Anda di halaman 1dari 2

Korupsi adalah kejahatan luat biasa, karna dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan :

pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang luas.

Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat
berdampak secara jangka panjang.

Adapun cirri-cir dari korupsi tersebut adalah, dilakukan oleh lebih dari satu orang, merahasiakan
motif dan mempunyai tujuan keuntungan yang ingin diraih, berhubungan dengan kekuasaan atau
kewenangan tertentu, berlindung dibalik pembenaran hukum, melanggar kaidah kejujuran dan
norma hokum, menghianati kepercayaan yang telah diberikan.

Menurut UU No. 33/1999 jo UU n0.20/2001, ada 7 bentuk korupsi :

1. Merugikan Keuangan Negara


2. Suap- menyuap
3. Penyalahgunaan Jabatan
4. Pemerasan
5. Kecurangan
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan Barang dan jasa
7. Gratifikasi

Banyak hal yang menjadi penyebab dari korupsi diantaranya yaitu karena penagak hokum yang
tidak konsisten terhadap penegakan kasus tindak pidana korupsi, kemuadian penyalahgunaan
wewenang dan kekuasaan, rendahnya pendapatan penyelanggara Negara yang membuat tergiur
akan melakukan tindakan korupsi, budaya member upeti atau imbalan, budaya yang permisif
serta tidak diterapkanya nilai – nilai agama dan etika.

Nilai –nilai anti korupsi yang dapat kita terapkan antara lain :

1. Jujur
2. Peduli
3. Mandiri
4. Disiplin
5. Tanggung jawab
6. Kerja keras
7. Sederhana
8. Berani
9. Adil

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut kita akan terhindar dari pengaruh jelek prilaku
korupsi.