Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok

Keperawatan HIV AIDS

Data Intrepretasi Data Dan Masalah Keperawatan


Kemungkinan Penyebab
DO : Stimulus fokal adanya kerusakan Bersihan jalan nafas tidak
- Pasien mengeluh jaringan alveoli, akumilasi secret. efektif
batuk pilek yang Stimulus konstektual : infeksi
hilang timbul dalam parenkim paru dan alveoli
1 tahun ini dan Stimulus residual: merokok,
batuk Berdahak penurunan daya tahan tubuh,
DS: asupan gizi yang kurang, kurang
- Klien sesak nafas RR informasi dan kurang
24x/menit pengetahuan tentang penyakit
- Suara Paru vesikuker TB
+/+ lobus bagian
apeks dan medial,
ronchi basah +/+
pada 1/3 bawah
- Resonsn menurun
pada 1/3 kanan
bawah
- Taktil fremitus
menurun pada 1/3
kanan bawah
- Oksigen nasal 3lpm
- Hasil rontgen TB
paru duplex

DO: Sistem imun tubuh lemah Kekurangan volume cairan


- Klien mengatakan sakit sehingga mudah terinfeksi virus
menelan dan sulit minum lain yang menyebabkab radang
DS : tenggorokan sehingga intake
- TD: 100/70 mmHg, cairan berkurang
N:100x/menit reguler kuat,
S: 37,6⁰C, iktus kordis teraba
pada ICS V midclavikula
sinistra, bunyi jantung SI SII
tunggal, akral hangat, CRT> 2
detik, turgor kulit tidak
elastis, mukosa bibir kering,
candidiasis oral (+),
terpasang infus asering 20
tetes/menit.
Diagnostic test
Tanggal 12 -1- 2016:
Natrium: 118 (135-145
mmol/L)
Kalium: 3.94 (3.5-5.5
mmol/L)
Clorida: 88,1 (97-107
mmol/L)
Leukosit 3000/mm3,
Tromb 224000/mm3

DO : Stimulus fokal: Anoreksia Ketidak seimbangan nutrisi


- Klien mengatakan mual Stimulus kontekstual: Proses kurang dari kebutuhan tubuh
saat makan, nafsu makan infeksi merangsang
menurun. penningkatan asam lambung
BB sebulan yang lalu 53 Kg, Stimulus residual: Penurunan
TB 17 0cm (IMT=18,34) daya tahan tubuh dan
DO : kelemahan
- Selaput putih di lidah (+),
sariawan (+), mual (+), BB:
43kg, TB: 170cm (IMT=14,8
(kurus)), porsi makan tidak
habis (+),
Inspeksi : bentuk perut flat,
auskultasi: bising usus (+)
12x/menit,
perkusi: timpani, palpasi:
tidak ada nyeri tekan, tidak
ada splenomegali dan tidak
ada hepatomegali
anemis (+)
Diagnostic test
Hb 7,9 g%,
Fungsi hati dbn,
Albumin 1,5 g%.

DO : Fungsi system kekebalan tubuh Diare


- Klien mengatakn melemah terjadi infeksi bakteri,j
mencret sejak 1 amur, virus, pertumbuhan
bulan yang lalu 3 -5 bakteri di usus kecil yang
kali sehari berlebihan sehingga
- Klien Mengatakan menyebabkan diare
mencret semakin
sering terjadi tanpa
rasa sakit perut dan
semakin banyak jika
bergerak
DS
- Diare tak terkontrol
tanpa merasakan
sakit perut
penyebab tidak
diketahui, dengan
faktor yang
memperberat adalah
bila bergerak dan
usaha yang
dilakukan adalah
diam
- Diagnostic test
- Tanggal 12 -1- 2016:
- Natrium: 118 (135-
145 mmol/L)
- Kalium: 3.94 (3.5-5.5
mmol/L)
- Clorida: 88,1 (97-107
mmol/L)
- Leukosit 3000/mm3

DS: Penurunan kekuatan otot, Intoleransi aktivitas


- Klien mengatakan kelemahan
geraknya terbatas
dan hanya berbaring
di tempat tidur
- Klien mengatakan
lemas
DO :
- Klien melakukan
semua aktivitasnya
di atas tempat tidur
- Klien tampak susah
beraktivitas
- Klien tidak mampu
untuk beraktifitas
secara mandiri

Diagnosa Keperawatan

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi


2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kekurangan intake cairan

3. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu
makan

4. Diare berhubungan dengan proses infeksi

5. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan, penurunan kekuatan otot

Diagnosa Keperawatan/ Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


Masalah
Kolaborasi
Bersihan jalan nafas tidak efektif NOC: NIC:
berhubungan dengan proses  Respiratory status :  Berikan O2 4 l/mnt,
infeksi yang di tandai dengan Ventilation  Anjurkan pasien untuk istirahat
DS:  Respiratory status : Airway dan napas dalam
- Pasien mengeluh batuk patency  Posisikan pasien untuk
pilek yang hilang timbul  Aspiration Control memaksimalkan ventilasi
dalam 1 tahun ini dan Setelah dilakukan tindakan  Lakukan fisioterapi dada jika
batuk Berdahak keperawatan selama 1x 24 jam perlu
DS: pasien  Keluarkan sekret dengan batuk
- Klien sesak nafas RR menunjukkan keefektifan jalan atau suction
24x/menit nafas  Auskultasi suara nafas, catat
- Suara Paru vesikuker +/+ dibuktikan dengan kriteria hasil : adanya suara tambahan
lobus bagian apeks dan  Mendemonstrasikan batuk  Berikan bronkodilator
medial, ronchi basah +/+ efektif dan suara nafas yang  Monitor status hemodinamik
pada 1/3 bawah bersih, tidak ada sianosis dan  Berikan pelembab udara Kassa
- Resonsn menurun pada dyspneu basah NaCl Lembab
1/3 kanan bawah (mampu mengeluarkan sputum,  Monitor respirasi dan status
- Taktil fremitus menurun bernafas dengan mudah, tidak O2
pada 1/3 kanan bawah menggunakan otot bantu  Pertahankan hidrasi yang
- Oksigen nasal 3lpm pernafasan adekuat untuk mengencerkan
 Menunjukkan jalan nafas yang sekret
paten  Jelaskan pada pasien dan
 Mampu mengidentifikasikan tentang penggunaan
dan mencegah faktor penyebab. peralatan : O2, Suction, Inhalasi.
 Saturasi O2 d
alam batas normal
Defisit volume cairan NOC NIC:
berhubungan dengan  Fluid balance Pertahankan catatan intake dan
kekurangan intake cairan  Hydration output yang akurat
DO:  Nutritional Status : Food and  Monito
- Klien mengatakan sakit Fluid Intake r status hidrasi ( kelembaban
menelan dan sulit minum Setelah dilakukan tindakan membran mukosa,
DS : keperawatan selama 2 x 24 jam nadi adekuat, tekanan darah
- TD: 100/70 mmHg, defisit volume ortostatik ), jika
N:100x/menit reguler kuat, S: cairan teratasi dengan kriteria diperlukan
37,6⁰C, iktus kordis teraba pada hasil:  Monitor hasil lab yang sesuai
ICS V midclavikula sinistra, bunyi  Mempertahankan urine dengan retensi cairan
jantung SI SII tunggal, akral output (BUN , Hmt , osmolalitas urin,
hangat, CRT> 2 detik, turgor kulit sesuai dengan usia dan BB, BJ albumin, total protein )
tidak elastis, mukosa bibir urine normal,  Monitor vital sign setiap
kering, candidiasis oral (+),  Tekanan darah, nadi, suhu 15menit – 1 jam
terpasang infus asering 20 tubuh  Kolaborasi pemberian cairan IV
tetes/menit. dalam batas normal  Monitor status nutrisi
Diagnostic test  Tidak ada tanda tanda  Berikan cairan oral
Tanggal 12 -1- 2016: dehidrasi,  Berikan penggantian nasogatrik
Natrium: 118 (135-145 mmol/L) Elastisitas turgor kulit baik, sesuai output (50 –
Hb 7,9 g%, membran mukosa lembab, tidak 100cc/jam)
ada rasa haus yang berlebihan  Kolaborasi dokter jika tanda
 Orientasi terhadap waktu dan cairan berlebih muncul
tempat baik meburuk
 Jumlah dan irama pernapasan  Atur kemungkinan tranfusi
dalam batas normal  Persiapan untuk tranfusi
 Elektrolit, Hb, Hmt dalam  Pasang kateter jika perlu
batas  Monitor intake dan urin output
normal setiap 8 jam
 pH urin dalam batas normal
 Intake oral dan intravena
adekuat
Defisit nutrisi berhubungan NOC : NIC:
dengan ketidak mampuan a. Nutritional status: Adequacy Kolaborasi dengan ahli gizi
mengabsorbsi nutrient of nutrient untuk menentukan jumlah kalori
DS : b. Nutritional Status : food and dan nutrisi yang dibutuhkan
Klien mengatakan mual saat Fluid ntake pasien
makan, nafsu makan menurun. c. Weight Control Yakinkan diet yang dimakan
BB sebulan yang lalu 53 Kg, TB Setelah dilakukan tindakan mengandung tinggi serat untuk
17 0cm (IMT=18,34) keperawatan selama 3 x 24 jam mencegah konstipasi
DO : nutrisi kurang Ajarkan pasien bagaimana
- Selaput putih di lidah (+), teratasi dengan indikator: membuat catatan makanan
sariawan (+), mual (+), BB: 43kg, Albumin serum harian.
TB: 170cm (IMT=14,8 (kurus)), Pre albumin serum Monitor adanya penurunan BB
porsi makan tidak habis (+), Hematokrit dan gula darah
Inspeksi : bentuk perut flat, Hemoglobin Monitor lingkungan selama
auskultasi: bising usus (+) Total iron binding capacity makan
12x/menit, Jumlah limfosit Jadwalkan pengobatan dan
perkusi: timpani, palpasi: tidak tindakan tidak selama jam
ada nyeri tekan, tidak ada makan
splenomegali dan tidak ada Monitor turgor kulit
hepatomegali Monitor kekeringan, rambut
anemis (+) kusam, total protein, Hb dan
Diagnostic test kadar Ht
Hb 7,9 g%, Monitor mual dan muntah
Fungsi hati dbn, Monitor pucat, kemerahan, dan
Albumin 1,5 g%. kekeringan jaringan
konjungtiva
Monitor intake nuntrisi
Informasikan pada klien dan
tentang manfaat
nutrisi
Atur posisi semi fowler atau
fowler tinggi selama makan
Kelola pemberan anti emetik
Anjurkan banyak minum
Pertahankan terapi IV line
Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik papila
lidah dan
cavitas oval
Diare berhubungan dengan NOC: NIC
proses infeksi Bowl Elimination Diare Management
DS :  Fluid Balance  Kelola pemeriksaan kultur
DO :  Hidration sensitivitas feses
- Klien mengatakn  Electrolit and Acid Base  Evaluasi pengobatan yang
mencret sejak 1 bulan Balance berefek samping
yang lalu 3 -5 kali sehari Setelah dilakukan tindakan gastrointestinal
- Klien Mengatakan keperawatan selama …. diare  Evaluasi jenis intake makanan
mencret semakin sering pasien  Monitor kulit sekitar perianal
terjadi tanpa rasa sakit teratasi dengan kriteria hasil: terhadap adanya iritasi dan
perut dan semakin  Tidak ada diare ulserasi
banyak jika bergerak  Pola BAB normal  Ajarkan pada pasien
DS  Elektrolit normal penggunaan obat anti diare
- Diare tak terkontrol  Asam basa normal  Ajarkan pada pasien tehnik
tanpa merasakan sakit  Hidrasi baik (membran pengurangan stress jika perlu
perut  penyebab tidak mukosa  Kolaburasi jika tanda dan
diketahui, dengan faktor lembab, tidak panas, vital sign gejala diare menetap
yang memperberat normal, hematokrit dan urin  Monitor hasil Lab (elektrolit
adalah  bila bergerak dan output dalam batas normaL dan leukosit)
usaha yang dilakukan  Monitor turgor kulit, mukosa
adalah diam oral sebagai indikator
- Diagnostic test dehidrasi
- Tanggal 12 -1- 2016:  Konsultasi dengan ahli gizi
- Natrium: 118 (135-145 untuk diet yang tepat
mmol/L)
- Kalium: 3.94 (3.5-5.5
mmol/L)
- Clorida: 88,1 (97-107
mmol/L)
- Leukosit 3000/mm3

Intoleransi Aktivitas NOC : NIC:


berhubungan dengan kelemahan Self Care : ADLs Observasi adanya pembatasan
DS: Toleransi aktivitas klien dalam melakukan
- Klien mengatakan Konservasi eneergi aktivitas
geraknya terbatas dan Setelah dilakukan tindakan Kaji adanya faktor yang
hanya berbaring di keperawatan menyebabkan kelelahan
tempat tidur selama Pasien bertoleransi Monitor nutrisi dan sumber
- Klien mengatakan lemas terhadap energi yang adekuat
DO : aktivitas dengan Kriteria Hasil : Monitor pasien akan adanya
- Klien melakukan semua Berpartisipasi dalam aktivitas kelelahan fisik dan emosi
aktivitasnya di atas fisik secara berlebihan
tempat tidur termasuk tanpa disertai peningkatan Monitor respon kardivaskuler
BAB & BAK tekanan terhadap aktivitas
menggunakan pispot darah, nadi dan RR (takikardi, disritmia, sesak nafas,
dan pampers, dan klien Mampu melakukan aktivitas diaporesis, pucat,
di isolasi dari pasien sehari perubahan hemodinamik)
lainnya hari (ADLs) secara mandiri Monitor pola tidur dan
- Skala resiko jatuh 45 Keseimbangan aktivitas dan lamanya tidur/istirahat pasien
(resiko rendah) istirahat Kolaborasikan dengan Tenaga
Rehabilitasi Medik
dalam merencanakan progran
terapi yang tepat.
Bantu klien untuk
mengidentifikasi aktivitas yang
mampu dilakukan
Bantu untuk memilih aktivitas
konsisten yang sesuai
dengan kemampuan fisik,
psikologi dan sosial
Bantu untuk mengidentifikasi
dan mendapatkan
sumber yang diperlukan untuk
aktivitas yang
diinginkan
Bantu untuk mendapatkan alat
bantuan aktivitas seperti
kursi roda, krek
Bantu untuk mengidentifikasi
aktivitas yang disukai
Bantu klien untuk membuat
jadwal latihan diwaktu
luang
Bantu pasien/keluarga untuk
mengidentifikasi
kekurangan dalam beraktivitas
Sediakan penguatan positif
bagi yang aktif beraktivitas
Bantu pasien untuk
mengembangkan motivasi diri
dan
penguatan
Monitor respon fisik, emosi,
sosial dan spiritual

Anda mungkin juga menyukai