Anda di halaman 1dari 2

4.

Upaya Menghindari Konflik Kepentingan

Konflik Kepentingan atau Conflict of Interest merupakan suatu situasi dimana


seseorang seperti petugas publik atau seorang pegawai, professional yang memiliki
kepentingan pribadi dan berbenturan dengan tugas dan tanggung jawab resmi
pekerjaannya (ACLC, 2016). Sebagai ASN seharusnya tidak mencampurkan antara
kepentingan pribadi dengan kepentingan publik sehingga tujuan organisasi/publik dapat
tercapai secara optimal (LAN RI, 2017)

Beberapa upaya yang dapat dilakukan ASN dalam menghindari konflik kepentingan
yakni (LAN RI, 2017) :
1. Mematuhi etika profesi, mengedepankan kepentingan publik, dan berintegritas
tinggi.
2. Tidak memanfaatkan suatu kedudukan untuk kepentingan yang sempit dan sistem
nepotisme.
Seperti contohnya; memanfaatkan kedudukan seseorang dalam jabatan publik
untuk transaksi bisnis pribadi atau keuntungan sempit lainnya.
3. Tidak menerima atau memberi suap (bribery, embezzlement, graft)
4. Tidak menyalahgunakan pengaruh pribadi (inffluence peddling); tidak
memanfaatkan pengaruh pribadi untuk kepentingan karir atau bisnis yang sempit.
5. Tidak memanfaatkan fasilitas organisasi/lembaga untuk kepentingan pribadi.
6. Tidak menyalahgunakan/menyebarkan informasi rahasia; mengacaukan
kedudukan formal dengan keuntungan yang diperoleh secara informal.
7. Tidak bersikap loyal ganda (outside employment, moonlighting); menggunakan
kedudukan dalam pemerintahan untuk investasi pribadi.

Paul Douglas (1993;61) juga mengemukakan beberapa tindakan yang perlu dilakukan
untuk menghindari konflik kepentingan yakni:

1. Tidak ikut serta dalam transaksi bisnis pribadi atau perusahaan swasta untuk
keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan jabatan kedinasan.
2. Tidak menerima segala bentuk hadiah dari pihak swasta pada saat ia
melaksanakan transaksi untuk kepentingan kedinasan atau kepentingan
pemerintah.
3. Menghindari pembicaraan masa depan peluang kerja di luar instansi pada sat ia
berada dalam tugas sebagai pejabat pemerintah.
4. Tidak membocorkan informasi komersial atau ekonomis yang bersifat rahaia
kepada pihak-pihak yang tidak berhak.
5. Hindari hubungan erat dalam urusan dengan orang-orang di luar instansi
pemerintah yang dalam menjalankan bisnis pokoknya tergantung kepada izin
pemerintah.
Daftar Pustaka

1. Anti-Corruption Learning Center (ACLC). (2016). Pengelolaan Konflik Kepentingan.


Diakses pada tanggal 2 Agustus 2021 melalui: https://aclc.kpk.go.id/wp-
content/uploads/2018/07/Modul-7-Konflik-Kepentingan.pdf
2. LAN RI. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III; Etika Publik.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Halaman 35-37
3. Paul Douglas. 1993. Ethics in Government. Cambridge. Harvard University Press.