Anda di halaman 1dari 2

5 Tanda Meninggal Husnul Khatimah yang Tampak dari Muslim

Terdapat sejumlah tanda husnul khatimah dari seorang Muslim.

Ada beberapa tanda bagi orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, di antaranya
terdapat lima tanda.

Abu al-Yazid Salama seorang peneliti Hukum di Universitas Al-Azhar Mesir menjelaskannya sebagai
berikut, sebagaimana dilansir dari Al-masrawy:

Pertama, kalimat terakhir yang diucapkan sebelum menghembuskan napas terakhir adalah menyebut
nama Allah, terutama syahadat.

Umar melihat Talhah bin Ubaidullah tampak kesal dan berkata: “Ada apa denganmu, wahai bapak
fulan? Mungkinkah sepupumu yang diangkat sebagai khalifah membuatmu kesal, wahai bapak fulan?”
Dia berkata, “Tidak, tetapi saya mendengar sebuah hadits dari Rasulullah dan tidak ada yang
menghalangi saya untuk bertanya kepadanya tentang hal itu kecuali rasa takut tidak dapat
mematuhinya dan saya tidak bertanya kepadanya tentang hal itu sampai dia meninggal.

‫ْت ِم ْن َرسُو ِل هَّللا ِ صلى هللا‬ ُ ‫ك يَا أَبَا فُل ٍن قَا َل ال إال أَنِّى َس ِمع‬ َ ‫ال َما لَكَ يَا أَبَا فُل ٍن لَ َعلَّكَ َسا َء ْتكَ ِإ ْم َرةُ اب ِْن َع ِّم‬
َ َ‫ط ْل َحةَ ْبنَ ُعبَ ْي ِد هَّللا ِ ثَقِيال "فَق‬
َ ‫َرأَى ُع َم ُر‬
َ ُ ُ ُ ُ ْ َ َ َ
َ ‫عليه وسلم َح ِديثا َما منعني أ ْن أسْألَهُ َع ْنهُ إِال "الق ْد َرةُ َعلَ ْي ِه َحتَّى َماتَ َس ِم ْعتُهُ يَقو ُل إني أل ْعلَ ُم َكلِ َمةً ال يَقولهَا َع ْب ٌد ِع ْن َد َموْ تِ ِه إِال أ ْش َر‬
ُ‫ق لَهَا لَوْ نُه‬ ً
‫هَّللا‬
)ُ ‫ (الإِلَهَ إِال‬:‫ت‬ ِ ْ‫ال تَ ْعلَ ُم َكلِ َمةً أَ ْعظَ َم ِم ْن َكلِ َم ٍة أَ َم َر بِهَا َع َّمهُ ِع ْن َد ْال َمو‬
َ َ‫ َو َما هي ق‬:‫ قَا َل‬،‫ال فَقَا َل ُع َم ُر إني أل ْعلَ ُم َما هي‬ َ َ‫س هَّللا ُ َع ْنهُ ُكرْ بَتَهُ ق‬
َ َّ‫َونَف‬
‫ص َد ْقتَ هي َوهَّللا ِ هي‬ َ ُ‫ال طَ ْل َحة‬ َ َ‫ق‬

"Aku mendengar dia berkata, “Aku tahu sepatah kata pun yang tidak diucapkan siapa pun pada saat
kematiannya tetapi warnanya akan cerah dan Allah akan membebaskannya dari kesusahannya.
Thalhah berkata: “Apa itu?” 'Umar (ra dengan dia) berkata: " Anda tahu ada kata yang lebih besar dari
kata yang dia perintahkan kepada pamannya untuk diucapkan ketika dia meninggal adalah kalimat
tauhid ‫ال اله اال هللا‬. Thalhah mengatakan, “Benar demi Allah, itu dia (ucapannya).”

Hadits lain juga disebutkan oleh Muaz bin Jabal mengatakan:

َ‫ " َم ْن َكانَ آ ِخ ُر كَاَل م ِه اَل إِلَهَ إِاَّل هَّللا ُ َدخَ َل ْال َجنَّة‬:‫ قَا َل َرسُو ُل هَّللا ِ ﷺ‬:‫ُم َعا ِذ ْب ِن َجبَ ٍل قَال‬

“Barangsiapa yang di hari terakhirnya mengucapkan Laa Ilaha illallah maka surga untuknya.”

Kedua, diwafatkan pada Jumat atau malam Jumat. Rasulullah Saw. bersabda:

‫ق آ َد ُم َوفِي ِه أُ ْد ِخ َل ْال َجنَّةَ َوفِي ِه أُ ْخ ِر َج ِم ْنهَا‬


َ ِ‫ت َعلَ ْي ِه ال َّش ْمسُ يَوْ ُم ْال ُج ُم َع ِة فِي ِه ُخل‬ َ َ‫ع َْن أَبِى ه َُري َْرةَ أَ َّن النبي ﷺ ق‬
ْ ‫ " َخ ْي ُر يَوْ ٍم طَلَ َع‬:‫ال‬
‫َوال تَقُو ُم السَّا َعةُ إِال في يَوْ ِم ْال ُج ُم َع ِة‬

“Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasullah SAW bersabda, “Hari terbaik, waktu terbitnya matahari
adalah hari Jumat, Nabi Adam AS juga diciptakan pada hari Jumat, Nabi Adam AS dimasukkan dan
dikeluarkan dari surga juga pada hari Jumat, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.”
(HR Muslim).
Tiada seorang Muslim yang meninggal pada hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah
kubur.

Ketiga, saat diwafatkan sedang melakukan baik atas petunjuk Allah seperti wafat ketika berpuasa, sholat
maupun membaca Al-Qur'an.

ُ ‫"يُ ْب َع‬:ُ‫ْت النَّبِي صلى هللا عليه وسلم يَقُول‬


‫ث ُكلُّ َع ْب ٍد َعلَى َما َماتَ َعلَ ْي ِه‬ ُ ‫ع َْن َجابِ ٍر قَا َل َس ِمع‬

"Dari Jabir RA, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap hamba akan
dibangkitkan (di hari kiamat) sesuai dengan (kondisi) ia dulu telah mati.” Artinya, setiap orang akan
dibangkitkan sesuai dengan kondisi terakhir kematiannya.

Bila dia mati dalam kondisi bermaksiat, maka akan dibangkitkan seperti itu. Demikian juga ketika wafat
dalam ketaatan, akan dibangkitkan juga dalam keadaan demikian itu.

Keempat, berkeringat di dahi saat wafat. Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di
dahinya.” (HR Tirmizi, Nasai, dan Ibn Majah)

Kelima, mati dalam keadaan syahid. Ada lima macam mati syahid yang disebutkan Nabi Muhammad
SAW, yakni disebabkan wabah (al-math’un), sakit perut (al-mabthun), karam atau tenggelam (al-ghariq),
tertimpa tanah runtuh (shahibul hadm), dan syahid dalam perang di jalan Allah. (HR Bukhari dan
Muslim).