Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANDIRI SEJARAH KAMAR BEDAH DAN PERAWAT

BEDAH
Sejarah adalah suatu pengetahuan yang menggambarkan tentang riwayat atau
kejadian-kejadian, perubahan yang betul-betul terjadi pada masa lalu sampai sekarang
berdasarkan penyelidikan-penyelidikan terhadap sesuatu. Khususnya sejarah kedokteran dan
keperawatan dimulai sejak dimulainya peradaban manusia dengan melakukan hal yang
sederhana dan berdasarkan : Mother Instinc (naluri keibuan), Pengalaman, Kepercayaan.
Perkembangan kedokteran dan keperawatan dari jaman ke jaman mengalami kemajuan yang
sangat pesat.
A. Sejarah Kedokteran dan keperawatan Kamar Bedah Di Dunia.
Tokoh-tokoh terkenal yang melatarbelakangi lahirnya ilmu pembedahan
adalah Edwin Smith Papyrus dan Hipokrates,  yang kita tahu sebagai "Bapak
Kedokteran". Hipokrates dalam satu bukunya berjudul On the Surgery, dia
mendiskusikan detil dalam ruangan operasi. Artikel ini dia hubungkan dengan operasi
pasien, operator, asisten, instrument, keterangan, di mana dan bagaimana, waktu;
cara, dan tempat. Hipokrates mengarahkan untuk menggunakan seorang asisten bila
dia mendiskusikan peralatan. Peralatan, dan kapan dan bagaimana mereka sebaiknya
disiapkan, akan dibicarakan setelah itu jadi mereka tidak menghambat pekerjaannya,
dan tidak ada kesulitan dalam berpegang padanya, dengan bagian tubuh yang
dioperasi.
Ajaran Hypocrates di Bidang keperawatan :
1. Tidak boleh menceritakan penyakit kepada orang lain.
2. Tidak boleh membeda-bedakan golongan dalam mengobati atau merawat
orang sakit.
3. Kompres panas dan dingin.
4. Menderita demam diberi makan encer.
5. Memberi makan teratur pada penderita sakit jantung.
6. Memberi banyak minum pada penderita sakit ginjal.
7. Orang sakit jiwa harus dihibur.
8. Menghargai teman sejawat.
9. Rasa tanggung jawab terhadap si sakit.
10. Rasa tanggung jawab terhadap tugas.
1. Sejarah Kamar bedah Tahun 1873-1900
Awal munculnya sekolah dan pelatihan keperawatan ada 3 sekolah pelatihan
keperawatn dibuka di United States, sekolah Flwrence Nightingale di St. Thomas
Hospital Di lindon.
2. Sejarah Kamar bedah Tahun 1900-1920
Terjadi perubah secara radikal peran dan identitas dari perawat bedah. Perawat
ditempatkan dalam urusan surgical amphitheaters dan mahasiswa-mahasiswa perawat
mulai membantu secara teratur dengan operasi dan etherizing. Tugas dan tanggung
jawab perawat bedah dijabarkan secara terperinci pada tahun-tahun ini.
3. Sejarah Kamar bedah Tahun 1920-1940
Terciptanya standar dan kurikulum-kurikulum mahasiswa keperawatan perioperatif.
4. Sejarah Kamar bedah Tahun 1941-1945
Dikarenakan berkurangnya jumlah perawat kamar bedah akibat perang dunia, hingga
akhirnya  peran dan fungsi perawat kamar bedah di handle oleh seorang teknisi ruang
operasi. Istilah "tekniksi ruang operasi" telah diciptakan untuk menggunakan personil
yang terlatih untuk membantu operasi.
5. Sejarah Kamar bedah Tahun1946-1960
Lahirnya Asosiasi Perawat Ruang Operasi ( AORN).
6. Sejarah Kamar bedah Tahun1960-1970
AORN menerbitkan gagasan pertama tentang jurnal Keperawatan OR. AORN, ANA,
dan Liga Keperawatan Nasional menemukan rekomendasi standard dan petunjuk
untuk pemilihan, instruksi, dan pelatihan teknisiruang operasi. Sebagai hasil
keputusan kelompok ini, AORN memproduksi manual, Pengajaran Teknis Ruang
Operasi pada 1967.
7. Sejarah Kamar bedah Tahun 1970-1980
Munculnya gagasan perawat kamar operasi yang teregistrasi.
B. Masa Depan Keperawatan Perioperatif
Di masa datang, riset akan merupakan suatu komponen perawat profesional kamar
bedah yang penting. Peran profesional perawat kamar bedah telah diperluas
membatasi deretan ruang pembedahan; bagaimanapun, suatu peran baru boleh muncul
di masa datang. Kekuatan peran yang baru ini sewajarnya bergelar "Praktisi Perawat
Perioperative." Di dalam peran ini juru rawat terdaftar profesional akan menyediakan
perawatan perioperative yang menyelenggarakan pemeriksaan pasien, memperoleh
garis dasar data laboratorium, dan menunjuk data abnormal kepada dokter untuk hasil
diagnosa dan perawatan. Praktisi perawat perioperative akan mempunyai tanggung
jawab klinis asisten pertama, atau akan berfungsi sebagai scrub atau sirkulasi perawat.
C. Perkembangan Keperawatan Di Indonesia
1. Masa sebelum Kemerdekaan
Perawatan hanya diperuntukkan kepada orang-orang penting pemerintahan
Belanda.
2. Tahun 1945-1950
Pada tahun 1949 telah banyak rumah sakit yang didirikan, tetapi masalah kesehatan
masih jadi masalah
a. Masalah kesehatan tidak banyak yang bisa diperbuat.
b. Posisi perawat yang belum dapat diisi dengan baik adalah masalah pendidik.
c. Masa ini pendidikan perawat dan bidan masih terus berlangsung, tetapi sistem
pendidikan belum ada keseragaman atau tergantung dari masingmasing RS.
Kurikulum yang digunakan hanya untuk mengisi kekosongan dari kekurangan
tenaga perawat.
d. Maka tahun 1960-1970 ada sekitar 22 sampai 24 jenis atau macam tenaga
perawat.
4. Sesudah Tahun 1950
a. Pelayanan kesehatan mengalami kemajuan yang pesat.
b. Prioritas pelayanan adalah ibu dan anak (BKIA).
c. Juga adanya balai-balai pengobatan (BP).
d. BKIA dan BP ini nantinya berkembang menjadi puskesmas, dengan dokter
sebagai kepalanya.

Perkembnagan Keperawatan mengalami pasang surut, maka pada tanggal 17 Agustus


1945 secara bersamaan dibentuk organisasi keperawatan yaitu : PDKI(Persatuan Djuru
Kesehatan Indonesia
Pada tanggal 17 Maret 1974 seluruh organisasi keperawatan bergabung menjadi satu
organisasi profesi tingkat nasional dengan nama PERSATUAN PERAWAT NASIONAL
INDONESIA (PPNI). Nama inilah yang secara resmi dipakai sebagai nama organisasi profesi
keperawatan Indonesia.
Di Indonesia organisasi yang menaungi peran perawat peropratif adalah Himpunan
Perawat Kamar Bedah Indonesia (HIPKABI) yang merupakan salah satu organisasi di bawah
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Organisasi HIPKABI ini bertujuan untuk
meningkatkan profesionalisme perawat Kamar Bedah.,HIPKABI terbentuk atas inisiatif para
perawat yang sedang melakukan pelatihan Endo Laparascopi di RSCM, maka pada tanggal
15 November 2000 dibentuklah organisasi khusus perawat Kamar Bedah dengan nama
HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA (HIPKABI) dengan ketua Said
Syahrizal dari RSCM. Dalam perjalannya HIPKABI mengalami perkembangan yang cukup
pesat, HIPKABI terus konsisten dalam menjalankan programnya untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan perawat kamar bedah Indonesia.
Program Ilmiah HIPKABI adalah :
a. PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan)
b. Pelatihan Bedah Dasar 3 bulan
c. Pelatihan Bedah Dasar 4 hari
d. Pelatihan Resertifikasi Bedah Dasar
e. Pelatihan Specialis Lanjutan (advance)
f. Bedah Orthopedi
g. Bedah Syaraf
h. Endo Laparascopi dan Stapling
i. Manajemen Kamar Bedah
j. TOT dan MOT
k. Pelatihan Asesor

Anda mungkin juga menyukai