Anda di halaman 1dari 1

WARTA Penelitian Perikanan Indonesia Vol. 11 No.

5, 2005

EUTROFIKASI PERAIRAN:
PENYEBAB, PERMASALAHAN, DAN PENANGGULANGANNYA

Imam Taufik∗

PENDAHULUAN

Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia, baik


untuk memenuhi keperluan hayati tubuh maupun untuk menunjang
produksi pangan dan industri. Oleh karena itu, seiring dengan
perkembangan jumlah manusia, air telah banyak mendapat perhatian
untuk dipertahankan fungsinya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
mengelola dan menyelamatkan air. Masalah yang sering timbul berkenaan
dengan pemanfaatan air adalah terjadinya pencemaran yang sebenarnya
merupakan sebuah konsep antroposentris, yaitu apabila sebuah badan air
kemasukan materi, mahluk hidup atau energi dari luar sehingga
peruntukannya terganggu. Peruntukan yang dimaksud tentunya
berkenaan dengan fungís air untuk memenuhi kebutuhan manusia,
seperti: sumber air minum, menunjang produksi pertanian dan industri.
Sarana olah raga dan rekreasi, ataupun yang menyangkut nilai estetika.
Pencemaran air terjadi apabila masukan zat organik maupun
anorganik ke dalam suatu perairan melampaui batas kemampuan
ekosistem untuk mengasimilasi zat tersebut. Dengan terlampauinya
kemampuan asimilasinya ekosistem itu, maka terjadi penumpukan
(akumulasi) zat organik dan atau zat anorganik yang terkandung di dalam
air. Akumulasi ini akan membuat subur (berkembang) organisme tertentu
secara berlebihan, sementara organisme lain terhambat dan mendesak
oleh organisme yang pertama. Dari sudut kepentingan manusia
perkembangan organisme perairan secara berlebihan merupakan
gangguan dan dapat dikategorikan sebagai pencemaran. Pencemaran
yang berupa penyuburan organisme tertentu disebut eutrofikasi dan
merupakan salah satu masalah perairan yang banyak di jumpai (Rast et
al., 1989).
Eutrofikasi merupakan proses alamiah dan dapat terjadi pada
berbagai perairan, tetapi bila terjadi kontaminasi bahan-bahan nitrat dan
fosfat akibat aktivitas manusia dan berlangsung terus menerus, maka
proses eutrofikasi akan lebih meningkat. Kejadian eutrofikasi seperti ini
merupakan masalah yang terbanyak ditemukan dalam danau dan waduk,
terutama bila danau atau waduk tersebut berdekatan dengan daerah
urban atau daerah pertanian (Darmono, 2001).


Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor