Anda di halaman 1dari 19

Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 167

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF MELALUI


PENDEKATAN CSCL (COMPUTER SUPPORTED COLLABORATIVE
LEARNING) PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR

Purnamawati1) Hendra Jaya2),


1)
tari_purnamawati@yahoo.com ,2)Hendra070982@gmail.com
1,2)
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Abstrak
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui
bagaimana mengembangkan model pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL
(Computer Supported Collaborative Learning) pada FT- UNM; (2) Mengetahui
bagaimana desain model pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL; (3)
Mengetahui bagaimana hasil pengembangan pembelajaran kolaboratif melalui
pendekatan CSCL telah memenuhi kriteria valid, praktis, efektif, dan efisien. Penelitian
yang direncanakan merupakan penelitian dan pengembangan pendidikan (educational
research and development). Sesuai dengan pengertiannya bahwa penelitian ini bertujuan
untuk menghasilkan produk. Model pembelajaran computer supported collaborative
learning (CSCL) merupakan bagian dari fungsi pembelajaran dengan model
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran CSCL merupakan
kombinasi model pembelajaran kooperatif dan penggunaan komputer serta internet
sebagai media dalam pembelajarannya. Dengan teknologi yang semakin canggih,
individu-individu yang berada pada lokasi yang berjauhan memungkinkan untuk
berkolaborasi secara on-line. Penelitian di bidang Computer Supported Collaborative
Learning atau biasa disebut dengan CSCL ini, memberikan sebuah pengalaman baru
bahwa Blog merupakan salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kolaborasi di dalam pembelajaran. Pemanfaatnya di dalam peningkatan kolaborasi
dalam pembelajaran memberikan suatu masukan bahwa Blog memang baik bila
diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Seperti halnya pada penelitian ini, yang dapat
disimpulkan bahwa Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan Blog
memberikan hubungan yang baik terhadap peningkatan kolaborasi antara Dosen dan
mahasiswa. Pemanfaatan Blog ini memberikan kemudahan bagi Dosen dan mahasiswa
untuk berbagi informasi serta berinteraksi baik itu secara personal ataupun
kelompok/general. Kegiatan kolaborasi pun tidak hanya terjadi di lingkungan kampus
saja tetapi kapan saja dan dimana saja. Efektivitas dan efisiensi penggunaan Blog
sebagai media CSCL dengan beberapa indikator diperoleh penilaian Sangat Efektif dan
Sangat Baik.

Kata Kunci : Pembelajaran Kolaboratif, Blog

Abstract
Objectives to be achieved in this study are: (1) Knowing how to develop a model
of collaborative learning approach CSCL (Computer Supported Collaborative
Learning) at the FT UNM; (2) Knowing how to design a model of collaborative
learning through CSCL approach; (3) Knowing how the development of collaborative

Pengembangan Model.......
168 Jurnal Mekom

learning through CSCL approaches have valid criteria, practical, effective, and
efficient. The planned study is a research and development in education (educational
research and development). In accordance with the understanding that this research
aims to produce products. The learning model of computer supported collaborative
learning (CSCL) is part of the learning function with a model of student-centered
learning. CSCL learning model is a combination of cooperative learning model and use
of computers and the Internet as a medium of learning. With increasingly sophisticated
technology, individuals who are at remote locations makes it possible to collaborate on-
line. Research in the field of Computer Supported Collaborative Learning CSCL or
commonly referred to, gives a new experience that Blog is one model that can be used
to improve collaboration in learning. Beneficiaries in increased collaboration in
learning to provide a feedback that the blog is fine when integrated into learning. As in
this study, which concluded that the collaboration between faculty and students in
harnessing Blog provides a good connection to the increased collaboration between
lecturers and students. Utilization of this blog makes it easy for lecturers and students
to share information and interact either personal or group / general. Collaboration
activity was not only happening on campus alone but anytime and anywhere. The
effectiveness and efficiency of the use of Blogs as a medium of CSCL with some
indicators obtained ratings of Highly Effective and Very Good.

Keywords: Collaborative Learning, Blog

PENDAHULUAN dan fungsi penelitian tindakan. Fungsi


Perkembangan teknologi dewasa manajemen diperuntukan dalam
ini semakin pesat. Penggunaan membuat penganggaran sekolah,
komputer sebagai bagian dari teknologi akuntansi, pencatatan arsip, komunikasi
juga semakin meluas dan sudah elektronik, pencetakan dan penelusuran
merambah dunia pendidikan. Komputer informasi. Sementara itu, fungsi
di dalam dunia pendidikan pada pembelajaran dibedakan menjadi dua,
perguruan tinggi tidak hanya digunakan yaitu pembelajaran yang berpusat pada
sebagai media pembelajaran di kelas guru dan pembelajaran yang berpusat
yang membantu Dosen dalam pada mahasiswa. Fungsi penelitian
mempresentasikan bahan pelajaran. tindakan mencakup aplikasi
Komputer bisa difungsikan lebih dari penyimpanan data dan analisis statistik
sekedar hal tersebut, yaitu bisa yang membantu guru dalam mengolah
digunakan sebagai media belajar bagi hasil pembelajaran (Eri Satria, 2009).
mahasiswa. Fungsi komputer dalam Proses pembelajaran umumnya
pembelajaran pada awal menekankan pentingnya kerjasama
perkembangannya diklasifikasikan daripada kompetisi serta saling
menjadi dua hal, yaitu computer ketergantungan daripada kemandirian
assisted instruction (CAI) dan computer (Sudarman, 2008). Jika kompetisi yang
managed instruction (MAI). Namun dikembangkan, maka kecenderungan
seiring meningkatnya kebutuhan dapat mengarahkan pada pikiran dan
penggunaan komputer dalam perasaan yang tidak segan untuk
pembelajaran, maka fungsi komputer menyerang orang lain. Di lain pihak,
diperluas menjadi tiga klasifikasi yaitu : pengembangan kerjasama dan
fungsi manajemen, fungsi pembelajaran interdependensi justru dapat

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 169

mengembangkan kemampuan yang menjadi kendala pembelajaran


menghadapi tantangan, kepemimpinan, jarak jauh selama ini. Model
dan manajemen yang sangat diperlukan pembelajaran CSCL disinyalir mampu
jika kelak mereka sudah memasuki membentuk kemandirian dan rasa
dunia kerja. Collaborative Learning tanggung jawab belajar, meningkatkan
(CL) adalah sebuah strategi motivasi belajar, membentuk
instruksional yang terstruktur dan kemampuan metakognisi dan
sistematis dimana sekelompok pelajar kemampuan berpikir kritis dalam
bekerja sama memaksimalkan pemecahan masalah.
pembelajaran rekan-rekan mereka (Wu Fakultas Teknik adalah salah
Junqi, 2009). Bentuknya dapat berupa satu fakultas di Universitas Negeri
dialog, negosiasi, dan argumen untuk Makassar yang memiliki arah dalam
memecahkan masalah yang mereka bidang pendidikan vokasi khususnya
miliki. Munculnya pembelajaran pada Diploma Tiga(D-3). Dimana
kolaboratif bermula dari perspektif alumni dipersiapkan untuk menuju
filosofis terhadap konsep belajar. Untuk dunia kerja. Setiap mahasiswa harus
dapat belajar, seseorang harus memiliki mampu dituntut untuk berkolaborasi
pasangan.Pembelajaran kolaboratif dengan rekan kerja di DUDI. Untuk itu
dapat menyediakan peluang untuk dalam penelitian ini akan dilakukan
menuju pada kesuksesan praktek- model pembelajaran kolaboratif
praktek pembelajaran. Sebagai menggunakan pendekatan CSCL,
teknologi untuk pembelajaran sebagai bekal bagi mahasiswa FT UNM
(technology for instruction), secara akademik dapat meningkatkan
pembelajaran kolaboratif melibatkan hasil belajar dan secara sosial mampu
partisipasi aktif para peserta didik dan bekerjasama dengan baik dengan orang
meminimisasi perbedaan-perbedaan lain di DUDI.
antar individu. Model pembelajaran mempunyai
Salah satu metode penerapan makna yang lebih luas daripada strategi,
pembelajaran kolaboratif adalah metode atau prosedur pembelajaran.
Computer supported collaborative Istilah model pembelajaran mempunyai
learning (CSCL) dimana sekelompok 4 ciri khusus yang tidak dimiliki oleh
pelajar berada dalam sebuah jaringan strategi atau metode pembelajaran : 1)
komputer dalam rangka Rasional teoritis yang logis yang
memaksimalkan individu, tim, dan hasil disusun oleh pendidik; 2) Tujuan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 3)
melalui diskusi dan asistensi yang Langkah-langkah mengajar yang
bermanfaat (Xinyu D., Li Min, 2008). diperlukan agar model pembelajaran
Model pembelajaran CSCL dipandang dapat dilaksanakan secara optimal; 4)
dari psikologi pendidikan termasuk Lingkungan belajar yang diperlukan
paham konstruktivisme, yaitu agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
mahasiswa membangun Metode kolaboratif didasarkan
pengetahuannya sendiri. Mahasiswa pada asumsi-asumsi mengenai proses
dapat belajar secara mandiri atau belajar peserta didik sebagai berikut
berkelompok, membentuk jaringan (Semiawan, 1992): (1) Belajar itu aktif
komunikasi dan berinterkasi dengan dan konstruktif. Untuk mempelajari
anggota kelompoknya. Mahasiswa bahan pelajaran, peserta didik harus
dapat berinteraksi tidak terbatas pada terlibat secara aktif dengan bahan itu.
waktu, sekolah, kota, bahkan negara Peserta didik perlu mengintegrasikan

Pengembangan Model.......
170 Jurnal Mekom

bahan baru ini dengan pengetahuan pembelajaran kolaboratif dicobakan dan


yang telah dimiliki sebelumnya. Peserta ditemukan berhasil pada akhir abad 18
didik membangun makna atau mencipta oleh George Jardine di Universitas
sesuatu yang baru yang terkait dengan Glasgow. Ia berpendapat bahwa guru
bahan pelajaran; (2) Belajar itu seharusnya merubah aktivitasnya di
bergantung konteks. Kegiatan kelas, dan seharusnya memberikan
pembelajaran menghadapkan peserta kebebasan kepada siswa untuk belajar
didik pada tugas atau masalah satu sama lainnya (Gaillet dalam
menantang yang terkait dengan konteks Robert, 2005).
yang sudah dikenal peserta didik. CSCL menawarkan suatu
Peserta didik terlibat langsung dalam inovasi dan kelebihan dari penggunaan
penyelesaian tugas atau pemecahan teknologi komputer dalam model
masalah itu; (3) Peserta didik itu pembelajaran Teknologi dipandang
beraneka latar belakang. Para peserta sebagai cara untuk mengotomatisasi
didik mempunyai perbedaan dalam pembelajaran dan dapat menghemat
banyak hal, seperti latar belakang, gaya biaya, tanpa merubah sudut pandang
belajar, pengalaman, dan aspirasi. pembelajaran tradisional sebagai
Perbedaan-perbedaan itu diakui dan transfer ilmu dari sumber yang
diterima dalam kegiatan kerjasama, dan berwenang kepada ingatan mahasiswa
bahkan diperlukan untuk meningkatkan yang relatif pasif. CSCL menggunakan
mutu pencapaian hasil bersama dalam media yang berbeda dari cara
proses belajar; (4) Belajar itu bersifat tradisional untuk membuat pengalaman
sosial. Proses belajar merupakan proses belajar baru bagi mahasiswa, dimana
interaksi sosial yang di dalamnya mahasiswa dapat berinteraksi satu sama
peserta didik membangun makna yang lain dalam suatu struktur pembelajaran
diterima bersama. yang didesain oleh guru untuk
Dari pengertian kolaborasi yang menciptakan situasi eksplorasi dan
diungkapkan oleh berbagai ahli diskusi (Stahl, 2009).
tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pengertian belajar kolaborasi adalah METODE PENELITIAN
suatu strategi pembelajaran di mana A. Jenis Penelitian
para peserta didik dengan variasi yang
bertingkat bekerjasama dalam Penelitian ini merupakan jenis
kelompok kecil kearah satu tujuan. penelitian pengembangan.
Dalam kelompok ini para peserta didik Pengembangan ini dilaksanakan dengan
saling membantu antara satu dengan pendekatan engineering dimana
yang lain. Jadi situasi belajar kolaboratif tahapannya adalah: analisis, desain,
ada unsur ketergantungan yang positif implementasi, dan evaluasi. Setelah
untuk mencapai kesuksesan. dihasilkan sebuah model pembelajaran
Perkembangan yang sangat kolaboratif melalui pendekatan CSCL
pesat dari penggunaan komputer dalam (Computer Supported Collaborative
pendidikan dan perubahan penyampaian Learning), penelitian dilanjutkan
materi berbasis web, hal ini dengan melakukan uji coba terhadap
menyebabkan ketertarikan kepada produk yang dikembangkan kepada
pelaku pendidikan untuk menggunakan mahasiswa FT-UNM.
metode pembelajaran yang tidak
tradisional dalam desain dan cara
penyampaian materi. Model

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 171

I. ANALISIS KEBUTUHAN
Analisis

1.Studi pustaka, Literatur, 2.Studi


& Studi pendahuluan Lapangan

II. DESAIN PEMBELAJARAN 5.Menyususn


2.Menganalisis dan strategi
4.Mengembangkan dan
menetapkan kompetensi dasar pembelajaran
memilih materi pembelajaran
praktikum
1.Mengidentifikasi (Instructional
standar kompetensi 3. Mengidentifikasi karakter awal mahasiswa FT UNM Collaborative
Strategy)
(Kognitif, afektif, dan psikomotorik) Learning
Design

III. COLLABORATIVE LEARNING


WEB DENGAN KONSEP CENTRIC COURSE
Materi Modul
Diagram Konteks Pembelajaran
Forum Diskusi
pembelajaran online
Group
Collaboration Ujian, Tugas & Latihan
Entity Relationship File Tambahan
Diagram(ERD)
Development

Restrukturisasi Ide ide


Mahasiswa dengan
Tugas Group, dan
konsultasi online

Pembelajaran
Implementasi

Kolaboratif

Validasi Ahli
Analisis Revisi Uji Analisis Revisi
Praktisi, Ahli perorangan
Media, Ahli
Komunikasi
Visual
Evaluasi

Ujicoba
Ujicoba
Lapangan
kelompok Analisis Revisi Analisis Revisi
kecil

PROTOTIPE FINAL
Model pembelajaran kolaboratif melalui pendekatan CSCL
(Computer Supported Collaborative Learning) pada FT- UNM

Gambar 5. Prosedur Pengembangan dalam Penelitian

Pengembangan Model.......
172 Jurnal Mekom

B. Model Pengembangan kepada pengembangan terhadap suatu


Penelitian yang direncanakan produk dan tujuan kedua adalah
merupakan penelitian dan mengarah kepada validasi. Melalui
pengembangan pendidikan (educational adaptasi dari model-model penelitian
research and development). Sesuai maka diperoleh model pengembangan
dengan pengertiannya bahwa penelitian yang digunakan dalam penelitian dan
ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan ini diperlihatkan pada
produk. Model pembelajaran computer Gambar 4.
supported collaborative learning
(CSCL) merupakan bagian dari fungsi C. Uji Coba Produk
pembelajaran dengan model Tahap awal uji coba model
pembelajaran yang berpusat pada pembelajaran kolaboratif melalui
siswa. Model pembelajaran CSCL pendekatan CSCL (Computer
merupakan kombinasi model Supported Collaborative Learning)
pembelajaran kooperatif dan yang akan dikembangkan adalah
penggunaan komputer serta internet memvalidasi produk kepada ahli materi,
sebagai media dalam pembelajarannya. ahli media, ahli komunikasi visual, dan
Dengan teknologi yang semakin ahli pemrograman. Validasi produk
canggih, individu-individu yang awal dilakukan secara terintegrasi mulai
berada pada lokasi yang berjauhan dari perangkat yang dihasilkan dalam
memungkinkan untuk berkolaborasi perancangan (desain) hingga diperoleh
secara on-line. Berikutnya produk model pembelajaran kolaboratif.
pengembangan multimedia yang
digunakan dalampenelitian ini adalah HASIL DAN PEMBAHASAN
seperti yang dikemukakan oleh Lee & 4.1. Analisis Kebutuhan
Owens (2004:161). Pengembangan Analisis kebutuhan
terdiri atas 5 tahap: 1) Analysis, 2) menggunakan angket yang disebarkan
Design, 3) Development, 4) kepada r e s p o n d e n ( m ahasiswa
Implementation, dan 5) Evaluation. Elektronika FT UNM). Setelah
dilakukan perhitungan untuk masing-
masing pertanyaan yang tersedia dalam
angket, hasilnya disajikan dalam
Tabel 5.1 sebagai berikut.

Tabel 5.1 Hasil Penilaian Angket


Analisis Kebutuhan Pembelajaran
dengan metode CSCL
Gambar 3. Desain Pembelajaran N Indikator Juml Prose
Berbasis Website O ah ntase
sangat membutuhkan 18 51,4%
C. Prosedur Pengembangan PEMBELAJARAN orang
Prosedur penelitian dan KOLABORATIF
pengembangan model Borg & Gall sangat membutuhkan 8 22,8%
(1983: 772-774) pada dasarnya terdiri fitur daftar materi orang
dari dua tujuan utama, yaitu: (1) pelajaran
mengembangkan produk, (2) menguji PEMBELAJARAN
kefektifan produk dalam mencapai KOLABORATIF
tujuan. Tujuan pertama mengarah responden sangat 13 37,1%

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 173

N Indikator Juml Prose N Indikator Juml Prose


O ah ntase O ah ntase
membutuhkan fitur orang yang menyediakan
download materi informasi
responden menjawab 7 20% responden menjawab 14 39,7%
sangat membutuhkan orang sangat membutuhkan orang
fitur tugas dan latihan fitur sarana untuk
responden menjawab 9 25,7% sharing file dan link
sangat membutuhkan orang responden menjawab 10 28,5%
fitur daftar referensi sangat membutuhkan orang
atau sumber bahan fitur sarana untuk
pelajaran sharing ilmu,
responden sangat 17 48,5% pengetahuan dan
membutuhkan fitur orang pengalaman
profil dan kontak Berdasarkan hasil perhitungan angket
Dosen TIK dapat disimpulkan bahwa semua fitur
responden sangat 6 17,1% yang ditawarkan dalam pembelajaran
membutuhkan fitur orang kolaboratif dibutuhkan atau sangat
diktat dan catatan dibutuhkan oleh mahasiswa. Hasil
pelajaran analisis kebutuhan ini dijadikan
responden sangat 12 34,2% sebagai informasi yang berharga
membutuhkan fitur orang untuk tahap pengembangan
sumber- sumber selanjutnya. Dengan demikian dapat
referensi untuk dipastikan semua fitur sebagaimana
pengerjaan tugas dan yang ditawarkan disediakan pada
meneliti bahan setiap halaman media pembelajaran.
responden menjawab 13 37,1%
sangat membutuhkan orang 4.2. Perencanaan dan Pengembangan
fitur bahan materi Model Pembelajaran CSCL
presentasi (gambar, (Computer Supported Collaborative
animasi dan video Learning)
responden sangat 17 48,5% Setelah melakukan analisis
membutuhkan fitur orang kebutuhan dan studi pustaka, maka
situs-situs bermanfaat tahap selanjutnya adalah
responden menjawab 14 40% mengembangkan fitur-fitur model
sangat membutuhkan orang pembelajaran dengan pendekatan CSCL
fitur artikel-artikel yang telah ada sesuai dengan hasil
yang berhubungan analisis kebutuhan (Gambar 5.1). Blog
dengan mater yang digunakan pada penelitian ini
responden menjawab 9 25,7% dikembangkan menggunakan
sangat membutuhkan orang www.blogger.com , digunakan sebagai
fitur kolom komentar media mengajar pada saat pembelajaran
sebagai forum diskusi di ruang kuliah sebagai pelengkap
dan tanya jawab yang dapat diakses oleh mahasiswa
responden sangat 14 39,7% kapan saja dan dimana saja melalui
membutuhkan fitur orang internet. Dalam pembuatan blog
papan pengumuman sebagai media pembelajaran memiliki
beberapa tahap yakni instalasi blog

Pengembangan Model.......
174 Jurnal Mekom

dosen pada hosting, modifikasi halaman Tabel 5.2 Icon dan Fungsinya
blog, posting tulisan, kemudian NO Simbol/Icon Fungsi
mengintegrasikan internet messenger, 1 Tombol untuk
flickr, slideshare, youtube atau google masuk ke Menu
video dan lain-lain. Integrasi ini untuk Praktikum
memudahkan komunikasi, tukar link 2 Tombol untuk
dan memperjelas materi bahan masuk ke
pembelajaran dengan adanya gambar, Halaman Teori
animasi, video dan lain-lain. Dasar
3 Tombol untuk
masuk ke
Halaman Simulasi
4 Tombol untuk
masuk ke
Halaman untuk
merangkai
komponen,
meletakkan
Gambar 5.1 Desain Pembelajaran CSCL komponen sesuai
dengan
1. Modifikasi Tampilan Blog symbolnya
Setelah melakukan instalasi 5 Tombol untuk
dan registrasi blog, maka akan masuk ke
tampil halaman depan blog dengan tema Halaman
asli, selanjutnya adalah memodifikasi Jobsheet.
tampilan halaman depan sesuai dengan Mahasiswa dapat
fitur dan kebutuhan dari blog melaksanakan
pembelajaran Elektronika Digital. praktikum
Tampilan blog disajikan pada Gambar berdasarkan
5.2 sebagai berikut jobsheet yang
(http://labsimulasi.blogspot.co.id/) telah dibuat
Melalui simbol-simbol yang diberikan,
maka mahasiswa dapat melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan skala
prioritas. Mengutamakan yang terlebih
dahulu harus dikerjakan.

Gambar 5.2. Tampilan Blog Setelah


Dilakukan Modifikasi
Pada Gambar 5.1 terdiri dari gambaran
umum mengenai mata kuliah
Elektronika Digital. Selanjutnya sampai
halaman bawah terdapat beberapa Icon
dengan fungsi masing masing (Tabel Gambar 5.3 Menu praktikum dalam
5.2) Blog

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 175

Gambar 5.7 Halaman Merangkai


Gambar 5.4 Halaman Praktikum pada komponen pada Blog
Blog

Gambar 5.8 Halaman Job sheet


2. Posting Materi atau Bahan
Gambar 5.5 Halaman Teori Dasar Pembelajaran
dalam Tampilan Blog Meng-upload atau posting
materi dan bahan ajar sesuai dengan
silabus dan RPP pembelajaran dengan
menambahkan referensi bacaan,
multimedia baik gambar, animasi atau
video yang bisa mewakili materi
tersebut. Harapannya agar materi
pembelajaran lebih menarik dan jelas
dapat dimengerti oleh mahasiswa atau
pembaca blog tersebut.
Gambar 5.6 Halaman Simulasi pada
Blog
Pada Gambar 5.5 mahasiswa dapat
melakukan simulasi pada rangkaian.
Mahasiswa dapat menghubungkan
setiap titik pada simbol-simbol digital.
Jika hubungan antara 1 titik hitam
dengan titik hitam yang dituju sesuai
atau benar maka teks pada kanan Gambar 5.9. Posting Materi
bawah akan memberikan informasi Pembelajaran
mengenai apakah kabel 1 “terhubung” Dalam posting materi tersebut telah
atau “tidak terhubung”. disisipkan (embeded) pula dengan video
pembelajaran.

Pengembangan Model.......
176 Jurnal Mekom

3. Pembuatan Menu Tugas dan maupun mahasiswa lain tentang hal-


Latihan hal seputar pelajaran, baik materi
Setelah mahasiswa membaca yang telah dipelajari maupun kesulitan-
postingan materi dari Dosen maka kesulitan yang dialami mahasiswa
dalam rangka menguji kemampuan selama proses belajar mengajar. Forum
responden dapat dibuatkan tambahan yang dapat dibuat di blog sangat
posting tugas. Soal tugas atau latihan sederhana dengan melakukan posting
yang dapat dibuat melalui blog isian tulisan kemudian mahasiswa diminta
pada kolom komentar dan essay pada untuk bertanya atau menanggapi materi
blog pembelajaran. Tugas dapat tersebut. Dalam hal ini akan melatih
dikirimkan ke e-mail atau dosen mahasiswa untuk menulis dan
meminta untuk memostingkan tugas berkomentar dengan waktu yang
tersebut pada blog dosen. Setiap file lebih panjang.
tugas yang masuk akan diketahui
pengirimnya dan waktunya, selanjutnya
dosen dapat memeriksa tugas, memberi
komentar dan nilai. Contoh Soal
pada menu tugas dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:

Gambar 5.11. Forum Diskusi Melalui


Fitur Komentar

6. Membuat Fitur Lain Sesuai


Kebutuhan
Gambar 5.10 Tugas dan Latihan yang Fitur-fitur yang dibutuhkan oleh
Dapat Dikerjakan Oleh Mahasiswa mahasiswa berdasarkan analisis
kebutuhan yaitu :
5. Membuat Forum diskusi a. Fitur Download
Aktifitas pembelajaran dengan Menu ini berfungsi untuk
menggunakan blog terlihat menarik membantu mahasiswa dalam
karena disediakan fitur komentar. pembelajaran, sehingga mahasiswa
Kita ketahui bahwa pembelajaran di dapat mempunyai catatan materi
ruang perkuliahan hanya 2 jam itu pun tanpa harus menulis materi tersebut.
hanya 1 kali dalam seminggu, Menu download dibuat dengan
sedangkan materi perkuliahan bukan menambahkan halaman (add page) pada
hanya disampaikan namun lebih blog. Fasilitas Download materi
dimengerti dan dipahami oleh pembelajaran disediakan materi
mahasiswa. Sehingga disini corel draw dengan disertakan soal-
memberikan mahasiswa kesempatan soal latihan pada setiap level pokok
belajar yang lebih banyak untuk materi dan sub materi.
bertanya pada fitur komentar yang
disediakan, kemudian dosen akan
memberikan respon atau jawaban.
Melalui forum ini juga mahasiswa
dapat berdiskusi dengan dosen

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 177

Gambar 5.14. Daftar Arsip Materi


Pembelajaran
Gambar 5.12. Daftar Download Materi
Pelajaran Penilaian blog
Penilaian melibatkan Dosen
b. Fitur Komunikasi Online mata kuliah Elektronika Digital dan
Chatroom merupakan sarana pakar media pembelajaran. Proses
untuk berkomunikasi secara langsung penilaian oleh pakar media
antara mahasiswa dengan dosen pembelajaran dan pengajar Elektronika
maupun antar mahasiswa. Chatroom Digital dilakukan dengan cara expert
pada blog ini menggunakan yahoo judgment. Hasil penilaian yang
messenger. dilakukan oleh pakar media
pembelajaran melalui proses expert
judgment secara kesuluruhan
menunjukkan nilai yang baik terutama
aspek dan fitur desain visual,
kelengkapan informasi, kemudahan
mencari website, tugas, daftar referensi
atau bahan bacaan, profil blog, bahan
presentasi animasi, video dan gambar,
forum diskusi, papan pengumuman
Gambar 5.13 Chatroom Untuk yang menyediakan informasi, sarana
Komunikasi Secara Langsung di Dunia untuk sharing file serta sarana diskusi
Maya kelompok dan kecepatan mengakses.
Pada aspek dan fitur lainnya
d. Fitur Daftar Isi dan Arsip Materi seperti penilaian, sumber-sumber
Pelajaran referensi, berdasarkan hasil penilaian
Daftar Isi Materi dan Arsip menunjukkan nilai yang cukup. Dari
Pembelajaran disediakan untuk penilaian blog yang sebagian besar
mempermudah mahasiswa dalam bernilai baik, maka blog dapat
mengakses materi pembelajaran, diujicobakan kepada mahasiswa.
sehingga disini terlihat akan keefektifan
dari media pembelajaran baik dari segi Tabel 5.3 Penilaian oleh Ahli Media
penempatan dan kelengkapan fitur dan Ahli Materi
materi. Arsip juga disediakan kategori N Rerata
arsip tugas yang diberikan kepada Pernyataan
o Skor
mahasiswa untuk meng-upload atau
Proporsional layout
mengirimkan tugas yang diberikan oleh
1 cover/sampul depan (tata 4,5
dosen.
letak teks dan gambar)
Kesesuaian proporsi warna
2 4,5
(keseimbangan warna)

Pengembangan Model.......
178 Jurnal Mekom

N Rerata N Rerata
Pernyataan Pernyataan
o Skor o Skor
Tampilan gambar (pemilihan 2 Runtutan soal yang Disajikan 4
3 4,5
gambar) 3 Tingkat kesulitan soal/tes 4
pemilihan jenis font (jenis Keseimbangan proporsi soal
4 4 4 9
huruf dan angka) latihan/ tes dengan isi materi
5 Kejelasan judul modul 5 Ketepatan pemberian
Kesesuaian pemilihan ukuran 5 feedback atas jawaban 5
6 5
font (ukuran huruf dan angka) pengguna
7 Kemenarikan desain Blog 4,5 Kejelasan evaluasi dalam
8 Ukuran Tampilan Blog 5 6 memberikan pemecahan 4,5
Singkronisasi antar ilustrasi masalah
9 4 Kemungkinan si belajar
grafis, visual dan verbal 7 4,5
Rerata Skor 4,56 melakukan self assessment
Kejelasan petunjuk belajar 8 Kunci jawaban
1 5
(petunjuk penggunaan)
Kejelasan rumusan 1 Blog didesain untuk tujuan 4,5
2 4,5
tujuan/kompetensi kolaborasi
Pembelajaran berbasis blog
Kemudahan dalam persiapan 2 menciptakan suatu kondisi 4,5
3 4
pembelajaran kegiatan belajar berkolaborasi
Pembelajaran
4
Ketepatan penerapan strategi
4,5 yang kondusif.ini menekankan
belajar 3 pada mahasiswa interaksi 4,5
Keterkaitan dengan modul antar mahasiswa dan antar
5 4 mahasiswa dan Dosen
lain kegiatan belajar dengan
Kelengkapan komponen 4 tujuan untuk menghindari rasa 4
6 5 bosan dan jenuh sehingga
pendahuluan
Rerata Skor 4,50 5 terjadinya
belajar mengajar
proses bisa efektif 4
Kemudahan dalam dan efisien yang penuh
pembelajaran
1 5 Rerata
makna Skor 4,3
penggunaan Blog Sumber : Pengolahan Data
Kemudahan berinteraksi
2 4,5
dengan Blog Observasi Kegiatan Mahasiswa
Kemudahan pencarian Data lembar observasi yang
3 5
halaman Blog didesktipsikan dalam penelitian ini
Kejelasan dan kesesuaian adalah lembar observasi pada kelas
4 bahasa yang digunakan 4,5 yang menggunakan model pembelajaran
(bahasa komunikatif?) kolaboratif dengan menggunakan blog.
contoh dan ilustrasi untuk Lembar observasi tiap kelas terdiri dari
5 memperjelas pemahaman 4 Aspek Peranan Media (Dalam Hal ini
materi Blog) dan kegiatan mahasiswa. Adapun
6 Materi up to date/ Kontekstual 5 secara ringkas karakteristik model
Memiliki daya tarik dengan pembelajaran kolaboratif dengan
warna, gambar/ilustrasi, huruf pendekatan Computer Supported
7 4
(cetak tebal, miring, garis Collaborative Learning (CSCL) dapat
bawah, dsb) dilihat pada tabel berikut:
Kejelasan petunjuk
1 5
pengerjaan soal latihan/tes

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 179

Tabel 5.4 Penilaian Peranan media dan Data Produk pada Ujicoba Lapangan
Kegiatan Mahasiswa dalam Setelah media Blog direvisi
pembelajaran kolaboratif menggunakan berdasarkan hasil penilaian validator
Website Ahli dan ujicoba one to one, selanjutnya
N Perana SK N Kegiat SK dilakukan ujicoba lapangan. Ujicoba ini
O n OR O an OR selain bertujuan untuk mendapatkan
Media Mahasi barbagai masukan mengenai
swa kekurangan yang mungkin masih
1. Memfas 5 1 Berkola 5 terdapat pada produk Blog sebagai
ilitasi borasi pembelajaran kolaboratif juga untuk
terjadin dengan menguji keefektifan, kepraktisan, dan
ya sesama efisiensi produk tersebut. Pengumpulan
kolabor teman data pada ujicoba lapangan ini
asi dilakukan dengan menggunakan
antara istrumen berupa lembar evaluasi, dan
satu untuk pengamatan (observasi)
dengan menggunakan instrumen yang telah
yang disediakan.
lain Lembar evaluasi yang
2 Member 5 2 Menent 4 digunakan untuk mendapatkan data
ikan ukan berupa penilaian responden terhadap
mahasis cara aspek isi, aspek desain praktikum, aspek
wa penyele tampilan (audio visual), aspek simulasi,
fasiitas saian dan aspek pemrograman. Sedangkan
untuk dari pengamatan (observasi) dilakukan
menentu permas untuk memperoleh data mengenai
kan cara alahan kekurangan maupun kelemahan atau
menyele pembel kesalahan yang mungkin terdapat pada
saikan ajaran media Blog sebagai pembelajaran
permasa yang kolaboratif dan mengetahui pendapat
lahan dilakuk responden mengenai daya tarik belajar
an dengan menggunakan Blog.
secara
berkola Deskripsi Data Ujicoba Lapangan
borasi Ujicoba lapangan merupakan
3 Memasi 4 3 Bertany 5 ujicoba utama untuk mengukur layak
litasi a dan atau tidaknya produk media Blog
mahasis berdisk sebagai media pembelajan Computer
wa untu usi Supportive Collaborative Learning
Belajar dalam yang telah dikembangkan. Penilaian
Blog aspek Isi untuk ujicoba lapangan ini
jika dilakukan oleh 30 orang mahasiswa
masih Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika
kurang FT-UNM.
menger Secara keseluruhan aspek yang
ti dalam dinilai dari hasil ujicoba lapangan
pembel termasuk dalam kriteria sangat baik,
ajaran melalui pengamatan (observasi)

Pengembangan Model.......
180 Jurnal Mekom

terhadap responden juga diperoleh 3. Peningkatan unjuk


beberapa tanggapan sebagai berikut. kerja mahasiswa Sangat
4,8
1. Melalui Media Blog, responden untuk penuntasan Baik
dapat mengasah kompetensi yang materi
dimiliki tanpa harus ke 4. Respon langsung
laboratorium riil. mahasiswa
2. Program yang dikembangkan terhadap Sangat
sangat baik karena sangat edukatif 4,6
pertanyaan balikan Baik
dalam membantu mahasiswa untuk dalam diskusi
mengetahui dan mempelajari kelompok
berbagai rangkaian dan mampu 5. Mengajukan
berkolaborasi dengan yang lainnya. pertanyaan
langsung atau
4,4 Baik
tanggapan dengan
E. Analisis Keefektifan dan mengangkat
Kepraktisan Penggunaan Blog tangan
Pada Ujicoba lapangan untuk Rerata Skor Sangat
menguji keefektifan produk melalui 4,56
Keseluruhan Baik
media Blog, maka disebarkan angket Sumber : Hasil Pengolahan Data
kepada 5 orang observer. Salah satu Selanjutnya untuk melihat
cara menentukan keefektifan dan produk Blog yang dikembangkan dalam
kepraktisan model adalah melalui penelitian ini telah memenuhi syarat
penilaian ahli dan praktisi berdasarkan praktis melalui beberapa indikator
hasil penguasaan teori dan pengalaman penilaian seperti yang disajikan pada
yang dimilikinya menyatakan bahwa Tabel 35, diperoleh rerata skor
media Blog dapat dikatakan efektif atau keseluruhan aspek 4,9 dalam kategori
tidak. Hasil dari penilaian angket sangat baik. Indikator-indikator yang
mengenai keefektifan produk disajikan menyatakan kepraktisan dijabarkan
pada Tabel 5.10. dengan empat indikator penilaian
sebagai berikut: Pertama, responden
Tabel 5.10 Penilaian Keefektifan dapat melaksanakan dan menyelesaikan
produk praktikum secara objektif sesuai alur
KOMPONEN YANG Rerata dan prosedur dalam Blog diperoleh
Kategori rerata skor 4,8 atau berada dalam
DINILIAI Skor
kategori sangat baik. Hal ini sangat
Indikator praktis jika dibandingkan pada saat
Keefektifan praktikum pada laboratorium
1. Tercapainya konvensional satu peralatan di
peningkatan unjuk praktekkan oleh 4-5 orang mahasiswa
4,2 Baik
kerja (kompetensi sehingga penyelesaian praktikum tidak
mahasiswa) berjalan secara objektif karena hanya
2. Mahasiswa seorang yang mengerjakan dan yang
memperlihatkan lainnya hanya menonton, juga pada
Sangat
aktivitas praktek 4,8 laboratorium konvensional hanya
Baik
secara kolaborasi responden yang cerdas saja yang bisa
yang meningkat melakukan praktek dengan baik. Kedua,
Dosen dapat langsung melakukan
penilaian dan scoring terhadap hasil

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 181

praktikum mahasiswa yang disimpan KOMPONEN YANG Rerata Kategori


dalam data base Blog diperoleh rerata DINILIAI
praktikum Skor
skor 5 atau dengan kategori sangat baik.
Berbeda halnya pada laboratorium
konvensional dosen harus mengamati 4. Semua yang
mahasiswa satu persatu dengan seksama dibutuhkan dalam
berjalannya proses praktikum yang Blog telah
dilakukan oleh mahasiswa. Ketiga, Blog disediakan Sangat
4,8
yang tersimpan dalam website dapat termasuk alat dan Baik
langsung di akses oleh mahasiswa untuk bahan, alat ukur,
melakukan praktikum diperoleh rerata dan data sheet
skor 5 dengan kategori sangat baik. book
Semua yang dibutuhkan dalam Blog Rerata Skor Sangat
4,9
telah disediakan termasuk alat dan Keseluruhan Baik
bahan, alat ukur, dan data sheet book Pembahasan
diperoleh rerata skor 4,8 dengan Model pembelajaran computer
kategori sangat baik. supported collaborative learning
(CSCL) merupakan bagian dari fungsi
Tabel 5.11 Penilaian Kepraktisan pembelajaran dengan model
produk pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Model pembelajaran CSCL merupakan
KOMPONEN YANG Rerata
Kategori kombinasi model pembelajaran
DINILIAI Skor
kooperatif dan penggunaan komputer
Indikator serta internet sebagai media dalam
Kepraktisan pembelajarannya. Dengan teknologi
1. Mahasiswa dapat yang semakin canggih, individu-
melaksanakan dan individu yang berada pada lokasi yang
menyelesaikan berjauhan memungkinkan untuk
praktikum secara berkolaborasi secara on-line.
kolaboratif sesuai Penggunaan model pembelajaran on-
Sangat
alur dan prosedur 4,8 line berbasis Blog dapat dimanfaatkan
Baik
dalam CSCL oleh Dosen secara efektif seperti pada
(Computer penilaian pada Tabel 5.10 diperoleh
Supported bahwa penilaian keefektifan media
Collaborative berbasis Blog sebesar 4,56 (Dengan
Learning) kriteria Sangat Baik), meski merupakan
2. Dosen dapat sesuatu hal baru yang mungkin masih
langsung banyak kendalanya. Namun diyakini
melakukan pada masa mendatang model
penilaian dan Sangat pembelajaran jarak jauh ini akan
5
scoring terhadap Baik berkembang dengan pesat seiring
hasil praktikum perkembangan teknologi dan
yang disimpan perkembangan metode pembelajaran
dalam website (Eri Satria, 2009).
3. Blog dapat Dalam tulisan yang
langsung di akses Sangat dikemukakan oleh Laurillard (2008), ia
5
oleh mahasiswa Baik menyoroti perbedaan kerangka kerja
untuk melakukan yang dianut oleh paham instruksionis,

Pengembangan Model.......
182 Jurnal Mekom

sosialis, konstruktivis dan pembelajaran Blog memberikan hubungan yang


kolaboratif dengan menggunakan baik terhadap peningkatan
komputer dan yang tidak menggunakan kolaborasi antara Dosen dan
komputer. Hal ini menjadi dasar untuk mahasiswa. Pemanfaatan Blog ini
mendesain kebutuhan yang diperlukan memberikan kemudahan bagi
dalam pembelajaran kolaboratif. Secara Dosen dan mahasiswa untuk
kontras, dalam pembelajaran pedagogik berbagi informasi serta berinteraksi
kebutuhan media menjadi hal penting baik itu secara personal ataupun
dalam aspek berkomunikasi. Dalam kelompok/general. Kegiatan
pembelajaran kolaboratif, aspek kolaborasi pun tidak hanya terjadi
komunikasi dapat berupa akses terhadap di lingkungan kampus saja tetapi
informasi, mengajukan pertanyaan, kapan saja dan dimana saja.
pemahaman terhadap konsep, 3. Kolaborasi antara mahasiswa dan
merumuskan tujuan, pengulangan mahasiswa dalam memanfaatkan
latihan, refleksi, diskusi, debat, Blog memberikan hubungan yang
artikulasi dan dokumentasi dari ide-ide baik terhadap peningkatan
yang disampaikan. Dalam kerangka kolaborasi antara mahasiswa dan
kerja pembelajaran CSCL, alat-alat mahasiswa. Pemanfaatan Blog
tradisional seperti papan tulis atau memberikan kemudahan bagi
ruangan kelas, bukanlah menjadi syarat mahasiswa untuk berkoordinasi
utama dalam pembelajaran kolaboratif, dengan mahasiswa lain ataupun
ada cara baru dengan yang dapat kelompok belajarnya. Mereka pun
digunakan. Model CSCL menekankan lebih mudah unrtuk berbagi
kepada penggunaan teknologi komputer informasi dan berkomunikasi serta
sebagai media pembelajaran untuk memberikan umpan balik terhadap
meningkatkan pengalaman belajar. apa yang rekan mereka kerjakan.
Selain itu, mahasiswapun dapat
mekonstruksi hasil belajar mereka.
KESIMPULAN 4. Efektivitas dan efisiensi
A. Simpulan penggunaan Blog sebagai media
1. Penelitian di bidang Computer CSCL dengan beberapa indikator
Supported Collaborative Learning diperoleh penilaian Sangat Efektif
atau biasa disebut dengan CSCL dan Sangat Baik.
ini, memberikan sebuah
pengalaman baru bahwa Blog B. Saran
merupakan salah satu model yang Dengan adanya hubungan yang positif
dapat digunakan untuk antara pemanfaatan Blog dengan
meningkatkan kolaborasi di dalam peningkatan kolaborasi dalam
pembelajaran. Pemanfaatnya di pembelajaran di FT UNM, maka
dalam peningkatan kolaborasi penulis mengajukan saran sebagai
dalam pembelajaran memberikan berikut :
suatu masukan bahwa Blog 1. Diharapkan kepada Fakultas untuk
memang baik bila diintegrasikan ke mengembangkan dan
dalam pembelajaran. Seperti halnya mengoptimalkan sarana-sarana
pada penelitian ini, yang dapat internet di setiap jurusan seperti
disimpulkan bahwa : Wi-fi, lab komputer, dan
2. Kolaborasi antara dosen dan manajemen berbasis TIK dengan
mahasiswa dalam memanfaatkan lebih baik sehingga sarana tersebut

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 183

dapat membantu mahasiswa, dosen, Cress, U dan Kimmerle, J. 2008. A


dan jurusan dalam mencapai tujuan systemic and cognitive view on
belajar. collaborative knowledge building
2. Dosen harus terus meningkatkan with wikis. Journal Computer-
ICT literacy nya. Sehingga pada era Support Collaborative Learning
komputasi global ini para dosen volume 3: 105-122.
tidak mengalami kesenjangan Dick, Walker & Carey. Lou, Carey.,
digital baik dengan mahasiswanya James O. (2001). The systematic
ataupun dengan dosen lainnya. Dan design of Instruction (5th Ed).
di dalam berkolaborasi dengan New York. Longman
mahasiswa diharapkan para dosen
menggunakan pendekatan dengan Eri Satria. 2009. Model Pembelajaran
berbagai media/fitur Blog yang kini Computer Support Collaborative
bisa lebih mudah di dapat dari Learning (CSCL). Seminar
berbagai pengembang aplikasi web. Nasional Matematika dan
Dan juga menggunakan berbagai Pendidikan Matematika Jurusan
variasi metode pembelajaran, Pendidikan Matematika FMIPA
sehingga mahasiswa termotivasi UNY.PROSIDING ISBN : 978-
dan pembelajaran lebih interaktif 979-16353-3-2
serta konstruktif. Gagne, R, M. & Briggs L.J. (1974).
3. Bagi para meneliti yang tertarik Principle of Instructional Design.
dengan Computer Supported New york: Holt, Rinehart &
Collaborative Learning (CSCL) Winston.
untuk penelitian selanjutnya
sebaiknya di dalam meneliti Gall, D. Meredith., Borg., Walter
mengenai kolaborasi di dalam R.(2003). Education Research :
pembelajaran serta pemanfaatan an Introduction. (7th Edition).
Blog menggunakan populasi dan Allyn and Bacon.
sampel yang lebih luas lagi. Dan di Haigh, W. (1993). Using Computer to
dalam pengembangan media social Solve Problems by The Guess and
networking ini fitur yang Test Method. School Science and
disajikannya lebih beragam dan Mathematics, 93(2), 92 – 95
lebih menarik.
Hendra J. (2010). Laboratorium Virtual
Mata Kuliah Praktikum
DAFTAR PUSTAKA Elektronika Digital. Jurusan
Pendidikan Teknik Elektronika
Anonim. 2009. Computer-Support Fakultas Teknik Universitas
Collaborative Learning. Negeri Makassar. JETC Jurnal
http://en.wikipedia.org/wiki/Com Elektronika Telekomunikasi &
puter- Computer. ISSN: 1829-7021.
supported_collaborative_learning Vol.4 No.2 Juni 2010. Hal. 699-
[diakses 2 Februari 2016] 710.
Corno, L., & Randi,J. (1999). Self- Hendra J. 2009. Virtual Laboratory To
Regulated Learning. [On-line]. Support Praxis And Employability
Tersedia :http Skills Student Of Vocational
://www.personal.psu.edu/users/h/x Education. Seminar Internasional
/hxk223/self.htm UNY.

Pengembangan Model.......
184 Jurnal Mekom

Hendra J., 2010. Hologhraphy Kristian Ismail. (2010). Perencanaan


Technology for Virtual Learning Virtual – Lab untuk Layanan E-
in Vocational Eduction. JETC learning di Daerah Pedesaan.
Jurnal Elektronika TELIMEK - Lembaga Ilmu
Telekomunikasi & Computer. Pengetahuan Indonesia,STEI -
ISSN: 1829-7021. Vol.4 No.2 Institute Teknologi Bandung
Juni 2010. Hal. 720-728. Laurillard, D. 2008. The pedagogical
Hendra J. 2013. Pengembangan challenges to collaborative
Laboratorium Simulasi praktek technologies. Journal Computer-
elektronika digital di SMK. Support Collaborative Learning
Disertasi, tidak dipublikasikan. volume 4: 5-20.
PPS UNY Lie, Anita, Cooperatif Learning, PT
Hendra J. 2012. Paktikum Berbasis Gramedia, 2002.
Simulasi Komputer 3-Dimensi Laurillard, D. 2008. The pedagogical
Pada Mata Kuliah Elektronika challenges to collaborative
Digital. JETC Jurnal Elektronika
technologies. Journal Computer-
Telekomunikasi & Computer. Support Collaborative Learning
ISSN: 1829-7021. Vol.7 No.1 Des volume 4: 5-20.
2012. Hal. 71-87.
Manurung, Sondang R; Rustaman,
Herman Dwi Surjono & Maltby, J.
Nuryani Y, “Hands And Minds
2003. Adaptive educational Activity” dalam Pembelajaran
hypermedia based on multiple Fisika Kuantum Untuk Calon
student characteristics. Guru, Prosiding Seminar Nasional
Proceedings of the Second Fisika, 2010.
International Conference on Web-
based Learning (ICWL 2003). Muhibbin Syah. (2002). Psikologi
Melbourne, Australia, 18-20 Pendidikan dengan Pendekatan
August 2003. Baru. Bandung : Rosda karya
Imron, Ali, Belajar dan Pembelajaran, Nana Sudjana, dan Ahmad
Pustaka Jaya, 1996. Rivai.(2001). Media Pengajaran.
Jakarta : Sinar Baru Algesindo.
Kozma, R.B, Belle, L.W & Williams,
G.W. (1978). Instructional Nurhadi dkk. (2003). Pembelajaran
Techniques in Higher Education. Kontekstual (CTL) dan
Englewood Cliffts, N.J. Penerapannya dalam KBK.
Educational Technology Malang: Universitas Negeri
Publication Malang.
Krange, I dan Ludvigsen, S. 2008. What Nurrosat, Muchamad azwar. (2009).
does it mean? Students’ Penerapan Joomla Dan Moodle
procedural and conceptual Pada Sistem Virtual Laboratorium
problem solving in a CSCL Online PSD III Teknik Elektro.
environment designed within the Laporan tugas akhir. Program
field of science education. Journal studi DIPLOMA III Teknik
Computer-Support Collaborative Elektro Fakultas Teknik.
Learning volume 3: 25-51. Universitas Diponegoro,
Semarang.

Jurnal Mekom, Vol.3 No.2 Agustus 2016


Jurnal Media Komunikasi Pendikan Teknologi dan Kejuruan 185

Orlich, D.C, et.al.(2007). Teaching Semiawan, Conny, Pendidikan


Strategies: A guide to Effective Keterampilan Proses, Grasindo,
Instruction. New York: Houghton 1992.
Mifflin Company. Sutikno, Sobry, Menuju Pendidikan
Onno W. Purbo & Antonius Aditya Bermutu, NTP Press, 2004.
Hartanto. (2002). Teknologi E- Sudarman, Penerapan Metode
learning Berbasis PHP dan Collaborative Learning untuk
MySQL, Elex Media Meningkatkan Pemahaman Materi
Komputindo. Mata Kuliah Metodologi
Puspita, Rani. (2008). Sistem Informasi Penelitian; Jurnal Pendidikan
Aplikasi Virtual Lab Pada Inovatif, Vol. 3, No. 2, 2008.
Laboratorium Sistem Informasi Santyasa, I Wayan, Pembelajaran
Universitas Gunadarma. Inovatif:Model Kolaboratif, Basis
Proceeding, Seminar Ilmiah Proyek, dan Orientasi Nos,
Nasional Komputer dan Sistem Universitas Pendidikan Ganesha,
Intelijen (KOMMIT 2008)
2006.
Auditorium Universitas
Gunadarma, Depok, 20-21 Tasma Sucita. 2009. Pengembangan
Agustus 2008. ISSN : 1411-6286. Model Pembelajaran Praktikum
Berbasis Software Komputer.
Pusat Kurikulum.(2010). Bahan
Jurusan Pendidikan Teknik
pelatihan penguatan metodologi Elektro – Universitas Pendidikan
pembelajaran berdasarkan nilai- Indonesia
nilai budaya untuk membentuk
daya saing dan karakter. Sudarman. (2008). Penerapan Metode
Collaborative Learning untuk
Pintrich, P. R., & De Groot, E. (1991). Meningkatkan Materi Mata
Motivational And Self-Regulated Kuliah Metodologi Penelitian.
Learning Components Of Jurnal Pend. Inovatif, Vol. 3 No.2,
Classroom Academic
hal 94-100
Performance. Journal Of
Educational Psychology Wu Junqi, et. al.. (2009). Design of
Collaborative Learning in Cyber-
Pietersz, Ferry; Saragih, Horasdia, schools. First International
Pengaruh Penggunaan Workshop on Database
Pembelajaran Kooperatif Tipe Technology and Applications,
Numbered Head Together 978-0-7695-3604-0/09, pp.703-
Terhadap Pencapaian Matematika 706.
mahasiswa di SMP Negeri 1
Cisarua. Prosiding Seminar Zimmerman, B. J. (1989). A Social
Nasional Fisika, 2010. Cognitive View Of Self-Regulated
Academic Learning. Journal Of
Robert,T. S. 2005. Computer-Supported Educational Psychology.
Collaborative Learning in Higher
Education. Idea Grup Publishing,
United State.
Stahl. G. 2008. Yes we can!. Journal
Computer-Support Collaborative
Learning volume 4: 1-4.

Pengembangan Model.......

Anda mungkin juga menyukai