Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026

Vol. 5, No.2, Desember 2017

PERHITUNGAN BIAYA REKLAMASI PADA BUKIT 9N


PT. ANTAM UBPN SULTRA KABUPATEN KOLAKA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA

INFORMASI PENULIS

Arif
Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Email: arif.ftp@gmail.com

Zulfahmi
Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Sembilanbelas November Kolaka
Email: zulfahmi_mining@usn.ac.id

ABSTRAK

Biaya reklamasi yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi tanah harus ditanggung oleh
perusahaan pertambangan. Biaya reklamasi tersebut harus dihitung secara realistis untuk
menjamin kegiatan reklamasi tambang sehingga dapat menghilangkan permasalah lingkungan
yang berkelanjutan. Penerapan kebijakan yang efektif terkait besaran biaya reklamasi per
hektarnya, berpotensi mengurai adanya kritik masyarakat terhadap praktek kerja industri
tambang. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung biaya reklamasi yang dibutuhkan untuk
mereklamasi lahan yang terganggu pada Bukit 9N Tambang Utara PT Antam UBPN Sultra.
Berdasarkan perhitungan, total biaya reklamasi untuk Bukit 9N dengan luas lahan 9,27 ha
yang terdiri atas biaya langsung & biaya tidak langsung serta biaya overhead & inflasi yaitu
Rp. 2.650.082.498,93- atau Rp. 285.877.292,25- untuk setiap hektarnya.

Kata Kunci: Biaya reklamasi, jaminan reklamasi, biaya langsung, biaya tidak langsung.

ABSTRACT

The mining corporation is responsible for the cost of reclamation to restore the land's state.
Mine reclamation expenses must be evaluated realistically in order to ensure that mine
reclamation activities are carried out in a way that eliminates long-term environmental issues.
The establishment of an efficient reclamation cost per hectare strategy has the ability to
alleviate public criticism of the mining industry's operating practices. The goal of this study
was to figure out how much it would cost to reclaim the degraded land at PT Antam UBPN
Sultra's Bukit 9N North Mine. The overall cost of reclamation for Bukit 9N with a total area of
9.27 ha, including direct and indirect costs, overhead costs, and inflation, is Rp.
2,650,082,498,93- or Rp. 285,877,292.25- per hectare, according to the calculations.

Keywords: Costs of reclamation, guarantees of reclamation, direct and indirect costs

7
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

I. PENDAHULUAN harus ditempatkan sebelum perusahaan


Indonesia merupakan salah satu negara melakukan kegiatan eskplorasi/operasi
yang kaya akan sumber daya mineral dan produksi. Kewajiban penyerahan jaminan
energi, baik berupa minyak dan gas bumi, reklamasi tersebut tidak serta merta
tembaga, nikel, dan lain-lain. Kegiatan menghilangkan kewajiban para pengusaha
pertambangan, apapun jenisnya, pasti pertambangan untuk melaksanakan
menimbulkan suatu dampak baik positif reklamasi.
maupun negatif. Termasuk sebagai Biaya reklamasi tersebut harus dihitung
dampak positif yaitu sumber devisa negara, secara realistis untuk menjamin kegiatan
sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), reklamasi tambang sehingga dapat
menciptakan lapangan pekerjaan, dan menghindari masalah lingkungan yang
sebagainya. Sedangkan dampak negatif berkelanjutan. Penelitian ini dimaksudkan
bisa berupa bahaya kesehatan bagi untuk menghitung besaran biaya reklamasi
masyarakat di sekitar areal pertambangan, per hektarnya.
kerusakan lingkungan hidup, dan lain
sebagainya. II. KEADAAN UMUM
Untuk meminimalisir dampak negatif 2.1 Lokasi Penelitian
tersebut, khususnya terkait dengan Lokasi penelitian secara geografis berada
kerusakan lingkungan hidup, sesuai Pasal pada garis lintang 04°00'00”-04°30'00”
100 ayat (1) Undang-Undang Nomor 04 LS, dan 121°15'00”-121°45'03” BT.
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Secara administratif IUP Operasi produksi
dan Batubara, pemegang IUP dan UIPK PT. Antam UBPN Sultra terletak di
diwajibkan untuk menyediakan dana Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka,
jaminan reklamasi dan dana jaminan yang terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu
pascatambang. Untuk memberikan efek Tambang Utara, Tambang Tengah dan
memaksa bagi para pengusaha Tambang Selatan. Yang meliputi areal
pertambangan untuk melakukan kegiatan seluas ± 6.128,5 Ha (Gambar 1). Penelitian
reklamasi, para pengusaha tersebut ini dilaksanakan pada bukit 9N Tambang
diwajibkan menyerahkan sejumlah uang Utara.
sebagai bentuk jaminan reklamasi, yang

Gambar 1. Peta IUP operasi produksi PT. Antam UBPN Sultra

8
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

2.2 Geologi Regional 3.2 Tahapan Kegiatan Reklamasi


Pulau Sulawesi merupakan kawasan a. Regrading yaitu pengaturan atau
pertemuan dua buah lempeng besar, yaitu penataan lahan yang terganggu akibat
lempeng benua yang berasal dari Australia kegiatan penambangan sehingga dapat
dan lempeng samudra yang berasal dari ditanami.
Pasifik (Nurfarisa, 2017). Kedua lempeng b. Penyebaran top soil yaitu yaitu
dari jenis yang berbeda ini bertumbukan kegiatan mengembalikan dan
(Collition). Akibat tumbukan tersebut menyebarkan top soil dilahan bekas
maka daerah Sulawesi khususnya Sulawesi tambang sehingga dapat ditanami.
Tenggara berdasarkan Tektonostratigrafi c. Penanaman cover crop
terdiri dari 3 group utama batuan d. Pengendalian erosi dan sedimentasi
penyusunnya, yaitu Continental Terrane yaitu kegiatan meminimalisir laju erosi
dan Ocenic Terrane yang kemudian dan sedimentasi didaerah bekas
ditindih oleh endapan Mollasa Sulawesi. tambang.
e. Rehabilitasi yaitu pemulihan lahan
III. DASAR TEORI sedemikian rupa sehingga lahan yang
3.1 Definisi dan Tujuan Reklamasi telah terganggu kembali ke keadaan
Merujuk pada UU No.4 Tahun 2009, dan produktivitas semula sesuai
reklamasi didefinisikan sebagai kegiatan dengan rencana tata guna lahan
yang dilakukan sepanjang tahapan usaha f. Revegetasi yaitu kegiatan menanami
pertambangan untuk menata, memulihkan dan menumbuhkan tanaman diareal
dan memperbaiki kualitas lingkungan dan yang terganggu akibat kegiatan
ekosistem agar dapat berfungsi kembali penambangan.
sesuai peruntukannya. Kegiatan reklamasi g. Perawatan yaitu kegiatan yang
ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi dilakukan sepanjang tahapan kegiatan
lingkungan yang rusak pasca kegiatan reklamasi seperti pemupukan,
eksplorasi atau operasi produksi. penyiraman, pemberantasan hama dan
Kewajiban perusahaan pertambangan penyakit pada tanaman.
untuk melakukan pemulihan kawasan 3.3 Komponen Biaya Reklamasi
bekas pertambangan diatur dalam Biaya Reklamasi adalah biaya atau ongkos
Peraturan Pemerintah, yaitu: Pasal 2 ayat yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
(1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor pertambangan untuk membiayai kegiatan
78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan reklamasi dibidang pertambangan umum.
Pascatambang, yang berbunyi sebagai Komponen-komponen biaya reklamasi
berikut: terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak
a. Pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK langsung.
Eksplorasi wajib melaksanakan a. Biaya Langsung
reklamasi. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
b. Pemegang IUP Operasi Produksi dan yang secara langsung dibebankan kepada
IUPK Operasi Produksi wajib harga pokok produk akhir, sepert biaya
melaksakan reklamasi dan pembongkaran fasilitas tambang
pascatambang (bangunan, jalan, emplacement), biaya
Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut penataan lahan, biaya analisis kualitas
di atas, perusahaan pertambangan tanah, biaya pemupukan, biaya pengadaan
berkewajiban melakukan upaya bibit, biaya penanaman, biaya
reklamasi dan penutupan tambang, sesuai pemeliharaan, biaya pencegahan dan
dengan prosedur reklamasi dan penanggulangan erosi serta biaya langsung
pascatambang yang telah ditetapkan oleh lainnya.
pemerintah, maupun melalui pelaksanaan
reklamasi areal bekas penambangan.

9
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

b. Biaya Tidak Langsung B. Penebaran tanah pucuk.


Biaya yang dikeluarkan perusahaan Volume tanah pucuk diperkirakan setebal
yang secara tidak langsung dibebankan 0,3 meter, sehingga jumlah tanah pucuk
pada harga pokok produk akhir, seperi yang dibutuhkan dengan luas lahan 9,27
biaya mobilisasi dan demobilisasi alat, Ha yaitu 37.543,5 Ton. Alat berat yang
biaya perencanan reklamasi, biaya digunakan dalam penebaran tanah pucuk
administrasi dan keuntungan kontaktor antara lain Dump truck Nissan Turbo 290
serta biaya supervisi. dengan tingkat produksi 20 Ton/retase,
Biaya langsung dan tidak langsung sudah Excavator KOMATSU Avance PC 210
harus memperhitungkan pajak- pajak yang dan Bulldozer D85ESS-2. Biaya sewa
berlaku. dump truck yaitu Rp 2.139,98/Ton. Maka:

Biaya sewa Bulldozer :


IV. PEMBAHASAN
𝑉𝑜𝑙. 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑟𝑒𝑔𝑟𝑒𝑑𝑖𝑛𝑔
5.1 Biaya Langsung = 𝑥 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝐵𝑢𝑙𝑙𝑑𝑜𝑧𝑒𝑟
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐵𝑢𝑙𝑙𝑑𝑜𝑧𝑒𝑟
A. Penataan lahan (regrading) =
37.543,5 𝑡𝑜𝑛
𝑡𝑜𝑛 𝑥𝑅𝑝. 585.818,49/𝑗𝑎𝑚
Tebal tanah yang dilakukan penataan 204.09 𝑗𝑎𝑚
permukaan (regrading) ditetapkan
= Rp. 107.764.596,4
sebesar 0,5 meter. Sehingga dengan
total luas areal yang ditata sebesar 9,27 Biaya sewa Excavator :
Ha, dapat ditentukan jumlah material
yang ditangani yaitu sebesar 62.572,5 𝑉𝑜𝑙. 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑔𝑟𝑒𝑑𝑖𝑛𝑔
= 𝑥 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟
Ton. Pengaturan permukaan lahan 37.543,5 𝑡𝑜𝑛
= 𝑡𝑜𝑛 𝑥 𝑅𝑝. 391,883,14/𝑗𝑎𝑚
menggunakan alat Bulldozer Komatsu 118,04 𝑗𝑎𝑚
D85ESS-2 dan Excavator Komatsu PC
210 dengan tingkat produktivitas = Rp. 124.641.347,6
masing-masing alat 204,09 Ton/jam Biaya sewa Dump Truck :
dan 118,04 Ton/Jam. Biaya sewa
bulldozer yaitu Rp 585.818,49/jam dan = 𝑇𝑜𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑢𝑡𝑢𝑝 𝑥 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝑑𝑢𝑚𝑝 𝑡𝑟𝑢𝑐𝑘/𝑡𝑜𝑛

biaya sewa Excavator yaitu Rp = 37,543,5 Ton x 2.139.98/Ton


391.883,14. Maka:
Biaya sewa Bulldozer : = Rp 80.342.339,13
𝑉𝑜𝑙. 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑟𝑒𝑔𝑟𝑒𝑑𝑖𝑛𝑔 C. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi
= 𝑥 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝐵𝑢𝑙𝑙𝑑𝑜𝑧𝑒𝑟
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐵𝑢𝑙𝑙𝑑𝑜𝑧𝑒𝑟 Rincian biaya pengendalian erosi dan
62.572,5 𝑡𝑜𝑛
= 𝑡𝑜𝑛 𝑥𝑅𝑝. 585.818,49/𝑗𝑎𝑚 sedimentasi selengkapnya dapat dilihat
204.09 𝑗𝑎𝑚
pada Tabel 1.
= Rp. 179.607.660,7
D. Analisis kualitas tanah
Biaya sewa Excavator : Analisis kualitas tanah dilakukan 2 kali per
tahun hingga 3 tahun kedepan dengan
𝑉𝑜𝑙. 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑔𝑟𝑒𝑑𝑖𝑛𝑔 jumlah total titik sampel yang diambil
= 𝑥 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟 adalah 2 titik/bukit. Frekuensi
62.572,5 𝑡𝑜𝑛
= 𝑡𝑜𝑛 𝑥 𝑅𝑝. 391,883,14/𝑗𝑎𝑚 pemantauan selama 2 kali per tahun.
118,04 𝑗𝑎𝑚
Biaya analisis sebesar Rp 176.500,-/conto.
Sehingga total anggaran biaya analisis
= Rp. 207.735.579,3 kualitas tanah selama 3 (tiga) tahun adalah
Rp 2.118.000,-. (Lihat Tabel 1.)

10
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

E. Pemupukan demobilisasi alat sebesar Rp.


Harga pupuk per kilogram Rp. 1.850,- per 48.643.217,68-. (Lihat Tabel 2)
kilogram. Luas lahan yang ditanami dan c. Biaya perencanaan reklamasi
membutuhkan pemupukan yaitu 9,27 Ha. d. Biaya perencanaan reklamasi sebesar
(Lihat Tabel 1.) 3,2% dari biaya langsung. Biaya
F. Pengadaan bibit perencanaan reklamasi ditetapkan
Bibit siap tanam dengan ukuran 30 - 50 cm berdasarkan grafik penentuan Biaya
dengan harga Rp. 2.500,-/batang. Jarak Perencanaan Reklamasi – PERMEN
tanam 3 x 3 meter sehingga dibutuhkan ESDM No 18 Tahun 2008. Biaya
1.000 batang, serta cadangan 20% perencanaan reklamasi sebesar Rp.
sehingga dibutuhkan 1.200 batang pohon 62.263.318,62-. (Lihat Tabel 2)
bibit untuk pengadaan 1 Hektar lahan yang e. Biaya administrasi dan keuntungan
akan ditanami. Selengkapnya dapat dilihat kontraktor
di Tabel 1. f. Biaya administrasi dan keuntungan
G. Patok penanda (ajir) kontraktor sebesar 5% dari biaya
Patok penanda (ajir) ditanam sesuai langsung (grafik penentuan Biaya
dengan jarak tanam bibit pohon yaitu 3 x 3 Administrasi dan Keuntungan
meter. Ukuran ajir 50 cm dengan harga Rp. Kontraktor (PERMEN ESDM No 18
800,-/batang. Kebutuhan ajir per hektar Tahun 2008). Biaya administrasi dan
yaitu 1.000 batang. Total biaya pengadaan keuntungan kontraktor sebesar Rp.
ajir selengkapnya dapat dilihat di Tabel 1. 97.286.435,35-. (Lihat Tabel 2)
H. Pemberian alcosorb dan urea d. Biaya supervisi
Kebutuhan alcosorb per hektar yaitu 8 Biaya supervisi sebesar 2,8% dari biaya
Kg/Ha, sedangkan kebutuhan urea per langsung (grafik penentuan Biaya
hektar yaitu 200 Kg/Ha. Harga alcosorb Supervisi – PERMEN ESDM No 18 Tahun
Rp 7.500,-/Kg dan harga urea Rp 1.700,- 2008). Biaya supervisi sebesar Rp.
/Kg. Biaya kebutuhan alcosorb dan urea 54.480.403,80-. (Lihat Tabel 2)
selengkapnya dapat dilihat di Tabel 1. 5.3 Total Biaya Keseluruhan
I. Penanaman Uraian mengenai total kebutuhan biaya
Unit biaya penanaman antara lain: langsung ditambah dengan biaya tidak
1) Memancang patok penanda (ajir) langsung serta biaya-biaya lain tersebut
2) Gali lubang & Tanam sudah harus memperhitungkan pajak–pajak
3) Angkut yang berlaku serta dibuat dalam mata uang
J. Pemeliharaan tanaman Rupiah. Berdasarkan perhitungan biaya
Biaya pemeliharaan tanaman selama 3 langsung dan tidak langsung, total biaya
(tiga) tahun sebesar Rp.714.326.500,- reklamasi untuk bukit 9N dengan luas 9,27
(Lihat Tabel 1). Biaya ini hanya Ha adalah Rp 2.650.082.498,93- atau Rp
mencakup biaya pengadaan pupuk, 285.877.292,23- untuk setiap hektarnya
pemupukan dan pengangkutan pupuk. (Tabel 2).

5.2 Biaya Tidak Langsung V. KESIMPULAN


Biaya tidak langsung ditetapkan dengan 1. Komponen-komponen biaya reklamasi
menggunakan standar acuan, yang terdiri dari biaya langsung dan biaya
ditentukan sebagai berikut: tidak langsung.
a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat 2. Berdasarkan perhitungan biaya
b. Biaya mobilisasi dan demobilisasi langsung dan tidak langsung pada
alat sebesar 2,5% dari biaya Bukit 9N PT. Antam, total biaya untuk
langsung atau berdasarkan mereklamasi lahan dengan luas 9,27
perhitungan. Biaya mobilisasi dan Ha yaitu Rp 2.650.082.498,93- atau

11
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

Rp 285.877.292,25- untuk setiap


hektarnya.

VI. UCAPAN TERIMAKASIH


Terima kasih kepada pimpinan dan
karyawan PT. Antam, Tbk UBPN Sultra
sebab telah mengizinkan dan memberikan
kami kesempatan untuk melakukan
penelitian terkait biaya reklamasi.

VII. DAFTAR PUSTAKA


1. Nurfarisa, Muhamad Naufan. 2017.
Kelas Massa Batuan dan Penyangga
pada Terowongan Pengelak
Menggunakan Metode Q System di
Desa Asinua Jaya, Kabupaten Konawe,
Sulawesi Tenggara. Fakultas Teknik
Geologi. Universitas Padjadjaran.
2. Peraturan Menteri Energi & Sumber
Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2008
tentang Reklamasi & Penutupan
Tambang.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 78
Tahun 2010 tentang Reklamasi dan
Pascatambang.
4. Purnamasari, Anis. 2012. Analisis
Penerapan Performance Bond Pada
Kegiatan Pertambangan Bahan Galian
C (Studi Kasus Kecamatan Rumpin,
Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa
Barat). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan
Managemen. Institut teknologi bogor.
5. Undang-undang Nomor 04 Tahun 2009
tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara
6. http://arwansoil.blogspot.co.id/2011/03
/kerusakan-lahan-akibat-aktivitas.html
7. http://e-
journal.uajy.ac.id/1793/2/1HK09085.p
df
8. https://jdih.bpk.go.id/wp-
content/uploads/2011/03/Reklamasi
_tambang.pdf .
9. https://www.scribd.com/doc/20737
5296/Laporan-Reklamasi-Batu-
Marmer

12
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

Tabel 1. Rincian Biaya Reklamasi (Biaya Langsung)


No Elemen Biaya Satu Jumlah
a. Biaya pengaturan permukaan Lahan an

1 -(Regrading)
Luas Lahan Ha 9,27
- Luas Lahan m2 92.700
- Tebal tanah regrading m 0,50
- Density Tanah Ton/m3 1,35
- Volume tanah penutup yang di- regrading
b. Bulldozer Ton 62.572,50
- Kapasitas Bulldozer per jam Ton/jam 204,09
- Jam Kerja Bulldozer jam 306,59
- Biaya sewa Bulldozer per jam Rp/jam 585.818,49
- Biaya sewa Bulldozer yang diperlukan Rp 179.607.660,67
c. Excavator
- Kapasitas Excavator per jam Ton/jam 118,04
- Jam Kerja Excavator jam 530,10
- Biaya sewa Excavator per jam Rp/jam 391.883,14
- Biaya sewa Excavator yang diperlukan Rp 207.735.579,28
SUB TOTAL I 387.343.239,94
2 a. Biaya penebaran tanah pucuk
- Luas Lahan Ha 9,27
- Luas Lahan m2 92.700
- Tebal tanah pucuk m 0,30
- Density Tanah Ton/m3 1,35
- Volume tanah pucuk Ton 37.544
b. Dump Truck
- Kapasitas dump truck per retase Ton/ret 20
- Jumlah retase dump truck ret 1.877,18
- Biaya sewa dump truck per ton Rp/ton 2.139,98
- Total Biaya sewa Dump Truck Rp 80.342.339,13
c. Bulldozer
- Kapasitas Bulldozer per jam Ton/jam 204,09
- Jam Kerja Bulldozer jam 183,96
- Biaya sewa Bulldozer per jam Rp/jam 585.818,49
- Biaya sewa Bulldozer yang diperlukan Rp 107.764.596,40
d. Excavator
- Kapasitas Excavator per jam Ton/jam 118,04
- Jam Kerja Excavator jam 318,06
- Biaya sewa Excavator per jam Rp/jam 391.883,14
- Biaya sewa Excavator yang diperlukan Rp 124.641.347,57
SUB TOTAL II Rp 312.748.283,10

13
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

3 Penanaman cover crop


a. bibit Cover Crop
- Luas Lahan Ha 9,27
- Kebutuhan Bibit cover crop per Ha Pohon 2.500
- Kebutuhan bibit cadangan (20%) Pohon 500
- Total Kebutuhan bibit per Ha Pohon 3.000
- Total Kebutuhan bibit seluruhnya Pohon 27.810
- Harga bibit per pohon Rp 500
- Jumlah harga Bibit seluruhnya Rp 13.905.000
b. Biaya Penanaman
- Biaya tanam bibit cover crop per lubang Rp 2.500
- Biaya tanam bibit cover crop seluruhnya Rp 69.525.000
c. Pupuk
- Kebutuhan Pupuk per bibit Kg 1
- Jumlah kebutuhan pupuk Kg 27.810
- Harga pupuk per Kg Rp 1.850
- Biaya pupuk seluruhnya Rp 51.448.500
c. Alcosorb
- Kebutuhan Alcosorb Per Ha Kg 8
- Luas Lahan Ha 9,27
- Total kebutuhan alcosorb Kg 74,16
- Harga Alcosorb per kg Rp 7.500
- Biaya Alcosorb seluruhnya Rp 556.200
d. Urea
- Kebutuhan Urea per Ha Kg 200
- Harga urea per kg Rp 1.700
- Biaya urea per Ha Rp/Ha 340.000
- Luas Lahan Ha 9,27
- Total biaya urea Rp 3.151.800
SUB TOTAL III Rp 138.586.500
4 Penanaman Tanaman Pelindung
a. Bibit
- Kebutuhan Bibit tanaman pelindung per Ha
- Kebutuhan bibit cadangan (20%) Pohon
pohon 200
1.000
- Total Kebutuhan bibit per Ha Pohon 1.200
- Luas Lahan Ha 9,27
- Total Kebutuhan bibit seluruhnya Pohon 11.124
- Harga bibit per pohon Rp 750
- Biaya pengadaan bibit Rp 8.343.000
b. Biaya Tanam tumbuhan
- Biaya tanam bibit per pohon Rp 500

14
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

- Biaya tanam bibit seluruhnya Rp 5.562.000


SUB TOTAL IV Rp 13.905.000
5 Penanaman tanaman Primer
a. Bibit
- Kebutuhan Bibit per Ha Pohon 1.000
- Kebutuhan bibit cadangan (20%) Pohon 200
- Kebutuhan Bibit per Ha Pohon 1.200
- Luas Lahan Ha 9,27
- Kebutuhan bibit seluruhnya Pohon 11.124
- Harga bibit per pohon Rp 2.500
- Harga bibit keseluruhan Rp 27.810.000
b. Ajir
- Kebutuhan ajir per Ha batang 1.000
- Luas Lahan Ha 9,27
- Total Kebutuhan ajir batang 9.270
- Harga ajir per batang Rp 800
- Biaya pengadaan ajir Rp 7.416.000
c. Biaya pemancangan ajir
- Biaya pemancangan ajir per batang Rp 500
- Biaya pemancangan ajir per Ha Rp 4.635.000
d. Biaya tanam tumbuhan
- Biaya tanam per pohon Rp 7.500
- Biaya tanam seluruhnya Rp 83.430.000
e. Biaya pengangkutan bibit
- Kapasitas angkut mobil Pohon 1.000
- Jumlah retase pengangkutan bibit Ret 11,12
- Biaya sewa mobil per ret Rp 350.000
- Biaya sewa mobil seluruhnya Rp 3.893.400
f. Biaya Pupuk
- Kebutuhan pupuk per pohon Kg 10
- Kebutuhan pupuk seluruhnya Kg 111.240
- Harga pupuk per Kg Rp 1.850
- Biaya pupuk per pohon Rp 18.500
- Biaya pupuk seluruhnya Rp 205.794.000
g. Biaya pengangkutan pupuk
- Berat pupuk per sak Kg 40
- Kapasitas angkut mobil Sak 100
- Kapasitas angkut mobil Kg 4.000
- Jumlah pengangkutan pupuk seluruhnya Ret 27,8
- Biaya sewa mobil per ret Rp 350.000
- Biaya sewa mobil seluruhnya Rp 9.733.500

15
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

h. Biaya tenaga kerja pengangkut pupuk


- Biaya tenaga kerja per hari Rp 1.000.000
SUB TOTAL V Rp 343.711.900
6 Pemeliharaan tanaman primer
a. Biaya Pupuk Pemeliharaan
- Luas Lahan Ha 9,27
- Jumlah bibit per Ha Pohon 1.200
- Jumlah bibit seluruhnya pohon 11.124
- Kebutuhan pupuk per pohon Kg 5
- Kebutuhan pupuk seluruhnya Kg 55.620
- Harga Pupuk per Kg Rp 1.850
- Biaya pupuk seluruhnya Rp 102.897.000
- Jumlah pemeliharan selama 3 tahun Kali 6
- Biaya pupuk pemeliharaan selama 3 tahun
b. Biaya Penebaran Pupuk Pemeliharaan Rp 617.382.000
- Biaya penebaran pupuk per pohon Rp/Pohon 1.000
- Biaya penebaran pupuk seluruhnya Rp 11.124.000
- Biaya penebaran pupuk seluruhnya selama 3
tahun
c. Biaya pengangkutan pupuk Rp 66.744.000
- Kebutuhan pupuk seluruhnya Kg 55.620
- Berat pupuk per sak Kg 40
- Kapasitas muat mobil Sak 100
- kapasitas muat mobil Kg 4.000
- Jumlah pengangkutan pupuk seluruhnya ret 13,9
- Biaya sewa mobil per ret Rp 350.000
- Biaya sewa mobil seluruhnya Rp 4.866.750
- Jumlah pemeliharaan selama 3 tahun Kali 6
- Total biaya pengangkutan pupuk selama
d. Biaya tenaga kerja
3 Tahun Rp 29.200.500
- Biaya tenaga kerja per hari Rp 1.000.000
SUB TOTAL VI Rp 714.326.500
7 Analisis Kualitas tanah
- Jumlah titik pantau Titik 2
- Frekuensi per tahun (2 Kali selama 3 tahun)
- Jumlah sampel selama 3 tahun Conto
Kali 12
6
- Biaya analisis per sampel Rp/Conto 176.500
- Biaya analisis yang diperlukan Rp 2.118.000
SUB TOTAL VII Rp 2.118.000
8 Pengendalian Erosi & Sedimentasi
a. Pembuatan Saluran (drainase)
- Panjang Saluran m 642,3

16
Jurnal Teknologi Determinasi ISSN 2303-1026
Vol. 5, No.2, Desember 2017

- Lebar Saluran m 0,5


- Tinggi Saluran m 0,5
- Density Tanah Ton/m3 1,35
- Volume tanah yang digali Ton 216,78
- Produksi excavator per jam Ton/jam 118,04
- Jam alat yang digunakan Jam 1,84
- Harga sewa excavator per jam Rp 391.883,14
- Biaya sewa excavator yang diperlukan Rp 719.679,41
b. Pembuatan Kolam Pengendapan
-Lumpur
Jumlah unit KPL Unit 2
- Luas KPL per Unit m2 1.200
- Tinggi KPL per Unit m 3
- Density Tanah Ton/m3 1,35
- Volume tanah yang digali per Unit KPL Ton 4.860
- Total Volume tanah yang digali Ton 9.720
- Produksi excavator per jam Ton/jam 118,04
- Jam alat yang digunakan Jam 82,34
- Harga sewa excavator per jam Rp 391.883,14
- Biaya yang diperlukan Rp 32.269.604,55
SUB TOTAL VIII 32.989.283,96
TOTAL (I+II+III+IV+V+VI+VII+VIII) Rp 1.945.728.706,99

Tabel 2. Total Biaya Reklamasi PT. Antam UBPN Sultra pada Bukit 9N
NO. DESKRIPSI BIAYA Jumlah
1 Biaya Langsung (Rp)
a. Biaya Pengaturan Permukaan Lahan (Regrading) 387.343.239,94
b. Biaya Penebaran Tanah Pucuk 312.748.283,10
c. Biaya Penanaman Cover Crop 138.586.500,00
d. Biaya Penanaman Tanaman Pelindung 13.905.000,00
e. Biaya Penanaman Tanaman Primer 343.711.900,00
f. Biaya Pemeliharaan Tanaman Primer 714.326.500,00
g Biaya Analisis Kualitas Tanah 2.118.000,00
h Pengendalian Erosi & Sedimentasi 32.989.283,96
Sub Total 1 (Rp): 1.945.728.707,00
2 Biaya Tidak langsung (Rp)
a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat (2,5% Biaya langsung) 48.643.217,68
b. Biaya perencanaan reklamasi (3,2% Biaya Langsung) 62.263.318,62
c. Biaya administrasi dan keuntungan kontraktor (5% Biaya Langsung) 97.286.435,35
d. Biaya supervisi (2,8% Biaya Langsung) 54.480.403,80
Sub Total 2 (Rp): 262.673.375,45
Total (1 + 2) 2.208.402.082,45
Overhead + Inflasi (20%) 441.680.416,49
JUMLAH 2.650.082.498,93

17