Anda di halaman 1dari 5

BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Alur Pelayanan IGD

Dampak adanya pandemi Covid-19, alur pelayanan IGD menjadi


berubah, dan berdampak pada beban tugas petugas medis, sehingga dapat
berpengaruh pada kinerja, berikut alur skrining pasien IGD:
3.2 Rekap Kuisioner

Penyataan N = 25 Persentase
Setuju
Setuju Tidak
Setuju
1. 24 1 96%
2. 25 0 100%
3. 23 2 92%
4. 23 2 92%
5. 24 1 96%

Dari hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa beban tugas petugas
IGD untuk menulis dokumen pasien ulang menjadi faktor penghambat
kinerja, sehingga banyak waktu yang terbuang, dan berdampak pada
efisiensi kerja petugas IGD.

3.3 Analisa 5 M Pada Kinerja Petugas IGD


1. Man (Manusia)
 Petugas IGD memiliki semangat kerja yang tinggi
 Petugas IGD yang peduli terhadap keselamatan,
kenyamanan, dan keamanan Stakeholders.
 Petugas IGD bertanggung jawab dengan tugasnya.
2. Machine (Mesin)
 Sistem Averin belum mampu merecord rekam medis,
assessment, dan riwayat perjalanan pasien.
 Tidak adanya mesin untuk sterilisasi dokumen agar tidak
menghambat kinerja petugas IGD, sehingga kerja dapat
berlangsung dengan efektif, effisien.
3. Money (Uang/Modal)
 Rumah sakit memiliki modal yang cukup
4. Method (Metode)
 Belum adanya metode khusus untuk pengerjaan dokumen
pasien di Red Zone yang harus pindah keruangan.
 Belum adanya SOP yang dapat dijadikan standart bekerja
dengan sistim IGD dengan kondisi pandemi untuk metode
penulisan dokumen.
 Beberapa petugas masih sering transfer pasien dengan
dokumen yang terbungkus plastik, karena dokumen tersebut
tidak dapat ditulis ulang, yang berkaitan dengan hasil
pemeriksaan penunjang (EKG, Rontgen Thorax, Hasil Lab,
data-data penunjang lainnya).
 Petugas sudah meminimalisir resiko penularan, sehingga
petugas IGD Reguler tidak terpapar dokumen yang
infeksius.
5. Materials (Bahan Baku)
 Dokumen pasien yang harus diserahkan dan ditindak lanjuti
pihak lain selain petugas IGD.

3.4 Solusi 5M Dari Segi Metode Dan Mesin untuk Peningkatan Kinerja
Petugas IGD
- Metode khusus yang menjadi harapan besar sebagai solusi terbaik pada
keadaan ini yaitu salah satunya yang sangat memungkinkan adalah
pengadaan alat sterilisator khusu untuk dokumen pasien.

3.5 Dasar Solusi 5M


- Alat sterilisator yang memungkinkan untuk saat ini adalah sterilisator
yang menggunakan teknik radiasi/ penyinaran, Teknik ini sangat
direkomendasikan karena dari beberapa jurnal mengatakan bahwa
radiasi sinar ultraviolet mampu menonaktivasi patogen. Virus SARS-
CoV ini dinonaktifkan oleh sinar ultraviolet (UV) pada 254 nm, pada
temperatur 65 ° C atau lebih besar, kondisi basa (pH> 12) atau asam (pH
<3), perawatan formalin dan glutaraldehid.
- Penelitian Miriam E.R. Darnel, et all(2020) menentukan bahwa
Inaktivasi terjadi dengan paparan UVC lebih efisien jika lebih dari 15
menit. Duan et al. (2003) meneliti efek sinar UVC pada SARS-CoV
pada intensitas> 90 W / cm2 dan jarak 80 cm, dan menentukan bahwa
inaktivasi virus terjadi pada 60 menit.
- Sinar UV tidak hanya mampu menonaktivasi SARS-CoV saja, tetapi
termasuk Staphylococcus, Streptococcus, Enterococcus, Pseudomonas,
Pasteurella, Klebsiella, Acinetobacter, dan Enterobacter. (Andrew
Gostine. MD. MBA., 2016)

3.6 Contoh Alat Sterilisator yang Dapat dipertimbangkan

Fitur :
- Hemat energim Temperatur rendah dengan hasil uji steril
- Menggunakan Ozon Generator tegangan tinggi dan frekuensi menengah
yang didesain khusus untuk setrilisator ini
- Menggunakan ultraviolet dengan panjang gelombang khusus untuk
sterilisasi dan sesuai untuk sterilisator ini
- Menggunakan teknologi hemat energi hanya 15 watt untuk proses
sterilisator ultraviolet atau 10 watt pada proses sterilisator ozon
- Spesial racking untuk muat kasa, dan juga baju operasi
- Multi proteksi : Termasuk over hear, ozone leakoge, dan kebocoran arus
listrik dan kelebihan beban daya listrik serta proteksi keamanan kabel
dan bagian elektronik
- Setelah proses selesai mesin otomatis mati
- Ultra high desnsity pe insulation
- Spesifikasi Produk :
o Depkes RI AKL 20903800291
o Nama : Sterilisator 1 pintu Elitech GET338-UO
o Merk : Elitech
o Kapasitas : 38 liter
o Tegangan dan frekuensi : 220 V, 50 Hz
o Tipe Steril : Ozon dan UV
o Pengoperasian
o Ozon 60 menit
o UVC 60 menit ( berfungsi sebagai penetralisasi ozon )
o Ozon dan Uv 120 menit
o Daya tampung : rak atas/bawah 3 kg
o Daya listrik : 15 watt
o Dimensi : 435 lbr x 378 dalam x 450 tinggi ( mm )
o Konsentrasi :
o ozone : ~60- 130mg/m3
o UV : >300uW/cm2/nm
o Auto ozone dan UV : 60- 130mg/m3; >300uW/cm2/nm
o Perlindungan : Silicon seal high density, kaca dua lapis, kunci
pintu mekanik
o instrumen terjaga tetap steril selama 1 bulan