Anda di halaman 1dari 2

memelihara kemitraan yang berdasar pada rasa saling percaya dan saling

menguntungkan sehingga tercipta keberlanjutan. 


Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk: a. Memastikan pencapaian kinerja dari tahap-tahap
pengembangan kewirausahaan yang telah dilakukan; b. Memastikan keberlanjutan dampak dari
program pengembangan kewirausahaan; c. Memastikan alokasi sumber daya dan program yang
tepat sasaran.

Secara khusus, dalam matriks juga ditambahkan “Badan yang ditunjuk” untuk mengakomodasi
kebutuhan penugasan khusus terkait permodalan (start-up capital). Pelibatan dunia usaha dalam
pembagian peran yang dijelaskan dalam matriks tersebut untuk mendukung jalannya dan
keberlanjutan dari kegiatan pengembangan kewirausahaan, di luar instansi pemerintah.

Ekosistem kewirus adalah seperangkat faktor, serta aktor publik dan swasta, di luar wirausaha yang
mencakup (i) budaya dan norma sosial, (ii) tenaga kerja terampil; (iii) pendidikan dan pelatihan, (iv)
sumber pembiayaan, (v) pasar yang dinamis, (vi) lembaga penunjang usaha, (vii) infrastruktur, dan
(viii) regulasi, kebijakan dan kepemimpinan yang mendukung.

mendefinisikan ekosistem kewirausahaan sebagai seperangkat aktor di luar wirausahawan yang


dapat mencakup organisasi kewirausahaan (modal ventura, angel investor, bank, inkubator) dan
berbagai lembaga terkait (perguruan tinggi, Pemerintah, dll), serta proses kewirausahaan yang
menentukan keberlanjutan/keberhasilan dan kegagalan usaha baru10. World Economic Forum
(2014)

Pengembangan kewirausahaan di Indonesia perlu didukung dengan (i) menguatkan ekosistem


kewirausahaan melalui peningkatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan, (ii) memperluas
kemampuan wirausaha untuk memaksimalkan potensinya dengan berorientasi pada pertumbuhan
(growth oriented), serta (iii) meningkatkan daya tahan wirausaha melalui inovasi dan kreativitas
untuk memperoleh keunggulan daya saing dan keberlanjutan usaha

Pilar Pendidikan yang mencakup komponen pendidikan dan pelatihan. Pendidikan di berbagai
tingkat (dasar, menengah dan tinggi) dapat membentuk kapasitas dan kompetensi dasar SDM.
Pelatihan teknis dan vokasi juga merupakan faktor penting dalam ekosistem kewirausahaan.

Pilar Pembiayaan. Ketersediaan pembiayaan dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan tahap
perkembangan dan jenis kewirausahaan sangat penting dalam menentukan pendirian dan
keberlanjutan usaha yang didirikan. Pembiayaan yang dibutuhkan dapat mencakup kredit bagi
UMKM, peluang kerja sama investasi, modal ventura, pasar modal dan berbagai bentuk pembiayaan
lainnya.

Pilar Pasar yang mencakup jaringan dan responsivitas konsumen. Pasar yang ramah dalam menyerap
produk-produk baru yang ditunjukkan dengan adanya konsumen yang responsif untuk mau
beradaptasi dengan membeli produk baru sangat dibutuhkan untuk ekosistem kewirausahaan yang
dinamis. Adanya jaringan produksi dan pemasaran yang terintegrasi dan meluas juga menjadi faktor
penentu untuk keberlanjutan usaha

Adanya koridor penanaman modal yang melibatkan kerjasama atau kemitraan dengan UMKM dan
koperasi di dalam UU ini juga membuka peluang bagi keberlanjutan wirausaha yang didukung akses
ke jaringan produksi dan pemasaran yang lebih luas

Perlunya pihak lain dari pencipta ide disebabkan karena para pencipta biasanya lebih fokus pada
penelitian dan tidak terlalu paham dalam komersialisasi idenya. Pengetahuan terdahulu mengenai
pasar yang mampu membantu para pencipta ide untuk merealisasikan idenya dal bentuk
kesempatan usaha. Walker menekankan peran universitas sebagai institusi penelitian dan
penemuan pengetahuan memegang peranan penting dalam penciptaan wirausaha teknologi,
khususnya universitas yang memiliki fleksibilitas dalam proses pencarian pengetahuan dan

perancangan solusi yang terbaik. Selain itu, lingkungan universitas, perilaku dan budaya penelitian
serta pemahaman akan norma komersialisasi pengetahuan menjadi syarat penting untuk
mendukung penciptaan kesempatan usaha.

Pengembangan ide berbasis sains dan teknologi memerlukan waktu yang panjang mulai dari uji
dalam skala kecil, uji coba dalam skala pasar sampai dengan komersialisasinya. Terdapat beberapa
tahap yang berbeda dengan wirausaha biasa bagi wirausaha teknologi untuk memulai usahanya,
yaitu: adanya tahap pembenihan (Seed Stage) yang terdiri dari pengembangan ide ke
pengembangan produk, tahap pertumbuhan (Growth Stage) yang terdiri dari validasi pasar dan uji
dalam skala terbatas, dan selanjutnya penjualan (Trade Stage) untuk peluncuran produk ke pasar

Pertumbuhan usaha dan keberlanjutan perlu ditekankan pada upaya yang terus menerus diarahkan
untuk penciptaan pendapatan, peningkatan nilai tambah, perkembangan volume usaha,
peningkatan kehandalan layanan, dan peningkatan kontribusi sosial ekonomi pada lingkungan
sekitar dan perekonomian.

kapasitas dan prospek wirausaha akan sangat ditentukan oleh konsep dan rencana wirausaha terkait
kelembagaan yang memayungi operasional dan keberlanjutan usahanya.