Anda di halaman 1dari 2

Skenario 2

Wirausaha Diduga Gantung Diri

Iqmal, umur 42 tahun, seorang wirausaha alat-alat elektronik ditemukan


di kamar apartemennya dalam keadaan tergantung dengan tali tambang yang
melingkar di lehernya yang mengarah ke atas dan sudah tidak bernyawa oleh
tetangganya di pagi hari. Tepat di bawah tubuh korban yang tergantung
tergeletak kursi. Di atas lemari ditemukan selembar kertas bertuliskan
ungkapkan rasa putus asanya, permintaan maaf kepada keluarga dan saudara-
saudara kandungnya serta tidak ada harapan lagi dalam hidupnya. Tetangga
korban melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian setempat. Oleh polisi
selaku penyidik, korban dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit UMP
untuk dilakukan visum. Atas permintaan tertulis dari penyidik, korban harus
diotopsi oleh dokter agar diketahui sebab kematian korban. Korban masih
terpasang tali tambang yang melingkar di lehernya dan terlihat jejas di balik tali
tersebut. Dokter jaga menduga korban mengalami kekurangan oksigen yang
mengakibatkan dirinya meninggal. Kemudian dokter jaga melimpahkan
wewenangnya ke dokter Forensik untuk dilakukan otopsi.
BAB I
KLARIFIKASI ISTILAH

1.1. Gantung
Suatu strangulasi berupa tekanan pada leher akibat adanya jeratan
yang menjadi sehat oleh berat badan korban (Idries, 2009).

1.2. Otopsi
Suatu pemeriksaan terhadap tubuh jenazah untuk kepentingan
tertentu, meliputi pemeriksaan bagian luar dan bagian dalam dengan
menggunakan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
oleh ahli yang berkompeten (Idries, 2009).

1.3. Asfiksia
Asfiksia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya
gangguan pertukaran udara pernapasan, mengakibatkan oksigen darah
berkurang (hipoksia) disertai dengan peningkatan karbondioksida
(hiperkapneu). Dengan demikian organ tubuh mengalami kekurangan
oksigen (hipoksia hipoksik) dan terjadi kematian. Secara klinis keadaan
asfiksia sering disebut anoksia atau hipoksia. Selain itu asfiksia atau mati
lemas adalah suatu keadaan berupa berkurangnya kadar oksigen (O2) dan
berlebihnya kadar karbon dioksida (CO2) secara bersamaan dalam darah
dan jaringan tubuh akibat gangguan pertukaran antara oksigen (udara)
dalam alveoli paru-paru dengan karbon dioksida dalam darah kapiler paru-
paru (Budiyanto, 1997)