Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan kemajuan zaman, untuk mengoptimalkan nilai efisiensi
terhadap suatu produk maka dimulailah suatu pengembangan terhadap material,
dan para ahli mulai menyadari bahwa material tunggal (homogen) keterbatasan
baik dari sisi mengadopsi desain yang dibuat maupun kondisi pasar.
Kebanyakan teknologi modern memerlukan bahan dengan kombinasi sifat-sifat
yang luar biasa yang tidak boleh dicapai oleh bahan-bahan lazim seperti logam
besi, keramik, dan bahan polimer. Kenyataan ini adalah benar bagi bahan yang
diperlukan untuk penggunaan dalam bidang angkasa lepas, perumahan,
perkapalan, kendaraan dan industri pengangkutan. Karena bidang-bidang tersebut
membutuhkan density yang rendah, flexural, dan tensile yang tinggi, viskosity
yang baik dan hentaman yang baik. Dalam prakteknya komposit terdiri dari suatu
bahan utama (matrik-matrix) dan suatu jenis penguatan (reinforcement) yang
ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan matrik. Penguatan ini
biasanya dalam bentuk serat (fiber). Komposit merupakan teknologi rekayasa
material yang banyak dikembangkan dewasa ini karena material komposit mampu
mengabungkan beberapa sifat material yang berbeda karakteristiknya menjadi
sifat yang baru dan sesuai dengan desain yang direncanakan.
Dengan perkembangan teknologi saat ini diperlukan suatu pengembangan
metode baru yang bisa menawarkan solusi teknik yang mengedepankan
kemampuan sistem.  Saat ini telah dikembangkan suatu metode komposit yang
dikenal sebagai metode substitusi material. Teknik dari Proses pembuatan
Komposit sangat menarik, dikendalikan oleh kondisi-kondisi proses, penyusupan
logam yang terjadi secara spontan, tanpa bantuan ruang hampa bertekanan, dan ini
merupakan metode yang paling hebat untuk memproduksi komposit.

1
2

Teknologi pembuatan komposit memiliki kemudahan dalam fabrikasi


sehingga biayanya menjadi lebih murah. Produk material yang ulet dan material
yang kuat dan tangguh adalah logis ada suatu pemikiran dan usaha
menggabungkan kedua material tersebut untuk dijadikan suatu material yang baru
yaitu komposit melalui proses pembuatan komposit. Hasil komposit yang
diperoleh dengan proses pembuatannya mempunyai ketangguhan yang tinggi dan
daya tahan goncangan yang berhubungan dengan panas yang baik seperti
kekakuan, tahan aus dan stabil pada temperatur tinggi. Proses fabrikasi komposit
ini dapat diaplikasikan pada berbagai komponen mesin seperti ; gas turbin, mesin
roket, mesin piston, penukar panas, dapur temperatur tinggi, struktur pasawat
terbang dan kemasan elektronik.
Unsur utama komposit adalah serat yang mempunyai banyak keunggulan,
oleh karena itu bahan komposit serat yang paling banyak dipakai. Bahan komposit
serat terdiri dari serat–serta yang terikat oleh matrik yang saling berhubungan.
Bahan komposit serat ini terdiri dari dua macam, yaitu serat panjang (continous
fiber) dan serat pendek (short fiber dan whisker). Dalam proposal penelitian ini
diambil bahan komposit serat (fiber composite). Penggunaan bahan komposit serat
sangat efesien dalam menerima beban dan gaya. Karena itu bahan komposit serat
sangat kuat dan kaku bila dibebani searah serat, sebaliknya sangat lemah bila
dibebani dalam arah tegak lurus serat.
Komposit serat dalam dunia industri mulai dikembangkan menggunakan
bahan partikel. Bahan komposit serat mempunyai keunggulan yang utama yaitu
strong (kuat), stiff (tangguh), dan lebih tahan terhadap panas pada saat didalam
matrik (Schwartz, 1984). Dalam pengembangan teknologi pengolahan serat,
membuat serat sekarang semakin diunggulkan dibandingkan material–material
yang digunakan. Cara yang digunakan untuk mengkombinasi serat berkekuatan
tarik tinggi dan bermodulus elastisitas tinggi dengan matrik yang bermassa ringan,
berkekuatan tarik renda, serta bermodulus elastisitas rendah makin banyak
dikembangkan guna untuk memperoleh hasil yang maksimal. Komposit pada
umumnya mengunakan bahan plastik yang merupakan material yang paling sering
digunakan sebagai bahan pengikat seratnya selain itu plastik mudah didapat dan
3

mudah perlakuannya, dari pada bahan dari logam yang membutuhkan bahan
sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Biokomposit dari sekam padi
dan plastik HDPE Daur Ulang Menggunakan Maleic Anhydride (MAH) sebagai
Compatibilizer oleh Ummi Fathanah (2003) diperoleh hasil bahwa nilai kerapatan
biokomposit yang dihasilkan dengan penambahan MAH 4% dan 8% berkisar
antara 0,4-0,82 g/cm2 telah memenuhi standard SNI 032105-1996. Daya serap air
maksimum diperoleh pada biokomposisi sekam dengan plastik 60:40 yaitu dengan
penambahan 4% dan 8% berturut-turut adalah 10,1% dan 6,9%. Nilai keteguhan
tarik biokomposit baik dengan penambahan MAH 4% dan 8% telah memenuhi
standart dengan kisaran nilai 7,61-18,1 kgf/cm 2. Penambahan konsentrasi MAH
sebesar 4% belum dapat meningkatkan nilai keteguhan patah, sedangkan
penambahan konsentrasi MAH 8% dapat meningkatkan nilai keteguhan patah
dengan kisaran nilai 82,5 – 85,2 kgf/cm2 telah memenuhi standard SNI 03-
21051996.
Observasi dilapangan menunjukkan bahwa sekam padi merupakan bahan
alternatif yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimum. Oleh karena
itu muncul pemikiran untuk meneliti dengan memanfaatkan serbuk sekam padi
sebagai penguat bahan biokomposit.
1.2 Rumusan Masalah
Berbagai issue permasalahan limbah non organik serat sintetis yang
semakin bertambah mampu mendorong perubahan trend teknologi komposit
menuju natural komposit yang ramah lingkungan. Untuk menghindari berbagai
efek lingkungan inilah, maka perlu adanya bahan alternatif untuk aplikasi fiber
yang berpenguat serat komposit alam yang tentunya ramah lingkungan. Sehingga
mengurangi penggunaan bahan kimia dan gangguan lingkungan hidup. Serat
alami mempunyai banyak kelebihan diantaranya dapat terdegradasi secara alami
(biodegradability), mempunyai karaksteristik yang dapat diperbaharui, ramah
terhadap lingkungan dan mempunyai kekakuan yang tinggi terhadap matriknya
sehingga dapat memperbaiki sifat mekanik pada komposit. Sekam padi
menggandung selulosa atau serat dan bisa digunakan sebagai filler penguat untuk
4

pembuatan Biokomposit. Melalui penelitian ini penulis akan mencoba


menggunakan serat alami yaitu sekam padi sebagai filler.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Menghasilkan biokomposit dari pati sagu menggunakan filler serbuk sekam
padi.
2. Mengetahui karakteristik mekanis dan biodegradability biokomposit dari pati
sagu dengan menggunakan filler serbuk sekam padi.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dilakukannya penelitian ini yaitu untuk membuat biokomposit
dari pati sagu dengan menggunakan filler serat sekam padi. Serta mengetahui
sifat mekanis dan sifat biodegradability pada biokomposit tersebut.
1.5 Batasan Masalah
Ruang lingkup pada penelitian ini, bahwa penelitian ini menghasilkan
biokomposit dari campuran pati sagu dengan serbuk sekam padi. Dengan
dilakukan beberapa pengujian yaitu: uji sifat mekanis dan uji biodegradability.