Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laporan keuangan adalah informasi yang sangat penting bagi pihak manajemen
yang memiliki wewenang dalam mengambil sebuah kebijakan bisnis. Laporan
keuangan yang berkualitas adalah laporan yang relevan, andal dan bisa dipertanggung
jawabkan kewajarannya.
Laporan keuangan yang berkualitas diharapkan dapat membantu pihak
manajemen dalam memutuskan sebuah kebijakan untuk masa depan bisnis perusahaan.
Laporan keuangan yang tidak berkualitas atau tidak akurat dalam memberikan
informasi yang disajikan dapat menimbulkan kesalahan dalam mengambil keputusan
dan akan berdampak kerugian bagi pemegang modal.Untuk menjamin kualitas laporan
keuangan yang disajikan oleh perusahaan,
maka diperlukan tenaga akuntan untuk memeriksa laporan keuangan tersebut. Selain
itu, nauditing sangat diperlukan untuk membantu manajemen mengungkap
pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan atau pimpinan divisi perusahaan sehingga
kerugian yang terjadi dapat
segera diatasi.

1.2 Profesi Akuntan Publik

Akuntan publik, seperti halnya profesi lain merupakan profesi yan diakui oleh
pemerintah dan dilindungi oleh Undang-Undang. Undang-Undang No.34 tahun 1954
mengatur penggunaan sebutan Akuntan. Selain itu untuk memperoleh pengakuan
sebagai Akuntan Publik diperlukan izin dari Departemen Keuangan dengn beberapa
persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya. Persayaratan menjadi akuntan publik ini
tercantum pada pasal 5 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008.

1
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud audit ?
2. Apa perbedaan adit dengan akuntansi?
3. Ada berapa jenis jasa audit?
4. Ada berapa macam profesi auditor itu?
5. Apa yang di maksud Kantor Akuntan Publik (KAP) ?
6. Jasa-jasa apa saja yang berikan Kantor Akuntan Publik (KAP)?
7. Ada berapa macam opini audito itu?

BAB II
PEMBAHASAN

• AUDITING
a. Pengertian Auditing
Auditing yang artinya audit merupakan kegiatan pemeriksaan dan
pengujian suatu pernyataan, pelaksanaan dari kegiatan yang dilakukan oleh
pihak independen guna memberikan suatu pendapat. Pihak yang melaksanakan
auditing disebut dengan auditor.

Pengertian audit menurut A. Arens, Randal J. Elder, Mark S. Beasly


audit adalah akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi baik untuk
menentukan dan melaporkan tingkat korespondensi antara informasi dan
kriteria yang telah ditetapkan.

Pengertian audit menurut Sukrisno Agoes (2017:4) adalah suatu


pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang
indenpenden, terhadap laporan keuangan yang telahdisusun oleh manajemen,
beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan

2
tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan
keuangan tersebut.

Secara umum pengertian di atas dapat diartikan bahwa auditing adalah


suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara
obyektif mengenai informasi tingkat kesesuaian antara peristiwa ekonomi
dengan kriteria yang telah ditetapkan dan melaporkan hasilnya kepada pihak
yang membutuhkan dan dilakukan oleh orang yang independen dan kompeten.

Dari pengertian tersebut ada tujuh (7) elemen yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Proses yang sistematis, artinya:
Auditing merupakan suatu rangkaian tahap & prosedur yang memerlukan
suatu perencanaan yang baik, terstruktur dan terorganisir untuk
mendapatkan tujuan.

2. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif, artinya:


Kegiatan memperoleh bukti yang mendasari pernyataan yang dibuat oleh
individu atau badan usaha serta untuk mengevaluasi tanpa memihak atau
berprasangka buruk terhadap bukti-bukti tersebut.
3. Pernyataan mengenai peristiwa ekonomi, artinya:
Pernyataan mengenai peristiwa ekonomi yang merupakan hasil proses
akuntansi, terdapat dalam laporan keuangan.
4. Kriteria yang telah ditetapkan, artinya:
Kriteria atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai pernyataan
(berupa hasil akuntansi ) dapat berupa:
• Peraturan atau kebijakan
• Anggaran atau ukuran prestasi (budget) yang ditetapkan oleh
manajemen
• Prinsip akuntansi berterima umum (PABU)
5. Penyampaian hasil audit, artinya:

3
Dimana penyampaian hasil dilakukan secara tertulis dalam bentuk
laporan audit ( audit report)
6. Pihak yang membutuhkan atau berkepentingan,
Pemakai yang berkepentingan terhadap laporan audit adalah para
pemakai informasi keuangan, misalnya pemegang saham , manajemen,
kreditur, investor dan kantor pelayanan pajak.
7. Orang yang kompeten dan independen,
Kompeten maksudnya auditor harus mempunyai kemampuan dan
keahlian serta berpengalaman dalam melakukan audit
Independen maksudnya auditor harus memiliki sikap yang tidak memihak
kepada siapapun.

b. Perbedaan Auditing dengan akuntansi


Auditing memulai pemeriksaannya dari angka-angka dalam laporan
keuangan, lalu dicocokkan dengan neraca saldo (trial balance), buku besar (
general ledger), buku harian (special journals), bukti-bukti pembukuan
(documents) dan sub buku besar (sub-ledger), sedangkan akuntansi disusun
mulai dari bukti-bukti pembukuan (documents), buku harian (special journals),
buku besar (general ledger) dan sub buku besar (sub-ledger), neraca saldo (trial
balance) sampai menjadi laporan keuangan.

Gambar 1.1
Perbedaan Auditing dengan Akuntansi

Transaksi yang
mempunyai nilai
uang

4
Bukti Buku Harian Buku Besar Neraca Saldo Laporan
Pembukuan Keuangan

Sub Buku Besar

Tabel 1.1
Perbedaan Audting dengan Akuntansi

Keterangan Auditing Akuntansi


Metode Memperoleh dan Mengidentifikasi
mengevaluasi bukti- kejadian-kejadian
bukti yang berhubungan kemudian mengukur,
dengan laporan mencatat,
keuangan yang disusun mengklasifikasikan dan
oleh manajemen meringkasnya dalam
catatan-catatan
akuntansi
Tujuan Menyatakan pendapat Menyusun dan
mengenai kewajaran mendistribusikan
laporan keuangan laporan keuangan
Output Laporan Audit Laporan Keuangan
Pihak yang bertanggung- Auditor Manajemen
jawab

5
Pelaku Akuntan Publik Pegawai perusahaan
(khususnya financial (bagian akuntansi)
audit)

c. Jenis-jenis audit
Berdasarkan luas pemeriksaanya, audit dibedakan menjadi:
1) General Audit (Pemeriksaan Umum)
Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh
KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat
mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pemeriksa
tersebut harus dilakukan sesuai dengan standar propesional akuntan
publik dan memperhatikan kode etik akuntan indonesia, aturan etika
KAP yang telah diisahkan oleh ikatan akuntan indonesia serta standar
pengendalian mutu.
2) Special audit (pemeriksaan khusus)
Suatu pemeriksaan terbatas yang dilakukan oleh KAP yang independen,
dan pada akhir pemeriksaan auditor tidak perlu memberikan pendapat
terhadapa kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pendapat
yang diberikan terbatas pada pos masalah atau masalah tertentu yang
diperiksa. Karena prosedur audit yang dilakukan juga terbatas.

Berdasarkan tujuannya, audit dibagi menjadi 3 yaitu:


1) Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)
Untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan
secara wajar (fairness) sesuai kriteria PABU (Prinsip Akuntansi yang
Berterima Umum) dan dilakukan oleh External Auditor
2) Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

6
Untuk menentukan apakah kegiatan financial maupun operasi tertentu dari
suatu entitas sesuai dengan kondisi-kondisi, aturan-aturan yang telah
ditentukan, misalnya ketepatan SPT-Tahunan dengan UU Pajak
Penghasilan.
3) Audit Operasional (Operasional Audit)
untuk membuat rekomendasi serta perbaikan atau tindakan lebih lanjut
agar kegiatan organisasi menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain jasa audit Kantor Akuntan Publik (KAP) juga melakukan banyak
layanan lain yang umumnya berada diluar lingkup layanan jaminan, seperti :
1. Layanan akuntansi dan pembukuan
2. Layanan pajak
3. Layanan konsultasi manajemen

Dan secara garis besar saat ini jasa-jasa tersebut terbagi menjadi 2 jenis :
1. Jasa Asurans (Audit)
• Audit umum atas Laporan Keuangan
• Audit Khusus
• Audit Kepatuhan
• Audit Kinerja
• Review atas Laporan Keuangan

2. Jasa Non Asurans (Non-Audit)


a. Jasa Akuntansi/Pembukuan
b. Jasa perpajakan
c. Jasa pengembangan Sistem akuntansi
d. Jasa Konsultan Manajemen

d. Jenis-jenis auditor

7
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam
melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau
organisasi .
Jenis Auditor Auditor dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Auditor Pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas
keuangan pada instansi-instansi pemerintah. Di Indonesia, auditor
pemerintah dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a) Auditor Eksternal Pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai perwujudan dari Pasal 23E
ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi Untuk
memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan
negara diadakan satu badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan
mandiri. . ayat (2) Hasil pemeriksa keuangan negara diserahkan
kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan kewenangannya.
Badan Pemeriksa Keuangan merupakan badan yang tidak tunduk
kepada pemerintah, sehingga diharapkan dapat bersikap
independen .
b) Auditor Internal Pemerintah atau lebih dikenal sebagai Aparat
Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP) yang dilaksanakan
oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),
Inspektorat Jenderal Departemen/LPND, dan Badan Pengawasan
Daerah .
2. Auditor Intern merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaan
dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut.
Tugas utamanya ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan
tempat dimana ia bekerja.
3. Auditor Independen atau Akuntan Publik adalah melakukan fungsi
pengauditan atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan.

8
Pengauditan ini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang
go public, perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta
organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan
publik harus dilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).

Kantor akuntan publik (KAP) adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari
Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik dalam memberikan jasanya.

B. Kantor Akuntan Publik (KAP)

a. Pengertian Kantor Akuntan Publik (KAP)


Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah badan usaha yang telah
mendapatkan izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan public
dalam memberikan jasanya. Secara umum syarat menjadi auditor yaitu :
• Memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
• Memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
• Menggunakan keahlian profesionalnya dengan cermat dan seksama sebagai
seorang auditor.

b. Jasa-jasa yang diberikan Kantor Akuntan Publik (KAP)


Kantor Akuntan Publik (KAP) melakukan 3 jenis audit utama, seperti :
1. Audit Operasional
Audit operasional mengevaluasi efisiensi dan efektivitas setiap bagian dari
prosedur dan metode operasi organisasi. Pada penyelesaian audit
operasional, manajemen biasanya mengharapkan rekomendasi untuk
meningkatkan operasi. Misalnya, auditor dapat mengevaluasi efisiensi dan
akurasi pemrosesan transaksi pay-roll dalam sistem komputer yang baru

9
diinstal. Contoh lain, di mana sebagian besar akuntan merasa kurang
berkualitas, adalah mengevaluasi efisiensi, akurasi, dan kepuasan
pelanggan dalam memproses distribusi surat dan paket oleh perusahaan
seperti Federal Express.

2. Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan dilakukan untuk menentukan apakah auditee


mengikuti prosedur, aturan, atau peraturan khusus yang ditetapkan oleh
beberapa otoritas yang lebih tinggi. Berikut ini adalah contoh audit kepatuhan
untuk bisnis swasta.

• Tentukan apakah personil akuntansi mengikuti prosedur yang


ditentukan oleh pengontrol perusahaan.

• Tinjau tingkat upah untuk mematuhi undang-undang upah minimum.

• Periksa perjanjian kontrak dengan bankir dan pemberi pinjaman


lainnya untuk memastikan perusahaan mematuhi persyaratan hukum.

• Tentukan apakah bank hipotek sesuai dengan peraturan pemerintah


yang baru diberlakukan.

3. Audit Laporan Keuangan


pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik mengenai penilaian
atas laporan keuangan suatu perusahaan atau badan hukum lainnya
(termasuk pemerintah) apakah telah disajikan sesuai dengan peraturan atau
prinsip akuntansi yang berlaku umum sehingga dapat dihasilkan pendapat yang
independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat, lengkap, dan
disajikan secara wajar.[1] Audit keuangan biasanya dilakukan oleh firma-
firma akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan.

10
Selain jasa audit Kantor Akuntan Publik (KAP) juga melakukan banyak
layanan lain yang umumnya berada diluar lingkup layanan jaminan, seperti :
• Layanan akuntansi dan pembukuan
• Layanan pajak
• Layanan konsultasi manajemen

Dan secara garis besar saat ini jasa-jasa tersebut terbagi menjadi 2 jenis :
1. Jasa Asurans (Audit)
• Audit umum atas Laporan Keuangan
• Audit Khusus
• Audit Kepatuhan
• Audit Kinerja
• Review atas Laporan Keuangan

2. Jasa Non Asurans (Non-Audit)


• Jasa Akuntansi/Pembukuan
• Jasa perpajakan
• Jasa pengembangan Sistem akuntansi
• Jasa Konsultan Manajemen

c. Jenis-jenis Opini Auditor


1. Opini wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Opini wajar tanpa pengecualian diberikan oleh auditor jika auditor tidak
menemukan kesalahan yang material secara keseluruhan dari laporan keuangan
dan laporan keuangan dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (SAK).

Dengan kata lain, laporan keuangan akan mendapatkan opini wajar tanpa
pengecualian jika memenuhi kondisi seperti berikut:

11
1. Laporan keuangan lengkap.
2. Bukti audit yang dibutuhkan lengkap.
3. Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam perikatan kerja.
4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku dan
konsisten.
5. Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti mengenai perkembangan di
masa depan (going concern)

Opini wajar tanpa pengecualian dapat dimodifikasi menjadi opini wajar


tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan (modified unqualified
opinion) ketika auditor harus menambah suatu paragraf penjelasan dalam laporan
auditnya.

Keadaan yang membuat modifikasi ini, apabila terjadi seperti:

a. Ada keraguan dari auditor atas konsep going concern perusahaan / entitas.
b. Kurang konsisten perusahaan dalam menerapkan prinsip atau standar
akuntansi yang digunakan.
c. Auditor ingin menekankan suatu hal.

2. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian ketika:

a. Auditor setelah memperoleh bukti yang cukup dan tepat menyimpulkan bahwa
kesalahan penyajian, baik secara individual maupun secara agregasi adalah
material tetapi tidak pervasif terhadap laporan keuangan, atau
b. Auditor tidak memperoleh bukti yang cukup dan tepat yang mendasari opini
audit, tetapi auditor menyimpulkan bahwa pengaruh kesalahan penyajian yang

12
tidak terdeteksi yang mungkin timbul terhadap laporan keuangan, jika ada,
dapat menjadi material tetapi tidak pervasif.

3. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelasan (Modified


Unqualified Opinion)

Jenis opini yang satu ini diberikan oleh auditor atas dasar keadaan tertentu yang tidak
memiliki dampak secara langsung terhadap pendapat wajar.

Perbedaan dari kenis opini ini terletak pada paragraph penjelasan yang diberikan oleh
auditor terkait dengan keadaan tertentu yang telah dinyatakan sebelumnya.

Beberapa jenis keadaan yang dapat memicu modified unqualified opinion adalah:

a. Sebagian dari pendapat auditor ditarik dari pendapat auditor independen


lainnya
b. Tidak tersedianya aturan yang jelas terkait dengan laporan keuangan sehingga
berpotensi dianggap menyimpang dari SAK (Standar Akuntansi Keuangan).
c. Adanya pengaruh ketidakpastian peristiwa masa yang akan datang dan hasilnya
tidak dapat diperkirakan.

4. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Audit harus menyatakan opini tidak wajar ketika auditor setelah melakukan
pemeriksaan memperoleh bukti yang cukup dan tepat kemudian menyimpulkan bahwa
ada kesalahan penyajian. Baik secara individual maupun secara agregasi adalah
material dan pervasif terhadap laporan keuangan. Pervasif sendiri diartikan sebagai
kesalahan yang akan membawa dampak kemana-mana atau mendalam.

5. Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion)


Opini tidak menyatakan pendapat diberikan auditor ketika auditor tidak
memperoleh bukti yang cukup dan tepat untuk mendasari opini audit, dan auditor tidak

13
menyimpulkan bahwa pengaruh kesalahan penyajian material yang tidak terdeteksi
yang mungkin timbul terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat material dan
pervasif.

Laporan audit opini standar auditor yang tidak dimodifikasi berisi delapan bagian yang
berbeda :

14
15
BAB III
PENUTUP

Audit atau pemeriksaan merupakan suatu evaluasi terhadap suatu


organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang
kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah
untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan
sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Jika audit yang dilakukan berjalan baik dan hasilnya juga bagus, artinya
seluruh aktivitas ekonomi dari perusahaan, departement, atau divisi tersebut
(entitas) bisa dipertanggungjawabkan kebenaran dan keabsahannya. Dengan
demikian, kepercayaan pihak yang membutuhkan audit bisa tumbuh.

Tentu yang punya kepentingan terhadap kinerja dan perkembangan


perusahaan atau entitas terperiksa. Bisa pimpinan, pemegang saham, public (dalam
kaitannya dengan penjualan saham go public). Dalam kasus tertentu, bisa juga hasil
audit diperlukan oleh otoritas pemerintah, kepolisian atau KPK misalnya, karena
perusahaan diduga terlibat tindakan pencucian uang dan pidana korupsi.

Untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi, perusahaan


menggunakan audit eksternal yang independent, sehingga proses audit yang
dilakukan relatif lebih bebas dari pengaruh pihak manajemen, direksi, dan
karyawan.

16
DAFTAR PUSTAKA

https://www.jurnal.id/id/blog/syarat-menjadi-auditor/
https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-opini-audit-laporan-keuangan/

LAMPIRAN 1
OPINI AUDIT
Laporan Audit Opini Standar Auditor yang tidak Dimodifikasi

Laporan No. 00016/2.1184/AU.2/05/1412.1/1/VI/2021

Kepada Yth :
Direksi & Komisaris
PT. ROIF ANUGERAH PERDANA
Jl. Damai RT 04 RW 09 Kel. Gajah Sakti Kec. Mandau
Bengkalis

Kami telah mengaudit Laporan Keuangan PT. ROIF ANUGERAH PERDANA terlampir,
yang terdiri dari neraca tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi
penjelasan lainnya.

Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Keuangan

Manajemen bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan


keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap
perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan.

Tanggung Jawab Auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan
tersebut berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar
audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar
tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta
merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai

17
tentang apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan peyajian
material.

Suatu audit melibatkan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-
angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih
bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas resiko kesalahan
penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian resiko tersebut,
auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan
penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit
juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang
digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk
menyediakan basis untuk opini audit wajar dengan pengecualian.

Laporan No. 00016/2.1184/AU.2/05/1412.1/1/VI/2021

Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian

Perusahaan belum menghitung kewajiban imbalan pasca kerja sesuai dengan


peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, sehingga belum dapat menyajikan beban
imbalan pasca kerja pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 dan kewajiban imbalan pasca kerja pada neraca per 31
Desember 2020.

Kami tidak dapat melaksanakan prosedur audit untuk meyakinkan kewajaran


beban pajak kini dan utang pajak penghasilan. Jumlah pajak kini yang tersaji pada
laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan
utang pajak yang tersaji pada neraca per 31 Desember 2020 adalah menurut
perhitungan manajemen perusahaan.

Menurut pendapat kami, penerapan standar akuntansi tersebut diharuskan oleh


Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Bab 23
tentang Imbalan Kerja dan Bab 24 tentang Pajak Penghasilan.

18
Opini Wajar dengan Pengecualian

Menurut opini kami, kecuali untuk dampak hal yang dijelaskan dalam paragraf
basis untuk opini wajar dengan pengecualian, laporan keuangan terlampir
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, neraca PT. ROIF
ANUGERAH PERDANA per 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan dan laporan
arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik di Indonesia.

KAP YANISWAR & REKAN


Rekan

Dirga Ayuzda, SE.,Ak.,CA.,CPA.,Asean CPA


No. Register Akuntan Publik : AP.1412

Pekanbaru , 09 Juni 2021

Laporan audit opini standar auditor yang tidak dimodifikasi berisi sembilan bagian
yang berbeda :

Keterangan :

1. Judul laporan.
Standar audit mengharuskan laporan diberi judul dan bahwa judulnya
termasuk kata independen. Misalnya, judul yang sesuai termasuk "laporan
audi-tor independen," "laporan auditor independen," atau "pendapat
akuntan independen." Persyaratan bahwa judul termasuk kata independen
menyampaikan kepada pengguna bahwa audit tidak bias dalam semua
aspek.

2. Alamat laporan audit.


Laporan ini biasanya ditujukan kepada mereka yang laporannya disiapkan,
termasuk perusahaan, pemegang sahamnya, atau dewan direksi. Dalam
beberapa tahun terakhir, telah menjadi kebiasaan untuk menyampaikan

19
laporan kepada dewan direksi dan pemegang saham untuk menunjukkan
bahwa auditor independen dari perusahaan.

3. Paragraf pengantar. Paragraf pertama dari laporan menunjukkan bahwa


perusahaan CPA telah melakukan audit, yang membedakan laporan dari
kompilasi atau laporan ulasan. Paragraf pertama juga mencantumkan
laporan keuangan yang diaudit, termasuk catatan laporan keuangan serta
tanggal neraca dan periode akuntansi yang tercakup dalam laporan laba rugi
dan laporan arus kas. Kata-kata laporan keuangan dalam laporan harus
identik dengan judul yang digunakan oleh manajemen pada laporan
keuangan. Perhatikan bahwa laporan pada Gambar 3-1 ada pada laporan
keuangan komparatif. Oleh karena itu, laporan tentang pernyataan kedua
tahun diperlukan.
4. tanggung jawab manajemen. Laporan harus mencakup judul "Tanggung
Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan" dan paragraf yang menjelaskan
tanggung jawab pengelolaan atas laporan keuangan. Tanggung jawab ini
termasuk memilih prinsip akuntansi yang sesuai dan mempertahankan
kontrol internal atas keuangan.

5. tanggung jawab auditor. Bagian ini harus mencakup judul "TanggungJawab


Auditor" diikuti oleh tiga paragraf yang menggambarkan tanggung jawab
auditor.

6. Paragraf pertama menyatakan bahwa tanggung jawab auditor adalah untuk


mengekspresikan opin-ion pada laporan keuangan dan bahwa audit
dilakukan sesuai dengan standar audit yang diterima secara umum di
Amerika Serikat. Paragraf ini juga mencatat bahwa audit dirancang untuk
mendapatkan jaminan yang wajar tentang apakah laporan keuangan bebas
dari salah saji material. Dimasukkannya kata materi menyampaikan bahwa
auditor hanya bertanggung jawab untuk mencari salah saji yang signifikan,
bukan salah saji kecil yang tidak mempengaruhi keputusan pengguna.
Penggunaan istilah jaminan yang wajar dimaksudkan untuk menunjukkan
bahwa audit tidak dapat diharapkan untuk secara com-pletely

20
menghilangkan kemungkinan bahwa salah saji material akan ada dalam
laporan keuangan. Dengan kata lain, audit memberikan tingkat jaminan
yang tinggi, tetapi itu bukan jaminan.

Paragraf kedua menjelaskan ruang lingkup audit dan bukti yang


terlambat tentang jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Paragraf ini menunjukkan bahwa prosedur tergantung pada penilaian
auditor dan mencakup penilaian risiko salah saji material dalam laporan
keuangan. Hal ini juga menunjukkan bahwa auditor menganggap
pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian
laporan keuangan yang adil dalam merancang prosedur audit yang
dibentuk, tetapi penilaian pengendalian internal ini bukan untuk tujuan dan
tidak cukup untuk mengungkapkan pendapat tentang efektivitas
pengendalian internal entitas. Kalimat terakhir dari paragraf ini
menunjukkan bahwa audit termasuk mengevaluasi kesesuaian kebijakan
akuntansi yang dipilih, kewajaran estimasi akuntansi, dan presentasi
laporan keuangan secara keseluruhan.
Paragraf ketiga menunjukkan auditor percaya bahwa bukti yang
cukup tepat telah diperoleh untuk mendukung pendapat auditor.

7. Paragraf opini. Bagian ini harus mencakup judul "Opini" sebelum paragraf
akhir dalam laporan standar, yang menyatakan kesimpulan auditor
berdasarkan hasil audit. Bagian dari laporan ini sangat penting sehingga
seringkali seluruh laporan audit disebut hanya sebagai pendapat auditor.
Paragraf opini dinyatakan sebagai pendapat dan bukan sebagai pernyataan
fakta absolut atau jaminan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa
kesimpulan didasarkan pada penilaian profesional. Frasa menurut pendapat
kami menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa risiko informasi yang
terkait dengan laporan keuangan, meskipun laporan tersebut telah diaudit.

Bagian kontroversial dari laporan auditor adalah arti dari istilah


yang ada secara adil. Apakah ini berarti bahwa jika prinsip akuntansi yang

21
diterima secara umum diikuti, pernyataan finan-cial disajikan secara adil,
atau sesuatu yang lebih? Kadang-kadang, pengadilan telah menyimpulkan
bahwa auditor bertanggung jawab untuk melihat melampaui prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima secara umum untuk menentukan apakah pengguna
mungkin disesatkan, bahkan jika prinsip-prinsip tersebut diikuti. Sebagian
besar auditor percaya bahwa laporan keuangan "disajikan secara adil"
ketika pernyataan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum,
tetapi juga perlu untuk memeriksa substansi transaksi dan saldo untuk
kemungkinan informasi yang salah.

8. Tanda tangan dan alamat perusahaan CPA. Tanda tangan mengidentifikasi


perusahaan CPA atau practi-tioner yang melakukan audit. Biasanya, nama
perusahaan digunakan karena seluruh perusahaan CPA memiliki tanggung
jawab hukum dan profesional untuk memastikan bahwa kualitas audit
memenuhi standar profesional. Kota dan negara bagian dari perusahaan
audit juga harus ditunjukkan.

9. Tanggal laporan audit. Tanggal yang tepat untuk laporan adalah tanggal di
mana audi-tor menyelesaikan prosedur audit yang diperlukan untuk
mendapatkan bukti audit yang cukup sesuai. Tanggal ini penting bagi
pengguna karena menunjukkan hari terakhir tanggung jawab auditor untuk
meninjau peristiwa signifikan yang terjadi setelah tanggal laporan
keuangan. Dalam laporan audit pada Gambar 3-1 (p. 48), neraca tertanggal
31 Desember 2016, dan laporan audit tertanggal 15 Februari 2017. Hal ini
menunjukkan bahwa auditor mencari transaksi dan peristiwa material yang
tidak tercatat yang terjadi hingga 15 Februari 2017.

22
KASUS AUDIT “ENRON”

Ini merupakan kisah lama, dan hampir semua orang mengetahuinya. Saking
sudah populernya kisah ini, mungkin saja sebagian orang sudah agak bosan
membacanya. Akan tetapi, kasus Enron tetap dapat menjadi pelajaran bagi semua
pelaku bisnis dan akuntan hingga saat ini supaya melakukan kegiatan bisnis dengan
kejujuran serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya
karena bisnis berkaitan dengan berbagai pihak atau stakeholder. Ketika bisnis gagal
dalam menjaga reputasinya, maka akan dapat berdampak pada hilangnya
kepercayaan stakeholder terhadap institusi bisnis tersebut.
Mengutip dari Wikipedia, skandal Enron yang muncul pada bulan Oktober
2001 adalah sebuah skandal besar yang menyebabkan kebangkrutan perusahaan
energi Enron, yang berbasis di Houston, Texas. Skandal ini juga menyeret lembaga
audit dan akuntansi Arthur Andersen, sehingga harus dibubarkan. Meskipun,
Arthur Andersen adalah salah satu dari lima lembaga audit dan akuntansi terbesar
di dunia saat itu.
Sejarah Singkat Enron
Berikut ini adalah sejarah singkat Enron berdasarkan Wikipedia:
Enron merupakan hasil dari merger dua perusahaan gas alam, Houston Natural Gas
dan InterNorth. Merger ini dilakukan oleh pebisnis Kenneth Lay pada tahun
1985.[1] Pada awal tahun 1990-an, Lay menginisiasi penentuan harga pasar untuk
listrik serta mendorong Kongres Amerika Serikat melakukan deregulasi terkait
penjualan gas alam. Hal ini memungkinkan Enron untuk menjual energi dengan
harga yang lebih tinggi sehingga berpengaruh positif terhadap keuntungan

23
perusahaan.

Kesuksesan ini menempatkan Enron sebagai produsen gas alam terbesar di


Amerika Utara sejak 1992 dengan memiliki kontrak senilai 122 juta dollar Amerika
Serikat. Dalam perkembangan usahanya, Enron melakukan strategi diversifikasi
dengan merambah bisnis pembangkit tenaga listrik, parbrik pulp dan kertas,
pengolahan air bersih, dan layanan broadband di seluruh dunia. Termasuk juga
mendirikan pembangkit tenaga listrik di negara lain seperti di Filipina, Indonesia,
dan.India.

Latar Belakang Penyebab


Laporan keuangan Enron yang kompleks menimbulkan pertanyaan dari
pemegang saham dan analis. Model bisnis dan praktik-praktik tidak etis dari
perusahaan ini, antara lain menampilkan data penghasilan yang tidak sebenarnya
serta modifikasi neraca keuangan demi memperoleh penilaian kinerja keuangan
yang positif. Kombinasi dari sekian banyak isu ini kemudian menyebabkan
kebangkrutan Enron. Di samping itu Enron menerapkan praktik akuntansi yang
dikenal sebagai mark-to-market accounting dimana pencatatan aset didasarkan
pada nilai pasar bukan pada nilai bukunya. Praktik akuntansi ini juga
memungkinkan Enron melaporkan profit berdasarkan proyeksi bisnis bukan
berdasar profit sebenarnya.

Kronologi Kasus Enron


Berikut ini merupakan awal mula kisah Enron dengan mengutip tulisan
yang disusun oleh Hafika Hadiyanti:
Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan pembangkit listrik “Portland
General Electric Corp” senilai $ 2 milyar. Sebelum tahun 1997 berakhir,
manajemen mengubah perusahaan tersebut menjadi “Enron Capital and Trade
Resources” yang menjadi perusahaan Amerika terbesar yang memperjualbelikan
gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari $ 2 milyar menjadi $ 7
milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang.

24
Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan pembangkit listrik “Portland
General Electric Corp” senilai $ 2 milyar. Sebelum tahun 1997 berakhir,
manajemen mengubah perusahaan tersebut menjadi “Enron Capital and Trade
Resources” yang menjadi perusahaan Amerika terbesar yang memperjualbelikan
gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari $ 2 milyar menjadi $ 7
milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang.
Tidak cukup dengan prestasi tersebut, Enron membentuk pula “Enron Online”
(EOL) pada bulan oktober 1999.
EOL merupakan unit usaha Enron yang secara online memasarkan produk
energi secara elektronik lewat website. Dalam sekejap, EOL berhasil melaksanakan
transaksi senilai $ 335 milyar pada tahun 2000. Pada Januari 2000, Enron
mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun
jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand)
dengan kapasitas jaringan penjualan brandwidth untuk melakukan penjualan gas
serta listrik. Enron membiayai ratusan juta dollar guna melaksanakan program ini,
walaupun keuntungannya belum nampak, namun harga saham Enron di Wall Street
melonjak menjadi $ 40, bahkan meningkat menjadi $ 90,56, sehingga Enron
dinyatakan oleh majalah Fortune maupun media lain sebagai “one of the most
admired and innovative companies in the world” (Perusahaan Amerika yang Paling
Inovatif) selama enam tahun berturut-turut.
Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika
terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama oleh
penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif.
Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001, dan
dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan
perlindungan. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah
AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka. Tuntutan
hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol
karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar
sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut
menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang
akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnis yang lebih luas.

25
Beberapa Fakta di Dalam Skandal Enron
Di dalam kronologis skandal Enron terungkap beberapa fakta penting. Berikut ini
beberapa fakta penting di dalam skandal Enron berdasarkan HIMANIA UI:
• Pada tahun 2001, terkuak bahwa Enron melakukan kecurangan dan
memiliki banyak utang yang disembunyikan.
• Enron melakukan manipulasi untuk mempercantik laporan keuangan
perusahaan.
• Terkuaknya kasus ini pun berakibat pada perginya investor hingga saham
Enron turun drastis ke level US$ 0.26.
• Pada Januari 2002, investigasi terkait kasus ini pun dilakukan.
• Kasus ini menyeret KAP Arthur Anderser sebagai akuntan yang
memberikan jasa audit dan konsultasi kepada Enron. Keduanya melakukan
penipuan akuntansi pada Laporan Keuangan Enron.
• Enron melakukan beberapa pelanggaran, antara lain:
1. Menggelembungkan nilai pendapatan Mariner Energy (anak usaha
Enron) dari US$ 185 juta menjadi US$ 366 juta. Tercatat sebesar US$
181 juta merupakan pendapatan fiktif.
2. Meminjam dalam jumlah besar untuk dana operasional yang tidak
dicatat sebagai utang. Sebagian pinjaman ini (sekitar US$ 8 miliar)
sengaja disalahklasifikasikan sebagai perdagangan energi berjangka
(trades of energy futures). Dana pinjaman lainnya diberi judul “arus
kas dari kegiatan perdagangan” (“cash flow from trading activities”).
3. Enron menyalahgunakan Special-Purpose Entities(SPE) di antaranya
untuk menyembunyikan kerugian besar di anak perusahaan yang
dimiliki Enron dengan menciptakan agreement tertentu untuk
menutup kerugian anak perusahaannya.
• Fakta lainnya menurut Wikipedia adalah salah satu eksekutif Enron, Jeffrey
Skilling, mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO Enron pada
tanggal 14 Agustus setelah berada di posisi tersebut hanya enam bulan.

26
Skilling menyebutkan alasan pribadi sebagai dasar pengunduran dirinya
tersebut. Namun, pengamat memperhatikan bahwa beberapa bulan sebelum
pengunduran diri tersebut, Skilling telah menjual 450.000 lembar saham
Enron miliknya senilai $33 juta. Meski begitu, Kenneth Lay yang menjabat
sebagai chairman Enron memastikan bahwa tidak ada permasalahan di
dalam kinerja perusahaan di balik pengunduran diri Skilling. Lay kemudian
mengambil alih peran sebagai CEO.

Berdasarkan kronologi dan fakta – fakta yang terdapat dalam kasus Enron,
dapat disimpulkan bahwa segala kecurangan yang terjadi di dalam suatu bisnis
adalah sesuatu yang sulit untuk ditutupi. Meskipun dalam beberapa hal tampaknya
dapat diatasi oleh manajemen Enron, namun pada akhirnya kasus tersebut
terungkap oleh publik. Bahkan, segala sesuatu yang ditutupi tersebut pada akhirnya
menjadi kasus yang terus menggelinding hingga bangkrutnya institusi bisnis
tersebut.

27