Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN KULIAH LAPANGAN

PERUMDA TIRTA WIJAYA CILACAP

Disusun Oleh :

Sri Ainun Nurfadhilah (021180008)


Sulistia Srifathona (021180009)
Fera Nur Puspita Sari (021180010)
Alvira Oktaviasari (021180011)
Erna Dwi Hastati (021180012)
Bella Anasya (021180013)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITA PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA

2020
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Kuliah Lapangan

PERUMDA TIRTA WIJAYA CILACAP

Disusun oleh :
Nama Mahasiswa/NIM : Sri Ainun Nurfadhilah (021180008)
Sulistia Srifathona (021180009)
Fera Nur Puspita Sari (021180010)
Erna Dwi Hastati (021180011)
Bella Anasya (021180012)

Fakultas/Jurusan : Teknik Industri/D3 Teknik Kimia


Hari, tanggal : Minggu, 29 November 2020
Dosen Pembimbing : Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T

Disetujui
Dosen Pembimbing

(Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T)

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberi rahmat, karunia, dan
hidayahNya sehingga kami dari kelompok 2 dapat menyusun LAPORAN KULIAH
LAPANGAN dengan judul “PERUMDA TIRTA WIJAYA CILACAP” sesuai waktu
yang ditentukan, kami juga menyampaikan terimakasih kepada:
1. Ir. Abdullah Kuntaarsa, M.T, selaku dosen pembimbing kuliah
lapangan yang telah membimbing selama jalannya pembuatan
makalah dari awal sampai akhir.
2. Bpk. Endar Budi Sasongko, S.T., M.Si selaku pemateri sekaligus
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Wijaya.
3. Kelompok saya yang telah saling bekerja sama .
Laporan ini kami susun untuk menjelaskan apa saja yang sudah penulis dapatkan
selama melaksanakan Kuliah Lapangan yang dilaksanakan di PERUMDA Tirta
Wijaya Cilacap, salah satu industri pengolahan air yang kami sambangi secara daring.
Semoga laporan ini berguna bagi kita semua. Ada kalanya laporan ini belum
sempurna dan oleh karena itu, kami meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan
penulisan dalam makalah ini. Untuk itu, kepada asisten pembimbing kami meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang dan
mengharap kritik dan saran dari pembaca.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yogyakarta, 29 November 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................................iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................................... v
BAB I ........................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1
I.1. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
I.2. Sejarah ..................................................................................................................... 2
BAB II ...................................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................................... 3
II.1. Sistem Penyediaan Air Bersih di Instalasi Kesugihan ........................................ 3
II.2. Uraian Unit – unit Proses Produksi Air Bersih Perumda Tirta Wijaya ............ 4
A. Unit Pengambilan Air Baku (Water Intake Facilities) ............................................. 4
B. Unit Proses Penjernihan Air (clearator) ................................................................... 6
C. Unit Operasi Filtrasi (Filtration Operation) ............................................................. 7
D. Unit Operasi Pompa Transmisi ............................................................................... 10
BAB III................................................................................................................................... 12
PENUTUP.............................................................................................................................. 12
III.1. Kesimpulan ........................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 13
LAMPIRAN........................................................................................................................... 15
A. Tanya Jawab Sesi Kuliah Lapangan : ..................................................................... 15
B. Tanya Jawab Sesi Seminar Presentasi : .................................................................. 19

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Peta Pelayanan Perumda Tirta Wijaya ..................................................... 3

Gambar II.2.1. Proses Pengolahan Air di IPA Kesugihan ............................................ 4

Gambar II.2.2. Saluran Pipa Intake ............................................................................... 4

Gambar II.2.3. Skema Screening .................................................................................. 6

Gambar II.2.4. Skema Proses Koagulasi dan Flokulasi ................................................ 7

Gambar II.2.5. Skema Sedimentasi ............................................................................... 8

Gambar II.2.6. Unit Operasi Filtrasi ............................................................................. 8

Gambar II.2.7. Skema Filtrasi ....................................................................................... 9

Gambar II.2.8. Diagram Proses Pengolahan Air Bersih Overall ................................ 11

Gambar III.1 Proses Pengolahan Air Baku Menjadi Air Bersih ................................. 12

iv
DAFTAR TABEL

Tabel II.2.1. Tabel Spesifikasi Pompa .......................................................................... 5

Tabel II.2.2. Spesifikasi Umum Operasi Cepat............................................................. 9

Tabel II.2.3 Unit Bangunan Clear Water Storage ....................................................... 10

v
BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Perguruan tinggi merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki


peran sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan
peningkatan daya saing bangsa. Agar peran yang strategis dan besar tersebut dapat
dijalankan dengan baik maka lulusan perguruan tinggi haruslah memiliki kualitas
yang unggul (Janah, Siti Wardatul. 2017).

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta merupakan salah


satu institusi yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan, memiliki tanggung jawab
untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan bertahan di dunia kerja.
Artinya, setiap lulusan harus memiliki kompetensi seperti pengetahuan, keterampilan,
dan perilaku profesional, sehingga dapat bersaing dalam dunia kerja. Adanya mata
Kuliah Lapangan (KL) diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mengenal, dan
mengetahui lebih dalam mengenai pemrosesan dari bahan baku sampai menjadi
produk, pada perusahan-perusahan maupun industri tersebut.

Pada kuliah lapangan ini, kami melakukan kuliah lapangan dengan beberapa
perusahaan. Salah satunya adalah Perumda Tirta Wijaya Cilacap. Di Perumda Tirta
Wijaya Cilacap sendiri terdapat beberapa proses yang dapat ditangani oleh seorang
teknik kimia. Diantarannya adalah melakukan proses pengolahan air menggunakan
teknik pengolahan lengkap yang secara garis besar terdiri dari intake, koagulasi,
flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan klorinasi. Pengolahan lengkap tersebut
diberlakukan pada air baku yang berasal dari air permukaan atau sungai. Mengingat
air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, dan dibutuhkan secara
terus menerus. Maka diperlukan air yang memadahi dan cukup layak untuk

1
digunakan. Sehingga peran seorang teknik kimia maupun teknik lingkungan
diperlukan disini. Oleh karena itu, diadakan kuliah lapangan di Perumda Tirta Wijaya
Cilacap ini agar mahasiswa lebih mengetahui mengenai pengolahan air di perusahaan
ini.

I.2. Sejarah

Sistem penyediaan air bersih di Kesugihan Cilacap direncanakan, dirancang,


dibangun, serta dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dengan bantuan keuangan
dan teknik dari pemerintah Australia. Rencana induk penyediaan air bersih Cilacap
yang dibiayai oleh Pemerintah Australia dimulai tahun 1975 merupakan bagian dari
rencana perbaikan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pengembangan
Cilacap sebagai kota industri. Perencanaan secara terinci dimulai pada tahun
1980/1981 dan pelaksanaan konstruksi dimulai tahun 1981. Semua bahan dan
peralatan pada umumnya disediakan sebagai bantuan dari Pemerintah Australia yaitu
konstruksi dan instalasi, terkecuali peralatan proses instalasi pengolahan dibiayai oleh
pemerintah Indonesia (Anonim. 2013).

Proyek penyediaan Sarana Air bersih (PPSAB) Cilacap Instalasi Kesugihan


selesai dibangun pada tahun 1985. Selanjutnya setelah mengalami beberapa
perubahan pengelolaan, Instalasi Pengolahan Air Kesugihan akhirnya dikelola oleh
pemerintah kabupaten melalui salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yaitu
Cilacap dan sekarang menjadi Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap. PDAM Kabupaten
Cilacap didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II
Cilacap Nomor 10 Tahun 1989 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum
Kabupaten Daerah Tingkat II Cilacap sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 12 Tahun 2004 tentang
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Cilacap (Lembaran Daerah Kabupaten
Cilacap Nomor 12 tanggal 11 Juni 2004, Seri D Nomor 1) (Bupati Cilacap, 2013).

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Sistem Penyediaan Air Bersih di Instalasi Kesugihan

Sistem penyediaan air bersih Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kesugihan


merupakan sistem yang terdiri dari unit proses dan unit produksi. Unit proses adalah
peristiwa perpindahan massa dengan disertai perubahan wujud dan sifat zat.
Sedangkan unit operasi adalah peristiwa perpindahan massa dengan tidak disertai
perubahan wujud dan sifat zat, dalam hal ini adalah zat cair. Setelah mengalami
beberapa modifikasi dalam rangka menaikkan kapasitas produksi, sistem penyediaan
air bersih Kesugihan saat ini berkapasitas alir 450 l/ldt terdiri dari Water Treatment
Plan (WTP I) berkapasitas 400 l/ldt dan WTP II dengan kapasitas terpasang 50 l/ ldt.
Berikut juga terdapat peta pelayanan Perumda Tirta Wijaya (Anonim, 2013).

Gambar II.1 Peta pelayanan Perumda Tirta Wijaya

3
II.2. Uraian Unit – unit Proses Produksi Air Bersih Perumda Tirta Wijaya

Gambar II.2.1. Proses Pengolahan Air di IPA Kesugihan

A. Unit Pengambilan Air Baku (Water Intake Facilities)

Gambar II.2.2. Saluran Pipa Intake

Air baku diambil dari dua sumber air dengan tiga bangunan intake
yaitu,intake 1 air diambil langsung dari Sungai Serayu melalui saluran
penghubung dari sungai menuju sebuah sumur yang dioperasikan sejak 1985.

4
Pada mulanya intake 1 dilengkapi dengan 6 unit pompa intake ditambah 4 unit
pompa emergency sebagai pengganti jika level air sungai surut, namun saat ini
keberadaan pompa emergency dipindahkan ke intake 3. Intake 1 mulai tidak
digunakan lagi sejak 2011 setelah intake 3 dapat dioperasikan secara maksimal.
Sedangkan intake emergency difungsikan di intake 3 dengan kapasitas 2 x 50
Lt/detik. Bangunan intake 2 menggunakan air baku langsung dari Sungai Serayu
dengan menggunakan pompa submersible. Intake 2 dioperasikan sejak 1999
untuk menambah kapasitas alir air baku ke WTP 2. Namun pada 2008 intake 2
tidak dioperasikan setelah beberapa kali kondisi air sungai mengalami intrusi air
payau. Bangunan intake 3 dioperasikan sejak 2003 sampai sekarang. Air baku
intake 3 merupakan sumber air yang diambil dari saluran tersier irigasi Bendung
Gerak Serayu (BGS) desa Gambarsari Kecamatan Kebasen Kabupaten
Banyumas. Kapasitas air baku yang disediakan oleh BPSDA sebesar 1300
Lt/detik. Air baku diambil dari intake menuju pengolahan air menggunakan
beberapa pompa dengan spesifikasi berikut (Anonim, 2013):

Tabel II.2.1. Tabel Spesifikasi Pompa


Lokasi Intake 1 Intake 2 Intake 3 Satuan

Bentuk Sumuran Saluran Saluran terbaku -

Jenis Sentrifugal axial Sentrifugal Sentrifugal -

Kapasitas 45 50 100 l/dt

Jumlah 6 2 3 buah

Daya 15 15 37 kw

Head 20 20 20 m

5
Gambar II.2.3. Skema Screening

B. Unit Proses Penjernihan Air (clearator)

Unit proses penjernihan air terdiri dari tiga kompartemen pengolahan air
yaitu, diffuser, flocculator dan settler. Diffuser didesain untuk mendifusikan
bahan kimia ke dalam air baku agar koagulasi dapat berjalan secara homogen.
Flocculator adalah tempat pembentukan flok-flok air yang mengandung lumpur
terdestabilisasi oleh koagulan. Sedangkan pada zona settler air yang mengandung

6
flok akan mengalami pengendapan secara kontinyu sehingga didapat air bebas
flok. Flok-flok akan mengendap ke bawah dan sisanya adalah air yang lebih
jernih menuju ke arah Vertikal dan masuk ke clarifier (Anonim, 2013).

C. Unit Operasi Filtrasi (Filtration Operation)

Operasi filtrasi adalah operasi penyaringan air clarifier hasil pengendapan


dengan menggunakan media filter untuk menghilangkan sisa flok dalam bentuk
float yang halus untuk mendapatkan kualitas air yang lebih jernih (Anonim,
2013).

Gambar II.2.4. Skema Proses Koagulasi dan Flokulasi

Perbedaan kejernihan air sebelum dan sesudah filtrasi dapat diukur dengan
turbidimeter. Secara periodik filter harus dicuci balik atau backwash
menggunakan air BWS supaya akumulasi lumpur pada media filter dibuang
sehingga filter dapat beroperasi normal. Spesifikasi umum filter cepat adalah
sebagai berikut :(Anonim, 2013)

7
Gambar II.2.5. Skema Sedimentasi

Gambar II.2.6. Unit Operasi Filtrasi

8
Jenis : Rapid Sand Filter (Filter cepat)
Jumlah : 8 unit
Susunan media : Gravel 15 cm, Silika 30 cm dan Antrasit 60 cm
Kapasitas : 6 x 41,6 dan 2 x 50 Liter/detik
dimensi :

Tabel II.2.2. Spesifikasi Umum Operasi Cepat


Dimensi
Luas KAP
No Unit Bangunan D P
L(M) T(M) (M2) (M3)
(M) (M)
1 Filtrasi 4,6 - - 3,5 16,62 58,16
Backwash
2 - 9,5 7,5 3,5 71.25 256.5
Storage

Gambar II.2.7. Skema Filtrasi

9
D. Unit Operasi Pompa Transmisi

Unit bangunan transmisi terdiri dari Clear Water storage 1 dan 2 (CWS)
serta unit pompa transmisi 1, 2 dan 3. Bangunan CWS berfungsi sebagai
penyimpanan sementara produk air jernih dan juga sebagai reaktor pada proses
chlorinasi. Selama proses klorinasi sebagian dosis chlor akan berkurang akibat
adanya proses desinfeksi. Dosis chlor yang tersisa sering disebut sisa chlor bebas.
Sisa chlor bebas dalam air harus mencukupi hingga perjalanan air ketitik pipa
terjauh (Anonim, 2013).

Tabel II.2.3 Unit bangunan Clear Water Storage


Dimensi Luas KAP
No Unit Bangunan
D (M) P (M) L(M) T(M) (M2) (M3)
1 Clear Water - 12,5 7,5 5 93,75 468,75
Storage 1
2 Clear Water 6 - - 4 28,274 113,097
Storage 2

Unit transmisi merupakan bangunan yang menggunakan energi paling


besar dibanding unit lain karena semua kegiatan pengaliran air ke konsumen
menggunakan pompa berdaya tinggi. Unit transmisi 1 dengan kapasitas 321
Lt/detik dioperasikan untuk mensuplai sebagian besar wilayah kota Cilacap,
Kecamatan Jeruklegi dan sebagian wilayah Kecamatan Kesugihan area selatan
dan barat (Anonim, 2013).

10
Berikut diagram alir proses pengolahan air bersih overall :

Gambar II.2.8. Diagram Proses Pengolahan Air Bersih Overall

11
BAB III

PENUTUP

III.1. Kesimpulan

Perumda Tirta Wijaya sebagai penyuplai kebutuhan air masyarakat kota


Cilacap dan air baku perusahaan Pertamina Cilacap, dengan beberapa sumber air
diantaranya: sungai Serayu, Sungai Citanduy, Sungai Cileumeuh, dan Sungai Cijalu.
Perumda Tirta Wijaya ini menggunakan beberapa tahapan untuk mengelola air bersih
di Kabupaten ini , dapat dilihat dalam diagram alir berikut :

Gambar III.1 Proses Pengolahan Air Baku Menjadi Air Bersih

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sistem pengolahan air di Tirta Wijaya
dari Air baku kemudian diendapkan (tahap pre sedimentation) kemudian lanjut ke
tahap koagulasi, flokulasi, kemudian diendapkan lagi, setelah itu di filtrasi kemudian
di reservoir, akhirnya didapatkan air bersih yang siap didistribusikan kepada para
pelanggan- pelangan PERUMDA Tirta Wijaya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anandita, Syamila Hasna. 2019. “Tugas Akhir Perencanaan Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) pada Rumah Pemotongan Ayam (RPA) Y di Wilayah
Sleman, Yogyakarta”. Diakses dari
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/16333/05.5%20bab%205.
pdf?sequence=10&isAllowed=y pada tanggal 29 November 2020 pukul 11.21
WIB.
Anonim. 2013. “Laporan Kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Bersih Kesugihan
PDAM Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap”. Diakses dari
https://dokumen.tips/documents/laporan-kunjungan-ke-pdam.html pada
tanggal 13 November 2020 pukul 21.11 WIB
Anonim. 2016. “Monitoring Koagulan Pada Pengolahan Air Limbah”. Diakses dari
http://www.saka.co.id/news-detail/monitoring-koagulan-pada-pengolahan-air-
limbah pada tanggal 29 November 2020 pukul 12.29 WIB.
Bupati Cilacap. 2013. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 3 Tahun 2013
tentang Perusahaan Daerah Air Minum “Tirta Wijaya“ Kabupaten Cilacap.
Lembaran Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2013 No. 03. Cilacap : Plt.
Sekretaris Daerah.
Janah, Siti Wardatul. 2017. “Laporan Praktik Kerja Lapangan (Pkl) Pada Divisi
Akuntansi Ppm Manajemen Jakarta Pusat” diakses dari
https://core.ac.uk/download/pdf/159371435.pdf pada tanggal 14 November
2020 pukul 07.46 WIB.
Sarikusmayadi, Astri Aprillia. 2015. “Teknologi Pengolahan Air untuk Kondisi
Darurat”. Diakses dari
https://www.researchgate.net/profile/Astri_Aprillia_Sarikusmayadi/publicatio
n/287632497_Teknologi_Pengolahan_Air_untuk_Kondisi_Darurat/links/5677

13
ea2008aebcdda0eb9cdf/Teknologi-Pengolahan-Air-untuk-Kondisi-
Darurat.pdf pada tanggal 29 November 2020 pukul 13.26 WIB.

14
LAMPIRAN

A. Tanya Jawab Sesi Kuliah Lapangan :

Penanya : Dyah Intan


1. Metode pengujian kelayakan air apa yang dilakukan sebelum proses
pendistribusian?
Jelas ada pengujian sebelum air didistribusikan. Terdapat laboratorium
internal milik Perumdan Tirta Wijaya Cilacap yang menguji air secara fisis,
kimiawi dan bakteriologi sesuai Permenkes 492 tahun 2010. Selain itu juga
menguji sampel air yang diterima pelanggan agar mutu yang diberikan sesuai.

Penanya : Tsani Nur Aini


2. Berdasarkan apa bak pembeda aliran dibedakan?
Untuk membagi aliran agar pengendapan berimbang.
3. Bagaimana stem penerimaan magang untuk D3 dalam kondisi PSBB ?
Perumdan Tirta Wijaya Cilacap menampung seluruh mahasiswa yang
akan magang setelah pandemi selesai, asalkan ada surat resmi dari kampus.
4. Peluang karir mahasiswa D3 Teknik Kimia?
Untuk teknik kimia dapat mengisi berbagai pos, seperti Laboratorium,
Perencanaan Teknik , Litbang, dll.
5. Bagaimana pengolahan limbah di Perumdam Tirta Wijaya Cilacap?
Limbah yang dihasilkan ialah campuran lumpur dan air yang tidak
mengandung B3 oleh sebab itu aman dikembalikan di sungai.

Penanya : Sri Ainun Nurfadhilah


6. Bagaimana sistem pemipaan yang tepat untuk daerah lereng dan gembur?

15
Untuk lahan yang menanjak maka harus dengan rekayasa kondisi
seperti pemberian pompa. Jenis pipa yang digunakan juga berpengaruh,
umumnya pipa yang digunakan di dataran tinggi ialah HDPE yang lentur dan
kuat.
7. Bagaimana perawatan pipa yang dilakukan Perumdan Tirta Wijaya Cilacap ?
Proses pemasangan pipa sesuai standar yang ditekankan agar
menghindari kerusakan pipa. Flushing air merupakan salah satu cara agar pipa
terhindar dari korosi air yang mungkin tertinggal dalam pipa. Pemakaian pipa
juga disesuaikan kebutuhan, selain itu juga dapat dibantu dengan pemasangan
valve.
8. Jenis clarifier yang digunakan Perumdan Tirta Wijaya Cilacap dan bagaimana
proses pembuangan sludge nya?
Clarifier sama dengan pengendapan dengan berbagai macam jenis
(tangki, dengan setler ataupun tidak) dalam jangka waktu tertentu harus
dibuang sludgesnya.

Penanya: Mulia Nur Syah Dyna


9. Penyaluran PDAM ada di industri, RS, masyarakat, dan sebagainya. Apakah
ada perbedaan kualitas air untuk pelanggan tersebut?
Sesuai standar di Permenkes 492 Tahun 2010 , standarnya sama yaitu
sesuai dengan kualitas air minum. Di industri air diolah lagi menjadi demin
water untuk umpan boiler, heat exchanger, dan sebagainya. Sehingga air
bersih dari PDAM dapat digunakan di berbagai bidang.

Penanya: Rizqi Ahmad Nurbuwono


10. Air baku diambil dari sungai dan kemudian ditampung di embung. Apakah
pernah suatu ketika di PDAM air baku yang diambil dari sungai ataupun dari

16
embung stoknya habis? Kemudian dari PDAM akan melakukan off process
atau bagaimana?
Menurut PSDA Serayu Opak, Sungai Serayu merupakan sungai paling
baik di Pulau Jawa dan sungai kategori A sehingga sungai tersebut tidak akan
kering. Pada tahun 2021 awal akan dibangun IPAL Hybrid, yang bisa
mengolah air laut dan air tawar, dikarenakan air baku merupakan air utama
maka maka harus mengolah segala jenis air.

Penanya: Aji Tri Santoso


11. Pada bak sedimentasi, flokulasi, dan koagulasi berapa lama waktu tinggalnya?
Serta gas flour yang diumpankan berapa per jam?
Waktu tinggal tersebut berdasarkan debit, serta kapasitasnya berapa.
Di PDAM Cilacap waktu tinggalnya selama 2 jam dan terjadi proses secara
kontinyu. Untuk kapasitas 5.550 gas flour yang diumpankan yaitu 10km/jam.

Penanya: Bapak Ir. Abdullah KuntaArsa, MT


12. Dari jaringan biasanya yang masuk ke rumah-rumah menggunakan pipa besi,
dan saat ini memakai pipa plastic. Apa tidak dikhawatirkan pecah?
Untuk saat ini pipa besi tidak digunakan lagi karena dapat
menyebabkan korosi selain itu umur pemakaiannya juga pendek. Sehingga
saat ini digunakan pipa HDPE (High Density Poly Ethylene) yang berwarna
hitam dan kekuatannya setara dengan pipa besi.

Penanya: Indah Ayu


13. Ada beberapa wilayah di Cilacap belum teraliri PDAM, seperti kampung laut,
dsb. Apa kendala yang dialami? Apakah karena kontur tanah naik turun atau
ada faktor lain?

17
Hal tersebut dikarenakan kontur tanahnya yang naik turun dan juga
jaraknya cukup jauh, serta dibutuhkan dana yang cukup besar agar dapat
sampai ke kecamatan tersebut. Direncanakan pada 2023 seluruh kecamatan
sudah bisa mendapat air dari PDAM.

Penanya: Bapak Ir. Abdullah KuntaArsa, MT


14. Bagaimana metode penyambungan pipa pada pipa distribusi?
Pada pipa steel penyambungannya menggunakan metode pengelasan,
kemudian pada pipa PVC menggunakan metode joint coupling. Untuk pipa
HDPE penyambungannya menggunakan metode pemanasan, yang disebut
metode butt fusion. Sebelumnya pipa dibersihkan menggunakan alkohol
kemudian disambung dipanasi dengan metode butt fusion, kemudian dipress
pada suhu sekitar 2000C kemudian dikencangkan. Pada Perumda Tirta Wijaya
ini mempunyai alatnya dari diameter 2in sampai 16in.
15. Apakah terjadi kebocoran pada pemipaan?
Pada Perumda Tirta Wijaya ini juga pasti terjadi kebocoran pemipaan,
biasanya terjadi pada pipa PVC/ pipa besi. Pada Perumda Tirta Wijaya ini
standar kebocorannya sekitar 23,4% hampir mendekati standar PU yaitu 20%.
Jenis kebocoran ada 2 yaitu, kebocoran secara fisik dan kebocoran secara non-
teknis. Untuk kebocoran secara fisik terjadi pada pipa tersebut, kemudian jika
kebocoran secara non-teknis misalnya penyimpangan pembacaan meter,
ketidakakuratan water meter, kesalahaan dalam pembacaan maupun kesalahan
input data.

Penanya: Rizqi Ahmad Nurbuwono


16. Pada Perumda Tirta WIjaya Cilacap terdapat 4 subs sistem, apakah subs
sistem yang satu dengan yang lainnya saling terintegrasi? Kemudian apabila
salah satu subs sistemnya melakukan maintenance apakah dalam proses
pendistribusian air terhambat?

18
Subs sistem 1, 2, 3 dan 4 tidak terintergrasi atau terpisah, bahkan air
bakunya pun terpisah. Jika terjadi maintenance atau kebocoran pada salah satu
subs sistem maka menggunakan valve yaitu valve nya ditutup atau di block
maka pada subs sitem yang lainnya akan tetap bisa melakukan
pendistribusian.

Penanya: Ibu Susanti Rina N, S.T, M.Eng


17. Untuk sludge yang mengandung bahan kimia apakah dikelola sendiri atau
dikelola oleh pihak ketiga?
Untuk sludge yang mengandung bahan kimia dikelola sendiri, sudah
bekerjasama dengan lembaga lingkungan dan sudah dicek tidak ada
kandungan B3-nya maka diperbolehkan dibuang langsung tanpa diolah atau
diproses terlebih dahulu. Kandungan yang ada pada sludge tersebut hanya
Al2O3 kemudian sludge tersebut dibuang di embung kemudian direcycle lagi.

B. Tanya Jawab Sesi Seminar Presentasi :

Penanya : Muhammad Faiz Arrahman (Kelompok 1 untuk Kelompok 2)

1. Seperti yang kia ketahui ada juga tahapan yang palinng penting atau tahapan
akhir dari proses produksi adalah proses desinfeksi. Apa yang dimaksud
dengan proses desinfeksi?
Desinfeksi adalah pemusnahan bakteri secara kimiawi dengan dosis
yang telah ditentukan.
2. Mengapa proses desinfeksi sekarang menggunakan khlor padahal sejak
dahulu menggunakan kaporit?
Sekarang pakai khlor karena kapasitas pembunuha kuman yang terbaik
hingga 99% dibandingkan menggunakan kaporit yang hanya 60% dimana
sisanya 40% adalah residu kaput sehingga tidak fektif.

19
3. Lalu variabel apa saja yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam proses
desinfeksi tersebut?
Variabel-variabel yang dapat menentukan adalah jenis desinfektan, pH, waktu
kontak, temperatur, dan tipe mikroorganisme.

Penanya : Lutfianito Dwi Nugroho (Kelompok 3 untuk Kelompok 1)

4. Dari sesi tanya jawab kemarin KL kemarin, dapat diketahui beberapa


parameter yang dianalisa untuk air baku yang dihasilkan antara lain :
kekeruhan, Fe, Mn, dan nitrat. Tetapi untuk analisa air minum yang dilakukan
pada produk air minum PDAM apa saja parameternya? Apakah berbeda? Jika
berbeda apa saja parameter lainnya tersebut? Dan jika sama apakah dengan
kata lain beberapa parameter seperti silika, oil, dan grease diabaikan dan
dianggap aman oleh PDAM sebagai air minum?
Tentu saja ada beberapa parameter lain untuk analisa air minum
diantaranya : pH, conductivity, P-alkalinity, M-alkalinity, TSS, TDS, COD,
BOD, total organic content, total biological content, dan beberapa analisa
logam berat lain untuk memastikan air aman untuk diminum sesuai ketentuan
PERMENKES 492/2010.

Penanya : Sulistia Srifathona (Kelompok 2 untuk Kelompok 3)

5. Dalam distribusi air bersih, alat yang digunakan adalah pipa dan juga bantuan
pompa jika dibutuhkan. Faktor apa saja yang digunakan dalam pemilihan
pipa, dan pada sesi Tanya jawab KL terdapat pompa yang digunakan untuk
memompa ke daerah dataran tinggi menggunakan pompa booster bukan
pompa jenis lain. Mengapa?
Yang menjadi faktor pemilihan pipa salah satunya kondisi
lingkungannya, contohnya yang memiliki kontur yang naik turun dibutuhkan

20
pipa seperti HDPE yang memiliki sifat lentur dan tidak mudah rusak.Kemudia
mengapa menggunakan pompa booster untuk area yang tinggi, karena fungsi
dari booster pump sendiri adalah memperkuat daya pancaran aliran air
sehingga dapat membantu air bisa naik ke atas.

21