Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI MOLEKULER

“ISOLASI DNA METODE KIT PROMEGA”

Resume Harian Praktikum ini disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah BIOLOGI
MOLEKULER

Disusun oleh :
Murni Widayanti Herlina
NIM : P17334120047

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
D-3 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Hari, tanggal : Rabu, 25 Agustus 2021
Judul : Isolasi DNA Metode Kit Promega
Metode : Kit Promega
Tujuan : Untuk memisahkan DNA dari protein, lemak, dan molekul lain lalu hasil
dari ekstraksi digunakan untuk pemeriksaan PCR.
Prinsip : Pada metode isolasi DNA Kit Promega ini, dilakukan pelisisan dengan
menngunakan reagent Cell lysis solution dan reagent Nuclei lysis solution,
lalu ditambahkan reagent protein presipitation untuk mengendapkan
protein, kemudian ditambahkan isopropanol kemudian ditambahkan etanol
70% untuk pemurnian, dan ditambahkan DNA rehydration solution untuk
melarutkan DNA pada pellet yang menempel pada dinding tabung yang
selanjutnya siap untuk pemeriksaan PCR.
Dasar teori : Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa lepas dari
analisis tingkat molekuler yang mana melibatkan asam nukleat (DNA).
Analisis tingkat molekuler dengan DNA sebagai objeknya diawali dengan
proses ektraksi DNA untuk mendapatkan DNA yang murni dengan
konsentrasi tinggi sehingga dapat digunakan untuk analisis molekuler
selanjutnya, seperti PCR, RLFP, dan RAPD. Selain itu, sebuah sel
memiliki DNA yang mana merupakan materi genetik dan bersifat
herediter pada seluruh sistem kehidupan. Adapun yang disebut dengan
genom adalah set lengkap materi genetik (DNA) yang dimiliki suatu
organisme dan terorganisasi menjadi kromosom. Selain itu, DNA dapat
diisolasi, baik dari sel hewan, manusia, maupun pada tumbuhan. DNA
manusia dapat diisolasi melalui darah. Darah manusia terdiri atas plasma
darah, globulus lemak, substansi kimia (karbohidrat, protein dan hormon),
dan gas (oksigen, nitrogen dan karbon dioksida). Plasma darah terdiri atas
eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit
(platelet). Komponen darah yang diisolasi yaitu sel darah putih. Sel darah
putih dijadikan pilihan karena memiliki nukleus, dimana terdapat DNA di
dalamnya. Selain itu, ekstraksi DNA dapat dilakukan dengan
menngunakan berbagai metode, baik metode secara konvensional maupun
menggunakan kit. Ekstraksi DNA secara konvensional bisa dilakukan
antara lain dengan metode CTAB/NaCl, metode SDS dan metode fenol
kloroform. Adapun metode ektraksi DNA yang bukan secara konvensional
yaitu dengan menngunakan metode kit dan salah satunya adalah Isolasi
DNA dengan menggunakan Metode Kit Promega.
Alat&bahan :
 BSC level 2
 Mikropipet
 Vortex
 Refrigerated Sentrifius
 Inkubator
 Freezer
 Tip
 Sampel darah manusia
 Reagent kit promega yang terdiri dari :
- Cell lysis solution
- Nuclei lysis solution
- Protein precipitation solution
- Isopropanol
- Etanol 70%
- DNA rehydration solution

Cara kerja :
1. Labeli mikrotube yang ukurannya 1,5.
2. Sediakan kontrol positif dan negative (lakukan pereakasian yang
sama seperti yang dilakukan pada sampel).
3. Pipet 300 uL sampel darah dengan menggunakan mikropipet 300 Ul.
Pindakan ke mikrotube.
4. Setelah darah dimasukkan ke mikrotube, tambahkan cell lysis
solution (untuk menghancurkan sel-sel darah dari sampel) sebanyak
900 uL dengan menggunakan mikropipet.
5. Homogenkan mikrotube dengan cara membolak-balikan sebanyak 3-
5 kali sampai homogeny antara reagen dan sampelnya.
6. Inkubasi selama 10 menit pada suhu ruang kira-kira 25oC.
7. Sentrifius mikrotube yang telah di inkubasi pada refrigerated
sentrifius dengan 15000 rpm, suhunya 25oC dan selama 20 detik
(ditambahkan sedikit beberapa detik (20 detik lagi) untuk
kenaikannya karena di khawatirkan belum tersentrifius secara
sempurna).
8. Setelah terlihat endapan yang ada di supernatant maka buang dengan
menggunakan mikropipet. Pastikan pellet tidak ikut terbuang.
9. Homogenkan pellet dengan sisa supernatant menggunakan vortex.
10. Tambahkan Nuclei Lysis solution sebanyak 300 uL ke dalam
mikrotube tadi dengan menggunakan mikropipet.
11. Homogenkan dengan menggunakan vortex.
12. Inkubasi pada suhu 30oC menggunakan inkubator selama 15 menit .
13. Setelah di inkubasi, tambahkan protein presipitation ke dalam
mikrotube sebanyak 100 uL dengan menggunakan mikropipet 100
uL.
14. Homogenkan dengan menggunakan vortex selama 20 detik.
15. Sentrifius 15000 rpm selama 3 menit.
16. Amati warna yang terdapat pada mikrotube yang telah di sentrifius
(yang hitam itu protein, sedangkan yang jenrih mengandung DNA
sampel).
17. Siapkan dan labeli dengan nama (sampel 1) mikrotube baru untuk
memindahkan supernatant.
18. Pipet isopropanol sebanyak 300 uL ke dalam mikrotube yang baru.
Pastikan segera pindahkan karena isopropanol mudah menguap dan
dikawatirkan menetes.
19. Pindahkan supernatant ke mikrotube yang berisi isopropanol dengan
menggunakan mikropipet.
20. Sentrifius 15000 rpm selama 1 menit ( ditambahkan 20 detik untuk
kenaikan rpmnya), suhunya 25oC/suhu ruang.
21. Setelah di sentrifius, buang supernatant karena DNAnya sudah
menempel di dinding tabun. Pastikan tip pada mikropipetnya tidak
mengenai dinding tabung.
22. Tambahkan etanol 70% sebanyak 300 uL dengan menngunakan
mikropipet.
23. Sentrifius 15000 rpm selama 1 menit. (tambahkan 20 detik untuk
kenaikan).
24. Buang supernatant (etanol 70%) dengan menngunakan mikropipet.
25. Keringkan pellet dengan cara telungkupkan diatas tissue dan setelah
itu diamkan dengan cara baringkan mikrotubenya.
26. Tambahkan DNA rehydration solution 100 uL
27. Setelah ditambahkan DNA rehydration solution ini, jika akan
digunakan langsung untuk PCR maka bisa di inkubasi dulu 65 oC
selama 1 jam, namun jika tidak dikerjakan langsung maka bisa
disimpan dalam freezer (-20oC) atau (-80oC) tergantung lamanya
sampel akan dikerjakan.
Kelebihan : Metode Kit Promega ini sangat kompleks dan dapat menjamin kemurnian
dalam isolasi DNA sehingga terjamin kualitasnya.
Kekurangan : Metode Kit Promega ini cukup banyak langkah-langkah/tahap-tahap
yang harus dilakukan dan harus secara tersusun dan teratur serta tidak
boleh ada 1 tahap pun yang terlewatkan. Selain itu, Metode tersebut
biayanya cukup mahal.
Kesimpulan : Isolasi DNA dengan menggunakan metode Kit Promega merupakan
suatu isolasi yang bertujuan untuk mengambil DNA dari suatu sampel
darah manusia. Lalu hasil ekstraksi tersebut digunakan untuk pemeriksaan
PCR. Selain itu, metode tersebut juga sudah banyak teruji kualitasnya.
Adapun dari segi kekurangannya, untuk melakukan isolasi DNA dengan
menggunakan metode ini diperlukan ketelitian, ketepatan dan pemahaman
karena banyak tahap-tahap yang perlu dilakukan secara baik dan benar.
Nama praktikan : Murni Widayanti Herlina (P17334120047)

Anda mungkin juga menyukai