko jatuh dan
Puskesmas Dringu yang terindikasi pasien tanda pasien
dengan resiko jatuh dengan risiko
jatuh

Dari beberapa masalah/isu yang ada, langkah selanjutnya


adalah menyeleksi masalah tersebut menggunakan metode AKPL
(Aktual, Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan) dengan skala
penskoran 1 – 5 sesuai skala Likert. Adapun penjelasan dari masing-
masing kriteria adalah sebagai berikut :
1. Aktual
Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
dalam masyarakat.
2. Kekhalayakan
Kekhalayakan artinya masalah yang menyangkut hajat hidup orang
banyak.
3. Problematik
Problematik artinya masalah yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehinggga perlu segera dicarikan solusinya
4. Kelayakan
Kelayakan artinya masalah yang masuk akal dan realistis serta
relevan untuk dimunculkan inisiatif masalahnya.

Metode ini digunakan untuk mengetahui bahwa masalah tersebut


benar terjadi dan telah menimbulkan kegelisihan sehingga perlu segera
dicari penyebab dan pemecahannya. Jika diperbaiki, dapat memberikan
nilai kekhalayakan yang baik untuk semua orang serta masalah tersebut
logis dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang dan
tanggung jawab. Nilai AKPL ini didapat dari hasil pengamatan dan
pengalaman penulis selama menjalani masa orintasi CPNS di
Puskesmas Dringu.
Tabel 3.2 Seleksi Kualitas Masalah/Isu Menggunakan Metode AKPL
No. Permasalahan A K P L Jumlah Peringkat
1. Banyaknya pasien yang 4 4 4 5 17 II
menunggu lama saat
melakukan pendaftaran di loket

2. Rendahnya kunjungan 4 4 4 4 16 III


konseling Gizi di Puskesmas
Dringu

3. Belum optimalnya manajemen 5 4 5 5 19 I


pasien risiko jatuh di
Puskesmas Dringu
Adapun kriteria penetapan indikator AKPL, yaitu:
Aktual:
1. Pernah benar-benar terjadi
2. Benar-benar sering terjadi
3. Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4. Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5. Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan

Kekhalayakan
1. Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2. Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3. Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4. Menyangkut hajat hidup orang banyak
5. Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak

Problematik
1. Masalah sederhana
2. Masalah kurang kompleks
3. Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan
solusi
4. Masalah kompleks
5. Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera
solusinya

Kelayakan
1. Masuk akal
2. Realistis
3. Cukup masuk akal dan realistis
4. Masuk akal dan realistis
5. Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya
Setelah penetapan masalah dengan menggunakan teknik AKPL,
kemudian menarik 2 masalah yang dipertimbangkan kembali untuk
dijadikan masalah prioritas atau masalah utama. Ketiga masalah
tersebut kembali diidentifikasi dengan menggunakan teknik U
(Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth).
Adapun penjelasan dari masing-masing kriteria adalah sebagai
berikut:
1. Urgency
Urgency artinya seberapa mendesak suatu masalah harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness
Seriousness artinya seberapa serius suatu masalah harus dibahas,
dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth
Growth artinya seberapa besar kemungkinan memburuknya
masalah tersebut jika tidak segera ditangani.

Tabel 3.3 Seleksi Prioritas Masalah/Isu Menggunakan Metode USG


Kriteria Penilaian Total
No Identifikasi Isu Urgent Serious Growth
Score
Banyaknya pasien yang menung
1. gu lama saat melakukan pendaft 4 5 4 13
aran di loket
Belum optimalnya keselamatan
pasien karena belum adanya
2. Standard Operasional Prosedur 4 5 5 14
skrining pasien risiko jatuh di
Puskesmas Dringu

Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu:


Urgency :
1 : Tidak penting
2 : Kurang penting
3 : Cukup penting
4. : Penting
5. : Sangat penting

Seriousness:
1 : Akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : Akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : Akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. : Akibat yang ditimbulkan serius
5. : Akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth:
1 : Tidak berkembang
2 : Kurang berkembang
3 : Cukup berkembang
4 : Berkembang
5 : Sangat berkembang

Berdasarkan pendekatan analisis teknik AKPL dan USG tersebut,


maka kesimpulan yang diperoleh mengarah pada isu : “Belum optimalnya
keselamatan pasien karena belum adanya Standard Operasional Prosedur
skrining pasien rIsiko jatuh di Puskesmas Dringu.”

b. Alternatif Solusi Memecahkan Masalah


Tabel 3.4 Hasil Analisis Alternatif pemecahan masalah dengan
menggunakan teknik tapisan Mc Namara.
No Alternatif Solusi Efektifitas Efisiensi Kemu Total Ket
. (Ketepatan) (Biaya) dahan
1. Optimalisasi 5 4 5 14 I
keselamatan pasien
dengan penyusunan
Standar Operasional
Prosedur (SOP)
skrining pasien risiko
jatuh
2. Membuat ruang/kursi 4 3 4 11 III
khusus pasien dengan
resiko jatuh
3. Melakukan 4 4 4 12 II
pendampingan pada
pasien dengan resiko
jatuh

c. Gagasan Pemecahan Masalah


Tabel 3.5 Gagasan Pemecahan Masalah
No. Masalah Penyebab Akar Alternatif Rekomendasi
Masalah Penyebab Solusi Solusi
(Solusi yg
dipilih)
1. Belum 1. Belum Belum 1.Optimalisasi Optimalisasi
optimalnya adanya SOP diterapkanny keselamatan keselamatan
manajeme yang jelas a SOP pasien pasien dengan pasien
n pasien tentang dengan penyusunan dengan
risiko jatuh skrining resiko jatuh Standar penyusunan
di pasien resiko Operasional Standar
Puskesmas jatuh Prosedur Operasional
2. Belum (SOP) skrining Prosedur
diterapkannya pasien risiko (SOP) skrining
SOP pasien jatuh pasien risiko
dengan resiko 2.Membuat jatuh
jatuh ruang/kursi
3. Belum khusus pasien
adanya dengan resiko
perlakuan jatuh
khusus 3.Melakukan
dengan pendampinga
pasien resiko n pada pasien
jauh dengan resiko
jatuh

3.3 Diagram Alur Pemecahan Isu


Proses pemecahan isu dapat dilihat dari diagram alur di bawah ini :

PEMECAHAN ISU/MASALAH

SKP (Sasaran
Tugas dari Atasan Inisiatif Penulis
Kinerja Pegawai)
Kegiatan Pemecahan Isu:
1. Konsultasi dengan mentor di Puskesmas Dringu
2. Menyusun konsep skrining pasien risiko jatuh
3. Memproses penyusunan draft SOP
4. Finalisasi draft SOP
5. Penetapan/ pengesahan SOP
6. Sosialisasi Pemberlakuan SOP di internal
7. Persiapan pelaksanaan SOP
8. Pelaksanaan SOP
9. Menyusun laporan aktualisasi di habituasi

OUTPUT
1. SOP Skrining Pasien Jatuh
2. Tanda pasien risiko jatuh
3. Form identifikasi pasien risiko jatuh
4. Pelaksanaan SOP

Diagram 3.1. Diagram Alur Pemecahan Isu


3.4 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Unit Kerja : Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo
(Puskesmas Dringu)
Identifikasi Isu :
1. Banyaknya pasien yang menunggu lama saat
melakukan pendaftaran di loket
2. Rendahnya kunjungan konseling gizi di
Puskesmas Dringu
3. Belum optimalnya manajemen pasien risiko
jatuh di Puskesmas Dringu
Isu Yang Diangkat : Belum optimalnya manajemen pasien risiko
jatuh di Puskesmas Dringu

Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi keselamatan pasien dengan


penyusunan Standar Operasional Prosedur
(SOP) skrining pasien risiko jatu
Tabel 3.6 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Keterkaitan Kontribusi
Penguatan Nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata Terhadap Visi –
Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
1 Konsultasi 1. Kontrak waktu dan - Hasil Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai
dengan mentor tempat konsultasi Tanggungjawab misi pemerintah puskesmas yang
2. Menyusun konsep yang telah Nasionalisme Kabupaten tercantum dalam
(Inisiatif peserta) rancangan disetujui - Kemanuasiaan: Probolinggo poin ke-4 yaitu
aktualisasi sebagai acuan Saling “Mewujudkan Tertib, Bekerja
3. Meminta saran, pelaksanaan menghormati, masyarakat yang sesuai aturan yang
masukan dan kegiatan - Kerakyatan: berakhlak mulia berlaku
persetujuan dari aktualisasi musyawarah, melalui peningkatan
mentor mengenai menghargai kualitas
kegiatan yang pendapat pelaksanaan
akan dilaksanakan Etika Public: otonomi daerah
4. Menindak lanjuti Sopan,hormat, taat dalam
usulan perbaikan perintah penyelenggaraan
5. Mengisi Formulir Komitmen mutu: kepemerintahan
konsul mentor Berorientasi mutu yang baik dan
WoG: bersih”.
Koordinasi

2 Menyusun 1. Mencari referensi - Referensi Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai
konsep skrining tentang skrining pedoman atau Kejelasan target misi pemerintah puskesmas yang
pasien risiko pasien risiko jatuh regulasi atau Etika Publik: Kabupaten tercantum dalam
jatuh 2. Berdiskusi dengan teori tentang Taat pada Probolinggo poin ke-5 yaitu
pihak-pihak yang manajemen peraturan, cermat “Mewujudkan Inovatif,
(Inisiatif peserta lebih berkompeten pasien risiko WoG: masyarakat yang meningkatkan
atas acc mentor) yang berkaitan jatuh Koordinasi berakhlak mulia kualitas dengan hal
dengan pasien melalui peningkatan yang baru
risiko jatuh kualitas
pelaksanaan
otonomi daerah
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

3 Memproses peny 1. Mencari panduan 1. Referensi Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai
usunan draft SOP format panduan Tanggung jawab misi pemerintah puskesmas yang
penyusunan SOP SOP Etika Publik: Kabupaten tercantum dalam
(Inisiatif peserta 2. Menyusun uraian 2. Uraian SOP Cermat, taat pada Probolinggo poin ke-4 yaitu
atas acc mentor) SOP tentang peraturan “Mewujudkan Tertib, Bekerja
3. Berdiskusi tentang skrining Komitmen Mutu: masyarakat yang sesuai aturan yang
SOP yang dibuat pasien risiko Berorientasi mutu berakhlak mulia berlaku
dengan pihak- jatuh Anti Korupsi: melalui peningkatan
pihak yang Disiplin kualitas
berkompeten pelaksanaan
otonomi daerah
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

4. Finalisasi draft 1. Melakukan revisi SOP yang telah Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai
SOP SOP apabila direvisi Tanggung jawab misi pemerintah puskesmas yang
adanya perubahan Etika Publik Kabupaten tercantum dalam
(Inisiatif peserta 2. Mengonsultasikan Sopan, taat perintah Probolinggo poin ke-4 yaitu
atas acc mentor) kembali kepada WoG: “Mewujudkan Tertib, Bekerja
mentor tentang Koordinasi masyarakat yang sesuai aturan yang
hasil SOP Pelayanan Publik: berakhlak mulia berlaku, serta poin
3. Mengisi Formulir Standar pelayanan melalui peningkatan ke-3 yaitu nyaman,
konsul mentor publik kualitas menyenangkan bagi
pelaksanaan semua, menghargai
otonomi daerah pendapat orang lain
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

5. Penatapan / Penandatanganan Pengesahan Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai


Pengesahan dan pengesahan SOP Tanggung jawab misi pemerintah puskesmas yang
SOP SOP oleh atasan Etika Publik: Kabupaten tercantum dalam
dengan stempel Taat pada peraturan Probolinggo poin ke-4 yaitu
(Perintah dari basah Manajemen ASN: “Mewujudkan Tertib, Bekerja
atasan) Hak dan kewajiban masyarakat yang sesuai aturan yang
ASN berakhlak mulia berlaku, serta poin
melalui peningkatan ke-1 yaitu cepat,
kualitas tepat dan tanggap
pelaksanaan dalam mengambil
otonomi daerah keputusan
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

6. Sosialisasi 1. Menyiapkan 1. Undangan Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai


Pemberlakuan materi 2. Materi Partisipatif misi pemerintah puskesmas yang
SOP di internal 2. Menyiapkan sosialisasi Nasionalisme Kabupaten tercantum dalam
undangan 3. Absen Musyawarah, Probolinggo poin ke-4 yaitu
(Perintah dari 3. Menyiapkan peserta yang menghargai “Mewujudkan Tertib, Bekerja
atasan) Absensi mengikuti pendapat masyarakat yang sesuai aturan yang
4. Notulensi Komitmen Mutu: berakhlak mulia berlaku. serta poin
sosialisasi Kefektifan melalui peningkatan ke-2 yaitu amanah,
5. Dokumentasi kualitas tanggap dalam
pelaksanaan menjalankan tugas
otonomi daerah
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

7. Persiapan 1. Membuat tanda 1. Tanda Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai
Pelaksanaan pada pasien risiko pasien risiko Kejelasan target misi pemerintah puskesmas yang
SOP jatuh jatuh Etika Publik: Kabupaten tercantum dalam
2. Pembuatan form 2. Form Taat pada Probolinggo poin ke-4 yaitu
(Inisiatif peserta identifikasi pasien identifikasi peraturan, cermat “Mewujudkan Tertib, Bekerja
atas acc mentor) risiko jatuh pasien risiko masyarakat yang sesuai aturan yang
jatuh berakhlak mulia berlaku
melalui peningkatan
kualitas
pelaksanaan
otonomi daerah
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

8. Pelaksanaan 1. Melaksanaan 1. Pelaksanaan Akuntabilitas Wujud penerapan Sesuai dengan nilai


SOP SOP SOP Mendahulukan misi pemerintah puskesmas yang
2. Mengevaluasi (dokumentasi kepentingan publik Kabupaten tercantum dalam
(SKP) pelaksanaan ) Nasionalisme Probolinggo poin ke-4 yaitu
SOP 2. Hasil - Kemanusiaan: “Mewujudkan Tertib, Bekerja
evaluasi humanis masyarakat yang sesuai aturan yang
- Keadilan: tolong berakhlak mulia berlaku. serta poin
menolong melalui peningkatan ke-2 yaitu amanah,
Anti Korupsi: kualitas tanggap dalam
- Peduli pelaksanaan menjalankan tugas
Pelayanan Publik: otonomi daerah
Standar pelayanan dalam
publik penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.

9. Menyusun 1. Mengumpulkan Laporan Akuntabilitas: Wujud penerapan Sesuai dengan nilai


laporan bukti pelaksanaan aktualisasi dan Tanggung jawab misi pemerintah puskesmas yang
aktualisasi di aktualisasi yang bukti dan Kabupaten tercantum dalam
habituasi telah dilakukan dokumentasi Anti Korupsi: Probolinggo poin ke-4 yaitu
2. Membuat laporan kegiatan Jujur, disiplin, kerja “Mewujudkan Tertib, Bekerja
(Inisiatif peserta aktualisasi aktualisasi keras dalam masyarakat yang sesuai aturan yang
atas acc mentor) menyelesaikan berakhlak mulia berlaku. serta poin
laporan, mandiri melalui peningkatan ke-2 yaitu amanah,
kualitas tanggap dalam
pelaksanaan menjalankan tugas
otonomi daerah
dalam
penyelenggaraan
kepemerintahan
yang baik dan
bersih”.
3.5 Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi
Kegiatan-kegiatan tersebut akan dilakukan selama off campus (5
minggu) dengan jadwal sebagai berikut:
Tabel 3.7 Matriks Jadwal Kegiatan
Minggu ke-
No Kegiatan
1 2 3 4 5

1 Konsul dengan mentor di Puskesmas Dringu


       
2 Menyusun konsep SOP
       
3 Memproses penyusunan draft SOP
       
4 Finalisasi SOP
       
5 Meminta pengesahan diberlakukannya SOP
       
6 Melakukan sosialisasi Pemberlakuan SOP
       
7 Melakukan persiapan pelaksanaan SOP

8 Melakukan pelaksanaan SOP


       
9 Menyusun laporan aktualisasi di habituasi
       
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri


Kesehatan RI No. 43 tahun 2019. Puskesmas. 2019. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 46 tahun 2015. Akreditasi Puskesmas, Klinik
Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi. 2015.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 11 tahun 2017.Keselamatan Pasien. 2017. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI
Lembaga Administrasi Negara.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil Golongan II: Aktualisasi. Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia. Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II:. Akuntabilitas.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Anti Korupsi.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Etika Publik.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Komitmen Mutu.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Manajemen ASN. Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia. Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Nasionalisme.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Pelayanan Publik. Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia. Jakarta.
_______.2021. Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II: Whole of Government. Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia. Jakarta.
Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Faskes Kesehatan Tingkat
Pertama (FKTP) Tahun 2017
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 1 Tahun 2021
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS)
Hirza, Dharmana E., Santoso A. (2017). Pelaksanaan Asesmen Resiko Jatuh
di Rumah Sakit. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. DOI:
http://dx.doi.org/10.21927/jnki.2017.5(2). 123-133
PERSI. (2012). Seminar Keselamatan Pasien. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai