Anda di halaman 1dari 26

Arsitektur

Mesir Kuno
DISHA ANINDYA - 170406080
MELISA HUTABARAT - 170406109
MARTHA OKTAVIA - 170406171
HAFIZH IKRAM - 170406177
STEPHEN GERRARD - 200406102
MAYLINDA YUNIZAR - 200406146
GRACIELLA SURBAKTI - 200406147
ALBERTO - 200406190
01 04
Peradaban Awal Mesir Kuno Sistem Kepercayaan

02 05
Periode Dinasti Mesir Arsitektur Mesir Kuno
Kuno

03
Sistem Pemerintahan Mesir
Kuno
01 Peradaban Awal Mesir Kuno

pada akhir masa Paleolitik (5000-4000 mereka menggali saluran air mereka mulai membuat pemukiman dan
SM), penduduk Afrika Utara mengungsi ke untuk mengairi sawah mereka menetap di pinggiran sungai Nil. mereka
pinggiran sungai Nil dikenal sebagai orang Mesir pertama
02 Periode Dinasti Mesir
03 Sistem Pemerintahan Mesir Kuno

Sistem pemerintahan peradaban


Mesir Kuno adalah Monarkisme
Absolute (menganut sistem
kerajaan). Artinya, kekuasaan
tertinggi berada di tangan raja.
Menurut kepercayaan Mesir Kuno,
kedudukan raja yang mutlak
(absolut) itu sesuai dengan
kehendak para dewa.
04 Sistem Kepercayaan Mesir Kuno

Menyembah banyak dewa (Politeisme) Menganut pola keabadian

Dewa yang paling banyak disembah adalah kematian adalah kelanjutan kehidupan di
Amun Ra (dewa matahari) alam lain
04 Arsitektur
Mesir Kuno

Hasil karya arsitektur muncul dalam waktu


satu abad setelah Firaun pertama Kerajaan
Lama, yaitu sekitar tahun 2600 sebelum
masehi, dengan ditandai oleh suatu karya
arsitektur yang pantas bagi para Raja serta
Dewanya.
Ciri-ciri Bangunan Mesir Kuno

Dominan berbentuk Materialnya berupa Ukuran bangunan Umumnya Dinding biasanya


simetris bata lumpur yang yang besar dan difungsikan sebagai dihiasi hieroglif,
dipanggang dinding miring dengan kegiatan ritual lukisan ataupun
sedikit bukaan keagamaan ukiran
Jenis-jenis Bangunan Mesir Kuno

Kuil, bangunan untuk Dewa Piramida dan Mataba, Bangunan rumah tinggal untuk
bangunan untuk makam para masyarakat
Firaun/Raja
KUIL
Kuil merupakan bangunan besar yang
terbuat dari batu dan pasir yang
dibangun di atas lahan yang datar.
Bangunan kuil biasanya merupakan
suatu kompleks pemujaan yang
lengkap mencakup tempat tinggal
para pendeta, kolam suci, bengkel
kerja dan lain-lain.
Jenis Kuil

Cult Temple Mortuary Temple


berfungsi sebagai tempat peribadatan dan berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap
pemujaan kepada dewa. Seperti: kuil Medinet seorang firaun yang telah meninggal. Seperti:
Habu, kuil Kom Ombo, kuil Philae, kuil Edfu, dan kuil Seti I, kuil Hatshepsut, Abu Simbel, dan
kuil Karnak Colossi of Memnon.
Cult Temple

Bagian depannya adalah


sebuah pilon (2 piramid yang
dipotong puncaknya dan
membentuk gerbang besar),
sebuah halaman dengan
tiang-tiang tanpa atap,
sebuah ruangan beratap
tinggi dengan langit-langit
yang disangga oleh tiang-
tiang kokoh, sebuah tempat
suci sebagai kamar pribadi
Dewa yang tersembunyi
dibelakang dinding dan
dikelilingi kamar-kamar
upacara yang berukuran
kecil.
Kuil tersebut makin
kebelakang makin meninggi
mengikuti teras-teras
lantainya, sedangkan langit-
langitnya makin kebelakang
makin menurun, sehingga
secara keseluruhan makin
kedalam makin mengecil dan
gelap yang mencerminkan
kemisteriusan.
Kuil yang paling besar di
Karnak da Luxor.
Mortuary Temple

keterangan denah kuil Hatshepsut:


1. gerbang masuk
2. teras bawah
3. serambi bawah
4. ramp
5. teras tengah
6. serambi tengah
7. serambi utara
8. kuil Hathor
9. Kuil Anubis
10. teras atas
11. halaman festival
12. Kuil Amun
13. pengadilan kultus surya
14. kompleks pemujaan
Makam para Raja/Firaun

Mastaba Piramida
Mastaba
Mastaba berbentuk persegi panjang dengan
sisi miring ke dalam dan memiliki atap datar.
Panjangnya sekitar empat kali dari lebarnya,
dan memiliki tinggi sekitar 30 kaki. Dinding
eksteriornya adalah batu bata yang terbuat
dari lumpur kering. Bangunan ini berorientasi
Utara-Selatan, yang diyakini orang Mesir
penting untuk akses ke akhirat.
Beberapa contoh mastaba:
Mastaba Hesy-Re
Mastaba dari Kaninisut
Mastaba dari Seshemnefer
Mastaba al-Firaun
Di dalam bangunan terdapat ruangan
kecil yang disebut kapel persembahan
yang dilengkapi dengan pintu palsu.
Ruang pemakaman digali sampai ke
batuan dasar dan dilapisi dengan
kayu. Terdapat ruang tersembunyi
yang bernama serdab yang digunakan
sebagai tempat untuk menyimpan apa
pun yang mungkin dianggap penting
untuk kenyamanan almarhum di
akhirat, seperti bir , biji-bijian, pakaian
dan barang-barang berharga
Piramida
Terdapat filosofi mengenai piramida
yaitu piramida dibangun untuk
menunjukkan kekuasaan tertinggi
Pharaoh/Firaun saat itu, semakin
tinggi piramida tersebut maka
semakin tinggi pila kekuasaan
firaun yang memerintah pada masa
itu. Piramida juga menggambarkan
strata masyarakat Mesir pada
zaman itu, yaitu:
i.Pharaoh/Firaun
ii.Pemuka agama dan bangsawan
iii.Pedagang, seniman, penjaga toko,
dan ahli tulis
iv.Petani dan penggembala
v.Budak
Di Giza terdapat kompleks piramida yang
menyimpan banyak sekali keajaiban
dimana yang terbesar adalah piramida
Khufu. Piramida inilah yang paling terkenal
dan menunjukkan tingginya peradaban
Mesir saat itu.
Piramida dilengkapi dengan :
• Tempat pemujaan
• Patung penjaga (Spinx)
• Monumen 20 – 30 m (obelisq)
• Pintu-pintu palsu
• Dipenuhi dengan lorong-lorong
jebakan yang beracun. Dilengkapi
tangga dan lorong sebagai
simbol menuju langit dimana
Paraoh bergabung
dengan Dewa Matahari “Amon
dan Dewa Bulan Ra” dalam
perjalanan
menuju surga.
Rumah Tinggal

Keberadaan Piramida dan kuil dalam tata


kota Mesir Kuno menjadi generator
perkembangan pusat-pusat kerajaan dimana
muncul beberapa daerah pemukiman dan
terbentuk ruas-ruas jalan yang membentuk
pola kota Mesir Kuno.
Muncul pula hunian-hunian yang
mewah bagi pejabat-pejabat kerajaan
yang menyerupai sebuah kompleks
yang lengkap dengan kuil peribadatan,
tempat beternak, menyimpan bahan
makanan , dan tempat untuk
berpesta. Hal ini secara tidak
langsung juga menjadi tempat bekerja
bagi masyarakat Mesir.
Sebagian besar rumah Mesir memiliki kamar-kamar yang lebih kecil. Ruang tengah adalah ruang
yang paling sering digunakan di rumah dan dapur biasanya berada di dekatnya. Atapnya datar
dan biasanya digunakan sebagai ruang hidup karena di dalam ruangan kurang pencahayaan
akibat bukaan yang kecil dan sedikit.
Kesimpulan
Sungai Nil memberikan kehidupan bagi bangsa Mesir Kuno,
dan dari sanalah peradaban Mesir Kuno dimulai.
Perkembangan arsitektur di Mesir sangat dipengaruhi oleh
kepercayaan yang dipahami oleh bangsa Mesir.
Kepercayaan terhadap Dewa-dewa menuntut masyarakat
Mesir untuk membuat Kuil-kuil sebagai tempat ibadah.
Kepercayaan lainnya adalah tentang jasad manusia.
Masyarakat Mesir percaya bahwa agar roh tetap hidup abadi
maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh.