Anda di halaman 1dari 4

MENYIMPULKAN UNSUR PEMBANGUN DAN MAKNA PUISI

1. Kesatuan Unsur Pembangun Puisi


Unsur pembangun puisi yang terdiri atas struktur batin dan struktur lahir tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Hal ini disebabkan kedua struktur tersebut saling mendukung dan
melengkapi. Misalnya struktur batin berupa tema dapat disimpulkan berdasarkan hubungannya
dengan pemilihan kata dan citraan yang disampaikan oleh penyair. Perthatikan penggalan puisi
berikut.

Sungai mengalir
Dan menyindir gedung-gedung kota besar
Kerna tiada bagai kota yang papa itu
Ia tahu siapa bundanya

Penggalan puisi tersebut menggunakan majas personifikasi yaitu mencirikan benda mati
dengan manusia. Kata “menyindir” dikenakan pada sungai yang berada di tengah-tengah kota
besar untuk menumbuhkan rasa simpati dan prihatin kepada pembaca. Hal tersebut merupakan
sikap penyair terhadap suatu masalah agar pembaca menangkap maksud pembahasan suatu
masalah dalam puisi tersebut.

2. Pemaknaan puisi
Menentukan kesatuan unsur pembangun puisi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya
merupakan cara mengetahui isi atau makna puisi.
Pemaknaan puisi dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mengidentifikasi kesatuan unsur pembangun puisi
b. Menentukan kata kunci dalam setiap larik puisi
c. Mengaitkan maksud puisi dengan kehidupan nyata
d. Memparafrasakan (mengungkapkan kembali suatu teks dalam bentuk paragraf) setiap
bait puisi berdasarkan kata kunci dan realita
e. Menyimpulkan keseluruhan isi puisi berdasarkan data yang telah dihimpun

MENELAAH UNSUR PEMBANGUN TEKS PUISI


Selain struktur batin dan struktur lahir puisi, hal yang juga dijadikan penyair sebagai
dasar penulisan puisi adalah latar belakang dan lingkungan penyair. Kedua hal tersebut disebut
unsur ekstrinsik yaitu unsur pembangun yang berada di luar wujud puisi, tetapi secara tidak
langsung mempengaruhi keberadaan puisi tersebut. Dalam proses penciptaan puisi, penyair
memanfaatkan suatu hal untuk dijadikan inspirasi. Hal tersebut dapat berupa suatu kondisi atau
benda tertentu. Misalnya kondisi sosial budaya tertentu menginspirasi seorang penyair untuk
menyampaikan kritik atau protes dalam bentuk puisi.
TUGAS

Hamba Buruh
Aku menimbang-menimbang mungkin
Kita berdua menjadi satu
Gaji dihitung-hitung
Cukup tidak untuk berdua
Hati ingin sempurna dengan engkau
Sama derita sama gembira
Kepala pusing menimbang
Menghitung-hitung uang bagi kita
Aku ingin hidup damai tua
Mikir anak istri setia
Kalbu pecah merasa susah
Hamba buruh apa dikata
(Armijn Pane)

A. Setelah membaca puisi tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.


1. Siapa yang dibicarakan penyair dalam puisi tersebut?
2. Persoalan apa yang dibicarakan penyair dalam puisi tersebut?
3. Apa yang dimaksud larik “kepala pusing menimbang menghitung-hitung uang bagi
kita” ?
4. Bagaimana perasaan penyair terhadap buruh?
5. Apa pesan yang ingin disampaikan penyair pada akhir puisi tersebut?

B. Kerjakan soal berikut.


1. Identifikasilah struktur batin dan struktur lahir puisi tersebut.
2. Tulislah kata kunci pada setiap larik puisi.
3. Simpulkanlah makna puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi (struktur lahir,
struktur batin dan unsur ekstrinsik).
MENYAJIKAN TEKS PUISI

1. Menulis puisi
Puisi mempunyai kekhasan bahasa. Bahasa puisi singkat, tetapi penuh makna. Diksi atau
pemilihan kata merupakan hal yang sangat diutamakan dalam puisi untuk menentukan ketepatan
makna. Di samping itu unsur bunyi juga perlu diperhatikan agar lebih indah saat dibaca.
Penggunaan majas pun mendukung penciptaan rasa pembaca.
Menulis puisi dengan teknik mengamati gambar ini dilakukan dengan langkah-langkah
berikut.
a. Menentukan gambar
b. Memahami makna gambar, termasuk menentukn maksud atau gagasan dari gambar
c. Menentukan tema puisi yang berhubungan dengan gambar
d. Mendaftar kata-kata yang berkenaan dengan gambar dan tema
e. Menyusun baris-baris puisi berdasarkan kata-kata tersebut, serta
f. Menambahkan majas atau pelambangan dan lain-lain dalam larik puisi.

2. Membaca puisi
Menyajikan puisi juga bisa secara lisan yaitu dengan membaca puisi. Pembacaan puisi
pada dasarnya harus dilakukan dengan baik agar pesan dari puisi bisa tersampaikan kepada
pendengar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi , sebagai berikut.
a. Pelafalan
Pelafalan adalah suatu proses atau usaha untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik suku
kata, kata, frasa, maupun kalimat sesuai dengan jiwa dan tema puisi
b. Intonasi dan tempo
Intonasi adalah penyajian tinggi rendahnya irama puisi yang dibacakan sehingga tidak
monoton, serta memperjelas penekanan pada kata tertentu yang dimaknai. Selain
intonasi perhatikan juga tempo yaitu lambat atau cepatnya pengucapan suku kata atau
kalimat.
c. Sikap
Pembaca dituntut untuk menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang agar
ketika tampil tidak akan gugup dan sikap yang ditunjukkan sesuai dengan keinginan.
d. Mimik dan gestur
Mimik dan gestur berkaitan dengan ekspresi wajah dan gerak tubuh. Pembaca
dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh
agar mimik dan gestur yang ditunjukkan sesuai dengan emosi dan rasa dalam puisi
tersebut.
e. Volume suara
Pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mikrofon agar suara yang
dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan, atau tidak terlalu keras.
f. Kelancaran dan ketepatan
Kecepatan membaca juga harus diperhatikan. Jika membaca puisi terlalu cepat
pendengar akan sulit memahami puisi. Jika terlalu lambat juga akan membuat
pendengar jenuh.
TUGAS

Perhatikan gambar berikut!

1. Buatlah sebuah puisi dengan teknik mengamati gambar di atas dan gunakanlah
ketentuan menulis puisi dengan baik. Tuliskan pula judul dan penulis puisi!