Anda di halaman 1dari 5

No. ID dan Nama Peserta : dr.

Hans Alfonso T
No. ID dan Nama Wahana: RSUD H Padjonga Dg Ngalle
Topik: Open Fraktur 1/3 distal femur sinistra
Tanggal (kasus) : 10 April 2016
Nama Pasien : MF No. RM : -
Tanggal presentasi : 25 Agustus 2016 Pendamping: dr. Irmastuti, MARS
Tempat presentasi: RSUD H Padjonga Dg Ngalle
Obyek presentasi : Anggota Komite Medik & Dokter Internsip RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle
Takalar
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi: Keluhan utama: luka robek pada paha sebelah kiri
Seorang anak laki-laki umur 16 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD RSUD H Padjonga
Dg Ngalle dengan terdapat luka robek pada paha sebelah kiri dan nampak tonjolan tulang femur
dari luka tersebut. Hal ini dialami sejak satu jam yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Demam
(-). Pendarahan aktif (+), riwayat pingsan (-), muntah (-).
Mekanisme trauma: pasien sedang mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan
temannya dengan kecepatan tinggi lalu tiba-tiba terjatuh sendiri saat hendak membelok.
Tujuan: menegakkan fraktur femur, dan memberikan penanganan awal pada pasien dengan
fraktur femur
Bahan Tinjauan Riset Kasus Audit
bahasan: pustaka
Cara Diskusi Presentasi dan E-mail Pos
membahas: diskusi

Data Pasien: Nama: An. MF No.Registrasi: -


Nama klinik UGD RSUD H Padjonga Dg
Ngalle
Data utama untuk bahan diskusi:
Seorang anak laki-laki umur 16 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD RSUD H Padjonga
Dg Ngalle dengan terdapat luka robek pada paha sebelah kiri dan nampak tonjolan tulang femur
dari luka tersebut. Hal ini dialami sejak satu jam yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Demam
(-). Pendarahan aktif (+), riwayat pingsan (-), muntah (-).
Mekanisme trauma: pasien sedang mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan
temannya dengan kecepatan tinggi lalu tiba-tiba terjatuh sendiri saat hendak membelok.
1. Riwayat pengobatan: Tidak Ada
2. Riwayat kesehatan/penyakit: Tidak ada
3. Riwayat keluarga: tidak ada
4. Riwayat pekerjaan: Pasien merupakan pelajar
5. Lain-lain:

1
Daftar Pustaka:
a. Simon RR, Sherman SC, Koenigsknecht SJ. Femoral shaft fractures. Emergency orthopedic:
The extremity. 5th edition.
b. Thompson JC. Netter’s Concise Orthopedic Anatomy. 2nd edition. p251-268
c. Solomon L, Warwick D, Nayagam S. Apley’s system of orthopaedics and fractures. 9 th
edition. UK: Butterworths Medical Publications. 2010. p843-74
d. Nork, Sean E. fractures of the shaft of the femur. In: Rockwood & Green’s Fractures in
adults 6th edition. Lipincott Williams and Wilkins. 2006
e. Koval KJ, Zuckerman JD. Femoral shaft. In: Handbook of fractures. 3 rd edition. Lipincott
Williams and Wilkins. 2006
f. McRae R, Esser M. Fractures of the femur and injuries about the knee. In: Practical fracture
treatment. 4th edition.
Hasil pembelajaran:
1. Menegakkan diagnosis Fraktur Femur

2. Memberikan penanganan Pasien dengan Fraktur Femur

I. PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Internus
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : compos mentis
Vital Sign
* Tensi : 90/60 mmHg
* Nadi : 88 x/menit
* Suhu : afebris
Kepala : mesocephal, tidak ada bekas luka (jahitan)
Mata : bola mata tampak sejajar, conjungtiva anemis (+/+),
sklera ikterik (-/-), pupil kanan dan kiri isokor
Lidah : tidak kotor
Leher : deviasi trakhea (-), struma (-)
Dada
* Paru : simetris, vesikular, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
* Jantung : ictus cordis tak tampak, gallop (-)
Abdomen : Nyeri tekan, Massa Tumor hepar dan lien tidak teraba,
bising usus (+) normal
Ekstremitas : tonus dan pergerakan terbatas pada femur kiri

B. Status Neurologik
Nervus Cranial : dalam batas normal (dbn)

2
Reflek – reflek
1. Reflek Fisiologis
* Reflek Patella : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
* Reflek Bisep : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
* Reflek Trisep : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
* Reflek Brakhioradialis : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
* Reflek Tendo Archiles : Tidak Dilakukan Pemeriksaan

2. Reflek Patologis
Sensorik : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
Motorik : Tidak Dilakukan Pemeriksaan
Vegetatif : Tidak Dilakukan Pemeriksaan

C. Status Orthopedi
Status generalis
Sakit sedang/gizi cukup/sadar

Status vitalis
Tekanan darah : 90/60 mmHg
Frekuensi nadi : 88 kali/menit
Frekuensi napas : 20 kali/menit
Suhu : 36,5o C

Status lokalis (Regio Femur Sinistra)


Inspeksi : deformitas (+) luka (+), pendarahan (+) bone expose (+)
Palpasi : nyeri tekan (+)
ROM : terbatas karena nyeri
NVD : sensibilitas baik, arteri dorsalis pedis teraba, CRT < 2”

3
II. GAMBARAN KLINIS

Tampak deformitas dan luka


robek dengan tonjolan tulang
femur yang mencuat keluar

Tampak open fraktur pada 1/3 distal


os femur

Tampak pasien terlihat anemis, sadar


tetapi KU pasien sangat lemah

4
III. RESUME
Seorang anak laki-laki umur 16 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD RSUD H
Padjonga Dg Ngalle dengan terdapat luka robek pada paha sebelah kiri dan nampak
tonjolan tulang femur dari luka tersebut. Hal ini dialami sejak satu jam yang lalu akibat
kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisis pada region femur dextra, tampak
deformitas, pendarahan, tampak bone expose. ROM terbatas karena nyeri dan NVD dalam
batas normal.

IV. DIAGNOSIS
Open Fraktur 1/3 Distal Femur Sinistra

V. PENATALAKSANAAN
Stabilisasi ABCDE
IVFD RL 2 Line COR
Pasang Kateter
Pasang Spalk
Luka di tutup dengan kasa lembab dan di tutup dengan kasa kering gulung
Awasi Tanda-tanda Vital
Inj. Ceftriaxone 1 gr/24j/iv
Inj. Ranitidin amp/12j/iv
Inj. Ketorolac amp/8j/iv
Rujuk ke RSWS Makassar
Rencana ORIF

Takalar, 25 Agustus 2016


PESERTA PEMBIMBING

dr. Hans Alfonso T dr. Irmastuti, MARS