Anda di halaman 1dari 11

nyetaraan Persamaan Reaksi Redoks dengan Metode Perubahan Bilangan Oksida

Kelompok :
Anggota :
Nama :
Sekolah
1. Abigael Oktaria Zega :
(1)
2. Aisyah Selviana
(2)
3. Amelia Putri Andira
(3)
4. Audrey Anastasia Silaen

PETUNJUK UNTUK PESERTA DIDIK


1. Baca kompetensi dasar dan indikator keberhasilan belajar yang tercantum dalam LKPD.
2. Dengan bimbingan guru, diskusikan materi prasyarat yang tercantum pada kolom Informasi.
3. Berdasarkan pemahaman terhadap model dan informasi serta pengalaman hidup, maka
jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam topik pertanyaan kunci.
4. Peserta didik yang telah menemukan jawaban dari suatu pertanyaan, bertanggung jawab untuk
menjelaskan jawabannya kepada teman yang belum paham dalam kelompoknya.
5. Peserta didik yang tidak mampu menjawab suatu pertanyaan, diharuskan membuat satu atau
lebih pertanyaan dengan kalimat yang baik (kalimat sendiri, jelas dan ringkas) kepada anggota
kelompok yang lain.
6. Untuk memperkuat ide-ide yang telah terbangun dan berlatih menerapkan ide-ide pada situasi
yang baru, maka kerjakanlah sejumlah latihan dan soal aplikasi yang diberikan.
7. Setiap kelompok diharuskan menyampaikan kesimpulan hasil kinerja kelompoknya dan
kelompok lain diminta untuk menanggapi, sedangkan guru melakukan penguatan sesuai
dengan
Indikator tujuan pembelajaran.
Pencapaian Kompetensi :
8. Menyetarakan persamaan reaksi redoks (reduksi-oksidasi) dengan metode
perubahan bilangan oksidasi
Orientasi

mengalami penurunan bilangan oksidasi, penangkapan elektron dan pemutusan ikatan dengan oksigen. Reaksi oksidasi yaitu

\
Eksplorasi

MENGAMATI

Model 1. Reaksi antara logam tembaga dengan asam nitrat pekat menghasilkan larutan tembaga
(II) nitrat, gas nitrogen dioksida dan air (Reaksi dalam suasana asam)
PERTANYAAN KUNCI
1. Berdasarkan model 1, tuliskan nama-nama zat pada saat sebelum reaksi dan pada saat setelah
reaksi !
Jawab :

Sebelum Reaksi Sesudah Reaksi


Logam tembaga (𝐶𝑢) Tembaga (II) nitrat (𝐶𝑢( No3 ¿ 2
Asam nitrat pekat ( HNO3𝑝𝑒𝑘𝑎𝑡) Gas nitrogen dioksida ( No 2)
Air H2O

2. Berdasarkan model 1 dan jawaban pertanyaan nomor 1, tuliskan persamaan reaksi dari model 1
lengkap dengan fase zatnya!
Jawab : Cu(s) + HNO3 (P)→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) + NO 2(g)+ H 2 O (l)

3. Berdasarkan jawaban nomor 2, setarakan persamaan reaksi tersebut sehingga jumlah unsur pada
reaktan sama dengan jumlah unsur pada produk !
Jawab :

1. Tentukan zat yang mengalami oksidasi dan reduksi


Cu(s) + HNO3 (P)→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) + NO 2(g)+ H 2 O (l)
Oksidasi
Reduksi
2. Tentukan bilangan oksidasi
Cu(s) + HNO3 (P)→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) + NO 2(g)+ H 2 O (l)
0 +1 +5 -2 +2 +5 -2 +4 -2 +1 -2

 Cu(s) dari 0 menjadi +2 mengalami oksidasi 2e x1


 HNO3 (P) dari +5 menjadi +4 mengalami reduksi 1e x2
Tentukan KPK dari 2 dan 1 yaitu = 2, sehingga persamaan reaksi menjadi
Cu(s) + 4 HNO3(P )→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) +2 NO2 (g)+ 2 H 2 O (l )

4. Berdasarkan jawaban nomor 3, Tuliskan persamaan reaksi ion nya dan tentukan bilangan
oksidasi !
Jawab :
C(𝒔) + H +¿¿ + NO 3 (𝒑) →Cu2+¿ ¿ (𝒂𝒒) + 2 NO 3 (𝒂𝒒) + NO 2(𝒈) + H 2 O (𝒑)
−¿¿ −¿¿

0 +1 +5 -2 +2 +5 -2 +4 -2 +1 -2

b. Bilangan Oksidasi

Cu = 0 O = -2 O = -2
H=1 Cu = 2
N=5 N=5
5. Berdasarkan jawaban nomor 4, Tentukan spesi yang tereduksi dan spesi yang teroksidasi dan
menghubungkannyadengan garis !
Jawab :
Cu(s) + HNO3 (P)→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) + NO 2(g)+ H 2 O (l)
0 +1 +5 -2 +2 +5 -2 +4 -2 +1 -2

Reduksi

Oksidasi

6. Hitung jumlah elektron yang lepas dari proses oksidasi dan elektron yang diterima!
Jawab :

Cu(s) + HNO 3 (P)→ Cu( NO 3 ¿2 ( aq) + NO 2(g) + H 2 O (l)


0 +1 +5 -2 +2 +5 -2 +4 -2 +1 -2

Oksidasi

Reduksi

Jumlah elektron yang lepas dari proses oksidasi adalah 2e, dari 0 menjadi 2 (menerima).
Jumlah elektron yang lepas dari proses reduksi adalah 1e, dari 5 menjadi 4 (melepas).

7. Samakan jumlah elektron yang lepas dan yang diterima dengan mengalikan kedua jumlah ini
dengan faktor yang tepat. Gunakan faktor ini sebagai koefesien!
Jawab :

Cu (s) + HNO3 (p) -> CU(NO3)2 (aq) + NO2 (g) + H2O (l)
0 +1 +5 -2 +2 +5 -2 +4 -2 +1 -2

Oksidasii 2e
Redoksi 1e

Tentukan KPK dari 2 dan 1 = 2


NO3 dikali 2
Cu di kali 1

1 CU (s) + 4 HNO3 (p) -> 1 CU (NO3)2 (aq) + 2 NO2 (g) + 2 H2O (l)
8. Lengkapi penyetaraan dengan pemeriksaan seluruh persamaan reaksi secara menyeluruh. Dengan
cara menambahkan ion H+ pada suasana asam, menambahkan ion OH- pada suasana basa. Juga
dengan menyetarakan atom hidrogen dengan menambahkan molekul H2O pada ruas yang
kekurangan hidrogen.
Jawab :
Cu (s) + 4 HNO3 (p) -> 1 Cu (N03)2 (aq) + 2 NO2 (g) + 2 H2O (l)

Pereaksi Hasil Reaksi


Cu 1 1
H 4 4
N 4 4
O 12 12

dengan kelompok mengenai pertanyaan pertanyaan kunci, Diharapkan peserta diidik menemukan konsep mengenai cara menyetaraka
Aplikasi

Setarakan reaksi redoks berikut dengan cara perubahan bilangan oksidasi.

MnO4- + C2O42-  Mn2+ + CO2  (Asam)

Langkah 1 :
Mencari masing-masing biloks dan menentukan atom yang mengalami oksidasi dan reduksi

MnO4- + C2O42-  Mn2+ + CO2 


Mn + (-2 × 4 ) = C2 + (-2 × 4 ) = -2 Mn = +2 C + (-2 × 2 ) = 0
-1 C2 = 6 C = +4
6
C =
2
Reduksi

Oksidasi

Langkah 2 :
Menyetarakan jumlah atom yang mengalami reduksi dan oksidasi dan menentukan biloksnya

Reduksi : MnO4- Mn2+ ( sudah setara )


+7 - +2 = 5 ×2

Oksidasi : C2O42- 2CO2 ( Menambah koefisien 2 agar setara )


+3 - +4 = 1×2=2 ×5

2MnO4- + 5C2O42- 2Mn2+ + 10CO2

Langkah 3 :
Menyetarakan muatan dengan menambahkan H⁺ dan menyetarakan atom H dengan
menambahkan H₂O

2MnO4- + 5C2O42- 2Mn2+ + 10CO2

Muatan Kiri = (-1× 2) + (-2×5) Muatan Kanan = (2×2) + (0)


= - 12 =4

agar setara tambahkan 16H⁺ di kiri dan 8H₂O di kanan, sehingga reaksi setaranya yaitu :

2MnO4- + 5C2O42- + 16H+ 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O


−¿¿
CuS+ NO 3 → CU 2+¿ ¿+ S + NO (Asam)

 Langkah 1 :

CuS + NO−¿¿
3 CU 2+¿ ¿ + S + NO
+2 -2 +5 -2 +2 0 +2-2

 Langkah 2 :
Tentukan naik turun biloks dan samakan
CuS + NO−¿¿
3 CU 2+¿ ¿ + S + NO
+2 -2 +5 -2 +2 0 +2-2

Naik 2×3

Naik 3×2

 Langkah 3 :
Samakan muatan (nambah H +¿¿ )

2 NO−¿ ¿
3CuS + 3 3 CU 2+¿¿ + 3S + 2NO
0 -2 +6 0 0

-2 + 8 +6

 Langkah 4 : H +¿¿
Samakan H (Nambah H 2O)

8 0 + 4H 2O

 Langkah 5 :

2 NO−¿ 3 CU 2+¿¿ + 3S + 2NO +4 H 2 O


¿
Hasil Akhir 3CuS + 3 + 8H
+¿¿
Cr 2 O 2−¿¿
−¿¿
7 + VO2+¿ ¿ → Cr 3 +¿¿ + VO3

 Langkah 1:

Cr 2 O 2−¿¿
7 + VO 2+¿ ¿ → Cr 3 +¿¿ + VO−¿¿
3
+6 -2 +5-2 +3 +5 -2

Oksidasi 1×3
Reduksi 3×1

 Langkah 2 :
1
Cr O 2−¿¿ 3 VO−¿ ¿
+ 3VO 2+¿ ¿ → Cr 3 +¿¿ + 3
2 2 7
×2
Cr 2 O 2−¿¿
7 + 6VO 2+¿ ¿ → 2Cr 3 +¿¿ + 6 VO−¿¿
3

Langkah 3 : Samakan muatan (Nambah H 2O)



Cr 2 O 2−¿¿
7 + 6VO 2+¿ ¿ + 5 H 2O → 2Cr 3 +¿¿ + 6 VO−¿¿
3
0

O = 13 O = 18


+¿¿
Langkah 4 : Samakan H (nambah H )

Cr 2 O 2−¿¿
7 + 6VO 2+¿ ¿ + 5 H 2O → 2Cr 3 +¿¿ + 6 VO−¿¿
3 + 10 H +¿¿

 Langkah 5 :

Hasil Akhir 2−¿¿


Cr 2 O 7 + 6VO
2+¿ ¿
+ 5 H 2O → 2Cr
3 +¿¿
+ 6 VO3
−¿¿
+ 10 H
+¿¿
Zn + NO 3 → Zn O2+ NH 3 (Basa)

 Langkah 1 :
-6 -4 +3
Zn + NO3- → ZnO22- + NH3
0 +5-2 +2-2 -3+1

Oksidasi

Reduksi

 Langkah 2 :

Reaksi Oksidasi
4OH- + Zn → ZnO22- + 2H2O + 2e
-4 0 -2 0

4 -2
×4
Selisih 2

 Langkah 3 :

Reaksi Reduksi
8e +6H2O +NO3 → NH3 + 9OH-
0 -10 -9
x1
-1 -9

Selisih 8

 Langkah 4 :

16OH- + 4Zn → 4ZnO22- +8H2O + 8e


8e + 6H2O + 4NO3- →NH3 + 9OH-
------------------------------------------------------ +
7OH- + 4Zn + NO3- → 4ZnO22- + NH3 + 2H2O
Bi2O3 + ClO- → BiO3- + Cl- (Basa)

 Langkah 1 :
+6 -6 -6
Bi2O3 + ClO- → BiO3- + Cl- (Basa)
+3 -2 +1 -2 +5 -2 -1

Oksidasi
Reduksi

 Langkah 2 :
Reaksi Oksidasi
6OH- + Bi2O3 → 2BiO3- + 3H2O + 4e
-6 0 -2 0 4

-6 -2 ×4

Selisih 4

 Langkah 3 :
Reaksi Reduksi
2e + H2O +ClO → Cl + 2OH- - -

0 -1 -1 -2
x2
-1 -3

Selisih 2

 Langkah 4 :

6OH- + Bi2O3 → 2BiO3- + 3H2O + 4e


4e + 2 H2O + 2ClO- → 2Cl- + 4OH-
---------------------------------------------------+
2OH- + Bi2O3 + 2ClO- → 2BiO3- + 2Cl- +H2O
Kesimpulan

Apa yang bisa kamu simpulkan dari hasil kegiatan diatas ?


Tuliskan kesimpulanmu dibawah ini!

Kesimpulannya yaitu
 Tujuan dari penyetaraan reaksi ini berguna untuk
mempermudah dalam mengidentifikasi zat yang termasuk
dalam reaktan. Dengan melakukan hal ini kita bisa tahu ada
seberapa banyak zat yang ada hingga jumlah atomnya.
 Reaksi redoks = reaksi kimia yang melibatkan perubahan
bilangan oksidasi yang terdiri dari reaksi reduksi dan
oksidasi secara bersamaan.
 Reduksi = penurunan bilangan oksidasi.
 Oksidasi = kenaikan bilangan oksidasi.
 Penyetaraan reaksi redoks dapat diselesaikan menggunakan
metode perubahan biloks (PBO) baik pada reaksi molekul
dan reaksi ion.
 Metode perubahan biloks berdasarkan pada prinsip bahwa :
Jumlah e- teroksidasi = Jumlah e- tereduksi
 Metode PBO reaksi molekul mengikuti aturan penyetaraan
KAHO (Kation Anion Hidrogen Oksigen)
 Metode PBO reaksi ion dapat diselesaikan dalam dua
suasana, yakni suasana asam dan basa