Anda di halaman 1dari 2

f.

Etika Seorang Pemandu Acara dalam Keprotokolan

Adapun etika seorang pemandu acara dalam keprotokolan adalah sebagai


berikut (Laksmi, 2011):

1) Apabila acara dibuka dengan posisi berdiri, maka hingga acara berakhir
pemandu acara harus tetap berdiri (ketentuan ini tidak berlaku bagi acara
yang durasinya panjang seperti: wisuda),
2) Pemandu acara tidak mempersilahkan pembicara atau pengisi acara
berikutnya sebelum pembicara terdahulu tiba di tempat duduk semula,
3) Pemandu acara tidak mengulas atau mengomentari isi pidato/ ceramah
pembicara,
4) Pemandu acara tidak tertawa terdengan oleh hadirin
5) Pemandu acara tidak meninggalkan tempat sebelum acara berakhir.

Selain itu, menurut Supriati (2020) seorang pembawa acara harus memiliki
etika sebagai sebagai berikut

1) Apabila sebuah acara yang dipandu dibuka dengan posisi berdiri, maka
sebaiknya sampai acara berakhir, seorang Pembawa Acara tetap berdiri. Ada
pengecualian untuk memandu acara yang durasinya sangat panjang, etika ini
menjadi tidak berlaku. Artinya, boleh sesekali duduk.
2) Ketika memandu acara, jangan mempersilakan pengisi acara/pembicara
berikutnya, sebelum pengisi acara/pembicara terdahulu sampai di tempat
duduknya.
3) Ketika memandu acara, tidak diperkenankan mengulas atau mengomentari isi
pembicaraan, pidato, atau ceramah pengisi acara.
4) Pemandu Acara tidak tertawa sampai terdengar oleh audiens atau hadirin. Ini
tidak berlaku untuk memandu acara hiburan.
5) Selama memandu acara, seorang Pemandu Acara tidak meninggalkan tempat
sebelum acara berakhir.
6) Selama memandu acara, seorang Pemandu Acara harus tetap menjaga
kesantunan sikap dan kesopanan dalam berbicara.
7) Hindari salah menyebut nama orang, gelar, atau jabatan pengisi acara.
8) Hindari salah dalam menyapa hadirin dengan mengurutkan dari jabatan yang
tertinggi sampai jabatan yang terendah.
9) Jangan sampai ada acara yang terlewatkan.
10) Jangan sungkan meminta maaf atau meralat apabila ada kesalahan kepada
audiens.

Referensi

A.A. Rai Sita Laksmi. 2011. Mengenal Pewara dan Protokol. Singhadwala. Edisi 44.
Pg 40-43 diakses di https://core.ac.uk/download/pdf/148399096.pdf

Supriati. 2020. Etika Seorang Pembawa Acara. Diakses di


https://nsupriati.gurusiana.id/article/2020/2/etika-seorang-pembawa-acara-
tantangan-hari-ke-28-4058300?bima_access_status=not-logged