Anda di halaman 1dari 4

Sifat-sifat Allah

No Sifat Wajib Sifat Mustahil


1 Wujud Ada Adam Tidak ada
2 Qidam Dahulu Huduus Baru
3 Baqa' Kekal Fana Rusak
4 Mukhalafatuhu lil hawadits Berbeda dengan ciptaan-Nya Mumatsalatuhu lil hawadits Sama dengan ciptaan-Nya
5 Qiyamuhu binafsihi Berdiri dengan sendirinya Ihtiyaju lighairihi Membutuhkan yang lain
6 Wahdaniyyah Esa atau Tunggal Ta'addud Berbilang
7 Qudrah Berkuasa 'Ajzun Lemah
8 Iradah Berkehendak Karahah Terpaksa
9 Ilmu Mengetahui Jahlun Bodoh
10 Hayat Hidup Mautun Mati
11 Sam'un Mendengar Samamum Tuli
12 Basar Melihat Umyun Buta
13 Kalam Berkata Bukmun Bisu
14 Qadirun Yang Berkuasa 'Ajizun Yang maha lemah
15 Muridun Yang Berkehendak Mukrahun Yang maha terpaksa
16 'Alimun Yang Mengetahui Jahilun Yang maha bodoh
17 Hayyun Yang Hidup Mayyitun Yang mati
18 Sami'un Yang Mendengar Ashamma Yang maha tuli
19 Basirun Yang Melihat A'maa Yang maha buta
20 Mutakallimun Yang Berbicara Abkama Yang maha bisu

1. Wujud, artinya ada. Sifat 2. Qidam, artinya dahulu atau Manusia, betapa pun gagah
mustahilnya 'Adam, artinya tidak awal. Sifat mustahilnya Hudûs, perkasa dirinya, suatu saat pasti
ada. artinya baru. mati.
Apapun wujudnya, seluruh ciptaan
Tidak mudah untuk membuktikan Maksudnya, adanya ALLAH ALLAH di dunia ini akan
bahwa ALLAH itu ada, kecuali adalah yang paling awal sebelum mengalami kerusakan. Hanya
bagi orang-orang yang beriman. adanya alam semesta ini. Adanya ALLAH SWT, Sang Pencipta,
Memang kita tidak dapat melihat ALLAH berbeda dengan adanya yang tidak akan rusak dan hancur,
wujud ALLAH secara langsung, alam semesta beserta isinya. karena ALLAH bersifat kekal.
tetapi dengan menggunakan akal, Perbedaan tsb terdapat pada
kita dapat menyaksikan ciptaan- kejadian dan prosesnya. Semua yang ada di bumi itu akan
Nya. Alam semesta ini. Darimana Kita ambil contoh: Adanya hujan binasa. Dan tetap kekal Wajah
alam semesta ini berasal? Pastilah didahului oleh terjadinya Rabb-mu yang mempunyai
ada yang menciptakannya. penguapan air laut. kebesaran dan kemuliaan. (QS.
Siapakah Dia yang Maha Agung Terjadinya pemuaian logam Ar-Rahmân: 26-27)
itu? didahului oleh adanya panas.
Dialah ALLAH SWT (Maha Suci Berbeda dengan alam semesta ini, Sungguh, betapa hina dan
dan Maha Tinggi). Dialah yang adanya ALLAH tidak didahului lemahnya kita di hadapan ALLAH,
mengadakan segala sesuatu dan oleh sebab-sebab tertentu, karena betapa tidak patutnya kita
Dia pulalah yang menciptakan ALLAH zat yang paling awal. berbangga diri dengan kehebatan
alam semesta beserta isinya, ALLAH adalah pencipta alam kita, karena segala kehebatan itu
termasuk diri kita. semesta, tidak mungkin hasil hanyalah sementara. Kelak semua
ciptaan lebih dulu ada dari Sang akan berakhir, yang tersisa
Sesungguhnya Rabb kamu ialah Penciptanya. hanyalah amalan kita. Oleh sebab
ALLAH yang telah menciptakan itu perbanyaklah amal selagi kita
langit dan bumi dalam enam masa, Dialah yang Awal dan yang Akhir, masih diberi kelapangan waktu di
lalu Dia bersemayam di atas Arsy. yang Zhahir dan yang Bathin; dan dunia ini. Dan bertaubatlah dengan
Dia menutupkan malam kepada Dia Maha Mengetahui segala kesalahan-kesalahan kita selagi
siang yang mengikutinya dengan sesuatu. (QS. Al-Hadîd: 3) kematian belum menghampiri kita.
cepat, dan (diciptakan-Nya pula)
matahari, bulan dan bintang- 3. Baqa', artinya kekal. Sifat 4. Mukhalafatuhu lil hawadits,
bintang (masing-masing) tunduk mustahilnya Fana, artinya rusak. artinya berbeda dengan
kepada perintah-Nya. Ingatlah, ciptaannya. Sifat mustahilnya
menciptakan dan memerintahkan Mumatsalatuhu lil hawadits,
Semua makhluk yang ada di alam
hanyalah hak ALLAH. Maha suci artinya serupa dengan ciptaannya.
semesta ini, baik itu manusia,
ALLAH, Rabb semesta alam. (QS.
binatang, tumbuhan, planet,
Al-A'râf: 54) Sifat ini menjelaskan bahwa
bintang, bulan, dll, suatu saat akan
mengalami kerusakan dan ALLAH berbeda dengan hasil
akhirnya mengalami kehancuran. ciptaan-Nya.
Coba kita gunakan analogi, pelukis ... Dan tolong-menolonglah kamu secara mutlak. Tuhan dalam Islam
dengan lukisannya, pembuat dalam (mengerjakan) kebajikan hanyalah ALLAH, Pencipta dan
patung dengan patung karyanya, dan taqwa, dan jangan tolong- Pengatur Alam Raya beserta
apakah ada kesamaan antara menolong dalam berbuat dosa dan isinya.
pencipta dengan hasil ciptaannya? pelanggaran. Dan bertaqwalah
tentu tidak bukan? Bahkan robot kamu kepada ALLAH, 7. Qudrah, artinya berkuasa. Sifat
yang paling canggih dan mirip sesungguhnya ALLAH amat berat mustahilnya 'Ajzun, artinya lemah.
dengan manusia sekalipun tidak siksa-Nya. (QS. Al-Mâidah: 2)
akan sama dengan manusia
Kekuasaan ALLAH adalah
penciptanya. 6. Wahdaniyyah, artinya esa atau kekuasaan yang sempurna, karena
Begitulah ALLAH, Sang Pencipta, tunggal. Sifat mustahilnya kekuasaan ALLAH tidak terbatas.
sudah pasti berbeda dengan Ta'addud, artinya berbilang atau Hal ini tentu berbeda dengan
ciptaan-Nya. lebih dari satu. manusia yang mempunyai
kelemahan dan keterbatasan. Bagi
... Tidak ada sesuatu pun yang Keesaan ALLAH itu mutlak. ALLAH, jika ALLAH telah
serupa dengan Dia, dan Dia-lah Artinya keesaan ALLAH meliputi berkehendak melakukan atau tidak
yang Maha Mendengar lagi Maha zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. melakukan sesuatu, maka tidak ada
Melihat. (QS. Asy-Syûra: 11) Meyakini keesaan ALLAH, suatu pun yang dapat
merupakan hal yang sangat menghalangi-Nya.
Dengan memahami sifat ALLAH prinsipil, sehingga seseorang
ini, semoga kita tidak akan dianggap muslim atau tidak, ... Sesungguhnya ALLAH
terjebak pada perbuatan takhyul tergantung pada pengakuan berkuasa atas segala sesuatu. (QS.
dan syirik, yaitu menyembah tentang keesaan ALLAH. Ini bisa Al-Baqarah: 20)
selain ALLAH atau menyekutukan kita lihat bahwa untuk menjadi
ALLAH. Tak ada suatu pun selain seorang muslim, seseorang harus Sungguh tidak patut kita sebagai
ALLAH yang pantas disembah. bersaksi terhadap keesaan manusia bersifat sombong dengan
Menyembah selain ALLAH adalah ALLAH, yaitu dengan membaca kekuasaan yang kita miliki, karena
perbuatan yang hina dan syahadat tauhid yang berbunyi sebesar apa pun kekuasaan kita,
merendahkan martabat manusia Aku bersaksi tiada Tuhan selain kekuasaan ALLAH pasti lebih
sendiri. ALLAH. Meyakini keesaan besar, dan yang Terbesar. Jika
ALLAH juga merupakan inti ALLAH berkehendak, Dia dapat
5. Qiyamuhu binafsihi, artinya ajaran para nabi, sejak Nabi Adam menghilangkan kekuasaan kita
berdiri sendiri tanpa AS hingga Nabi Muhammad dalam sekejap, dan kita tak akan
membutuhkan bantuan yang lain. SAW. berdaya untuk
Sifat mustahilnya Ihtiyaju mempertahankannya.
lighairihi, artinya berdiri dengan Mustahil ALLAH lebih dari satu.
bantuan yang lain. Apabila itu terjadi, tentulah tidak
8. Iradah, artinya berkehendak.
akan tercipta alam semesta yang
Sifat mustahilnya Karahah, artinya
Keberadaan makhluk ALLAH, teratur ini. Keteraturan alam
terpaksa.
tidak lepas dari bantuan yang lain. semesta telah membuktikan pada
Manusia lahir karena ada kedua kita bahwa ALLAH itu Tunggal.
ALLAH memiliki sifat selalu
orangtuanya, tumbuh dan
berkehendak. Kehendak ALLAH
berkembang karena dipelihara dan Sekiranya ada di langit dan di
sesuai kemauan ALLAH sendiri,
dirawat oleh orangtuanya. Bahkan bumi ilah-ilah selain ALLAH,
tak ada rasa terpaksa atau dipaksa
setelah besar pun, manusia tetap tentulah keduanya itu sudah rusak
oleh pihak lain. Kehendak ALLAH
tidak bisa hidup tanpa bantuan binasa. Maka Maha Suci ALLAH
juga tidak dipengaruhi oleh pihak
orang lain. yang mempunyai Arsy daripada
lain. Kehendak ALLAH tidak
apa yang mereka sifatkan. (QS.
terbatas, karena Ia dapat
ALLAH, tidak ada Ilah (yang Al-Anbiyâ: 22)
melakukan apa saja tanpa ada
berhak disembah) melainkan Dia. kuasa lain yang dapat mencegah-
Yang hidup kekal lagi terus Dengan menghayati sifat Nya.
menerus mengurus makhluk-Nya. wahdaniyyah ini, kita akan Manusia juga berkehendak, tapi
(QS. Ali-Imran: 2) terhindar dari berbagai paham kehendak manusia adalah terbatas
ketuhanan. Ada 2 macam paham pada kemampuannya sendiri.
Sadarlah kita, bahwa ternyata kita ketuhanan, yaitu monoteisme dan
ini makhluk yang sangat lemah, politeisme. Monoteisme
oManusia boleh berkehendak,
karena tidak mampu hidup tanpa menyatakan bahwa Tuhan adalah
satu, sedang politeisme namun ALLAH jualah yang
bantuan orang lain. Semoga kita menentukan hasilnya.
pun menyadari pentingnya berbuat menyatakan bahwa tuhan lebih
dari satu. Agama-agama yang oMaksud hati ingin memeluk
kebajikan dengan sesama. Karena
memiliki kepercayaan banyak gunung, apa daya tangan tak
itu sungguh tepat jika ALLAH
dewa dan dewi yang mengatur sampai.
memerintahkan kita untuk saling
alam semesta ini, adalah salah satu oSepandai-pandai tupai melompat,
tolong-menolong dalam kebajikan
contoh paham politeisme. akhirnya akan jatuh juga.
dan taqwa.
Islam adalah agama yang oDi atas langit masih ada langit.
mengakui paham monoteisme
Ungkapan-ungkapan di atas hebatnya Ia, betapa tinggi ilmu- dengarkan. Pendengaran manusia
menunjukkan bahwa manusia Nya, dan betapa kepandaian kita juga mengalami penurunan seiring
memiliki keterbatasan, sedang ini belum apa-apa dibandingkan dengan semakin tuanya kita.
ALLAH memiliki segala kehendak dengan kepandaian ALLAH.
yang tidak terbatas. Meskipun Tapi pendengaran ALLAH tidak
demikian, ALLAH memberi 10. Hayat, artinya hidup. demikian. ALLAH bisa mendengar
kebebasan pada manusia untuk Sifat mustahilnya Mautun, artinya suara yang sehalus apapun tanpa
berusaha dan berkehendak, namun mati. memerlukan alat bantu apapun.
semua terpulang pada kehendak Pendengaran ALLAH tidak akan
ALLAH dan kita harus berserah melemah sampai kapanpun.
Hidupnya ALLAH berbeda dengan
diri menerima apapun hasilnya.
hidupnya manusia. Perbedaan itu
antara lain dapat kita lihat bahwa ...Dan ALLAH-lah yang Maha
9. Ilmu, artinya mengetahui. Sifat ALLAH hidup tanpa ada yang Mendengar lagi Maha Mengetahui.
mustahilnya Jahlun, artinya bodoh. menghidupkan. Manusia dan (QS. Al-Mâidah: 76)
makhluk hidup lain hidup karena
Segala yang ada di alam raya ini, dihidupkan oleh ALLAH SWT. Dengan menyadari sifat sam'un
baik yang besar maupun yang ALLAH hidup tidak bergantung ALLAH ini, semestinyalah kita
kecil, yang terlihat maupun yang dengan yang lain, sedang manusia senantiasa bertingkah laku,
tersembunyi, tidak ada yang luput hidupnya sangat bergantung bersikap, berbicara, dan berpikir
dari pengetahuan ALLAH. dengan yang lain. dengan bahasa yang santun dan
ALLAH Maha Luas ilmunya, ALLAH hidup selama-lamanya, mengeluarkan ucapan-ucapan yang
begitu luasnya ilmu ALLAH tidak mengalami kematian, bahkan baik lagi bermanfaat. Karena
sehingga jika seluruh air di lautan mengantuk pun tidak. Manusia ALLAH selalu mendengar segala
ini dijadikan tinta dan seluruh suatu saat pasti akan mengalami perkataan manusia, baik yang
pohon dijadikan alat tulisnya, tak mati. terucap maupun hanya sekedar
akan mampu menuliskan ilmu bisikan di dalam hati.
ALLAH. ALLAH tidak ada Ilah (yang
berhak disembah) melainkan Dia 12. Basar, artinya
Kita sering kagum atas kecerdasan yang Hidup kekal lagi terus melihat. Sifat mustahilnya 'Ama,
dan ilmu yang dimiliki orang- menerus mengurus (makhluk- artinya buta.
orang pintar di dunia ini. Kita Nya); tidak mengantuk dan tidak
takjub akan indahnya karya dan tidur... Al-Baqarah: 255 Mustahil ALLAH buta, karena
canggihnya teknologi yang ALLAH Maha sempurna,
diciptakan manusia. ALLAH Maha Hidup, tidak termasuk sempurna penglihatan-
Sadarkah kita, bahwa ilmu yang mengantuk, tidak tidur, apalagi Nya. Penglihatan ALLAH bersifat
kita saksikan itu hanyalah sebagian mati. Dan selama itu pula ALLAH mutlak, tidak terhalang oleh apa
kecil saja yang diberikan ALLAH selalu mengurus dan mengawasi pun. ALLAH melihat segala
pada otak kita? seluruh makhluk ciptaan-Nya. sesuatu, baik yang besar dan kecil,
Oleh sebab itu hendaknya kita yang nampak dan tersembunyi.
Sungguh, ilmu ALLAH jauh selalu berhati-hati dalam segala Penglihatan ALLAH bersifat terus-
melampaui semua itu, begitu tindakan, karena gerak-gerik kita menerus, ALLAH tidak pernah
tingginya ilmu ALLAH sehingga selalu diawasi dan dicatat oleh lalai walau sedetik pun dari
terkadang kita tak mampu untuk ALLAH, tak ada yang terlewatkan. melihat segala perbuatan kita.
mengikuti dan memahaminya. Kelak di akhirat seluruh amalan
tsb harus kita Sesungguhnya ALLAH
Katakanlah (kepada mereka): pertanggungjawabkan. mengetahui apa yang ghaib di
Apakah kamu akan langit dan di bumi. Dan Maha
memberitahukan kepada ALLAH 11. Sam'un, artinya Melihat apa yang kamu kerjakan.
tentang agamamu (keyakinanmu), mendengar. Sifat mustahilnya (QS. Al-Hujurât: 18)
padahal ALLAH mengetahui apa Samamum, artinya tuli.
yang ada di langit dan apa yang Dengan memahami sifat basar
ada di bumi, dan ALLAH Maha ALLAH Maha Mendengar. ALLAH ini, hendaknya kita selalu
Mengetahui segala sesuatu. (QS. Pendengaran ALLAH tidak berhati-hati dalam berbuat. Kita
Al-Hujurât: 16) terbatas dan tidak terhalang oleh sadar bahwa kita tidak bisa
jarak, ruang, dan waktu. Selemah membohongi atau
Semoga dengan memahami sifat apa pun suara, ALLAH menyembunyikan kebohongan apa
ilmu ini, kita sebagai hamba akan mendengarnya. Berbeda dengan pun di hadapan ALLAH. Kepada
terdorong untuk terus menimba manusia, pendengarannya sangat manusia kita bisa berbohong, tapi
ilmu, selagi kita hidup, karena kita terbatas. Meski saat ini teknologi tidak terhadap ALLAH, karena
sadar bahwa sebanyak apapun ilmu manusia sudah maju, untuk ALLAH melihat segala perbuatan
yang telah kita ketahui, masih mendengar suara jarak jauh sudah kita.
lebih banyak lagi ilmu yang belum bisa diatasi dengan media Kelak di kemudian hari akan
kita diketahui. Semakin banyak elektronik, namun jangkauannya ditampakkan segala perbuatan dan
ilmu kita, mudah-mudahan juga tetap masih terbatas. Suara bisikan, kebohongan yang kita
menambah rasa kagum dan syukur suara yang terhalang oleh benda- sembunyikan. Oleh sebab itu
kita kepada ALLAH. Betapa benda tertentu, tetap tidak bisa kita berbuat baiklah selalu, supaya kita
tidak perlu merasa takut dan cemas 18. Allah itu Sami’an (Dzat Yang
jika suatu saat seluruh perbuatan Maha Mendengar), mustahil
kita akan disaksikan dan Kaunuhu ashomma (Dzat yang
dimintakan pertanggujawabannya. tuli). “Allah Maha Mendengar dan
Maha Mengetahui.” [QS. Al
13. Kalam, artinya Baqoroh: 256).
berkata atau berfirman. Sifat
mustahilnya Bukmum, artinya bisu. 19. Allah itu Bashiron (Dzat Yang
Maha Melihat), mustahil Kaunuhu
Bukti ALLAH bersifat kalam 'ama (Dzat Yang buta). "Dan
dapat kita lihat dari kitab-kitab- Allah Maha Melihat apa yang
Nya yang diturunkan kepada para kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat:
nabi dan rasul-Nya. 18).
Al-Quran yang sering kita baca
dan kita lafadzkan setiap hari, 20. Allah itu Mutakalliman (Dzat
adalah firman ALLAH yang yang berfirman), mustahil
diwahyukan kepada Nabi Kaunuhu abkama (Dzat yang
Muhammad SAW. bisu). "Dan Allah telah berbicara
kepada (Nabi) Musa dengan
...Dan ALLAH telah berbicara langsung." [QS. An Nisa': 164).
kepada Musa dengan langsung.
(QS. An-Nisâ: 164) Sifat ]aiz (wewenang) Allah SWT
adalah tarku likuli mumkinin au
Adanya firman ALLAH menjadi fi’luhu. (Allah SWT berwewenang
bukti bagi kita bahwa ALLAH menciptakan sesuatu atau tidak).
memperhatikan kita sebagai
hamba-Nya. Dengan perantara Sifat-sifat Allah SWT. tersebut
nabi dan rasul, ALLAH diatas, dikelompokkan empat,
membimbing manusia untuk yaitu:
melakukan amal saleh sesuai yang
diajarkan dalam kitab ALLAH. 1. Sifat Nafsiah (kedirian), yakni
Dari firman ALLAH juga, kita sifat yang pertama.
dapat mengetahui sejarah dan
kisah umat-umat terdahulu, 2. Siaft Salbiyah, yaitu sifat-sifat
sehingga kita dapat mengambil yang membedakan Allah SWT
hikmah, mengikuti yang haq dan dengan Dzat-dzat lain, seperti sifat
meninggalkan yang bathil. nomor 2,3,4 dan 6.

14. Allah itu Qodiron (Dzat Yang 3. Sifat Ma’ani, yakni sifat-sifat
Maha Berkuasa), mustahil abstrak seperti sifat nomor :
Kaunuhu ‘ajiyan (Dzat yang 7,8,9,10,11,12 dan 13.
lemah). “Sesungguhnya Alllah
berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.
4. Sifat Ma’nawiyah, yakni sifat-
Al Baqoroh: 20).
sifat berikutnya atau sifat-sifat
yang tergantung pada ma’ ani
15. Allah itu Muridan (Dzat Yang
Maha Berkehendak), mustahil
Kaunuhu kariban (Dzat yang
terpaksa). “Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Melaksanakan apa
yang Dia kehendaki.” (QS. l1/Hud:
107).

16. Allah itu Aliman (Dzat Yang


Maha Mengetahui), mustahil
Kaunuhu jahilan (Dzat yang
bodoh). “Dan Alllah Maha
Mengetahui sesuatu.” (QS. 4/An
Nisa’: 176).

17. Allah itu Hayyan (Dzat Yang


Hidup), mustahil Mayyitan (Dzat
yang mati). “Dan bertakwalah
kepada Allah yang hidup kekal dan
yang tidak mati.” (QS. Al Furqon:
58).