Anda di halaman 1dari 8

27

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Bahan Penelitian

Bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Peta Rupabumi Lembar

Blambangan, Kemu, Muaradua, Simpang, dan Teluk Agung Kabupaten OKU

Selatan dengan skala 1:50.000, Peta Geologi Kabupaten OKU Selatan Lembar

Baturaja skala 1:250.000, foto udara, citra satelit dan conto batuan dalam bentuk

hand speciment. Peralatan yang dibutuhkan antara lain peralatan survei lapangan,

mikroskop polarisasi untuk analisis petrografi, peralatan penafsiran foto udara)

dan peralatan pengolah data (komputer beserta periferalnya).

Data primer merupakan hasil identifikasi dan inventarisasi langsung di

lapangan, analisis kimia, mikroskopik dan analisis fisik sampel batuan yang

diperoleh dari hasil survei lapangan.

3.2 Tahap Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis membuat suatu rencana kerja

yang meliputi beberapa tahapan, yaitu :

3.2.1. Tahap Persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan awal sebagai kegiatan persiapan sebelum

melakukan penelitian, meliputi studi literatur daerah penelitian mencakup

gambaran geologi daerah penelitian serta kondisi alterasi yang mempengaruhi


28

proses metamorfik pada lokasi yang akan dilakukan tahap eksplorasi, sehingga

menjadi salah satu petunjuk dalam melakukan interpretasi. Dalam tahap ini,

sebelum memilih lokasi-lokasi ekplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-

peta yang sudah ada (dari survey-survey terdahulu), catatan-catatan lama, dan

laporan-laporan temuan. Lalu setelah itu baru dipilih lokasi yang akan di survei

dan ditinjau.

Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, berupa faktor-

faktor geologi regional dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih

daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian sangat dipengaruhi

oleh faktor-faktor geologi yang pernah terjadi dan akan diamati kehadiran tanda-

tandanya dilapangan.

3.2.2 Tahap Pengumpulan Data

Pengumpulan data lapangan dilakukan untuk melengkapi dan meninjau

keakuratan data hasil gabungan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya

(tahap persiapan). Pada tahap ini penulis melakukan beberapa kegiatan, yaitu :

1. Pemetaan kondisi fisik wilayah dalam kaitannya dengan batuan penyusunnya

dan pemetaan geomorfologi menggunakan foto udara dan citra satelit.

2. Pemetaan geologi untuk mengetahui batuan samping dan mengumpulkan data

hasil sampling berupa hand speciment yang dapat merepresentasikan secara

maksimal kondisi daerah penelitian.

3. Pengambilan dokumentasi untuk mendukung data hasil pemetaan


29

4. Melakukan perhitungan secara kasar sumberdaya marmer yang terkandung di

sekitar daerah OKU Selatan.

3.2.3. Tahap Analisis Data

Pada tahap ini meliputi tiga tahapan analisis, yaitu analisis terhadap data

hasil survei lapangan dan mengabungkannya dengan data sekunder berserta hasil

dari interpretasi citra satelit sehingga dihasilkan data yang terbaru, dan analisis

laboratorium yang dilakukan pada sampel yang diperoleh dari tahap pengumpulan

data yang berupa hand speciment pada lokasi yang terdapat sebaran bahan galian

marmer.

3.2.3.1 Analisis Citra Satelit

Citra satelit dianalisis berdasarkan perbedaan warna, pola, dan tekstur

yang tampak pada citra satelit dan ditekankan pada pengenalan jenis

vegetasi/tanaman dan tipe penggunaan lahan (Saripin, 2003).

Untuk mencocokan tipe penggunaan lahan hasil interpretasi dengan

keadaan sebenarnya di lapangan maka dilakukan pengecekan di lapangan yaitu

dengan pemetaan geologi. Pengamatan dan pengecekan lapang dilakukan dengan

sistem area kunci (key area) yang dapat mewakili daerah lain yang mempunyai

kenampakan sama pada citra landsat.

Area kunci yang akan diamati pada daerah penelitian dipilih sesuai dengan

perbedaan warna, pola, rona dan teksturnya. Setelah pengecekan di lapangan,


30

dilakukan pembuatan peta yang merupakan hasil interpretasi dan hasil pengecekan

lapangan.

3.2.3.2 Analisis Kimia

Analisis kimia dilakukan hanya pada prosentase kadar oksida unsur utama

yaitu SiO2, TiO2, Al2O3, Fe2O3, MnO, MgO, CaO, K2O dan H2O- serta derajat

pelapukan yang diekspresikan dalam LOI (Lost On Ignition) atau dikenal sebagai

HD (Habis Dibakar).

Metode yang digunakan dalam analisis kimia adalah metode XRF (X-ray

Flouroscence). X-Ray Fluoresensi (XRF) merupakan salah satu metode analisis

yang tidak merusak, digunakan untuk analisis unsur dalam bahan secara kualitatif

dan kuantitatif. Prinsip Kerja metode analisis XRF berdasarkan terjadinya

tumbukan atom-atom pada permukaan sampel (bahan) oleh sinar–X dari sumber

sinar–X. Hasil analisis kualitatif ditunjukkan oleh puncak spektrum yang

mewakili jenis unsur sesuai dengan energi sinar-X karakteristiknya, sedang

analisis kuantitatif diperoleh dengan cara membandingkan intensitas sampel

dengan standar.

Analisis mikroskopik dilakukan pada mineral non-opak meliputi jenis dan

prosentase mineral-mineral penting pembentuk batuan metamorf baik yang sudah

terubah maupun belum terubah seperti gelas, plagioklas, piroksen, olivin juga

mineral-mineral sekunder yang terbentuk akibat proses alterasi hidrotermal dan

pelapukan seperti klorit, serisit, limonit, mineral lempung, dan lain-lain.


31

3.2.3.3 Analisis Fisika

Analisis fisik batuan pada sampel batuan yang didapat di lapangan

dilakukan berupa Analisis Berat Jenis (BJ), Analisis Penyerapan Air, dan Analisis

Kuat Tekan.

Analisis Penyerapan Air dan Analisis Berat Jenis dilakukan berdasarkan

prosedur dari SNI 03-2437-1991, yaitu mengenai parameter sifat fisika contoh

batuan seperti; kepadatan asli, kadar air asli, kepadatan jenuh, penyerapan,

kepadatan kering, derajat kejenuhan, porositas, berat jenis semu, berat jenis

sebenarnya dan angka pori berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan

laboratorium. Peralatan yang digunakan meliputi ; oven yang dapat diatur

suhunya, cawan dan tutupnya yang terbuat dari porselin, desikator biasa,

timbangan, bak perendam, kawat halus dan kerekan untuk menarik contoh batu,

pompa vacum, jangka sorong, kalibrasi timbangan dan jangka sorong minimal 3

tahun sekali dan pada saat diperlukan. Air yang dipergunakan adalah air suling.

Pengujian dilakukan dengan cara mengikuti tahapan yang telah ditentukan,

perhitungan volume contoh batu dan laporan dengan mencantumkan lokasi contoh

batu, nomor contoh batu, nama batu, tanggal pengujian, nama petugas penguji dan

nama pemeriksa. Proses penimbangan analisis penyerapan air dapat dilihat pada

gambar 3.1.
32

Gambar 3.1 Proses penimbangan piknometer (W1), Berat piknometer dengan benda uji

(W2), Berat piknometer, benda uji, dan air (W3) dan berat piknometer dengan air (W4)

(SNI 03-2437-1991)

Analisis kuat tekan dilakukan berdasarkan prosedur dari SNI 03-2825-

1992 mengenai uji kuat tekan uniaxial batu. Kuat tekan adalah besarnya beban

sumbu maksimum persatuan luas yang dapat dipakai oleh benda uji hingga terjadi

keruntuhan dan dinyatakan dalam satuan MPa atau dapat juga dinyatakan dalam

Kg/cm2. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pelaksanaan pengujian

kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan bertujuan untuk mengetahui harga kuat

tekan benda uji batu. Peralatan yang dipakai adalah mesin kompresi, dua buah

pelat baja bundar, salah satunya mempunyai dudukan sesuai dengan peluru.

jangka sorong, manometer, arloji ukur. Benda uji berbentuk silinder, permukaan

ujung benda uji harus halus dan rata, permukaan silinder harus rata, permukaan

ujung harus sejajar, jumlah minimal 3 buah, selama 5-6 hari disimpan pada suhu

(20±2)°C dan kelembaban (50±5)°C, diameter benda uji harus besar. Kekurangan

atau kelebihan dari persyaratan harus dicatat dalam laporan hasil pengujian, rumus

perhitungan serta cara uji dan laporan uji dalam bentuk formulir dan grafik.

Kenampakan alat uji kuat tekan dapat dilihat pada gambar 3.2.
33

Manometer

Tombol Mati

Pengatur Kecepatan Pembebanan

Tombol Hidup

Pengatur Kecepatan Pembebanan

Gambar 3.2 Alat uji Kuat Tekan (Sumber : Google)

3.3 Tahap Pembahasan dan Penyusunan Laporan

Tahap pembahasan dan penyusunan laporan merupakan tahap akhir dari

seluruh proses penelitian. Pembahasan dilakukan bersamaan dengan tahap

pengolahan data dilanjutkan dengan penulisan laporan. Data sekunder yang

didapat dengan menggunakan metode studi ilmiah kemudian dibandingkan

dengan data analisis kimia dan fisika pada daerah yang akan dilakukan tahap

eksplorasi. Hasilnya merupakan nilai kualitas bahan galian marmer serta

mengetahui kemungkinan adanya hasil-hasil sampingan dari bahan galian marmer

di Kabupaten OKU Selatan. Gambar diagram penelitian dapat dilihat pada gambar

3.3.
34

STUDI LITERATUR
-Laporan Penyelidikan
Terdahulu
-Foto Udara dan Citra
Sateltit
-Analisis Kondisi Geologi
Regional

PENGUMPULAN DATA
-Pemetaan Wilayah
-Pemetaan Geologi
-Pengambilan Conto Batuan
-Dokumentasi

DATA
DATA PRIMER
SEKUNDER

SAMPEL Analisis Foto


Sayatan Tipis BATUAN Udara dan Citra Laporan
Geologi
Petrografi Hand Sateltit Penelitian
Regional
Speciment Terdahulu

ANALISIS KIMIA KARAKTERISTIK ANALISIS FISIKA


Kandungan Unsur BATUAN Kualitas Galian
-Analisis dengan X- -Peta Sebaran -Analisis Berat Jenis
ray Flouroscence Marmer -Analisis Penyerapan Air
-Analisis Kuat Tekan

PETA SEBARAN BAHAN


GALIAN DAN INFORMASI
POTENSI SUMBERDAYA
MARMER DESA
SRIMENANTI

Gambar 3.3 Diagram Penelitian