Anda di halaman 1dari 5

[HOMEWORK 2 – HEAT AND SURFACE TREATMENT] November 22, 2010

Problem:
Carburizing and boriding are two processes used for surface hardening purpose. Comparing
the hardening results from these two processes, take a look the spectrum of hardness
obtainable with selected diffusion processes of steel in Fig. 2., it can be seen that the
hardness obtained from the boriding (1800 HK) is far stronger than that of carburizing (600
HK). Explain the mechanism that could entail this phenomenon.

Explanation:
Berdasarkan gambar 2 pada slide kuliah ke-11 Heat Treatment and Surface
Engineering oleh Bapak Nofrijon, dapat dilihat bahwa metode surface hardening melalui
mekanisme boriding memiliki tingkat kekerasan yang jauh di atas carburizing.

Gambar 1. Spectrum of Hardness by Diffusion

Boriding atau Boronizing adalah proses perlakuan


permukaan secara termomekanik yang dapat digunakan secara
luas untuk logam ferrous, nonferrous dan cermet (ceramic
metal) material. Proses ini menggunakan pemanasan material
yang telah dibersihkan pada range suhu 700-1000oC selama 1
Gambar 2. Boriding pada
sampai 12 jam. Teknik yang dikembnagkan saat ini adalah baja 1095
thermo mechanical boriding yang menggunakan teknik gas boriding seperti plasma bonding
dan fluidized bed boriding. Proses boriding yang paling sering digunakan saat ini adalah
proses CVD untuk mendeposisikan boron pada material yang diinginkan.

M.Ekaditya Albar / 0806331683 Page 1


[HOMEWORK 2 – HEAT AND SURFACE TREATMENT] November 22, 2010

Selama proses boriding, akan terjadi proses difusi setelah atom boron sampai pada
permukaan logam yang dituju untuk membentuk senyawa interstisi boron (FeB atau FeB2).
Layer atau lapisan yang dihasilkan ini dapat mengandung single phase boride, maupun
polyphase boride layer. Morfologi dari proses growth dan komposisi fasa pada boride layer
dipengaruhi oleh elemen paduan yang terdapat pada base material. Microhardness dari
boride layer juga sangat bergantung pada komposisi dan struktur dari boride layer dan
komposisi base material.

Gambar 3. Pengaruh komposisi baja terhadap morfologi dan ketebalan boride layer

Tabel 1. Perbandingan nilai kekerasan teknik


Lapisan boride yang terbentuk
boriding dengan teknik dan material lain
memiliki sejumlah karakteristik dengan
beberapa keuntungan terhadap kekerasan
pada layer yang dihasilkan. Keuntungan
mendasar yaitu layer boride yang terbentuk
memiliki nilai kekerasan yang sangat tinggi
(antara 1450 - 5000 HV) dengan melting
point yang juga tinggi tergantung pada fasa
penyusunnya. Kekerasan dari boride layer
untuk carbon steel jauh lebih tinggi bila
dibandingkan dengan surface (hardening)
treatment yang konvensional.

M.Ekaditya Albar / 0806331683 Page 2


[HOMEWORK 2 – HEAT AND SURFACE TREATMENT] November 22, 2010

Prinsip dari mekanisme penguatan metode boriding adalah melalui konsep


konfigurasi elektron dari atom yang stabil pada fasa solid. Pada baja, efek komposisi karbon
akan mempengaruhi kedalaman (depth) dan kekerasan dari lapisan boride seperti pada
gambar di bawah ini:

Gambar 4. Pengaruh kadar karbon terhadap kedalaman dan kekerasan dari boride layer

Berdasarkan percobaan terhadap sifat physicochemical dari fasa boride, ternyata


konfigurasi elektron dari atom boron dan metal base memiliki peranan yang penting.
Elektron valensi selama proses pembentukan kristal akan terlokalisasi pada core atom dan
terkumpul secara parsial. Elektron yang berkumpul tersebut akan membentuk konfigurasi
yang stabil yang bergantung pada physicochemical properties. Oleh karena itu, boron yang
pada awalnya memiliki konfigurasi 2s22p1 akan mengalami transisi pada keadaan kondensasi
menjadi sp2 yang lebih stabil, lalu menjadi konfigurasi sp3. Sedangkan atom Fe (3d64s2)
selama pembentukan kristal cenderung membentuk konfigurasi d 5 yang lebih stabil sebagai
hasil donor elektron.

Selama proses pembentukan lapisan boride, atom boron cenderung untuk


membentuk konfigurasi spx yang maksimum, yaitu dengan pembentukan sp3. Atom Fe akan
memberikan elektron yang dimiliki ke boron sehingga atom Fe akan membentuk konfigurasi
d5. Asumsikan bahwa kekerasan ditentukan oleh stabilitas dan konsentrasi konfigurasi
elektron dari atom logam dan non-logam yang tinggi, maka dapat dijelaskan bahwa
kekerasan yang tinggi dari fasa yang dihasilkan disebabkan oleh statistical proportion yang
tinggi dari konfigurasi sp3 pada boron saat kristalisasi.

Pada kasus baja karbon, kehadiran atom karbon dengan konfigurasi elektron s3p3
akan meningkatkan statistical proportion dari konfigurasi sp 3. Atom karbon dengan

M.Ekaditya Albar / 0806331683 Page 3


[HOMEWORK 2 – HEAT AND SURFACE TREATMENT] November 22, 2010

konfigurasi sp3 memiliki kemungkinan untuk rusak, karena pada percobaan telah dibuktikan
bahwa muatan karbon pada solid solution dengan Fe memiliki muatan sebesar 3.8, bukan
lagi 4. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi sp3 bisa rusak (damaged). Elektron tersebut
kemungkinan diambil oleh Fe untuk membentuk konfigurasi d10 yang kurang stabil.

Jika membandingkan stabilitas dari sistem Fe-C dibandingkan dengan sistem Fe-B,
senyawa pada sistem Fe-C memiliki statistical proportion sp3 dalam membentuk Fe3C yang
memiliki konsentrasi atom karbon yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi boron pada
senyawa Fe2B pada sistem Fe-B.

Kombinasi dari kekerasan permukaan yang tinggi dan koefisien friksi yang rendah
pada boride layer menjadikan material ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap
mekanisme aus, seperti: adhesion, tribooxidation, abrasion, dan surface fatigue.

Gambar 5. Komponen-komponen yang menggunakan boronizing sebagai surface treatment


(dari kiri ke kanan, impeller gears, trimming wheel, pipe fittings)

Keuntungan lain dari proses boriding adalah:


 Kekerasan dari lapisan boride dapat diperoleh pada suhu yang lebih tinggi dibanding
pada proses nitride.
 Dapat digunakan pada baja secara luas dan compatible terhadap proses.
 Dapat meningkatkan ketahanan korosi erosi pada ferrous material pada non-
oxidizing dilute acid dan media alkali.
 Memiliki ketahanan oksidasi yang moderate (lebih dari 850oC) dan cukup resist
terhadap serangan molten metals.
 Memiliki ketahanan fatigue dan service performance yang baik pada lingkungan
korosif dalam pengaruh oxidizing.

M.Ekaditya Albar / 0806331683 Page 4


[HOMEWORK 2 – HEAT AND SURFACE TREATMENT] November 22, 2010

Referensi:
 ASM Handbook Volume 4, Heat Treating
 Cermet Materials and Components, Boronizing Steel, V.P. Glukhof,
http://www.springerlink.com/content/x6v370816731762g/
 http://www.richterprecision.com/boronizing.html

M.Ekaditya Albar / 0806331683 Page 5